Category: Detik.com Kesehatan

  • Onkolog Beberkan Alasan Pasien Kanker Setop Kemoterapi, Singgung soal Efeknya

    Onkolog Beberkan Alasan Pasien Kanker Setop Kemoterapi, Singgung soal Efeknya

    Jakarta

    Kemoterapi menjadi salah satu pengobatan yang terbilang efektif dalam “membunuh” sel kanker di dalam tubuh. Namun, pengobatan ini bisa dikatakan lama dan akan menimbulkan rasa tidak nyaman.

    Spesialis onkologi Prof Dr dr Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP mengatakan umumnya pengobatan kemoterapi untuk kanker bisa dilakukan hingga enam kali.

    “Biasanya kemoterapi itu dilakukan sampai enam kali, sekali pengobatan tiga minggu rata-rata. Bahkan yang imunoterapi itu sampai dua tahun,” kata Prof Aru saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2025).

    Dalam masa pengobatan yang terbilang tidak sebentar, bisa sampai 18 minggu tersebut, Prof Aru mengatakan memang banyak pasien kanker yang memutuskan untuk berhenti di tengah jalan. Menurut pengalamannya, mental yang terguncang menjadi biang keroknya.

    “Kemoterapi itu berat, memang banyak yang pingin berhenti (di tengah jalan) . Tergantung niatnya itu (untuk sembuh),” kata Prof Aru.

    Menurut Prof Aru, saat melakukan kemoterapi, pasien biasanya akan mendapatkan efek samping yang harus dihadapi setelah pengobatan.

    “Terkadang bagian tubuh yang masih sehat juga kena. Mual, muntah, nggak napsu makan di hari itu, tergantung obatnya juga,” katanya.

    Dengan berbagai efek samping dan waktu pengobatan yang terbilang tidak sebentar, mereka yang memutuskan untuk berhenti kemoterapi juga dihadapkan dengan konsekuensi yang tidak kalah beratnya.

    “Kalau (pasien) udah nyerah ya meninggal, karena kan udah menyerah,” tuturnya.

    Prof Aru mengatakan pentingnya memberikan dukungan mental bagi para pejuang kanker. Hal ini menjadi salah satu upaya untuk para pejuang kanker tidak menyerah dan semakin membulatkan tekadnya demi kesembuhan.

    (dpy/kna)

  • Viral Beasiswa Dokter Disetop Imbas Efisiensi Anggaran, Kemenkes Pastikan Tetap Lanjut

    Viral Beasiswa Dokter Disetop Imbas Efisiensi Anggaran, Kemenkes Pastikan Tetap Lanjut

    Jakarta

    Viral beredar surat edaran Kementerian Kesehatan RI yang memberhentikan sementara rekrutmen program beasiswa dokter, dokter gigi, dan dokter spesialis-subspesialis tahun 2025. Keputusan tersebut menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah.

    Surat tersebut semula menuai banyak respons warganet di media sosial. Beberapa di antaranya menganggap keputusan ini tidak sejalan dengan wacana pemerintah memperbanyak jumlah dokter spesialis.

    “Beasiswa dokter spesialis ditangguhkan, tapi ngomong butuh dokter spesialis banyak,” komentar salah satu pengguna X, menanggapi surat viral.

    “Dalam debat Pilpres kemarin pak Prabowo menyampaikan Indonesia kekurangan dokter, terutama dokter spesialis, tapi kok ini, seenaknya menyetop beasiswa dokter,” tandas yang lain.

    Surat Diralat

    Tak lama setelahnya, surat viral yang diteken Direktur Penyediaan Sumber Daya Manusia Kesehatan, Anna Kurniati, diralat. Pihaknya memastikan program beasiswa akan tetap dibuka.

    Dihubungi terpisah, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman menyebut surat baru ini untuk menganulir keputusan pada surat pemberitahuan Nomor DO.01.01/F.III/340/2025. Aji menyebut pemerintah telah mengkaji pembiayaan untuk program beasiswa pada 2025 agar tetap berjalan.

    “Dananya dipastikan cukup,” tegas Aji kepada detikcom Selasa (20/2/2025).

    “Bersama ini kami sampaikan bahwa program beasiswa pendidikan dokter, dokter gigi, dan dokter spesialis/subspesialis tetap berjalan, termasuk bagi peserta aktif penerima beasiswa yang saat ini sedang dalam proses pendidikan,” demikian surat yang dirilis Senin (19/2).

