Category: Detik.com Kesehatan

  • Video Sampai Mana Persiapan Kemenkes untuk Program Cek Kesehatan Gratis?

    Video Sampai Mana Persiapan Kemenkes untuk Program Cek Kesehatan Gratis?

    Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan Kementerian Kesehatan Setiaji mengungkapkan kesiapan pihaknya untuk program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Dikatakan Setiaji, Kemenkes akan segera melakukan uji coba skrining gratis ini di sejumlah puskesmas atau faskes-faskes.

  • Segini Anggaran WHO yang Hilang Jika AS Mundur dari Keanggotaan

    Segini Anggaran WHO yang Hilang Jika AS Mundur dari Keanggotaan

    Jakarta

    Negara-negara yang masih tergabung dalam anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bakal membahas nasib anggaran pendanaan mereka, pasca Amerika Serikat menarik sebagian besar anggarannya yang mencapai USD 400 juta. Hal ini sebagai langkah lanjut AS keluar dari keanggotaan WHO.

    Data tersebut terungkap dalam dokumen WHO yang dirilis Senin (3/2/2025). Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga membela pekerjaan WHO dan reformasi terkini serta menegaskan kembali seruan bagi AS untuk mempertimbangkan kembali keputusannya keluar dari anggota dan berdialog dengan badan tersebut mengenai perubahan lebih lanjut.

    “Kami akan menyambut baik saran dari AS, dan semua negara anggota, tentang bagaimana kami dapat melayani dan masyarakat dunia dengan lebih baik,” katanya.

    Pemotongan anggaran akan dibahas pada pertemuan Jenewa tanggal 3-11 Februari, saat perwakilan negara anggota akan membahas pendanaan dan pekerjaan badan tersebut untuk periode 2026 hingga 2027.

    Dewan eksekutif mengusulkan pemotongan bagian program dasar anggaran dari usulan USD 5,3 miliar menjadi USD 4,9 miliar, menurut sebuah dokumen yang dirilis pada hari Senin. Itu adalah bagian dari anggaran yang lebih besar sebesar USD 7,5 miliar untuk tahun 2026-2027 yang semula diusulkan, termasuk uang untuk pemberantasan polio dan penanganan keadaan darurat.

    “Dengan keluarnya penyumbang keuangan terbesar, anggaran tidak bisa lagi ‘seperti biasa’,” bunyi dokumen tersebut.

    AS adalah donor pemerintah terbesar WHO, menyumbang sekitar 18 persen dari keseluruhan pendanaannya. WHO telah mengambil beberapa langkah pemangkasan biaya secara terpisah setelah langkah AS tersebut.

    Namun, beberapa perwakilan dewan juga ingin menyampaikan pesan bahwa WHO akan mempertahankan arah strategisnya meskipun ada tantangan, menurut dokumen tersebut.

    Trump bergerak untuk keluar dari WHO pada hari pertamanya menjabat dua minggu lalu. Prosesnya akan memakan waktu satu tahun untuk secara resmi legal menurut hukum AS.

    Pada Senin, Tedros juga secara khusus menanggapi beberapa kritik Trump, termasuk seputar penanganan pandemi COVID-19 dan independensi WHO. Ia mengatakan badan tersebut bertindak cepat dalam menangani wabah COVID, seraya menambahkan bahwa WHO dengan senang hati akan menolak permintaan negara anggota jika permintaan tersebut bertentangan dengan misi atau ilmu pengetahuannya.

    (naf/kna)

  • Ahli Ungkap Diet yang Bisa Perpanjang Umur Hingga 10 Tahun, Tertarik Mencoba?

    Ahli Ungkap Diet yang Bisa Perpanjang Umur Hingga 10 Tahun, Tertarik Mencoba?

    Jakarta

    Makanan merupakan salah satu faktor paling utama dalam menunjang kesehatan. Mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang dapat membantu memelihara kesehatan secara keseluruhan dan menjauhkan dari risiko penyakit.

    Tak hanya itu, pola makan tertentu juga dapat meningkatkan peluang seseorang untuk berumur panjang.

    Ahli nutrisi dr Frederica Amati mengungkapkan mengadopsi pola makan Mediterania, yaitu dengan menambahkan lebih banyak buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian ke makanan sehari-hari, berpotensi memperpanjang umur hingga 10 tahun.

