Category: Detik.com Kesehatan

  • 7 Buah yang Bisa Picu GERD, Ada Lemon hingga Nanas

    7 Buah yang Bisa Picu GERD, Ada Lemon hingga Nanas

    Jakarta – Mengkonsumsi buah setiap hari dapat membantu tubuh agar tetap sehat. Walau kaya akan vitamin dan nutrisi penting, tetapi tidak semua buah aman dikonsumsi bagi pengidap GERD.

    Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau asam lambung adalah gangguan pencernaan yang salah satunya dipicu oleh makanan. Maka dari itu, pengidapnya harus hati-hati dalam memilih makanan untuk dikonsumsi, termasuk buah-buahan.

    Lantas, apa saja buah yang dapat menyebabkan asam lambung? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Buah yang Menyebabkan GERD

    Buah yang mengandung asam sitrat tinggi dapat menyebabkan lambung memproduksi lebih banyak asam. Akibatnya, lambung menjadi penuh dan bisa menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan.

    Nah, ada sejumlah buah yang mengandung kadar asam tinggi sehingga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bagi pengidap GERD. Dilansir situs Healthline dan The Surgical Clinic, berikut daftar buah-buahannya:

    1. Jeruk

    Jeruk merupakan salah satu buah yang sebaiknya dihindari bagi pengidap GERD. Soalnya, buah berwarna oranye ini memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi.

    Jeruk memiliki derajat keasaman (pH) sekitar 3,69 hingga 4,34. Sebagai informasi, derajat keasaman memiliki skala 0-14. Semakin rendah angka pH-nya, maka semakin tinggi pula derajat keasaman sebuah makanan.

    2. Lemon

    Selain jeruk, lemon juga memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi. Oleh sebab itu, pengidap asam lambung tidak disarankan untuk mengkonsumsi lemon.

    Lemon memiliki tingkat keasaman sekitar 2. Hal tersebut yang membuat lemon memiliki rasa yang lebih asam daripada jeruk.

    3. Nanas

    Pengidap asam lambung sebaiknya juga tidak mengkonsumsi nanas dalam jumlah banyak. Buah yang satu ini memiliki tingkat keasaman cukup tinggi karena hasil pH-nya menunjukkan angka sekitar 3 sampai 4.

    4. Limau Gedang

    Limau gedang atau disebut juga grapefruit merupakan buah berbentuk jeruk, tetapi dengan daging buah berwarna kemerahan. Buah ini dikenal juga sebagai jeruk bali merah.

    Meski terlihat lezat dan menyegarkan, tetapi kandungan asam di dalam limau gedang cukup tinggi. Sama seperti buah sitrus lainnya, limau gedang memiliki pH di angka 2,9 hingga 3,3.

    5. Tomat

    Di daftar berikutnya ada tomat. Buah yang bisa dikonsumsi secara langsung atau diolah menjadi saus ternyata memiliki tingkat keasaman cukup tinggi, sehingga perlu dihindari bagi pengidap GERD.

    Tingkat keasaman tomat berada di angka sekitar 4,05 hingga 4,65. Apabila terlalu sering mengkonsumsi tomat maka berisiko menyebabkan asam lambung naik.

    6. Apel Hijau

    Berbeda dengan apel merah, kandungan asam pada apel hijau cenderung lebih tinggi sehingga rasanya pun juga cenderung asam. Oleh sebab itu, pengidap asam lambung disarankan untuk tidak terlalu sering mengkonsumsi apel hijau karena berisiko memperparah gejala GERD.

    7. Jeruk Nipis

    Mengkonsumsi jeruk nipis dapat membantu tubuh tetap sehat dan segar. Namun, jeruk nipis juga mengandung asam yang cukup tinggi sehingga tidak aman bagi pengidap GERD.

    Sebuah studi yang melibatkan 400 pasien pengidap maag melakukan percobaan dengan meminum jus jeruk nipis dan jus jeruk. Hasilnya, sekitar 73% dari mereka mengalami sakit maag setelah minum jus tersebut.

    Demikian tujuh buah yang dapat memicu GERD. Semoga artikel ini bermanfaat!

    (ilf/fds)

  • Ahli Ungkap Pola Makan yang Bikin Panjang Umur, Termasuk Porsinya

    Ahli Ungkap Pola Makan yang Bikin Panjang Umur, Termasuk Porsinya

    Jakarta

    Sarapan menjadi hal yang penting untuk kesehatan. Tak hanya itu, para ahli juga menekankan perlunya memastikan sarapan yang dikonsumsi berkualitas tinggi dan jumlahnya sesuai.

