Category: Detik.com Kesehatan

  • Cerita Menkes RI Jatuh di Toilet usai Paksa Lari 7 Km, Sempat Waswas Stroke Ringan

    Cerita Menkes RI Jatuh di Toilet usai Paksa Lari 7 Km, Sempat Waswas Stroke Ringan

    Jakarta

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sempat jatuh di toilet sepulang lari dengan jarak tempuh 7km. Ia mengaku terlalu memaksakan diri menyempatkan lari di tengah aktivitas padat.

    Terlebih sebelum aktivitas lari, pria yang akrab disapa BGS itu melewatkan sarapan. Saat merasa keluhan muncul, Menkes semula sempat bergegas mencari kurma dan minuman manis. Hal ini disebutnya untuk menyiasati gejala ‘keleyengan’ yang diduga karena kadar gula darah rendah.

    “Saat mau minum kurma dan minuman gula, kebelet pipis dan berakhir kepleset di toilet. Dapat hadiah luka deh sekitar 2-3 cm di kelopak mata atas,” cerita Menkes, dalam akun Instagram pribadinya, Senin (3/5/2025).

    Hari sebelumnya, pada Jumat, Menkes memang baru selesai melakukan perjalanan dinas ke Labuan Bajo, ia sempat menghabiskan waktu 5,5 jam di perjalanan Borong-Bajo dalam acara groundbreaking RSUD Borong. Pulang perjalanan ke Jakarta, terpaksa terkena delay hingga baru tiba di Sabtu malam.

    “Karena merasa masih hutang target km lari di minggu ini, saya langsung lari 7 km setelah bangun pagi.”

    Menkes kemudian dibawa ke RSCM untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tim medis sempat khawatir dirinya terkena stroke ringan.

    “Saya terima kasih kepada RSCM, ditakutkan mereka sempat serangan stroke ringan tetapi setelah dilakukan asesmen lengkap ternyata aman,” lanjutnya.

    Menkes berpesan kepada masyarakat, terutama kelompok usia lanjut untuk tidak memaksakan diri saat tubuh berada di kondisi lelah. Mengingat, metabolisme tubuh di usia lanjut sudah tidak sebaik usia 20-30an.

    “Kepada lansia kita sudah tua metabolisme kita sudah sangat berbeda dengan zaman 30 tahun lalu ketika masih muda jangan memaksakan diri ya,” pungkas Menkes.

    (naf/kna)

  • Riset Ungkap Pakai Dating Apps Bisa Tingkatkan Risiko Depresi, Ini Alasannya

    Riset Ungkap Pakai Dating Apps Bisa Tingkatkan Risiko Depresi, Ini Alasannya

    Jakarta

    Aplikasi kencan atau dating apps pada saat ini menjadi salah satu cara yang populer untuk mendapatkan kenalan hingga pasangan. Namun, sebuah penelitian terbaru di Australia mengungkapkan penggunaan dating apps rupanya dapat meningkatkan risiko gangguan mental hingga depresi.

    Peneliti dari Flinders University, Zac Bowman bersama rekannya melakukan tinjauan sistematis dari 45 hasil studi yang melihat penggunaan aplikasi kencan dan bagaimana itu dikaitkan dengan citra tubuh dan kesehatan mental. Citra tubuh adalah persepsi atau perasaan seseorang terhadap penampilannya sendiri, biasanya berkaitan dengan ukuran, bentuk, dan daya tarik tubuh.

    Dari sebanyak 45 penelitian yang dianalisis dipublikasikan pada periode tahun 2016-2023, 29 di antaranya meneliti dampak aplikasi kencan pada kesehatan mental dan kesejahteraan dan 22 penelitian membahas dampak pada citra tubuh (sebagian penelitian memeriksa keduanya).

    Hasil analisis yang dilakukan menemukan 85 persen (19 dari 22) penelitian yang meneliti citra tubuh menemukan hubungan negatif yang signifikan antara penggunaan aplikasi kencan dan citra tubuh. Sedangkan hampir 50 persen (14 dari 29) dari penelitian dampak kesehatan mental menemukan adanya korelasi negatif.

