Category: Detik.com Kesehatan

  • Apa Saja Manfaat Makan Biji Pepaya? Ini 6 Efeknya ke Tubuh

    Apa Saja Manfaat Makan Biji Pepaya? Ini 6 Efeknya ke Tubuh

    Jakarta

    Selain buahnya, pepaya juga dikonsumsi karena bijinya dianggap sehat jika dimakan. Manfaat makan biji pepaya diyakini seperti membantu pencernaan, antioksidan, hingga meningkatkan kekebalan tubuh.

    Dikutip dari Times of India dan NDTV, biji pepaya mengandung nutrisi penting seperti protein, lemak sehat, dan serat. Hal ini membuat manfaat makan biji pepaya bisa didapat tubuh saat seseorang rutin mengonsumsinya.

    Biji pepaya juga mengandung antioksidan, termasuk flavonoid dan polifenol, yang mendukung kesehatan secara keseluruhan. Biji pepaya juga merupakan sumber vitamin dan mineral seperti magnesium, fosfor, dan zat besi.

    Lantas, apa saja manfaat makan biji pepaya?

    1. Meningkatkan Fungsi Pencernaan

    Biji pepaya mengandung enzim yang disebut papain yang dapat membantu pencernaan. Enzim ini berperan dalam mengatasi masalah pencernaan seperti kembung, sembelit, dan gangguan lain.

    2. Meningkatkan Kesehatan Hati

    Biji pepaya dikenal sebagai makanan yang kaya antioksidan. Kandungan ini dapat membantu membuang racun dari tubuh, sehingga menyehatkan hati.

    3. Meredakan Peradangan

    Kandungan flavonoid dan senyawa fenolik dalam biji pepaya membantu mengurangi peradangan dan meredakan kondisi peradangan seperti radang sendi. Biji pepaya kaya akan antioksidan dan senyawa anti-peradangan.

    4. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

    Biji pepaya kaya akan vitamin C, yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu produksi kolagen, sehingga meningkatkan kesehatan kulit, rambut, dan kuku.

    Biji pepaya dapat membantu mengelola berat badan karena kandungan seratnya yang tinggi. Makanan dengan serat yang tinggi dapat membantu merasa kenyang lebih lama, mengatur kadar gula darah, dan membantu mengelola berat badan.

    6. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Biji pepaya mengandung lemak tak jenuh tunggal dan antioksidan yang dapat membantu menyehatkan jantung. Kandungan ini dapat mengurangi kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) dan mencegah penyakit kardiovaskular.

    (dpy/suc)

  • Heboh Miras Oplosan Bogor-Cianjur, Dokter Jelaskan Efek Fatal Alkohol 96 Persen

    Heboh Miras Oplosan Bogor-Cianjur, Dokter Jelaskan Efek Fatal Alkohol 96 Persen

    Jakarta

    Kasus minuman keras (miras) oplosan di wilayah Bogor Tengah, Kota Bogor, dan Desa Kademangan, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, menyebabkan sedikitnya 13 orang meninggal dunia.

    Sebanyak empat orang meninggal setelah menenggak miras oplosan di tempat pencucian motor di Bogor Tengah. Selain korban tewas, satu orang lainnya masih kritis dan tengah dirawat di rumah sakit.

    Sementara di Cianjur, ada sembilan orang tewas setelah mengonsumsi minuman oplosan. Sembilan orang itu diketahui minum alkohol 96 persen yang dicampur minuman perasa.

    “Dari yang semula delapan, korban tewas akibat alkohol 96 persen yang dicampur minuman perasa tersebut bertambah jadi sembilan orang,” kata Kasatnarkoba Polres Cianjur AKP Septian Pratama, Senin (10/2/2025).

    Spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH menjelaskan ada berbagai jenis alkohol yang dikenal, di antaranya etanol, metanol, dan isopropanol atau isopropil. Jenis alkohol yang bisa dikonsumsi sebagai minuman adalah etanol, atau etil alkohol, dengan batas tertentu. Sementara itu, jenis alkohol lainnya cukup beracun sehingga tidak untuk dikonsumsi.

    Menurut dr Aru, miras oplosan biasanya dicampur dengan metanol, bukan etanol sebagaimana lazimnya dipakai dalam minuman beralkohol, sehingga kerap berdampak fatal. Metanol sendiri sering ada pada bahan-bahan pelarut cat, pelarut tinta, dan sebagainya. Harganya pun tergolong lebih mudah untuk didapatkan.

    “Mudah didapatkan dengan harga murah sehingga jadi pilihan buat minum alkohol dari kalangan bawah,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Kamis (13/2/2025).

