Foto Health
AP Photo/Hajarah Nalwadda – detikHealth
Rabu, 19 Feb 2025 16:02 WIB
Uganda – Uganda memulangkan delapan pasien terakhir yang pulih dari Ebola. Otoritas kesehatan Uganda melaporkan tidak ada kasus positif lainnya.

Foto Health
AP Photo/Hajarah Nalwadda – detikHealth
Rabu, 19 Feb 2025 16:02 WIB
Uganda – Uganda memulangkan delapan pasien terakhir yang pulih dari Ebola. Otoritas kesehatan Uganda melaporkan tidak ada kasus positif lainnya.

Jakarta –
Belakangan heboh isu di media sosial mengenai minuman serbuk yang dipromosikan untuk ibu menyusui dengan kandungan pemanis buatan. Terkait hal itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah melakukan pengawasan dan penelusuran terhadap isu tersebut. Produk pangan yang terkait dengan konten tersebut adalah Momsy, Mama Bear, dan Mom Uung.
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan BPOM RI terhadap data registrasi, produk Momsy dan Mama Bear terdaftar sebagai kategori minuman serbuk dan tidak diperuntukkan bagi ibu menyusui. Sementara Mom Uung terdaftar pada 2 kategori yaitu sebagai kategori minuman serbuk yang tidak diperuntukkan bagi ibu menyusui dan kategori minuman khusus ibu menyusui.
Komposisi ketiga produk tidak menggunakan bahan tambahan pangan pemanis buatan. Adapun pengujian di laboratorium BPOM menunjukkan hasil sebagai berikut.
Momsy Almond Mix Minuman Berperisa Rasa Strawberry, MD 073182000600279, terdeteksi pemanis buatan sukralosa;Mama Bear Almond Mix Minuman Berperisa Rasa Taro, MD 867013015799, tidak terdeteksi pemanis buatan sukralosa;Mom Uung Mylkflow Minuman Berperisa Rasa Vanilla, MD 867010156064, tidak terdeteksi pemanis buatan sukralosa.
Hasil pengawasan terhadap label produk yang beredar menunjukkan bahwa produk minuman serbuk Momsy mencantumkan informasi dan klaim gizi dan non gizi yang tidak sesuai dengan label yang disetujui pada saat registrasi, serta klaim “ASI booster” sehingga seolah-olah ditujukan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui.
Begitu juga produk minuman serbuk Mom Uung mencantumkan peruntukan “Minuman Khusus Ibu Hamil & Menyusui” dan klaim zat gizi yang tidak sesuai dengan label yang disetujui pada saat registrasi, serta klaim “ASI booster” sehingga seolah-olah ditujukan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui.
Sementara produk Mama Bear mencantumkan informasi dan klaim yang tidak sesuai dengan label yang disetujui pada saat registrasi.
“Hasil pengawasan terhadap promosi dan iklan menunjukkan bahwa ketiga produk tersebut mencantumkan klaim yang tidak sesuai dengan ketentuan seperti pernyataan “Susu pelancar ASI”,” demikian keterangan BPOM, dikutip Rabu (19/2/2025).
Terhadap pelanggaran sebagaimana tersebut di atas, BPOM telah memberikan sanksi berupa pembatalan izin edar terhadap produk yang tidak memenuhi ketentuan, penghentian kegiatan produksi dan peredaran termasuk penjualan melalui online, perintah penarikan produk dari peredaran, serta melaporkan pelaksanaannya ke BPOM, peringatan dan pelarangan penayangan iklan yang tidak memenuhi ketentuan.
BPOM juga telah memerintahkan unit pelaksana teknis (UPT) BPOM di seluruh Indonesia untuk melakukan pengawalan terhadap penarikan produk yang dibatalkan izin edarnya.
“BPOM secara terus-menerus melakukan pengawasan sebelum dan selama produk beredar untuk memastikan pangan olahan yang beredar tetap memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan gizi pangan,” kata BPOM.
“BPOM menegaskan bahwa pelaku usaha yang menyelenggarakan kegiatan atau proses produksi, penyimpanan, pengangkutan, dan/atau peredaran pangan memiliki tanggung jawab dan wajib menjamin keamanan pangan sesuai Pasal 3 Ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan,” sambung keterangan tersebut.
BPOM mengimbau masyarakat agar cerdas dalam memilih produk pangan olahan dengan menerapkan cek KLIK, yaitu:
memastikan kemasan produk dalam kondisi baik dan tidak rusakmencermati informasi pada label produk di antaranya komposisi, informasi nilai gizi, peruntukan/kegunaan produk, izin edar, serta nama dan alamat produsenmemastikan produk telah memiliki izin edarmemastikan produk tidak melewati kedaluwarsamenghindari konsumsi produk dengan klaim/promosi/iklan yang berlebihan.
BPOM juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan segera kepada BPOM melalui Contact Center HALOBPOM 1500533 atau Balai Besar/Balai/Loka POM terdekat apabila mengetahui/memiliki informasi/mencurigai kegiatan produksi/peredaran/promosi/iklan pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan.
(suc/up)

