Category: Detik.com Kesehatan

  • Singapura Tarik Snack Bayi usai Terima Laporan Kasus Pasien Dibawa ke IGD

    Singapura Tarik Snack Bayi usai Terima Laporan Kasus Pasien Dibawa ke IGD

    Jakarta

    Badan Pangan Singapura atau Singapore Food Agency (SFA) menarik snack bayi berbentuk mainan gigitan anak. Produk Gerber, Soothe ‘N’ Chew dinilai berpotensi menimbulkan bahaya tersedak bagi bayi dan anak kecil.

    Pada Senin (17/2/2025), SFA diberitahu importir Redmart tentang penarikan sukarela produsen di AS. Sebagai tindakan pencegahan, SFA juga memerintahkan Redmart untuk menarik kembali produk tersebut dari peredaran di negaranya.

    Adapun varian rasa produk yang ditarik termasuk stroberi, apel, dan pisang. Snack berbentuk stick yang ditujukan sebagai mainan, juga bisa dimakan saat bayi tumbuh gigi, dijual dalam kotak berisi enam stik dengan masing-masing seberat 15 gram.

    Konon, snack ini juga bisa diberikan untuk meredakan nyeri tumbuh gigi pada bayi. Utamanya pada balita berusia lebih dari enam bulan.

    Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) sebelumnya mengumumkan penarikan ini berkaitan dengan laporan konsumen yang tersedak. Hingga 31 Januari, satu kunjungan ruang gawat darurat dilaporkan ke BPOM AS.

    “Kami dengan tulus meminta maaf atas segala kekhawatiran atau ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh tindakan ini bagi para orang tua, pengasuh, dan pelanggan eceran,” kata Nestle USA dalam sebuah pernyataan.

    Terpisah, SFA menekankan makanan yang diketahui tidak aman untuk dikonsumsi tidak boleh dijual.

    “Konsumen yang telah membeli produk yang terkait dengan produk tersebut disarankan untuk tidak memberikannya kepada anak-anak mereka,” kata otoritas tersebut.

    “Mereka yang anak-anaknya telah mengonsumsi produk yang terkait dengan produk tersebut dan memiliki kekhawatiran tentang kesehatan anak-anak mereka harus mencari nasihat medis. Konsumen dapat menghubungi tempat pembelian mereka untuk menanyakan sesuatu,” imbau SFA.

    (naf/naf)

  • 7 Manfaat Pisang Kepok yang Tak Terduga, Termasuk Kelola Gula Darah

    7 Manfaat Pisang Kepok yang Tak Terduga, Termasuk Kelola Gula Darah

    Jakarta – Pisang kaya akan nutrisi sehingga menjadikannya camilan praktis menyehatkan yang bisa dibawa kemana saja. Buah ini mudah dicerna sehingga kandungan nutrisinya cepat diserap tubuh.

    Di Tanah Air berbagai varietas pisang sangat mudah ditemukan, termasuk kepok. Pisang kepok kerap diolah menjadi keripik, kolak, goreng tepung, hingga bolu. Di balik keserbagunaannya, pisang kepok menawarkan sejumlah manfaat bagi kesehatan. Apa saja?

    Manfaat Pisang Kepok

    Manfaat pisang kepok secara umum serupa dengan varietas pisang pada umumnya. Mengutip Healthline dan EatingWell, berikut deretan manfaatnya:

    1. Mengelola Kadar Gula Darah

    Pisang kaya akan serat larut dan pati resisten, sejenis serat dalam pisang mentah yang tidak bisa dicerna tubuh sepenuhnya. Bersama-sama, kedua jenis serat ini bantu mengelola kadar gula darah setelah makan dan mengatur nafsu makan dengan memperlambat pengosongan lambung.

    Itu artinya, pisang tidak menyebabkan lonjakan gula darah meski kandungan karbohidratnya terbilang tinggi sehingga masih aman bagi pengidap diabetes. Meski begitu, pengidap diabetes sebaiknya tidak memakan pisang dalam jumlah banyak sekaligus.

