Category: Detik.com Kesehatan

  • Cerita Dokter Kena Serangan Jantung saat Tangani Pasien Serangan Jantung

    Cerita Dokter Kena Serangan Jantung saat Tangani Pasien Serangan Jantung

    Jakarta

    Kejadian tak biasa dialami oleh dokter gawat darurat di Timmins and District Hospital (TADH) Kanada bernama Chris Loreto yang mengalami serangan jantung ketika sedang menyelamatkan pasien serangan jantung.

    Selama beberapa bulan sebelumnya Loreto memang mengalami nyeri berulang di bagian dadanya. Kondisi itu paling sering muncul ketika ia sedang berolahraga, tapi ia tidak curiga dan mengira itu adalah masalah lambung. Ia sempat mengonsumsi obat refluks asam, namun obatnya tidak memberikan efek apapun.

    Rasa nyeri itu akhirnya memuncak pada November 2024 ketika sedang menjalani pertandingan hoki dan menjalar hingga bahu. Lagi-lagi ia mengabaikan rasa nyeri tersebut.

    Keesokan harinya ia mendapatkan tugas untuk membantu seorang pasien serangan jantung. Ketika berbicara dengan istri pasien, Loreto menyadari ia mengalami banyak gejala yang sama dengan pasien tersebut.

    Pasien pria tersebut juga mengonsumsi obat untuk refluks asam dan pada saat itu Loreto mulai mengerti.

    “Kisah pasien itu adalah kisah saya,” kata Loreto dikutip dari Science Alert, Rabu (19/2/2025).

    Melalui tes darah dan elektrokardiogram terungkap bahwa Loreto memang mengalami serangan jantung. Sejak saat itu, ia mengambil cuti sakit dan menjalani program rehabilitasi yang meliputi pemasangan stent di dalam arterinya agar aliran darah menjadi lancar.

    Serangan jantung atau infark miokard terjadi ketika aliran darah terganggu dan oksigen tidak dapat mencapai jantung. Hal ini menghancurkan sel-sel otot jantung dan dapat menyebabkan kerusakan permanen, bahkan kematian.

    Gaya hidup yang tidak banyak bergerak, pola makan yang buruk, kebiasaan merokok, dan mengonsumsi alkohol merupakan sederet faktor yang meningkatkan risiko serangan jantung. Masalah kesehatan ini juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetika dan lingkungan seperti polusi udara.

    Loreto menganggap olahraga teratur dapat memperkuat jantungnya sehingga terhindar dari dampak yang lebih buruk. Serangan jantung sering kali datang tiba-tiba tanpa peringatan sebelumnya. Serangan jantung tidak selalu terjadi setelah periode nyeri dada atau bahu, tetapi penting untuk memperhatikan kemungkinan tanda-tanda peringatan seperti mual dan sesak napas.

    “Kita hebat dalam merawat orang lain tetapi payah dalam merawat diri sendiri,” tandas Loreto.

    (avk/kna)

  • Video: Penjelasan Dokter soal Kondisi Kesehatan Paus Fransiskus

    Video: Penjelasan Dokter soal Kondisi Kesehatan Paus Fransiskus

    Video: Penjelasan Dokter soal Kondisi Kesehatan Paus Fransiskus

  • Hasil Tes Kesehatan Paus Fransiskus, Ada Pneumonia di Kedua Paru-parunya

    Hasil Tes Kesehatan Paus Fransiskus, Ada Pneumonia di Kedua Paru-parunya

    Jakarta

    Paus Fransiskus, yang telah dirawat di rumah sakit sejak minggu lalu, mengidap pneumonia di kedua paru-parunya setelah menjalani pemindaian CT. Vatikan mengabarkan hasil tes kesehatan menunjukkan “gambaran yang rumit” terkait kondisinya.

    “Pemindaian CT dada kontrol yang dijalani Bapa Suci sore ini menunjukkan timbulnya pneumonia bilateral yang memerlukan terapi farmakologis lebih lanjut,” tulis Vatikan pada hari Selasa dikutip dari CNN.

    “Semua tes yang dilakukan hingga saat ini menunjukkan gambaran klinis yang kompleks yang memerlukan rawat inap yang memadai,” sambungnya.

    Diagnosis baru ini berarti pneumonia terjadi di kedua paru-parunya. Sebelumnya, Paus berusia 88 tahun itu didiagnosis bronkitis sehingga harus di rawat di rumah sakit.

