Category: Detik.com Kesehatan

  • Cerita Iwan #BeraniGundul untuk Dukung Anaknya yang Jadi Penyintas Leukemia

    Cerita Iwan #BeraniGundul untuk Dukung Anaknya yang Jadi Penyintas Leukemia

    Jakarta

    Kanker dapat menyebabkan rambut rontok karena pengobatan yang dijalani pasien. Kemoterapi dan terapi radiasi dapat menyerang sel-sel yang tumbuh cepat dalam tubuh, termasuk sel-sel rambut.

    Sebagai keluarga penyintas kanker atau masyarakat yang peduli terhadap para cancer survivor, memilih untuk mencukur habis rambut adalah salah satu bentuk dukungan.

    Ini juga yang dilakukan Iwan (74), pria yang berasal dari Jakarta Timur. Saat ini, dirinya tergabung ke dalam Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI).

    “Saya berani gundul sebagai partisipasi saya terhadap anak-anak yang mengidap kanker ya,” kata Iwan kepada detikcom, Sabtu (15/2/2025).

    Bukan tanpa alasan, ternyata Iwan juga merupakan ayah dari seorang penyintas kanker. Sang buah hati divonis mengidap kanker 19 tahun silam.

    “Anak saya divonis kanker pas umur 5 tahun (tahun 2006), leukimia (kanker darah). Sekarang sudah sembuh, usianya sekarang udah 24 tahun,” tutur Iwan.

    Sebagai seorang ayah, ini tentu menjadi pukulan yang keras karena menerima anak tercintanya mengidap penyakit kronis. Namun, dirinya bersama sang istri tidak menyerah demi kesembuhan si buah hati.

    “(Pengobatan) kemoterapi di rumah sakit. Pengobatan hampir sekitar 5 tahun dulu. Sudah beraktivitas normal sekarang,” tutur Iwan.

    Sebagai keluarga penyintas kanker, Iwan berpesan bahwa penyakit ini meskipun terbilang ganas, tetapi masih bisa sembuh. Selama ada keyakinan dan semangat untuk berobat.

    “Penyakit kanker itu bukan segala-galanya. Penyakit kanker bisa diobati dan diupayakan sembuh, asal bisa ditangani dengan baik. Tetap semangat aja bagi para pengidap kanker,” tutur Iwan.

    “Kanker ini juga bisa dibilang mematikan, jadi perlu dukungan dari pemerintah, orang-orang terdekat, untuk kesembuhan (survivor) perlu sekali itu,” tutupnya.

    Iwan merupakan salah satu peserta di aksi #BeraniGundul yang digelar oleh Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) dalam memeringati Hari Kanker Anak Internasional (HKAI). Acara ini digelar di Mal Gandaria City, Jakarta Selatan, Sabtu (15/2).

    Dalam rangka Hari Kanker Anak Sedunia, mari kita tingkatkan kewaspadaan terhadap paparan bahan kimia berbahaya seperti BPA (Bisphenol-A) yang dapat memengaruhi kesehatan anak.

    Dalam rangka Hari Kanker Anak Sedunia, penting untuk meningkatkan kesadaran akan faktor lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan anak, termasuk paparan bahan kimia berbahaya seperti BPA (Bisphenol-A).

    World Health Organization (WHO) telah mengingatkan bahwa BPA berisiko mengganggu sistem hormon dan dapat menyebabkan gangguan perkembangan pada anak-anak. Untuk itu, penggunaan bahan bebas BPA pada kemasan makanan, galon, dan mainan anak sangat dianjurkan demi melindungi kesehatan anak-anak dari paparan zat berbahaya.

    (dpy/kna)

  • 7 Cara Alami Mendongkrak Libido, Bikin Seks Makin Bergairah dan Membara

    7 Cara Alami Mendongkrak Libido, Bikin Seks Makin Bergairah dan Membara

    Jakarta

    Berhubungan intim merupakan salah satu cara untuk menjaga keharmonisan antara pasangan suami istri. Namun terkadang, libido yang “loyo” menjadi kendala untuk memperoleh kepuasan maksimal saat bercinta.

