Kementerian Kesehatan menargetkan 280 juta penduduk RI untuk mendapatkan program cek kesehatan gratis pada hari ulang tahun. Program tersebut menyasar seluruh golongan seperti balita, anak sekolah, hingga orang dewasa yang bisa diakses melalui aplikasi Satu Sehat.
Category: Detik.com Kesehatan
-

Cerita Diet Pria Berbobot 100 Kg Sukses Pangkas BB, Ukuran Baju dari XL ke S
Jakarta –
Seorang pria di Singapura menceritakan kondisi kesehatannya yang parah. Pada tahun 2023, Raeza Ibrahim divonis mengidap beberapa penyakit parah, seperti kolesterol tinggi, perlemakan hati, risiko hipertensi, diabetes, dan penyakit hati.
Saat itu, berat badan Raeza mencapai 100 kg, kondisi yang mengerikan dalam hidupnya.
“Saya sadar bahwa saya kelebihan berat badan, tetapi tidak membayangkan seberapa parah kerusakannya,” tuturnya yang dikutip dari South China Morning Post.
Raeza menceritakan sebelumnya ia mengeluhkan sakit punggung kronis selama bertahun-tahun karena kelebihan berat badan. Ia pun dirawat di rumah sakit dengan nyeri dada pada tahun 2017.
Pada tahun 2020, Raeza juga didiagnosis mengidap apnea tidur obstruktif. Kondisi ini dapat berakhir jika ia mulai mengubah gaya hidupnya.
Dalam waktu enam bulan, kadar kolesterol, lemak hati, dan tekanan darahnya kembali normal. Masalah apnea tidur dan nyeri punggungnya juga mulai hilang..
Pada bulan Agustus 2024, berat badannya turun 26 kg dan lemak tubuhnya berkurang dari 34,8 persen menjadi 14,5 persen.
Hal itu juga berpengaruh pada ukuran pakaiannya yang turun dari XL menjadi S.
Saat ini, ia berada dalam kondisi terbaik dalam hidupnya, secara fisik maupun mental.
Proses Perubahan Gaya Hidup yang Drastis
Pria 38 tahun itu awalnya sangat aktif secara fisik saat masa sekolah dan perguruan tinggi. Ia biasa bermain bulu tangkis, rugbi, dan kriket.
Namun, di awal karier hukumnya yang menuntut, ia bekerja 10 hingga 14 jam sehari, lima atau enam hari seminggu. Berat badannya mulai bertambah.
“Saya tidak cukup tidur, tidur pukul 3 pagi dan bergegas berangkat kerja pukul 8 pagi. Waktu makan saya tidak teratur. Saya makan apa pun yang saya inginkan, kapan pun saya mau. Saya bangun dengan perasaan lesu dan tidur dengan perasaan yang sama,” kata Raeza.
Kenaikan berat badannya juga sangat berdampak buruk secara emosional. Ia merasa diburu-buru oleh waktu dalam melakukan aktivitas, tidak menyukai penampilanya, dan merasa kurang percaya diri.
Selama bertahun-tahun, ia melakukan berbagai upaya untuk bisa kembali bugar. Tetapi, tidak ada yang berhasil.
Pada tahun 2016, ia mengambil cuti panjang selama tiga bulan untuk mendaftar di Tiger Muay Thai, sebuah tempat kebugaran di Phuket, Thailand. Ia berhasil menurunkan berat badan 6 kg, tetapi berat badannya naik lagi saat ia kembali bekerja.
“Rasa takut kehilangan nyawa mendorong saya untuk bertindak. Merasa buruk tentang penampilan adalah satu hal, merasa bahwa hidup Anda mungkin berakhir sebelum waktunya karena kelalaian Anda sendiri adalah hal yang sama sekali berbeda,” tutur Raeza.
Ia pun mendaftar di pusat kebugaran Singapura pada Maret 2024 yang dibimbing oleh pelatih. Raeza dilatih melakukan split, angkat beban, dan diharuskan berjalan 10.000 langkah setiap hari.
Selain berolahraga, Raeza mulai mengubah pola makannya dengan masak sendiri dan makan secara teratur. Ia disarankan untuk mengikuti diet 1.800 kalori per hari, dan melakukan latihan kekuatan tiga kali seminggu.
“Makan dulunya adalah cara untuk mengatasi stres. Saya makan untuk menghilangkan perasaan buruk saya. Makanan adalah pelepas lelah dan kesenangan yang cepat,” terang Raeza.
Untuk sarapan pada pukul 8 pagi, ia biasa mengkonsumsi roti sourdough dengan telur atau buah. Kemudian, pada 11 siang ia minum protein shake.
