Category: Detik.com Kesehatan

  • Daftar Cek Kesehatan Gratis Khusus Dewasa 18-59 Tahun, Fungsi Ginjal hingga Kanker

    Daftar Cek Kesehatan Gratis Khusus Dewasa 18-59 Tahun, Fungsi Ginjal hingga Kanker

    Jakarta

    Masyarakat Indonesia bisa mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah mulai Senin (10/2) di puskesmas dan klinik kesehatan.

    Program yang digagas pemerintah ini bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Masyarakat bisa mengakses program ini bertepatan saat hari ulang tahun masing-masing.

    Untuk mempermudah masyarakat dalam mendaftar CKG, pemerintah telah menyediakan aplikasi SatuSehat Mobile. Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan, Kemenkes Setiaji menjelaskan aplikasi SatuSehat mungkinkan masyarakat mendaftar tanpa harus antre di Puskesmas.

    “Untuk mendaftar, masyarakat hanya perlu mengunduh aplikasi Satu Sehat Mobile. Setelah mengunduh aplikasi, mereka akan menemukan fitur CKG (Cek Kesehatan Gratis) yang aktif mulai besok. Sebelum menggunakan fitur ini, pastikan untuk mengisi profil di aplikasi tersebut,” ujar Setiaji.

    Setelah mengisi profil, masyarakat dapat mendaftar untuk pemeriksaan kesehatan dengan memilih tanggal pemeriksaan, yang harus dilakukan H+30 setelah ulang tahun. Selain itu, aplikasi ini juga memungkinkan pengguna untuk mendaftarkan keluarga atau anak mereka untuk pemeriksaan yang sama.

    Bagi masyarakat yang tidak menggunakan aplikasi Satu Sehat Mobile, terdapat alternatif pendaftaran melalui WhatsApp dengan nomor 0811-1050-0567. Fitur chatbot pada nomor tersebut akan memandu masyarakat dalam melakukan pendaftaran CKG secara mudah.

    Daftar Layanan Cek Kesehatan Gratis Bagi Dewasa 18-59 Tahun

    Dikutip dari laman Kemenkes RI, berikut daftar layanan Cek Kesehatan Gratis Lengkap untuk Dewasa 18-59 tahun.

    MerokokTingkat aktivitas fisikStatus giziGigiTekanan DarahGula darahRisiko stroke (mulai usia 40 tahun)Risiko jantung (mulai usia 40 tahun)Fungsi ginjal (mulai usia 40 tahun)TuberkulosisPenyakit paru obstruktif kronis (PPOK) mulai usia 40 tahunKanker payudara (pada perempuan mulai usia 30 tahun)Kanker leher rahim (pada perempuan mulai usia 30 tahun)Kanker paru (pada laki-laki mulai usia 45 tahun)Kanker usus (pada laki-laki mulai usia 45 tahun)MataTelingaKesehatan jiwaHepatitis BHepatitis CFibrosis/sirosis hatiAnemia (hanya pada perempuan-calon pengantin)Sifilis (calon pengantin)HIV (calon pengantin)

    (suc/suc)

  • Terungkap! Rutin Minum Jenis Teh Ini Ternyata Bisa Bikin Umur Panjang

    Terungkap! Rutin Minum Jenis Teh Ini Ternyata Bisa Bikin Umur Panjang

    Jakarta

    Teh hitam menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan tubuh, salah satunya berkontribusi terhadap kesehatan secara menyeluruh dan umur panjang.. Penelitian pun membuktikan bahwa teh hitam memang bisa menurunkan risiko kematian dini.

    Dikutip dari Times of India, melalui studi yang dilakukan pada tahun 2022 terhadap hampir 500.000 orang, menemukan bahwa mereka yang rutin mengonsumsi meminum teh hitam, setidaknya dua cangkir per hari memiliki risiko kematian dini 9-13 persen lebih rendah.

    Mereka yang mengonsumsi teh, termasuk teh hitam ini juga diketahui lebih rendah kemungkinannya meninggal karena serangan jantung atau stroke.