    “Kita sekarang berada di titik di mana pengobatan dan praktik kebersihan modern membuat kita hidup lebih lama. Dan bagian yang hilang sekarang adalah nutrisi kita, jadi sayangnya, seiring dengan berkembangnya kebersihan dan pengobatan, lingkungan makanan kita justru memburuk,” ujar Amati dikutip dari Unilad, Selasa (4/2/2025).

    “Jika Anda menjalani pola makan yang buruk dan Anda menggantinya di usia 40-an, 50-an, atau 60-an, Anda dapat memperoleh satu dekade tambahan dalam hidup Anda! Itu jumlah yang sangat besar,” sambung Amati saat menjelaskan manfaat diet Mediterania.

    Kendati demikian, manfaat tersebut bisa berbeda-beda pada setiap orang. Amati mengatakan pertambahan usia memengaruhi kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi.

    “Anda dapat menambahkan hingga 11 tahun pada usia 40 tahun, tetapi Anda dapat menambahkan hingga enam tahun pada usia 70 tahun,” katanya.

    Amati menjelaskan seiring bertambahnya usia, resistensi insulin cenderung meningkat. Insulin merupakan salah satu hormon yang berperan penting untuk penyerapan semua nutrisi ke dalam sel.

    “Itulah sebabnya ada anjuran untuk mengonsumsi lebih banyak protein bagi orang dewasa yang lebih tua. Kita berbicara tentang peningkatan dari 0,83 g per kilogram berat badan, mungkin hingga 1 g per kilogram pada orang yang lebih tua,” imbuhnya.

    Karenanya, Amati menganjurkan agar individu yang lebih tua meningkatkan asupan protein, seperti telur atau ikan, serta memasukkan sumber protein nabati ke menu makanan sehari-hari.

    (ath/kna)

  • Barbie Hsu Meninggal karena Influenza, CDC Taiwan Minta Warga Segera Vaksin Flu

    Barbie Hsu Meninggal karena Influenza, CDC Taiwan Minta Warga Segera Vaksin Flu

    Jakarta

    Kematian aktris Barbie Hsu akibat komplikasi flu berujung pneumonia membuat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Taiwan dan dokter menghimbau orang-orang yang berisiko tinggi untuk mendapatkan vaksinasi dan waspada terhadap tanda-tanda penyakit parah.

    Keluarga Hsu mengonfirmasi bahwa aktris tersebut meninggal saat liburan keluarga di Jepang akibat pneumonia selama liburan Tahun Baru Imlek.

    Diberitakan Taipei Times, Wakil Direktur Jenderal CDC Tseng Shu-hui mengatakan dalam konferensi pers bahwa kunjungan ke rumah sakit untuk penyakit mirip flu dari 19 Januari hingga 25 Januari mencapai 162.352, tertinggi untuk minggu yang sama dalam 10 tahun terakhir.

    Angka tersebut turun sekitar 88 ribu per 26 Januari 1 Februari 2025 diperkirakan karena banyak klinik tutup untuk liburan. Di samping itu kunjungan ke rumah sakit diperkirakan akan meningkat minggu ini, karena semakin banyak orang mencari perawatan medis, tetapi apakah jumlahnya akan melebihi jumlah minggu sebelum liburan masih belum jelas.

    “Data pengawasan menunjukkan bahwa virus influenza A (H1N1) adalah jenis yang dominan,” katanya.

    Vaksinasi disebutnya akan memberikan perlindungan yang memadai untuk mencegah penularan penyakit flu.

    Hingga hari Minggu, ada 641 kasus komplikasi flu serius dan 132 kematian yang dilaporkan pada musim flu ini dengan pencatatan dimulai pada 1 Oktober tahun lalu. Keduanya merupakan angka tertinggi dalam lima tahun terakhir.

    “Lebih dari 90 persen kasus parah dan kematian tidak mendapatkan vaksinasi pada musim flu ini,” ucap dia.

    Mengenai situasi flu di Jepang, statistik resmi terbaru menunjukkan bahwa aktivitas flu mencapai puncaknya pada akhir Desember, dan penyebaran penyakit telah menurun, sementara jenis yang dominan juga adalah influenza A (H1N1).