    Libido atau gairah seks rendah adalah hal normal yang bisa terjadi pada setiap orang sewaktu-waktu. Libido rendah dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti stres, pola makan yang tidak sehat, gaya hidup sedentary, dan lainnya.

    Jika libido rendah terjadi secara terus-menerus, dampaknya tidak hanya ke kehidupan seksual tetapi juga kesehatan secara keseluruhan.

    Kabar baiknya, ada sejumlah cara alami yang bisa dilakukan pasutri untuk mendongkrak libido agar aktivitas ranjang kembali “menggebu-gebu”. Dikutip dari Medical News Today, berikut tips yang bisa dipraktikkan.

    1. Kelola Stres

    Stres dan kecemasan merupakan salah satu hambatan umum terhadap fungsi seksual dan libido, baik bagi pria dan wanita.

    Mereka dengan jadwal kerja padat, tanggung jawab mengasuh anak, atau tekanan hidup lainnya mungkin merasa lelah, sehingga memiliki hasrat seksual yang rendah.

    Stres dan kecemasan juga dapat membuat pria lebih sulit mendapatkan atau mempertahankan ereksi, sehingga memengaruhi kualitas dan kepuasan saat berhubungan intim.

    2. Tingkatkan Kualitas Hubungan

    Pasangan bisa mengalami penurunan hasrat dan frekuensi berhubungan intim pada titik tertentu dalam hidup mereka. Hal ini dapat terjadi ketika pasangan sudah bersama untuk waktu lama, atau mengalami masalah dalam hubungannya.

    Cobalah untuk merencanakan kegiatan yang dapat meningkatkan keintiman dan hubungan dengan pasangan, seperti:

    Merencanakan makan malam romantisLebih terbuka dalam berkomunikasiMenyisihkan waktu untuk melakukan aktivitas bersama3. Fokus pada Foreplay

    Dalam banyak kasus, menghabiskan lebih banyak waktu untuk foreplay dapat meningkatkan pengalaman saat berhubungan seksual. Menyentuh, berciuman, hingga melakukan seks oral dapat membantu membangkitkan gairah seksual, sehingga mempermudah pasangan untuk memperoleh kepuasan dan orgasme saat bercinta.

    Bagi wanita, foreplay mungkin menjadi bagian yang sangat penting. Sebuah studi pada 2017 menemukan 33,6 persen wanita mencapai orgasme dengan bantuan stimulasi klitoris.

    4. Tidur yang Cukup dan Berkualitas

    Tidur yang baik dapat meningkatkan suasana hati dan tingkat energi seseorang secara keseluruhan. Beberapa penelitian juga menghubungkan antara kualitas tidur dengan libido.

    Studi kecil pada 2015 menemukan wanita yang tidur lebih lama pada malam sebelumnya memiliki hasrat seksual yang lebih tinggi keesokan hari. Wanita dengan waktu tidur rata-rata juga melaporkan gairah genital yang lebih baik dibandingkan wanita dengan waktu tidur lebih pendek.

    5. Konsumsi Makanan Kaya Nutrisi

    Pola makan yang bergizi dapat meningkatkan sirkulasi darah dan kesehatan jantung, dua hal turut berkontribusi terhadap gairah seksual dan orgasme.

    Menjalankan pola makan yang sehat juga dapat mencegah penyakit kardiovaskular dan sindrom metabolik yang dapat memengaruhi fungsi seksual fisik. Mengonsumsi makanan yang kaya sayuran, rendah gula, tinggi protein, dan rendah lemak juga dapat membantu mencegah gangguan yang memengaruhi libido.

