Category: Detik.com Kesehatan

  • Waspadai Gigi Berlubang Bisa Picu Kematian, Dokter Ungkap Langkah Pencegahannya

    Waspadai Gigi Berlubang Bisa Picu Kematian, Dokter Ungkap Langkah Pencegahannya

    Jakarta

    Masalah gigi berlubang yang dibiarkan begitu saja dapat berakibat fatal. Anggota Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Dr Paulus Januar, drg, MSi, CMC mencontohkan gigi berlubang yang dibiarkan dapat memicu infeksi hingga menimbulkan abses.

    Abses merupakan penumpukan nanah yang terjadi akibat adanya infeksi di gigi berlubang. Infeksi disebabkan oleh bakteri-bakteri penghuni mulut seperti streptokokus, stapilokokus, aktinomises, dan bakteri lainnya.

    “Abses gigi dapat menjalar ke organ tubuh lainnya dan dapat berakibat serius, serta tidak mustahil berakhir dengan kematian. Meski tidak banyak kasus yang terjadi, namun dapat saja terjadi, karena itu tidak dapat diabaikan,” kata drg Paulus ketika dihubungi detikcom, Sabtu (16/2/2025).

    Oleh karena itu, drg Paulus menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan gigi dan mulut secara rutin, setidaknya enam bulan sekali. Apabila ditemukan ada lubang, penanganan bisa segera dilakukan untuk mencegah komplikasi lanjutan.

    Selain itu, drg Paulus juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan gigi dengan baik. Pembersihan gigi bisa dilakukan dengan sikat gigi rutin, menggunakan benang gigi atau dental floss untuk sela-sela gigi, serta obat kumur.

    “Dianjurkan menyikat gigi paling tidak dilakukan pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Terhadap sela-sela gigi dapat dilakukan pembersihan dengan menggunakan benang gigi (dental floss),” ucap drg Paulus.

    Ia juga lebih menyarankan masyarakat untuk menggunakan pasta gigi mengandung fluoride. Pasta gigi mengandung fluoride dapat membuat jaringan email gigi menjadi lebih resisten terhadap masalah karies gigi.

    drg Paulus juga menyarankan masyarakat untuk membatasi makanan atau minuman yang berisiko dapat memicu masalah karies gigi. Beberapa contohnya seperti makanan atau minuman tinggi gula, bersifat asam, dan makanan-makanan yang mudah menempel pada gigi dari jenis karbohidrat olahan.

    (avk/up)

  • Perlu Tahu, Ini 5 Manfaat Orgasme untuk Pasangan Suami Istri

    Perlu Tahu, Ini 5 Manfaat Orgasme untuk Pasangan Suami Istri

    Jakarta

    Bercinta adalah momen yang penting bagi pasangan suami istri untuk meningkatkan keharmonisan rumah tangga. Salah satu faktor yang dianggap sebagai keberhasilan bercinta adalah momen orgasme.

    Dikutip dari Health, berikut ini adalah sederet manfaat orgasme yang penting diketahui oleh pasangan suami istri.

    1. Meningkatkan Keharmonisan

    Orgasme dapat membuat ikatan dengan pasangan menjadi lebih kuat. Ketika seseorang mengalami orgasme, hormon oksitosin dan prolaktin dilepaskan oleh tubuh. Kedua hormon tersebut memiliki peran yang berkaitan dengan keterikatan emosional.

    2. Membuat Tidur Nyenyak

    Orgasme juga dapat membuat tidur menjadi lebih nyenyak dan berkualitas. Hal ini diduga disebabkan oleh adanya pelepasan hormon serta relaksasi otot progresif.

    Orgasme melibatkan ketegangan dan pelemasan otot. Teknik ini diketahui dapat membantu seseorang tertidur dengan lebih mudah.

    Jika seseorang terbiasa mengalami orgasme sebelum tidur, tubuh juga bisa belajar untuk mengasosiasikannya dengan waktu tidur. Inilah yang membuat tubuh menjadi lebih ngantuk setelah orgasme.