    “Penelitian tersebut mencatat adanya hubungan dengan masalah termasuk ketidakpuasan terhadap tubuh, gangguan makan, depresi, kecemasan, dan harga diri yang rendah,” Kata Bowman dikutip dari The Conversation, Senin (3/2/2025).

    Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengetahui korelasi sebab akibat dari kebiasaan menggunakan aplikasi kencan.

    Meski begitu, peneliti memiliki beberapa teori yang diduga memicu kenaikan risiko masalah kesehatan mental hingga citra diri pada pengguna dating apps. Salah satunya adalah penggunaan foto sebagai media visual utama untuk menilai calon teman kencan.

    Pengguna aplikasi seringkali mengevaluasi profil terutama melalui foto yang ditampilkan. Keputusan seseorang untuk memilih ‘menyukai’ seseorang masih ditentukan terutama dari penampilan fisik.

    “Penekanan pada konten visual pada aplikasi kencan ini, pada kelanjutannya dapat menyebabkan pengguna memandang penampilan mereka lebih penting daripada siapa mereka sebagai pribadi. Proses ini disebut objektifikasi diri,” kata Bowman.

    Orang yang mengalami objektifikasi diri cenderung lebih memerhatikan penampilan mereka secara berlebihan. Ini berpotensi menyebabkan ketidakpuasan terhadap tubuh, rasa malu terhadap tubuh, atau masalah lain yang berkaitan dengan citra tubuh.

    Sedangkan dalam konteks kesehatan mental dan kesejahteraan, Bowman menduga ini berkaitan dengan adanya penolakan ketika menggunakan aplikasi kencan. Penolakan ini bisa bersifat tersirat, eksplisit, hingga diskriminasi atau pelecehan.

    Pengguna yang sering mengalami penolakan mungkin lebih mungkin memiliki harga diri yang lebih rendah, gejala depresi, hingga kecemasan.

    “Dan jika penolakan dianggap berdasarkan penampilan, hal ini dapat kembali mengarah pada masalah citra tubuh,” tandasnya.

    (avk/kna)

  • Manfaat Minum Kopi di Pagi Hari, Bisa Melindungi Jantung dari Kerusakan

    Manfaat Minum Kopi di Pagi Hari, Bisa Melindungi Jantung dari Kerusakan

    Jakarta

    Kopi merupakan salah satu minuman paling populer di dunia, termasuk Indonesia. Sebuah studi terbaru mengungkapkan manfaat besar kopi hitam di pagi hari untuk kesehatan jantung.

    Studi dalam European Heart Journal mengungkapkan mereka yang minum kopi di pagi hari memiliki kesehatan jantung yang lebih baik dan tingkat kematian yang lebih rendah daripada mereka yang tidak minum kopi sama sekali.

    “Penelitian sejauh ini menunjukkan bahwa minum kopi tidak meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, dan tampaknya menurunkan risiko beberapa penyakit kronis, seperti diabetes,” kata penulis utama Lu Qi dari Tulane University, dikutip dari Futurity, Senin (3/2/2025).

    Selain melihat manfaat dari kopi, penelitian tersebut juga ingin melihat kapan waktu terbaik untuk minum kopi. Studi yang melibatkan lebih dari 40 ribu responden antara tahun 1999 hingga 2018 itu, dibagi menjadi tiga kelompok yaitu peminum kopi pagi, minum kopi sepanjang hari, dan bukan peminum kopi.

    Dari keseluruhan responden, sebanyak 36 persen minum di pagi hari, 16 persen minum di sepanjang hari (pagi, siang, dan malam), lalu yang masuk dalam kategori bukan peminum kopi sebanyak 48 persen.

    Dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi sama sekali, peminum kopi pagi 16 persen lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal karena sebab apapun. Selain itu mereka juga 31 persen lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal akibat penyakit kardiovaskular.

    Namun uniknya, orang yang minum kopi di sepanjang hari tidak mengalami penurunan risiko dibandingkan kelompok bukan peminum kopi. Hal ini menunjukkan adanya keistimewaan khusus dari minum kopi di pagi hari.

    Qi menuturkan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan sebab akibat dari hal tersebut. Namun ia memiliki beberapa teori soal kemungkinan penyebabnya.