    6. Olahraga Teratur

    Olahraga secara teratur memberikan banyak manfaat untuk libido. Studi pada 2015 menunjukkan olaharaga teratur dapat membantu pria yang menjalani deprivasi androgen (kondisi yang dapat memengaruhi kadar testosteron) mengatasi masalah citra tubuh, libido rendah, dan perubahan hubungan.

    7. Stop Merokok

    Merokok dapat berdampak negatif pada sistem kardiovaskular seseorang. Seperti yang disebutkan sebelumnya, sistem kardiovaskular yang baik sangat berperan dalam menunjang libido dan fungsi seksual.

    Orang yang merokok mungkin mengalami penurunan tingkat energi dan gairah seks mereka meningkat setelah berhenti.

    (ath/kna)

  • Perjuangan Remaja Usia 16 Lawan Kanker, Terbang dari NTT ke Jakarta untuk Berobat

    Perjuangan Remaja Usia 16 Lawan Kanker, Terbang dari NTT ke Jakarta untuk Berobat

    Jakarta

    Berawal dari skrotum yang membengkak, X (16) anak muda dari Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak menyangka bahwa dirinya mengidap kanker rabdomiosarkoma (RMS). Kini, X harus menjalani pengobatan kemoterapi di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

    Meski ada sel ganas di tubuhnya, X masih bisa menebarkan senyum ke sekelilingnya. X optimis bahwa ini adalah ‘pertarungan’ yang akan ia menangkan.

    “Saya semangat. Sekarang sudah normal, buat jalan-jalan ya seperti biasa,” kata X kepada detikcom di Jakarta Selatan, Sabtu (15/2/2025).

    “Buat teman-teman (survivor kanker) semangat, kita pasti bisa sembuh,” sambungnya.

    Ibunda dari X, Y (45) mengatakan putranya divonis mengidap kanker rabdomiosarkoma pada Oktober 2024. Namun, karena kurangnya fasilitas pelayanan kesehatan di daerahnya, X dirujuk ke RSCM untuk bisa mendapatkan pengobatan yang lebih baik.

    “Kami bulan November (2024) tiba di RSCM. Pembesaran di skrotum itu sudah diangkat, dioperasi,” kata Y.

    “Diagnosisnya katanya (dokter) tumor epididimis. Setelah diperiksa di laboratorium, Oktober itu (divonis) rabdomiosarkoma,” lanjut dia.

    Tanggal 9 Desember 2024 merupakan hari yang tidak akan pernah dilupakan Y sekeluarga. Pasalnya, melalui hasil uji laboratorium, X didiagnosis mengidap kanker.

    “Tanggal 9 Desember dilakukan kemoterapi pertama,” tutur Y.

    Y menambahkan bahwa putranya sempat satu bulan dirawat di RSCM. Bahkan, X juga sempat mendapatkan alat bantu untuk bernapas.

    X sempat mengalami kondisi sesak dan kesulitan untuk bernapas karena adanya tumor di perut dan lehernya. Kondisi ini membuat buah hatinya kesulitan untuk bernapas.

    “Sempat ada cairan di paru-paru, lalu dilakukan pemasangan WSD (Water Sealed Drainage) dua paru-paru, kiri dan kanan. Setelah itu cairannya sudah keluar semua,” katanya.

    “Dia mual-mual, tidak bisa makan, sama sesak napas,” lanjutnya.

    X harus menjalani pengobatan kemoterapi dan menghindari beberapa makanan seperti yang dibakar dan yang mengandung MSG (monosodium glutamate).

    Dalam rangka Hari Kanker Anak Sedunia, penting untuk meningkatkan kesadaran akan risiko kesehatan yang timbul dari paparan bahan kimia berbahaya seperti BPA (Bisphenol-A). Berdasarkan studi yang dipublikasikan oleh European Food Safety Authority (EFSA), BPA telah terbukti dapat meresap ke dalam makanan dan minuman melalui kemasan plastik, yang berisiko mengganggu sistem hormon anak-anak.