Jakarta –
Paus Fransiskus dikabarkan mengidap pneumonia bilateral dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sebelum diagnosis tersebut, dia dirawat karena bronkitis.
“Pemindaian CT dada lanjutan, yang dilakukan kepada Bapa Suci sore ini-yang diresepkan oleh tim medis Vatikan dan staf medis Yayasan Poliklinik “A. Gemelli”-mengungkapkan timbulnya pneumonia bilateral, yang memerlukan terapi farmakologis tambahan,” ungkap Vatikan.
Pemimpin tertinggi gereja Katolik itu telah melewati sejumlah masalah kesehatan sejak muda. Lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio, dia mengidap masalah radang selaput dada dan harus menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-parunya di Argentina di usia 21 tahun.
Artinya, setelah operasi tersebut, Paus Fransiskus hidup dengan hanya satu paru-paru utuh.
Spesialis paru dari RS Paru Persahabatan Prof Agus Dwi Sasono, SpP mengatakan pneumonia bilateral adalah kondisi ketika infeksi pneumonia terjadi di kedua paru-paru. Pneumonia sendiri adalah peradangan jaringan parenkrim paru oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, atau jamur.
“Kalau full diangkat satu bagian kanan atau kiri, tentunya parunya tinggal sebelah. Nggak mungkin kena pneumonia bilateral karena parunya tinggal satu,” kata Prof Agus saat dihubungi detikcom, Selasa (18/2/2025).
“Kalau parsial removal, bisa kena pneumonia bilateral karena masih ada dua bagian parunya,” ucapnya lagi.
Prof Agus menambahkan ada beberapa faktor risiko seseorang terinfeksi pneumonia bilateral, mulai dari usia, orang dengan sistem imun yang lemah, merokok, polusi udara, kehamilan, malnutrisi, riwayat infeksi sebelumnya dan faktor genetik.
“Saya lihat Paus ada faktor risiko. Usia lanjut, riwayat infeksi sebelumnya (bronkitis) serta riwayat pengangkatan paru (parsial),” beber Prof Agus.
(kna/up)

Jakarta –
Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) memperkirakan ada lebih dari satu juta kasus kanker di Indonesia. Angka ini dibarengi dengan tren kematian karena kanker yang relatif tinggi, mencapai 60 persen.
“Angkanya sekitar 1 jutaan jumlah kanker. Sekarang yang terdeteksi itu 408 ribuan. Kalau kanker kan estimasi ya, bukan penyakit menular,” kata Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2025)
“Yang menjadi PR (pekerjaan rumah) kita adalah angka kematiannya yang masih 50 sampai 60 persen,” sambungnya.
Nadia menambahkan, ada empat jenis kanker yang paling banyak ditemukan kasusnya pada laki-laki dan perempuan.
“Kanker payudara pertama, kanker leher rahim yang kedua. Untuk laki-laki kanker paru nomor satu, kanker usus nomor dua. Kalau digabung (laki-laki dan perempuan), kanker paru nomor satu, nomor dua kanker payudara, nomor tiga kanker leher rahim, nomor empatnya kanker usus,” tuturnya.
Kemenkes menekankan pentingnya deteksi dini di masyarakat terkait kanker. Terlebih saat ini pemerintah telah meluncurkan program cek kesehatan gratis (CKG), yang di dalam fiturnya ada pemeriksaan beberapa jenis kanker.
Namun, Nadia mengatakan masih ada saja hambatan yang ditemukan Kemenkes di lapangan terkait pemeriksaan kanker di masyarakat akar rumput.
Pertama, masih banyak masyarakat yang merasa takut dan ragu melakukan pemeriksaan kanker, karena takut menerima hasilnya. Kedua, pada wanita, masih banyak ibu-ibu yang tidak mendapatkan izin dari suami untuk melakukan pemeriksaan kanker.
(dpy/up)

Foto Health
AP Photo/Yuri Kageyama – detikHealth
Rabu, 19 Feb 2025 14:02 WIB
Jepang – Nenek-nenek di Jepang mengikuti kelas kecantikan gratis. Kelas kecantikan untuk lansia ini mengajarkan untuk tetap sehat dan cantik melalui tata rias.

