Category: Detik.com Kesehatan

  • Kematian Pneumonia di RI Naik 3 Kali Lipat di 2024, Kemenkes Imbau Vaksinasi

    Kematian Pneumonia di RI Naik 3 Kali Lipat di 2024, Kemenkes Imbau Vaksinasi

    Jakarta

    Penyakit pneumonia mendadak disorot pasca dialami aktris Barbie Hsu sebelum meninggal dunia. Pneumonia merupakan infeksi akut dari saluran pernapasan bagian bawah yang secara spesifik mempengaruhi paru-paru.

    Pada kondisi berat, menyebabkan area tersebut dipenuhi dengan cairan, lendir atau nanah. Kondisi ini bisa membuat pasien mengalami sulit bernapas.

    Seperti Jepang, Taiwan, dan banyak negara lain, pneumonia kerap dilaporkan seiring dengan tren flu musiman yang terjadi setiap tahun. Indonesia kerap mencatat puncak kenaikan kasus di penghujung tahun Desember hingga awal Januari.

    Dalam setahun terakhir, peningkatan kasus pneumonia relatif signifikan hingga melampaui 3 kali lipat, begitu juga dengan laporan kematian. Pada 2023 tercatat ‘hanya’ ada 330 kasus dengan 52 pasien di antaranya meninggal dunia.

    Sementara pada 2024, total pasien pneumonia mencapai 1.278 dengan insiden kasus kematian di angka 188. Berikut detailnya:

    2023

    2024

    Januari 2025

    Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes RI dr Ina Agustina Isturini, MKM mewanti-wanti pneumonia kerap terjadi sebagai komplikasi influenza.

    “Komplikasi dapat terjadi terutama pada kelompok rentan. Komplikasi yang terjadi dapat berupa pneumonia, sepsis. Pencegahan harus dilakukan dengan melanjutkan praktek baik mencegah penularan untuk semua penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA),” sorotnya, saat dihubungi detikcom Selasa (4/2/2025).

    Sejumlah langkah pencegahan yang bisa dilakukan yakni mengikuti saran medis mengenai perawatan yang direkomendasikan, menutup batuk dan bersin dengan tisu atau siku yang ditekuk, mencuci tangan secara teratur, memakai masker di tempat ramai atau ruangan dengan ventilasi yang buruk, vaksinasi untuk penyakit pernapasan yang tersedia seperti vaksin influenza dan vaksin PCV.

    (naf/kna)

  • AIMI: Masa Butuh Empat Tahun untuk Pasang Stiker Bahaya BPA di Galon Guna Ulang?

    AIMI: Masa Butuh Empat Tahun untuk Pasang Stiker Bahaya BPA di Galon Guna Ulang?

    Jakarta

    Penggunaan galon air minum guna ulang berbasis polikarbonat (PC) dibayangi risiko peluruhan atau leaching Bisphenol A (BPA). Proses distribusi dan penyimpanan yang sulit dikontrol dapat menyebabkan BPA meluruh dan dapat menimbulkan masalah kesehatan apabila tak sengaja dikonsumsi terus menerus bersama air minum.

    Pada tahun 2024, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengeluarkan aturan baru yang mengharuskan produsen air minum dalam kemasan (AMDK) untuk memasang label peringatan bahaya BPA pada kemasan galon polikarbonat (PC). Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018.

    Produsen AMDK harus melakukan pemasangan label tersebut selambat-lambatnya tahun 2028.

    Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Nia Umar mendorong aturan ini cepat diberlakukan, lantaran berkaitan dengan kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak.

    Berbagai penelitian, menurutnya, telah mengungkap dampak kesehatan akibat paparan BPA terus-menerus dalam waktu jangka panjang.

    “Mbok ya diatur, kalau udah keluar aturannya misal pasang stiker. Ya stiker bisa membantu lah ya untuk ibu-ibu memilih oh ya ini (mengandung BPA). Masak butuh empat tahun sih buat masang stiker aja?” kata Nia Umar dalam acara detikcom Leaders Forum di Jakarta Selatan, Selasa (4/2/2025).

    Nia berharap Indonesia bisa meniru apa yang dilakukan oleh negara-negara lain seperti Prancis yang telah melakukan pelarangan produk BPA. Menurutnya pemerintah harus bisa bertindak tegas untuk mengatur hal ini dan salah satunya diawali dengan langkah pelabelan BPA.