    3. Meningkatkan Mood

    Orgasme membuat tubuh mengeluarkan banyak hormon yang membuat diri menjadi bahagia. Hormon-hormon yang keluar membuat pasangan suami istri menjadi lebih bahagia dan tidak stres.

    Beberapa hormon yang dilepaskan seperti dopamin yang memberikan kesenangan intens, endorfin yang menimbulkan rasa euphoria dan mengurangi stres, serta oksitosin yang memberikan perasaan cinta dan keterikatan.

    Orgasme dapat membuat seseorang menjadi lebih percaya diri. Seiring waktu berjalan, hal tersebut juga dapat meningkatkan suasana hati.

    4. Memperkuat Otot Dasar Panggul

    Otot yang ada di dasar panggul mengalami kontraksi ketika orgasme terjadi. Otot-otot tersebut menopang kandung kemih, usus, uretra, dan rahim. Orgasme juga meningkatkan aliran darah ke daerah panggul yang mendukung pertumbuhan otot.

    Melenturkan otot dasar panggul secara teratur dapat meningkatkan pelumasan vagina, yang membantu mengurangi rasa sakit akibat penetrasi dan membuat orgasme menjadi lebih intens. Otot dasar panggul yang kuat juga dapat menghasilkan cengkeraman yang erat selama penetrasi.

    5. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Aktivitas seksual dan orgasme dengan pasangan sangat baik untuk meningkatkan kesehatan jantung. Selama bercinta, detak jantung akan meningkat dan mencapai puncaknya saat orgasme sebelum akhirnya kembali ke detak jantung normal.

    Sebuah penelitian menunjukkan pria yang bercinta setidaknya sebulan sekali memiliki kadar protein C-reaktif, penanda inflamasi terkait penyakit jantung, yang lebih rendah. Studi tersebut juga menemukan bahwa bagi wanita, melakukan seks berkualitas dengan pasangan dapat menurunkan tekanan darah dan menurunkan risiko penyakit jantung.

    (avk/up)

  • 5 Manfaat Makan Tomat Setiap Hari, Ini yang Bakal Terjadi pada Tubuh

    5 Manfaat Makan Tomat Setiap Hari, Ini yang Bakal Terjadi pada Tubuh

    Jakarta

    Tomat adalah salah satu jenis buah paling populer di dunia. Tidak hanya dikonsumsi secara langsung atau dibuat jus, tomat juga sering digunakan sebagai bahan dalam berbagai masakan, termasuk dalam kuliner Indonesia.

    Jangan salah, rupanya tomat mengandung banyak nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh. Dikutip dari Very Well Health, berikut ini sederet manfaat makan tomat setiap hari untuk tubuh:

    1. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Tomat mengandung kalium dan natrium yang baik untuk kesehatan jantung. Kandungan kalium di dalam satu buah tomat bahkan hampir setara dengan buah pisang.

    Jantung membutuhkan kedua jenis elektrolit tersebut agar dapat berkontraksi dan mengembang. Kalium juga sangat penting untuk membantu pembuluh darah menjadi lebih rileks.

    2. Mendukung Pemulihan Pasca Olahraga

    Kandungan elektrolit yang ada di dalam tomat sangat penting untuk menjaga fungsi dasar sel. Kalium, natrium, magnesium, dan fluorida yang ada di dalam tomat dapat membantu mengurangi nyeri otot dan kelelahan setelah berolahraga.

    Magnesium juga sangat penting untuk kontraksi otot, sehingga mengonsumsi tomat sebelum dan sesudah latihan dapat membantu mengembalikan kadar magnesium dalam tubuh. Kandungan air yang ada di dalam tomat juga dapat memberikan tambahan hidrasi.

    3. Mencegah Kanker Prostat

    Tomat memiliki kandungan likopen yang sangat tinggi. Kandungan likopen sangat bermanfaat untuk mengurangi berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan prostat, salah satunya melindungi dari kanker.

