Category: Detik.com Kesehatan

  • YKAKI Kembali Gelar #BeraniGundul 2025, Dukung Anak-anak Sembuh dari Kanker

    YKAKI Kembali Gelar #BeraniGundul 2025, Dukung Anak-anak Sembuh dari Kanker

    Jakarta

    Dalam rangka memeringati Hari Kanker Anak Internasional (HKAI) setiap tanggal 15 Februari, Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) kembali menggelar aksi #BeraniGundul. Acara ini sebagai simbol dukungan kepada para anak-anak pejuang kanker.

    Pada peringatan International Childhood Cancer Day (ICCD) tahun ini, YKAKI mengusung tema “#BeraniGundul Lawan Kanker pada Anak, Childhood Action-Inspiring Action”. Acara ini digelar di Mal Gandaria City, Jakarta Selatan, Sabtu (15/2/2025).

    Tema ini diangkat berdasarkan wawasan yang dikumpulkan pada tahun pertama kampanye (2024) yang bertema “Univeiling Challenges”. Fase kedua kampanye mengalihkan fokusnya ke solusi yang dapat ditindaklanjuti.

    Founder YKAKI Ira Soelistyo mengatakan gelaran ini rutin digelar sejak tahun 2014. Menurutnya, ini sebagai salah satu dukungan kepada para anak-anak pejuang kanker di Indonesia.

    “Umumnya kan mereka dibotakin karena rambutnya rontok ya. Jadi mereka dengan bangganya dengan rambut botak,” kata Ira di Jakarta Selatan, Sabtu (15/2/2025).

    “Kalau di luar negeri anak-anak (pejuang kanker) habis botak dikasih topi, jadi mereka senang. Tapi kalau di Indonesia nggak ada yang mau pakai topi, mereka percaya diri,” sambungnya.

    Melalui aksi #BeraniGundul ini, lanjut Ira, anak-anak pengidap kanker bisa lebih semangat untuk mendapatkan kesembuhan.

    “Gundul is cool. Jadi bukan sesuatu yang menakutkan, apalagi bagi anak-anak yang perempuan ya,” katanya.

    Senada, Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI, dr Siti Nadia Tarmizi mengapresiasi aksi #BeraniGundul yang digelar YKAKI. Menurutnya, ini bisa sebagai simbol bahwa anak-anak pejuang kanker tidak berjuang sendiri.

    “Untuk anak-anak pengidap kanker membuktikan bahwa kita tidak sendiri. Ada banyak orang tua, anak-anak, adik-adik, dan orang-orang di belakang kita yang mendukung untuk kita menjadi sembuh,” kata Nadia.

    Nadia menambahkan bahwa salah satu pekerjaan rumah Indonesia dalam melawan kanker pada anak adalah terkait pendeteksian. Pasalnya, kasus-kasus kanker anak biasanya ditemukan sudah pada stadium lanjut.

    “Pasti ini akan membutuhkan biaya yang lebih besar karena obatnya pakai yang lebih kuat. Kedua, angka survival-nya menjadi semakin rendah,” kata Nadia.

    Ke depannya, Kemenkes akan memaksimalkan skrining kanker sejak awal seperti di negara-negara maju. Hal ini agar mereka yang mengidap penyakit ini bisa dideteksi lebih dini dan mendapatkan peluang sembuh lebih besar.

    “Upaya yang dilakukan pemerintah adalah melalui cek kesehatan gratis (CKG). Di mana melalui cek kesehatan gratis ini selain bisa cek gula, darah tinggi, tapi juga beberapa penyakit kanker,” tutupnya.

    Dalam rangka Hari Kanker Anak Sedunia, penting untuk meningkatkan kesadaran akan faktor lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan anak, termasuk paparan bahan kimia berbahaya seperti BPA (Bisphenol-A). World Health Organization (WHO) telah mengingatkan bahwa BPA berisiko mengganggu sistem hormon dan dapat menyebabkan gangguan perkembangan pada anak-anak. Untuk itu, penggunaan bahan bebas BPA pada kemasan makanan, galon, dan mainan anak sangat dianjurkan demi melindungi kesehatan anak-anak dari paparan zat berbahaya.

    (dpy/up)

  • Cara Minum Kopi yang Aman untuk Pengidap Asam Lambung

    Cara Minum Kopi yang Aman untuk Pengidap Asam Lambung

    Jakarta

    Bagi banyak orang, secangkir kopi adalah teman setia yang menemani rutinitas sehari-hari. Namun, bagi sebagian lainnya, terutama pengidap penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), kopi sering kali menjadi pemicu gejala seperti rasa panas di dada, mual, atau rasa tidak nyaman di perut.