    2. Menjaga Kesehatan Pencernaan

    Pati resisten dalam pisang bertindak sebagai prebiotik. Prebiotik melewati pencernaan dan berakhir di usus besar, lokasi mereka menjadi makanan bagi bakteri baik (probiotik) dalam usus.

    Serat pektin pisang juga bantu mencegah sembelit dan melunakkan tinja. Beberapa penelitian menunjukkan pektin bisa bantu mencegah kanker usus besar.

    Pisang adalah sumber kalium yang baik untuk kesehatan jantung secara keseluruhan, terutama mengelola tekanan darah. Konsumsi cukup kalium disebut dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan mencegah risiko penyakit hipertensi.

    Selain kalium, magnesium dalam pisang juga penting bagi jantung. Kekurangan magnesium dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, tekanan darah dan kadar lemak tinggi.

    4. Membuat Kenyang Lebih Lama

    Pisang bantu membuat kenyang lebih lama berkat serat larutnya meski kalorinya relatif rendah. Gabungan kalori rendah dan seratnya yang tinggi menjadikan buah ini sebagai camilan sehat dibanding pilihan makanan ringan olahan (ultra processed food/UPF).

    Protein dalam pisang termasuk rendah. Jika ingin menjadikannya camilan lebih mengenyangkan, padukan buah ini dengan makanan kaya protein seperti Greek yoghurt.

    5. Meningkatkan Kesehatan Ginjal

    Selain bagus buat jantung, kalium pisang baik untuk kesehatan ginjal. Studi 2019 dengan 5.000 peserta pengidap ginjal kronis tahap awal menemukan asupan kalium bantu memperlambat penyakit tersebut.

    Namun pengidap penyakit ginjal stadium lanjut perlu membatasi asupan kalium.

    6. Mengurangi Risiko Penyakit Kronis

    Pisang mengandung beberapa jenis antioksidan kuat, seperti flavonoid dan amina. Antioksidannya diklaim memiliki potensi antikanker, khususnya terhadap kanker pankreas dan kanker payudara triple negatif.

    Stres oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas dapat memicu kerusakan dan peradangan pada sel-sel tubuh. Jika terus berlanjut, peradangan kronis dapat menyebabkan penyakit jantung, diabetes, hingga kanker.

    Konsumsi cukup antioksidan, termasuk dari pisang, bantu mencegah kerusakan oksidatif sehingga bisa terhindar dari penyakit serius.

    7. Meningkatkan Energi

    Pisang merupakan sumber karbohidrat yang berperan sebagai bahan bakar utama produksi energi. Buah ini juga menyediakan vitamin B1, B3, dan B6 yang penting bagi sistem produksi energi agar berfungsi baik.

    Memadukan pisang dengan lemak atau protein sehat seperti kacang almond dan Greek yoghurt bantu memperpanjang energi tubuh dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.

    (azn/fds)

  • Jarang Diketahui, Ini 6 Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Orgasme

    Jarang Diketahui, Ini 6 Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Orgasme

    Jakarta

    Saat orgasme, hormon dopamin dan endorfin menciptakan kenikmatan serta euforia yang intens. Sementara oksitosin membantu memperdalam ikatan emosional antara pasangan. Zat-zat kimia ini membantu meredakan nyeri dan meningkatkan relaksasi.

    Respons otak terhadap orgasme juga lebih dari sekadar mengubah suasana hati dan emosi. Hal itu berada di balik kontraksi otot yang menegangkan, pelepasan ketegangan, dan penurunan hormon stres.

    Pria dan wanita cenderung mengalami orgasme dengan cara berbeda. Respons wanita bergantung pada bagaimana orgasme dipicu dan bagian tubuh mana yang dirangsang.

    Orgasme melalui rangsangan klitoris membuat otak mematikan semua area yang bertanggung jawab untuk refleksi dan pengendalian diri. Hal ini membuat otak hanya dapat fokus pada sensasi.

    Namun, saat orgasme terjadi melalui penetrasi, sistem limbik, pusat emosi, kesenangan, dan ikatan di otak menjadi sangat aktif. Kondisi itu meningkatkan perasaan terhubung dan menikmati.

