Category: Detik.com Kesehatan

  • Cek Kesehatan Gratis Juga Layani Pemeriksaan EKG Jantung

    Cek Kesehatan Gratis Juga Layani Pemeriksaan EKG Jantung

    Jakarta – Program cek kesehatan gratis (CKG) juga melayani pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) bagi yang punya riwayat masalah jantung. Agus Komar (69), seorang Pasar Minggu, Jakarta Selatan termasuk yang menjalani pemeriksaan tersebut..

    Seperti pasien lainnya, Agus juga mengawali CKG dengan pemeriksaan dasar meliputi cek berat badan, tinggi badan, lingkar perut, dan tensi darah. Namun, karena Agus memiliki riwayat penyakit jantung, ia diharuskan melakukan tes elektrokardiogram (EKG).

    “Jadi tadi intinya step-stepnya, pertama kita di data di screening, tensi, EKG karena saya ada jantung. Dari EKG langsung cek darah di lab, hasilnya mungkin besok ya,” jelas Agus saat ditemui detikcom di Puskesmas Pasar Minggu, Senin (10/2).

    “Terus ke poli gigi, ke poli indra untuk memeriksakan mata dan THT. Besok disarankan saya balik lagi untuk cek darah puasa,” lanjutnya.

    Selesai menjalani serangkaian pemeriksaan, hasilnya langsung dibacakan oleh dokter. Agus disarankan untuk melakukan pemeriksaan gigi dan jantung yang spesifik di Rumah Sakit Pasar Rebo.

    Namun, hal itu harus menunggu hasil tes darah dari laboratorium di puskesmas.

    Terkait pendaftarannya, Agus tidak merasa kesulitan sama sekali. Dibantu istrinya, ia daftar untuk layanan CKG melalui aplikasi Satu Sehat.

    “Oh mudah. Yang penting tidak gaptek ya. Sedikit-sedikit dibantu sama istri saya, tidak ada kendala. Dari awal datang untuk verifikasi data, terus dapet stiker wah cepat,” beber Agus.

    “Tadi kami masih beraktivitas di rumah, tiba-tiba dapat Whatsapp untuk datang langsung ke puskesmas,” sambungnya.

    Merasa terbantu dengan layanan tersebut, Agus berharap CKG dapat terus berlanjut agar masyarakat Indonesia sehat.

    (sao/up)

  • Video: Penampakan Markas USAID di Tengah Rencana Penutupan oleh Trump

    Video: Penampakan Markas USAID di Tengah Rencana Penutupan oleh Trump

    Jakarta – Pemerintahan Donald Trump tengah melakukan efisiensi dan perampingan. Salah satu yang terdampak adalah USAID. United States Agency for International Development atau Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat ini adalah badan utama AS yang memberikan bantuan kemanusiaan kepada negara-negara yang baru pulih dari bencana, yang sedang berusaha keluar dari kemiskinan, dan yang sedang reformasi demokratis. Menyusul rencana penutupan oleh Trump, terpantau pada Jumat (7/2) papan nama USAID dicopot dan logonya ditutup.

    (/)

  • Video: Pengalaman Masyarakat yang Ikuti Cek Kesehatan Gratis Hari Pertama

    Video: Pengalaman Masyarakat yang Ikuti Cek Kesehatan Gratis Hari Pertama

    Video: Pengalaman Masyarakat yang Ikuti Cek Kesehatan Gratis Hari Pertama

  • 8 Makanan Penurun Gula Darah, Cocok untuk Pengidap Diabetes

    8 Makanan Penurun Gula Darah, Cocok untuk Pengidap Diabetes

    Jakarta

    Pengidap diabetes perlu memerhatikan jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Sebab, beberapa makanan dapat membuat kadar gula darah melonjak dan memperparah gejala penyakit yang dialami.

    Selain itu, pengidap diabetes perlu mengontrol asupan makan, terutama yang banyak mengandung gula. Sebagai gantinya, beberapa makanan mungkin dapat berperan sebagai penurun gula darah sebagaimana terungkap dalam beberapa penelitian ilmiah.

    Makanan penurun gula darah juga tidak sulit didapat. Dikutip dari Healthline, berikut sederet makanan yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah.