    Likopen dan pigmen tanaman lainnya (karotenoid) dianggap melindungi terhadap pertumbuhan kanker karena sifat antioksidannya. Antioksidan dapat membantu melindungi tubuh dari stres fisiologis yang disebabkan oleh radikal bebas, yang umumnya ditemukan dalam asap tembakau, sinar UV, dan makanan ultra-proses.

    4. Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah

    Mengonsumsi tomat dapat membantu mengendalikan kadar gula darah, khususnya pada pengidap diabetes. Kandungan serat yang ada di dalamnya membantu mengatur gula darah dan pergerakan usus.

    Buah ini juga memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga cocok untuk menjadi camilan sehat. Serat di dalam tomat juga dapat membantu menjaga perut kenyang lebih lama.

    5. Menjaga Kulit Sehat dan Glowing

    Tomat mengandung asam klorogenat, senyawa yang dapat membantu mendorong produksi kolagen yang baik untuk kulit. Vitamin C dan A yang ada di dalam tomat juga dapat membantu mencerahkan kulit, kuku, dan rambut.

    Untuk mendapatkan manfaat maksimal, makan tomat dalam kondisi mentah di dalam salad atau sebagai camilan. Para ahli mengingatkan mengonsumsi makanan secara utuh merupakan cara terbaik untuk membantu proses penyerapan nutrisi penting.

    (avk/kna)

  • Tak Cukup Pakai Pereda Nyeri, Sakit karena Gigi Berlubang Wajib Diperiksakan

    Tak Cukup Pakai Pereda Nyeri, Sakit karena Gigi Berlubang Wajib Diperiksakan

    Jakarta

    Anggota Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Dr Paulus Januar, drg, MSi, CMC mewanti-wanti pentingnya menjaga kesehatan mulut dan gigi. Salah satu masalah kesehatan mulut yang kerap dianggap sepele adalah gigi berlubang.

    Masyarakat seringkali mengabaikan masalah gigi berlubang, khususnya ketika kondisi tersebut belum menimbulkan gejala nyeri atau lubang masih terlalu kecil.

    Ketika timbul nyeri atau membengkak, masyarakat biasanya langsung membeli obat pereda nyeri atau painkiller untuk meredakan rasa sakit yang muncul. Padahal menurut drg Paulus, obat pereda nyeri bukanlah satu-satunya solusi untuk masalah sakit gigi berlubang.

    “Memang seringkali rasa sakit mereda namun obat tersebut hanya mengatasi gejalanya saja, dan tidak menghilangkan penyakit penyebabnya,” kata drg Paulus ketika dihubungi detikcom, Sabtu (15/2/2025).

    Ketika efek dari obat itu hilang, maka rasa nyeri gigi berlubang akan muncul lagi. drg Paulus mengingatkan bahwa penyebab sakit gigi akibat berlubang ini harus segera ditelusuri dan ditangani.

    Dalam beberapa kasus, masalah gigi berlubang yang dibiarkan begitu saja dapat menyebabkan infeksi parah, hingga berakibat fatal pada pasien. Selama penyebab nyeri gigi tidak diatasi, maka rasa sakitnya akan selalu muncul kembali.

    “Terhadap gigi yang berlubang perlu dilakukan perawatan konservasi gigi. Sesuai indikasinya terdapat beberapa jenis perawatan konservasi gigi dari penambalan gigi hingga perawatan saraf gigi,” tandasnya.

    (avk/up)

  • Garuk-garuk di Bagian Tubuh Ini Terbukti Paling Terasa Enak

    Garuk-garuk di Bagian Tubuh Ini Terbukti Paling Terasa Enak

    Jakarta – Meski tidak dianjurkan, menggaruk-garuk bagian tubuh yang gatal selalu terasa menyenangkan. Makin menyenangkan jika garukan dilakukan di bagian tubuh tertentu.

    Hal itu dibuktikan dalam sebuah riset yang dilakykan Dr Gil Yosipovitch, seorang profesor dermatologi di Wake Forest Baptist Medical Center. Hasilnya telah dipublikasikan di British Journal of Dermatology.