    Sementara pada pria, mereka ‘kebanjiran’ zat kimia yang memicu dopamin, sekaligus mendorong motivasi dan kesenangan. Lonjakan dopamin ini memperkuat pengalaman tersebut sebagai sesuatu yang menyenangkan, juga memuaskan.

    Dikutip dari Daily Mail, berikut yang terjadi pada tubuh saat orgasme:

    1. Denyut Jantung Meningkat

    Efek yang paling nyata adalah denyut jantung lebih cepat saat mendekati titik klimaks. Orgasme mengaktifkan sistem saraf simpatik, yang memicu respons tubuh untuk melawan.

    Saat gairah meningkat, tubuh mengalami lonjakan adrenalin dan oksitosin, yang menyebabkan jantung berdetak lebih cepat serta pernapasan menjadi lebih cepat. Hal ini dimaksudkan untuk mempersiapkan tubuh menghadapi puncak pengalaman, meningkatkan aliran darah ke berbagai organ.

    Denyut jantung mencapai puncaknya pada saat klimaks dan dengan cepat kembali normal setelahnya.

    2. Efek Bahagia di Otak

    Pada saat orgasme, otak ‘kebanjiran’ zat kimia kesenangan yang meningkatkan rasa bahagia. Kadar dopamin dan endorfin meningkat, berfungsi sebagai pereda nyeri alami tubuh dan oksitosin yang biasa disebut ‘hormon cinta’.

    Dopamin sering disebut zat kimia ‘kesenangan’, saat kadar dopamin meningkat selama orgasme, hal itu menandakan tindakan tersebut menyenangkan.

    Endorfin sering disebut sebagai pereda nyeri alami tubuh. Selama orgasme, endorfin menciptakan perasaan senang dan bahagia. Obat ini meredakan nyeri dan aktivitas hormon stres kortisol sekaligus meningkatkan euforia.

    Hormon endorfin juga meningkatkan rasa kesejahteraan umum dan bekerja mirip dengan antidepresan, yaitu meningkatkan kadar neurotransmiter tertentu yang memberikan rasa senang di otak untuk meningkatkan suasana hati serta mengurangi kecemasan. Hormon-hormon ini memperkuat ikatan antara pasangan dan menimbulkan rasa percaya dan empati.

    3. Otot Berkontraksi

    Jari-jari kaki wanita melengkung, punggung melengkung, dan otot-otot di vagina dan rahim berkontraksi dalam pola ritmis. Dasar panggul pria juga berkontraksi secara ritmis, yang dimaksudkan untuk mendorong air mani melalui uretra. Sfingter anus dan rektum berkontraksi, sehingga menambah rasa lega.

    “Bagi sebagian wanita, mereka akan menggambarkannya sebagai denyutan (perasaan), diikuti oleh perasaan lega,” jelas pakar seks, Jessica O’Reilly.

    Selama orgasme, diafragma dan otot-otot di antara tulang rusuk dapat berkontraksi akibat pernapasan yang lebih cepat serta gairah yang meningkat. Otot-otot dasar panggul aktif selama orgasme, dengan kontraksi jaringan otot di sana yang memengaruhi durasi dan intensitas orgasme.

    4. Ketakutan dan Kecemasan Menghilang

    Hormon dan zat kimia berfluktuasi selama puncak klimaks. Kadar prolaktin, yang terkait dengan perasaan puas, meningkat. Ini memberikan sinyal pada tubuh bahwa kegembiraan mulai mereda dan saatnya untuk relaks.

    “Hal ini membantu menjelaskan hubungan antara rasa sakit dan kenikmatan, dan mengapa rasa sakit tidak terasa begitu kuat selama gairah dan orgasme,” kata psikolog dan pakar seks Dr Margarida Rafael.

    5. Kulit Memerah

    Saat orgasme, kulit dapat memerah, salah satunya di area pipi. Hal ini disebabkan pelepasan hormon yang memicu pembuluh darah di dekat kulit melebar.