    Hingga kemarin pagi, ada 3.073 fasilitas kesehatan dan pusat kesehatan masyarakat di seluruh negeri yang menawarkan vaksin flu. CDC menyarankan masyarakat untuk menghubungi departemen kesehatan setempat atau merujuk ke situs web CDC untuk menemukan fasilitas kesehatan yang menawarkan vaksin tersebut.

    (kna/up)

  • Video Saat Dirjen WHO Beri Bukti ke AS Bahwa Organisasinya Tak Memihak China

    Video Saat Dirjen WHO Beri Bukti ke AS Bahwa Organisasinya Tak Memihak China

    Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan bahwa negaranya keluar dari WHO. Alasan AS menarik diri dari WHO yang tertulis dalam dokumen yakni karena kesalahan penanganan organisasi saat pandemi Covid-19 yang muncul dari Wuhan, kegagalan mengadopsi reformasi yang sangat dibutuhkan, dan ketidakmampuan menunjukkan independensi dari pengaruh politik yang tidak pantas dari negara-negara anggota WHO. Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan bahwa organisasinya independen dan memberikan bukti bahwa mereka tak pilih kasih kepada China.

    (/)

  • Dirjen WHO Minta AS Pikir Ulang Keputusan Mundur dari Keanggotaan

    Dirjen WHO Minta AS Pikir Ulang Keputusan Mundur dari Keanggotaan

    Jakarta

    Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta Amerika Serikat mempertimbangkan kembali keputusan mereka untuk mundur dari keanggotaan.

    “Kami menyesali keputusan tersebut dan kami berharap AS akan mempertimbangkan kembali. Kami akan menyambut dialog konstruktif untuk melestarikan dan memperkuat hubungan bersejarah antara WHO dan AS,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus pada pertemuan Dewan Eksekutif WHO dikutip Selasa (4/2/2025).

    Pada 20 Januari, hari pertamanya menjabat, Presiden AS Donald Trump menandatangani lusinan perintah eksekutif, termasuk satu yang memulai penarikan negara dari WHO. Perintah eksekutif mengutip empat alasan untuk penarikan AS dari WHO termasuk dugaan kegagalan badan kesehatan itu untuk melakukan reformasi, beban keuangan yang tidak adil di AS, kesalahan penanganan COVID-19, dan bias politik.

    Tedros menolak setiap klaim selama pidatonya.

    Dirjen WHO itu mengatakan badan PBB telah menerapkan transformasi paling luas dalam sejarahnya, dengan 85 dari 97 usulan reformasi selesai.

    “Bagi kami, perubahan adalah konstan. Kami percaya pada peningkatan berkelanjutan, dan kami akan menyambut saran dari AS dan semua negara anggota tentang bagaimana kami dapat melayani Anda dan orang-orang di dunia dengan lebih baik,” tambahnya.

    Mengenai kontribusi keuangan, Tedros mengklarifikasi bahwa kontribusi yang dinilai mengikuti formula terstruktur, dan WHO bekerja untuk memperluas basis donornya. Dia juga membela tanggapan WHO terhadap COVID-19, mengutip peringatan dan tindakan awal.

    “Sejak kami menangkap sinyal pertama ‘pneumonia virus’ di Wuhan, kami meminta informasi lebih lanjut, mengaktifkan sistem manajemen insiden darurat kami, memperingatkan dunia, mengumpulkan para ahli global, dan menerbitkan panduan komprehensif untuk negara-negara tentang cara melindungi populasi dan sistem kesehatan mereka – semua sebelum kematian pertama dari penyakit baru ini dilaporkan di China pada 11 Januari 2020,” tambah Tedros.

    Dia menyoroti reformasi pasca-pandemi WHO, termasuk Dana Pandemi dan Pusat WHO untuk Pandemi dan Intelijen Epidemi.

    Mengenai independensi dari pengaruh politik, Tedros menolak klaim bahwa agensi tersebut tidak memiliki independensi tersebut, menekankan ketidakberpihakan WHO.

    “Negara-negara Anggota kami meminta banyak hal dari kami, dan kami selalu berusaha membantu sebanyak yang kami bisa. Tetapi ketika apa yang mereka tanyakan tidak didukung oleh bukti ilmiah, atau bertentangan dengan misi kami untuk mendukung kesehatan global, kami mengatakan tidak, dengan sopan,” katanya.