Jakarta – Perubahan cuaca tidak menentu, seperti pancaroba atau cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, sering kali membuat tubuh anak rentan terhadap penyakit, termasuk paparan virus Influenza. Hal ini dikarenakan cuaca yang tak menentu dapat menyebabkan imunitas tubuh anak lemah.
Ketua Divisi Infeksi dan Pediatri Tropik Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM-FKUI, dr Mulya Rahma Karyanti, SpA(K), MSc, mengatakan banyak kasus anak-anak yang terkena virus influenza, bahkan ada yang sampai dirawat di rumah sakit akibat komplikasi virus tersebut.
Mereka yang dirawat, lanjutnya, disertai kondisi infeksi sekunder atau tambahan, salah satunya infeksi bakteri. Virus influenza bisa menyebabkan komplikasi, seperti pneumonia, khususnya pada kelompok rentan, seperti anak-anak, usia lanjut, wanita hamil, dan orang yang memiliki penyakit kronik.
“Influenza memang lagi booming di Jepang. Tapi jangan salah kasus-kasus kita di anak juga lagi tinggi, influenza A dan B. Kebanyakan kasus yang dirawat itu dengan (komplikasi) pneumonia,” ucapnya saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2025).
Menurut dr Mulya, anak-anak rentan terhadap infeksi virus, terutama ketika berada di tempat umum seperti sekolah, kolam renang, dan playground. Tempat-tempat ini menjadi lingkungan yang berisiko karena banyaknya interaksi antara anak-anak serta penggunaan fasilitas yang sama.
“Namanya anak kalau udah main, ingusan, yasudah dia memegang semua alat-alat di tempat fasilitas umum dan itu bisa menularkan,” katanya.
Menurut dr Mulya, salah satu langkah penting dalam memutus rantai penularan adalah dengan memakai masker bagi yang sedang sakit. Apabila anak sedang sakit, sebaiknya beristirahat di rumah.
Dengan cara ini, lanjutnya, bisa menekan penyebaran virus, dan anak yang sakit juga dapat pulih lebih cepat tanpa menularkan ke orang lain. Penting juga untuk mendapatkan vaksinasi untuk mencegah fatalitas dari virus influenza.
“Sekarangkan eranya ke balik, bukan semua harus pakai masker, tapi yang sakit menggunakan masker supaya memutuskan penularan ke orang lain,” tuturnya.
“Anak kalau misalnya ada yang sakit, dia istirahat di rumah. Jadi sebaiknya dirumahkan, atau istirahat, supaya nggak menular ke sekitar.”
(suc/naf)

Jakarta –
Pengetatan regulasi makanan dan minuman tinggi gula garam dan lemak (GGL) diusulkan tidak hanya berjalan pada pangan olahan, melainkan juga pangan siap saji. Artinya, termasuk di sejumlah restoran atau rumah makan Indonesia.
Ketua Umum Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) Muhammad Subuh menilai kasus diabetes hingga hipertensi akan terus sulit tertangani bila kebiasaan masyarakat dalam konsumsi tinggi GGL belum berhasil ditekan.
“Karena upaya preventif sangat berdekatan dengan hal yang kita sebut budaya dan perilaku, kebiasaan konsumsi tinggi GGL ini menjadi suatu masalah besar,” jelasnya dalam konferensi pers, Selasa (19/2/2025).
Subuh menilai perlu ada penetapan label pada restoran-restoran yang memiliki kandungan tinggi GGL. Hal ini juga dibarengi dengan edukasi risiko yang tercantum dalam setiap menu makanan.
“Misalnya di restoran-restoran dan menu tertentu, ada warning berisiko jantung, hipertensi, dan kolesterol, sehingga perlu dibatasi konsumsinya,” usul Subuh.
Terpisah, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kebijakan Kesehatan Prof Asnawi Abdullah mengaku pihaknya masih mengkaji berbagai kemungkinan pengetatan GGL. Termasuk kebijakan pengenaan cukai minuman berpemanis dalam kemasan hingga kemungkinan penerapan ‘Nutri-Level’ di pangan olahan maupun siap saji.
Aturan tersebut nantinya akan dikeluarkan dalam bentuk turunan UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023.
“Kita juga sambil mempelajari praktik baik dari negara-negara lain, dan di negara-negara lain yang telah diterapkannya itu, kita lihat bagaimana studi kebijakan di depan mereka, lalu apa kekurangan, supaya kita tidak mengulangi hal yang sama di negara lain,” terangnya kepada detikcom, Selasa (19/2).
“Benchmarking kita lakukan dan kita coba lihat plus minusnya, dan apa yang bisa kami adopsi, kadang-kadang tidak bisa sepenuhnya sesuai dengan konteks kita,” pungkas dia.
(kna/kna)