    Sebuah studi terbaru menemukan bahwa mengkonsumsi 20 hingga 30 persen kalori harian saat sarapan dikaitkan dengan kesehatan yang lebih baik.

    Para ahli meneliti bagaimana asupan energi dan kualitas sarapan mempengaruhi kesehatan utama, seperti kolesterol, tekanan darah, berat badan, dan dan faktor kardiometabolik lainnya. Untuk uji coba tersebut, penelitian ini melibatkan 383 peserta berusia antara 55 dan 75 tahun dengan sindrom metabolik selama 3 tahun.

    Hasilnya menunjukkan individu yang sarapan memiliki kualitas diet keseluruhan yang lebih baik dan risiko kardiometabolik yang lebih rendah.

    “Kebiasaan sarapan yang sehat berhubungan dengan penuaan sehat dengan meningkatkan faktor risiko jantung,” tulis para peneliti dalam studi yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition, Health, and Aging.

    Di antara peserta yang sarapan dengan menu yang rendah energi dan berkualitas rendah dikaitkan dengan lemak tubuh yang lebih tinggi. Selain itu, kadar trigliserida meningkat, serta kolesterol baik high density lipoprotein (HDL) yang lebih rendah pada orang dewasa, dengan risiko tinggi.

    Studi tersebut juga mengungkapkan sarapan berkualitas rendah dikaitkan dengan fungsi ginjal yang lebih buruk.

    “Individu dengan risiko kardiovaskular tinggi dapat memperoleh manfaat dari sarapan yang seimbang untuk menjaga berat badan, lingkar pinggang, profil lipid, dan fungsi ginjal yang sehat,” tulis para peneliti yang dikutip dari Medical Daily.

    “Sarapan yang mengandung 20-30 persen dari total asupan kalori dikaitkan dengan nilai BMI, WC, trigliserida, dan konsentrasi HDL-C yang lebih rendah. Sementara sarapan berkualitas tinggi dikaitkan dengan nilai WC, HDL-C, dan eGFR yang lebih sehat,” sambungnya.

    Melihat itu, peneliti utama studi Álvaro Hernáez mengungkapkan bahwa sarapan adalah makanan yang terpenting. Ia menyarankan agar sarapan dengan menu yang seimbang dan sehat.

    Menurut hasil penelitian, bagi seseorang yang mengonsumsi makanan berkalori sebanyak 2.000 kalori, setidaknya harus sarapan dengan menyediakan sekitar 400-600 kalori.

    Dari segi kualitas, fokusnya adalah pada pencapaian makanan seimbang yang mencakup biji-bijian utuh, protein rendah lemak, lemak sehat, dan buah-buahan atau sayuran. Selain itu, hindari makanan olahan yang tinggi gula tambahan dan lemak tidak sehat.

    (sao/naf)

  • Iuran BPJS Kesehatan Akan Naik di 2026, Segini Besaran Iuran Tahun 2025

    Iuran BPJS Kesehatan Akan Naik di 2026, Segini Besaran Iuran Tahun 2025

    Jakarta

    Pemerintah merencanakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan di tahun 2026. Kebijakan tersebut diambil untuk mencegah defisit atau gagal bayar BPJS Kesehatan.

    “Saya sudah bilang ke bapak (Presiden Prabowo), kalau hitungan kami dan bu Menkeu di 2025 harusnya aman, di 2026 kemungkinan mesti ada adjustment dari tarifnya,” beber Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Rabu (5/2/2025).

    Dalam lampiran Program Penyusunan Peraturan Presiden Tahun 2025, rancangan peraturan Presiden tentang Jaminan Kesehatan tengah diatur dengan beberapa materi muatan salah satunya penyesuaian manfaat dengan tetap mengakomodir manfaat yang telah ada saat ini.

    Dituliskan juga terkait penyesuaian iuran peserta jaminan kesehatan baik sektor formal dan informal. Penyesuaian standar tarif ini juga disebut akan menyesuaikan kebijakan KRIS dan rumah sakit.

    Besaran Iuran BPJS Kesehatan Tahun 2025

    Besaran iuran saat ini belum ada perubahan hingga ada kabar dari pemerintah lebih lanjut. Aturan terkait iuran tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2022. Di dalamnya dimuat pembayaran paling lambat tanggal 10 setiap bulannya, dan tidak ada denda telat membayar mulai 1 Juli 2026.