Untuk makan pukul 1 siang, Raeza biasanya makan salad dengan protein. Sebagai camilan pukul 5 sore, ia biasa mengkonsumsi semangkuk buah yang membuatnya kenyang hingga waktu makan malam.
Menu makan malamnya, Raeza biasa makan daging tanpa lemak atau ikan dengan sayuran dan ubi jalar.
Setelah mengalami perubahan yang drastis, Raeza mengunggah menu sehatnya ke media sosial. Ia mulai menerima banyak pujian dan membuat banyak temannya termotivasi dengan perubahannya.
“‘Suka’ dan pujian yang saya terima dari keluarga dan teman memotivasi saya untuk terus menjalankan diet baru saya,” terang Raeza.
“Bisa memperlihatkan lengan yang kencang dengan sedikit perut six-pack itu menyenangkan,” sambungnya.
(sao/kna)
-

Cek Kesehatan Gratis Termasuk Skrining Kejiwaan untuk Anak yang Kecanduan Gadget
Jakarta –
Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mendukung upaya pembatasan usia pengguna media sosial. Dia juga menyoroti efek kecanduan ponsel pada anak termasuk memicu speech delay.
“Sesudah kita skrining, kenapa terlambat bicara? Karena terlampau banyak aktivitasnya itu tidak bermain dengan teman-temannya secara sosial biasa, tetapi menghabiskan waktunya melihat gadget,” paparnya saat ditemui wartawan, Minggu (2/2/2025).
Dirinya juga menyinggung dua masalah kesehatan anak yang muncul akibat penggunaan media sosial yang berlebihan. Anak yang kecanduan media sosial menurutnya bisa mengalami anxiety disorder dan gangguan emosional lainnya.
Oleh karena itu untuk mendeteksi gangguan mental pada anak, Pemeriksaan Kesehatan Gratis Hari Ulang Tahun juga akan mencakup skrining kesehatan kejiwaan anak.
“Ke depannya, Kementerian Kesehatan akan melakukan skrining (kesehatan) jiwa di program cek kesehatan gratis bagi anak-anak. Kita akan segera mulai,” ungkapnya.
Selain kelompok usia anak, seluruh masyarakat Indonesia juga akan bisa mengakses skrining kesehatan mental secara gratis. Sekitar 10 ribu puskesmas dan 15 ribu klinik yang tersebar di seluruh Indonesia disiapkan untuk memfasilitasi skrining kesehatan mental tersebut.
Skrining tersebut merupakan pemeriksaan awal untuk mengungkap adanya indikasi gangguan kesehatan mental. Untuk diagnosis lebih lanjut tetap dibutuhkan untuk mendiagnosa gangguan spesifik yang dialami.
“Data tahun 2023, 1 dari 10 rakyat Indonesia itu punya masalah kesehatan mental atau kesehatan jiwa, dan isunya adalah ini skriningnya tidak pernah dilakukan, jadi mereka sendiri tidak tahu kalau dia punya masalah kesehatan mental. Itu sebabnya program cek kesehatan mental gratis akan kita lakukan bagi seluruh masyarakat terutama anak-anak,” tandasnya.
(kna/kna)
-

Deretan Artis yang Pakai Ibu Pengganti untuk Dapat Momongan, Termasuk Lily Collins
Jakarta –
Surrogate mother atau metode ‘ibu pengganti’ mungkin masih cukup asing di telinga publik. Namun, metode ini banyak diterapkan beberapa artis Hollywood yang ingin memiliki anak, tetapi tidak bisa karena masalah kesehatan.
Metode surrogate atau surogasi merupakan proses ‘menitipkan’ anak di dalam rahim wanita lain. Hal ini dilakukan dengan menyatukan sel sperma dan telur dari pasangan ke dalam rahim wanita lain.
Dikutip dari WebMD, ada beberapa alasan seorang wanita harus mempertimbangkan untuk menjalani program ibu pengganti. Mulai dari adanya masalah medis pada rahim, menjalani histerektomi atau pengangkatan rahim, hingga terlalu berisiko untuk hamil.
Calon ibu yang dititipkan sel telur dan sperma dalam metode surrogate ini juga harus memenuhi beberapa syarat dan kriteria, yakni:
Usia minimal 21 tahunTelah melahirkan setidaknya satu bayi dengan kondisi sehatLulus pemeriksaan psikologis oleh profesional kesehatan mentalMenandatangani kontrak tentang peran dan tanggung jawab mereka dalam kehamilan
Dikutip dari beberapa sumber, berikut deretan artis yang menjalani ibu pengganti:
1. Lily Collins
Bintang Emily in Paris, Lily Collins, mengumumkan kelahiran anak pertamanya melalui ibu pengganti. Wanita 35 tahun berbagi berita tersebut di Instagram bersama suaminya, Charlie McDowell, seorang pembuat film Inggris-Amerika.