    Oleh karena itu, penggunaan bahan bebas BPA pada kemasan makanan dan botol minum seperti galon air minum bebas BPA sangat dianjurkan untuk melindungi mereka dari efek samping yang dapat berpengaruh pada perkembangan mereka di masa depan.

    (dpy/kna)

  • Aksi Potong Rambut Peringati Hari Kanker Anak Internasional

    Aksi Potong Rambut Peringati Hari Kanker Anak Internasional

    Aksi Potong Rambut Peringati Hari Kanker Anak Internasional

  • Seberapa Sering Buang Air Kecil dan Besar yang Normal? Begini Penjelasannya

    Seberapa Sering Buang Air Kecil dan Besar yang Normal? Begini Penjelasannya

    Jakarta – Frekuensi buang air kecil dan besar yang terlalu sering atau jarang mengindikasikan ada masalah kesehatan. Ada beberapa faktor yang bisa mengakibatkan hal tersebut.Frekuensi Buang Air Kecil yang Sehat

    Kebanyakan orang buang air kecil 6-7 kali dalam sehari. Namun buang air kecil 4-10 kali sehari dianggap sehat, jika frekuensinya tidak mengganggu.

    Menurut Medical News Today, frekuensi buang air kecil bisa berubah seiring waktu. Perubahan hormonal dan tekanan pada kandung kemih selama kehamilan juga bisa meningkatkan produksi urine.

    Untuk menjaga kesehatan kandung kemih, sebaiknya konsumsi 1,5-2 liter air putih setiap hari. Kurangnya cairan yang masuk ke tubuh bisa membuat urin menjadi pekat dan mengiritasi kandung kemih. Sementara, terlalu banyak mengkonsumsi cairan akan meningkatkan frekuensi buang air kecil.

    Frekuensi Buang Air Besar yang Sehat

    Mengutip laman Cleveland Clinic, menurut penelitian, frekuensi buang air besar yang sehat dan normal berkisar antara tiga kali sehari hingga tiga kali seminggu.

    Namun, pola buang air besar setiap orang bisa berbeda-beda dan biasanya kebanyakan orang memiliki pola buang air besar yang teratur. Jika frekuensi buang air besar meningkat, maka kemungkinan ada faktor yang mempengaruhinya.

    Faktor yang Mempengaruhi Frekuensi Buang Air Kecil

    Umumnya, beberapa faktor yang mempengaruhi frekuensi buang air kecil di antaranya:

    Mengutip Health Direct, semakin tua usia, semakin besar kemungkinan seseorang lebih sering buang air kecil. Secara umum, seseorang bisa buang air kecil sekali semalam di usia 40-an dan 50-an, dua kali semalam di usia 60-an dan 70-an dan bahkan dua hingga tiga kali semalam di usia 80-an dan seterusnya.

    Mengkonsumsi banyak cairan bisa meningkatkan produksi urin. Semenara tidak mengkonsumsi cukup cairan menyebabkan dehidrasi dan mengurangi produksi urin

    Asupan alkohol dan kafein

    Alkohol dan kafein memiliki efek diuretik. Sehingga keduanya meningkatkan frekuensi buang air kecil.

    Diabetes dan ISK bisa menyebabkan lebih sering buang air kecil. Sementara masalah prostat membuat seseorang jarang buang air kecil

    Pengobatan obat-obatan tertentu

    Obat-obatan diuretik membuat orang lebih sering buang air kecil. Diuretik mengeluarkan cairan dari aliran darah ke ginjal.

    Faktor yang Mempengaruhi Frekuensi Buang Air Besar

    Ada beberapa faktor yang mempengaruhi frekuensi buang air besar seseorang. Berikut di antaranya:

    Tidak cukup cairan bisa mengeraskan tinja dan membuatnya sulit dikeluarkan.

    Seiring bertambahnya usia, orang akan mengalami kondisi kesehatan dan perubahan gaya hidup yang menyebabkan sembelit. Orang lanjut usia juga cenderung minum obat yang mengganggu kebiasaan buang air.