    Meskipun kopi memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan kewaspadaan dan menyegarkan pikiran, pengidap asam lambung perlu berhati-hati dalam memilih cara minum kopi agar tidak memperburuk kondisi mereka.

    Berikut adalah beberapa tips untuk menikmati kopi yang aman bagi pengidap asam lambung.

    1. Pilih Jenis Kopi yang Tepat

    Kopi mengandung kafein, yang dapat merangsang produksi asam lambung. Namun, tidak semua jenis kopi memberikan efek yang sama. Untuk pengidap asam lambung, kopi dengan kandungan kafein lebih rendah, seperti kopi Arabika, lebih disarankan dibandingkan dengan kopi Robusta yang lebih kuat.

    Selain itu, kopi yang diseduh dengan metode drip atau cold brew biasanya lebih rendah kadar keasamannya dibandingkan dengan kopi espresso atau kopi tubruk.

    Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam The American Journal of Gastroenterology, kopi dengan kadar keasaman rendah lebih cenderung tidak memicu refluks asam lambung. Oleh karena itu, pengidap GERD disarankan untuk mencoba jenis kopi yang memiliki keasaman lebih rendah untuk mengurangi risiko iritasi pada saluran pencernaan.

    2. Jangan Minum Kopi dengan Perut Kosong

    Salah satu alasan kopi bisa memperburuk gejala asam lambung adalah ketika dikonsumsi dalam keadaan perut kosong. Kopi dapat merangsang produksi asam lambung yang lebih banyak, yang bisa menyebabkan perut terasa terbakar atau mulas. Untuk mengurangi efek samping ini, sebaiknya konsumsi kopi setelah makan.

    Dikutip dari Healthline, pengidap asam lambung disarankan mengonsumsi makanan ringan atau sarapan sebelum menikmati secangkir kopi. Hal ini dapat membantu menstabilkan kadar asam lambung dan meminimalkan risiko refluks.

    3. Kurangi Gula dan Krim dalam Kopi

    Menambahkan banyak gula atau krim dalam kopi bisa memperburuk gejala asam lambung. Gula berlebih bisa meningkatkan produksi asam lambung, sementara krim atau susu yang berlemak dapat memperlambat proses pencernaan, menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut. Untuk pengidap asam lambung, sebaiknya pilih kopi hitam atau kopi dengan sedikit tambahan susu non-lemak.

    Studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Gastroenterology menunjukkan bahwa makanan berlemak dan gula dapat memicu refluks asam, jadi menghindari tambahan seperti krim atau gula berlebih adalah langkah yang bijak.

    4. Kurangi Konsumsi Kopi Berlebihan

    Konsumsi kopi berlebihan dapat menyebabkan perut menjadi lebih sensitif terhadap asam. Sebaiknya batasi jumlah konsumsi kopi Anda agar tidak berlebihan, terutama jika Anda merasa gejala asam lambung mulai muncul.

    Menurut Mayo Clinic, pengidap GERD disarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari dua hingga tiga cangkir kopi per hari. Penting untuk memahami batas toleransi tubuh dan mengetahui kapan kopi dapat menyebabkan masalah. Jika gejala GERD atau refluks mulai muncul setelah mengonsumsi kopi, coba kurangi jumlahnya atau hentikan sama sekali.

    5. Jangan Minum Kopi Sebelum Tidur

    Kopi mengandung kafein yang dapat memengaruhi pola tidur, bahkan beberapa jam setelah diminum. Untuk pengidap asam lambung, kafein dapat mengendurkan otot yang mencegah asam lambung naik ke kerongkongan, memperburuk gejala refluks. Oleh karena itu, sebaiknya hindari minum kopi beberapa jam sebelum tidur.

    Studi dari Gastroenterology & Hepatology menyarankan agar pengidap GERD menghindari konsumsi kafein dalam waktu dekat dengan tidur untuk mencegah gejala refluks yang lebih parah.

    (kna/kna)

  • Youtuber Mukbang Nikocado Avocado Operasi Pengangkatan Kulit usai Turun 113 Kg

    Youtuber Mukbang Nikocado Avocado Operasi Pengangkatan Kulit usai Turun 113 Kg

    Jakarta

    Nikocado Avocado yang dikenal sebagai bintang ‘mukbang’ di YouTube, mengungkap dirinya telah menjalani operasi pengangkatan kulit. Ini dilakukan setelah berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 113 kg.