    Denda dikenakan jika dalam 45 hari sejak status kepesertaan diaktifkan kembali, peserta mendapatkan layanan kesehatan rawat inap.

    Dalam aturan itu, skema iuran dibagi dalam beberapa kategori. Berikut penjelasannya:

    1. Peserta Penerima Bantun Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan yang iurannya dibayarkan langsung oleh Pemerintah.

    2. Iuran bagi peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) yang bekerja pada Lembaga Pemerintahan terdiri dari Pegawai Negeri Sipil, anggota TNI, anggota Polri, pejabat negara, dan pegawai pemerintah non pegawai negeri sebesar 5% dari Gaji atau Upah per bulan dengan ketentuan : 4% dibayar oleh pemberi kerja dan 1% dibayar oleh peserta.

    3. Iuran peserta PPU yang bekerja di BUMN, BUMD dan Swasta sebesar 5% dari Gaji atau Upah per bulan dengan ketentuan : 4% dibayar oleh Pemberi Kerja dan 1% dibayar oleh Peserta.

    4. Iuran keluarga tambahan PPU terdiri dari anak keempat dan seterusnya, ayah, ibu dan mertua, besaran iuran sebesar sebesar 1% dari dari gaji atau upah per orang per bulan, dibayar oleh pekerja penerima upah.

    5. Iuran bagi kerabat lain dari PPU seperti saudara kandung/ipar, asisten rumah tangga, dan lainnya, peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) serta iuran peserta bukan pekerja ada perhitungannya sendiri, berikut rinciannya:

    Kelas 1: Peserta BPJS Kesehatan wajib membayar iuran sebesar Rp150 ribu per orang per bulan.Kelas 2: Peserta BPJS Kesehatan wajib membayar iuran sebesar Rp100 ribu per orang per bulan.Kelas 3: Peserta BPJS Kesehatan wajib membayar iuran sebesar Rp35 ribu per orang per bulan.Untuk iuran BPJS Kesehatan kelas 3 sebenarnya sebesar Rp 42.000 per bulan, namun pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp 7.000.

    6. Iuran Jaminan Kesehatan bagi Veteran, Perintis Kemerdekaan, dan janda, duda, atau anak yatim piatu dari Veteran atau Perintis Kemerdekaan, ditetapkan sebesar 5% dari 45% gaji pokok Pegawai Negeri Sipil golongan ruang III/a dengan masa kerja 14 tahun per bulan, dibayar oleh Pemerintah.

    (kna/kna)

  • Video: Dinkes DKI Siapkan 44 Puskesmas untuk Cek Kesehatan Gratis Tahap Awal

    Video: Dinkes DKI Siapkan 44 Puskesmas untuk Cek Kesehatan Gratis Tahap Awal

    Video: Dinkes DKI Siapkan 44 Puskesmas untuk Cek Kesehatan Gratis Tahap Awal

  • Video: Janji Menkes Tak Kurangi Layanan Kesehatan Meski Anggaran Dipangkas

    Video: Janji Menkes Tak Kurangi Layanan Kesehatan Meski Anggaran Dipangkas

    Video: Janji Menkes Tak Kurangi Layanan Kesehatan Meski Anggaran Dipangkas

  • Paksu Wajib Tahu! 3 Trik yang Bikin Istri Mudah Capai Orgasme

    Paksu Wajib Tahu! 3 Trik yang Bikin Istri Mudah Capai Orgasme

    Jakarta

    Wanita disebut lebih sulit untuk mencapai puncak kenikmatan saat bercinta atau orgasme dibandingkan pria. Setiap wanita memiliki keinginan yang berbeda tentang hal-hal yang dapat membuat mereka terangsang saat bercinta.

    Meski begitu, bukan berarti orgasme wanita adalah sesuatu yang mustahil untuk dicapai. Masih ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk membuat istri mencapai orgasme seperti yang diinginkannya.

    Berikut tiga hal yang bisa dilakukan para suami untuk membantu istri mencapai orgasme yang memuaskan saat bercinta:

    1. Luangkan Lebih Banyak Waktu untuk Foreplay

    Saat bercinta, usahakan untuk tidak terburu-buru untuk melakukan penetrasi. Cobalah luangkan waktu untuk melakukan berbagai ‘sesi pemanasan’ atau foreplay selama bercinta.

