Category: Detik.com Kesehatan

  • 4 Kondisi yang Bikin Cegukan Nggak Hilang-hilang    
        4 Kondisi yang Bikin Cegukan Nggak Hilang-hilang

    4 Kondisi yang Bikin Cegukan Nggak Hilang-hilang 4 Kondisi yang Bikin Cegukan Nggak Hilang-hilang

    Jakarta

    Umumnya cegukan tidak berbahaya, akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa waktu. Namun pada kondisi tertentu, keluhan ini nggak hilang-hilang sehingga sangat mengganggu aktivitas.

    Dikutip dari NYpost, cegukan merupakan spasme atau kejang pada otot diafragma yang terjadi spontan secara involuntary. Penyebabnya adalah sesuatu yang mengiritasi diafragma, otot yang berada di bawah paru-paru dan berperan penting dalam pernapasan.

    Ada banyak cara bisa dilakukan untuk membantu meredakannya. Namun umumnya, kondisi ini akan mereda dengan sendirinya.

    Nah jika tidak hilang-hilang juga, maka ada beberapa kemungkinan penyebabnya:

    1. Iritasi kerongkongan

    Jika cegukan disertai nyeri saat menelan atau nyeri dada, maka bisa jadi penyebabnya adalah iritasi pada esofagus. Dokter penyakit dalam dr Shoshana Ungerleider menjelaskan, esofagus atau kerongkongan bisa mengalami iritasi karena berbagai hal mulai dari muntahan, obat-obatan tertentu, hingga makanan dengan tekstur tajam seperti keripik dan kacang.

    Radang pada kerongkongan bisa memicu nyeri di area tersebut. Dan karena kerongkongan terhubung juga dengan tenggorokan, maka iritasi di bagian tersebut bisa memicu cegukan yang menyakitkan.

    “Pijatan ringan pada diafragma sepanjang batas tulang iga adalah cara yang bagus untuk mengatasi cegukan,” kata Vincent Pedre, seorang dokter, kepada Well+Good.

    2. Asam lambung

    Kemungkinan lain penyebab cegukan yang tidak hilang-hilang adalah GERD( Gastroesophageal reflux disease) atau naiknya asam lambung ke kerongkongan. Kondisi ini juga menyebabkan iritasi di kerongkongan, lalu memicu spasme otot di area tersebut.

    Beberapa orang dengan GERD lebih rentan mengalami cegukan dibanding yang lain. Jika pemicunya adalah GERD, maka biasanya akan disertai rasa asam di mulut.

    “Tidak jelas penyebabnya tapi mungkin karena perbedaan anatomis karena lokasi lambung terhadap diafragma mengingat iritasi lambung lebih mungkin memicu cegukan,” kata dr Jason Nagata.

    3. Kecapekan

    Olahraga adalah kebiasaan baik, tapi terlalu intens melakukannya bisa berdampak pada meningkatnya kontraksi diafragma. Ini bisa menyebabkan cegukan yang nyeri.

    Pada atlet papan atas, risikonya bahkan lebih besar. Diafragma yang lebih kuat bisa kontraksi lebih intens, lalu menyebakan cegukan yang lebih menyakitkan. Terlebih, pada beberapa orang, olahraga berat juga memperburuk gejala GERD.

    4. Kondisi lain di rongga dada

    Seseorang yang mengalami cedera tulang iga bisa mengalami cegukan yang lebih menyakitkan akibat iritasi di area tersebut. Apalagi jika disertai batuk.

    Pada kondisi yang lebih jarang terjadi, cegukan juga bisa menyadi pertanda kondisi tertentu yang lebih serius. Misalnya pneumonia atau infeksi paru seperti bronkitis dan cystic fibrosis.

    Simak Video “Waspada Stres Akibat Gagal di Pemilu Bisa Picu Sakit Lambung”
    [Gambas:Video 20detik]

  • Teh Serai Bisa Turunkan Kadar Gula Darah? Ini Jawabannya

    Teh Serai Bisa Turunkan Kadar Gula Darah? Ini Jawabannya

    Jakarta – Banyak bahan alami yang dapat digunakan untuk mengendalikan kadar gula dalam darah. Salah satunya serai yang bisa membantu pasien diabetes menjaga kesehatan tubuhnya.Benarkah Teh Serai Bisa Turunkan Kadar Gula Darah?