    (naf/up)

  • 6 Manfaat Rajin Makan Buah Nanas, Termasuk Bantu Cegah Kanker

    6 Manfaat Rajin Makan Buah Nanas, Termasuk Bantu Cegah Kanker

    Jakarta

    Nanas merupakan salah satu jenis buah tropis yang mengandung banyak nutrisi. Tidak hanya menyegarkan, nanas memiliki kandungan antioksidan dan senyawa lain, seperti enzim yang terbukti membantu tubuh untuk melawan peradangan dan penyakit.

    Dikutip dari Healthline, berikut ini adalah sederet manfaat mengonsumsi buah nanas secara rutin untuk tubuh:

    Kanker merupakan salah satu jenis penyakit kronis yang ditandai dengan pertumbuhan sel tidak terkendali. Pertumbuhan kanker umumnya terkait dengan stres oksidatif dan peradangan kronis.

    Beberapa penelitian mencatat nanas dengan senyawanya, seperti bromelain, dapat mengurangi risiko kanker dengan meminimalkan stres oksidatif dan mengurangi peradangan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui lebih dalam terkait efeknya.

    2. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

    Nanas telah digunakan dalam pengobatan tradisional selama berabad-abad. Nanas mengandung berbagai vitamin, mineral, dan enzim seperti bromelain yang secara kolektif dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan.

    Satu porsi nanas seberat 165 gram memiliki 78,9 mg vitamin C, 0,185 mg vitamin B6, tembaga 0,181 mg, kalium 180 mg, magnesium 19,8 mg, dan zat besi 0,478 mg.

    3. Menjaga Kesehatan Pencernaan

    Nanas di negara tropis seperti Brazil seringkali disajikan bersama makanan sumber protein seperti daging sapi dan unggas. Kandungan bromelain yang ada di dalam nanas disebut-sebut juga dapat memperlancar pencernaan konsumsi daging.

    Bromelain dapat memecah molekul protein yang membuat usus halus lebih mudah menyerapnya. Nanas juga sumber serat yang baik untuk kesehatan pencernaan.

    4. Mencegah Radikal Bebas

    Nanas memiliki kandungan antioksidan, molekul yang membantu tubuh menangkal stres oksidatif, yang tinggi. Stres oksidatif disebabkan oleh banyaknya radikal bebas atau molekul tidak stabil yang merusak sel.

    Nanas sangat kaya akan kandungan flavonoid dan senyawa fenolik. Sebuah penelitian terhadap tikus menunjukkan antioksidan dalam nanas memiliki efek perlindungan jantung. Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk mengetahui lebih dalam efeknya.

    Selain itu, kandungan antioksidan yang ada di dalam nanas disebut memiliki sifat terikat sehingga memberikan efek yang lebih tahan lama.

    5. Mengurangi Gejala Arthritis

    Salah satu manfaat yang bisa dirasakan dari mengonsumsi nanas secara rutin adalah mengurangi gejala arthritis. Arthritis adalah peradangan pada satu atau lebih sendi yang dapat menyebabkan bengkak, kaku, nyeri, dan sulit digerakkan.

    Sifat anti peradangan itu berasal dari kandungan bromelain. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2020 menunjukkan bahwa suplemen yang mengandung bromelain dan enzim lain sama efektifnya dengan pengobatan nyeri biasa dalam meredakan osteoartritis di punggung bawah.

    6. Mempercepat Pemulihan Operasi

    Kandungan bromelain dapat membantu mengurangi waktu pemulihan kelelahan pasca olahraga hingga operasi medis. Meski nanas dapat membantu mengembalikan simpanan energi dengan karbohidrat, sifat anti peradangannya juga memberikan dampak signifikan.

    Selain itu, beberapa penelitian juga dapat mengurangi peradangan, pembengkakan, memar, dan nyeri yang sering terjadi setelah operasi, termasuk prosedur perawatan gigi dan kulit.

    (avk/naf)

  • Kisah Wanita Kena Alergi Langka, Tenggorokannya Bak Terbakar saat Minum Air

    Kisah Wanita Kena Alergi Langka, Tenggorokannya Bak Terbakar saat Minum Air

    Jakarta

    Seorang wanita mengalami kondisi langka yang mengancam nyawanya ketika terkena air. Penyakit ini membuatnya sangat kesulitan menjalani hari.