    (kna/kna)

  • Singapura Catat Sirup Obat Batuk Jadi Produk Kesehatan Ilegal Terbanyak

    Singapura Catat Sirup Obat Batuk Jadi Produk Kesehatan Ilegal Terbanyak

    Jakarta

    Sirup obat batuk menjadi produk kesehatan ilegal terbanyak yang disita otoritas kesehatan Singapura atau Health Singapore Agency (HSA), sepanjang 2024.

    Pihak berwenang menyita lebih dari 970.000 unit, 54 persen di antaranya merupakan sirup obat batuk merek kodein.

    Sisanya, obat peningkat gairah seksual dan obat penenang yakni sekitar 19 persen dan 18 persen dari keseluruhan temuan produk ilegal. Sementara 9 persen lain adalah obat resep.

    Operasi yang terarah, pembagian informasi intelijen, dan penegakan hukum bersama dengan lembaga lokal dan luar negeri berhasil menjalankan penyitaan produk kesehatan ilegal, serta menghapus ribuan produk ilegal dari platform e-commerce dan media sosial lokal.

    “Pendekatan multi-cabang ini telah mengganggu pasokan produk kesehatan ilegal dan melindungi masyarakat dari potensi bahaya yang ditimbulkan oleh produk-produk ini,” tambah HSA, dikutip dari CNA.

    Mei lalu, operasi yang dilakukan HSA dan polisi menyita 165 liter sirup obat batuk dan lebih dari 57.000 unit obat-obatan dengan nilai jual di pasaran sebesar mencapai SGD 130.000 atau Rp 1,5 miliar. Sirup obat batuk tersebut diproduksi dalam kondisi tidak bersih di sebuah unit kondominium di Geylang, termasuk kamar mandi dan wastafel dapur.

    Zat-zat yang Ditemukan

    HSA merilis peringatan publik pada 2024 untuk 14 produk kesehatan ilegal, termasuk suplemen kesehatan probiotik palsu. Di antara produk-produk tersebut, 13 mengandung bahan-bahan yang kuat dan/atau zat-zat yang dilarang, sementara suplemen kesehatan probiotik palsu tidak mengandung jenis probiotik yang dimaksud.

    “Zat-zat pengotor yang paling umum terdeteksi adalah sibutramin, zat yang dilarang sejak 201 dan steroid yang kuat seperti deksametason dan betametason valerat,” kata HSA.

    Sibutramin ditemukan dalam lima produk yang dipasarkan untuk menurunkan berat badan sementara steroid kuat ditemukan dalam tujuh produk yang dipasarkan untuk menghilangkan rasa sakit, menghilangkan eksim, memutihkan kulit, dan kesehatan umum lain.

    Efek Samping

    Produk-produk tersebut ditandai melalui pelaporan kejadian buruk dari para profesional perawatan kesehatan, pengawasan rutin, dan pengaduan konsumen. Sebanyak 13 orang melaporkan efek buruk yang dialami oleh diri mereka sendiri atau anggota keluarga mereka.

    Efek buruk tersebut termasuk kejang, ruam parah, dan ketidaknyamanan di dada.

    “Sementara HSA akan terus mempertahankan pengawasan dan penegakan hukumnya untuk mengekang penjualan dan penyediaan produk kesehatan ilegal, konsumen perlu berhati-hati dan cermat saat membeli produk kesehatan,” tambahnya.

    Tahun lalu, HSA menghapus 7.351 iklan dan mengeluarkan peringatan kepada 2.868 penjual daring. Sekitar 37 persen dari iklan yang dihapus adalah untuk produk yang memasarkan peningkatan estetika kulit dan rambut, termasuk dermal filler, toksin Botulinum, pemutih kulit, perawatan jerawat, dan produk perawatan rambut rontok.

    Daftar lainnya mencakup produk untuk mengelola kondisi kronis, penurunan berat badan atau peningkatan seksual serta kontrasepsi dan antibiotik. Sekitar 52 persen dari daftar tersebut ada di Shopee, sementara 36 persen ada di Lazada. Daftar lain yang terpengaruh juga terdeteksi di Carousell dan Qoo10. HSA mendakwa 30 orang pada tahun 2024 atas penjualan dan penyediaan produk kesehatan ilegal.