    Tetap aktif akan membantu usus besar bekerja lebih baik. Saat sembelit, olahraga bisa membantu membuat pencernaan lebih lancar

    Makanan yang dikonsumsi secara signifikan mempengaruhi kebiasaan buang air besar. Serat penting membuat buang air besar menjadi teratur.

    Beberapa kondisi kesehatan mempengaruhi kesehatan usus, sehingga menyebabkan buang air besar lebih sering atau lebih jarang dari biasanya. Contohnya yaitu penyakit celiac, intoleransi laktosa, hingga diabetes melitus.

    Beberapa hormon, seperti progesteron dan estrogen bisa mempengaruhi frekuensi buang air besar. Sebuah studi pada 78 wanita berusia 18-35 tahun menunjukkan bahwa frekuensi diare dan sembelit bervariasi secara signifikan tergantung pada siklus menstruasi seseorang.

    Beberapa orang kesulitan buang air besar di toilet umum atau tempat kerja. Hal ini membuatnya menahan BAB lebih dari biasanya. Seiring waktu hal ini bisa menyebabkan sembelit.

    (elk/row)

  • Ngeri, Penyakit Langka Ini Bikin Pasiennya ‘Terkurung’ di Dalam Tubuh Sendiri    
        Ngeri, Penyakit Langka Ini Bikin Pasiennya ‘Terkurung’ di Dalam Tubuh Sendiri

    Ngeri, Penyakit Langka Ini Bikin Pasiennya ‘Terkurung’ di Dalam Tubuh Sendiri Ngeri, Penyakit Langka Ini Bikin Pasiennya ‘Terkurung’ di Dalam Tubuh Sendiri

    Jakarta

    Apakah detikers pernah mendengar tentang Locked in Syndrome (LiS)? Locked in Syndrome merupakan kelainan neurologis langka yang membuat pengidapnya seolah “terkurung” dalam tubuhnya sendiri. Kok bisa?

    Dikutip dari Cleveland Clinic, LiS disebabkan oleh kerusakan pada batang otak, biasanya akibat serangan stroke. Orang dengan LiS mengalami kelumpuhan total, tetapi masih memiliki kesadaran dan kemampuan kognitif normal.

    Pada beberapa kasus, orang dengan LiS masih bisa menggerakkan otot tubuh tertentu, seperti mata, untuk bisa berkomunikasi. Karena LiS membuat pengidapnya hampir tidak bisa bergerak sama sekali, kondisi ini dikenal juga dengan sebutan sindrom terkunci.

    Apa Saja Tanda dan Gejala Locked in Syndrome?

    Efek LiS pada tubuh sedikit bervariasi tergantung pada jenis yang dialami. Secara umum, LiS terbagi menjadi tiga, yaitu:

    LiS klasik: Pasien tidak dapat bergerak sama sekali (tidak ada gerakan sukarela atau disengaja) tetapi dapat menggerakkan mata secara vertikal, berkedip, dan mempertahankan kemampuan kognitif. Pasien juga dapat mendengar.LiS tidak lengkap: Sama seperti klasik tetapi pasien masih memiliki beberapa fungsi sensasi dan gerakan di area tubuh tertentu.LiS imobilitas total: Pasien mengalami kelumpuhan seluruh tubuh dan kehilangan gerakan mata, tetapi masih memiliki kemampuan kognitif normal.

    Kebanyakan orang dengan LiS tidak bisa secara sadar atau sukarela untuk:

    BerbicaraMengunyah dan menelanMembuat ekspresi wajahMenggerakkan bagian tubuh selain mata

    Kebanyakan orang dengan LiS masih dapat menggerakkan otot mata secara vertikal atau berkedip. Semua pasien dengan LiS masih dapat:

    MendengarMemahami saat orang berbicara atau membacakan buku kepada merekaBerpikir dan bernalar seperti normalMemiliki siklus tidur-bangun

    Next: Apakah LiS Bisa Sembuh Sepenuhnya?