    Adapun mengonsumsi metanol dalam jumlah kecil akan menimbulkan gejala yang parah di berbagai bagian tubuh, seperti:

    kesulitan bernapaskebutaan salju atau fotokeratitisperubahan ekstrem dalam tekanan darahkebingunganpusingagitasikejangkomamasalah pencernaan yang menyakitkankelemahanpenyakit kuning.

    Terkait kadarnya, dr Aru mengatakan alkohol 96 persen seperti digunakan dalam miras oplosan di Cianjur dan sekitarnya tidak bisa diminum oleh manusia lantaran biasanya berbeda jenisnya dengan kandungan alkohol pada produk minuman. Produk alkohol 90 persen biasanya mengandung jenis alkohol yang disebut alkohol isopropil. Alkohol ini sama sekali tidak disarankan untuk diminum.

    “Jadi ada jenis alkohol yang bisa dikonsumsi yang di pasaran hanya kadarnya rendah tidak pernah ada yang sampai 90 persen. Bila ada yang menjual alkohol 90 persen-an berarti isinya bukan etanol tetapi selain itu. Dan harganya murah,” imbuhnya lagi.

    “Biar bagaimana mengkonsumsi alkohol secara berlebih berbahaya buat tubuh. Apalagi yang oplosan yang tidak tahu jenis alkohol yang digunakan,” sambungnya.

    (suc/up)

  • YouTuber Makan 900 Telur dalam Sebulan, Ini yang Terjadi pada Tubuhnya

    YouTuber Makan 900 Telur dalam Sebulan, Ini yang Terjadi pada Tubuhnya

    Jakarta

    Seorang YouTuber di Jepang, Joseph Everett membuat konten tidak biasa. Dirinya mengonsumsi 30 butir telur per hari atau 900 telur per bulan. Eksperimen ini dibagikan di kanal YouTube-nya, dengan judul ‘What I’ve Learned’.

    Bukan tanpa alasan, dikutip dari New York Post, Everett melakukan ini untuk menguji kebenaran klaim dari legenda binaraga Vince Gironda. Memakan 36 telur sehari diklaim efektif menambah massa otot, bahkan sama seperti suntikan steroid.

    “Ilmu pengetahuan mengenai hal ini sangat terbatas, jadi daripada mencoba mencari-cari semua makalah tentang telur, saya pikir saya akan langsung saja mengonsumsi 30 butir telur sehari selama sebulan dan melihat apa yang terjadi,” kata Everett di kanal YouTube-nya.

    Telur sendiri merupakan makanan yang kaya akan gizi seperti protein, lemak sehat, nutrisi penting lain termasuk kolin, zat besi, vitamin A, vitamin B12, dan vitamin D.

    Sebagai catatan, Everett tidak hanya mengonsumsi puluhan telur dalam sehari, Everett juga melengkapi asupannya dengan nasi, daging sapi, buah, madu, yogurt, dan protein bar. Selain itu, dirinya juga melakukan aktivitas fisik secara rutin dengan angkat beban.

    Pada akhir bulan, setelah berhasil mengonsumsi 900 telur, Everett mengaku telah memperoleh tambahan massa otot sebanyak 13 pon atau sekitar 5,89 kg. Tes darahnya juga menunjukkan penurunan trigliserida, yakni lemak ‘jahat’ yang dapat memicu stroke dan serangan jantung.

    Dirinya juga mengaku lebih bugar. Bahkan bisa mengangkat beban yang lebih berat dibandingkan sebelum dirinya melakukan eksperimen makan telur.

    Telur sendiri merupakan salah satu makanan yang dapat memicu terjadinya kolesterol tinggi. The American Heart Association merekomendasikan orang dewasa mengonsumsi satu hingga dua telur per hari.

    Anehnya, setelah Everett mengonsumsi 900 telur per hari, terjadi perubahan minimal pada kolesterol jahatnya (low-density lipoprotein). Sementara kadar kolesterol baik (high-density lipoprotein) meningkat.

    “Saya juga merasa lebih fokus, memiliki banyak energi di dalam dan luar pusat kebugaran, libido saya lebih tinggi, dan saya sedikit lebih bersemangat,” katanya.

    (dpy/naf)

  • 4 Kebiasaan yang Harus Dilakukan Wanita di Usia 20-an, Bikin Umur Panjang

    4 Kebiasaan yang Harus Dilakukan Wanita di Usia 20-an, Bikin Umur Panjang

    Jakarta

    Hidup di usia 20-an adalah waktu yang tepat untuk membangun pondasi yang kokoh bagi hidup yang sehat dan berumur panjang. Kebiasaan yang yang dilakukan saat ini akan memberikan dampak yang bertahan lama pada kesejahteraan hidup seseorang.