    Sehari sebelumnya, Vatikan mengatakan bahwa Paus mengalami infeksi polimikroba pada saluran pernapasan dan bahwa tes yang dilakukan pada Fransiskus “menunjukkan gambaran klinis yang kompleks yang akan memerlukan perawatan di rumah sakit yang memadai.”

    Paus Fransiskus tidak asing dengan masalah kesehatan. Pada usia 21 tahun, sebagian paru-parunya diangkat setelah ia mengalami radang selaput dada, yang merupakan peradangan pada selaput yang melindungi paru-paru.

    Paus Fransiskus telah berjuang melawan berbagai masalah kesehatan selama beberapa tahun terakhir, termasuk operasi pada tahun 2021 dan 2023, serta masalah lutut yang sudah berlangsung lama, yang menyebabkan ia harus menggunakan kursi roda.

    (kna/kna)

  • Cerita Wanita Salatiga Kena Kanker Laring Stadium 3, Sempat Dikira Radang Tenggorokan

    Cerita Wanita Salatiga Kena Kanker Laring Stadium 3, Sempat Dikira Radang Tenggorokan

    Jakarta

    Dian Marcy, seorang wanita asal Salatiga, Semarang, Jawa Tengah, membagikan perjuangannya melawan kanker laring stadium 3. Ia didiagnosis penyakit ini pada tahun 2020, saat usianya 29 tahun. Dian diketahui merupakan seorang mantan social smoker dan perokok pasif.

    Gejala awal yang dialami Dian muncul pada 2018, berupa suara serak. Setiap kali memeriksakan diri ke dokter, ia hanya didiagnosis mengalami radang tenggorokan biasa. Bahkan, kondisinya sempat membaik setelah diberikan obat radang tenggorokan.

    Mengalami Perburukan Gejala

    Namun, setelah beberapa waktu, suara seraknya kembali muncul dan semakin memburuk. Pada 2019, ia mulai mengalami gejala lain seperti batuk, tidur mendengkur, kesulitan menelan, serta sering tersedak saat makan.

    “Awal saya tahu kalau saya mengidap kanker laring itu tahun 2020, yang sebenarnya gejala awal sudah terasa di tahun 2018,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Senin (17/2/2025).

    Menjalani Biopsi

    Merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan kesehatannya, Dian memutuskan untuk kembali memeriksakan diri ke dokter. Kali ini, dokter menyarankannya untuk menjalani biopsi. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ia dinyatakan mengidap kanker laring stadium 3 pada Juni 2020.

    Dian meyakini bahwa kondisi yang dialaminya bukan disebabkan oleh faktor keturunan atau genetik, melainkan lebih berkaitan dengan lingkungan di sekitarnya.

    “Kalau genetik enggak ya kak, soalnya keluarga nggak ada. Nah kalau selama ini saya abai sama asap rokok, lingkungan saya perokok,” tuturnya.

    Menjalani Pengobatan Radiasi 35 Kali

    Setelah menerima diagnosis, Dian menjalani serangkaian pengobatan, termasuk 35 kali terapi radiasi serta prosedur pengangkatan pita suara. Kini, ia telah memasuki tahun kelima bebas dari kanker.

    Ia juga berbagi cara yang diterapkannya untuk menjaga kesehatan setelah menjalani pengobatan.

    “Kebiasaan saya pribadi tetap makan apa aja tapi tidak berlebihan, lebih memilih mengubah mindset. Karena saat pikiran kita positif hati kita seneng tenang, tubuh akan memperbaiki diri,” pungkasnya.

    Apa Itu Kanker Laring?

    Spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi Dr dr Andhika Rachman SpPD-KHOM mengatakan kanker laring berkembang di daerah pita suara (laring), yang berfungsi sebagai suara dan jalan udara daerah tenggorokan ke paru-paru.

    “Meskipun kanker laring lebih umum pada pasien usia lanjut, kasus pada usia muda memang meningkat dan perlu mendapatkan perhatian khusus,” katanya saat dihubungi detikcom, Selasa (18/2/2025).

    Menurut dr Andhika, kanker laring pada tahap awal menimbulkan gejala yang sering dikira radang tenggorokan biasa. Adapun gejala kanker laring:

    suara serak lebih dari dua minggunyeri tenggorokan kronis, terutama saat menelandemam tidak tinggi, terutama sore dan menjelang malambenjolan sering terjadi terutama jika sudah menyebar ke kelenjar getah beningkesulitan menelan sering terjadi dan memburuk sejalan dengan waktubatuk kronis dapat menetap kadang disertai darah.sering terjadi penurunan BBsesak napas bahkan bunyi suara (stridor) saat bernapas dapat terjadi pada stadium lanjut karena penyempitan saluran napas.

