Category: Detik.com Kesehatan

  • Transformasi Kesehatan Nasional Melalui Inovasi Sains dan Kolaborasi

    Transformasi Kesehatan Nasional Melalui Inovasi Sains dan Kolaborasi

    Jakarta

    Tantangan kesehatan ibu dan anak, terutama stunting dan anemia, masih menjadi prioritas besar bagi Indonesia dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Menanggapi hal tersebut, Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia mempertegas komitmennya melalui aksi nyata berbasis riset ilmiah dan kolaborasi lintas sektor.

    Dalam forum dialog bertajuk “Aksi Nyata untuk Indonesia Lebih Sehat” di Jakarta (8/1), CEO Danone SN Indonesia, Joris Bernard, menekankan bahwa perusahaan mengintegrasikan kesehatan, tanggung jawab lingkungan, dan kemajuan sosial dalam setiap lini bisnisnya melalui Danone Impact Journey.

    “Solusi yang kami hadirkan tidak hanya relevan untuk saat ini, tetapi juga berbasis bukti ilmiah dan mampu memberikan dampak nyata bagi generasi mendatang,” ujar Joris, dalam keterangannya, Kamis (08/01/2025).

    Penguatan dari Internal hingga Publikasi Ilmiah

    Komitmen Danone dimulai dari penguatan internal, seperti kebijakan cuti melahirkan selama enam bulan bagi karyawan guna mendukung kesehatan ibu dan anak. Fondasi ini diperkuat dengan penguatan riset. Sepanjang tahun 2025, Danone SN Indonesia telah menghasilkan lebih dari 46 publikasi ilmiah yang mencakup isu penyakit terkait malnutrisi, anemia, hingga kesehatan saluran cerna.

    Medical and Scientific Affairs Director Danone SN Indonesia, Dr dr Ray Wagiu Basrowi, menjelaskan bahwa temuan ilmiah ini menjadi dasar inovasi produk. “Kami berkomitmen berkontribusi secara ilmiah melalui inovasi penelitian yang berkelanjutan untuk membantu keluarga Indonesia,” tuturnya.

    Kolaborasi Strategis Lintas Sektor

    Upaya penurunan stunting dengan target 14,2 persen pada 2029 membutuhkan peran banyak pihak. Direktur Bina Ketahanan Remaja Kementerian Kependudukan dan Pengembangan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr Edi Setiawan, menyatakan bahwa remaja adalah kelompok strategis untuk pencegahan stunting sejak dini. Sinergi antara program GenRe dan GESID milik Danone menjadi model kemitraan penting antara pemerintah dan swasta.

    Di sisi lain, peran bidan juga krusial. Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Dr Ade Jubaedah, menyoroti program Bidan Generasi Maju yang bertujuan meningkatkan kompetensi bidan dalam mengedukasi masyarakat mengenai asupan gizi seimbang dan pencegahan anemia.

    Fokus pada Kesehatan Saluran Cerna

    Kesehatan saluran cerna turut menjadi sorotan dalam diskusi ini. Dr dr Diana Sunardi, Spesialis Gizi Klinik dari FKUI, menjelaskan bahwa asupan serat dan nutrisi lengkap adalah kunci pertumbuhan fisik dan kognitif anak.

    “Dibutuhkan riset lokal dan kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan, serta industri untuk menghasilkan solusi yang efektif,” tutupnya.

    (nay/up)

  • Flu di New York Menggila, 128 Ribu Warga Positif-Apotek Mulai Kehabisan Alat Tes

    Flu di New York Menggila, 128 Ribu Warga Positif-Apotek Mulai Kehabisan Alat Tes

    Jakarta

    Musim flu di New York City tahun ini mencapai level yang mengkhawatirkan. Departemen Kesehatan setempat melaporkan bahwa jumlah warga yang jatuh sakit telah melampaui rekor dua musim sebelumnya, memicu tekanan besar pada fasilitas kesehatan dan apotek di seluruh kota.

    Komisaris Departemen Kesehatan NYC, Dr Michelle Morse, mengungkapkan bahwa hingga awal Januari 2026, penyebaran virus masih berada pada tingkat yang sangat tinggi.

    “Hingga pekan yang berakhir pada 3 Januari, lebih dari 128 ribu warga New York telah dinyatakan positif flu pada musim ini,” lapor Morse dikutip dari CBS News, Jumat (9/1/2025).