    Selain itu, kulit juga menjadi lebih hangat dan kelenjar keringat terbuka. Tempat pertama yang mungkin bisa diperhatikan adalah wajah, tetapi kemerahan paling terasa di sekitar dada dan punggung.

    6. Pupil Membesar

    Pada titik orgasme, sistem saraf simpatik terbangun sehingga memicu pelepasan adrenalin dan hormon lain. Ini mempersiapkan tubuh untuk aktivitas fisik, seperti menyediakan lebih banyak oksigen ke otot.

    Lonjakan adrenalin menyebabkan iris (bagian mata yang berwarna) menjadi relaks, yang memungkinkan mata menjadi lebih besar.

    (sao/naf)

  • Manfaat Rutin Minum Air Kelapa, Termasuk Menjaga Kesehatan Ginjal

    Manfaat Rutin Minum Air Kelapa, Termasuk Menjaga Kesehatan Ginjal

    Jakarta

    Air kelapa merupakan salah satu minuman paling populer di dunia, termasuk Indonesia. Tidak hanya memberikan sensasi menyegarkan, minum air kelapa secara rutin nyatanya dapat membantu meningkatkan kesehatan tubuh, lho.

    Dikutip dari Healthline, berikut ini sederet manfaat minum air kelapa setiap hari yang bisa dirasakan oleh tubuh:

    1. Mencegah Batu Ginjal

    Mengonsumsi cukup secara umum merupakan salah satu faktor penting dari pencegahan batu ginjal. Meski pencegahan juga bisa dilakukan dengan air putih biasa, beberapa penelitian menunjukkan air kelapa mungkin memberikan efek yang lebih baik.

    Dalam sebuah studi pada tikus dengan batu ginjal, air kelapa mencegah kristal menempel pada ginjal dan bagian lain dari saluran kemih. Air kelapa juga mengurangi jumlah kristal yang terbentuk dalam urine.

    Penelitian lain yang melibatkan delapan orang sehat, menemukan air kelapa dapat meningkatkan buang air kecil kalium, klorida, dan sitrat. Hal ini menunjukkan air kelapa dapat membersihkan sistem dan menjaga kemungkinan batu ginjal tetap rendah.

    Penelitian menunjukkan bahwa air kelapa mengandung banyak antioksidan yang dapat membantu mengubah radikal bebas sehingga tidak membahayakan lagi. Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang apabila kadarnya terlalu banyak dalam tubuh, dapat meningkatkan risiko stres oksidatif yang dapat merusak sel.

    Salah satu penelitian pada tikus di tahun 2014 menunjukkan bahwa hati tikus yang rusak mengalami perbaikan signifikan akibat stres oksidatif saat diobati dengan air kelapa.

    3. Menjaga Kadar Gula Darah Pengidap Diabetes

    Air kelapa memiliki manfaat yang besar untuk menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan penanda kesehatan lain pada pengidap diabetes. Air kelapa memiliki kandungan magnesium tinggi yang baik dalam meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah pada pengidap diabetes.

    Meski begitu, peneliti tetap menyarankan orang-orang dengan pengidap diabetes tetap berkonsultasi dulu terlebih dahulu apabila ingin mengonsumsi air kelapa. Ini dikarenakan air kelapa mengandung karbohidrat yang apabila dipecah akan menjadi gula dalam tubuh.

    4. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Minum air kelapa setiap hari juga dapat mendukung kesehatan jantung. Dalam sebuah penelitian di tahun 2005, ahli menemukan potensi keterkaitan konsumsi air kelapa dengan tekanan darah yang lebih terkontrol rendah.

    Salah satu alasan mengapa air kelapa dapat dikaitkan dengan tekanan darah yang lebih baik adalah kandungan kalium yang tinggi, sekitar 500 mg dari 8 ons air kelapa. Kalium telah terbukti dapat menurunkan tekanan darah pada orang dengan tekanan darah tinggi atau normal.