    1. Brokoli

    Brokoli mengandung sulforaphane, senyawa kimia tumbuhan yang memiliki sifat menurunkan kadar gula darah.

    Penelitian yang dilakukan pada hewan dan manusia telah menunjukkan ekstrak brokoli yang kaya akan sulforaphane memiliki efek antidiabetes yang kuat, membantu meningkatkan sensitivitas insulin, serta mengurangi gula darah dan penanda stres oksidatif.

    2. Alpukat

    Alpukat juga merupakan salah satu rekomendasi makanan penurun gula darah. Alpukat kaya akan lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral yang bermanfaat untuk menunjang pengelolaan gula darah.

    Banyak penelitian yang menunjukkan kalau alpukat dapat membantu mengurangi kadar gula darah dan melindungi dari risiko sindrom metabolik. Sindrom metabolik merupakan sekumpulan kondisi, termasuk gula darah tinggi, yang meningkatkan risiko penyakit kronis.

    3. Biji rami

    Makanan penurun gula darah selanjutnya adalah biji rami. Biji rami mengandung serat dan lemak sehat yang terbukti dapat membantu menurunkan kadar gula darah.

    Dalam sebuah studi yang melibatkan 57 orang pengidap diabetes tipe 2, mereka yang mengonsumsi 200 gram yogurt yang mengandung biji rami setiap hari mengalami penurunan HbA1c yang signifikan. HbA1c adalah zat yang dibuat ketika glukosa menempel pada sel darah merah, dan kerap digunakan sebagai indikator dalam pemeriksaan kadar gula darah.

    4. Buah beri

    Berbagai penelitian menunjukkan konsumsi buah beri, seperti stroberi, blackberry, dan raspberry, dapat membantu meningkatkan regulasi kadar gula darah. Buah beri kaya akan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang sangat bermanfaat untuk mereka dengan masalah manajemen gula darah.

    Studi pada 2019 menemukan konsumsi 250 gram raspberry merah bersama makanan tinggi karbohidrat dapat secara signifikan mengurangi insulin setelah makan serta kadar gula darah pada orang dewasa dengan prediabetes.

    Penelitian juga menunjukkan stroberi, blueberry, dan blackberry dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu membersihkan glukosa dari darah.

    5. Buah sitrus

    Buah sitrus tergolong makanan dengan indeks glikemik rendah. Buah sitrus seperti jeruk dan jeruk bali juga kaya akan senyawa naringenin serta polifenol yang memiliki sifat antidiabetes yang kuat.

    Mengonsumsi buah sitrus juga dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin, mengurangi HbA1C, dan menurunkan risiko diabetes.

    6. Apel

    Apel mengandung serat larut dan senyawa tanaman, seperti quercetin, asam klorogenat, dan asam galat yang dapat membantu mengurangi gula darah serta menurunkan risiko diabetes.

    Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 18 wanita menemukan mengonsumsi apel 30 menit sebelum makan nasi dapat secara signifikan mengurangi kadar gula darah setelah makan.

    7. Kacang-kacangan

    Penelitian telah menunjukkan kacang-kacangan merupakan salah satu makanan yang efektif untuk membantu mengatur kadar gula darah.

    Sebuah penelitian kecil yang dilakukan pada 25 orang pengidap diabetes tipe 2 menunjukkan mengonsumsi kacang tanah dan almond sepanjang hari sebagai bagian dari diet rendah karbohidrat dapat menurunkan kadar gula darah puasa dan setelah makan.

    Tinjauan penelitian lain juga menemukan konsumsi berbagai jenis kacang pohon dapat membantu menurunkan kadar gula darah puasa dan setelah makan pada pengidap diabetes tipe 2.

    8. Telur

    Selain sebagai sumber protein, telur juga dapat menjadi salah satu makanan penurun gula darah. Beberapa penelitian telah menunjukkan konsumsi telur dikaitkan dengan pengelolaan kadar gula darah yang lebih baik.

    Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 42 orang dewasa dengan kelebihan berat badan dan prediabetes tipe 2 menunjukkan konsumsi satu butir telur setiap hari dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah puasa yang signifikan.

    Studi lain yang dilakukan di Korea Selatan juga menunjukkan konsumsi telur secara rutin dua hingga empat kali per minggu dapat menurunkan risiko diabetes hingga 40 persen.