“Selamat datang di dunia kami, Tove Jane McDowell. Kata-kata tidak akan pernah bisa mengungkapkan rasa terima kasih kami yang tak terhingga kepada ibu pengganti kami yang luar biasa dan semua orang yang telah membantu kami selama ini,” tulis pasangan itu.
2. Kim Kardashian dan Kanye West
Dikutip dari Glamour Magazine, Kim Kardashian diketahui mengalami plasenta akreta selama kehamilannya putrinya, North. Persalinan saat itu meninggalkan lubang di rahimnya dan membuatnya tidak bisa hamil lagi.
Ia juga sempat menggunakan IVF untuk dapat memiliki anak lagi, tetapi mengalami preeklamsia seperti kehamilan sebelumnya. Dengan dua embrio yang tersisa, dokter yang merawat Kim menyarankan mereka untuk menggunakan ibu pengganti.
Dia menyebutkan telah melakukan pertemuan dengan ibu penggantinya dan suami ibu penggantinya sebelum memulai proses tersebut. Ia juga menggunakan terapis untuk memfasilitasi komunikasi.
3. Khloe Kardashian dan Tristan Thompson
Saat ingin memiliki anak kedua, Khloe memilih untuk menggunakan metode surogasi. Hal ini juga berkat saran dari saudara perempuannya, Kim Kardashian.
Sebelumnya, Khloe hamil dan melahirkan anak pertamanya, True.
“Jika bukan karena Kimberly (Kim), saya rasa saya tidak akan senyaman ini. Saya tidak akan tahu, dan tidak akan tahu sebanyak ini,” sambungnya.
3. Priyanka Chopra dan Nick Jonas
Priyanka mengungkapkan mengunakan ibu pengganti untuk bisa memiliki anak adalah langkah yang diperlukan. Sebab, ada komplikasi medis yang membuatnya tidak dapat mengandung putrinya sendiri.
“Saya sangat bersyukur berada dalam posisi di mana saya dapat melakukan ini,” katanya.
“Ibu pengganti kami sangat murah hati, baik, menyenangkan, dan lucu, dan dia merawat hadiah yang berharga ini untuk kami selama enam bulan,” lanjutnya.
4. Jimmy Fallon dan Nancy Juvonen
Pembawa acara Jimmy Fallon dan istrinya, Nancy Juvonen, memutuskan menggunakan ibu pengganti untuk bisa memiliki anak. Keduanya mengungkapkan cara itu yang membantu mereka memiliki anak pertamanya, Winnie Rose.
“Saya dan istri saya sudah lama berusaha untuk punya bayi. Kami mencoba banyak hal, jadi kami menggunakan ibu pengganti,” ungkap pembawa acara Tonight Show.
Pasangan itu kembali menggunakan ibu pengganti untuk punya anak kedua, Frances Cole.
5. Paris Hilton dan Carter Reum
Paris Hilton dan suaminya, Carter Reum, resmi dikaruniai anak pertama mereka melalui metode surogasi. Metode ini dilakukannya setelah berbagi pengalaman dengan Kim Kardashian.
Melalui metode tersebut, keduanya menyambut kelahiran bayi laki-laki mereka, Phoenix, melalui ibu pengganti pada bulan Januari 2023.
6. Sarah Jessica Parker dan Matthew Broderick
Dikutip dari People, pasangan aktor Matthew Broderick dan Sarah Jessica Parker memiliki anak melalui metode ibu pengganti. Kedua anaknya, Marion Loretta Elwell dan Tabitha Hodge lahir dari ibu pengganti pada Juni 2009.
“Saya memiliki banyak kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin saya lakukan, seperti tidur,” kata Parker kepada Vogue pada tahun 2011 tentang menjadi seorang ibu di usia yang lebih tua.
7. Nicole Kidman dan Keith Urban
Nicole Kidman memiliki anak pertama, Sunday Rose, yang ia lahirkan sendiri. Namun, Nicole dan Keith memutuskan untuk memiliki anak kedua, Faith Margaret, melalui ibu pengganti.
“Saya sangat mencintai anak-anak. Saya senang membesarkan anak-anak, mereka membuat saya merasa senang saat berada di dekat mereka. Saya sangat senang melihat mereka tumbuh dan hal-hal yang mereka katakan dan ajarkan,” tambahnya.