    Kondisi sangat langka yang disebut aquagenic urticaria membuat kehidupan Kendall Bryce (25) di Durham, Inggris, menjadi sangat berat. Alergi air memicu kulitnya membengkak dan timbul gatal-gatal setiap kali terkena air.

    “Ini benar-benar perjuangan sehari-hari. Saya hanya bisa mandi dua kali seminggu karena rasa sakitnya yang menyiksa, jadi saya terus-menerus khawatir saya bau,” kata Kendall dikutip dari NYPost.

    “Saya tidak pernah bisa memandikan putra saya yang berusia satu tahun. Ibu saya harus melakukannya untuk saya. Dan saya bahkan merasa tenggorokan saya terbakar saat minum air,” sambung dia.

    Kendall mengatakan rasa sakitnya telah meningkat selama beberapa tahun terakhir, sampai-sampai menjadi sangat buruk sehingga tubuhnya bisa mengalami syok.

    Ibu satu anak ini pertama kali mengetahui kondisinya saat dia berusia 15 tahun dan mulai mengalami gatal-gatal setiap kali dia mandi. Kendall kemudian dirujuk ke dokter kulit di Rumah Sakit Universitas North Durham, yang akhirnya mendiagnosisnya dengan urtikaria akuagenik pada tahun 2021.

    Namun, dia masih belum menemukan obat apa pun yang membantu kondisinya.

    “Mereka telah mencoba banyak obat yang berbeda tetapi saya terus bereaksi. Saya masih belum menemukan sesuatu yang membantu,” ucap dia.

    Saat ini belum ada obat untuk alergi air, tetapi ada beberapa pilihan pengobatan yang tersedia untuk mengelola gejalanya. Pengobatannya meliputi penggunaan antihistamin oral, obat topikal seperti krim atau emulsi, fototerapi menggunakan sinar UV buatan, dan terkadang pengobatan lain seperti obat asma atau steroid anabolik.

    (kna/kna)

  • Paksu Wajib Tahu! 5 Cara Mudah Tingkatkan Kualitas Sperma Tanpa Obat

    Paksu Wajib Tahu! 5 Cara Mudah Tingkatkan Kualitas Sperma Tanpa Obat

    Jakarta

    Kualitas sperma sangat berkaitan dengan kesuburan pria dan peluang keberhasilan kehamilan. Oleh karena itu, para suami harus memahami beberapa faktor yang dapat meningkatkan kualitas sperma lebih baik.

    Dikutip dari Healthline, berikut ini sederet langkah yang bisa dilakukan oleh suami untuk bisa meningkatkan kualitas sperma tanpa obat:

    1. Olahraga Rutin

    Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik secara teratur dapat membantu meningkatkan kadar testosteron dan memperbaiki kualitas sperma. Sebuah tinjauan penelitian tahun 2017 menemukan bahwa olahraga dengan intensitas tinggi mungkin memiliki efek lebih besar terhadap kualitas sperma.

    Meski begitu, perlu diingat olahraga sebaiknya juga tidak dilakukan secara berlebihan. Tinjauan penelitian tahun 2023 menunjukkan bahwa olahraga berlebihan justru dapat berdampak negatif pada kesuburan pria.

    2. Jaga Asupan Vitamin C

    Penelitian menunjukkan stres oksidatif dapat mempengaruhi kualitas dan jumlah sperma yang berpotensi menyebabkan infertilitas pada pria. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah hal ini adalah dengan pemenuhan asupan vitamin C harian melalui makanan alami, seperti sayur dan buah, maupun suplemen.

    Stres oksidatif terjadi ketika kadar reactive oxygen species (ROS) dalam tubuh mencapai tingkat berbahaya. Kondisi ini dapat disebabkan oleh penyakit, penuaan, polusi lingkungan, atau gaya hidup yang tidak sehat.

    3. Tenang dan Jaga Tingkat Stres

    Sebuah studi tahun 2020 menunjukkan bahwa stres dan kelelahan berhubungan dengan disfungsi ereksi serta penurunan kepuasan seksual. Stres juga dikaitkan dengan menurunnya kualitas sperma.

    Hal ini mungkin disebabkan oleh kadar kortisol, yang sering disebut sebagai hormon stres. Stres berkepanjangan dapat meningkatkan kadar kortisol, yang berpotensi berdampak negatif pada kadar testosteron.