    “Mengonsumsi kopi di sore atau malam hari dapat mengganggu ritme sirkadian dan kadar hormon seperti melatonin. Hal ini pada akhirnya menyebabkan perubahan pada faktor risiko kardiovaskular seperti peradangan dan tekanan darah,” ujar Qi.

    (avk/kna)

  • Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik di 2025? Ini Kabar Terbarunya

    Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik di 2025? Ini Kabar Terbarunya

    Jakarta

    Komisi IX DPR RI akan mengundang BPJS Kesehatan dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) untuk membahas iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Rapat ini untuk memutuskan apakah iuran JKN naik atau tidak di tahun 2025.

    “Kami akan duduk bersama untuk membicarakan ini. Kami (Komisi IX) sudah ada jadwal untuk mengundang dari pihak BPJS Kesehatan, Kemenkes, dan seluruh pihak terkait untuk membicarakan ini. Sesegera mungkin,” ujar Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene, di Kantor BPJS Kesehatan, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2025).

    Felly mengatakan bahwa pemerintah tetap akan berpihak kepada masyarakat yang tidak mampu. Namun, dirinya juga meminta kerja sama kepada mereka yang mampu untuk tetap menunaikan kewajibannya dalam membayar iuran kepesertaan JKN.

    “Gotong royong, supaya benar-benar terlindungi seluruh masyarakat Indonesia. Mari kita berikan kesadaran pada peserta supaya mau membayar setiap bulan dan tepat waktu bagi mereka yang bayar sendiri,” tambah Felly.

    Saat ini, BPJS Kesehatan juga sedang meluncurkan program New REHAB 2.0 dengan target peserta tidak aktif. Program ini menawarkan skema cicilan dan diskon, sehingga akan meringankan beban para peserta.

    Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan angka peserta JKN tidak aktif ini sebenarnya sudah turun cukup jauh. Sebelumnya, BPJS Kesehatan mencatat ada sekitar 28 juta peserta yang tidak aktif.

    “Sampai Desember 2024 itu ada tunggakan 28,85 juta jiwa, dengan total nilai tunggakan Rp21,48 triliun. Dari 28,85 juta jiwa tersebut, sebanyak 10,98 juta jiwa telah beralih ke segmen kepesertaan lainnya,” kata Ali Ghufron.

    “Dari total tunggakan yang pindah-pindah tadi, itu (totalnya) Rp 7,37 triliun. Sisanya, 17,87 juta jiwa dengan total tunggakan Rp 14,11 triliun bersumber dari peserta yang masih PBPU (Peserta Bukan Penerima Upah) dan Bukan Pekerja (BP),” lanjut dia.

    BPJS Kesehatan mencatat, per 31 Desember 2024 sebanyak 1,73 juta jiwa peserta telah mengikuti program REHAB dan sebanyak 910,66 ribu peserta telah kembali aktif. Dari program ini, BPJS Kesehatan telah mengumpulkan dana mencapai Rp 1,69 triliun, dengan rincian Rp 923,76 miliar telah diterima, dan Rp 767,09 miliar masih dalam proses mengangsur.

    (dpy/up)

  • Ahli Ungkap Manfaat Mentimun untuk Kesehatan, Baik Dikonsumsi Pengidap Diebetes

    Ahli Ungkap Manfaat Mentimun untuk Kesehatan, Baik Dikonsumsi Pengidap Diebetes

    Jakarta

    Asisten profesor kesehatan masyarakat dan pencegahan penyakit di University of California, Irvine, Dr Matthew Landry, mengungkapkan sederet manfaat makan mentimun bagi kesehatan. Pasalnya, makanan yang satu ini mengandung nutrisi penting untuk tubuh.

    “Setiap kali kita dapat membuat orang makan lebih banyak buah dan sayuran – saya senang melihatnya,” kata Dr Landry, dikutip dari South China Morning Post.

    “Mentimun mengandung beberapa nutrisi. Yang paling dominan adalah vitamin K, yang penting bagi tubuh kita untuk pembekuan darah,” sambungnya.