    Penjual dan pemasok produk tersebut dapat dituntut. Jika terbukti bersalah, mereka dapat dipenjara hingga tiga tahun dan/atau didenda hingga SGD 100.000.

    (naf/kna)

  • 5 Kelompok Orang yang Sebaiknya Batasi Konsumsi Alpukat

    5 Kelompok Orang yang Sebaiknya Batasi Konsumsi Alpukat

    Jakarta

    Pakar kesehatan Huynh Tan Vu di Rumah Sakit Universitas Kedokteran dan Farmasi HCMC Vietnam mewanti-wanti sejumlah kelompok untuk membatasi konsumsi alpukat.

    Meski kaya nutrisi sebagai sumber karbohidrat, protein, kalium, serat, vitamin B, vitamin E, vitamin C, vitamin K, konsumsi alpukat terlalu banyak bagi beberapa orang bisa membahayakan kesehatan.

    Misalnya, pasien dengan masalah usus. Pada kondisi ini, asupan alpukat berlebihan dapat menyebabkan keluhan lain muncul yakni dispepsia, kembung, dan diare.

    Untuk menghindari masalah tersebut, orang dengan gangguan pencernaan atau masalah di usus disarankan hanya mengonsumsi setengah buah alpukat per hari. Berikut kelompok orang yang tidak disarankan mengonsumsi alpukat berlebihan:

    1. Ibu menyusui

    Mengonsumsi alpukat terlalu banyak bisa berdampak pada penurunan produksi ASI. Ibu menyusui tidak disarankan mengonsumsi alpikat secara berlebihan. Pada kondisi normal, disarankan hanya menyantap setengah hingga satu buah sehari.

    2. Reaksi alergi

    Orang yang alergi terhadap senyawa dalam alpukat rentan mengalami sejumlah gejala termasuk mual, sakit kepala, atau sesak napas setelah makan alpukat, sebagai reaksi alergi tubuh mereka.

    3. Gangguan liver

    Mereka dengan riwayat masalah liver juga tidak disarankan mengonsumsi terlalu banyak alpukat. Alpukat mengandung kolagen dalam jumlah tinggi, yang dapat membahayakan sel-sel di liver jika tidak dicerna secara sempurna.

    4. Menjalani pengobatan

    Jenis obat tertentu, misalnya antikoagulan atau obat antiinflamasi nonsteroid, dapat kehilangan efeknya saat dikonsumsi bersama dan bereaksi terhadap alpukat. Alpukat juga dapat meningkatkan kemungkinan efek samping bagi mereka yang mengonsumsi obat penurun kolesterol.

    Orang yang sedang menjalani pengobatan harus berkonsultasi dengan dokter mereka jika mereka ingin mengonsumsi buah ini.

    5. Riwayat obesitas

    Pasien obesitas, atau orang yang ingin menurunkan berat badan tidak dianjurkan mengonsumsi banyak alpukat. Alpukat kaya akan lemak, memakan terlalu banyak buah ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan tidak terkendali. Oleh karena itu, disarankan untuk mengurangi jumlah alpukat dalam makanan sehari-hari, jika ingin menurunkan berat badan berlebih.

    Meski begitu, selama dikonsumsi dalam batas wajar dan tidak sedang dalam pengobatan tertentu, alpukat dapat meningkatkan penglihatan, sistem kardiovaskular, dan pencernaan, serta mencegah osteoporosis juga kanker.

    (naf/kna)

  • Video Memburuknya Krisis Anggaran di WHO, Siap Lakukan Efisiensi

    Video Memburuknya Krisis Anggaran di WHO, Siap Lakukan Efisiensi

    Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pada hari pelantikannya bahwa negaranya keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pernyataannya pada Senin (3/2) di Jenewa, Swiss, mengakui bahwa krisis anggaran di organisasinya semakin buruk setelah pengumuman AS. Meski Tedros mengakui bahwa krisis sudah terjadi sebelum Trump mengumumkan kebijakannya itu. Efisiensi pun siap dilakukan oleh WHO.