    NEXT: Penyebab kanker laring

    Penyebab Kanker Laring

    dr Andhika mengatakan terdapat beberapa faktor risiko utama kanker laring pada usia muda. Di antaranya:

    1. Infeksi Human Papillomavirus (HPV)

    HPV, terutama tipe 16 dan 18, berkaitan dengan peningkatan risiko kanker laring. Infeksi ini dapat menyebabkan perubahan sel epitel yang dapat memicu kanker.

    2. Merokok

    Meski lebih sering menjadi faktor pada usia tua, paparan rokok sejak dini meningkatkan risiko mutasi genetik yang memicu kanker laring.

    3. Konsumsi Alkohol Berlebihan

    Alkohol bersifat karsinogenik dan bekerja sinergis dengan rokok dalam meningkatkan risiko kanker laring.

    4. Refluks Asam Lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

    Paparan asam lambung yang kronis ke laring dapat menyebabkan peradangan berulang yang berkontribusi pada perkembangan kanker.

    5. Faktor Genetik dan Mutasi Gen

    Riwayat keluarga dengan kanker kepala-leher atau kelainan genetik tertentu dapat meningkatkan risiko kanker laring pada usia muda.

  • 11 Obat Sakit Gigi Alami yang Bisa Dicoba di Rumah, Ada Air Garam-Daun Jambu Biji

    11 Obat Sakit Gigi Alami yang Bisa Dicoba di Rumah, Ada Air Garam-Daun Jambu Biji

    Jakarta

    Sakit gigi merupakan salah satu masalah mulut yang terasa sangat menyiksa. Ketika tidak segera diobati, sakit gigi dapat menyebabkan rasa tidak nyaman saat beraktivitas, terutama saat makan dan berbicara.

    Kebanyakan orang akan mengonsumsi obat pereda nyeri sebagai salah satu solusi yang cepat. Tetapi, sebenarnya ada beberapa alternatif obat sakit gigi yang yang menggunakan bahan alami dan banyak tersedia di rumah.

    Umumnya, obat sakit gigi alami ini digunakan untuk membantu mengatasi sakit gigi untuk sementara waktu, sampai dapat berkonsultasi ke dokter. Dikutip dari beberapa sumber, berikut obat sakit gigi alami yang bisa dicoba di rumah:

    Obat Sakit Gigi Alami

    1. Kumur air garam

    Salah satu obat sakit gigi alami yang sering dicoba di rumah adalah berkumur dengan air garam. Caranya, campurkan setengah sendok teh garam ke dalam air hangat. Air garam dapat mengurangi peradangan dan membunuh bakteri penyebab sakit gigi. Setelah berkumur, buang air garam tersebut dan jangan sampai tertelan.

    2. Bawang putih

    Dikutip dari Very Well Health, beberapa penelitian menunjukkan bahwa bawang putih efektif dalam mengobati periodontitis atau penyakit gusi stadium lanjut dan kondisi gigi lainnya. Itu termasuk kanker mulut dan sariawan.

    Itu karena senyawa allicin yang ada di dalam bawang putih memiliki sifat antibakteri dan antiradang. Untuk menggunakannya, bisa membuat pasta bawang putih atau mengunyahnya.

    3. Ekstrak vanili

    Dikutip dari WebMD, ekstrak vanili mengandung alkohol yang membantu menghilangkan nyeri untuk sementara. Selain itu, antioksidan yang ada di dalam vanili dapat membantu penyembuhan.

    Untuk menggunakannya, bisa gunakan jari atau bola kapas dan oleskan sedikit pada gigi dan gusi yang terasa nyeri.

    4. Peppermint oil

    Minyak peppermint dapat membantu meredakan nyeri pada gigi. Ini juga mengandung khasiat antibakteri yang dapat meningkatkan kesehatan gigi dan mencegah gigi berlubang.

    Beberapa orang mengobati sakit gigi dengan mengoleskan kantong teh peppermint yang basah ke gigi dan gusi yang sakit.