    Beberapa cara yang dapat membantu mengurangi stres meliputi jalan santai, meditasi, olahraga, menulis jurnal, hingga berbicara dengan teman, keluarga, serta profesional kesehatan.

    4. Jaga Asupan Vitamin D

    Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kadar vitamin D yang rendah dan kadar testosteron yang rendah. Kondisi tersebut yang dapat membuat kualitas sperma menurun.

    Sebuah tinjauan penelitian pada tahun 2020 menemukan vitamin D memiliki peran yang baik untuk fungsi testis dan prostat. Vitamin D bisa didapatkan melalui suplementasi hingga makanan seperti ikan berlemak, produk susu, hingga kuning telur.

    5. Makan Makanan Tinggi Seng

    Seng merupakan mineral yang penting untuk kesehatan kesuburan pria. Kandungan seng ini bisa didapatkan dari makanan hewani seperti daging, ikan, telur dan kerang.

    Studi observasional menunjukkan bahwa kadar seng tubuh yang rendah dikaitkan dengan kadar testosteron yang lebih rendah. Kondisi ini memperburuk kualitas sperma dan meningkatkan risiko masalah infertilitas.

    Dalam beberapa penelitian lain, asupan seng juga dapat membantu meningkatkan kadar testosteron dan jumlah sperma apabila kadar seng tubuh rendah.

    (avk/naf)

  • Dokter Ungkap Beda Gejala Kanker Laring Vs Radang Tenggorokan

    Dokter Ungkap Beda Gejala Kanker Laring Vs Radang Tenggorokan

    Jakarta

    Baru-baru ini seorang wanita di Salatiga, Semarang, Jawa Tengah, membagikan kisahnya yang didiagnosis kanker laring di usia 29 tahun. Wanita bernama Dian Marcy itu mengaku mengalami gejala seperti suara serak biasa pada 2018.

    Setiap kali memeriksakan diri ke dokter, ia hanya didiagnosis mengalami radang tenggorokan biasa. Bahkan, kondisinya sempat membaik setelah diberikan obat radang tenggorokan.

    Namun, setelah beberapa waktu, suara seraknya kembali muncul dan semakin memburuk. Pada 2019, ia mulai mengalami gejala lain seperti batuk, tidur mendengkur, kesulitan menelan, serta sering tersedak saat makan.

    “Awal saya tahu kalau saya mengidap kanker laring itu tahun 2020, yang sebenarnya gejala awal sudah terasa di tahun 2018,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Senin (17/2/2025).

    Spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi Dr dr Andhika Rachman SpPD-KHOM mengatakan kanker laring berkembang di daerah pita suara (laring), yang berfungsi sebagai suara dan jalan udara daerah tenggorokan ke paru-paru.

    Menurut dr Andhika, kanker laring pada stadium awal menimbulkan gejala yang sering dikira radang tenggorokan biasa. Meski begitu, lanjutnya, keduanya memiliki perbedaan gejala.

    Gejala Radang Tenggorokan (Laringitis)

    Suara serak terjadi dalam beberapa hariNyeri tenggorokan membaik dalam beberapa hari dengan antibiotik dan antiradangDemam sering timbul terutama pada infeksi bakteri atau virusMunculnya benjolan jarang terjadi kecuali infeksinya mengenai kelenjar getah beningBatuk kronis bisa terjadinyeri menelan terjadi pada infeksi sedang hingga beratpenurunan berat badan dan sesak napas tidak umum dan jarang terjadi

    Gejala Kanker Laring

    suara serak berlangsung lebih dari dua minggunyeri tenggorokan kronis, terutama saat menelandemam tidak tinggi, terutama sore dan menjelang malambenjolan sering terjadi, terutama jika sudah menyebar ke kelenjar getah beningkesulitan menelan sering terjadi dan memburuk sejalan dengan waktubatuk kronis dapat menetap, terkadang disertai darahsering terjadi penurunan BBsesak napas, bunyi suara (stridor) saat bernapas dapat terjadi pada stadium lanjut karena penyempitan saluran napas

    (suc/kna)

  • Video: 5 Langkah Kemenkes soal Pencegahan Penyakit Tidak Menular

    Video: 5 Langkah Kemenkes soal Pencegahan Penyakit Tidak Menular

    Jakarta – Kementerian Kesehatan bersama sejumlah stakeholder menggelar pertemuan untuk membahas penyakit tidak menular (PTM), Rabu (19/2). Diskusi ini menyoroti terkait kandungan gula garam lemak (GGL) yang berpotensi menyumbang penyakit.