    (ath/kna)

  • Jalan Kaki Sebelum Atau Sesudah Makan, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

    Jalan Kaki Sebelum Atau Sesudah Makan, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

    Jakarta

    Berjalan kaki merupakan olahraga ringan yang memiliki segudang manfaat kesehatan tubuh. Namun, kapan waktu terbaik untuk melakukan jalan kaki, apakah setelah makan atau sebelum makan?

    Dikutip dari Times of India, dua waktu tersebut ternyata memiliki manfaatnya masing-masing, sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan setiap individu. Jalan kaki sebelum makan, lebih efektif untuk mereka yang memiliki tujuan menurunkan berat badan.

    Studi yang diterbitkan dalam JAMA Neurology dan JAMA Internal Medicine menyarankan setiap individu untuk berjalan setidaknya 30 menit per hari, tidak harus dalam satu sesi. Dengan target, jika sanggup adalah 10.000 langkah.

    Berikut adalah manfaat yang bisa didapatkan dari jalan kaki, baik sebelum atau sesudah makan.

    Jalan Kaki Sebelum Makan

    Menurut beberapa penelitian, berjalan kaki saat perut kosong dapat membakar lebih banyak lemak karena dapat meningkatkan oksidasi lemak. Jika dilakukan di pagi hari, maka dapat membantu meningkatkan metabolisme yang membantu mengurangi berat badan. Selain itu, berjalan kaki sebelum makan juga memiliki manfaat lainnya. Berikut penjelasannya.

    1. Meningkatkan Energi

    Berjalan kaki di pagi hari saat perut kosong dapat membantu meningkatkan energi sepanjang hari. Metabolisme tubuh yang baik dapat meningkatkan stamina dan tingkat energi.

    Berjalan dapat meningkatkan sirkulasi darah dan tingkat energi, sehingga membantu untuk tetap segar sepanjang hari. Selain itu, berjalan di pagi hari dapat membantu mengatasi kelelahan dan keletihan.

    Berjalan dengan perut kosong terbilang efektif jika ingin menurunkan berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa olahraga saat puasa dapat meningkatkan jumlah berat badan dan lemak yang dibakar.

    Menurut International Journal of Obesity, para peneliti menemukan bahwa aktivitas aerobik sedang seperti jalan kaki dapat mengurangi jaringan adiposa visceral atau yang dikenal dengan lemak perut.

    3. Membakar Lemak Lebih Banyak

    Menurut sebuah studi oleh Universitas Nottingham Trent berolahraga dengan perut kosong membantu orang membakar sekitar 70 persen lebih banyak lemak, daripada mereka yang berolahraga selama dua jam setelah makan.

    Jalan Kaki Sesudah Makan

    Memutuskan untuk berjalan kaki dalam keadaan perut terisi juga menawarkan banyak manfaat kesehatan seperti membantu pencernaan hingga mengontrol gula darah.

    1. Meningkatkan Pencernaan

    Duduk atau berbaring setelah makan dapat berakibat fatal bagi tubuh, sehingga disarankan untuk tetap bergerak, seperti dengan berjalan kaki. Sebuah studi di PLOS One menemukan bahwa jalan kaki setelah makan dapat merangsang lambung dan usus, serta membantu makanan bergerak melalui sistem pencernaan lebih cepat.

    2. Mengontrol Kadar Gula Darah

    Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Sports Medicine menemukan bahwa berjalan kaki selama 20 menit setelah makan dapat mengurangi kadar gula darah postprandial.

    Hal ini tentu dianjurkan bagi mereka yang memiliki diabetes tipe 2 atau yang berisiko tinggi. Berjalan setelah makan dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengelola kadar gula darah.

    3. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

    Jalan kaki merupakan olahraga yang baik untuk jantung karena dapat menurunkan tekanan darah, menstabilkan pernapasan, dan membantu relaksasi. Hal ini membuat berjalan kaki secara teratur dapat mencegah banyak penyakit kronis.

    4. Mengurangi Kembung

    Mereka yang mengalami kembung dan rasa tidak nyaman setelah makan mungkin bisa mempertimbangkan untuk berjalan kaki setidaknya 100 langkah. Ini bisa menjadi cara yang bagus untuk melepaskan gas dan mengurangi kembung.