    Bersama koleganya, Yosipovitch melakukan eksperimen pada 18 partisipan. Mereka menginduksi rasa gatal pada para partisipan, di 3 bagian tubuh yakni punggung, lengan, dan pergelangan kaki.

    “Tujuannya untuk mengamati peran rasa nyaman dari garuk-garuk dalam meredakan gatal,” kata Yosipovitch, dikutip dari Eurekalert.

    Induksi gatal dilakukan dengan menggunakan tanaman tertentu yang digosok perlahan selama 45 detik hingga terasa gatal. Partisipan lalu mengukur seberapa intens rasa gatal yang dialami.

    Setelah itu, para partisipan diminta menggaruk-garuk bagian yang gatal. Tiap 30 detik hingga 5 menit berikutnya, para partisipan diminta menilai skala gatal yang dirasakan dari 0 (tidak gatal) hingga 100 (gatal maksimal).

    Hasilnya, teramati bahwa rasa gatal muncul paling intens di bagian pergelangan kaki dan punggung. Sementara itu, persepsi gatal dan berkurangnya gatal akibat garukan paling tidak terasa di lengan.

    “Rasa nyaman dari garukan di pergelangan kaki tampak lebih bertahan lama dibandingkan 2 lokasi lain,” terang Yosipovitch.

    Yosipovitch mengatakan, temuan ini membantu memahami gatal dan bagaimana meredakannya pada pengidap penyakit kulit. Misalnya pada eksema dan psoriasis, rasa gatal kerap muncul di pergelangan kaki dan punggung pasien.

    “Kami tidak pernah memahami kenapa area tersebut paling sering terdampak, dan sekarang kami punya pemahaman yang lebih baik bahwa gatal di area ini lebih intens dan nyaman untuk digaruk,” terangnya.

    Sebagaimana rasa nyeri, munculnya rasa gatal diyakini melibatkan serat-serat saraf kecil. Kini, Yosipovitch menduga rasa nyaman saat digaruk juga disebabkan oleh saraf yang secara spesifik terlibat di dalamnya.

    “Jika kita bisa menerjemahkannya ke dalam penanganan yang menginduksi sensasi meredakan yang nyaman tanpa merusak kulit, mungkin kita bisa membantu pasien gatal,” jelasnya.

    (up/up)

  • Berkaca dari Viral Kematian Pria Akibat Gigi Berlubang, Jangan Tunggu Parah

    Berkaca dari Viral Kematian Pria Akibat Gigi Berlubang, Jangan Tunggu Parah

    Jakarta – Gigi yang berlubang bukanlah masalah sepele. Pengurus Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Dr Paulus Januar, drg, MSi, CMC, mengingatkan masalah gigi berlubang yang tidak ditangani dengan baik dapat berakibat fatal, bahkan kematian.

    Oleh karena itu, ia menuturkan sebaiknya masalah gigi berlubang harus segera diperiksa sedini mungkin. Tindakan medis diperlukan untuk mengatasi dan mencegah masalah lebih lanjut seperti komplikasi yang parah.

    “Bila lubang gigi belum besar seringkali orang tidak menyadarinya hingga perlu dilakukan pemeriksaan rutin oleh dokter gigi untuk melakukan deteksi sedini mungkin,” kata drg Paulus ketika dihubungi detikcom, Sabtu (16/2/2025).

    Ia menyarankan pemeriksaan gigi rutin dilakukan setiap 6 bulan sekali. Pemeriksaan juga bisa langsung dilakukan apabila masyarakat mengalami adanya gangguan atau kelainan di dalam gigi dan mulut.

    Menurut drg Paulus, pemeriksaan ke dokter seharusnya tidak perlu menunggu sampai lubang gigi membesar atau timbul gejala lain yang mengganggu.

    “Jangan sampai gigi telah berlubang cukup besar dan sudah timbul keluhan, baru mencari pengobatan ke dokter gigi. Mengatasi gigi berlubang pada tahap awal jauh lebih mudah dibanding kalau sudah lanjut,” tandasnya.