Jakarta –
Hampir dua pekan terlewati sejak cek kesehatan gratis resmi diluncurkan Senin (10/2/2025). Ketua Umum Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) Muhammad Subuh menyebut rata-rata penyakit yang paling banyak teridentifikasi berkaitan dengan tingginya kadar gula darah dan tekanan darah.
Hal ini menurutnya menandakan masih banyak masyarakat yang belum menjalani pola hidup sehat. Padahal, sekitar 70 persen kematian di Indonesia disumbang penyakit tidak menular, termasuk diabetes hingga hipertensi yang bisa berujung komplikasi stroke sampai masalah jantung.
“Diabetes ini suatu penyakit yang mungkin baru terdiagnosis 30 persen, dari semua kasus yang ada, ini rata-rata teman-teman Dinas Kesehatan mengumpulkan paling banyak temuan kasus pemeriksaan gula darah tinggi dan rata-rata tekanan darah juga tinggi,” bebernya dalam konferensi pers Rabu (19/2/2025).
“Itu indikasi bahwa masyarakat kita belum perhatian tentang penyakit diabetes, begitu juga dengan hipertensi,” sambung dia.
Subuh menyebut tingginya kasus diabetes dan hipertensi bisa ditekan bila masyarakat paham bagaimana memprioritaskan preventif atau pencegahan, alih-alih menunggu perawatan.
Hal ini sejalan dengan catatan Survei Kesehatan Indonesia 2023, lebih dari 96 persen masyarakat Indonesia kurang mengonsumsi sayur dan buah. Rata-rata konsumsi garam juga melampaui dua kali lipat batas aman WHO, di 3 gram per hari.
(naf/kna)