    (dpy/suc)

  • 6 Makanan Kaya Vitamin D3, Bantu Kuatkan Tulang hingga Otot

    6 Makanan Kaya Vitamin D3, Bantu Kuatkan Tulang hingga Otot

    Jakarta – Vitamin D3 adalah salah satu bentuk utama dari vitamin D. Vitamin ini sangat dibutuhkan untuk menunjang kesehatan, mulai dari memperkuat tulang hingga mencegah kanker tertentu.

    Vitamin D3 dijuluki ‘sunshine vitamin’ karena kemampuannya diproduksi kulit saat terpapar sinar matahari. Vitamin D3 atau cholecalciferol juga bisa didapatkan dari sumber makanan hewani. Lantas, apa saja makanan yang menyediakan vitamin D3?

    Sumber Makanan Vitamin D3

    Selain diproduksi saat terpapar cahaya matahari dan suplementasi, mengutip Healthline, vitamin D3 dapat diperoleh dari makanan hewani berikut:

    1. Ikan Tuna

    Ikan berlemak seperti tuna kaya akan vitamin D3. Potongan tuna berukuran 85 g (gram) mengandung 40 IU vitamin. Ikan ini juga tinggi protein, vitamin B12, dan selenium.

    2. Ikan Sarden

    Ikan sarden menjadi sumber vitamin D3 yang baik dengan kandungan 193 IU per 100 g potongannya. Ikan ini juga menyediakan lemak sehat sejumlah 11,4 g, 191 kalori, serta protein dan selenium yang tinggi.

    3. Ikan Salmon

    Salmon yang juga tergolong ikan berlemak memiliki kandungan vitamin D3 sejumlah 383 IU per ukuran 85 g. Salmon liar diketahui menyediakan vitamin D3 lebih banyak dibandingkan salmon yang dibudidayakan. Kadar vitaminnya bervariasi tergantung lokasi penangkapannya.

    4. Ikan Makarel

    Ikan berlemak lainnya juga kaya akan vitamin D3 adalah ikan makarel. Ikan ini mengandung 643 IU vitamin per 100 gram.

    5. Kuning Telur

    Vitamin D3 juga dapat ditemukan dalam kuning telur meski kadarnya tidak sebanyak ikan berlemak. Selain vitamin, kuning telur mengandung lemak dan berbahaya mineral.

    Sebagian besar protein telur terdapat pada bagian putihnya, sementara pada bagian kuningnya terdapat lemak, vitamin, dan mineral. Adapun kandungan vitamin D3 dalam telur yaitu sekitar 37 IU.

    6. Hati sapi

    Jeroan sapi berupa hati mengandung banyak nutrisi, meliputi protein, zat besi, dan vitamin A. Seperti telur, hati sapi menyediakan kolesterol cukup tinggi. Kadar vitamin D3 dalam 90 g hati mengandung sekitar 42 IU.

    Manfaat Vitamin D3

    Dilansir Health dan WebMD, vitamin D3 memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, antara lain:

    1. Memperkuat Tulang

    Vitamin D3 dikenal dengan kemampuannya dalam membangun dan memperkuat tulang. Nutrisi ini bantu tubuh menyerap kalsium untuk meningkatkan kesehatan tulang dan otot. Tanpa vitamin D3, kalsium tidak akan dapat berfungsi

    Kedua nutrisi ini diketahui juga bekerja sama mencegah osteoporosis, kondisi saat seseorang memiliki tulang yang lemah dan rapuh.

    2. Mendukung Sistem Imun Tubuh

    Kadar vitamin D3 yang rendah dalam tubuh dikaitkan dengan rentannya terserang influenza dan penyakit pernapasan lain.

    Penelitian yang dipublikasi pada 2017 menemukan sering terkena influenza dan penyakit pernapasan lainnya, tinggal di daerah lintang tinggi, dan musim dingin merupakan faktor risiko rendahnya vitamin D3. Karena itu, vitamin D3 bermanfaat untuk membangun kekebalan tubuh.

    3. Memperkuat Otot

    Selain mampu membangun tulang, vitamin D3 juga penting dalam memperkuat otot. Vitamin ini bantu serat otot berkembang dan tumbuh, yang dapat mendukung tulang dalam meningkatkan keseimbangan dan mengurangi risiko jatuh.