    5. Menjaga Hidrasi

    Air kelapa yang menyegarkan memiliki rasa sedikit manis dan rendah kalori. Meskipun, menjaga hidrasi juga bisa dipenuhi dengan air putih biasa, air kelapa bisa menjadi alternatif pemenuhan cairan dengan cara yang lebih enak dan bernutrisi.

    Pastikan air kelapa yang dikonsumsi alami tanpa adanya gula tambahan di dalamnya. Secangkir air kelapa sebanyak 240 ml (60 kalori) memiliki nutrisi sebagai berikut:

    Karbohidrat 15 gramGula 8 gramKalsium 4 persen kebutuhan harianMagnesium 4 persen kebutuhan harianFosfor 2 persen dari kebutuhan harianKalium 15 persen dari kebutuhan harian

    (avk/kna)

  • Orang-orang yang Hidup di Wilayah Blue Zone Rutin Minum Ini Biar Panjang Umur

    Orang-orang yang Hidup di Wilayah Blue Zone Rutin Minum Ini Biar Panjang Umur

    Jakarta

    Pola hidup merupakan faktor penting dalam menjalani hidup dengan umur panjang dan sehat. Memilih asupan yang dikonsumsi setiap hari juga dapat berpengaruh pada kesehatan, termasuk minuman.

    Menurut seorang ahli, ada dua minuman sederhana yang dapat membantu seseorang untuk tetap sehat dan berumur panjang. Dikutip dari Surry Live, seorang peneliti dari Amerika, Dan Buettner, merekomendasikan pola hidup yang mengacu pada wilayah di mana orang-orang biasanya berumur panjang.

    Itu termasuk di desa-desa tertentu di Jepang, Yunani, Italia, dan Kosta Rika. Ia mencatat bahwa penduduk di zona-zona ini biasanya hanya mengkonsumsi tiga jenis minuman.

    “Pada umumnya, (orang-orang di Zona Biru) tidak minum susu sapi sama sekali. Anda akan melihat sedikit keju susu domba, pecorino, dan keju susu kambing dalam bentuk feta,” jelas Buettner.

    “Sebagian besar, dalam hal apa yang mereka minum, orang-orang di Zona Biru minum air putih, teh, dan anggur,” sambungnya.

    Air Putih

    Air sangat penting bagi tubuh agar berfungsi dengan baik, serta memberikan manfaat lebih dari sekedar hidrasi. Minum air dengan rutin dapat mengatur suhu tubuh, membantu pencernaan, menjaga tekanan darah normal, dan menyeimbangkan kadar elektrolit tubuh.

    Saat seseorang mengalami dehidrasi dapat merusak kulit, sehingga kulit terasa kasar, gatal, dan tampak keriput. National Health Service (NHS) merekomendasikan orang dewasa yang sehat harus minum antara enam hingga delapan gelas cairan per hari atau sekitar dua liter, hingga urine berwarna kuning pucat jernih.

    Teh

    Ada berbagai macam teh yang ternyata memiliki manfaat kesehatan yang alami. Teh tertentu bahkan dapat membantu menurunkan kolesterol, peningkatan kesehatan jantung, hingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

    Beberapa jenis teh juga diketahui akan manfaatnya yang dapat meningkatkan kesehatan mental. Teh yang mengandung chamomile, matcha, dan lavender dapat membantu mengurangi stres serta kecemasan.

    (sao/kna)

  • Daftar Diet yang Disebut Cocok Berdasarkan Golongan Darah, Penasaran?

    Daftar Diet yang Disebut Cocok Berdasarkan Golongan Darah, Penasaran?

    Jakarta

    Diet golongan darah merupakan pengaturan pola makan yang disesuaikan berdasarkan jenis golongan darah seseorang. Pada 1996, dokter naturopati Peter J D’Adamo menulis buku berjudul Eat Right 4 Your Type.

    Ia mengklaim makanan tertentu dapat menurunkan peradangan, meningkatkan energi, membantu penurunan berat badan, dan mencegah penyakit.