    Sebagai awal, ciptakan suasana yang romantis dan sensual. Bisa dengan menyalakan lilin atau musik yang romantis penuh cinta.

    Selanjutnya, berikan sentuhan lembut untuk istri, misalnya seperti memegang tangan, memeluk, hingga menyentuh zona sensitifnya. Bisa juga dengan memberikan ciuman di beberapa bagian tubuh, mulai dari bibir, bahu, leher, hingga payudara.

    2. Temukan G-spot Pasangan dengan Tepat

    Dikutip dari Everyday Health, klitoris dan titik G sangat penting untuk orgasme wanita. Itu terletak pada ujung saraf, sama dengan kepala penis.

    Klitoris sangat sensitif dan kebanyakan wanita membutuhkan rangsangan di area ini untuk mengalami klimaks. Suami dapat membelai dan merangsang labia atau bibir vagina untuk membangkitkan gairah istri karena jaringan klitoris yang terletak di dalamnya.

    “Beberapa wanita juga menyukai rangsangan di sini, selain rangsangan kepala klitoris langsung yang dapat sangat intens bagi sebagian wanita,” beber pakar kesehatan seksual dari Texas A&M School of Medicine, Lyndsey Harper, MD.

    Di sisi lain, G-spot terletak di dalam vagina. Ini merupakan kumpulan ujung saraf yang sangat sensitif, dan umumnya terletak di dinding anterior vagina atau bagian dalam vagina yang dekat ke perut.

    “Anda dapat bereksperimen dan melihat apakah area ini membawa kenikmatan seksual melalui rangsangan manual, mainan seks, dan posisi seks penetrasi tertentu yang memberi tekanan pada vagina anterior,” sambungnya.

    3. Cobalah Posisi yang Disukai Istri

    Faktor lain yang dapat membantu istri mencapai orgasme adalah posisi seks. Hal ini yang melibatkan rangsangan pada klitoris dapat meningkatkan peluang istri mencapai orgasme saat penetrasi vagina.

    Berikut beberapa posisi seks yang banyak disukai wanita:

    Spooning: Pada posisi ini, sudut penetrasi memungkinkan pangkal penis untuk merangsang klitoris. Selain itu, posisi ini juga memudahkan akses bagi suami untuk memberikan rangsangan pada istri di area sensitifnya.

    Woman on top: Ini merupakan salah satu posisi seks yang dapat memberikan rangsangan terbaik pada G-spot. Pada posisi ini, istri dapat menggerakkan tubuhnya untuk membantunya merangsang klitoris dan menemukan sudut penetrasi yang pas.

    Sitting: Dengan posisi ini, suami dapat memberikan stimulasi yang pas pada klitoris. Ini memberikan banyak keintiman, sehingga dapat meningkatkan gairah istri saat bercinta.

    (sao/naf)

  • Video: Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis Jika Tak Punya Gawai

    Video: Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis Jika Tak Punya Gawai

    Video: Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis Jika Tak Punya Gawai

  • Ada Benarnya, Studi Ini Buktikan Wanita Lebih Cerewet dari Pria

    Ada Benarnya, Studi Ini Buktikan Wanita Lebih Cerewet dari Pria

    Jakarta

    Wanita kerap dianggap lebih banyak berbicara dibandingkan pria. Untuk membuktikan hal ini, para peneliti dari University of Arizona melakukan analisis ilmiah untuk mencari tahu siapa yang sebenarnya paling banyak berbicara.

    Melalui analisis 631.030 rekaman dari 2.197 peserta di empat negara, penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology itu mengungkapkan bahwa wanita berbicara sedikit lebih banyak secara rata-rata sekitar 13.349 kata per hari dibandingkan dengan 11.950 kata yang diucapkan pria. Perbedaan jumlah kata yang diucapkan juga bervariasi di setiap fase kehidupan.

    Para peneliti membagi peserta ke dalam kelompok usia: remaja (10-17 tahun), dewasa muda (18-24 tahun), dewasa awal/menengah (25-64 tahun), dan dewasa tua atau lansia (65 tahun ke atas). Yang menarik, hanya kelompok 25-64 tahun yang menunjukkan perbedaan signifikan, dengan wanita di kelompok ini berbicara sekitar 21.845 kata per hari dibandingkan dengan 18.570 kata yang diucapkan pria.