    Apakah Pengidap LiS Bisa Sembuh?

    Orang dengan LiS masih memiliki harapan untuk pulih, meski tidak sepenuhnya. Hal ini pernah dialami oleh seorang pria di Afrika Selatan bernama Martin Pistorius.

    Pistorius didiagnosis mengidap LiS saat berusia 12 tahun. Kala itu, dia mengidap kriptokokus dan tuberkulosis otak yang membuat tubuhnya kian melemah.

    Hal itu membuat Pistorius berada dalam kondisi vegetatif selama 12 tahun. Kendati demikian, orang tua Pistorius tidak menyerah dan tetap ingin putra mereka bertahan hidup.

    Keajaiban pun terjadi ketika Pistorius menginjak usia 19 tahun. Dia mulai bisa membuat gerakan-gerakan kecil dengan tubuhnya. Hal ini membuat pengasuh Pistorius, Virna van der Walt, mendorong orang tua Pistorius untuk mengirim putra mereka ke Pusat Komunikasi Augmentatif dan Alternatif di Universitas Pretoria.

    Untuk mendukung Pistorius dapat kembali berkomunikasi, orang tuanya berinvestasi pada komputer yang dilengkapi perangkat lunak komunikasi, mirip dengan teknologi yang digunakan oleh mendiang Stephen Hawking.

    Kini, meski tidak bisa berjalan, Pistorius mampu menggerakkan tubuh bagian atasnya dan berkomunikasi dengan komputer. Dia juga bertemu dengan pasangan hidupnya, Joanna, dan menikah pada 2009.

  • Terbukti Lewat Studi, Bumbu Dapur Ini Jadi Asupan Nomor 1 untuk Kesehatan Otak

    Terbukti Lewat Studi, Bumbu Dapur Ini Jadi Asupan Nomor 1 untuk Kesehatan Otak

    Jakarta

    Fungsi otak yang optimal sangat bergantung pada nutrisi yang diperoleh dari makanan sehari-hari. Dengan mengonsumsi makanan yang sehat, otak dapat menjalankan fungsi dengan baik dan terhindar dari risiko penyakit.

    Lantas, apa makanan nomor satu yang dapat membantu meningkatkan kesehatan otak?

    Menurut dokter naturopati dan pengobatan fungsional dr Sogol Ash, minyak zaitun atau olive oil menempati posisi teratas sebagai bahan makanan untuk meningkatkan kesehatan otak dan mengurangi risiko demensia.

    Hal ini terungkap lewat penelitian yang dilakukan Harvard pada 2024. Studi yang melibatkan 92.383 orang dewasa di Amerika ini menemukan bahwa mengonsumsi 7 gram minyak zaitun per hari dapat mengurangi risiko kematian akibat demensia hingga 28 persen, terlepas dari kecenderungan genetik maupun pola makan secara keseluruhan.

    Mengapa Minyak Zaitun Makanan Nomor Satu untuk Kesehatan Otak?

    Ash menjelaskan minyak zaitun merupakan bagian penting dari diet Mediterania, pola makan yang telah diteliti secara ekstensif karena manfaatnya untuk kesehatan kognitif.

    “Minyak zaitun kaya akan lemak tak jenuh tunggal, yang telah terdokumentasi dengan baik perannya dalam kesehatan otak . Lemak sehat ini memperlancar aliran darah ke otak dan mengurangi peradangan,” ujar Ash dikutip dari CNBC Make It, Sabtu (15/2/2025).

    Ash menambahkan minyak zaitun mengandung polifenol yang terbukti mampu melawan stres oksidatif dan peradangan, dua faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif seperti demensia.

    Berikut beberapa manfaat minyak zaitun lainnya:

    1. Membantu menjaga berat badan

    Minyak zaitun dapat membantu meningkatkan rasa kenyang, sehingga mendukung berat badan yang ideal. Berat badan sehat merupakan faktor kunci dalam mengurangi risiko demensia.