    Serai dapat membantu mengendalikan kadar gula darah yang sangat bermanfaat bagi pasien diabetes. Pengendalian kadar gula darah juga bisa mencegah penyakit lain yang berkaitan dengan metabolisme tubuh.

    Sebuah studi di Atlantis Press meneliti dampak pemberian serai terhadap pengelolaan kadar gula darah. Peneliti menemukan komponen bioaktif yang terkandung dalam serai bisa menurunkan kadar gula darah secara signifikan pada tikus dengan atau tanpa diabetes.

    Selain itu, peneliti juga menemukan kombinasi serai dan jahe bisa meningkatkan efektivitas dalam menurunkan kadar gula darah. Hal ini berkat kandungan gingerol pada jahe yang bisa menunjang kerja insulin.

    Sehingga, berdasarkan temuan itu, peneliti menyimpulkan konsumsi air rebusan serai dan jahe bisa memberi manfaat signifikan dalam menurunkan kadar gula darah dan mencegah diabetes.

    Siapa yang Sebaiknya Menghindari Teh Serai?

    Umumnya, air serai bisa dikonsumsi setiap orang asalkan dalam batas wajar. Meski begitu, ada beberapa orang yang sebaiknya menghindari ramuan ini.

    1. Ibu Hamil

    Serai sebaknya dihindari oleh ibu hamil. Sebab, menurut laman Mom Junction, dosis serai yang tinggi bisa memicu aliran menstruasi yang pada gilirannya bisa menyebabkan keguguran.

    Meski begitu, menurut penelitian medis tentang serai dengan banyak herbal lain dalam kehamilan pada 2016, serai aman dikonsumsi ibu hamil. Mengutip laman Hottea Mama, pada penelitian tersebut, para ibu hamil membatasi diri dengan minum teh serai maksimal 3 cangkir sehari.

    2. Orang dengan Penyakit Ginjal

    Sebuah penelitian dalam Journal of Renal Nutrition, mengkonsumsi serai dalam dosis tinggi atau dosis redah dalam jangka panjang bisa menguangi laju filtrasi glomerular, laju rata-rata penyaringan darah yang terjadi di gloremulus. Peneliti menyimpulkan, jika laju filtrasi glomerular menurun, maka berisiko memengaruhi fungsi renal lainnya.

    3. Orang yang Mengonsumsi Obat Diuretik

    Obat diuretik adalah obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah dengan cara merangsang urinasi. Serai juga memiliki sifat diuretik. Jika keduanya dikonsumsi bersamaan, maka tekanan darah bisa turun terlalu drastis dan memicu tekanan darah rendah atau hipotensi.

    (elk/row)

  • Kenapa Garuk-garuk Terasa Enak, Padahal Tetap Saja Gatal?

    Kenapa Garuk-garuk Terasa Enak, Padahal Tetap Saja Gatal?

    Jakarta – Kebiasaan garuk-garuk saat terasa gatal umumnya tidak dianjurkan karena berisiko melukai permukaan kulit. Tapi sebenarnya, apa yang bikin garuk-garuk terasa sangat enak?

    Dikutip dari Healthline, pendiri Mudgil Dermatology, dr Adarsh Vijay Mudgil, menjelaskan rasa gatal merupakan sensasi yang distimulasi sel saraf di kulit. Kondisi inilah yang terkadang mendorong seseorang untuk garuk-garuk.

    Garuk-garuk sendiri, menurut Mudgil menciptakan semacam nyeri. Pada level yang sangat rendah, nyeri yang muncul saat garuk-garuk mengirim sinyal ke otak sehingga mengalihkannya dari rasa gatal.

    Sinyal nyeri pada level tersebut juga melepas serotonin di otak, yang efeknya adalah menciptakan rasa nyaman. Namun sebaliknya, serotonin juga me-reset sinyal gatal, yang pada beberapa kasus disebut menyebabkan rasa gatal malah jadi hilang-timbul bergantian dengan garukan.