    Mentimun mengandung vitamin K, vitamin A, dan C. Selain itu, beberapa sumber medis menunjukkan bahwa kadar kalium pada mentimun dapat bermanfaat dalam mengendalikan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

    Dr Landry mengungkapkan mentimun mengandung 95 persen air yang dapat membantu menghidrasi tubuh. Meski begitu, makanan ini juga memiliki kalori dalam jumlah yang rendah, hanya sekitar 45 kalori per buahnya.

    “Anda bisa makan beberapa buah mentimun, dan hampir tidak mencapai 100 kalori atau lebih,” tuturnya.

    Camilan untuk Orang dengan Diabetes

    Manfaat lainnya dari mentimun, ternyata sangat baik untuk orang dengan diabetes. Pasalnya, makanan ini memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga dapat menjadi camilan yang sehat.

    “Mentimun mengandung serat yang dibutuhkan tubuh. Namun, beberapa orang mengupas mentimun karena tidak menyukai rasa atau tekstur kulitnya. Itu mengurangi sedikit serat yang mereka sediakan,” jelas Dr Landry.

    Meski memiliki banyak manfaat, perlu diperhatikan juga berbagai bahan tambahan yang digunakan dalam mengolah mentimun.

    “Anda tetap harus memperhatikan semua hal lain yang dicampurkan dengannya. Saus salad, mayones, dan saus bisa mengandung gula atau garam yang tinggi dan dapat menambah kalori dan lemak yang tidak sehat,” lanjutnya.

    Selain itu, perlu diperhatikan juga konsumsi olahan mentimun seperti acar. Sebab, itu dapat meningkatkan kadar natrium di dalam tubuh.

    Dalam satu acar timun besar terkandung lebih dari 1.000 mg natrium. Sementara pedoman diet federal AS merekomendasikan kebanyakan orang dewasa untuk mengonsumsi tidak lebih dari 2.300 mg natrium sehari.

    Dari American Heart Association juga menyarankan batas harian yang ideal untuk kebanyakan orang dewasa yakni 1.500 mg.

    (sao/kna)

  • Komplikasi Mematikan di Balik Kematian ‘Shancai’ Barbie Hsu, Flu Berujung Pneumonia    
        Komplikasi Mematikan di Balik Kematian ‘Shancai’ Barbie Hsu, Flu Berujung Pneumonia

    Komplikasi Mematikan di Balik Kematian ‘Shancai’ Barbie Hsu, Flu Berujung Pneumonia Komplikasi Mematikan di Balik Kematian ‘Shancai’ Barbie Hsu, Flu Berujung Pneumonia

    Jakarta

    Kabar duka datang dari aktris Taiwan, Barbie Hsu, pemeran Shancai dalam serial Meteor Garden. Ia meninggal dunia, Senin (3/2/2025) akibat infeksi influenza yang berujung pneumonia mematikan.

    Kabar kematiannya dilaporkan oleh keluarganya melalui manajer adik perempuannya, pembawa acara TV terkenal Taiwan Dee Hsu. Pemeran Shancai itu meninggal akibat pneumonia setelah tertular virus influenza saat liburan di Jepang.

    “Terima kasih atas semua perhatiannya. Selama periode Tahun Baru Imlek, seluruh keluarga kami pergi ke Jepang untuk liburan, dan kakak perempuan saya yang paling saya sayangi dan baik hati Barbie terkena pneumonia terkait influenza dan sayangnya telah meninggalkan kami,” katanya.

    Pernyataan tersebut tidak menjelaskan kapan dan di mana Barbie Hsu meninggal. Menurut laporan berita Taiwan, beberapa sumber mengatakan keluarga Hsu saat ini masih berada di Jepang, dan Barbie Hsu kemungkinan akan dikremasi di negara itu sebelum jenazahnya dibawa kembali ke Taiwan. Berikut fakta-fakta pneumonia yang perlu diketahui.

    Alasan Virus Influenza Bisa Picu Pneumonia

    Spesialis paru-paru dr Agus Dwi Susanto, SpP menjelaskan virus influenza bisa menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, khususnya pada kelompok rentan, seperti anak-anak, usia lanjut, wanita hamil, dan orang yang memiliki penyakit kronik.