    D’Adamo mengklaim antigen yang ditemukan dalam darah manusia menentukan seseorang bergolongan darah O, A, B, atau AB juga ada di bagian tubuh lain, termasuk saluran pencernaan.

    “Itulah yang menyebabkan makanan yang Anda makan bereaksi secara kimiawi dengan golongan darah Anda,” kata D’Adamo, dikutip dari WebMD.

    D’Adamo kemudian mengelompokkan makanan berdasarkan golongan darah untuk mengoptimalkan sistem pencernaan, menurunkan risiko masalah kesehatan, serta menekan berat badan.

    Diet Golongan Darah

    Berikut diet yang dianggap cocok sesuai golongan darah berdasarkan pandangan D’Adamo, termasuk untuk menurunkan berat badan:

    Diet golongan darah O

    Diet untuk orang dengan golongan darah O adalah diet yang tinggi protein, banyak mengandung daging tanpa lemak, unggas, ikan, buah, sayuran, sedikit biji-bijian, kacang-kacangan, dan susu. Jika tujuannya untuk menurunkan berat badan, sebaiknya menghindari karbohidrat.

    “Sebaliknya, pilih makanan laut, rumput laut, daging merah, brokoli, bayam, dan minyak zaitun,” tuturnya.

    Diet golongan darah A

    Orang dengan golongan darah A disarankan untuk menjalankan diet vegetarian yang penuh dengan buah dan sayuran, tahu, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Idealnya, bahan organik dan segar.

    D’Adamo mengatakan orang dengan golongan darah A memiliki sistem kekebalan tubuh yang sensitif.

    “Sayuran, nanas, minyak zaitun, dan kedelai paling baik untuk menurunkan berat badan, sementara susu, gandum, jagung, dan kacang merah dapat menyebabkan penambahan berat badan,” tambahnya.

    Diet golongan darah B

    Orang dengan golongan darah B dapat menjalani diet campuran yang mencakup daging, buah, susu, makanan laut, dan biji-bijian dianggap yang terbaik. D’Adamo juga menyebutkan makanan yang seharusnya dihindari, termasuk ayam, jagung, gandum, soba, lentil, tomat, kacang tanah, dan biji wijen.

    Daftar makanan yang harus lebih banyak dikonsumsi termasuk sayuran hijau, telur, daging tertentu, dan susu rendah lemak.

    Diet golongan darah AB

    Untuk golongan darah AB, difokuskan untuk mengkonsumsi makanan, seperti tahu, makanan laut, susu, dan sayuran hijau. D’Adamo percaya bahwa orang dengan golongan darah AB cenderung memiliki asam lambung rendah.

    Maka dari itu, mereka harus menghindari kafein, alkohol, dan daging asap atau yang diawetkan. Beberapa produk susu, seperti yogurt dan kefir, juga baik untuk kelompok ini.

    (sao/naf)

  • Wanita Umur 20 Kena Serangan Jantung Diduga gegara Konsumsi Minuman Berenergi

    Wanita Umur 20 Kena Serangan Jantung Diduga gegara Konsumsi Minuman Berenergi

    Jakarta

    Seorang wanita berumur 20 tahun terkena serangan jantung di pusat kebugaran setelah mengonsumsi minuman berenergi. Dia sempat kejang-kejang dan pingsan sesaat setelah mengonsumsi minuman tersebut.

    Jazmin Garza (20) sedang berolahraga dan menyelesaikan serangkaian latihan angkat beban dengan satu kaki ketika ia mulai merasa pusing dan berkunang-kunang. Ia baru saja minum beberapa teguk kaleng minuman berenergi yang mengandung 200 miligram kafein dalam satu porsi penuh.

    Pacarnya, Isaac Ayala, menjelaskan bahwa Garza mulai mengalami kejang beberapa saat setelah berolahraga.

    “Dia jatuh ke lantai (gemetar) dan hidungnya mulai berdarah!” Ayala dalam laman GoFundMe dikutip dari Mens Fitness, Senin (17/2/2025).