(sao/kna)
-

Patut Dicoba, 5 Cara Mudah Detoksifikasi Tubuh Agar Lebih Sehat
Jakarta –
Detoks, atau detoksifikasi, adalah metode untuk membuang racun dari dalam tubuh dengan menjalani diet tertentu. Namun, detoks tak harus selalu dilakukan dengan diet yang ketat dan spesifik.
Faktanya, detoksifikasi tubuh dapat dilakukan dengan sedikit mengubah gaya hidup sehari-hari. Misalnya, dengan memperbanyak konsumsi cairan dan makanan tinggi serat.
Dikutip dari Healthline, berikut sejumlah cara detoks tubuh yang bisa dilakukan dengan mudah untuk mendapatkan tubuh yang lebih sehat.
1. Fokus pada Kualitas Tidur
Memastikan tidur malam yang cukup dan berkualitas merupakan salah satu cara paling mudah untuk membantu membersihkan racun dan kotoran dalam tubuh.
Tidur memungkinkan otak beristirahat dan mengisi ulang, serta membuang kotoran yang menumpuk dalam tubuh sepanjang hari.
Salah satunya adalah protein yang disebut beta-amyloid. Beta-amyloid merupakan senyawa kimia yang berkontribusi terhadap perkembangan penyakit Alzheimer.
Dengan tidur yang cukup, tubuh memiliki waktu untuk menjalankan fungsi-fungsi tersebut. Alhasil, racun-racun yang menumpuk dapat dibuang dengan efisien.
2. Minum Lebih Banyak Air
Air tidak hanya menghilangkan dahaga, tapi juga mendukung banyak fungsi tubuh. Air berfungsi mengatur suhu tubuh, membantu melumasi persendian, mendukung pencernaan dan penyerapan nutrisi, serta mendetoksifikasi tubuh dengan membuang produk limbah.
Sel-sel tubuh harus terus memperbaiki diri agar bisa berfungsi dengan optimal. Namun, proses ini melepaskan limbah dalam bentuk urea dan karbon dioksida, yang dapat membahayakan jika menumpuk terlalu banyak dalam darah.
Air mengangkut produk-produk limbah ini, membuangnya secara efisien lewat urine dan keringat. Jadi, hidrasi yang baik juga menjadi salah satu kunci untuk detoksifikasi.
3. Mengurangi Asupan Gula dan Makanan Olahan
Gula dan makanan olahan merupakan salah satu penyebab dari banyaknya krisis kesehatan yang dialami masyarakat saat ini.
Penelitian telah menghubungkan konsumsi tinggi makanan manis dan makanan olahan dengan sejumlah penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Penyakit-penyakit ini menghambat kemampuan tubuh untuk melakukan detoksifikasi secara alami dengan merusak organ-organ yang berperan penting, seperti hati dan ginjal.
Karenanya, sebisa mungkin kurangilah konsumsi makanan manis dan ganti makanan olahan dengan makanan yang lebih sehat, seperti buah dan sayuran.
4. Perbanyak Konsumsi Makanan Kaya Antioksidan
Antioksidan merupakan senyawa penting yang dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan radikal bebas.
Tubuh secara alami memproduksi radikal bebas untuk proses seluler, seperti pencernaan. Kebiasaan tertentu, seperti merokok, juga dapat meningkatkan jumlah radikal bebas dalam tubuh.
Jika jumlahnya terlalu tinggi, radikal bebas dapat memicu stres oksidatif yang bisa merusak organ dan jaringan tubuh. Penelitian menunjukkan kerusakan akibat radikal bebas berperan dalam kondisi seperti demensia, penyakit jantung, penyakit hati, asma, dan beberapa jenis kanker.
Mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan dapat membantu tubuh melawan stres oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas berlebih dan racun lain yang meningkatkan risiko penyakit.
5. Mengurangi Asupan Garam
Mengonsumsi terlalu banyak garam dapat menyebabkan tubuh menahan cairan berlebih (retensi cairan), terutama bagi orang dengan masalah ginjal atau hati.
Penumpukan cairan berlebih ini dapat menyebabkan kembung dan rasa tidak nyaman. Retensi cairan yang disebabkan oleh asupan garam berlebih dapat membuat tubuh melepaskan hormon antidiuretik yang mencegah pelepasan urine. Akibatnya, tubuh tidak bisa melakukan detoksifikasi secara alami.
Salah satu cara paling efektif untuk mengatasi retensi cairan ini adalah dengan memperbanyak minum air putih. Meningkatkan asupan cairan dapat mengurangi sekresi hormon antidiuretik dan meningkatkan frekuensi buang air kecil, sehingga mengeluarkan lebih banyak air dan produk limbah.