    “Memasukkan teh hitam ke dalam rutinitas Anda dapat menjadi cara yang menyenangkan dan mudah untuk mendukung umur panjang dan kesehatan secara keseluruhan,” kata ahli diet Vandana Sheth, RDN, CDCES, FAND.

    Berikut adalah manfaat yang bisa didapatkan saat rutin mengonsumsi teh hitam.

    1. Melindungi dari Penyakit Kronis

    Teh hitam dikenal sebagai minuman yang kaya akan antioksidan, sehingga dapat membantu melindungi dari penyakit kronis. Daun teh hitam teroksidasi sepenuhnya, sehingga menghasilkan pembentukan antioksidan yang lebih baik dari teh lainnya.

    Teh hitam kaya akan flavonoid yang disebut theaflavin dan thearubigin yang telah dikaitkan dengan manfaat untuk peradangan kronis dan pencegahan penyakit.

    2. Mendukung Kesehatan Jantung

    Kandungan antioksidan di teh hitam dapat menurunkan risiko terkena penyakit jantung. Pada sebuah penelitian, teh hitam juga dapat membantu untuk mengontrol tekanan darah.

    “Hipertensi merupakan faktor utama untuk morbiditas dan mortalitas kardiovaskular, jadi tekanan darah yang sehat adalah kunci untuk umur panjang,” kata Sheth.

    3. Meningkatkan Kesehatan Usus

    Dikutip dari Healthline kandungan polifenol pada teh hitam dapat membantu menjaga kesehatan usus. Polifenol dapat mendorong pertumbuhan bakteri baik dan menghambat pertumbuhan bakteri jahat.

    Sebuah studi tahun 2023 menemukan bahwa minum tiga cangkir teh setiap hari meningkatkan jumlah bakteri usus yang sehat, termasuk jenis yang memainkan peran penting dalam kekebalan.

    Penelitian menunjukkan bahwa minum teh hitam dapat membantu menurunkan gula darah setelah makan atau ngemil, yang juga dikenal sebagai glukosa pasca-makan.

    5. Meningkatkan Fokus

    Teh hitam mengandung kafein dan asam amino yang disebut L-theanine, yang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan fokus. L-theanine meningkatkan aktivitas alfa di otak, menghasilkan relaksasi dan fokus yang lebih baik.

    (dpy/suc)

  • Lengkap! Daftar Layanan Cek Kesehatan Gratis untuk Bayi Baru Lahir Usia 2 Hari

    Lengkap! Daftar Layanan Cek Kesehatan Gratis untuk Bayi Baru Lahir Usia 2 Hari

    Jakarta

    Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai kado ulang tahun dari negara kepada masyarakat akan dimulai pada 10 Februari 2025. Program ini dilaksanakan berdasarkan siklus hidup masyarakat, dengan fokus utama pada tiga momentum pelaksanaan: CKG ulang tahun, CKG sekolah, dan CKG khusus untuk ibu hamil dan balita.

    Pemeriksaan kesehatan ini akan dilakukan di Puskesmas dan klinik yang telah bekerja sama.

    Jenis pemeriksaan dalam CKG sangat bervariasi, mulai dari skrining kekurangan hormon, penyakit jantung bawaan, hingga pemeriksaan gizi, telinga, mata, dan tekanan darah.

    Untuk usia dewasa dan lansia, fokus pemeriksaan akan mencakup risiko stroke, jantung, kanker, serta kesehatan mental dan fisik.

    “Kita telah memetakan beban penyakit berdasarkan siklus hidup masyarakat Indonesia, mulai dari bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia,” ujar dr Endang dalam konferensi pers yang berlangsung pada Jumat (7/2) di gedung Kemenkes, Jakarta.

    “Jangan tunggu sampai merasa sakit, datanglah dan periksakan kesehatan. Program ini tidak hanya untuk yang sakit, tetapi untuk semua kalangan agar dapat menjaga kesehatan sejak dini,” tambahnya.