    “Naluri alamiah kita adalah menghilangkannya (rasa gatal), dan stimulasi taktil (berkaitan dengan sentuhan) adalah respons spontan untuk meredakannya secara cepat dan sementara,” kata Mudgil.

    Karena hanya bersifat temporer, efek garuk-garuk tidak bertahan lama. Begitu efeknya hilang, siklus munculnya rasa gatal dan rasa nyaman saat digaruk akan berulang sehingga makin digaruk gatalnya makin tidak hilang.

    (up/up)

  • Masih Perawatan Bronkitis di RS, Kondisi Paus Fransiskus Membaik

    Masih Perawatan Bronkitis di RS, Kondisi Paus Fransiskus Membaik

    Jakarta – Paus Fransiskus masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat infeksi saluran pernapasan, sehingga tidak bisa memimpin ibadat Minggu (16/2/2025). Namun begitu, hasil tes menunjukkan adanya perbaikan.

    Vatikan menyebut, paus berusia 88 tahun tersebut mengalami bronkitis selama lebih dari sepekan dan dirawat di rumah sakit Gemelli, Roma, pada Jumat pagi.

    “Untuk membantu pemulihan, staf medis meresepkan istirahat penuh,” tulis Vatikan dalam sebuah keterangan, dikutip dari Reuters. Saat ini, perawatan Paus Fransiskus disebut mengalami sedikit modifikasi berdasarkan temuan mikrobiologis.

    “Tes laboratorium hari ini menunjukkan perkembangan pada beberapa nilai,” lanjut pernyataan tersebut.

    RS Gemelli merupakan salah satu RS terbesar di Roma, Italia, dan punya unit khusus untuk perawatan paus. Almarhum Paus Yohanes Paulus II juga pernah dirawat di RS ini.

    Paus Fransiskus juga sempat menjalani perawatan di RS ini pada Juni 2023. Saat itu ia menjalani operasi untuk memperbaiki hernia di perut.

    (up/up)

  • Ilmuwan Sudah Membuktikan, Garuk-garuk Ternyata Beneran Ada Manfaatnya

    Ilmuwan Sudah Membuktikan, Garuk-garuk Ternyata Beneran Ada Manfaatnya

    Jakarta – Anjuran untuk tidak menggaruk kulit yang gatal tampaknya perlu ditinjau ulang. Sebuah riset ilmiah membuktikan bahwa garuk-garuk punya manfaat antiradang.

    Riset tersebut dilakukan oleh Dr Daniel Kaplan, seorang profesor dermatologi dan imunologi di University of Pittsburgh. Ia membuktikan adanya manfaat garuk-garuk melalui sebuah eksperimen pada telinga tikus.

    Dalam eksperimen tersebut, Kaplan menciptakan kondisi mirip dermatitis kontak alergi di telinga tikus. Kondisi ini terjadi ketika kulit terlibat kontak dengan senyawa yang memicu reaksi alergi.

    Sebagian tikus diperbolehkan menggaruk telinga, yang kemudian mengalami pembengkakan yang dipenuhi netrofil. Ini adalah sejenis sel darah putih yang membantu melawan infeksi.

    Kelompok tikus yang lain tidak diperbolehkan menggaruk, yang kemudian lebih sedikit mengalami radang dan pembengkakan. Hal ini mengkonfirmasi anggapan umum bahwa menggaruk memang memperburuk kondisi kulit dan memperlambat radang.

    Di sisi lain, Kaplan dan tim mengamati bahwa menggaruk menyebabkan saraf perasa nyeri melepas senyawa yang disebut ‘senyawa P’. Dikatakan, senyawa ini mengaktivasi mastosis atau mast cell.

    Mast cell adalah sel imun yang melepaskan senyawa kimia saat berhadapan dengan alergen atau pemicu alergi. Senyawa tersebut mencakup juga histamin, yang memicu pembengkakan dan ruam di area yang mengalami alergi.