(ath/kna)
-

Awal Mula Pria AS Jalani Eksperimen Tidak Tidur, Berakhir Begadang 11 Hari Awal Mula Pria AS Jalani Eksperimen Tidak Tidur, Berakhir Begadang 11 Hari
Jakarta –
Randy Gardner, lahir sekitar tahun 1946, adalah seorang pria Amerika Serikat dari San Diego, California, yang pernah memegang rekor sebagai manusia terlama yang tidak tidur.
Pada bulan Januari 1964, Randy yang berusia 17 tahun tetap terjaga selama 11 hari dan 24 menit (264,4 jam), memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Tom Rounds selama 260 jam.
Awal mula dari pemecahan rekor ini sangat sederhana, Randy dan dua temannya, Bruce McAllister juga Joe Marciano, sedang merencanakan sebuah eksperimen yang menurut mereka akan menarik perhatian dunia.
Dia bertekad untuk membuat gebrakan di Pameran Sains Tahunan Greater San Diego ke-10 di tahun itu. Saat meneliti topik potensial, Randy mendengar tentang seorang penyiar radio di Honolulu, Hawaii, yang tidak tidur selama 260 jam.
Saat ditanya tentang minatnya untuk memecahkan rekor kurang tidur, Randy berkata, “Saya orang yang sangat bertekad, dan saat saya merasa tertekan, saya tidak bisa menyerah sampai ada solusi,” kata dia kepada NPR.
Dari trio ilmuwan cilik itu, Randy kalah dalam lemparan koin: Dia akan menjadi subjek uji yang akan mengurangi waktu tidurnya. Kedua temannya akan bergantian memantau waktu reaksi mental dan fisiknya serta memastikan Randy tidak tertidur.
Percobaan itu dimulai saat liburan musim dingin sekolah mereka pada 28 Desember 1963. Tiga hari setelah tidak bisa tidur, kata Gardner, ia mengalami mual dan kesulitan mengingat banyak hal.
Berita eksperimen itu sampai ke Stanford, California, sehingga seorang peneliti muda Stanford yang bernama William C. Dement begitu tertarik sehingga ia pergi ke San Diego untuk bertemu Gardner. Bersama dengan seorang petugas medis Angkatan Laut AS bernama Letnan Komandan John J. Ross, Dement membantu memantau kesehatan Gardner selama percobaan.
Pada tanggal 8 Januari 1964, Randy mencapai hari terakhir percobaan. Ia telah terjaga selama 11 hari berturut-turut – 264 jam – sebuah Rekor Dunia Guinness yang baru.
Meskipun rekor Randy dipecahkan pada tahun yang sama, eksperimennya merupakan salah satu kasus kurang tidur yang paling terdokumentasi dengan baik. Eksperimen ini mendukung penelitian selanjutnya tentang “microsleep”.
Puluhan tahun kemudian, bidang penelitian tidur telah berkembang pesat, termasuk efek buruk dari kurang tidur.
Rekor dunia Guinness terakhir untuk kurang tidur diberikan pada tahun 1986 kepada Robert McDonald, yang tidak tidur selama hampir 19 hari. Pada tahun 1996, GWR berhenti melacak kurang tidur, dengan alasan efek “berbahaya” dari kurang tidur.
Simak Video “Perhatikan Durasi Tidur untuk Hindari Risiko Serangan Jantung”
[Gambas:Video 20detik] -

Jenis Jamur Paling Beracun, Nggak Sengaja Makan Bisa Bikin Tewas Mendadak
Jakarta –
Jamur beracun merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat keracunan makanan di seluruh dunia, dan 90 persen dari jamur yang mematikan ini merupakan hasil dari satu spesies, jamur yang diberi nama: jamur death cap.
Dikenal juga dengan label taksonomi Amanita phalloides, jamur mematikan ini tidak boleh dikonsumsi siapapun, karena menelannya dalam jumlah sedikit saja dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan hati yang tidak dapat diperbaiki. Begitu mematikannya jamur ini sehingga dilaporkan telah digunakan sebagai senjata pembunuh selama ribuan tahun, dengan Kaisar Romawi Claudius dikatakan telah dibunuh oleh istrinya Agrippina dengan menyelipkan jamur death cap ke dalam hidangan jamur favoritnya.
Kemudian, Perang Suksesi Austria yang mencengkeram Eropa pada tahun 1740-an dimulai setelah kematian Kaisar Romawi Suci Charles VI, yang juga diduga secara tidak sengaja memakan jamur death cap. Kasus-kasus seperti ini hanya menunjukkan betapa fatalnya kesalahan identifikasi jamur, meskipun harus dikatakan bahwa memulai konflik kontinental karena kesalahan mikologi sederhana tampaknya sangat disayangkan.