    Daftar Layanan Cek Kesehatan Gratis untuk Bayi Baru Lahir Usia 2 Hari

    Cek Kesehatan Gratis pada usia bayi dua hari atau lebih dari 24 jam dilakukan untuk memastikan spesimen yang diambil memiliki arti klinis. Berikut daftar layanannya seperti dikutip dari Instagram Kemenkes RI.

    Kekurangan hormon tiroid sejak lahirKekurangan enzim pelindung sel darah merah (G6PD)Cek Kekurangan hormon adrenal sejak lahirPenyakit jantung bawaan (PJB) kritisKelainan saluran empeduPertumbuhan

    (suc/suc)

  • Dinkes DKI Siapkan 44 Puskesmas untuk Program Cek Kesehatan Gratis Tahap Pertama

    Dinkes DKI Siapkan 44 Puskesmas untuk Program Cek Kesehatan Gratis Tahap Pertama

    Jakarta

    Sebanyak 44 puskesmas di Jakarta ditunjuk sebagai lokasi tahap awal pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Adapun program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah.

    “[Cek Kesehatan Gratis] Akan diawali persiapan di tahap satu dengan menyiapkan 44 puskesmas di wilayah DKI Jakarta,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati dalam konferensi pers ‘Persiapan Peluncuran Cek Kesehatan Gratis’, Jumat (7/2/2025).

    Ani mengatakan pada tahap selanjutnya, Dinas Kesehatan Jakarta akan menyiapkan 292 puskesmas pembantu di wilayah DKI Jakarta. Hal ini sesuai dari arahan Kementerian Kesehatan RI.

    Pihaknya juga telah melakukan visitasi serta persiapan fasilitas kesehatan dan tenaga medis guna memastikan kelancaran program ini.

    Agar layanan berjalan tertib, masyarakat diwajibkan melakukan registrasi online melalui aplikasi Satusehat Mobile sebelum mendatangi puskesmas.Langkah ini diambil untuk menghindari antrean panjang dan memastikan pelayanan berjalan optimal.

    Sementara itu, Kemenkes RI akan membatasi kuota sebanyak 30 orang per hari untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan kesehatan gratis ini. Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi menyatakan pembatasan ini untuk mengantisipasi membludaknya antrean masyarakat saat melakukan pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas.

    “Kita tetapkan kuota maksimal pendaftaran digital 30 per hari, melalui SATUSEHAT mobile,” tandasnya.

    (suc/suc)

  • Video: Bisa Periksa Deteksi Dini Kanker di Program Cek Kesehatan Gratis

    Video: Bisa Periksa Deteksi Dini Kanker di Program Cek Kesehatan Gratis

    Video: Bisa Periksa Deteksi Dini Kanker di Program Cek Kesehatan Gratis

  • Video Mitos atau Fakta: Astaxanthin Bikin Kulit Lebih Putih

    Video Mitos atau Fakta: Astaxanthin Bikin Kulit Lebih Putih

    Video Mitos atau Fakta: Astaxanthin Bikin Kulit Lebih Putih

  • Singapura Temukan 1 Kasus Polio Paralitik, Anak Usia 5 Bulan Asal RI

    Singapura Temukan 1 Kasus Polio Paralitik, Anak Usia 5 Bulan Asal RI

    Jakarta – Kementerian Kesehatan Singapura mengonfirmasi satu kasus impor polio paralitik di negaranya. Kasus ini teridentifikasi pada
    pasien anak usia lima bulan asal Indonesia. Ia memang datang ke Singapura pada 26 Januari untuk perawatan medis.

    Anak tersebut disebut mengalami gangguan kekebalan tubuh dan sebelumnya sudah mendapatkan vaksin polio oral (OPV) dan satu dosis vaksin polio inaktif (IPV) di Indonesia.

    “Dia mengalami demam, lemas akut, dan kelumpuhan pada tungkai bawah pada bulan Desember 2024 saat berada di Indonesia. Polio tidak dicurigai oleh dokternya saat itu,” kata kementerian tersebut.

    Pada 26 Januari, dia dievakuasi secara medis untuk perawatan gejalanya dan langsung dirawat di Rumah Sakit Universitas Nasional (NUH) setibanya di Singapura. Bayi tersebut saat ini dalam kondisi stabil.