    Meskipun beberapa kebiasaan mungkin tampak kecil atau tak penting, perubahan tersebut dapat membuat perbedaan besar seiring berjalan waktu. Dikutip dari Times of India, berikut adalah empat kebiasaan harian yang harus dilakukan setiap wanita di usia 20-an untuk masa depan yang sehat.

    1. Berolahraga dan Tetap Aktif Secara Teratur

    Tetap aktif adalah salah satu kebiasaan terpenting yang dapat dibangun di usia 20-an. Ini bukan hanya tentang mengikuti sesi kebugaran, tetapi juga menjadikan gerakan sebagai bagian dari rutinitas harian. Baik itu berjalan, bersepeda, menari, atau yoga, olahraga teratur membantu meningkatkan kesehatan jantung, energi, dan memperbaiki suasana hati.

    Bahkan aktivitas harian kecil seperti menaiki tangga atau melakukan peregangan selama 10 menit dapat bertambah seiring waktu. Karenanya, tetap aktif sekarang akan membantu mengurangi risiko penyakit kronis di masa mendatang.

    2. Jangan Melewatkan Waktu Makan

    Tak sedikit wanita di usia 20-an terjebak dalam pekerjaan, kehidupan sosial, atau studi, yang dapat menyebabkan melewatkan makan untuk menghemat waktu. Namun, kita sering lupa bahwa melewatkan makan dapat menyebabkan ngemil yang tidak sehat dan metabolisme yang lambat.

    Makan tiga kali sehari secara konsisten menjaga tingkat energi tetap stabil dan metabolisme berfungsi dengan baik. Fokus pada diet seimbang dengan protein, lemak sehat, dan serat. Makan dalam porsi kecil setiap beberapa jam dapat membantu menjaga kadar gula darah yang sehat dan mencegah makan berlebihan di kemudian hari.

    3. Bermeditasi Setiap Hari

    Hidup di usia 20-an bisa jadi penuh tekanan dengan semua perubahan dan tantangan yang dihadapi. Meditasi adalah cara yang mudah dan efektif untuk mengelola stres.

    Meditasi selama 5 hingga 10 menit setiap hari dapat membantu mengurangi kecemasan, meningkatkan konsentrasi, dan menciptakan pikiran yang tenang. Meditasi membantu melatih pikiran untuk menangani stres dengan lebih baik, sehingga lebih mudah untuk tetap fokus dan positif, apa pun yang terjadi dalam hidup.

    4. Istirahat Sejenak dari Ponsel-Media Sosial

    Sangat mudah untuk kecanduan ponsel, media sosial, dan notifikasi terus-menerus. Menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar dapat memengaruhi kualitas tidur dan menyebabkan mata tegang, belum lagi meningkatkan tingkat stres.

    Biasakan untuk menghabiskan beberapa jam setiap hari tanpa gangguan digital. Ini bisa berarti menghindari memegang perangkat saat makan, sebelum tidur, atau bahkan saat menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga. Memberikan otak waktu istirahat dari layar membantu meningkatkan kualitas tidur, fokus, dan kesejahteraan mental.

    (suc/suc)

  • Vidi Aldiano 5 Tahun Lawan Kanker Ginjal, Berencana Ingin Berhenti Kemoterapi

    Vidi Aldiano 5 Tahun Lawan Kanker Ginjal, Berencana Ingin Berhenti Kemoterapi

    Jakarta

    Lebih dari lima tahun berlalu pasca Vidi Aldiano didiagnosis kanker ginjal stadium 3. Pada Desember 2019, penyanyi yang belakangan juga dikenal sebagai host salah satu podcast, mengungkap kanker ginjalnya sudah menyebar ke beberapa bagian tubuh lain.

    Kini, Vidi mengaku tidak bisa terus menerus menjalani kemoterapi, mengingat efek sampingnya berdampak signifikan pada keseharian. Ia khawatir, dampak kemoterapi pada tubuh malah akan semakin parah.

    Di satu sisi, tantangan lain yang dihadapi Vidi adalah sebisa mungkin menghindari pemicu stres. Sebab, stres otomatis meningkatkan inflamasi atau peradangan yang bisa memperburuk kondisi tubuh.