Diberitakan IFL Science, jamur death cap yang muncul pada akhir musim panas dan musim gugur ini berasal dari Eropa, tetapi tanpa sengaja telah menyebar ke seluruh dunia oleh manusia. Karena hifa jamur ini tumbuh di akar berbagai pohon berdaun lebar, jamur ini telah menumpang ke Amerika dan Oseania melalui pohon-pohon non-asli yang diimpor, dan kini tumbuh subur di wilayah-wilayah ini.
Alasan Jamur Death Cap Mematikan
Kematian akibat jamur ini disebabkan oleh racun yang disebut α-amanitin, yang memicu apoptosis, atau kematian sel di hati dan ginjal. Oleh karena itu, memakan jamur death cap dalam jumlah berapa pun dapat menimbulkan serangkaian gejala yang tidak menyenangkan, yang sering kali dimulai dengan muntah, diare, dan sakit perut, sebelum organ-organ vital mulai gagal berfungsi.
Pada titik ini, orang yang tidak sengaja kemungkinan besar akan mengalami koma dan kemungkinan besar meninggal, meskipun pengobatan cepat, yang sering kali melibatkan dialisis dan transplantasi organ dapat menyelamatkan nyawa seseorang jika diberikan dalam beberapa jam setelah menelan jamur tersebut. Sayangnya, saat ini belum ada penawar untuk α-amanitin, dan upaya untuk mengembangkannya telah terhambat oleh fakta bahwa kita belum sepenuhnya memahami mekanisme kerja racun ini.
Namun harapan mungkin ada di cakrawala, karena para peneliti baru-baru ini mengidentifikasi protein utama yang disebut STT3B yang tampaknya memainkan peran penting dalam mematikan α-amanitin. Penemuan ini telah menimbulkan kegembiraan atas kemungkinan mengembangkan pengobatan yang efektif untuk racun topi kematian dalam beberapa tahun mendatang, meskipun untuk saat ini, peluang terbaik untuk tetap aman adalah dengan menghindari jamur berbahaya ini.
(kna/kna)
-

8 Pilihan Olahraga Ringan untuk Usia 50-an agar Badan Tetap Sehat
Jakarta – Memasuki usia tua, terkadang banyak orang lanjut usia (lansia) yang malas untuk olahraga. Sebab, otot-otot tubuh akan mulai mengalami penurunan fungsi, sehingga aktivitas fisik menjadi terbatas.
Namun, seiring bertambahnya usia bukan menjadi alasan untuk tidak berolahraga. Padahal, dengan rutin melakukan aktivitas fisik dapat membantu menjaga kekuatan otot hingga memelihara kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Meski begitu, tidak semua olahraga dapat dilakukan oleh orang dengan usia 50 tahun ke atas. Lantas, apa saja jenis olahraga ringan yang cocok untuk para lansia? Simak penjelasannya dalam artikel ini.
Olahraga Ringan untuk Usia 50 Tahun ke Atas
Ada sejumlah rekomendasi olahraga ringan yang cocok untuk orang berusia 50 tahun ke atas. Apa saja? Berikut daftarnya:
1. Jalan Cepat
Jalan cepat bisa menjadi pilihan terbaik bagi para lansia yang ingin melakukan aktivitas fisik ringan. Olahraga ini dapat membantu menjaga fungsi kognitif yang cenderung menurun seiring bertambahnya usia.
Dilansir GoodRx, sebuah studi mengungkapkan lansia yang berjalan kaki selama 15 menit sebanyak empat kali dalam seminggu berisiko lebih kecil mengalami kematian dini daripada mereka yang jarang berjalan kaki.
2. Bersepeda
Selain jalan cepat, olahraga ringan yang disarankan untuk para lansia adalah bersepeda. Mengutip Web MD, aktivitas ini dapat meningkatkan detak jantung dan kapasitas paru-paru, sehingga dapat membantu badan tetap bugar saat beraktivitas sehari-hari.
3. Berenang
Berenang juga bisa menjadi pilihan terbaik bagi para lansia untuk menjaga kesehatan badan. Berenang dapat menjaga kesehatan kardiovaskular dan menyehatkan sendi-sendi tubuh.
Dikutip dari Senior Lifestyle, detikers juga bisa melakukan gerakan aerobik air, seperti jogging air atau mengangkat kaki. Latihan fisik ini dapat menjaga kekuatan dan keseimbangan tubuh bagi para lansia.