    (/)

  • Dokter Kena Serangan Jantung saat Tangani Pasien, Endingnya Dirawat Bareng

    Dokter Kena Serangan Jantung saat Tangani Pasien, Endingnya Dirawat Bareng

    Jakarta

    Dokter gawat darurat Chris Loreto menceritakan pengalaman unik ketika dirinya menyadari kena serangan jantung saat menangani pasien serangan jantung. Dokter yang berpraktik di Timmins and District Hospital (TADH) Kanada itu menceritakan bahwa gejala yang muncul sebenarnya sudah dirasakan 4 bulan sebelum kejadian.

    Ketika ia berolahraga atau sedang berlari, ia seringkali merasakan nyeri dada. Loreto menceritakan rasanya seperti ada api yang membakar naik ke tenggorokan hingga giginya.

    Pada saat itu, Loreto menganggap remeh gejala tersebut. Ia mengira kondisi itu disebabkan oleh masalah lambung refluks asam.

    Ia sempat berbicara pada dokter dan meminta obat untuk masalah refluks asamnya, tapi ia tidak mengungkapkan bahwa rasa sakit tersebut lebih sering muncul ketika dia berolahraga dan obat-obatan itu juga tidak membantu.

    Pada 12 November 2024, rasa nyerinya memuncak ketika ia sedang bermain hoki. Rasa nyeri tersebut bahkan cukup lama menetap di area bahunya.

    Meski sudah merasakan nyeri hingga bahu, Loreto kembali mengabaikan gejalanya. Keesokan harinya, ia kembali bekerja di rumah sakit sampai datang seorang pasien serangan jantung hebat dan Loreto segera turun tangan untuk membantu.

    Setelah kejadian tersebut, ia bertemu dengan istri pasien untuk mengetahui lebih lanjut gejala-gejala yang dialami pasien sebelum kejadian tersebut. Loreto terkejut gejala yang dialami pasien tersebut sangat mirip dengan apa yang dialaminya.

    Bahkan pasien itu juga mengonsumsi obat refluks asam yang sama sebelum mengalami serangan parah.

    “Kisah pasien itu adalah kisah saya,” kata Loreto dikutip dari TADH, Rabu (19/2/2025).

    Setelah itu, ia memutuskan untuk menjalani pemeriksaan darah dan elektrokardiografi (EKG). Dokter yang memeriksa Loreto mengonfirmasi bahwa dirinya memang memiliki masalah serangan jantung.

    Loreto lantas dipindahkan ke Health Science North di Sudbury untuk menjalani perawatan. Ia bahkan dirawat berseberangan dengan ruangan pasien yang ia selamatkan sebelumnya.

    Istri dari pasien itu bahkan sempat menghampiri Loreto untuk mengucapkan terima kasih karena telah menyelamatkan nyawa suaminya.

    “Saya berkata, ‘Tidak, saya yang berterima kasih karena telah menyelamatkan hidup saya,” cerita Loreto.

    Dari Sudbury, Loreto dipindahkan ke St. Michael’s Hospital di Toronto untuk menjalani operasi pemasangan stent. Loreto lalu kembali ke Timmins untuk cuti sambil menjalani rehabilitasi jantung.

    Masalah genetik disebut menjadi faktor utama pemicu serangan jantung yang dialami Loreto. Ayah Loreto sempat mengalami serangan jantung ketika usianya masih 59 tahun. Sedangkan, Loreto mengalaminya di usia 60 tahun.

    “Itulah kekuatan genetika,” tandasnya.

    (avk/kna)

  • Jurus BPOM Ciptakan ASN Berintegritas-Anti Korupsi dalam Pengawasan Obat dan Makanan

    Jurus BPOM Ciptakan ASN Berintegritas-Anti Korupsi dalam Pengawasan Obat dan Makanan

    Jakarta

    Kepala BPOM Taruna Ikrar membuka kegiatan Rapat Kerja Perencanaan Pengawasan Intern yang mengangkat tema “Mengawal BPOM Berkelas Dunia yang Menjulang, Membumi, dan Mengakar”, Selasa (18/2/2025). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran aparatur sipil negara (ASN) BPOM pusat dan unit pelaksana teknis (UPT) di daerah yang hadir secara hybrid (luring dan daring).