    “Saya memiliki banyak kulit yang kendur. Saya tahu itu akan terjadi dan selalu menyembunyikannya di balik celana,” ungkap pria bernama asli Nicholas Perry itu.

    “Maka dari itu saya akhirnya memutuskan untuk menjalani operasi pengangkatan kulit,” lanjutnya yang dikutip dari laman People.

    Awalnya, Perry hanya melakukan facelift untuk mengencangkan bagian wajahnya. Saat itu, ia belum ada pertimbangan untuk mengangkat kulit berlebih di tubuhnya karena prosesnya yang mungkin lebih rumit.

    Selama masa pemulihan, Perry berkonsultasi dengan dokter bedah untuk menjalani operasi pengangkatan kulit. Keputusan ini diambil karena ia mulai merasa terganggu dengan kulit di area perutnya.

    “Saya sedang berbelanja pakaian untuk pesta pernikahan, tidak ada yang pas, dan saya harus terus menekan perut saya ke dalam celana. Itu sangat menyebalkan dan menjijikkan dan saya berpikir harus menghilangkan ini,” tuturnya.

    Perry melakukan 360 body lift, yang menurut American Society of Plastic Surgeons dilakukan untuk menghilangkan kulit dan lemak kendur yang berlebih. Prosedur ini juga dapat memperbaiki permukaan kulit yang kendur dan tidak teratur.

    Operasi seperti yang dijelaskan Perry, dilakukan dengan sayatan yang melingkari seluruh tubuhnya, seperti ikat pinggang. Selama prosedur, tim dokter berhasil mengangkat sekitar 4,5 kg kulitnya.

    Setelah operasi, Perry membagikan hasilnya di media sosial. Ia terlihat memakai korset pinggang dan memperlihatkan penampilan barunya.

    “Saya suka hasilnya dan merasa sangat baik. Saya belum pernah merasa sebagus ini seumur hidup,” kata Nikocado, memamerkan bekas luka di bawah lengan dan di pinggangnya.

    “Saya tidak pernah merasa sebahagia ini. Saya tidak sabar untuk pergi ke pantai dan menyaksikan matahari terbit, bermeditasi, merasakan matahari, merasakan angin, dan menghirup udara itu,” pungkasnya.

    (sao/kna)

  • Penjelasan Ilmiah Mati Suri, Hidup Kembali setelah Dinyatakan Meninggal

    Penjelasan Ilmiah Mati Suri, Hidup Kembali setelah Dinyatakan Meninggal

    Jakarta

    Mati suri merujuk pada pengalaman yang dilaporkan oleh seseorang yang berada dalam kondisi klinis dekat dengan kematian, seperti berhenti napas, jantung berhenti berdetak, atau aktivitas otak yang sangat minim. Selama periode ini, individu tersebut mungkin mengalami sensasi luar biasa yang berbeda-beda. Beberapa orang melaporkan sensasi terbang keluar dari tubuh mereka, berjalan menuju cahaya terang, atau bertemu dengan makhluk gaib.

    Secara umum, mati suri terjadi dalam kondisi medis yang sangat kritis, seperti serangan jantung, kecelakaan parah, atau saat seseorang berada dalam kondisi koma. Meskipun sempat dinyatakan meninggal, banyak orang yang mengalami mati suri akhirnya kembali sadar.

    Penyebab pasti dari fenomena mati suri masih menjadi misteri dalam ilmu kedokteran. Namun, beberapa penjelasan ilmiah mencoba mengaitkan fenomena ini dengan reaksi fisiologis tubuh manusia pada saat-saat kritis.

    Salah satu studi yang paling terkenal tentang mati suri adalah yang dilakukan oleh Dr Pim van Lommel pada tahun 2001. Dalam studi yang dipublikasikan di The Lancet, ia mengamati pasien yang selamat dari serangan jantung dan menemukan bahwa hampir 18% dari mereka melaporkan pengalaman mati suri.

    Salah satu temuan utama dari penelitian ini adalah bahwa meskipun pasien mengalami henti jantung dan tidak menunjukkan aktivitas otak, mereka masih melaporkan pengalaman yang sangat jelas, seperti melihat diri mereka sendiri atau mendengar percakapan medis yang terjadi di sekitar mereka.

    Lazarus syndrome atau sindrom Lazarus juga kerap dikaitkan dengan pengalaman mati suri.

    Laman Medical News Today mencatat lazarus syndrome adalah kembalinya sirkulasi spontan (return of spontaneous circulation/ROSC) yang tertunda setelah CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) dihentikan. Artinya, seseorang yang dinyatakan meninggal setelah detak jantungnya terhenti, kembali mengalami aktivitas jantung yang mendadak.