    “Perbedaan terkait gender dalam pengasuhan anak dan perawatan keluarga adalah salah satu kemungkinan yang dapat menjelaskan perbedaan ini,” jelas penulis senior Matthias Mehl, seorang profesor psikologi di Universitas Arizona, dikutip dari Study Finds.

    “Jika faktor biologis seperti hormon menjadi penyebab utama, perbedaan gender yang cukup besar seharusnya juga ada di antara orang dewasa yang baru muncul. Jika perubahan generasi masyarakat menjadi kekuatan pendorong, seharusnya ada perbedaan gender yang meningkat secara bertahap dengan peserta yang lebih tua. Namun, keduanya tidak terjadi.”

    Di sisi lain, studi ini juga menemukan bahwa masyarakat saat ini berbicara sekitar 3 ribu kata lebih sedikit setiap harinya dibandingkan dengan kurang dari dua dekade lalu. Antara tahun 2005 dan 2018, para peneliti menemukan bahwa rata-rata jumlah kata yang diucapkan per hari turun dari 16 ribu menjadi sekitar 13 ribu kata.

    Penurunan ini tampaknya terkait dengan meningkatnya ketergantungan masyarakat pada alat komunikasi digital seperti chat, sms, dan media sosial.

    “Kami melakukan analisis lengkap dengan melihat tahun pengumpulan data dan menemukan bahwa, memang, rata-rata 300 kata yang diucapkan per tahun hilang,” kata salah satu penulis utama studi Valeria Pfeifer.

    Tren penurunan dalam berbicara secara keseluruhan memiliki implikasi yang lebih luas bagi kesehatan dan kesejahteraan manusia. Interaksi sosial melalui percakapan memainkan peran penting dalam kesehatan mental dan fisik, mirip dengan olahraga atau tidur.

    (suc/kna)

  • Video: Kemenkes Imbau Cek Kesehatan Gratis Tetap di Domisili

    Video: Kemenkes Imbau Cek Kesehatan Gratis Tetap di Domisili

    Video: Kemenkes Imbau Cek Kesehatan Gratis Tetap di Domisili

  • Cek Kesehatan Gratis Dimulai 10 Februari, Khusus 7-17 Tahun Dilakukan di Sekolah

    Cek Kesehatan Gratis Dimulai 10 Februari, Khusus 7-17 Tahun Dilakukan di Sekolah

    Jakarta

    Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Ulang Tahun akan dimulai Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) pada 10 Februari 2025. Program ini dikhususkan untuk anak-anak 0-6 tahun dan dewasa-lansia, usia 17 tahun ke atas. Lalu, bagaimana untuk anak SD, SMP dan SMA?

    Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes RI, Maria Endang Sumiwi, mengatakan program cek kesehatan gratis ini dibagi menjadi 3 jenis, yakni CKG Ulang Tahun, CKG Sekolah, dan CKG Khusus. Untuk anak-anak usia 7-17 tahun, akan melakukan pemeriksaan di sekolah.

    “Kemarin ada yang tanya, kok usia segini (7-17 tahun) kok gak masuk (CKG Ulang Tahun)? Kita pisahkan supaya mengatur beban pelayanan di faskes-faskes kita,” kata Maria di kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Jumat (7/2/2025).

    CKG Sekolah akan dilakukan pada bulan Juli 2025 mendatang. Ini bertepatan dengan tahun ajaran baru siswa. Saat ini, Kemenkes sedang menyempurnakan program tersebut, agar dapat berjalan maksimal di hari pelaksanaan.

    “Ini (CKG Ulang Tahun) akan kita mulai besok, hari Senin. Seluruh puskesmas kita sudah siap,” kata Maria.

    Berikut adalah jenis-jenis pemeriksaan gratis yang bisa didapatkan siswa di sekolah.

    SD (7-12 Tahun)

    Status giziMerokok (kelas 5-6)Tingkat aktivitas fisik (kelas 4-6)Tekanan darahGula darahTuberkulosisTelingaMataGigiJiwaHati (Hepatitis B)

    SMP (13-15 Tahun)

    Status giziMerokokTingkat aktivitas fisikTekanan darahGula darahTuberkulosisTalasemia (kelas 7)Anemia remaja putri (kelas 7)TelingaMataGigiJiwaHati (Hepatitis B dan C)

    SMA (16-17 Tahun)

    Status giziMerokokTingkat aktivitas fisikTekanan darahGula darahTuberkulosisAnemia remaja putri (kelas 10)TelingaMataGigiJiwaHati (hepatitis B dan C)

    (dpy/up)