    Meski tren kasus menunjukkan tanda-tanda mulai menurun, risiko gejala fatal tetap menghantui mereka yang tidak memiliki perlindungan. Morse memberikan catatan bahwa pada musim lalu, 89 persen anak-anak yang meninggal akibat flu ternyata belum mendapatkan vaksinasi.

    Apotek Kewalahan, Stok Alat Tes Ludes

    Dampak dari musim flu kali ini sangat dirasakan oleh para penyedia layanan farmasi. Ralph Ekstrand, seorang apoteker dengan pengalaman 45 tahun, mengaku terkejut dengan lonjakan permintaan obat-obatan.

    Di apotek Moby Drugs, Farmingdale, stok alat tes flu mandiri (at-home flu tests) dilaporkan telah ludes terjual.

    “Kami melayani hampir 90 resep hanya dalam tiga jam, dan sekitar 20 di antaranya adalah khusus untuk kasus flu,” ujar Ekstrand. Menurutnya, ini adalah salah satu musim flu terburuk yang pernah ia tangani sepanjang kariernya.

    Kenaikan jumlah pasien juga terjadi di pusat layanan CityMD, volume pasien meningkat sekitar 30 persen, sebagian besar didominasi oleh gejala influenza.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: 130 Ribu Unggas di Peternakan Jerman Dimusnahkan Imbas Flu Burung”
    [Gambas:Video 20detik]
    (kna/kna)

  • Potret Transformasi Pria yang Push-up 100 Kali Tiap Hari selama Setahun

    Potret Transformasi Pria yang Push-up 100 Kali Tiap Hari selama Setahun

    Potret Transformasi Pria yang Push-up 100 Kali Tiap Hari selama Setahun

  • Risiko Kesehatan Menikah Muda, Termasuk Tingkatkan Risiko Kanker Serviks

    Risiko Kesehatan Menikah Muda, Termasuk Tingkatkan Risiko Kanker Serviks

    Jakarta

    Pernikahan dini kembali menjadi sorotan. Beberapa waktu lalu kabar pernikahan Gus Zizan dan Kamila Asy Syifa menarik perhatian masyarakat.

    Saat melangsungkan pernikahan, Gus Zizan baru berusia 19 tahun, sedangkan Kamila masih 17 tahun. Baru-baru ini, seorang konten kreator bernama Azkiave memutuskan untuk menikah di usia 19 tahun dengan suami berusia 29 tahun.

    Kontennya menimbulkan pro kontra. Ada yang mendukung, tapi ada pula yang mempertanyakannya. Lantas, bagaimana menurut dokter mengenai pernikahan dini?

    Spesialis obsetri dan ginekologi, dr Fedrik Monte Kristo, SpOG mengatakan, banyak risiko yang bisa terjadi karena pernikahan dini. Umumnya, pernikahan dini bisa berpengaruh pada kondisi psikologis dan emosional. Dari sisi medis, pernikahan dini akan sangat berisiko pada masalah kesehatan seksual.

    “Di sisi medis di bagian kandungan, wanita yang menikah muda di bawah 19 tahun akan meningkatkan hubungan seksual yang terlalu dini atau terlalu cepat,” terang dr Fedrik beberapa waktu lalu.

    Pernikahan dini juga memicu perdarahan, terutama pada wanita yang hamil di usia muda. Kondisi tersebut dapat terjadi baik saat kehamilan atau pasca melahirkan.

    Pasalnya, dalam ilmu obsetri dan ginekologi, usia yang tepat untuk kehamilan adalah di atas 20 tahun. Jadi, belum dikatakan ideal jika berusia di bawah itu.

    “Wanita hamil di usia yang ideal saja punya potensi terjadi anemia. Di usia yang lebih muda, potensinya sangat tinggi bisa mencapai 60 persen,” jelas dr Fedrik.

    “Hal itu terjadi karena usianya masih terlalu muda dan belum siap untuk hamil, sehingga menyebabkan kondisi anemia,” pungkasnya.

    Pernikahan Dini pada Remaja Meningkatkan Risiko Kanker Serviks?

    Dikutip dari laman Universitas Airlangga, kehamilan pada usia remaja bahkan bisa menimbulkan risiko tinggi seperti preeklampsia dan gangguan pertumbuhan pada bayi. Selain itu, pernikahan ini juga bisa meningkatkan risiko seorang wanita mengalami kanker serviks.

    “Dari perspektif reproduksi lainnya, jika remaja putri aktif secara seksual ketika organ mereka belum siap, serviks juga berisiko lebih tinggi terkena kanker serviks,” tambahnya.