    4. Menjaga Kesehatan Mulut

    Meski hanya sedikit penelitian yang dilakukan mengenai peran vitamin D3 bagi kesehatan mulut, sebuah menyimpulkan nutrisi ini dapat menurunkan risiko kerusakan gigi, gigi berlubang, dan penyakit gusi di samping membantu tubuh menyerap kalsium.

    5. Mencegah Kanker Tertentu

    Kadar vitamin D3 yang lebih tinggi dalam darah dikaitkan dengan rendahnya risiko kanker tertentu, yaitu kanker kolorektal, prostat, dan pankreas.

    (azn/row)

  • Gairah Seksual Nge-drop saat Bercinta? Coba Atasi dengan 5 Cara Ini

    Gairah Seksual Nge-drop saat Bercinta? Coba Atasi dengan 5 Cara Ini

    Jakarta

    Gairah seksual atau hasrat untuk bercinta memang bisa menurun. Sewaktu-waktu, seseorang bisa merasakan enggan untuk berhubungan seksual. Penyebab munculnya kondisi ini beragam, namun jika disepelekan hal ini bisa merusak keharmonisan rumah tangga.

    Dikutip dari Very Well Mind, ada banyak alasan mengapa seseorang kehilangan mood untuk bercinta. Mulai dari munculnya rasa cemas, perubahan hormonal, stres, depresi, atau adanya masalah hubungan yang belum terselesaikan.

    Setelah mengetahui sederet alasan mengapa hasrat seksual menurun, berikut adalah 5 tips membangkitkan mood untuk bercinta.

    1. Meluangkan Waktu untuk Diri Sendiri

    Sulit untuk mendapatkan mood bercinta ketika diri sendiri belum mendapatkan rasa nyaman. Ketidaknyamanan ini bisa dari berbagai faktor, termasuk rasa lelah karena aktivitas sepanjang waktu.

    Kondisi ini bisa diatasi dengan mulai mengonsumsi makanan dan minuman sehat secara teratur, serta mulai meluangkan waktu untuk berolahraga. Berikanlah waktu luang untuk bersantai terlebih dulu dengan diri sendiri.

    2. Mencoba Hal Baru saat Bercinta

    Bosan atau gelisah bisa menjadi salah satu penyebab libido tak kunjung naik. Hal ini umumnya terjadi pada pasangan yang telah berhubungan sejak lama.

    Untuk mengatasi ini, seseorang bisa mencoba kehidupan seks yang belum pernah dicoba. Bisa dengan memperkenalkan ‘sex toys’, mencoba ‘bermain peran’, atau memesan kamar hotel mewah untuk satu atau dua malam.

    Selain itu, memupuk keintiman emosional dengan pasangan juga tak kalah pentingnya. Pasalnya, hubungan emosional yang baik dapat meningkatkan hasrat seksual.

    3. Menentukan Jadwal Seks

    Benar-benar memberikan waktu khusus untuk berhubungan seks juga bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan libido seseorang. Menentukan waktu tertentu dalam jadwal untuk berhubungan seks dapat membuat perbedaan yang signifikan dalam kehidupan seks.

    4. Mengelola Stres

    Stres bisa menjadi salah satu penghambat mendapatkan mood untuk berhubungan seks. Ciptakan rutinitas olahraga teratur, meditasi, dan praktikkan latihan pernapasan untuk membantu mengelola tingkat stres dan meningkatkan libido.

    Salah satu hal terpenting yang dapat dilakukan untuk menjaga tingkat stres tetap rendah adalah cukup tidur di malam hari. Jika kurang tidur, hal itu dapat memengaruhi cara seseorang beraktivitas sepanjang hari dan di kamar tidur.

    5. Bercinta di Pagi Hari

    Selalu bercinta di malam hari bisa menjadi hal yang membosankan untuk mereka yang memiliki aktivitas yang sangat sibuk. Sebaliknya, luangkan waktu untuk berhubungan seks pagi hari selama beberapa minggu ke depan.

    Berhubungan seks di pagi hari setelah pasangan cukup tidur dan merasa cukup istirahat bisa menjadi cara yang bagus untuk meningkatkan libido.