    Studi yang dipublikasikan di laman National Library of Medicine mengenai Lazarus Phenomenon mencatat kasus seorang wanita berusia 25 tahun yang mengunjungi rumah sakit karena muntah terus-menerus dan penurunan berat badan selama enam bulan terakhir setelah operasi bariatrik.

    Pada hari ke 16 masuk rumah sakit, pasien mengalami henti jantung dan menjalani resusitasi jantung paru (CPR) terus menerus selama 73 menit namun tidak ada tanggapan yang terlihat, yang menyebabkan pengumuman kematian.

    Lima puluh menit kemudian, anggota keluarga tersebut memperhatikan gerakan mata halus yang memerlukan dimulainya kembali protokol dukungan kehidupan jantung tingkat lanjut dan resusitasi. Pasien selamat tetapi ia mengalami defisit neurologis yang signifikan akibat cedera otak anoksik yang berkepanjangan.

    “Durasi yang bervariasi antara waktu kematian klinis dan waktu ROSC telah dilaporkan dalam laporan kasus sebelumnya, meskipun di antara mereka yang selamat, kasus kami memiliki durasi CPR terlama dan interval antara pengumuman kematian dan saat persepsi kehidupan mengkonfirmasi ROSC,” tulis studi tersebut.

    (kna/kna)

  • Wanita Jalani Operasi gegara Kebanyakan Makan, 5 Kg Isi Perutnya Dikeluarkan

    Wanita Jalani Operasi gegara Kebanyakan Makan, 5 Kg Isi Perutnya Dikeluarkan

    Jakarta

    Seorang wanita yang mengalami masalah pencernaan parah harus dirawat di rumah sakit setelah makan berlebihan selama perayaan Tahun Baru Imlek.

    Menurut laporan dari China Press, wanita berusia 41 tahun asal Jiangsu, China, terpaksa menjalani operasi untuk mengeluarkan perutnya beserta 5 kg makanan yang ada di dalamnya, setelah dia makan secara berlebihan hingga perutnya membesar dengan sangat ekstrem.

    Wanita tersebut juga mengalami nekrosis dinding lambung dan perforasi, yang menyebabkan syok septik dan kegagalan organ multipel.

    Sekitar sebulan lalu, dia dilaporkan merasakan kembung dan ketidaknyamanan pada perut, serta perut yang lebih besar dari sebelumnya. Meski begitu, dia tidak mengubah pola makannya dan terus makan berlebihan selama perayaan Tahun Baru Imlek.

    Setelah itu, dia menunjukkan gejala distensi perut dan muntah parah. Karena rasa sakit yang intens, dia segera dibawa ke rumah sakit dan dirawat di unit perawatan intensif (ICU) karena terjatuh dalam kondisi koma.

    Dokter kemudian menemukan bahwa perutnya sangat terdistensi akibat obstruksi duodenum, dengan nekrosis dinding lambung dan perforasi yang banyak. Setelah menjalani operasi, dokter mengeluarkan lebih dari 3.000 ml isi perut, termasuk sejumlah besar acar dan tauge seberat 5 kg.

    Setelah operasi darurat, wanita tersebut berhasil diselamatkan.

    Direktur rumah sakit tempat wanita itu dirawat mengimbau masyarakat, terutama yang lanjut usia, untuk menjaga pola makan dengan 3 kali makan sehari yang seimbang antara daging dan sayuran. Mereka juga menyarankan untuk mengurangi konsumsi garam dan minyak, mengonsumsi alkohol secara moderat, serta menghindari makanan dengan serat kasar dan sulit dicerna, seperti persimmons, acar, dan tauge, terutama saat perut kosong.

    (kna/kna)

  • Kematian Akibat Gigi Berlubang Bisa Terjadi, Ini yang Jadi Pemicunya

    Kematian Akibat Gigi Berlubang Bisa Terjadi, Ini yang Jadi Pemicunya

    Jakarta

    Gigi berlubang bisa menyebabkan infeksi yang jika tidak diobati dapat menyebar ke jaringan lain dalam tubuh dalam hitungan minggu atau bulan dan menyebabkan komplikasi yang berpotensi mengancam jiwa. Meskipun jarang terjadi, infeksi gigi dapat memicu kematian.

    Dikutip dari Healthline, infeksi gigi dapat terjadi ketika bakteri memasuki saraf atau jaringan lunak gigi, yang disebut pulpa. Hal ini dapat terjadi akibat kerusakan gigi, cedera, atau prosedur perawatan gigi sebelumnya.