    5. Cuka apel

    Studi menunjukkan bahwa cuka apel bermanfaat dalam perawatan gigi, termasuk menghilangkan plak gigi dan kemampuan untuk mengurangi gingivitis atau penyakit gusi yang menyebabkan nyeri.

    Selain itu, cuka apel juga kerap digunakan untuk memutihkan gigi. Sifat antiseptik dan antiradang yang ada pada cuka sari apel dapat membunuh bakteri penyebab sakit gigi dan meredakan nyeri gigi. Caranya, cukup celupkan kapas ke dalam cuka dan oleskan pada area yang sakit.

    6. Kunyit

    Ternyata obat kumur atau gel yang terbuat dari kunyit dapat digunakan untuk mengurangi radang gusi dan nyeri gigi. Untuk menggunakannya, bisa dengan membeli produk kunyit atau mengoleskan pasta kunyit ke gigi yang sakit.

    7. Kayu manis

    Kayu manis memiliki sifat antibakteri dan antiradang. Beberapa penelitian menemukan bahwa kayu manis dapat membantu mencegah gigi berlubang, nyeri yang ditimbulkan, sekaligus mengurangi risiko infeksi jamur.

    Untuk mencobanya, bisa dengan mengunyah atau mengisap batang kayu manis. Bisa juga membuat pasta, dengan mencampurkan satu sendok teh kayu manis dengan lima sendok teh madu, kemudian dioleskan ke area yang sakit.

    8. Teh hijau

    Teh hijau mengandung polifenol yang disebut tanin, yang dapat mengurangi peradangan. Obat kumur teh hijau juga terbukti dapat membatasi pertumbuhan bakteri yang menyebabkan plak gigi serta bau mulut.

    Untuk mencobanya, panaskan kantong teh hijau dalam air seperti membuat teh. Kemudian, dinginkan kanton teh di lemari es, dan tempelkan ke gigi yang sakit untuk meredakan nyeri serta pembengkakan.

    9. Cengkeh

    Dikutip dari Medical News Today, cengkeh juga dapat membantu meredakan sakit gigi. Bahan ini mengandung senyawa kimia yang berfungsi sebagai anestesi alami.

    Cengkeh juga memiliki sifat antiradang dan antibakteri, yang dapat membantu melawan infeksi gigi dan gusi. Caranya, bisa dengan merendam bola kapas kecil dengan minyak cengkeh dan mengoleskannya ke area yang sakit.

    Selain itu, cengkeh utuh yang dikeringkan juga dapat digunakan untuk mengobati sakit gigi. Caranya dengan mengunyah cengkeh utuh dengan lembut untuk mengeluarkan minyaknya dan menempelkannya pada gigi yang sakit selama 30 menit.

    10. Lidah buaya

    Gel lidah buaya merupakan pengobatan umum yang biasa digunakan untuk luka bakar atau luka kecil. Beberapa orang kini menggunakan gel tersebut untuk membersihkan dan menenangkan gusi.

    Penelitian menunjukkan bahwa lidah buaya memiliki sifat antibakteri alami dan dapat menghancurkan kuman penyebab gigi berlubang. Caranya, bisa dengan mengoleskan gel lidah buaya pada bagian mulut yang sakit untuk meredakannya.

    11. Daun jambu biji

    Dikutip dari Health Site, daun jambu biji dapat digunakan sebagai obat alami yang ampuh untuk meredakan sakit gigi akibat kebersihan mulut yang buruk dan infeksi bakteri. Daun ini mengandung flavonoid (yang memiliki aktivitas antibakteri) dan sifat antiradang, sehingga menjadikannya obat yang sempurna untuk meredakan sakit gigi.

    Sifat antiradang yang kuat ini membuat daun jambu biji segar banyak digunakan untuk meredakan sakit gigi dan juga menyembuhkan sariawan. Untuk mencobanya, bisa dengan:

    Mengunyah daun jambu biji segar yang masih bertunas atau baru tumbuh yang sudah dicuci bersih. Hal ini dilakukan agar sari daun jambu dapat mencapai bagian gigi yang sakit.Rebus sekitar 4-5 lembar daun jambu biji segar ke dalam air mendidih. Tambahkan sedikit garam dan gunakan air untuk berkumur.

    (sao/kna)

  • Jangan Langsung Tidur, Ini 5 Hal yang Wajib Dilakukan Pasutri Setelah Bercinta

    Jangan Langsung Tidur, Ini 5 Hal yang Wajib Dilakukan Pasutri Setelah Bercinta

    Jakarta

    Tidak sedikit pasangan yang memilih langsung tidur setelah berhubungan seksual. Padahal ada beberapa aktivitas penting yang sebaiknya dilakukan setelah bercinta demi menjaga kesehatan dan keintiman.