    (dpy/suc)

  • 8 Manfaat Mengkonsumsi Seledri dan Mitos-mitosnya

    8 Manfaat Mengkonsumsi Seledri dan Mitos-mitosnya

    Jakarta – Seledri, sayuran yang biasa kita jumpai di aneka masakan berkuah ini punya aroma dan rasa yang khas. Sayuran bernama latin Apium graveolens tersebut, rupanya juga kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan.

    Seledri mengandung berbagai vitamin, mineral, serta antioksidan yang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan mencegah berbagai penyakit. Kandungan serat dalam seledri menjadikannya baik untuk pencernaan.

    Selain itu, senyawa aktifnya diketahui dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi peradangan. Seledri juga dikenal memiliki indeks glikemik rendah, sehingga cocok dikonsumsi oleh mereka yang ingin menjaga kadar gula darah tetap stabil.

    8 Manfaat Mengkonsumsi Seledri

    Selain memperkaya rasa makanan, seledri juga memiliki berbagai manfaat kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh. Khasiat seledri ini berasal dari kandungan nutrisinya yang beragam.

    Jabeen Begum, MD mengulasnya dalam salah satu artikel WebMD. Dijelaskan bahwa hampir seluruh kandungan seledri itu mengandung air. Nutrisi terbesarnya adalah karbohidrat, diikuti oleh protein, dan sedikit lemak. Satu cangkir seledri cincang mengandung:

    14 kalori0,7 gram protein0,2 gram lemak3 gram karbohidrat1,6 gram serat1 gram gula0,2 miligram zat besi263 miligram kalium0,1 miligram zinc30 mikrogram vitamin K.

    Seledri menjadi pendamping makanan yang baik karena mengandung Vitamin A, Vitamin C, Vitamin K, Kalium, Folat, Kalsium dan Nutrisi. Meskipun jumlahnya tidak terlalu besar, nutrisi tersebut tetap memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Berikut manfaat mengkonsumsi seledri:

    1. Mengurangi Risiko Kanker

    Natalie Butler, RD, LD telah memverifikasi artikel Healthline, yang menjelaskan salah satu manfaat seledri adalah dapat melawan kanker. Kandungan antioksidan seperti vitamin C dan flavonoid membantu menangkal efek radikal bebas yang dapat merusak sel dan meningkatkan risiko kanker.

    2. Mengandung Mineral

    Selain memperkaya rasa masakan, seledri punya kandungan mineral yang bisa menetralkan makanan asam. Mineral yang terkandung seperti magnesium, zat besi, dan natrium, juga diperlukan untuk fungsi tubuh.

    3. Melawan Peradangan

    Seledri kaya akan antioksidan seperti vitamin C, beta karoten, flavonoid, dan fitonutrien yang berperan dalam melindungi sel, pembuluh darah, serta organ dalam dari stres akibat radikal bebas. Dikutip dari laman Healthline, fitonutrien dalam seledri juga diketahui dapat mengurangi peradangan pada saluran pencernaan, pembuluh darah, dan organ lainnya.

    Peradangan kronis bisa mempengaruhi berbagai penyakit, seperti radang sendi dan osteoporosis. Seledri memiliki sekitar 25 senyawa antiperadangan yang dapat memberikan perlindungan terhadap peradangan dalam tubuh.

    4. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

    Seledri mengandung apiuman, senyawa yang berperan dalam mengurangi risiko tukak lambung dan memperkuat lapisan dinding lambung. Selain itu, kandungan serat larut dan air dalam seledri juga membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal.

    Seledri memiliki senyawa phthalide yang membantu melebarkan pembuluh darah, meningkatkan kelancaran aliran darah, dan merilekskan dinding arteri. Mengutip laman WebMD, batang seledri juga mengandung serat, magnesium, dan kalium yang berperan dalam mengontrol tekanan darah agar tetap stabil.

    Ahli Gizi Diet, Jerlyn Jones memverifikasi artikel Medical News Today yang menjelaskan bahwa dalam studi tahun 2015, mengonsumsi seledri membuat resiko penyakit jantung karena tekanan darah tinggi berkurang. Para ilmuwan meyakini sifat antioksidan luteolin menonaktifkan radikal bebas dan meminimalisir kerusakan jantung.