    Jika tidak diobati, infeksi gigi dapat menyebar ke area tubuh lainnya, yang menyebabkan komplikasi serius yang berpotensi mengancam jiwa, termasuk:

    sepsis: reaksi parah oleh tubuh sebagai respons terhadap infeksiAngina Ludwig: infeksi bakteri serius yang memengaruhi dasar mulut, di bawah lidahfasciitis nekrotikans: infeksi parah yang menyebabkan kematian jaringan lunak dalam tubuhmediastinitis: peradangan pada mediastinum, yang merupakan ruang yang terletak di antara paru-paruendokarditis: peradangan pada lapisan dalam jantung, yang disebut endokardiumtrombosis sinus kavernosus: bekuan darah berbahaya pada sinus, tepat di bawah otak dan di belakang mataosteomielitis: infeksi jaringan tulangabses otak: kumpulan nanah yang dapat terbentuk di otak

    Kematian akibat gigi berlubang juga dialami oleh mantan pemain NFL, Mike Williams. Dia dilaporkan meninggal karena sepsis bakteri akibat memiliki banyak gigi berlubang pada 2023.

    Penyebab kematiannya tercatat sebagai “sepsis bakteri dengan abses otak dan pneumonia nekrosis akibat banyaknya karies dan akar gigi yang tertahan,” kata laporan autopsi medisnya.

    Infeksi gigi tidak akan hilang dengan sendirinya. Infeksi ini memerlukan perawatan tepat waktu agar tidak menyebar. Beberapa gejala dapat menandakan bahwa infeksi gigi telah menjadi serius, di antaranya:

    demamtidak enak badanpembengkakan kelenjar getah beningsakit kepalamual atau muntahpembengkakan di sekitar wajah, leher, atau mataketidakmampuan untuk membuka mulut atau rahang (trismus)kesulitan berbicara, mengunyah, atau menelankesulitan bernapasdetak jantung cepat

    (kna/kna)

  • Tips Makan Kolang-kaling agar Aman untuk Kesehatan, Waspada Kadar Gula

    Tips Makan Kolang-kaling agar Aman untuk Kesehatan, Waspada Kadar Gula

    Jakarta – Kolang-kaling adalah makanan camilan segar yang sering dikonsumsi masyarakat, terutama saat bulan puasa. Rasanya yang segar cicik menjadi pelengkap es campur atau hidangan lainnya.

    Namun, ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar kolang-kaling tetap aman dikonsumsi untuk kesehatan. Simak informasinya berikut ini.

    Tips Makan Kolang-kaling agar Aman untuk Kesehatan

    Kolang-kaling berasal dari buah aren yang diolah sedemikian rupa hingga menjadi makanan lezat. Salah satunya adalah manisan kolang-kaling yang punya rasa segar dan cocok dipadukan dengan berbagai hidangan.

    Manisan, sesuai namanya, mengandung banyak gula yang bisa berisiko bagi kesehatan. Nah, detikers bisa melakukan tips berikut agar tetap sehat dan bisa menimkati kolang-kaling.

    1. Perhatikan Kadar Gula

    Mengutip jurnal berjudul Kualitas pH, Kadar Air, dan Kadar Gula dari Manisan Kolang-Kaling yang Dibuat dengan Variasi Berbagai Jenis Gula oleh Aliya Farkha Sofiyani, dkk dari Universitas Veteran Bangun Nusantara, terlalu banyak gula bisa membuat kolang kaling terlalu manis dan berpotensi meningkatkan risiko kesehatan terkait konsumsi gula berlebih. Jadi, penting untuk memperhatikan jumlah gula yang digunakan dan memperhatikan aspek kesehatan saat membuat sajian ini.

    Setiap jenis gula yang digunakan memiliki komposisi nutrisi yang berbeda. Gula aren dan gula kelapa umumnya memiliki beberapa nutrisi tambahan, seperti vitamin, mineral, dan serat dibandingkan dengan gula tebu. Sehingga, penggunaan gula aren atau gula kelapa dalam manisan kolang-kaling bisa memberi nilai gizi tambahan pada produk tersebut.

    2. Waspada Kolang-kaling Mengandung Formalin

    Ada saja pedagang kolang-kaling yang menambah formalin untuk mengawetkannya. Untuk itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri kolang-kaling berformalin.

    Menurut International Agency for Research on Cancer (IARC) yang dikutip Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, formalin bisa mengiritasi lambung, mata, hidung, tenggorokan, sera bersifat karsinogenik. Peningkatan paparan formalin bisa menyebabkan kanker faring, nasofaring, otak, dermatitis, dan reaksi alergi.