    “Pada dermatitis kontak, mast cell secara langsung diaktivasi oleh alergen, yang menyebabkan radang dan gatal ringan,” kata Kaplan dikutip dari NY Post.

    “Sebagai reaksi terhadap garukan, pelepasan senyawa P mengaktivasi mast cell melalui jalur kedua, jadi alasan bahwa menggaruk memicu lebih banyak peradangan di kulit adalah karena mast cell telah secara sinergistis mengaktivasi kedua jalur,” jelasnya.

    Temuan Kaplan ini dipublikasikan di jurnal Science.

    “Temuan bahwa menggaruk meningkatkan perlindungan terhadap Staphylococcus aureus menunjukkan bahwa ini bisa memiliki manfaat dalam konteks tertentu,” katanya.

    “Tapi kerusakan pada kulit yang terjadi saat menggaruk mungkin tidak sebanding dengan manfaatnya jika kebiasaan menggaruk bersifat kronis,” tegasnya.

    (up/up)

  • 7 Kebiasaan Sederhana yang Bikin Panjang Umur, Praktikkan dari Sekarang

    7 Kebiasaan Sederhana yang Bikin Panjang Umur, Praktikkan dari Sekarang

    Jakarta

    Siapa sih yang tidak ingin hidup sehat dan panjang umur? Beberapa orang bahkan rela mengeluarkan uang dengan jumlah yang tidak sedikit untuk menjalani prosedur yang bisa membantu mereka hidup lebih lama.

    Rahasia panjang umur mungkin jauh lebih simpel dari apa yang dibayangkan banyak orang. Mengadopsi gaya hidup dan kebiasaan yang sehat telah dikaitkan dengan usia yang lebih panjang dan risiko penyakit yang lebih rendah.

    Lantas, apa saja kebiasaan yang dapat meningkatkan peluang panjang umur? Dikutip dari Healthline, berikut ulasannya.

    1. Tidak Makan Berlebihan

    Berbagai penelitian telah menghubungkan antara asupan kalori dan panjang umur.

    Sebuah studi pada hewan menemukan mengurangi asupan kalori 10 hingga 50 persen dapat meningkatkan rentang hidup maksimal.

    Studi yang dilakukan pada manusia juga menemukan mengurangi asupan kalori dikaitkan dengan umur yang panjang dan risiko penyakit yang lebih rendah.

    Selain itu, membatasi asupan kalori juga dapat mencegah berat badan berlebih dan penumpukan lemak perut, dua hal yang dapat memicu beragam kondisi kronis.

    2. Konsumsi Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan merupakan salah satu makanan paling bernutrisi. Selain tinggi protein, kacang-kacangan juga kaya akan serat, vitamin, dan mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh.

    Sejumlah penelitian menunjukkan kacang-kacangan memiliki manfaat dalam membantu mengatasi penyakit jantung, tekanan darah tinggi, peradangan, diabetes, sindrom metabolik, dan kanker tertentu.

    3. Perbanyak Makanan Nabati

    Mengonsumsi lebih banyak makanan nabati, seperti buah, sayur, dan biji-bijian utuh dikaitkan dengan risiko penyakit yang lebih rendah dan umur panjang.

    Salah satu studi menemukan diet tinggi makanan nabati dikaitkan dengan risiko kematian dini yang lebih rendah, serta penurunan risiko kanker, penyakit jantung, depresi, dan kerusakan otak.

    Ini dikarenakan antioksidan dan senyawa tanaman lain yang ada pada makanan nabati, seperti polifenol, karotenoid, folat, dan vitamin C.

    4. Tetap Aktif dan Rutin Berolahraga

    Sudah bukan rahasia lagi kalau olahraga merupakan kunci hidup sehat, termasuk untuk hidup lebih lama.

    Sebuah studi menunjukkan 15 menit aktivitas fisik per hari dapat memberikan banyak manfaat untuk kesehatan, termasuk memperpanjang umur hingga tiga tahun.

    Lebih lanjut, rutin melakukan aktivitas fisik dapat menurunkan risiko kematian dini 4 persen untuk setiap 15 menit waktu yang dihabiskan.