    6. Menjaga Kesehatan Ginjal

    Kandungan antioksidan dalam seledri dapat mengurangi risiko penyakit ginjal kronis yang disebabkan oleh efek radikal bebas. Seledri juga membantu mencegah pembentukan batu ginjal dengan menurunkan kepadatan asam urat dan merangsang produksi urine, sehingga meningkatkan kemampuan tubuh dalam melakukan detoksifikasi.

    7. Menstabilkan Kadar Gula Darah

    Seledri memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis. Hal ini menjadikannya pilihan makanan yang baik bagi mereka yang ingin menjaga kadar gula darah tetap stabil.

    Selain itu, karena indeks glikemiknya yang rendah, seledri juga bisa menjadi camilan sehat yang membantu dalam program penurunan berat badan.

    8. Meningkatkan Fertilitas

    Meskipun belum banyak penelitian dilakukan, mengonsumsi seledri diyakini punya manfaat untuk meningkatkan kesuburan. Pada tahun 2016 saat khasiat ini dibuktikan, para ilmuwan yakin kandungan antioksidan dalam seledri lah yang dapat membantu meningkatkan kesuburan pria.

    Mitos-mitos Manfaat Konsumsi Seledri

    Selain jadi penyedap masakan, seledri biasanya juga dijadikan campuran jus yang kini sedang populer. Tapi, Medical News Today menyebut ada banyak klaim manfaat kesehatan yang berlebihan. Sebagian besar khasiat tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat, di antaranya:

    1. Jus Seledri Menghilangkan Racun Dari Tubuh

    Banyak yang mengklaim jus seledri adalah minuman detox yang bisa membantu orang menurunkan berat badan, menghilangkan racun dari tubuh, dan mengobati penyakit kronis. Nyatanya, tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut.

    Tubuh secara alami membuang racun melalui hati, ginjal, dan sistem lainnya. Cara terbaik bagi seseorang untuk mendukung proses alami ini, adalah dengan makan makanan seimbang yang kaya nutrisi dan tetap terhidrasi dengan baik.

    2. Baik untuk Minum Jus Seledri Dengan Perut Kosong

    Banyak yang mengklaim bahwa minum jus seledri saat perut kosong dapat meningkatkan manfaatnya. Namun, tidak ada cukup bukti untuk mendukung klaim ini.

    Nyatanya di samping nutrisinya, seledri memiliki kadar senyawa manitol yang tinggi. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi, mengganggu keseimbangan kadar natrium dalam tubuh, dan bisa menimbulkan masalah pencernaan.

    Nah itulah tadi berbagai manfaat seledri dan mitos-mitosnya. Yuk mulai menambahkan seledri dalam menu makanan harian untuk mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan, tapi tentu dengan porsi yang tepat ya!

    (aau/fds)

  • 5 Tanda Diabetes yang Bisa Muncul di Tangan dan Kaki, Kerap Kali Tak Disadari

    5 Tanda Diabetes yang Bisa Muncul di Tangan dan Kaki, Kerap Kali Tak Disadari

    Jakarta

    Diabetes menjadi salah satu penyakit kronis yang harus diwaspadai. Pasalnya, diabetes yang tak diobati dapat memicu komplikasi kesehatan yang serius seperti infeksi bakteri berulang, penyembuhan luka yang lambat, hingga kematian jaringan.

    Menurut World Health Organization (WHO) sekitar 4 persen orang dewasa (di atas 18 tahun) hidup dengan diabetes.

    Dikutip dari Times of India, diabetes sendiri biasanya ditandai dengan beberapa perubahan yang terjadi di tubuh. Termasuk pada tangan dan kaki, yang bagi sebagian orang jarang disadari. Berikut adalah tanda-tanda penyakit diabetes yang bisa muncul di tangan dan kaki.

    1. Kulit Kering dan Pecah-pecah

    Salah satu tanda umum yang bisa menjadi indikasi penyakit diabetes adalah kulit kering dan pecah-pecah. Kondisi ini umumnya terjadi di tumit kaki dan jari tangan. Hal ini disebabkan oleh dehidrasi terkait diabetes.

    2. Sering Kesemutan

    Neuropati perifer, yakni jenis kerusakan saraf di ekstremitas menjadi salah satu tanda gula darah dalam tubuh tinggi. Kondisi ini dapat menyebabkan kesemutan dan mati rasa di tangan dan kaki.