    Selain itu, ia juga menyoroti masih diperlukannya sosialisasi terkait BPA. Menurutnya, masih ada banyak ibu-ibu di Indonesia yang belum mengetahui dampak bahaya dari BPA.

    “Sebenarnya yang dirugikan itu orang-orang yang rentan, yang tidak paham. Saya berulang kali bilang, kalau ibu-ibu kan konsumen, tidak banyak ibu-ibu itu aware risiko BPA ini apa. BPA ini apa aja mungkin mereka nggak paham. Jadi saya rasa menjadi PR bersama juga untuk mensosialisasikan risikonya ke masyarakat,” tambahnya.

    Di sisi lain, Pakar Polimer Universitas Indonesia Prof Dr Mochamad Chalid, SSi, MScEng berharap aturan label bahaya BPA sebaiknya bisa segera direalisasikan. Penerapan aturan tersebut dianggap menjadi langkah awal untuk melindungi masyarakat dari risiko paparan BPA. Karena pada dasarnya, penggunaan BPA untuk produk tertentu sudah dilarang di beberapa negara, khususnya di benua Eropa seperti Inggris, Denmark, dan Prancis.

    “Saya rasa Indonesia wajib ya menerapkan aturan serupa, namun didukung stakeholder juga dan produsen,” tandasnya.

    (avk/up)

  • Susul AS, Argentina Umumkan Keluar dari Keanggotaan WHO!

    Susul AS, Argentina Umumkan Keluar dari Keanggotaan WHO!

    Jakarta

    Otoritas Argentina mengumumkan negaranya akan ikut keluar dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyusul langkah Presiden AS Donald Trump. Keputusan tersebut dilatarbelakangi keluhan yang mirip dengan AS, salah satunya terkait pandemi COVID-19.

    Juru bicara Presiden Javier Milei mengumumkan keputusan ini dua minggu setelah Presiden Donald Trump, Rabu (5/2/2025).

    “Keputusan Milei didasarkan pada perbedaan yang mendalam mengenai pengelolaan kesehatan, terutama selama pandemi,” kata juru bicara Manuel Adorni kepada wartawan, seraya menambahkan Argentina tidak akan membiarkan badan internasional mencampuri kedaulatan negaranya.

    Ia menyoroti dampak dari perintah lockdown terlama dalam sejarah dan kurangnya independensi (di WHO) terkait menghadapi pengaruh politik beberapa negara, tanpa menyebut nama.

    Adorni menegaskan tindakan tersebut memberi Argentina fleksibilitas lebih besar untuk menerapkan kebijakan yang disesuaikan dengan konteks secara lokal sambil memastikan ketersediaan sumber daya yang lebih besar.

    Data WHO menunjukkan Argentina menyumbang sekitar USD 8,75 juta dalam bentuk iuran keanggotaan kepada organisasi tersebut sepanjang 2022 hingga 2023 atau setara dengan 0,11 persen dari total anggaran.

    Negara ini dijadwalkan menyumbang USD 8,25 juta untuk siklus dua tahun 2024-2025.

    Namun, sebagian besar anggaran badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa berasal dari sumbangan sukarela, dan Argentina tidak memberikan sumbangan apa pun dalam beberapa tahun terakhir.

    Adorni mengatakan Argentina tidak menerima dana dari WHO, jadi tindakan ini tidak menandakan negara tersebut kehilangan dana.

    Tahun lalu, Argentina menolak untuk bergabung dengan protokol pandemi baru yang disusun oleh WHO dan memberikan pemberitahuan tentang niatnya untuk menarik diri dari badan tersebut sama sekali.

    Sebuah pernyataan dari kantor presiden, yang dikeluarkan setelah pengarahan Adorni, menguraikan keputusan tersebut.

    Pernyataan tersebut mengklaim WHO telah mempromosikan lockdown tanpa dasar ilmiah, saat dunia memerangi pandemi COVID-19, yang telah merenggut jutaan nyawa.

    “Karantina menyebabkan salah satu bencana ekonomi terbesar dalam sejarah dunia,” kata presiden.

    Milei yang menyatakan diri sebagai “anarko-kapitalis” adalah penggemar berat Trump, yang menandatangani perintah beberapa jam setelah pelantikannya pada 20 Januari agar AS menarik diri dari WHO, yang juga dikritiknya atas penanganan pandemi.

    Washington adalah penyumbang terbesar bagi organisasi yang berkantor pusat di Jenewa itu, yang menurut Trump telah ‘merampok’ negaranya dan penarikan diri AS membuat inisiatif kesehatan global kekurangan dana.