    Dikutip dari Huffpost, kegiatan penting setelah bercinta ini memang kadang terlupakan, sehingga sedikit banyak akan memengaruhi kehidupan seksual seseorang.

    Berikut adalah aktivitas penting yang sebaiknya dilakukan setelah menyelesaikan sesi bercinta.

    1. Buang Air Kecil

    Menyempatkan untuk kencing setelah bercinta merupakan suatu keharusan yang sebaiknya tidak dilewatkan. Seksolog klinis Sunny Rodgers mengatakan pipis setelah bercinta dapat membersihkan saluran di organ vital dan menghilangkan bakteri atau racun.

    “Ini adalah langkah pertama yang selalu saya sarankan setelah berhubungan seks,” jelas Rodgers.

    2. Mengganti Celana Dalam

    Setelah berhubungan seks, tubuh khususnya di bagian alat kelamin akan mengalami peningkatan kelembapan, sehingga mengganti celana dalam yang mampu menyerap keringat merupakan hal yang penting. Celana dalam berbahan katun direkomendasikan untuk ini.

    “Sebagai serat alami, katun juga bersifat hipoalergenik, sangat menyerap, dan tidak akan mengiritasi bagian tubuh Anda yang paling sensitif yang rentan terhadap peningkatan sensitivitas dan kelembapan setelah berhubungan seks,” kata Rodgers.

    3. Melakukan Obrolan Ringan

    Menyempatkan untuk melakukan obrolan ringan bersama pasangan setelah berhubungan seks dapat menjalin ikatan emosional. Psikoterapis di New York City Chamin Ajjan mengatakan komunikasi yang baik bersama pasangan juga bisa berdampak kepada membaiknya hubungan seksual ke depannya.

    “Berbicara dengan pasangan setelah berhubungan seks adalah cara yang bagus untuk terhubung dan menciptakan keintiman yang lebih. Anda dapat membicarakan harapan, impian, apa yang ingin Anda lakukan dengan pasangan, atau apa pun yang penting,” kata Ajjan.

    4. Minum Air Putih

    Berhubungan seks bisa dikatakan menjadi aktivitas fisik yang membutuhkan tenaga dan terkadang menguras keringat. Hal ini membuat minum air putih setelah bercinta penting dilakukan untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

    “Minum juga dapat membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih,” kata Rodgers.

    5. Memuji Pasangan

    Tidak ada salahnya memberikan pujian kepada pasangan setelah berhubungan seksual. Ini dapat membangun ikatan emosional yang kuat dan meningkatkan kualitas seks untuk ke depannya.

    Menurut terapis pasangan dan konselor klinis di One Patient Global Health Karla Ivankovich, melemparkan pujian kepada pasangan juga dapat memenuhi ‘kebutuhan’ pasangan dalam hal bercinta.

    (dpy/suc)

  • Video: Pembekuan Bantuan Trump Hentikan Uji Coba Vaksin HIV di Afrika Selatan

    Video: Pembekuan Bantuan Trump Hentikan Uji Coba Vaksin HIV di Afrika Selatan

    Jakarta – Vaksin-vaksin bagian dari skema pengembangan vaksin HIV yang dipimpin Afrika Selatan yang dikenal sebagai BRILLIANT, didanai sepenuhnya oleh hibah sebesar US$ 45 juta dari USAID. Ini merupakan salah satu dampak pembekuan bantuan AS. Tidak jelas apakah atau kapan proyek tersebut dapat dilanjutkan. Departemen Luar Negeri AS tidak segera menanggapi permintaan komentar.

    (/)

  • Kenali Perubahan pada Payudara Tanda Kanker, Bisa Diobati Jika Segera Ditangani

    Kenali Perubahan pada Payudara Tanda Kanker, Bisa Diobati Jika Segera Ditangani

    Jakarta

    Kanker payudara masih menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak wanita di Indonesia. Data Globocan tahun 2020, jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia.

    Kondisi ini juga dialami seorang wanita di Surabaya yang didiagnosis kanker payudara di usia 26 tahun. Kala itu, dia mengeluhkan benjolan di payudara kiri yang semakin membesar.