    3. Saraf Lebih Sensitif

    Gula darah yang tinggi membuat saraf-saraf di tangan dan kaki menjadi lebih sensitif akan sentuhan. Hal ini membuat pengidap mungkin merasa tidak nyaman ketika melakukan kegiatan sehari-hari seperti menggunakan sepatu atau mengetik.

    4. Rentan Infeksi

    Mereka dengan gula darah yang tinggi lebih rentan terhadap infeksi kulit, terutama di tangan dan kaki. Luka kecil, goresan, dan lepuh mungkin akan sembuh lebih lama dari biasanya, sehingga rentan terkena infeksi.

    5. Kapalan

    Kapalan pada kaki juga bisa menjadi salah satu tanda penyakit diabetes. Gula darah yang tinggi dapat mengakibatkan kulit menebal dan mengeras karena tubuh berusaha untuk melindungi diri.

    (dpy/suc)

  • 4 Manfaat Biji Mahoni, Bisa Bantu Kendalikan Diabetes?

    4 Manfaat Biji Mahoni, Bisa Bantu Kendalikan Diabetes?

    Jakarta – Biji mahoni berasal dari pohon mahoni yang secara ilmiah disebut Swietenia macrophylla. Biji mahoni kerap digunakan di negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sebagai pengobatan tradisional.

    Di Tanah Air, biji mahoni dijadikan teh jamu-jamuan yang diyakini bermanfaat bagi kesehatan, termasuk menurunkan kadar gula darah. Khasiatnya dipercaya berkat sejumlah nutrisi yang terkandung dalam biji mahoni. Apa saja manfaat biji mahoni?

    Manfaat Biji Mahoni

    Dilansir publikasi Fitterfly yang ditinjau secara medis oleh Shilpa Joshi, ahli gizi dan diet basis India, berikut sejumlah potensi manfaat biji mahoni dari berbagai nutrisinya:

    1. Bantu Menstabilkan Kadar Gula Darah

    Saponin dalam biji mahoni memiliki efek yang disebut anti-diabetes. Beberapa penelitian menunjukkan, saponin membantu menurunkan atau menetralkan gula darah.

    Selain berpotensi mengelola diabetes, saponin juga diyakini dapat meningkatkan sirkulasi darah. Manfaat lainnya adalah mengobati asma dan meningkatkan kekebalan tubuh.

    2. Bersifat Antioksidan

    Flavonoid dikenal dengan sifat antioksidannya. Salah satu jenis senyawa fenolik ini berkontribusi dalam mengurangi stres oksidatif dengan membersihkan radikal bebas.

    3. Bertindak sebagai Agen Antiinflamasi

    Flavonoid dalam biji mahoni juga bersifat antiinflamasi yang diketahui dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Senyawa tersebut juga bantu mencegah terbentuknya plak pada pembuluh darah yang bisa memicu kondisi serangan jantung dan stroke.

    4. Melindungi Kesehatan Kulit

    Asam oleat dan asam linoleat juga ditemukan dalam biji mahoni. Asam lemak tersebut berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit, rambut, dan kuku.

    Di samping itu, biji dari buah mahoni atau dikenal ‘sky fruit’ ini juga mengandung berbagai vitamin, mineral, dan alkaloid yang bantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.

    Efek Samping Biji Mahoni

    Biji mahoni kerap diambil manfaatnya dengan dijadikan teh yang diseduh atau direbus air panas. Seduhan teh mahoni punya rasa pahit yang sebagian orang mungkin tidak tahan.

    Konsumsi herbal dengan jumlah yang tidak terlalu banyak biasanya tidak menimbulkan kerugian. Namun, jurnal tahun 2018 menyatakan ada efek samping konsumsi biji mahoni berupa kerusakan hati dan gejala autoimun berupa radang sendi.

    Karena itu, konsumsi biji mahoni terutama pada pasien dengan penyakit atau kondisi tertentu wajib dalam pengawasan dokter. Jika mengalami gejala-gejala seperti lesu, kehilangan nafsu makan, dan mual atau urine berwarna gelap setelah meminum jamu biji ini, segera konsultasikan dengan dokter.

    (azn/row)