    Sejak menjabat pada Desember 2023, Milei telah memangkas belanja publik, setelah berjanji untuk mempertahankan defisit anggaran nol pasca bertahun-tahun belanja berlebihan.

    Langkah-langkah penghematannya diperkirakan telah membuat jutaan orang jatuh miskin, tetapi negara itu juga mencatat surplus perdagangan terbesarnya pada tahun 2024, sebagian karena kemerosotan impor dan belanja.

    Milei adalah pemimpin asing pertama yang mengunjungi Trump di perkebunannya di Mar-a-Lago Florida setelah kemenangan pemilu AS pada bulan November.

    (naf/kna)

  • Permintaan Vaksinasi Flu Melonjak di Taiwan pasca Kematian Barbie Hsu

    Permintaan Vaksinasi Flu Melonjak di Taiwan pasca Kematian Barbie Hsu

    Jakarta

    Permintaan vaksin influenza telah melonjak di Taiwan setelah kematian aktris Barbie Hsu karena komplikasi terkait flu. Dilaporkan kurang dari 100.000 dosis vaksin flu yang didanai pemerintah yang tersisa.

    Setelah berita kematian Hsu menjadi berita utama di Taiwan pada Senin (3/2), sekitar 110 ribu dosis vaksin flu yang didanai pemerintah diberikan di periode 4-5 Februari. Sebagai perbandingan, rata-rata 24.700 dosis vaksinasi influenza yang didanai pemerintah diberikan antara 1 hingga 20 Januari.

    Diberitakan Taiwan Focus, Wakil Direktur Jenderal CDC Tseng Shu-huai mengatakan bahwa sementara hanya 90.000 dosis vaksin influenza yang didanai pemerintah yang tersisa pada hari Rabu. Produsen vaksin di seluruh Taiwan masih memiliki total inventaris sekitar 400 ribu dosis yang dibayar sendiri, tidak termasuk stok di berbagai institusi medis.

    Mengenai kemungkinan membeli vaksin flu tambahan, Tseng mengatakan bahwa CDC masih mengevaluasi situasi tersebut secara keseluruhan.

    Chang Feng-yee Presiden Pencegahan Penyakit Menular Taiwan, mengatakan bahwa wabah flu biasanya memuncak pada awal setiap tahun, mencatat bahwa pada saat ini tahun ini.

    “Kebanyakan orang yang membutuhkannya [suntikan flu] seharusnya sudah menerimanya,” kata Chang.

    Namun, kematian Hsu telah meningkatkan kesadaran publik tentang pencegahan flu, mendorong anggota masyarakat untuk divaksinasi.

    Chang, yang pernah menjabat sebagai kepala CDC, mengatakan bahwa pengadaan vaksin oleh agensi mengikuti pendekatan yang direncanakan, dengan perhitungan yang cermat untuk pasokan dan distribusi. Pengadaan darurat tidak mungkin terjadi kecuali wabah global yang tiba-tiba dari jenis flu baru terjadi, tambahnya.

    Chang juga mengatakan bahwa musim flu saat ini bukan yang paling parah dalam dekade terakhir dan tidak menjamin keadaan darurat nasional.

    “Karena distribusi vaksin biasanya selesai sekitar tahun ini, cukup sulit [bagi CDC] untuk mendapatkan batch tambahan pada saat ini,” tambahnya.

    (kna/kna)

  • BPOM RI Godok Aturan Baru Terkait Review Skincare untuk Influencer

    BPOM RI Godok Aturan Baru Terkait Review Skincare untuk Influencer

    Jakarta

    Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI bakal mempersiapkan aturan baru terkait kegiatan review produk pangan, obat, dan kosmetik yang dilakukan oleh influencer. Kepala BPOM Taruna Ikrar menuturkan pihaknya bakal melarang influencer atau pihak lain untuk mengumumkan hasil review produk yang dilakukan secara sembarangan, utamanya hasil laboratorium sebuah produk.

    Ini akan dilakukan karena BPOM RI adalah otoritas yang berwenang melakukan hal tersebut.

    Ikrar menambahkan bahwa masyarakat tetap boleh melakukan review untuk pribadi dan komunitas. Hasil review tersebut nantinya juga bisa diberikan kepada BPOM RI untuk ditelusuri apabila ditemukan masalah.

    “Nah hasil review-nya itu influencer, silahkan review-nya dikasih kami. Setelah kami lihat, tentu kami harus lanjut dengan klarifikasi, klarifikasi data, kami tesnya apa dan sebagainya. Hasil itu kami bertindak, mengambil keputusan,” kata Taruna dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI, Kamis (6/2/2025).