    5. Tidak Merokok

    Kebiasaan merokok telah dikaitkan dengan risiko berbagai penyakit dan kematian dini.

    Penelitian menunjukkan mereka yang merokok dapat kehilangan hingga 10 tahun masa hidupnya, dan memiliki risiko tiga kali lebih tinggi mengalami kematian dini.

    Studi terbaru juga menunjukkan orang-orang yang berhenti merokok sebelum usia 40 tahun memiliki peluang lebih tinggi terhindar dari risiko kematian dini akibat merokok.

    6. Hindari Stres dan Ansietas

    Stres dan kecemasan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap peluang panjang umur. Sebuah penelitian menemukan wanita yang sering stres dan cemas memiliki risiko dua kali lebih besar terkena penyakit jantung, stroke, atau kanker paru-paru.

    Penelitan serupa juga menemukan pria yang mengidap ansietas dan stres memiliki risiko kematian dini tiga kali lebih besar dibandingkan mereka yang tidak stres.

    7. Minum Kopi atau Teh

    Kopi dan teh telah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis.

    Menurut salah satu studi, kandungan polifenol yang ada pada teh hijau dapat mengurangi risiko kanker, diabetes, dan penyakit jantung.

    Serupa, kebiasaan minum kopi juga dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan jenis kanker tertentu.

    Lebih lanjut, baik penikmat kopi dan teh memiliki risiko 20-30 persen lebih kecil mengalami kematian dini dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi minuman tersebut.

    (ath/kna)

  • Youtuber Mukbang Nikocado Avocado Berhasil Pangkas 113 Kg, Apa Dietnya?

    Youtuber Mukbang Nikocado Avocado Berhasil Pangkas 113 Kg, Apa Dietnya?

    Jakarta

    Nikocado Avocado, yang dikenal karena konten mukbang-nya, telah melalui perjalanan yang mengubah gaya hidupnya secara signifikan, terutama dalam hal penurunan berat badan. Walaupun dia awalnya terkenal dengan mengonsumsi makanan dalam jumlah besar untuk konten mukbang, ia akhirnya beralih ke pola hidup yang lebih sehat.

    Melalui unggahan di Youtubenya, Nikocado Avocado mengungkapkan bahwa perjalanan penurunan berat badannya dimulai dari keinginan untuk mengubah gaya hidup yang sebelumnya tidak sehat. Sebelumnya, dia terjebak dalam kebiasaan makan berlebihan untuk konten mukbang yang ia buat.

    Namun, setelah melihat dampak buruk yang ditimbulkan oleh pola makan tersebut pada kesehatannya, ia memutuskan untuk mengubah cara hidupnya.

    “Baru kemarin, orang-orang menyebut saya gendut, sakit, membosankan, dan tidak relevan. Manusia adalah makhluk yang paling kacau di seluruh planet ini,” ujarnya dalam tayangan Youtube berjudul “Two Steps Ahead” yang dia unggah.

    Ia mengikuti diet ketat yang mencakup pengurangan kalori secara signifikan dan berfokus pada pola makan yang lebih seimbang dengan meningkatkan asupan protein, sayuran, dan mengurangi makanan cepat saji yang biasanya menjadi bagian dari mukbang-nya. Ia juga meningkatkan aktivitas fisiknya secara bertahap dengan rutinitas olahraga yang lebih teratur, yang membantunya untuk membakar lebih banyak kalori.

    Setelah berhasil menurunkan berat badan yang signifikan, Nikocado juga mengungkapkan bahwa ia harus menjalani prosedur medis untuk mengangkat kulit berlebih yang terbentuk akibat penurunan berat badan tersebut. Prosedur pengangkatan kulit ini menjadi langkah penting untuk memperbaiki penampilannya dan menghilangkan kelebihan kulit yang seringkali menjadi masalah setelah penurunan berat badan yang besar.

    Melalui unggahan di media sosial, Nikocado menyatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari perjalanan baru untuk memperbaiki kualitas hidupnya pasca penurunan berat badan.

    “Saya merasa lebih baik dengan diri saya sekarang, meskipun perjalanan ini penuh dengan tantangan,” tambahnya.