    Serviks merupakan bagian bawah rahim. Kanker serviks terjadi pada sel-sel serviks, saat sel-sel tersebut berkembang secara tidak terkendali.

    Senada dengan hal tersebut, dosen program spesialis obsetri dan ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan praktisi medis, dr Birama Robby SpOG mengatakan bahwa salah satu faktor risiko kanker serviks adalah pernikahan dini. Hal tersebut disebabkan oleh sel-sel yang belum matang di permukaan serviks.

    “Jika sel-sel tersebut terpengaruh terlalu dini, risiko perubahan sel akan meningkat. Begitu pula risiko kanker serviks,” kata Dr. Ernawati.

    (elk/kna)

  • 5 Kandungan dalam Susu Ini Berperan Jaga Imunitas Anak

    5 Kandungan dalam Susu Ini Berperan Jaga Imunitas Anak

    Jakarta

    Menjaga kesehatan Si Kecil tentu menjadi perhatian utama setiap orang tua. Saat anak aktif bergerak, bermain, dan mulai banyak berinteraksi, tubuh yang sehat dan daya tahan yang kuat dibutuhkan agar ia tetap ceria menjalani aktivitas hariannya.

    Karena itu, memastikan gizi tepat sejak dini itu penting, tak hanya dari makanan harian tapi juga dukungan susu pertumbuhan agar anak tumbuh sehat, kuat, dan tidak mudah sakit.

    Nah, salah satu cara praktis yang bisa dilakukan orang tua adalah dengan memperhatikan kandungan nutrisi dalam susu pertumbuhan yang dikonsumsi Si Kecil. Lalu, apa saja sih kandungan susu yang bantu jaga daya tahan tubuh anak? Mari kita bahas bersama!

    1. Vitamin C dan E sebagai Antioksidan

    Vitamin C dan E berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel dari radikal bebas sekaligus mendukung daya tahan tubuh anak. Penelitian menunjukkan keduanya dapat menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan, sehingga susu dengan tambahan vitamin C dan E menjadi pilihan tepat untuk mendukung tumbuh kembang sehat.

    2. Zinc dan Selenium untuk Sistem Imun

    Apakah Bunda tahu? Kandungan zinc berperan penting dalam pertumbuhan dan diferensiasi sel imun, sedangkan selenium mengatur regulasi respons imun. Kekurangan zinc bisa meningkatkan risiko anak rentan sakit, sedangkan tambahan zinc mempercepat pemulihan dari diare dan infeksi.

    3. Prebiotik/Probiotik untuk Kesehatan Pencernaan

    Kesehatan pencernaan berhubungan erat dengan daya tahan tubuh. Prebiotik seperti inulin mendukung bakteri baik usus, meningkatkan imun, dan terbukti menurunkan risiko infeksi pada anak-anak usia sekolah lho, Bun.

    4. Vitamin D untuk Imunitas dan Penyerapan Kalsium

    Vitamin D tak hanya penting untuk tulang, tapi juga imun. Kekurangannya meningkatkan risiko infeksi, sementara suplementasi terbukti menurunkan flu pada anak sekolah.

    5. Protein dan Mineral Lain sebagai Pendukung Metabolisme

    Protein membentuk sel tubuh termasuk sel imun, sedangkan kalsium dan zat besi mendukung tulang serta energi. Kombinasi keduanya menjaga anak aktif, sehat, dan tidak mudah lelah.

    Rekomendasi Susu untuk Daya Tahan Tubuh Anak

    Bunda sedang mencari susu yang bukan hanya lezat tetapi juga kaya manfaat untuk mendukung daya tahan tubuh Si Kecil?

    vidoran Xmart 1+ dan vidoran Xmart 3+ hadir dengan berbagai keunggulan nutrisi, diperkaya Cod Liver Oil yang kaya DHA serta vitamin A dan D alami untuk membantu kecerdasan otak sekaligus menjaga imunitas anak.

    Susu ini mengandung formula imunUp (vitamin C, D3, E, zinc) untuk dukung imun anak, DHA tinggi untuk dukung kecerdasan dan fungsi otak, serta kalsium, protein, dan zat besi bagi tulang dan otot. Tak ketinggalan, kandungan inulin 1000 mg sebagai serat prebiotik turut mendukung kesehatan pencernaan Si Kecil.

    Untuk Si Kecil usia 1-3 tahun, Bunda bisa memilih vidoran Xmart 1, lalu melanjutkannya dengan vidoran Xmart 3+ saat ia beranjak 3-5 tahun. Susu rendah gula ini tetap lezat dengan dua rasa favorit, Madu dan Vanilla, yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus membuat momen minum susu lebih menyenangkan.