    Ayala menelepon 911, tetapi langsung bertindak dengan memberikan CPR saat menyadari Garza kehilangan denyut nadinya. Saat layanan medis darurat tiba, mereka terus memberikan CPR dan menggunakan defibrilator agar jantungnya kembali berdetak.

    Dokter memberi tahu Garza bahwa ia mengalami serangan jantung beberapa kali, dan perut serta ginjalnya berhenti bekerja. Paru-paru dan jantungnya juga mengalami gangguan, sehingga memerlukan bantuan hidup dan berbagai prosedur.

    Dokter belum mengatakan apakah minuman berenergi tersebut menjadi penyebab langsung masalah kesehatan tersebut, tetapi Garza yakin minuman itu merupakan faktor penyebab kondisi jantung yang tidak diketahui-mengatakan bahwa ia pernah mengalami palpitasi di masa lalu.

    “Saya pikir itu hanya kecemasan atau semacamnya. Saya tidak pernah memeriksakan diri ke dokter sebelumnya,” kata Garza kepada Daily Mail.

    Dikutip dari laman Healthline, konsumsi minuman berenergi dapat menyebabkan masalah kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi dan aritmia jantung. Dalam beberapa kasus, konsumsi berlebihan telah dikaitkan dengan serangan jantung.

    Sebuah tinjauan tahun 2017 menemukan bahwa konsumsi minuman berenergi yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kardiovaskular, termasuk aritmia, serangan jantung, dan infark miokard. Para peneliti mencatat bahwa kasus-kasus ini biasanya melibatkan konsumsi minuman berenergi yang berlebihan dalam waktu singkat, sering kali dikombinasikan dengan alkohol atau stimulan lainnya.

    Namun, terlepas dari hubungan antara konsumsi minuman berenergi yang berlebihan dan gagal jantung, tidak ada cukup bukti untuk menentukan hubungan sebab-akibat.

    (kna/kna)

  • Viral Wanita Idap Kanker Laring, Sempat Dikira Radang-Berujung Operasi Pita Suara

    Viral Wanita Idap Kanker Laring, Sempat Dikira Radang-Berujung Operasi Pita Suara

    Jakarta

    Seorang wanita di Salatiga, Semarang, Jawa Tengah, membagikan kisahnya yang terkena kanker laring stadium 3 di usia 29 tahun. Wanita bernama Dian Marcy itu sebenarnya sudah mengeluhkan gejala dua tahun sebelum didiagnosis terkena kanker.

    Dian mengatakan awalnya ia mengalami gejala berupa serak. Namun setiap memeriksakan diri ke dokter, ia hanya disebut mengidap radang tenggorokan biasa.

    “Saya mantan social smoker dan perokok pasif. Awal saya tahu kalau saya mengidap kanker laring itu tahun 2020, yang sebenarnya gejala awal sudah terasa di tahun 2018,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Senin (17/2/2025).

    “Suara mulai serak tapi setiap periksa ke dokter selalu dibilang radang biasa, dan diberi obat. Sembuh, lalu kambuh lagi,” katanya lagi.

    Pada 2019, gejala yang dirasakan Dian semakin memburuk. Serak terasa semakin parah, bahkan mulai diikuti gejala lain, seperti batuk, tidur mendengkur, sulit menelan, dan sering tersedak saat makan.

    Merasa ada yang tak beres di tubuhnya, wanita yang kini berusia 34 tahun itu memutuskan untuk memeriksakan diri lebih lanjut.

    “Di bulan Juni 2020, saya biopsi baru diketahui kalau saya kanker laring stadium 3,” imbuhnya lagi.

    “Nah karena dulu saya sangat awam sama namanya kanker laring, ya akhirnya baru tau sudah stadium 3,” katanya.

    Setelah didiagnosis terkena kanker laring, Dian menjalani pengangkatan pita suara dan radiasi sebanyak 35 kali. Dirinya juga kini menjalani pola hidup sehat dan menghindari pikiran negatif.

    “Tahun ini kontrol tahun ke 5 bebas kanker,” ucapnya lagi.