    NEXT: Cara sehat menurunkan berat badan

    Jika ingin memiliki badan yang sehat dan berat ideal, ada beberapa tips diet yang bisa dilakukan. Berikut di antaranya dikutip dari Healthline.

    1. Makan seimbang

    Setiap kali makan, usahakan untuk memasukkan protein, lemak sehat, dan sayuran. Protein membantu menjaga massa otot selama penurunan berat badan dan dapat mengurangi rasa lapar. Lemak sehat, seperti yang terdapat dalam alpukat dan kacang-kacangan, juga penting untuk kesehatan tubuh. Sayuran kaya akan serat dan nutrisi yang mendukung proses penurunan berat badan.

    2. Tingkatkan Asupan Serat

    Serat membantu Anda merasa kenyang lebih lama dan mendukung pencernaan yang sehat. Makanan kaya serat termasuk buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Usahakan untuk mengonsumsi setidaknya 2 cangkir buah atau biji-bijian setiap hari.

    3. Minum Air yang Cuku

    Memastikan tubuh terhidrasi dengan baik dapat membantu mengontrol rasa lapar dan meningkatkan metabolisme. Minum air sebelum makan juga dapat membantu merasa kenyang lebih cepat, sehingga mengurangi asupan kalori.

    4. Tidur yang Cukup

    Kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan nafsu makan, sehingga meningkatkan keinginan untuk makan berlebihan. Usahakan untuk tidur 7-9 jam setiap malam untuk mendukung proses penurunan berat badan.

    5. Lakukan Aktivitas Fisik Secara Teratur

    Olahraga, terutama latihan kekuatan, dapat membantu membakar kalori dan meningkatkan metabolisme. Selain itu, aktivitas fisik membantu menjaga massa otot selama penurunan berat badan.

    Simak Video “Video Gaya Hidup Sehat Amel Carla: Seimbangkan Ngemil dan Jadwal Olahraga”
    [Gambas:Video 20detik]

  • Cocok untuk Pejuang Diet, Ini 5 Kebiasaan Pagi yang Bikin Badan Cepat Kurus

    Cocok untuk Pejuang Diet, Ini 5 Kebiasaan Pagi yang Bikin Badan Cepat Kurus

    Jakarta

    Menjaga pola makan dan rutin berolahraga merupakan dua kunci utama untuk menurunkan berat badan. Namun, ada sejumlah cara lain yang dapat dilakukan untuk mendukung penurunan berat badan yang lebih optimal.

    Salah satunya dengan menerapkan kebiasaan pagi yang baik. Sebagian orang percaya pagi hari merupakan waktu terbaik untuk melakukan hal-hal yang mendukung penurunan berat badan, seperti berolahraga dan lain sebagainya.

    Lantas, apa saja kebiasaan pagi yang dapat membantu menurunkan berat badan? Dikutip dari WebMD, berikut ulasannya.

    1. Minum Air Putih

    Satu atau dua gelas air putih sebelum sarapan dapat memberikan manfaat yang besar terhadap penurunan berat badan. Meski tidak mengandung kalori, air dapat memberikan sedikit rasa kenyang, sehingga membantu mengendalikan nafsu makan di pagi hari.

    Air juga merangsang metabolisme untuk membantu membakar kalori.

    2. Berolahraga Sebelum Sarapan

    Melakukan olahraga ringan saat perut kosong dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan berolahraga setelah sarapan. Sebab, sesi olahraga sebelum sarapan dapat membantu tubuh membakar lebih banyak lemak sebagai sumber energi.

    3. Makan Sarapan Tinggi Protein

    Protein dapat membantu menurunkan berat badan dengan meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan. Ini karena tubuh membutuhkan waktu lebih lama memecah protein dibandingkan nutrisi lainnya.

    Pilihlah sarapan yang kaya protein, seperti telur, roti gandum, yogurt Greek, selai kacang, dan buah beri.