    2. Meningkatkan kesehatan usus

    Minyak zaitun dapat merangsang produksi empedu, mendukung metabolisme lemak dan penyerapan nutrisi.

    3. Membantu menjaga keseimbangan hormon

    Lemak sehat yang terkandung dalam minyak zaitun sangat penting untuk memproduksi dan mengatur hormon yang mengatur suasana hati serta daya ingat.

    4. Meningkatkan energi

    Minyak zaitun memberikan energi berkelanjutan untuk fokus tanpa meningkatkan kadar gula darah.

    5. Melindungi sel-sel dari kerusakan

    Minyak zaitun kaya akan vitamin E dan polifenol yang melindungi sel-sel di otak dari kerusakan.

    6. Mendukung kesehatan kulit

    Khasiat antiperadangan minyak zaitun mendukung perbaikan kulit, secara tidak langsung bermanfaat bagi kesehatan otak dengan mengurangi peradangan sistemik.

    (ath/kna)

  • Antusiasme Masyarakat di Aksi #BeraniGundul, Dukungan Buat Pasien Kanker Anak RI

    Antusiasme Masyarakat di Aksi #BeraniGundul, Dukungan Buat Pasien Kanker Anak RI

    Devandra Abi Prasetyo – detikHealth

    Sabtu, 15 Feb 2025 15:31 WIB

    Jakarta – Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) kembali menggelar aksi #BeraniGundul pada 15 Februari 2025 sebagai bentuk dukungan kepada pasien kanker anak di RI.

  • Pakar Nutrisi Spill Trik Sederhana yang Bisa Bikin Berat Badan Turun dalam 3 Bulan

    Pakar Nutrisi Spill Trik Sederhana yang Bisa Bikin Berat Badan Turun dalam 3 Bulan

    Jakarta

    Pakar Nutrisi Spill Trik Sederhana yang Bisa Bikin Berat Badan Turun dalam 3 Bulan

    Sudah diet keras, tetapi berat badan nggak turun-turun? Tidak sedikit pejuang diet yang pernah mengalami hal tersebut. Seringkali, proses diet yang mandek menyebabkan frustasi dan mematahkan semangat untuk menurunkan berat badan.

    Ada banyak faktor yang dapat menghambat penurunan berat badan. Terkadang, penyebabnya cukup sepele sehingga kerap terabaikan.

    Lantas, apa yang harus dilakukan agar program diet dapat memberikan hasil yang diharapkan? Pakar gizi dan penurunan berat badan Amaka membagikan empat trik untuk sukses menurunkan berat badan hanya dalam waktu tiga bulan.

    1. Fokus pada Diet Rendah Kalori

    Amaka mengungkapkan kunci menurunkan berat badan adalah dengan menjaga pola makan rendah kalori, sambil tetap merasa kenyang.

    Untuk mencapai hal itu, Amaka merekomendasikan makanan yang rendah kalori dan tinggi protein. Protein merupakan salah satu nutrisi makro yang dapat mendukung penurunan berat badan dengan meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan.

    Dia juga menyarankan untuk menambahkan rempah-rempah, seperti cabai rawit dan kayu manis. Sebab, rempah-rempah tersebut dapat membantu meningkatkan metabolisme, sehingga membuat tubuh membakar lebih banyak lemak.

    2. Perhatikan Cara Makan

    Saat diet, kebanyakan orang cenderung fokus pada jenis makanan yang dikonsumsi. Namun menurut Amaka, cara mengonsumsi makanan tersebut juga turut memengaruhi penurunan berat badan.

    “Makanlah protein dan sayuran terlebih dahulu sebelum karbohidrat, itu akan membuat Anda cepat kenyang, dan Anda akan kesulitan menghabiskan karbohidrat yang tersisa di piring Anda,” ujarnya dikutip dari Medical Daily, Sabtu (15/2/2025).