    Pneumonia adalah peradangan jaringan parenkim paru yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, hingga jamur. Infeksi ini bisa terjadi tergantung derajatnya, baik ringan, sedang, hingga berat.

    “Pada derajat berat, infeksi ini menyebabkan gangguan pertukaran oksigen di daerah alveoli paru. Sehingga oksigen terganggu masuk ke darah, dan CO2 juga sulit keluar dari darah. Kondisi tersebut bisa menyebabkan gagal pernapasan yang berisiko kematian,” katanya saat dihubungi detikcom, Senin (3/2/2025).

    “Kondisi pneumonia yang berat juga berpotensi mikroorganisme menyebar ke seluruh tubuh yang dikenal sebagai sepsis. Ini juga kalau tidak teratasi berpotensi menimbulkan kematian,” lanjutnya.

    Meski begitu, orang yang terkena virus seperti influenza tak semuanya akan mengalami pneumonia. Menurut dr Agus, hal ini tergantung juga dari kondisi pasien, seperti imunitas, komorbid, dan lainnya.

    “Tergantung imunitas, komorbid, dll. Bisa memperberat. Kalau pneumonia ringan, bisa rawat jalan,” katanya lagi.

    “Tapi ada beberapa jenis virus dan bakteri yang sifatnya memang ganas, kalau kena ya potensi menjadi berat. Masih ingat virus COVID? Varian delta kan kalau jadi pneumonia umumnya berat dan mengancam jiwa,” sambungnya.

    Senada, spesialis paru dr Erlina Burhan, SpP, mengatakan virus influenza biasanya tergolong menyebabkan infeksi ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, pada orang-orang tertentu, seperti imunitas rendah atau kelompok rentan, infeksi tersebut bisa memicu komplikasi seperti pneumonia.

    Apabila radang atau infeksi yang disebabkan virus tersebut meluas ke area lainnya, hal ini bisa menyebabkan kematian.

    dr Erlina menjelaskan paru-paru memiliki fungsi mengambil oksigen dari udara yang kemudian menyebarkannya ke dalam tubuh. Apabila jaringan dalam paru mengalami kerusakan akibat radang atau pneumonia tersebut, maka oksigen yang diedarkan ke seluruh tubuh dapat terganggu.

    “Nah ini kalau jaringan ini rusak, apalagi meluas, oksigen tidak bisa diambil dengan cukup, akhirnya menimbulkan kerusakan pada organ lain, sehingga menimbulkan kematian,” lanjutnya.

    NEXT: Gejala yang perlu diwaspadai

    Gejala yang Perlu Diwaspadai

    dr Agus mengatakan terdapat beberapa gejala berat yang perlu diwaspadai jika terkena influenza. Di antaranya:

    sesak napasdemam yang tak kunjung turunkesadaran menuruntanda-tanda pneumonia seperti dahak kental, sulit napas, pada anak-anak ada tanda retraksi otot napas, napas cuping hidungtanda-tanda gagal jantung seperti napas berat, kulit biru (sianosis)tanda-tanda gagal ginjal seperti sulit buang air kecil, perubahan warna urine, sulit bernapastanda-tanda syok sepsis seperti tekanan darah menurun, kulit birutanda-tanda infeksi di kepala (meningitis, ensapalitis), seperti sulit bicara, lemah, sulit berjalan, kesadaran turun.

  • Ciri-ciri Anak Sudah Kecanduan Main Gadget, Bukan Cuma Mendadak Tantrum

    Ciri-ciri Anak Sudah Kecanduan Main Gadget, Bukan Cuma Mendadak Tantrum

    Jakarta

    Di dunia yang sangat terhubung saat ini, anak-anak semakin terikat dengan gadget mereka. Meskipun teknologi menawarkan keuntungan yang tidak dapat disangkal, screen time yang berlebihan dapat berdampak negatif pada perkembangan anak.

    Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mendukung upaya pembatasan usia pengguna media sosial. Dia juga menyoroti efek kecanduan ponsel pada anak termasuk memicu speech delay.

    “Sesudah kita skrining, kenapa terlambat bicara? Karena terlampau banyak aktivitasnya itu tidak bermain dengan teman-temannya secara sosial biasa, tetapi menghabiskan waktunya melihat gadget,” kata Menkes.