    Rapat kerja ini diselenggarakan dalam rangka menyampaikan Laporan Hasil Pengawasan Intern Inspektorat Utama Tahun 2024, serta Kebijakan Pengawasan Intern Inspektorat Utama Tahun 2025-2029. Kedua dokumen tersebut diserahkan oleh Inspektur Utama BPOM Yan Setiadi dan diterima langsung oleh Taruna Ikrar.

    Dokumen tersebut menjadi simbol komitmen BPOM untuk terus mengutamakan integritas dalam setiap bisnis proses pengawasan obat dan makanan yang dilakukan.

    Yan Setiadi mengatakan bahwa BPOM sejauh ini telah menunjukkan pencapaian yang signifikan dalam memastikan organisasi BPOM yang berintegritas dan antikorupsi.

    “Evaluasi realisasi rencana aksi berkontribusi pada ketercapaian RB (reformasi birokrasi) General & RB Tematik sehingga BPOM meraih peringkat II tingkat K/L dengan indeks RB 89,16 pada tahun 2024,” ujar Yan Setiadi dalam keterangan tertulis, Rabu (19/2/2025).

    Yan Setiadi menambahkan keberhasilan dalam meningkatkan status Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Tercatat sebanyak 37 atau 51,39 persen dari 72 unit kerja di BPOM meraih predikat WBK dan 8 unit kerja mendapatkan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

    Dirinya juga menyampaikan Kebijakan Pengawasan Intern tahun 2025-2029 yang berfokus pada 5 sasaran strategis utama. Sasaran pertama adalah meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap sediaan farmasi dan pangan olahan. Diikuti dengan penguatan kapasitas laboratorium BPOM dalam mendukung pengawasan tersebut.

    Selain itu, BPOM juga berkomitmen untuk menegakkan hukum secara berkeadilan terhadap kejahatan terkait produk farmasi dan pangan olahan. Sasaran lainnya termasuk peningkatan pelayanan publik yang prima, serta efektivitas regulatory assistance dan kemandirian industri dalam pengembangan produk-produk tersebut.

    Senada, Taruna Ikrar menegaskan bahwa BPOM harus berintegritas demi menyukseskan pengawasan obat dan makanan.

    “Kita punya otoritas didelegasikan ke daerah di tingkat lokal yang paling kecil. Kalau kita jalankan aturan dengan baik dan bersih, maka dampaknya adalah kita membantu industri, para pengusaha kecil (untuk menjalankan usahanya),” ujar Ikrar.

    Taruna Ikrar mengingatkan bahwa integritas tidak boleh diremehkan, sekalipun dalam hal paling kecil dari pengawasan obat dan makanan. Pasalnya, ini bisa berdampak besar ke masyarakat.

    “Surat yang terlambat dikeluarkan oleh BPOM bisa berdampak besar, seperti tertahannya produk, serta biaya ongkos kirimnya. Ini akan menyulitkan pengusaha,” lanjur Ikrar.

    Ikrar juga menyatakan tekadnya untuk menjadi teladan dengan sikap antikorupsi dalam menjalankan tugas pengawasan obat dan makanan.

    “Saya rajin datang ke KPK dan Kejaksaan Agung karena saya ingin memastikan setiap uang yang masuk ke kas negara adalah uang yang halal,” katanya.

    Integritas bukan hanya tentang uang, tapi juga dalam menciptakan kebijakan yang masuk akal. Dirinya mencontohkan isu yang sedang berkembang mengenai kosmetik, yang dinilai perlu segera direspons oleh BPOM dengan segera menciptakan kebijakan yang tidak mengarah kepada perang dagang yang berpotensi menimbulkan dampak merugikan bagi masyarakat dan negara.

    “Saya harap lembaga ini menjadi lembaga yang kuat, lembaga dengan performa yang bagus, lembaga yang memiliki kapasitas, yang mengayomi dan melayani rakyat,” tuturnya.

    Ikrar berharap para personil BPOM harus memiliki tujuan yang tinggi, yaitu tujuan yang mulia dalam menjalankan tugas sebagai pengawas obat dan makanan. Ini merupakan makna dari kata menjulang. Selain itu, nilai-nilai integritas juga harus mengakar di dalam sanubari jajaran ASN BPOM.

    (dpy/up)

  • Video: Balita Tidur Mendengkur? Segera Cek ke Dokter!

    Video: Balita Tidur Mendengkur? Segera Cek ke Dokter!

    Video: Balita Tidur Mendengkur? Segera Cek ke Dokter!