    “Benjolan di payudara kiri ini teksturnya padat dan tidak bergerak, kadang terasa nyeri, kadang tidak. Ketahuan saat aku memutuskan untuk check up ke dokter bedah langganan keluarga-nya di Singapore,” tutur Claudia, dalam unggahan di akun pribadinya, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan, Senin (17/2/2025).

    Kanker yang diidap Claudia tidak disangka sudah menyebar ke bagian tubuh lain seperti kelenjar getah bening, paru-paru, hingga bagian tulang, sehingga dinyatakan termasuk stadium 4. Claudia langsung dirujuk ke dokter spesialis onkologi yang umumnya menangani kanker dan langsung menjalani kemoterapi.

    Dalam buku Kenali dan Hadapi Kanker Payudara: Panduan Lengkap untuk Pasien Kanker Payudara, spesialis onkologi dr Walta Gautama, SpB(K) Onk mengatakan keterlambatan diagnosis kanker sangat berpengaruh pada tingkat keberhasilan pengobatan. Dia juga menuliskan beberapa perubahan pada payudara yang patut dicurigai kanker.

    Berikut perubahan pada payudara yang dicurigai kanker

    1. Benjolan pada Payudara

    Adanya benjolan merupakan gejala paling sering ditemukan pada pasien kanker payudara. Benjolannya keras dengan permukaan yang tidak rata dan tidak bergerak.

    “Seringkali benjolan tidak disertai nyeri,” beber dr Walta.

    2. Perubahan pada Kulit Payudara

    Kulit di sekitar payudara berwarna kemerahan dan kadang terdapat cekungan seperti lesung pipit di kulit payudara. Pada kondisi lanjut, cekungan pada kulit payudara semakin meluas dan banyak sehngga kulit payudara tampak seperti kulit jeruk purut.

    3. Perubahan pada Puting Payudara

    Luka pada puting susu payudara yang tidak sembuh dalam 6 bulan, apalagi jika disertai dengan perubahan kulit payudara bisa menjadi tanda kanker. Gejalanya juga keluarnya cairan dari puting berwarna merah atau kecoklatan.

    “Cairan ini bisa keluar sendiri atau baru keluar jika puting ditekan” tulis dr Walta.

    Selain itu puting yang tadinya normal menjadi tertarik ke dalam atau niple inversion. KOndisi ini bisa terjadi jika puting tertarik ke dalam seluruhnya dan tidak dapat ditarik keluar. Kulit puting juga terasa kering dan gaal dan adanya perubahan warna.

    (kna/kna)

  • Rutin Konsumsi Telur Bisa Turunkan Risiko Mati Muda, Bikin Umur Panjang

    Rutin Konsumsi Telur Bisa Turunkan Risiko Mati Muda, Bikin Umur Panjang

    Jakarta

    Sebuah uji klinis ASPREE (ASPirin in Reducing Events in the Elderly) yang melibatkan lebih dari 8.000 orang di Australia dan Amerika Serikat (AS) membuktikan bahwa rutin mengonsumsi telur dapat membuat umur panjang.

    Hal ini karena telur dikaitkan dengan makanan yang dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung, sehingga dapat mengurangi risiko kematian dini pada orang dewasa.

    Secara keseluruhan, orang yang mengonsumsi telur 1 hingga 6 kali per minggu memiliki risiko kematian terendah selama periode penelitian (29 persen lebih rendah untuk kematian akibat penyakit jantung dan 17 persen lebih rendah untuk kematian secara keseluruhan) dibandingkan dengan mereka yang jarang atau tidak pernah makan telur.

    Manfaat Telur

    Tak hanya itu, mengonsumsi telur juga memiliki manfaat lainnya. Telur merupakan makanan yang murah dan mudah didapatkan. Makanan ini juga dikenal tinggi akan protein, vitamin D, vitamin B12, zat besi, magnesium, hingga kalium yang tak kalah penting untuk kesehatan tubuh.

    Dikutip dari Healthline, berikut adalah efek yang bisa didapatkan dari rutin mengonsumsi telur, selain meningkatkan kesehatan jantung.

    1. Meningkatkan Kesehatan Mata

    Telur mengandung beberapa nutrisi yang membantu melawan beberapa proses degeneratif yang dapat memengaruhi mata. Dua di antaranya disebut lutein dan zeaxanthin. Keduanya merupakan antioksidan kuat yang terakumulasi di retina mata.