    Peran orang tua sangat diperlukan agar anak tidak sampai terjerumus ke dalam bahaya penggunaan gadget yang berlebihan. Salah satu tanda anak yang kecanduan gadget termasuk menjadi tak berminat melakukan hal lain.

    “Misalnya nggak mau mandi, kalau anak-anak lebih besar seperti tidak mau belajar, terus nggak mau makan. Kewajiban-wajiban dia terbengkalai semua karena dia maunya on terus di gadgetnya,” ucap psikolog anak psikolog anak, Saskhya Aulia Prima, M Psi.

    Di samping itu ada beberapa kondisi yang harus diwaspadai oleh orangtua saat anak kecanduan gawai. Apabila anak sudah sulit untuk diatur, mengganggu pola makan, ibadah dan waktu belajar, hal tersebut perlu diwaspadai.

    Dikutip dari Medical News Today, beberapa anak dan remaja mungkin mengalami gejala fisik akibat penggunaan telepon yang berlebihan, yang sering kali mencakup posisi yang tidak baik untuk postur tubuh mereka dalam waktu lama.

    Gejala fisik ini dapat meliputi:

    mata tegangsakit kepalanyeri lehernyeri punggung

    (kna/kna)

  • Terungkap! Rutin Makan Alpukat dalam Jumlah Segini Bisa Bikin Umur Panjang

    Terungkap! Rutin Makan Alpukat dalam Jumlah Segini Bisa Bikin Umur Panjang

    Jakarta

    Menambahkan satu alpukat ke dalam menu harian dapat membantu seseorang hidup lebih lama dan terhindar dari penyakit. Hal ini terkuak dari sebuah studi baru yang dipimpin oleh para ilmuwan dari departemen Ilmu Gizi di Penn State, AS.

    Di antara sekian banyak makanan super, alpukat sering kali menjadi yang teratas. Buah hijau lembut ini telah menjadi makanan pokok di seluruh dunia, muncul di roti panggang, dalam smoothie, salad, dan lainnya.

    Namun di balik popularitasnya, penelitian terkini menunjukkan bahwa mengonsumsi alpukat setiap hari menawarkan manfaat yang jauh melampaui rasa. Satu buah alpukat berukuran sedang mengandung banyak nutrisi penting.

    Buah ini kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang menyehatkan jantung, khususnya asam oleat, yang dikenal karena efek perlindungannya terhadap kesehatan kardiovaskular. Selain itu, alpukat merupakan sumber serat yang baik. Buah ini mengandung sekitar 10 gram per buah yang mendukung pencernaan dan kesehatan usus.

    Alpukat juga memiliki berbagai macam vitamin dan mineral, seperti:

    vitamin Kvitamin EVitamin Cbeberapa vitamin B, termasuk folatkalium, bahkan melampaui pisang dalam kandungan kalium per sajianantioksidan kuat, seperti lutein, zeaxanthin, dan beta karoten.

    Manfaat Alpukat untuk Hidup Lebih Lama

    Kandungan kaliumnya yang tinggi membantu mengatur tekanan darah dengan menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh. Menjaga berat badan yang sehat merupakan faktor kunci lain dalam umur panjang, dan alpukat mendukung hal ini dengan meningkatkan rasa kenyang, sehingga mengurangi kemungkinan makan berlebihan.

    Selain itu, konsumsi alpukat secara teratur telah dikaitkan dengan lebih rendahnya risiko penyakit kronis, termasuk diabetes, kanker, dan kondisi peradangan, yang semuanya secara signifikan memengaruhi harapan hidup.

    Lemak sehat dalam alpukat juga berkontribusi pada fungsi kognitif dengan menjaga struktur dan fungsi neuron. Bahkan kulit pun mendapat manfaat, berkat vitamin E dan vitamin C, yang meningkatkan elastisitas dan mendukung perbaikan, membantu memperlambat tanda-tanda penuaan.

    Untuk meneliti potensi manfaat dari konsumsi alpukat setiap hari, para peneliti melakukan studi yang dipublikasikan dalam jurnal Current Developments in Nutrition.