    Saat ini, pihaknya tengah mempersiapkan dasar akademik sebagai basis aturan, melakukan dengar pendapat, hingga dilakukan penyesuaian dan harmonisasi dengan sejumlah aturan yang sudah ada.

    “Baik itu Undang-Undang Kesehatan, baik itu Undang-Undang atau Peraturan tentang Kesehatan, Peraturan Presiden yang berhubungan dengan Kelembagaan Badan POM, Instruksi Presiden yang nomor tiga, juga termasuk di dalamnya tentang Undang-Undang Kerahasiaan Dagang,” tambahnya.

    Dalam kesempatan yang berbeda ketika Kepala BPOM RI bertemu dengan para influencer, Taruna mengapresiasi inisiatif influencer ketika melaporkan adanya dugaan skincare overclaim atau tidak sesuai dengan ketentuan. Namun, ia meminta untuk masyarakat melaporkan terlebih dahulu kepada pihak BPOM RI.

    Ini menurutnya penting untuk mencegah kegaduhan yang terjadi di masyarakat.

    “Bisa dibayangkan misal si A di media sosial menyampaikan hasil lab produk tertentu bermasalah, kemudian pihak B membantah dengan juga menunjukkan hasil lab berbeda, ini kan akhirnya menjadi ribut,” beber Kepala BPOM RI Taruna beberapa waktu lalu.

    “Kemudian yang dituntut untuk membereskan atau ‘cuci tangan’ menjadi BPOM. Padahal, tugasnya kami itu adalah pengawasan, ini yang kemudian menjadi tidak bijak. Karenanya, kita berharap bila menemukan pelanggaran, sampaikan dulu ke BPOM RI, kita terbuka untuk langsung memproses laporan,” tandasnya.

    (avk/naf)

  • Ini yang Terjadi Pada Tubuh Jika Setop Konsumsi Gula Selama 14 Hari

    Ini yang Terjadi Pada Tubuh Jika Setop Konsumsi Gula Selama 14 Hari

    Jakarta

    Menghindari makanan atau minuman manis mungkin agak sulit dilakukan bagi banyak orang. Padahal, menyetop konsumsi gula, setidaknya selama 14 hari memiliki dampak positif bagi tubuh.

    Dikutip dari Times of India, mengurangi atau menghilangkan gula dari pola makan selama dua minggu sudah memberikan perubahan signifikan pada tubuh. Mulai dari kesehatan kulit hingga meningkatkan energi.

    Berikut adalah manfaat yang bisa didapatkan ketika seseorang memutuskan untuk berhenti mengonsumsi gula selama 14 hari.

    1. Usus dan Hati Menjadi Lebih Sehat

    Spesialis gastroenterologi dr Saurabh Sethi, MD MPH mengatakan dirinya telah melihat adanya perubahan para pasien-pasiennya yang berani ‘memotong’ asupan gula sehari-hari.

    “Hanya dalam 14 hari, kesehatan hati dan usus mereka menunjukkan peningkatan signifikan,” kata dr Sethi.

    2. Berat Badan Mengalami Penurunan

    Mengurangi atau menghentikan konsumsi gula juga bisa berdampak baik pejuang diet. Lemak-lemak yang ‘membandel’ di perut akan lebih mudah untuk dibakar tubuh.

    “Anda juga akan melihat pengurangan lemak perut karena lemak di hati mulai berkurang. Selain itu, menghilangkan gula membuat usus menjadi lebih sehat, dengan memulihkan mikrobioma usus yang sehat,” katanya.

    3. Jerawat dan Kulit Kemerahan Mereda

    Acne fighter atau pejuang jerawat juga bisa mendapatkan manfaat jika menyetop konsumsi gula, setidaknya selama 14 hari.

    “Jika Anda memiliki jerawat atau bintik merah, kulit Anda akan membaik dan tampak lebih bersih,” tutur dr Sethi.

    (dpy/suc)

  • Menyoal Dampak yang Bisa Dihadapi RI saat USAID Resmi Ditutup

    Menyoal Dampak yang Bisa Dihadapi RI saat USAID Resmi Ditutup

    Jakarta

    Badan untuk Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau United States Agency for International Development (USAID) bakal ditutup. Pernyataan ini semula diumumkan Kepala Department of Government Efficiency (DOGE) AS Elon Musk di X Spaces, Senin (3/2).