    Sebelumnya, viral sebuah postingan TikTok yang diunggah oleh Amanda Prawiria di Bandung menceritakan kisah suaminya, Firmansyah (41) yang meninggal usai mengalami gigi berlubang. Karena tidak segera diperiksakan, gigi suaminya itu mengalami infeksi hingga abses atau keluarnya nanah dan sudah menjalar hingga leher dan pundak.

    Sebelum meninggal pada Desember 2024, Firmansyah sempat menjalani operasi dan dirawat secara intensif di ruang intensive care unit (ICU).

    “Tapi besoknya hari keempat dokter bilang obat penenang sudah di stop seharusnya abis sadar, tapi abi tidak sadar dan koma. Tensi drop, oksigen sudah 100 persen dari ventilator. Qadarullah hari keempat di ICU Abi menghembuskan napas terakhirnya di depan mataku kayak mimpi kayak kaki nggak napak,” cerita Amanda.

    (avk/up)

  • 8 Makanan dan Minuman Ini Sebaiknya Dihindari Pengidap Kista Ovarium

    8 Makanan dan Minuman Ini Sebaiknya Dihindari Pengidap Kista Ovarium

    Jakarta – Kista ovarium adalah pertumbuhan jaringan abnormal yang berisi air di sekitar ovarium. Meski banyak kista ovarium tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya, namun ada kista yang bisa menyebabkan nyeri bahkan komplikasi serius.

    Untuk membantu mengelola penyakit ini, perhatikan asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Sebab, beberapa makanan dan minuman bisa memperburuk kondisi kista ovarium.

    Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Dihindari Pengidap Kista Ovarium

    Makanan dan minuman berikut ini sebaiknya dihindari oleh pengidap kista ovarium. Mengutip laman laman dr Deepti Asthana, Apollo Pharmacy, Ben’s Natural Health, hingga Very Well Health, berikut di antaranya:

    1. Makanan Olahan dan Camilan Manis

    Makanan olahan mengandung banyak lemak trans dan juga gula rafinasi. Keduanya bisa meningkatkan peradangan dan mengganggu keseimbangan hormon. Makanan manis seperti kue kering dan muffin juga menyebabkan resistensi insulin.

    2. Daging Merah

    Daging merah seperti babi, sapi, dan domba bisa memicu pembentukan kista ovarium dan memperburuk kista yang sudah ada.
    Menurut beberapa penelitian, asupan daging merah yang tinggi berkaitan dengan risiko peradangan dalam tubuh. Selain itu, daging ini juga mengandung banyak lemak, sehingga sebaiknya dihindari.

    3. Makanan yang Digoreng

    Mengkonsumsi makanan yang digoreng, seperti ayam goreng tepung, kentang goreng, dan sebagainya harus dihindari saat memiliki kista ovarium. Sebab, minyak yang digunakan saat menggoreng mengandung zat yang mengganggu hormon.

    4. Minuman yang Mengandung Kafein

    Kafein adalah salah satu penyebab utama dehidrasi dan peradangan dalam tubuh yang berkontribusi terhadap perkembangan kista ovarium. Jadi, hindari minuman berkafein seperti kopi dan teh.

    5. Makanan yang Mengandung Lemak Jenuh Tinggi

    Lemak jenuh adalah lemak makanan yang berbahaya jika dikonsumsi berlebihan. Jenis lemak ini berpotensi meningkatkan kadar kolesterol darah. Mengutip laman Ben’s Natural Health, jika ingin mencegah dan memperbaiki kista ovarium, batasi konsumsi lemak jenuh.

    7. Alkohol

    Alkohol harus dihindari oleh pengidap penyakit kista ovarium. Zat ini mengganggu keseimbangan hormon tubuh, meningkatkan kadar estrogen, dan mempengaruhi kesehatan ovarium.

    8. Karbohidrat Sederhana

    Karbohidrat sederhana memiliki indeks glikemik tinggi dan dapat dicerna dan diserap. Sehingga, karbohidrat sederhana mengakibatkan lonjakan glukosa darah dan kebutuhan produksi insulin dalam jumlah yang besar.