    “Beberapa bulan terakhir roller coaster sekali, banyak hari baik, tapi banyak hari nggak baik juga, jadi agak lumayan bingung. Especially waktu masuk tahun 2025, berarti kan ini menandakan gue sudah 5 tahun lebih ya menjadi cancer fighter, at the same time sebenarnya gue bersyukur sekali Tuhan masih memberikan waktu untuk terus berjuang,” beber Vidi dalam akun pribadinya di TikTok, Rabu (12/2/2025).

    “Tapi di satu sisi 5 tahun perjuangan ini belum berakhir, jadi kadang-kadang mental juga kena, terutama awal tahun ini ya sampai hari ini pun pikiran gua banyak sekali mengalami kekalahan,” tandasnya.

    Sebagai orang yang selalu dikenal tampak ceria, Vidi sebenarnya berjuang dengan banyak pemikiran terkait kanker serta sejumlah polemik lain di hidupnya.

    “Terlalu banyak what if, what if, yang muncul di kepala gue, belum lagi beberapa stres yang muncul dari beberapa variabel luar, sementara dokter bilang disease ini sangat amat rentan dengan apa yang namanya stres,” cerita dia.

    “Kalau tingkat stres tinggi, inflamasi juga tinggi, harus memanage stres,” pungkasnya sembari meminta doa dan dukungan untuk tetap semangat menjalani hidup sebagai pejuang kanker.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Vidi sudah menjalani operasi pengangkatan ginjal kirinya di Singapura pada 2019. Selama tiga tahun, Vidi juga menjalani berbagai upaya pengobatan, mulai dari 10 sesi radiasi hingga detoksifikasi di Thailand.

    (naf/kna)

  • Video: Efek Domino Penghentian Bantuan Luar Negeri AS di Sektor Kesehatan

    Video: Efek Domino Penghentian Bantuan Luar Negeri AS di Sektor Kesehatan

    Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan menarik negaranya dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). Tak hanya itu, AS juga menghentikan sumbangan bantuan luar negeri seperti untuk program yang memerangi polio, HIV, dan AIDS. Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pun menjabarkan efek domino dari keputusan AS di sektor kesehatan ini.

    (/)

  • RI Catat Kematian Pneumonia Tertinggi pada 2024, Terbanyak di 5 Kelompok Ini

    RI Catat Kematian Pneumonia Tertinggi pada 2024, Terbanyak di 5 Kelompok Ini

    Jakarta

    Kasus pneumonia di Indonesia meningkat signifikan pada 2024, total ada 2.136 orang yang jatuh sakit. Kementerian Kesehatan RI menyebut kenaikan kasus juga disebabkan penambahan pemeriksaan. Dari semula hanya 15 site sentinel severe acute respiratory infection (SARI) yang melapor, pada 2024 tercatat tambahan 20 site sentinel SARI, dengan total 35 pelaporan site.

    Tren kenaikan terpantau masih konsisten terjadi seiring dengan pola musiman di penghujung tahun hingga awal tahun. Angka kematian pada 2024 juga relatif tinggi, nyaris 50 persen dari total kasus pneumonia, yakni 1.264 jiwa.

    Tren kematian meningkat empat kali lipat berdasarkan catatan Kemenkes RI pada 2022 dengan ‘hanya’ 264 jiwa dan pada 2023 sebanyak 330 kasus meninggal.

    “Tren kematian pneumonia nampak meningkat pada Januari 2024. Dari 39 kasus yang meninggal, beberapa di antaranya memiliki komorbid,” beber laporan Kemenkes RI seperti yang dilihat detikcom, Kamis (13/2/2025).

    Adapun daftar komorbid yang diidap pasien di antaranya:Diabetes (28 persen)Kardiovaskular (18 persen)PPOK (13 persen)Tuberkulosis (7 persen)Komorbid lain termasuk kelainan hematologis dan hati kronis (2-5 persen)

    Risiko kematian juga meningkat pada kelompok lansia. Sebanyak 46 persen dari total kematian pneumonia adalah lansia.

    Imbauan Kemenkes RI

    Kemenkes RI mengimbau masyarakat tidak panik, lantaran pneumonia merupakan penyakit yang bisa dicegah dan diobati. Sebaiknya, mulai melakukan sejumlah langkah pencegahan untuk terhindar dari kemungkinan jatuh sakit.

    Melakukan perilaku hidup bersih dan sehatImunisasi Bacillus Calmette Guerin (BCG), Difteri, Pertusis, dan Tetanus (DPT), Haemophilus influenzae type B (HiB), campak, Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV), influenzaRumah sehat dengan ventilasi dan pencahayaan rumah yang bagusMenghindari asap rokok dan asap lain di dalam rumahMenggunakan masker jika sakit fluMenghindari kerumunanMencuci tangan dengan sabun dan air mengalirMenerapkan etika batuk dan bersin, seperti menutup mulut atau hidung jika batuk dan bersin.