    “Terkait dengan USAID, saya sudah berbicara dengan (Presiden AS Donald Trump) secara mendetail dan dia setuju kita harus menutupnya,” kata Musk.

    ‘Lampu hijau’ dari Trump disebutnya bisa memangkas anggaran pemerintah. Bantuan yang selama ini digelontorkan kepada lebih dari 100 negara, termasuk negara miskin, disebut akan dialihkan kepada bantuan kemanusiaan yang sesuai dengan kebijakan Make America Great Again (MAGA).

    Seperti diberitakan sebelumnya, Musk menyebut USAID sebagai ‘sarang ular berbisa kaum Marxis kiri radikal’ yang membenci AS. Ia bahkan kerap menuding USAID menjadi ‘tangan panjang’ CIA yang juga mendanai penelitian senjata biologis, termasuk awal mula munculnya COVID-19.

    USAID rencananya akan digabung di bawah kepemimpinan Departemen Luar Negeri AS. Belum lama ini, Menlu AS Marco Rubio bahkan menyatakan dirinya sudah menempati posisi Direktur Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) setelah Elon Musk mengklaim bahwa Donald Trump telah setuju untuk menutup USAID.

    Langkah ini tentu menuai protes sejumlah pihak, utamanya para pegawai lembaga USAID. Sebab, berdirinya USAID selama ini disebut independen dan pengambilalihan Trump dinilai menyalahi regulasi.

    Bagaimana Pengaruh ke RI Bila USAID Benar Ditutup?

    USAID sudah dibentuk sejak 1961 di bawah kepemimpinan John F. Kennedy. Sejak berdiri, USAID membantu mengelola program bantuan kemanusiaan AS, dalam aspek kesehatan, ekonomi, hingga masalah iklim atau lingkungan.

    Vaksinasi Polio

    Sejak 2023, USAID juga memberikan bantuan dana lebih dari 3,2 juta dolar AS atau sekitar Rp 48,4 miliar untuk mendukung penanganan wabah polio di Indonesia dan dua putaran imunisasi nasional.

    USAID bekerja sama dengan WHO telah membantu pemerintah mendistribusikan 31 juta dosis vaksin polio nOPV2 ke jutaan anak di Aceh hingga Papua. Terlebih, pasca polio kembali ditemukan pada 2022, saat Indonesia melaporkan tiga kasus polio di Pidie, Aceh.

    Stunting di Papua

    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bersama PT Freeport Indonesia (PTFI), United States Agency for International Development (USAID) meluncurkan program Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Indonesia (PASTI)-Papua, Jumat (13/9).

    Program ini bertujuan untuk mempercepat penurunan stunting dan peningkatan status gizi anak di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Mimika dan Kabupaten Nabire (Papua Tengah) serta Kabupaten Asmat (Papua Selatan).

    Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Maria Endang Sumiwi kala itu menekankan kerja sama ini sejalan dengan tujuan pembangunan nasional yaitu untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing, dengan mengalokasikan dana sebesar USD 4 juta.

    Mengingat, menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, Papua Tengah memiliki angka prevalensi stunting sebesar 39,4 persen dengan jumlah kasus stunting sebanyak 46.128 kasus. Sementara angka prevalensi stunting di Papua Selatan mencapai 25 persen, dengan jumlah kasus stunting sebanyak 33.304 kasus.

    Penanganan HIV-AIDS dan Sanitasi Air Minum

    Pada 2023, AS, menggelontorkan USD 72 miliar ke berbagai belahan dunia guna mendanai berbagai program, mulai dari kesehatan perempuan, akses terhadap air bersih penanganan HIV-AIDS, keamanan energi, hingga persoalan antikorupsi.

    USAID juga mendukung pemerintah untuk mencapai target akses air minum aman hingga 45 persen pada 2030 mendatang.

    Program USAID untuk air minum dan sanitasi berketahanan iklim (IUWASH Tangguh) bertujuan untuk memperkuat akses air minum yang dikelola dengan aman. Salah satunya melalui dukungan pada Kementerian Pekerjaan Umum dalam uji coba Zona Air Minum Prima (ZAMP) di Pematangsiantar, Sumatera Utara.

    Pada tanggal 10 Desember 2024, sistem ZAMP di Perumahan Meranti Permai, Pematangsiantar secara resmi diluncurkan oleh Walikota Pematangsiantar. Sistem ZAMP menyediakan akses air berkualitas tinggi selama 24 jam setiap hari, untuk 213 rumah tangga di Perumahan Meranti Permai.