    Mengutip laman Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul, berikut di antara ciri-ciri kolang-kaling berformalin:

    Kolang kaling memiliki ciri khas aroma sedikit asam. Sehingga, kolang-kaling yang tidak berbau dicurigai. Bisa jadi, kolang kaling sudah dicampur dengan cairan formalin ketika direbus. Sebab, umumnya aroma khas makanan yang sudah dicampur formalin akan hilang.

    Kolang-kaling yang tidak dihinggapi lalat harus diwaspadai. Kemungkinan besar kolang kaling sudah dicampur formalin yang menghilangkan baunya.

    Kolang-kaling yang mengandung formalin memiliki tekstur yang kenyal. Meski mudah digigit, namun biasanya kolang-kaling tersebut sudah dicampurkan dengan formalin.

    Biasanya, warna kolang-kaling adalah putih transparan dan agak sedikit pucat. Namun, jika kolang-kaling sudah tercampur dengan zat berbahaya, maka warnanya adalah putih pekat dan tidak transparan.

    Tentunya kolang-kaling yang mengandung formalin pasti akan lebih tahan lama. Ini bisa dibuktikan dengan cara membiarkan kolang kaling di suhu ruang 1-2 hari. Kolang kaling dengan formalin akan tetap bertahan.

    Manfaat Kolang-Kaling untuk Kesehatan

    Tak hanya lezat, kolang-kaling juga memiliki manfaat kesehatan. Berikut di antaranya:

    1. Meredakan Penyakit Radang Sendi

    Dikutip dari Portal Resmi Provinsi Sumatera Barat, kolang kaling mengandung zat galaktomanan yang mempunyai khasiat untuk meredakan atau malah menyembuhkan penyakit radang sendi. Disarankan untuk mengkonsumsi kolang-kaling dengan direbus, tanpa memakai berbagai jenis pewarna dan gula.

    2. Mengontrol Gula Darah

    Kolang-kaling bisa menjaga kadar gula darah tetap stabil. Mengutip website Universitas Medan Area, dalam penelitian uji laboratorium, kolang-kaling memiliki senyawa polisakarida glukomanan yang dapat menurunkan kadar gula darah dan mencegah diabetes.

    3. Menjaga Kesehatan Jantung

    Kolang-kaling mengandung senyawa polisakarida glukomanan yang bisa menurunkan tekanan darah dan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Jadi, kolang-kaling baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan jantung dan penyakit kardiovaskular, seperti stroke dan serangan jantung.

    (elk/row)

  • 10 Penyebab Benjolan di Belakang Telinga pada Anak, Bisa Jadi Tanda Bahaya

    10 Penyebab Benjolan di Belakang Telinga pada Anak, Bisa Jadi Tanda Bahaya

    Jakarta – Benjolan di belakang telinga bisa mengindikasikan banyak hal terkait kesehatan anak. Karena itu, orang tua sepatutnya waspada dan mencari tahu penyebab benjolan tersebut.10 Penyebab Benjolan di Belakang Telinga pada Anak

    Benjolan di belakang telinga bisa disebabkan berbagai hal, mulai dari yang ringan hingga berat.

    1. Mastoiditis

    Mastoiditis adalah infeksi bakteri pada tulang mastoid disertai peradangan. Mengutip laman Cedars-Sinai, tulang mastoid terbuat dari sel-sel yang mengalirkan cairan dari telinga bagian tengah. Kondisi ini terjadi saat infeksi di telinga menyebar ke tulang mastoid.

    Gejala umum mastoiditis meliputi nyeri, kemerahan, bengkak di belakang telinga, sakit telinga, cuping telinga yang menonjol, demam, bau tak sedap, nanah atau cairan lain keluar dari telinga, sakit kepala, hingga kehilangan pendengaran. Komplikasinya berupa infeksi serius pada jaringan di dekatnya, kerusakan saraf wajah, masalah telinga bagian dalam, hingga peradangan atau infeksi pada selaput otak dan sumsum tulang belakang.

    Penyakit ini bisa terjadi pada usia berapapun, tapi lebih umum pada anak di bawah usia 2 tahun. Seringkali, mastoiditis diobati oleh dokter spesialis THT atau otolaringologi.

    2. Kanker

    Benjolan di belakang telinga anak-anak juga bisa disebabkan adanya kanker berbahaya. Menurut dr Afrimal Syafarudin, SpB(K)Onk, benjolan yang ada di luar kulit bisa jadi kanker kulit.