    4. Berjemur di Bawah Sinar Matahari

    Sedikit sinar matahari di pagi hari dapat membantu tubuh membakar lebih banyak lemak. Penelitian menunjukkan seseorang yang berjemur di pagi hari cenderung memiliki indeks massa tubuh yang lebih rendah, atau tubuh yang lebih ramping, dibandingkan mereka yang berjemur di waktu lain.

    5. Latih Mindfulness

    Mindfulness atau kesadaran penuh dapat membantu seseorang mengadopsi gaya hidup sehat yang mendukung penurunan berat badan.

    Misalnya, mereka yang mempraktikkan mindfulness akan fokus makan tanpa gangguan gadget atau televisi. Beberapa penelitian menunjukkan orang yang makan sambil menonton televisi atau bermain gadget cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan karena mereka tidak memerhatikan jumlah makanan yang sudah dikonsumsi.

    (ath/kna)

  • Foto 150 Penderita Katarak Jalani Operasi Gratis

    Foto 150 Penderita Katarak Jalani Operasi Gratis

    150 Warga Bekasi Jalani Operasi Katarak Gratis

  • Ini yang Terjadi pada Tubuh Jika Tidur Kurang dari 7 Jam Setiap Malam

    Ini yang Terjadi pada Tubuh Jika Tidur Kurang dari 7 Jam Setiap Malam

    Jakarta

    Manfaat tidur lebih dari sekadar mengembalikan energi. Tidur yang cukup dan berkualitas juga berperan penting dalam mendukung kesehatan, mulai memperkuat sistem imun, mencegah kenaikan berat badan, hingga membantu mengendalikan kadar gula darah.

    Umumnya, orang dewasa dianjurkan untuk tidur tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Lantas, apa yang terjadi pada tubuh jika tidur kurang dari waktu tersebut?

    Perusahaan teknologi tidur, Simba, menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk membuat gambaran tentang efek kurang tidur terhadap kondisi fisik. Untuk membuat gambar tersebut, Simba mensurvei 2.175 orang dewasa di Inggris tentang kebiasaan tidur, kesehatan fisik, dan penampilan mereka.

    Jawabannya kemudian dimasukkan ke dalam bot AI, yang kemudian menampilkan efek tidur di atas dan di bawah tujuh jam setiap malam.

    Berdasarkan data-data tersebut, kulit menjadi salah satu bagian tubuh yang paling pertama menunjukkan tanda-tanda kurang tidur. Sekitar 24 persen responden yang kurang tidur mengaku memiliki kulit sensitif.

    Gejala lainnya termasuk eksim (16 persen), kulit kusam (10 persen), dan psoriasis (7 persen).

    “Kurang tidur tidak hanya membuat Anda lelah, tetapi juga terasa di seluruh tubuh Anda,” ujar Wakil CEO mitra amal Simba, The Sleep Charity, Lisa Artis dikutip dari Daily Mail, Kamis (13/2/2025).

    “Saat tidur terganggu, aliran darah berkurang menyebabkan kulit tampak pucat dan kurang bercahaya, menghilangkan cahaya dan vitalitas alaminya,” sambungnya.

    Kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko penambahan berat badan. Survei menunjukkan 26 persen responden yang tidak cukup tidur mengalami kelebihan berat badan. Sementara, 32 persen mengalami kembung.

    “Selama tidur, tubuh menyeimbangkan hormon seperti ghrelin dan leptin, yang mengendalikan rasa lapar dan kenyang. Tanpa istirahat yang memadai, kadar ghrelin meningkat, membuat orang merasa lebih lapar, sementara kadar leptin menurun, mengurangi rasa kenyang,” terang Artis.

    “Wanita lebih mungkin melihat peningkatan lemak di pinggul dan paha karena perubahan hormonal, sementara pria mungkin melihat lebih banyak lemak perut karena menurunnya kadar testosteron,” tambahnya.

    Perubahan tidak biasa lainnya akibat kurang tidur adalah tangan dan kaki dingin.

    “Kurang tidur dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk mengelola dan menyesuaikan suhu internalnya, yang menyebabkan fluktuasi dan ketidaknyamanan pada tangan dan ekstremitas lainnya,” tandas Artis.

    (ath/kna)