    Studi ini melibatkan 1.008 peserta yang dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok mempertahankan pola makan mereka seperti biasa dengan asupan alpukat minimal, sementara kelompok lainnya memasukkan alpukat setiap hari ke dalam makanan mereka selama 26 minggu.

    Temuan ini menunjukkan bahwa menambahkan alpukat ke dalam rutinitas harian dapat memberikan kontribusi bagi kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan.

    Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi lebih jauh manfaat ini, bukti menunjukkan bahwa alpukat merupakan tambahan yang berharga untuk diet seimbang.

    “Kami menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi satu alpukat per hari secara signifikan meningkatkan kepatuhan mereka terhadap pedoman diet. Hal ini menunjukkan bahwa strategi seperti mengonsumsi satu alpukat per hari dapat membantu orang mengikuti pedoman diet dan meningkatkan kualitas diet mereka,” kata Kristina Petersen, profesor madya ilmu gizi dan salah satu penulis studi tersebut,” dikutip dari Mirror.

    Penelitian ini serupa dengan temuan yang dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association, yang menyebutkan bahwa mengonsumsi dua porsi alpukat setiap minggu (satu alpukat) dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung koroner hingga 21 persen.

    “Studi tersebut juga menyatakan bahwa mengganti setengah porsi makanan berlemak lainnya (termasuk mentega, margarin, mayones, telur, yoghurt, keju, atau daging olahan) dengan jumlah alpukat yang setara dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner (antara 16 dan 22 persen lebih rendah).”

    (suc/kna)

  • Pria Kena Kanker Limfoma Hodgkin Stadium 4 di Usia 25, Alami Gejala Ini di malam Hari

    Pria Kena Kanker Limfoma Hodgkin Stadium 4 di Usia 25, Alami Gejala Ini di malam Hari

    Jakarta

    Seorang pelatih kebugaran bernama Dilan Patel, menceritakan perjuangannya melawan kanker ganas. Pria dari Ilford, Inggris, itu didiagnosis kanker limfoma hodgkin stadium 4B di usianya yang cukup muda, yakni 25 tahun.

    Kondisi tersebut baru disadari Patel setelah ia mengalami keringat malam yang intens, bahkan membuatnya basah kuyup.

    Awalnya ia mengira gejala yang dialami merupakan efek samping dari bekerja keras dalam kariernya atau memaksakan diri untuk berlatih di pusat kebugaran. Saat itu Patel mengaku tak terlalu memusingkannya.

    “Anda tidak akan percaya… Saya berusia 25 tahun, menjalani hidup seperti orang dewasa muda lainnya – bekerja keras, berolahraga, berkumpul dengan teman-teman, dan mencoba mencari tahu masa depan saya,” tulisnya di platform berbagi video tersebut, dikutip Unilad.

    “Hidup terasa normal. Saya tidak punya alasan untuk berpikir ada yang salah. Namun kemudian sesuatu yang aneh mulai terjadi,” lanjutnya.

    Dua tahun kemudian, gejala yang dialami Patel semakin memburuk. Ia kemudian memutuskan pergi ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

    Pada saat itu, dokter mendiagnosisnya mengidap limfoma hodgkin, sejenis kanker yang berkembang dalam sistem limfatik.

    “Pada usia 25 tahun, saya didiagnosis menderita Limfoma Hodgkin Stadium 4B,” katanya.

    “Lima tumor. Bahkan sudah menyebar ke paru-paru. Saya tidak percaya. Saya sudah lama mengabaikan gejala-gejala saya, meyakinkan diri sendiri bahwa itu bukan masalah besar,” lanjutnya lagi.

    Pasca diagnosis, Patel membuat perubahan besar pada gaya hidupnya, dengan fokus pada nutrisi , kebugaran , dan kebiasaan sehari-hari. Kini, sembilan tahun setelah kemoterapi, ia merayakan keberhasilannya terbebas dari kanker alias remisi.

    Limfoma Hodgkin, kanker yang menyerang sistem limfatik tubuh untuk melawan infeksi, diklasifikasikan berdasarkan seberapa jauh penyebarannya dan area yang terkena.