    Kemungkinan selanjutnya adalh tumor jaringan lunak. Namun tumor ini biasanya tidak berbahaya dan biasanya tumbuh di dalam kulit.

    3. Limfadenopati

    Limfadenopati merupakan penyebab lainnya dari kemunculan benjolan di belakang telinga. Kondisi ini bisa terjadi pada anak dan orang dewasa.

    Menurut Healthline, limfadenopati bermula dari kelenjar getah bening. Sebagai informasi, kelenjar getah bening adalah struktur kecil seperti organ yang ada di seluruh tubuh. Limfadenopati bisa muncul di belakang telinga, leher, panggul, hingga di bawah lengan.

    Menurut Dokter spesialis anak, dr Meta Hanindita, SpA mengutip arsip detikHealth, benjolan di belakang telinga atau kepala pada balita kemungkinan besar adalah kelenjar getah bening yang sedang aktif.

    “Kelenjar getah bening memang terdiri dari sel-sel imunitas yang melakukan perlawanan terhadap infeksi atau radang, sehingga bila terjadi infeksi maka kelenjar getah bening cenderung membesar,” kata dr Meta.

    4. Kista

    Kista dapat muncul di mana saja, termasuk di belakang telinga. Mengutip laman Medical News Today, kista kulit adalah kantung berisi cairan. Kista ini membentuk area menonjol pada kulit. Biasanya, kista bisa bergerak jika ditekan.

    5. Lipoma

    Lipoma adalah benjolan lemak jinak yang bisa tumbuh di mana saja terdapat sel lemak. Namun kondisi ini hampir selalu tidak berbahaya.

    Saat disentuh lipoma terasa lembut dan tidak terasa sakit, kecuali jika menekan saraf di dekatnya. Menurut Journal of Pediatric Surgery Case Reports, lipoma pada bayi jarang terjadi, namun pada balita umum ditemukan pada anak berusia 1-3 tahun.

    6. Abses

    Abses terbentuk saat jaringan atau sel di suatu area tubuh terinfeksi. Tubuh akan merespon infeksi dengan mencoba membunuh bakteri atau virus yang menyerang. Untuk melawan bakteri, tubuh akan mengirimkan sel darah putih ke area yang terinfeksi.

    Setelah sel-sel darah putih berkumpul di area yang rusak, nanah mulai bekembang. Nanah merupakan produk kental seperti cairan yang berkembang dari sel darah putih yang mati, jaringan, bakteri, dan zat-za penyerang lainnya.

    7. Keloid

    Keloid adalah benjolan yang terbentuk di permukaan kulit setelah cedera atau trauma pada area tubuh. Menurut laman Children Hospital, ketika kulit terluka, jaringan parut biasanya terbentuk di atas luka untuk membantu melindung dan menyembuhkannya. Namun, pertumbuhan jaringan parut yang berlebihan bisa memicu pertumbuhan keloid.

    8. Otitis Media

    Otitis media terjadi saat virus atau bakteri menginfeksi ruang di belakang gendang telinga. Gejalanya meliputi sakit telinga dan penurunan pendengaran sementara. Mengutip Healthline, gejalanya juga bisa berupa pembengkakan yang terlihat di belakang telinga. Pengobatannya bisa memberikan obat antibiotik hingga pereda nyeri.

    9. Infeksi

    Infeksi bakteri atau virus bisa menyebabkan pembengkakan pada area leher, wajah, dan bagian belakang telinga. Penyebabnya bisa jadi cacar air hingga campak.

    10. Jerawat Vulgaris

    Mengutip lama Up To Date, jerawat vulgaris biasanya dialami anak remaja dan dewasa muda. Namun, jerawat ini juga bisa dialami bayi atau anak-anak di usia dini.Jerawa ini terjadi ketika folikel rambut di kulit tersumbat.

    (elk/row)

  • Video KuTips: Tutorial Daftar Online Cek Kesehatan Gratis di SATUSEHAT

    Video KuTips: Tutorial Daftar Online Cek Kesehatan Gratis di SATUSEHAT

    Jakarta – Program Cek Kesehatan Gratis dari pemerintah untuk masyarakat yang berulang tahun sudah dimulai sejak 10 Februari 2025. Untuk mendapatkan tiket pemeriksaan, ada 3 cara mendaftarnya, yakni lewat aplikasi SATUSEHAT mobile, chatbot WhatsApp Kemenkes, atau datang langsung ke Puskesmas terdekat. Nah, di video KuTips ini, 20Detik mau kasih tahu tutorial dengan SATUSEHAT!