    Negara anggota WHO rencananya akan membahas potongan anggaran USD 400 juta pada rapat tanggal 3-11 Februari di Jenewa. Dewan eksekutif mengusulkan pemotongan anggaran untuk program dasar dari usulan USD 5,3 miliar menjadi USD 4,9 miliar. Berikut sederet hal yang dilakukan WHO untuk efisiensi anggaran.

    (/)

  • Kebiasaan yang Ternyata Bisa Bikin Otak Tumpul, Hati-hati yang Suka Makan Manis

    Kebiasaan yang Ternyata Bisa Bikin Otak Tumpul, Hati-hati yang Suka Makan Manis

    Jakarta

    Otak merupakan organ yang sangat penting untuk manusia. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengasah dan menjaga pikiran agar tetap tajam, salah satunya menyelesaikan teka-teki silang.

    Namun, ternyata ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang ternyata dapat menggerogoti kecerdasan seseorang. Bahkan, hal itu bisa merusak neuron-neuron berharga di dalam otak.

    Lantas, apa saja kebiasaan yang dapat merusak otak itu?

    Dikutip dari laman Prevention, ini beberapa hal yang menurut para ahli dapat merusak kekuatan otak:

    1. Sering stres

    Ahli saraf di The Ohio State University Wexner Medical Center di Columbus, Ohio, Brenden Kelley, MD, mengatakan salah satu kebiasaan yang bisa merusak otak adalah terlalu sering stres.

    “Tingkat stres yang tinggi tidak hanya terkait dengan fungsi otak yang memperburuk, tetapi juga dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit Alzheimer,” jelasnya.

    Selain itu, perubahan hormon yang terkait dengan stres diyakini dapat menurunkan skor IQ atau intelligence quotient.

    2. Terlalu gemuk

    Penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology menunjukkan obesitas dapat membuat kinerja kognitif memburuk dan peningkatan risiko demensia di kemudian hari.

    Dalam studi klinis, obesitas juga terbukti dapat mempengaruhi memori jangka pendek.

    3. Terlalu sering makan makanan manis

    Ternyata makanan dan minuman manis juga dapat berpengaruh pada kesehatan otak. Ahli saraf dari Weill Cornell Medical Center, Allen Towfigh, mengungkapkan orang dengan diabetes berisiko lebih besar untuk mengalami demensia.

    Menurut penelitian pada hewan yang dilakukan oleh University of Southern California, efek negatif gula pada otak terjadi karena risiko peradangan yang meningkat. Kebanyakan mengkonsumsi gula juga dapat mempengaruhi fungsi sel otak dan kemampuan kognitif.

    4. Sering multitasking

    Ternyata multitasking bukanlah kebiasaan yang baik. Terbiasa mengerjakan berbagai hal di waktu yang bersamaan ternyata dapat mempengaruhi fungsi otak.

    Otak bukan seperti komputer yang mampu membuka banyak program sekaligus. Faktanya, mengerjakan beberapa hal dalam satu waktu dapat menurunkan fokus, yang nantinya mempengaruhi fungsi otak.

    5. Jet lag

    Jet lag merupakan kondisi yang dapat dialami seseorang setelah melakukan perjalanan panjang. Ternyata, hal ini dapat mempengaruhi fungsi kognitif.

    Berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan oleh University of California, jet lag ini dapat mempengaruhi pembelajaran dan memori hingga satu bulan setengah.

    Menurut psikolog Elizabeth Lombardo, PhD, bepergian melalui zona waktu yang berbeda mengganggu ritme sirkadian normal pada tubuh.

    “Selain masalah tidur, makan, dan pengaturan hormon (yang semuanya juga dapat mempengaruhi memori dan pembelajaran), hal itu menjadi sumber stres yang signifikan bagi tubuh Anda,” tuturnya.

    6. Kebiasaan merokok

    Rokok menjadi hal yang dapat merusak kesehatan tubuh, termasuk otak. Paparan asap yang terlalu lama meningkatkan karbon monoksida di dalam tubuh, yang menggantikan oksigen vital yang dibutuhkan otak dan tubuh.

    Ketika karbon monoksida di dalam tubuh meningkat, secara otomatis kandungan oksigen yang dibutuhkan otak akan terganggu.

    (sao/kna)