    Huruf ‘B’ menandakan gejala seperti keringat malam yang parah, demam tinggi yang sporadis atau tidak terduga, terutama di malam hari, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, sebagaimana diuraikan oleh Cancer Research UK.

    (suc/suc)

  • David Beckham Masih Bugar dan Atletis di Usia 49, Begini ‘Menu’ Olahraga Hariannya

    David Beckham Masih Bugar dan Atletis di Usia 49, Begini ‘Menu’ Olahraga Hariannya

    Jakarta

    Penampilan mantan pemain sepak bola ternama Inggris, David Beckham, membuat publik takjub. Pasalnya, pria 49 tahun itu masih terlihat bugar dan memiliki tubuh yang atletis.

    Beckham pun mengungkap rahasianya dalam mempertahankan bentuk tubuhnya yang bugar dan six pack. Salah satunya adalah rutin latihan fisik yang disebut ‘fitness snacking’.

    Dikutip dari Daily Mail, Beckham melakukan latihan fisik kecil-kecilan sepanjang hari sebagai bagian dari rutinitasnya yang biasa. Misalnya seperti bersepeda ke kantor, mengajak anjing jalan-jalan, memotong rumput, pergi mendaki, atau berkebun.

    Namun, Beckham juga melengkapi rutinitas sederhana ini dengan sesi latihan yang berdedikasi dan intens. Ia berkomitmen untuk melakukan berbagai latihan sepanjang minggu.

    Biasanya bergantian antara latihan interval intensitas tinggi (HITT) dan lari, yang terkadang sambil mengenakan rompi pemberat untuk tantangan ekstra.

    Biasanya, Beckham melakukan sejumlah latihan penguatan dan kardio. Berikut menu latihan yang dijalaninya selama seminggu:

    Senin

    Biasanya, Beckham memulai Senin dengan jogging cepat yang diikuti oleh sejumlah latihan penguatan. Itu termasuk sled push sejauh 250 yard atau sekitar 228 meter, push up 60 kali, lompat tali selama 90 detik, kettlebell atau bola besi 60 kali ayunan, dan squat 60 kali.

    Selasa

    Setiap Selasa, Beckham fokus untuk latihan kardio dan lari sejauh satu kilometer sebanyak 10 set.

    Rabu

    Pada Rabu, ia kembali melatih kekuatannya dengan melakukan squat 200 kali, push up 150 kali, leg raises 100 kali, burpee (kombinasi dari plank, push up, dan squat jump) 25 kali, dan plank to push up 50 kali.

    Kamis

    Setiap Kamis, Beckham biasa melakukan lari. Kegiatan itu melibatkan 30 set lari cepat masing-masing selama 20 detik.

    Jumat

    Untuk Jumat, latihan fisik yang dilakukannya sedikit lebih santai. Itu terdiri dari 20-30 menit di atas treadmill, terkadang dilengkapi dengan yoga, panjat tebing, atau bela diri.

    Selama akhir pekan, biasanya Beckham akan beristirahat dan memulihkan diri. Meski begitu, ia masih mempertahankan rutinitas yang relatif ringan seperti berjalan-jalan dengan anjing dan mendaki gunung.

    Selain olahraga, Beckham juga melengkapinya dengan mengkonsumsi makanan yang sehat. Biasanya, saat pagi ia mengkonsumsi telur dadar dengan keju yang kaya protein serta kalsium.

    Untuk makan siang, ia memilih makan ayam tanpa lemak bersama sayuran hijau seperti kembang kol, bayam, dan brokoli yang ditumis dengan minyak zaitun.

    Menu makan malam yang diterapkan Beckham hampir sama seperti siang hari. Ia akan mengkonsumsi protein tanpa lemak, seperti unggas atau ikan dengan sayuran.

    Sebagai camilan, Beckham memilih untuk mengkonsumsi kacang-kacangan yang dikemas dengan lemak sehat bersama yogurt. Tidak lupa juga beberapa minuman energi herbal.

    Meski begitu, ia sesekali masih menikmati camilan enak untuk cheating time seperti penekuk. Namun, secara keseluruhan pola makannya masih sangat sehat.

    Beckham juga menghindari karbohidrat, seperti roti putih, makanan yang kurang serat, serta makanan olahan.

    (sao/kna)