    Sebuah penelitian tahun 2022 menunjukkan bahwa mengonsumsi nutrisi dalam jumlah yang cukup dapat secara signifikan mengurangi risiko katarak dan degenerasi makula, dua gangguan mata yang sangat umum.

    2. Membantu Mengontrol Berat Badan

    Telur merupakan makanan berprotein tinggi. Diketahui, mengonsumsi makanan berprotein tinggi dapat membantu seseorang merasa kenyang lebih lama, sehingga dapat mengontrol rasa ingin makan berlebihan.

    3. Meningkatkan Fungsi Otak

    Kandungan nutrisi yang banyak bagi telur juga mampu menjaga kesehatan otak. Telur mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan agar otak dan sistem saraf berfungsi lebih baik.

    Telur mengandung kolin, salah satu nutrisi yang sangat penting untuk mendukung kesehatan otak. Kolin berfungsi membangun membran sel dan menghasilkan molekul sinyal di otak.

    4. Memperkuat Imun Tubuh

    Telur juga mengandung berbagai nutrisi yang berperan dalam membangun sistem kekebalan tubuh. Kandungan vitamin A, vitamin B12, dan selenium pada telur dapat membantu menjaga sistem imun tetap sehat, sehingga mampu melawan infeksi virus dan bakteri penyebab penyakit.

    (dpy/suc)

  • Cerita Dokter Kena Serangan Jantung saat Tangani Pasien Serangan Jantung

    Layanan Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kegawatdaruratan Jantung

    Jakarta – Serangan jantung dapat terjadi secara tiba-tiba dan berpotensi mengancam jiwa. Saat kondisi ini terjadi, jangan tunggu dan segera datangi layanan kegawatdaruratan jantung yang siaga 24 jam untuk mendapat penanganan yang cepat dan tepat.

    Cardiac Emergency Mayapada Hospital misalnya, yang punya pelayanan berstandar internasional dengan tim dokter berpengalaman. Layanan Cardiac Emergency Mayapada Hospital mampu menangani kasus serangan jantung, seperti yang dialami Michael Mueller.

    Pasien ekspatriat berusia 72 tahun itu datang ke Mayapada Hospital Kuningan untuk mendapat penanganan terhadap masalah jantungnya. Diketahui ia mengalami masalah sindrom koroner akut dan peningkatan enzim jantung yang tinggi.

    Pasien kemudian ditangani melalui prosedur Primary Percutaneous Coronary Intervention (Primary PCI) dalam fase krusial yang disebut ‘golden period’, yaitu 90 menit pertama setelah munculnya gejala serangan jantung. Prosedur ini dilakukan sesuai dengan protokol internasional ‘Door to Balloon’, yang menetapkan waktu kurang dari 90 menit, dengan tujuan mengatasi penyumbatan pada pembuluh darah yang memicu serangan jantung.

    “Tindakan PCI harus segera dilakukan dalam rentang golden period untuk meminimalisir risiko kematian sel otot jantung, dan memulihkan fungsi jantung sehingga dapat memberikan harapan pemulihan jantung yang optimal. Tindakan ini dilakukan dengan memasukkan balon dan stent untuk melebarkan pembuluh darah sehingga dapat mengembalikan aliran darah ke jantung,” ujar Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Jantung Intervensi dari Mayapada Hospital Kuningan dr. Amir Aziz Alkatiri, SpJP(K), FIHA, FAsCC, FSCAI, dalam keterangan tertulis, Selasa (18/2/2025).

    Lebih lanjut, dr. Vireza Pratama, Sp.JP(K), FIHA, FasCC, FSCAI, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi Mayapada Hospital Jakarta Selatan menekankan betapa krusial Golden Periode.

    “Golden period adalah faktor yang sangat penting, karena sel otot jantung akan mulai mati dalam 80 – 90 menit setelah terhenti mendapatkan supply darah akibat sumbatan total pada pembuluh darah,” terangnya.

    Namun bagaimana jika PCI dilakukan tidak dalam rentang waktu golden period? Menurut dr. Aron Husink, Sp.JP (K), FIHA, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi Mayapada Hospital Tangerang, PCI tetap dapat menyelamatkan pasien serangan jantung meskipun pasien datang terlambat 12-48 jam setelah terjadinya serangan.

    “Namun pada prinsipnya, semakin cepat serangan jantung ditangani akan meningkatkan survival rate yang lebih baik,” tegas dr. Aron.