    Menggunakan piring atau mangkuk yang lebih kecil juga dapat membantu “mengelabui” otak agar cepat merasa kenyang.

    3. Minum Air

    Meski terkesan sepele, memenuhi kebutuhan cairan tubuh merupakan salah satu hal yang penting dilakukan saat sedang menurunkan berat badan.

    Amaka menjelaskan hidrasi yang baik membantu tubuh mengendalikan rasa lapar dan tetap sehat.

    “Selalu minum air putih 5-10 menit sebelum makan, itu akan membantu mengendalikan nafsu makan,” katanya.

    4. Latihan Secara Teratur

    Aktivitas fisik yang teratur sangat penting untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Amaka merekomendasikan latihan kekuatan dua hingga tiga kali seminggu, karena latihan tersebut membantu membangun otot serta membakar kalori bahkan saat istirahat.

    Amaka menekankan seluruh hal tersebut harus dilakukan dengan konsisten agar dapat memberikan hasil yang diharapkan.

    (ath/kna)

  • Antusiasme Masyarakat di Aksi #BeraniGundul, Dukungan Buat Pasien Kanker Anak RI

    Kemenkes Ungkap Tren Kanker Anak Meningkat, Diestimasi Ada 100 Ribu Kasus di RI

    Jakarta

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengestimasi ada sekitar 200.000 kasus kanker pada anak di Indonesia. Namun, saat ini masih kurang dari 10 persen yang mampu terdeteksi.

    “Kalau trennya meningkat. Meningkat ini karena deteksi kita yang semakin baik. Di sisi lain kesadaran orang tua yang lebih baik mengenali jenis kanker ya,” kata Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi saat ditemui di Jakarta Selatan, Sabtu (15/2/2025).

    “Estimasi kami di Indonesia itu ada 100 ribu kasus kanker anak. Tadi saya sampaikan kami baru mendeteksi sekitar 12 ribu kasus,” sambungnya.

    Nadia menambahkan ada beberapa jenis kanker pada anak yang saat ini banyak ditemukan yakni kanker kelenjar getah bening dan kanker mata (retinoblastoma).

    “Penting diketahui bahwa kalau kanker anak itu 90 persen bisa disembuhkan. Jadi itu tadi syaratnya, bisa dideteksi sejak dini, ketemunya pada stadium awal,” kata Nadia.

    Saat ini, pemerintah sedang dihadapkan pada pekerjaan rumah yang cukup besar terkait kanker. Ini karena kebanyakan kasus kanker anak ditemukan sudah pada stadium lanjut, sehingga persentase kesembuhan juga semakin mengecil.

    “Kalau nanti kita atau keluarga kita yang terdiagnosis kanker anak, itu mereka tidak sendiri. Banyak kelompok, banyak orang itu nanti kita bisa bertanya (soal kanker anak),” tutur Nadia.

    Sebagai informasi, Kemenkes hadir mendukung acara peringatan Hari Kanker Anak Internasional (HKAI) setiap tanggal 15 Februari. Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) kembali menggelar aksi #BeraniGundul.

    Pada peringatan International Childhood Cancer Day (ICCD) tahun ini, YKAKI mengusung tema “#BeraniGundul Lawan Kanker pada Anak, Childhood Action-Inspiring Action”. Acara ini digelar di Mal Gandaria City, Jakarta Selatan, Sabtu (15/2/2025).

    Dalam rangka Hari Kanker Anak Sedunia, penting untuk meningkatkan kesadaran akan faktor lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan anak, termasuk paparan bahan kimia berbahaya seperti BPA (Bisphenol-A). World Health Organization (WHO) telah mengingatkan bahwa BPA berisiko mengganggu sistem hormon dan dapat menyebabkan gangguan perkembangan pada anak-anak. Untuk itu, penggunaan bahan bebas BPA pada kemasan makanan, galon, dan mainan anak sangat dianjurkan demi melindungi kesehatan anak-anak dari paparanzatberbahaya.

    (dpy/kna)