4. Senam Tai Chi
Tai chi merupakan seni bela diri tradisional dari China. Senam ini populer karena gerakannya yang lembut dan mengalir seperti air, sehingga sangat cocok dilakukan bagi orang berusia 50 tahun ke atas.
Gerakan senam tai chi dapat melatih keseimbangan, meningkatkan kekuatan otot, dan menyehatkan sendi. Selain itu, senam tradisional ini juga dapat menyehatkan mental sehingga dapat mencegah stres dan menenangkan tubuh.
5. Squat
Orang yang berusia 50 tahun ke atas tetap harus melakukan latihan kekuatan otot. Salah satu latihan fisik ringan yang bisa dilakukan adalah squat.
Squat bertujuan untuk membentuk otot tubuh bagian bawah. Soalnya, otot-otot ini sangat penting untuk menopang tubuh ketika beraktivitas.
Selain itu, melakukan squat juga dapat melatih keseimbangan tubuh serta mengurangi risiko terjatuh yang sering dialami banyak lansia.
6. Biceps Curls
Pilihan olahraga ringan berikutnya adalah biceps curls. Latihan fisik ini merupakan salah satu cara yang terbaik untuk melatih otot lengan di usia 50 taun ke atas.
Dengan melakukan biceps curls, detikers masih kuat dan sanggup untuk mengangkat sesuatu, seperti kursi, meja, atau kardus yang berisi barang-barang.
Oh ya, latihan biceps curls tak harus menggunakan dumbbell. Kamu bisa menggantinya dengan benda di sekitar, seperti botol air minum kemasan, kaleng minuman, buku, dan lain sebagainya.
7. Senam Irama
Senam irama bisa menjadi salah satu olahraga ringan terbaik untuk orang berusia 50 tahun ke atas. Selain membuat mood jadi bahagia, senam irama juga dapat melatih hampir seluruh otot tubuh.
Soalnya, senam irama termasuk dalam latihan kardio. Aktivitas fisik ini dapat memberikan manfaat yang sangat besar untuk kesehatan kardiovaskular.
Biasanya, senam irama dilakukan saat pagi atau sore hari. Kegiatan ini sering kali dilakukan di taman atau lapangan. Jadi, jangan sungkan untuk ikut bergabung!
8. Peregangan
Peregangan merupakan bentuk latihan fisik yang sangat baik untuk orang berusia 50-an ke atas. Aktivitas ini dapat menjaga fleksibilitas tubuh sekaligus mengurangi nyeri pada persendian.
Beberapa contoh latihan peregangan di antaranya ada yoga dan pilates. Olahraga tersebut dapat melatih kelenturan tubuh, kekuatan otot, menenangkan pikiran, menjaga fokus, dan mencegah stres.
Itu dia delapan pilihan olahraga ringan untuk usia 50 tahun ke atas agar badan tetap sehat. Semoga bermanfaat!
(ilf/fds)
-

Nakes di Uganda Jadi Korban Wabah Ebola, Meninggal usai Alami Gagal Organ
Jakarta –
Kementerian Kesehatan Uganda telah mengonfirmasi wabah baru Ebola di ibu kota, Kampala. Seorang tenaga kesehatan meninggal usai terinfeksi penyakit tersebut.
Dilaporkan BBC, perawat berusia 32 tahun meninggal karena kegagalan multi-organ pada hari Rabu di Rumah Sakit Nasional Mulango, yang terletak di distrik bisnis pusat kota.
Ini menandai wabah Ebola kedelapan yang tercatat di Uganda sejak infeksi pertama didokumentasikan pada tahun 2000.
Penyakit Virus Ebola Sudan (SUDV) adalah demam berdarah yang sangat menular yang ditularkan melalui kontak dengan cairan dan jaringan tubuh yang terinfeksi. Penyakit ini adalah salah satu dari beberapa jenis virus Ebola yang diketahui menyebabkan wabah.
Pada hari-hari sebelum kematiannya, perawat tersebut pergi ke beberapa fasilitas kesehatan serta ke tabib tradisional, sebelum diagnosisnya dikonfirmasi. Ia juga pergi ke rumah sakit umum di Mbale, sebuah kota yang berbatasan dengan Kenya.
Kementerian Kesehatan Uganda mengatakan 44 kontak dari pria yang meninggal tersebut, termasuk 30 petugas kesehatan, telah diidentifikasi untuk dilacak. Tim tanggap darurat telah dikerahkan untuk mencoba mengendalikan penyakit tersebut.
Namun, pelacakan kontak mungkin sulit dilakukan karena Kampala, kota yang ramai dengan lebih dari empat juta penduduk, berfungsi sebagai pusat utama perjalanan ke Sudan Selatan, Republik Demokratik Kongo, Rwanda, dan negara-negara tetangga lainnya.