    “Temuan kami sejauh ini menunjukkan risiko rendah penularan di masyarakat. Kasus tersebut dibawa langsung ke NUH setibanya di Singapura dan diisolasi setelah masuk. Dia juga ditempatkan di bawah tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat untuk mencegah penyebaran lebih lanjut setelah diduga terinfeksi polio,” kata MOH.

    “Saat ini tiga kontak dekat, yang merupakan anggota keluarga atau pengasuh kasus tersebut, telah dikarantina sebagai tindakan pencegahan.”

    Baca juga:

    Poliomielitis disebabkan oleh virus polio dan terutama ditularkan melalui makanan yang terinfeksi bahan feses.

    Vaksinasi adalah perlindungan paling efektif terhadap poliomielitis, di samping menjaga standar kebersihan dan sanitasi yang tinggi, kata kementerian kesehatan.

    Ada dua vaksin untuk polio OPV, yang mengandung virus polio yang dilemahkan, dan IPV, yang tidak mengandung virus polio hidup.

    Banyak negara secara bertahap beralih ke IPV, dan Singapura berhenti menggunakan OPV pada tahun 2021, kata MOH.

    “Poliomielitis paralitik terkait vaksin merupakan kejadian buruk yang sangat langka yang terjadi ketika seseorang mengalami polio paralitik setelah menerima OPV. Risikonya lebih tinggi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, yang mana IPV direkomendasikan sebagai pengganti OPV.”

    Singapura belum melaporkan kasus polio yang didapat secara lokal sejak 1978. Kasus polio terakhir yang dilaporkan pada 2006 merupakan kasus impor, imbuh kementerian tersebut.

    “Singapura telah mempertahankan status bebas polio dengan melanjutkan cakupan vaksinasi polio yang tinggi, standar kebersihan dan sanitasi lingkungan yang tinggi, dan memiliki sistem pengawasan yang mapan untuk mendeteksi kemungkinan kasus poliomielitis.”

    Berdasarkan Jadwal Imunisasi Anak Nasional (NCIS), anak-anak menerima total lima dosis vaksin – tiga dosis IPV untuk bayi pada usia dua bulan, empat bulan, dan enam bulan, dengan dua dosis penguat IPV lainnya pada usia masing-masing 18 bulan dan 10 hingga 11 tahun.

    “Karena IPV tidak mengandung virus hidup, maka tidak ada risiko polio paralitik terkait vaksin. Vaksinasi di NCIS tersedia gratis untuk semua anak Singapura di klinik dan poliklinik Dokter Umum Community Health Assist Scheme,” kata kementerian tersebut.

    Baca juga:

    (naf/naf)

  • Video Target Kemenkes: 514 RS Kabupaten Kota Punya Layanan Kanker Memadai

    Video Target Kemenkes: 514 RS Kabupaten Kota Punya Layanan Kanker Memadai

    Jakarta – Kemenkes berupaya menekan jumlah penyakit kanker di Indonesia dengan menyediakan alat kesehatan yang memadai di setidaknya 514 rumah sakit tingkat kabupaten dan kota. Proses pemenuhan alat kesehatan masih berlangsung sejak tahun 2024 hingga saat ini.

    (/)

  • Video: Buah Manis Perjuangan Ortu Atasi Gangguan Makan Anak

    Video: Buah Manis Perjuangan Ortu Atasi Gangguan Makan Anak

    Jakarta – Perjuangan panjang Fisca Tanjung, orang tua anak dengan gangguan makan akhirnya berbuah manis. Sang anak, Keena, yang sejak umur 2 tahun menolak makan nasi dengan alasan bau akhirnya berhasil mengatasi gangguan makan yang dialaminya.

    (/)

  • Daftar Penyakit yang Diperiksa di Program Cek Kesehatan Gratis, Mulai 10 Februari

    Daftar Penyakit yang Diperiksa di Program Cek Kesehatan Gratis, Mulai 10 Februari

    Jakarta

    Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) dimulai serentak pada 10 Februari 2025. Kemenkes menyebut seluruh puskesmas di Tanah Air sudah siap. Lalu, apa saja daftar penyakit yang bisa diperiksa pada program ini?

    Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes RI, Maria Endang Sumiwi mengatakan program cek kesehatan gratis dibagi menjadi tiga jenis, yakni CKG Ulang Tahun, CKG Sekolah, dan CKG Khusus.

    “Kenapa kami bagi? Ini untuk mengantisipasi kemampuan layanan kita. Jadi yang kesehatan ulang tahun itu selain yang usia SD, SMP, dan SMA. Ini akan kita mulai besok hari Senin. Seluruh puskesmas kita sudah siap,” kata dr Maria Endang di kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Jumat (7/2/2025).

    “Untuk yang ulang tahun Januari sesuai tanggalnya plus 30 hari, itu bisa mengakses pemeriksaan kesehatan ulang tahun,” lanjutnya.

    Berikut adalah daftar penyakit yang bisa diperiksa

    Bayi Baru Lahir

    Kekurangan hormon tiroid bawaanKekurangan enzim pelindung sel darah merah (G6PD)Kekurangan hormon adrenal bawaanPenyakit jantung bawaan kritisKelainan saluran empeduPertumbuhan (berat badan)

    Balita dan Anak Prasekolah (Usia 1-6 Tahun)

    PertumbuhanPerkembanganTuberkulosisTelingaMataGigiThalasemia (mulai usia 2 tahun )Gula darah (mulai usia 2 tahun )

    Dewasa Usia 18-59 Tahun

    MerokokTingkat aktivitas fisikStatus giziGigiTekanan darahGula darahRisiko stroke (usia 40 tahun)Risiko jantung (usia 40 tahun)Fungsi ginjal (usia 40 tahun)TuberkulosisPenyakit paru obstruktif kronis (PPOK) (mulai usia 40 tahun)Kanker payudara (mulai usia 30 tahunKanker leher rahim (mulai usia 30 tahun)Kanker paru (pada laki-laki mulai usia 45 tahun)Kanker usus besar (pada laki-laki mulai usia 45 tahun)MataTelingaKesehatan jiwaHepatitis BHepatitis CFibrosis/sirosis hatiAnemia (hanya pada perempuan-calon pengantin)Sifilis (calon pengantin)HIV (calon pengantin)

    Lanjut Usia Mulai 60 Tahun

    GeriatriMerokokTingkat aktivitas fisikStatus giziGigiTekanan darahGula darahRisiko strokeRisiko jantungKanker leher rahim (pada perempuan hingga usia 69 tahun)Kanker paru (pada laki-laki)Kanker usus (pada laki-laki)Fungsi ginjalTuberkulosisPenyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)Kanker payudara (pada perempuan hingga usia 69 tahun)MataTelingaKesehatan jiwaHepatitis BHepatitis CFibrosis/Sirosis hati

    Khusus untuk anak usia 7-17 tahun atau yang masih SD, SMP, dan SMA akan mengikuti program cek kesehatan di sekolah. Program ini dimulai pada Juli mendatang, bertepatan dengan tahun ajaran baru.

    Berikut adalah daftar penyakit yang diperiksa, sesuai dengan usia anak.

    SD (7-12 Tahun)

    Status giziMerokok (kelas 5-6)Tingkat aktivitas fisik (kelas 4-6)Tekanan darahGula darahTuberkulosisTelingaMataGigiJiwaHati (Hepatitis B)

    SMP (13-15 Tahun)

    Status giziMerokokTingkat aktivitas fisikTekanan darahGula darahTuberkulosisThalasemia (kelas 7)Anemia remaja putri (kelas 7)TelingaMataGigiJiwaHati (Hepatitis B dan C)

    SMA (16-17 Tahun)

    Status giziMerokokTingkat aktivitas fisikTekanan darahGula darahTuberkulosisAnemia remaja putri (kelas 10)TelingaMataGigiJiwaHati (hepatitis B dan C)

    (dpy/suc)