    (/)

  • 6 Minuman untuk ‘Membersihkan’ Ginjal Secara Alami, Ini Daftarnya

    6 Minuman untuk ‘Membersihkan’ Ginjal Secara Alami, Ini Daftarnya

    Jakarta

    Ginjal merupakan salah satu organ yang sangat penting bagi manusia. Itu berfungsi untuk menyaring darah dan menjaga keseimbangan kadar cairan serta mineral di dalam tubuh.

    Fungsi ginjal akan terpengaruh jika organ tersebut mengalami kerusakan. Efeknya, tubuh rentan terhadap risiko sejumlah penyakit, seperti darah tinggi, diabetes, hingga gagal ginjal kronis.

    Salah satu cara untuk menjaga kesehatan ginjal adalah dengan rutin minum air, menerapkan pola hidup sehat, dan mengkonsumsi makanan bergizi. Selain itu, juga bisa didukung dengan minum minuman yang dapat membersihkan ginjal.

    Meski tidak benar-benar ‘membersihkan’ ginjal, sederet minuman tersebut dapat membantu ginjal agar berfungsi dengan baik. Dikutip dari berbagai sumber, berikut daftarnya:

    1. Jus Lemon

    Jus lemon secara alami bersifat asam dan meningkatkan kadar sitrat di dalam urine, sehingga menghambat pembentukan batu ginjal. Dikutip dari Advanced Urology Institute, minuman ini juga menyaring darah dan membuang limbah, serta racun lainnya.

    Dengan mengkonsumsi jus lemon yang encer setiap hari dapat mengurangi laju pembentukan batu ginjal dan melarutkan kristal kalsium oksalat, yang menjadi unsur paling umum dari batu ginjal.

    2. Jus Semangka

    Semangka bersifat diuretik ringan, menghidrasi, dan dapat membersihkan ginjal. Buah ini juga kaya akan likopen, yang meningkatkan kesehatan kardiovaskular dan memastikan ginjal berfungsi dengan baik.

    Semangka juga memiliki sejumlah besar garam kalium yang mengatur keasaman urine dan mencegah pembentukan batu. Faktanya, mengonsumsi jus semangka secara teratur sangat baik untuk kesehatan ginjal.

    3. Jus Delima

    Biji maupun jus delima memiliki kandungan kalium yang tinggi, sehingga efektif dalam menghilangkan batu ginjal. Kalium berfungsi untuk menurunkan keasaman urine, mencegah pembentukan batu ginjal karena sifat astringent, menghambat kristalisasi mineral, dan mengeluarkan racun serta limbah dari ginjal.

    4. Jus Cranberry

    Dikutip dari GoodRX, jus cranberry mengandung antioksidan, yang membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Antioksidan dalam jus cranberry juga dapat membantu mengurangi risiko terkena infeksi saluran kemih (ISK). Para peneliti percaya hal ini terjadi karena jus cranberry mencegah bakteri menempel di saluran kemih.

    Dianjurkan untuk mengkonsumsi jus cranberry tanpa pemanis atau rendah gula. Terlalu banyak gula dapat meningkatkan gula darah dan tekanan darah, yang keduanya dapat membahayakan ginjal.

    5. Teh Hijau

    Teh adalah salah satu minuman populer karena manfaatnya untuk kesehatan, salah satunya teh hijau. Minuman satu ini mengandung katekin, yakni antioksidan yang membantu mengurangi peradangan dalam tubuh, yang mungkin baik untuk ginjal.

    6. Air

    Minum air adalah cara terbaik untuk melindungi ginjal. Sebuah penelitian besar yang melibatkan lebih dari 50.000 orang dewasa menemukan bahwa orang yang minum lebih banyak air cenderung tidak mengalami masalah ginjal.

    Orang dengan penyakit ginjal kronis cenderung tidak mengalami gagal ginjal jika mereka minum air putih dalam jumlah sedang setiap hari, sekitar 4 hingga 8 gelas per hari.

    Jumlah air yang dibutuhkan setiap hari berbeda untuk setiap orang. Hal ini disesuaikan dengan sejumlah kondisi, seperti berat badan, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan.

    Cara yang baik untuk mengetahui apakah sudah terhidrasi dengan baik adalah dengan melacak seberapa sering buang air kecil dan warna urine. Saat terhidrasi dengan baik, seseorang mungkin akan merasa ingin buang air kecil setidaknya setiap 2 hingga 4 jam. Dan urine seharusnya berwarna kuning muda dan bening.

    (sao/kna)