Wabah Ebola terakhir di Uganda terjadi pada September 2022, yang juga disebabkan oleh SUDV. Berpusat di distrik Mubende, wabah tersebut dinyatakan berakhir setelah empat bulan.
Ada enam jenis virus Ebola yang diketahui. Empat di antaranya, Zaire, Bundibugyo, Sudan, dan Hutan Taï, diketahui menyebabkan penyakit pada manusia.
Strain Reston dan Bombali terutama menyerang primata nonmanusia.
Tidak seperti virus Ebola Zaire yang lebih umum, tidak ada vaksin yang disetujui untuk strain Sudan.
Gejala infeksi Ebola meliputi demam, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, dan sakit tenggorokan, diikuti dengan muntah, diare, ruam, dan pendarahan internal dan eksternal.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa, rata-rata, Ebola membunuh lima dari setiap 10 orang yang terinfeksi.
(kna/kna)
-

Pria AS Cetak Rekor Tidak Tidur 11 Hari, Begini yang Terjadi Pada Tubuhnya Pria AS Cetak Rekor Tidak Tidur 11 Hari, Begini yang Terjadi Pada Tubuhnya
Jakarta –
Pada tahun 1963, dua orang remaja berusia 17 tahun menemukan ide untuk proyek sains sekolahnya: bertahan tanpa tidur dalam waktu lama.
Eksperimen ini berawal dari Randy Gardner dan Bruce McAllister, yang awalnya ingin mempelajari efek kurang tidur. Setelah berunding cukup lama, mereka melempar koin untuk menentukan siapa yang akan menjadi objek proyek. Randy pun kalah dalam undian dan bersiap menjadi objek percobaan.
Eksperimen ini kemudian menarik perhatian peneliti tidur dari Universitas Stanford, Dr William C. Dement. Dia kemudian meneliti efek kurang tidur yang didalami oleh Randy sepanjang eksperimen tersebut.
Diberitakan BBC, Atas permintaan orang tua Randy, percobaan ini akhirnya diawasi oleh Dement, serta Lt. Cmdr. John J. Ross dari Unit Penelitian Neuropsikiatri Medis Angkatan Laut AS di San Diego guna untuk memantau kesehatan Randy selama eksperimen ini.
“Ia sangat bugar secara fisik,” kata Dement. “Jadi kami selalu bisa membuatnya bersemangat dengan bermain basket atau bowling, dan hal-hal seperti itu. Jika ia memejamkan mata, ia akan langsung tertidur.”
Malam hari lebih sulit karena tidak ada yang bisa dilakukan dan mereka kesulitan membuatnya tetap terjaga.
Para siswa itu sangat serius dan terus berusaha untuk menyelesaikan proyek sainsnya. Akhirnya setelah 264 jam tidak tidur, rekor dunia terpecahkan dan eksperimen pun berakhir.
Alih-alih meringkuk di tempat tidurnya sendiri untuk beristirahat, Randy dibawa ke rumah sakit angkatan laut tempat gelombang otaknya dipantau. McAllister menjelaskan apa yang terjadi selanjutnya.
Next: Efek tak tidur 11 hari
Di rumah sakit, dokter mengamati gelombang otaknya melalui mesin elektroensefalogram yang dipasangkan padanya. Secara medis, Randy sangat sehat.
Jadi, di rumah sakit angkatan laut, Gardner tidur selama 14 jam. Setelah bangun, katanya, ia merasa “pusing, tetapi tidak lebih pusing daripada orang normal.”
Hasil pemeriksaan Randy dari rumah sakit dikirim ke Arizona untuk dipelajari. McAllister mengatakan hasilnya menyimpulkan bahwa “otaknya telah tertidur sepanjang waktu. Sebagian otaknya tertidur dan sebagian lagi terjaga.”
Di samping itu, efek yang dia rasakan karena tidak tidur berhari-hari bukan cuma kelelahan. Tapi paranoid dan halusinasi juga dia alami akibat eksperimen itu.
Pada tahun 2017, Randy melaporkan bahwa ia mulai mengalami insomnia serius sekitar tahun 2007, beberapa dekade setelah eksperimen tidurnya, dan meyakini partisipasinya dalam studi tidur tahun 1960-an menjadi penyebabnya.
“Saya tidak bisa tidur. Saya berbaring di tempat tidur selama lima, enam jam, tidur mungkin 15 menit dan bangun lagi. Saya seperti orang yang tidak berdaya,” kata dia dalam wawancara bersama NPR.