    Saat terlalu banyak dan sering dikonsumsi, banyak hormon insulin yang diproduksi dan fungsinya lambat laut menurun. Padahal, insulin berperan dalam mengontrol kerja ovarium dalam menghasilkan hormon reproduksi. Adapun contoh dari karbohidrat sederhana adalah roti putih dan pasta.

    (elk/row)

  • Kata Dokter Soal Viral Pria di Bandung Meninggal Usai Alami Gigi Berlubang

    Kata Dokter Soal Viral Pria di Bandung Meninggal Usai Alami Gigi Berlubang

    Jakarta

    Anggota Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Dr Paulus Januar, drg, MSi, CMC menanggapi kejadian viral seorang pria di Bandung meninggal dunia akibat gigi berlubang. Pria bernama Firmansyah (41) itu meninggal dunia setelah mengalami infeksi gigi hingga abses karena terlambat ditangani.

    drg Paulus menuturkan bahwa abses gigi merupakan akibat lebih lanjut dari infeksi yang berasal dari gigi dan mulut. Gigi berlubang yang tidak ditangani dengan baik, dapat berlanjut mencapai saraf gigi.

    Ketika saraf gigi terbuka, ini dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri yang biasanya berasal dari rongga mulut seperti streptokokus, stafilokokus, aktinomises, dan sebagainya. Infeksi tersebut akhirnya menimbulkan kumpulan nanah yang disebut sebagai abses.

    “Abses gigi dapat menjalar ke organ tubuh lainnya dan dapat berakibat serius, serta tidak mustahil berakhir dengan kematian,” kata drg Paulus ketika dihubungi detikcom, Sabtu (15/2/2025).

    drg Paulus menuturkan bahwa kasus semacam ini sebenarnya jarang terjadi. Meski begitu, ia menegaskan bahwa masalah gigi berlubang tidak boleh dianggap sepele.

    Penanganan gigi berlubang secara lebih dini dapat mencegah berbagai ancaman komplikasi yang mungkin muncul. Selain itu, melakukan berbagai langkah pencegahan seperti rajin menggosok gigi, membatasi asupan gula, dan memeriksakan gigi 6 bulan sekali juga sangat disarankan.

    “Dengan demikian untuk menghindari abses karena gigi yang berlubang, maka perlu dilakukan perawatan terhadap gigi yang berlubang sedini mungkin,” tandas drg Paulus.

    Sebelumnya viral di TikTok seorang wanita bernama Amanda Prawiria menceritakan kisah suaminya, Firmansyah yang meninggal dunia pasca mengalami gigi berlubang. Sebelum meninggal, suaminya sempat harus menjalani operasi dan dirawat intensif di ruang intensive care unit (ICU).

    Amanda berharap apa yang terjadi pada keluarganya bisa menjadi pembelajaran bagi banyak orang. Ia meminta masyarakat untuk tidak takut pergi ke dokter gigi bila mengalami gigi berlubang.

    “Teman-teman jangan takut periksa ke dokter gigi ya apalagi sekarang BPJS bisa rawat jalan atau cabut gigi,” kata Amanda dalam salah satu unggahannya.

    (avk/up)

  • Video Mitos atau Fakta: Batasi Konsumsi Garam Bisa Turunkan Tekanan Darah Tinggi

    Video Mitos atau Fakta: Batasi Konsumsi Garam Bisa Turunkan Tekanan Darah Tinggi

    Video Mitos atau Fakta: Batasi Konsumsi Garam Bisa Turunkan Tekanan Darah Tinggi

  • Kumpulan Ramuan Rebusan 2 Bahan untuk Menyembuhkan Sakit Lutut

    Kumpulan Ramuan Rebusan 2 Bahan untuk Menyembuhkan Sakit Lutut

    Jakarta – Sakit lutut bisa terjadi karena berbagai penyebab dan bisa juga merupakan gejala suatu penyakit. Di antaranya berkaitan dengan asam urat dan radang sendi.