    (naf/suc)

  • Video: BPOM Kena Efisiensi Anggaran Sebesar 41 Persen

    Video: BPOM Kena Efisiensi Anggaran Sebesar 41 Persen

    Video: BPOM Kena Efisiensi Anggaran Sebesar 41 Persen

  • Pria Ini Jalani Eksperimen Makan 900 Telur Sebulan, Ngaku Merasa Lebih Bugar

    Pria Ini Jalani Eksperimen Makan 900 Telur Sebulan, Ngaku Merasa Lebih Bugar

    Jakarta

    Seorang penggiat olahraga Joseph Everett yang tinggal di Tokyo, Jepang melakukan eksperimen nyeleneh pada tubuhnya. Ia mengonsumsi 30 butir telur setiap hari dengan total 900-an telur dalam satu bulan.

    Selain berfokus pada konsumsi telur yang sangat banyak, ia juga memulai program kebugaran yang berfokus pada angkat beban dan mencatat perkembangan yang terjadi pada tubuhnya.

    Dikutip dari Daily Mail, sebelum melakukan percobaan tersebut, ia mengukur berat badan awalnya dan performa di empat jenis latihan meliputi angka beban barbel, deadlift, squat, dan bench press. Everett juga menjalani tes darah sebelum dan sesudah eksperimen tersebut untuk mengetahui aspek di tubuhnya.

    Pada pemeriksaan akhir eksperimen, Everett mengalami kenaikan massa otot sebanyak 6 kg dari berat keseluruhan sekitar 78 kg di awal percobaan. Performa kebugarannya mengalami kebugarannya juga meningkat, dengan ia mampu mengangkat beban 20 kg lebih banyak daripada saat baru memulai eksperimen.

    Hal yang unik yang ditemukan adalah hasil pemeriksaan darahnya tidak menunjukkan peningkatan kadar kolesterol ‘jahat’ low-density lipoprotein (LDL) dan kadar kolesterol ‘baik’ high-density lipoprotein (HDL) justru meningkat. Terlebih hasil pemeriksaan juga menunjukkan penurunan jenis lemak berbahaya dalam darah yang disebut trigliserida, yang dikaitkan dengan risiko stroke dan serangan jantung.

    Selama percobaan, ia juga secara rutin melakukan olahraga angkat beban. Tidak hanya mengonsumsi 30 butir telur setiap harinya, ia juga mengombinasikannya dengan semangkuk nasi, yoghurt, buah dan madu, serta terkadang protein bar.

    Total kalori harian yang dikonsumsi diperkirakan mencapai 3.300-3.700 kalori per hari. Ini jauh lebih besar melebihi rekomendasi 2.500 kalori pada pria.

    “30 butir telur memberi saya 190 gram protein, seluruh kebutuhan vitamin A harian saya, 120 persen vitamin D saya, dan banyak sekali vitamin B. Ini bisa dibilang mendukung pertumbuhan otot dengan berbagai cara,” kata Everett.

    Telur dikenal sebagai sumber protein yang baik, yang penting untuk membangun otot. Telur juga mengandung banyak vitamin dan mineral, termasuk kalsium, zat besi, seng, dan kalium yang memperkuat tulang.

    Namun, Everett juga mengingatkan 30 butir telur memiliki kandungan kolesterol yang sangat tinggi serta 45 gram lemak jenuh. Menurut National Health Service (NHS) Inggris, pria dewasa sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 30 gram lemak jenuh per hari karena risiko kenaikan berat badan dan penyakit terkait obesitas, seperti masalah jantung.

    Meski begitu, Everett mengklaim bahwa tubuhnya dapat mengubah lemak menjadi hormon testosteron, jika dipadukan dengan latihan kekuatan yang membantu pertumbuhan otot.

    “Saya merasa lebih fokus, memiliki banyak energi di dalam dan luar pusat kebugaran, libido saya lebih tinggi, dan saya sedikit lebih bersemangat dan tidak terkendali,” ceritanya.

    (avk/kna)

  • Begini Ekspresi Kucing Saat Divaksinasi Rabies

    Begini Ekspresi Kucing Saat Divaksinasi Rabies

    Foto Health

    Antara Foto/Asprilla Dwi Adha – detikHealth

    Rabu, 12 Feb 2025 20:30 WIB

    Jakarta – Sudin KPKP Jakarta Selatan menggelar vaksinasi untuk hewan peliharaan, salah satunya kucing di RPTRA Berseri Jagakarsa. Begini ekspresi kucing saat divaksinasi.