Jakarta –
Obat asam urat berfungsi untuk mengurangi nyeri dan mencegah kerusakan sendi yang permanen. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, orang dengan penyakit asam urat perlu mengonsumsi obat asam urat secara rutin.
Penyakit asam urat adalah bentuk radang sendi yang memicu nyeri dan rasa tidak nyaman, yang biasanya muncul di area pergelangan tangan, lutut, hingga jari kaki. Kondisi ini terjadi saat tubuh memproduksi kadar asam urat yang terlalu tinggi.
Asam ini merupakan produk yang muncul saat tubuh memecah purin dari makanan yang dikonsumsi. Saat kadar asam urat berlebih, akan membentuk kristal yang dapat disimpan tubuh di semua jaringan.
Namun, kristal itu akan menumpuk di dalam dan di area sendi yang menyebabkan peradangan hingga iritasi. Sebenarnya, tidak ada obat yang mampu benar-benar menghilangkan asam urat.
Obat asam urat umumnya bersifat mengurangi rasa sakit, peradangan, dan mengurangi kadar asam urat di dalam darah. Selain obat-obatan medis, ada beberapa obat asam urat alami yang bisa menjadi alternatif.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut obat asam urat alami yang dapat dicoba:
Obat Asam Urat Alami
Dikutip dari Healthline, survei tahun 2016 menyebutkan bahwa buah ceri, baik yang asam, manis, merah, maupun hitam, dalam bentuk utuh atau jus dapat menjadi obat asam urat alami yang populer.
Satu studi tahun 2012 dan studi lain di tahun yang sama juga menunjukkan bahwa ceri dapat berfungsi untuk mencegah serangan asam urat. Penelitian ini merekomendasikan tiga porsi ceri dalam bentuk apapun yang dikonsumsi selama dua hari, yang dianggap paling efektif.
Jahe adalah bahan makanan dan herbal yang terkenal khasiatnya untuk kesehatan, terutama mengatasi peradangan. Salah satu kemampuannya adalah untuk meredakan keluhan asam urat.
Satu studi menemukan bahwa jahe topikal dapat mengurangi rasa sakit yang berhubungan dengan asam urat. Studi lain juga menunjukkan bahwa pada subjek dengan kadar asam urat tinggi (hiperurisemia), kadar asam urat mereka dapat berkurang dengan jahe.
Untuk mencobanya, bisa kompres area yang sakit dengan jahe. Caranya, rebus air dengan satu sendok makan parutan jahe segar. Kemudian, rendam waslap ke dalam rebusan.
Setelah dingin, tempelkan waslap ke area yang terasa nyeri setidaknya sekali sehari selama 15-30 menit. Mungkin iritasi kulit bisa saja terjadi. Maka dari itu, sebaiknya lakukan uji coba pada sebagian kecil kulit terlebih dulu.
Selain itu, bisa juga dengan mengonsumsi jahe dengan merebus air dengan dua sendok teh jahe. Rebus air jahe selama 10 menit, saat sudah dingin disarankan untuk minum tiga cangkir per hari.
Dikutip dari Food NDTV, ketumbar sering digunakan untuk mengatasi masalah pada saluran pencernaan. Selain itu, sifat antioksidan pada ketumbar juga dapat menurunkan kadar asam urat.
Untuk menggunakannya, ambil beberapa tangkai ketumbar dan campurkan dengan segelas air lalu dikonsumsi. Bisa juga ditambahkan pada makanan kesukaan.
Pisang dianggap baik untuk asam urat. Buah ini kaya akan kalium yang membantu jaringan dan organ tubuh berfungsi dengan baik.
Pisang juga mengandung gula, termasuk fruktosa, yang dapat memicu asam urat. Selain pisang, sayuran berdaun hijau dan alpukat juga dapat memberikan khasiat yang serupa untuk asam urat.
Untuk mendapatkan khasiatnya, disarankan untuk mengonsumsi satu pisang per hari.
Sebuah studi tahun 2015 menemukan bahwa menambahkan perasan dua lemon segar ke dalam 2 liter air setiap hari dapat mengurangi asam urat pada orang dengan asam urat.
Dikutip dari Medical News Today, para peneliti menyimpulkan bahwa air lemon membantu menetralkan asam urat dalam tubuh, sehingga membantu mengurangi kadarnya.
Ketika seseorang mengalami asam urat, akan muncul pembengkakan dan peradangan yang signifikan. Salah satu cara untuk mengurangi gejalanya adalah dengan minum lebih banyak air.
Meningkatkan konsumsi cairan dapat membuat ginjal melepaskan cairan berlebih, sehingga mengurangi pembengkakan pada orang yang mengalami asam urat.
Beberapa orang percaya bahwa minum kopi dapat menurunkan risiko seseorang mengalami asam urat. Sebuah tinjauan dan meta-analisis tahun 2016 menunjukkan bahwa mereka yang minum kopi lebih banyak cenderung tidak mengalami asam urat. Ini mungkin karena kopi dapat menurunkan kadar asam urat.
Sebuah analisis lebih lanjut tahun 2022 melaporkan bahwa konsumsi kopi menurunkan risiko asam urat. Tetapi, hal ini tidak pasti berarti bahwa kopi dapat menyebabkan risiko asam urat yang lebih rendah.
Kunyit diyakini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, salah satunya menekan peradangan kronis. Bahan satu ini akan mengurangi aktivitas xantin oksidase atau enzim yang menghasilkan asam urat.
Untuk menggunakannya, kunyit dapat dikonsumsi dengan dicampur susu. Ini menjadi salah satu obat asam urat yang biasa dikonsumsi di India.
Bawang putih merupakan obat yang luar biasa untuk asam urat. Ini dapat membantu mengeluarkan kelebihan asam urat dari tubuh.
Untuk menggunakannya, bisa dengan makan satu siung bawang putih. Cara lainnya, bisa dengan mencincang halus bawang putih lalu memakannya.
(sao/kna)