    Setelah menjalani prosedur PCI, pasien mengikuti program rehabilitasi jantung dan kini dapat kembali beraktivitas serta berolahraga tanpa mengalami keluhan. Mueller pun berterima kasih kepada tim medis Mayapada Hospital atas perawatan yang diberikan.

    “Dokter menjelaskan kepada saya secara detail mengenai prosedur pemasangan stent di jantung, mulai dari cara memasukkannya ke dalam pembuluh darah, membuka sumbatan dengan balon, hingga menempatkan stent pada area yang tersumbat. Proses tersebut dilakukan dengan sangat profesional,” ujar Mueller.

    Mayapada Hospital menjadi rumah sakit pilihan Mueller sebagai ekspatriat yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat serta berstandar internasional. Banyak ekspatriat yang memilih untuk berobat di Mayapada Hospital dengan berbagai alasan, mulai dari tim dokter yang ahli, layanan yang sigap dan paripurna, tim medis dan staf yang berbahasa inggris, serta lokasinya yang mudah diakses.

    “Untuk mengakses Mayapada Hospital Kuningan sangat mudah. Saya pikir untuk para ekspatriat di Jakarta Selatan, ini sangat sempurna karna lokasi Mayapada Hospital yang berada di jalan utama. Orang-orang dapat mengaksesnya dengan transportasi umum, karena ada stasiun LRT yang sangat dekat dari sini. Orang-orang juga berbahasa inggris disini. Dan saya harus mengatakan, semua fasilitas disini juga sangat sempurna,” ungkap Mueller.

    Layanan Cardiac Emergency tidak hanya tersedia di Mayapada Hospital Kuningan, tetapi juga di seluruh cabang Mayapada Hospital yang berlokasi di area strategis, seperti Jakarta Selatan (Lebak Bulus), Tangerang, Bogor, Surabaya, Bandung, dan Ibu Kota Nusantara. Dalam keadaan darurat jantung, layanan ini siap siaga 24 jam dan dapat diakses dengan mudah melalui fitur emergency call di aplikasi MyCare milik Mayapada Hospital atau dengan menghubungi nomor 150990.

    Dengan lokasinya yang strategis, Mayapada Hospital juga banyak melayani perusahaan dan para pekerja yang memerlukan layanan seperti Medical Check Up (MCU) dan layanan kesehatan lainnya untuk menunjang keselamatan kerja.

    “Medical Check Up secara menyeluruh dan berkala bagi pekerja kantoran sangat dianjurkan, termasuk skrining jantung dan pembuluh darah untuk mencegah terjadinya serangan jantung. Hal ini merupakan langkah investasi jangka panjang, baik bagi pekerja maupun perusahaan, karena dengan memantau kesehatan secara berkala, produktivitas pekerja akan terjaga, dapat mencegah kasus kegawatdaruratan, dan kecelakaan kerja,” kata Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi dari Mayapada Hospital Kuningan, dr. Andreas Kresna, Sp.Ok.

    Cardiac Emergency merupakan bagian dari Cardiovascular Center Mayapada Hospital, yang menjadi layanan unggulan dalam penanganan penyakit jantung secara menyeluruh, mencakup deteksi, diagnosis, tindakan medis, hingga rehabilitasi. Layanan ini didukung oleh tim dokter multidisiplin serta dilengkapi dengan fasilitas dan teknologi medis canggih. Mayapada Hospital memiliki pengalaman dalam menangani kasus-kasus kompleks, seperti penggantian katup jantung mitral dan aorta dengan teknik minimal invasif, penanganan gangguan pembuluh darah aorta melalui prosedur TEVAR dan Bentall Procedure yang memiliki tingkat kesulitan tinggi, serta bedah jantung untuk mengatasi kelainan jantung bawaan pada anak, seperti Tetralogy of Fallot, ASD, dan VSD.

    Berbagai layanan yang ada di Cardiovascular Center Mayapada Hospital dapat di booking melalui aplikasi MyCare dengan ragam informasi promo layanan dalam fitur Health Articles & Tips. Selain itu, MyCare juga dapat membantu memantau aktivitas kebugaran dengan terhubung dengan Health Access dan Google Fit untuk menghitung detak jantung, jumlah kalori terbakar, jumlah langkah kaki, dan body mass index (BMI). MyCare dapat diunduh di Google Play Store dan App Store dengan bonus reward point yang diperoleh saat pertama kali registrasi di MyCare untuk potongan harga layanan di Mayapada Hospital.

    (prf/ega)