    Ada sejumlah cara alami untuk menangani sakit lutut akibat asam urat peradangan. Simak 6 ramuan rebusan 2 bahan untuk menyembuhkan sakit lutut berikut ini.

    Rebusan 2 Bahan untuk Sakit Lutut

    Berikut rebusan 2 bahan untuk menyembuhkan sakit lutut yang bisa dibuat di rumah:

    1. Jahe Merah dan Gula Merah

    Dalam buku Manfaat Air Rebusan Jahe Merah oleh Rahma Fauziyah, dkk disebutkan manfaat jahe merah antara lain dapat mengatasi nyeri otot dan nyeri sendi, termasuk sakit lutut.

    Cara membuatnya adalah dengan memarut jahe merah segar 250 mg dan gula merah 250 mg, kemudian merebusnya ke dalam 400 ml air putih. Rebus sampai air tersisa 250 ml untuk sekali minum.

    2. Sambiloto dan Kumis Kucing

    Selanjutnya, berdasarkan buku 100 Resep Sembuhkan Hipertensi, Asam Urat, Dan Obesitas oleh Hardi Soenanto, penanganan sakit lutut karena asam urat bisa dengan memanfaatkan daun sambiloto dan kumis kucing.

    Cuci bersih sambiloto dan kumis kucing yang masing-masing beratnya 15 gram. Untuk menambah rasa dan khasiat, bisa ditambahkan 20 gram jahe merah. Rebus dengan 800 ml air mendidih hingga tersisa 400 ml untuk dua kali minum.

    3. Kunyit dan Jahe

    Selain jahe, kunyit juga mengandung antiinflamasi yang cocok untuk menangani asam urat maupun radang sendi. Caranya ialah dengan menyiapkan jahe dan kunyit masing-masing 1/2 sendok teh.

    Untuk membuat satu porsi, rebus ramuan ini dengan secangkir air putih selama 10 menit. Saring ke dalam gelas dan bisa ditambah sedikit gula atau madu. Buat ramuan ini dua kali sehari.

    4. Daun Salam dan Daun Binahong

    Berdasarkan buku Produksi Makanan dan Minuman Herbal oleh Dra Wisnuwati, MPd, daun salam dan binahong mengandung minyak atsiri, polifenol, flavonoid, triterpenoid, saponin, hingga alkaloid yang membantu mengatasi sakit lutut akibat asam urat.

    Rebuslah daun tersebut masing-masing 4 lembar dengan 300 ml air hingga mendidih. Sisakan air sampai sekitar 200 ml untuk sekali minum.

    5. Kayu Manis dan Kunyit

    Dilansir dari Only My Health dan Times of India, kayu manis dan kunyit juga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi radang sendi, termasuk dengan gejala sakit lutut. Selain itu, bahan ini baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

    Keduanya mengandung sifat anti-inflamasi yang kuat, seperti kurkumin dalam kunyit dan sinamaldehida pada kayu manis. Minumlah air rebusan dari 1/2 sdt kunyit dengan kayu manis seukuran satu kelingking dalam air mendidih.

    6. Serai dan Jeruk Nipis

    Terakhir adalah rebusan serai dan jeruk nipis yang menyegarkan. Rebuslah serai dalam air mendidih hingga beberapa menit, kemudian campurkan jeruk nipis. Kalian bisa menambahkan madu agar lebih nikmat.

    Dalam situs Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta, disebutkan serai mengandung antiinflamasi yang baik untuk mengurangi peradangan. Dikutip dari situs Puskesmas Pandan Mojokerto, asam sitrat dalam jeruk nipis kaya akan vitamin C dan antioksidan yang memiliki sifat antiinflamasi.

    Itulah tadi berbagai ramuan rebusan 2 bahan untuk menyembuhkan sakit lutut. Perlu dipastikan bahwa detikers tidak memiliki alergi dari bahan di atas. Jika sakit lutut tak kunjung membaik, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

    (bai/fds)