    ZAMP dirancang untuk menyediakan air siap minum yang memenuhi standar kualitas yang disyaratkan oleh Kementerian Kesehatan.

    Tiga Jenis Bantuan yang Dibatalkan

    Dalam pengumuman resmi mereka di laman Instagram USAID, sedikitnya tiga permohonan jenis bantuan yang semula sudah disepakati, dibatalkan. Bantuan-bantuan tersebut meliputi:

    Solicitation No. 72049725R00001 Resident Hire USPSC Infectious Disease Advisor, GS-13Solicitation No. 72049725R10002 USAID CCNPSC Project Management Specialist (Tuberculosis) FSN-10,Solicitation No. 72049725R10004 USAID CCNPSC Project Management Specialist (Urban Resilience Lead), FSN-11.

    (naf/naf)

  • Nyeri Dada Seperti Ini Bisa Jadi Tanda Kanker Esofagus, Waspadai Gejalanya

    Nyeri Dada Seperti Ini Bisa Jadi Tanda Kanker Esofagus, Waspadai Gejalanya

    Jakarta

    Mungkin belum banyak yang sadar nyeri di area dada bisa menjadi sebuah tanda masalah kanker, salah satunya kanker esofagus atau kerongkongan. Mengetahui berbagai gejala kanker menjadi hal yang sangat penting untuk penanganan lebih dini.

    Semakin cepat masalah kanker ditemukan, semakin besar juga kemungkinan pasien untuk bisa dirawat dengan baik. Salah satu tanda gejala kanker esofagus adalah heartburn, sensasi terbakar atau nyeri di area dada atau bagian ulu hati yang muncul terus menerus.

    Gejala heartburn ini sangat mirip dengan kondisi maag hingga gastroesophageal reflux disease (GERD).

    “Jika Anda mengalami nyeri ulu hati setiap hari, atau jika Anda harus terus-menerus mengonsumsi obat bebas untuk meredakannya, Anda harus menemui dokter umum untuk mendapatkan diagnosis penyebab yang mendasarinya,” kata ketua Action Against Heartburn (AAH) Jill Clark dikutip dari The Sun, Rabu (5/2/2025).

    Esofagus merupakan saluran makanan yang menghubungkan mulut dan lambung. Tumor dapat berkembang di mana saja di sepanjang saluran tersebut dan lebih mungkin terjadi pada orang dengan beberapa faktor risiko.

    Beberapa di antaranya seperti orang yang obesitas, memiliki kebiasaan minum alkohol, hingga sering mengonsumsi minuman panas.

    Selain nyeri ulu hati, gejala awalnya biasanya juga meliputi batuk berkepanjangan, suara serak, kesulitan menelan, dan nyeri di tenggorokan.

    Apabila mengalami gejala demikian, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Ini untuk memastikan apakah gejala yang dialami memang berkaitan dengan kanker atau tidak.

    Dokter konsultan bedah di Oxford University Hospitals Dr Sheraz Markar menuturkan bahwa terjadi peningkatan kasus kanker esofagus di bawah usia 50 tahun. Hingga saat ini pemicunya tidak jelas, tetapi faktor gaya hidup tidak sehat disebut menjadi penyebabnya.

    “Alasannya tidak jelas, tetapi bisa jadi karena faktor gaya hidup seperti pola makan yang tidak sehat, merokok, dan konsumsi alkohol berlebihan,” kata Markar.

    Ia mengungkapkan terdapat tanda-tanda peringatan lain yang harus diperhatikan:

    Nyeri ulu hati hingga gangguan pencernaan.Kesulitan menelan.Penurunan berat badan tanpa alasan jelas.Merasa sakit atau tidak enak badan.

    (avk/naf)

  • Video: BPOM Jelaskan Perannya di Program Makan Gratis

    Video: BPOM Jelaskan Perannya di Program Makan Gratis

    Video: BPOM Jelaskan Perannya di Program Makan Gratis

  • Video: Lembaga USAID Bakal Ditutup Trump, Para Staf Cuti Mulai 7 Februari

    Video: Lembaga USAID Bakal Ditutup Trump, Para Staf Cuti Mulai 7 Februari

    Jakarta – Presiden AS, Donald Trump, berencana menutup lembaga amal United States Agency for International Development (USAID). Dalam sebuah pernyataan di websites resmi, semua personel USAID di seluruh dunia diberikan cuti administratif mulai 7 Februari 2025.

    (/)