    (suc/naf)

  • Ramai Wanita Kena Kanker Payudara Stadium 4 Meski Pola Hidup Sehat, Apa Pemicunya?

    Ramai Wanita Kena Kanker Payudara Stadium 4 Meski Pola Hidup Sehat, Apa Pemicunya?

    Jakarta

    Menjalani pola makan sehat dan rutin berolahraga tak lantas membuat Claudia bebas dari kanker. Siapa sangka, di usianya yang masih 26 tahun, ia mendapatkan diagnosis kanker payudara, tepatnya Juni 2023.

    Dokter bahkan menemukan kanker payudara perempuan domisili Surabaya itu sudah bermetastasis atau menyebar ke kelenjar getah bening, paru, hingga tulang. Tak ada gejala lain yang dikeluhkan Claudia selain payudara mulai terasa nyeri dan benjolan terus membesar.

    Semasa hidupnya, Claudia juga mengaku jarang jatuh sakit, sehingga saat mendapatkan diagnosis tersebut, dirinya sempat nyaris tidak percaya, sampai hasil pemeriksaan menunjukkan fakta sebaliknya.

    Punya gaya hidup sehat, lantas apa pemicu kanker Claudia?

    “Dokter tidak bisa memastikan apa penyebab kanker. Namun saya pernah bertanya apakah bisa dari stress dan dokter menjawab tentu saja,” beber Claudia kepada detikcom Senin (17/2/2025).

    “Jenis kanker payudara saya adalah hormonal. Penyebabnya nggak ada yang bisa tahu pasti. Tapi aku disuruh ambil tes BRCA yg hasilnya nunjukkin ada gen pembawa cancer payudara dan ovarium. Ditambah dipicu stres berat 2020-2023 jd sepertinya ya karena itu,” lanjut dia.

    Claudia memilih pengobatan di Singapura, lantaran mendapatkan diagnosis pertama di negara tersebut. Terlebih, ia dan keluarga selama ini memiliki asuransi yang memang mencakup perawatan medis di Singapura.

    “Awal check up ke dokter bedah langganan keluarga, karena nggak tau ternyata itu bakal cancer. Kebetulan saya mmg ada asuransi yang mencakup Singapore, dan dulu keluarga ada pengalaman kurang baik ditangani di Indonesia. Jadi yang agak serius kami pilih check up di Singapore saja supaya lebih pasti,” tuturnya.

    Claudia menyebut saat mengidap kanker, seseorang sebaiknya terus mengupayakan menghindari stres. Sudah lebih dari setahun berlalu, Claudia menjalani hari-hari seperti biasanya termasuk pekerjaan.

    Ia bahkan kerap mengunggah konten hasil pekerjaan di media sosialnya, sebagai make up artist.

    “Cuma masih rutin kemo sesuai jadwal, tapi sehari-hari seperti orang normal pada umumnya,” pungkasnya.

    Dihubungi terpisah, Prof Ikhwan Rinaldi sebelumnya menyebut, belum ada bukti ilmiah yang mengaitkan antara kanker dan stres.

    Meski begitu, pada beberapa kasus, stres memang dapat memengaruhi daya tahan tubuh, terutama stres yang dialami jangka panjang.

    “Penurunan daya tahan tubuh bisa mengakibatkan kemampuan tubuh mengenali sel kanker dan membunuh sel kanker yang muncul di dalam tubuh menjadi menurun,” beber dia.

    Karenanya, dapat disimpulkan, secara tidak langsung stres mungkin menjadi salah satu faktor risiko pencetus terjadinya kanker.

    (naf/kna)

  • Trump Bekukan Bantuan Asing, Pasien HIV Ketar-ketir

    Trump Bekukan Bantuan Asing, Pasien HIV Ketar-ketir

    Foto Health

    AP Photo/Jerome Delay – detikHealth

    Senin, 17 Feb 2025 13:18 WIB

    Afrika Selatan – Presiden AS, Donald Trump, telah membekukan bantuan untuk luar negeri. Kebijakan Trump ini menimbulkan kekhawatiran pasien HIV tidak mendapatkan pengobatan.