    Daya tahan tubuh anak sangat bergantung pada asupan nutrisi hariannya. Kandungan vitamin, mineral, protein, dan prebiotik dalam susu pertumbuhan dapat menjadi dukungan penting untuk menjaga imunitas sekaligus menunjang tumbuh kembang yang optimal.

    Dengan memilih susu pertumbuhan seperti vidoran Xmart, Bunda memberikan perlindungan ekstra bagi kesehatan Si Kecil, sehingga ia siap tumbuh kuat, cerdas, dan aktif setiap hari.

    (vidoran/sls)

  • Nadin Amizah Idap Spasmodic Dysphonia Bikin Susah Nyanyi, Kondisi Apa Itu?

    Nadin Amizah Idap Spasmodic Dysphonia Bikin Susah Nyanyi, Kondisi Apa Itu?

    Jakarta

    Melalui postingan Instagram Stories, penyanyi Nadin Amizah buka-bukaan kondisi spasmodic dysphonia (SD) yang membuat kemampuan bernyanyinya terganggu. Ia menceritakan selama beberapa waktu ini, ia merasa ada penurunan dalam kemampuan bernyanyinya.

    Awalnya, ia mengira itu hanya di pikirannya saja, rupanya ada masalah medis yang melatarbelakanginya. Kondisinya itu membuatnya lebih mudah fals saat bernyanyi hingga mudah pegal saat bernyanyi atau berbicara.

    “Bahkan ngomong kelamaan aja leher pegel dan sakit bgttt. Range vocal menyempit/turun dari range sebelumnya (nada yg biasanya gambang ditembak jadi susah/almost impossible),” tulis Nadin dikutip dari akun Instagram-nya, Jumat (9/1/2026).

    “Jadi kalau dibilang gabisa nyanyi sih, ga juga ya, bisa bisa aja. Tapi bayangin sesedih apa sesuatu yg biasanya semudah dan seringan bernapas untukku jadi sesuatu yg berat, butuh effort, dan terutama yang paling mengganggu, bikin sakit,” sambungnya.

    Cerita Nadin Amizah didiagnosis Spasmodic Dysphonia Foto: Instagram @cakecaine

    Nadin rencananya akan menjalani speech therapy, sembari tetap melakukan latihan vokal. Ia berharap bisa terus melakukan proses recovery dan penyembuhan, sambil tetap manggung.

    Apa itu spasmodic dysphonia?

    Dikutip dari Cleveland Clinic, SD atau juga disebut distonia laring adalah gangguan suara yang memengaruhi laring (kotak suara) dan pita suara. Kondisi ini dapat membuat suara tiba-tiba terputus, terdengar tegang dan tercekik, atau justru sangat lemah dan berembus saat berbicara.

    Dalam kondisi normal, pita suara bergetar saat kita berbicara sehingga menghasilkan suara. Namun, pada orang dengan kondisi SD, otot-otot yang mengendalikan pita suara mengalami kejang (spasme) tanpa dapat dikendalikan.

    Gejala yang mungkin dialami

    Kejang ini bisa menyebabkan pita suara menutup terlalu rapat sehingga suara terdengar tegang, atau justru terlalu terbuka sehingga suara terdengar napas dan lemah. Akibatnya, berbicara menjadi lebih sulit dan kurang jelas dipahami.

    SD disebabkan oleh gangguan pada bagian otak yang disebut ganglia basalis, yang berperan dalam mengoordinasikan gerakan otot tak sadar. Kondisi yang menyebabkan gerakan otot tidak terkendali akibat sinyal otak yang tidak normal disebut distonia.

    Kondisi ini kebanyakan terjadi pada usia paruh baya 30-60 tahun. Beberapa gejala SD meliputi suara yang terdengar seperti:

    Tegang dan tercekik.Serak dan kasar.Berembus, lembut, atau seperti berbisik.Terputus-putus karena bunyi tertentu tiba-tiba terhenti saat berbicara.Bergetar atau gemetar.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/kna)

  • Antisipasi Harga Naik Jelang Lebaran, BGN Minta Menu Telur MBG Diganti Lele

    Antisipasi Harga Naik Jelang Lebaran, BGN Minta Menu Telur MBG Diganti Lele

    Jakarta

    Badan Gizi Nasional (BGN) mengantisipasi potensi kenaikan harga telur menjelang lebaran dengan meminta satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) melakukan penyesuaian dan variasi menu, termasuk mengganti lauk berbasis telur dengan ikan atau sumber protein lain.

    Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyan mengatakan kebijakan ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di pasar, sekaligus memastikan program pemenuhan gizi tetap berjalan optimal.

    “Menjelang Lebaran nanti jangan sampai berantem sama yang mau bikin kue. Jadi penggunaan telur segala macam harus diganti, harus beragam lah, bervariasi. Diganti tadi ya, sama ikan lele. Jadi jangan sampai memicu inflasi dan kelangkaan gitu,” beber Nanik saat ditemui di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).

    Dalam kesempatan tersebut, Nanik juga sempat bertanya langsung kepada para siswa penerima MBG untuk mendapat respons soal pergantian menu. “Bagaimana, pada setuju nggak kalau diganti ikan lele?” tanya Nanik.

    Para siswa mengatakan setuju.

    “Menu harus divariasi. Lele, nila, mau kok anak-anak, pasti suka kan, biar kayak makan pecel lele,” kata Nanik.

    Sudah Pernah Dilakukan saat Nataru

    Nanik menyebut kebijakan serupa sebenarnya sudah pernah diterapkan saat periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) dan dinilai berhasil menahan laju kenaikan harga di pasaran.

    “Sudah ada imbauan. Nanti kita juga akan imbaukan lagi seperti waktu itu, ya, waktu Nataru. Kita bilang, ‘jangan banyak pakai telur supaya yang Natalan nggak kena harga tinggi.’ Dan itu berhasil,” jelasnya.

    Saat itu, kata Nanik, BGN bersama SPPG mengalihkan menu ke protein lain seperti daging sapi, sehingga tekanan permintaan terhadap telur bisa ditekan.

    “Nah, sekarang juga begitu. Jadi kita nanti diversifikasi ke pangan lain,” tambahnya.

    Menurut Nanik, langkah diversifikasi menu ini tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga pangan, tetapi juga untuk memastikan asupan gizi tetap seimbang dan tidak bergantung pada satu jenis bahan pangan saja.

    BGN menilai, menjelang hari besar keagamaan seperti Lebaran, lonjakan permintaan bahan pokok tertentu, termasuk telur, hampir selalu terjadi, sehingga perlu diantisipasi dari sisi konsumsi program-program pemerintah yang skalanya besar.

    Halaman 2 dari 2

    (naf/naf)

  • Pasien Bandung Meninggal, Kenapa ‘Super Flu’ Fatal pada Orang dengan Komorbid?

    Pasien Bandung Meninggal, Kenapa ‘Super Flu’ Fatal pada Orang dengan Komorbid?

    Jakarta

    Seorang pasien ‘super flu’ yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dilaporkan meninggal dunia. RSHS telah menangani 10 pasien yang mengalami gejala influenza A H3N2 subclade K ini.

    Terkait pasien yang meninggal dunia, pihak rumah sakit belum bisa memastikan apakah pasien itu meninggal karena super flu atau bukan. Pasien diketahui memiliki riwayat penyakit bawaan atau komorbid yang cukup berat.

    “Kalau kita lihat dari data yang ada, itu ada dua yang berat. Satu masuk ke ruang high cap dan satu masuk ke ruang intensif. Dan satu yang masuk ke ruang intensif memang terus dinyatakan meninggal karena disebabkan ada komorbid yang lain,” kata Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging (Pinere) RSHS, dr Yovita Hartantri, dikutip dari detikJabar, Jumat (9/1/2025).

    “Ada stroke, ada gagal jantung dan terakhir karena ada infeksi dan ada gagal ginjal juga. Jadi apakah itu langsung disebabkan oleh virus? Kita tidak bisa menyatakan karena memang dia mungkin komorbid yang banyak,” sambungnya.

    Mengapa infeksi super flu bisa berakibat fatal bagi pasien dengan komorbid? Dokter spesialis paru dr Erlang Samoedro, SpP(K) menjelaskan infeksi super flu atau influenza dapat mengakibatkan peradangan yang menyebabkan kambuhnya komorbid.

    Infeksi dapat memicu kekambuhan kondisi komorbid yang kondisi sebelumnya mungkin sudah stabil.

    “Influenza memang bisa berakibat fatal pada orang yang punya komorbid. Hal ini terjadi karena rusaknya pertahanan tubuh akibat virus influenza itu dan terjadi inflamasi. Nah, inflamasi ini yang menyebabkan kambuhnya komorbid,” ujar dr Erlang yang tidak terlibat dalam penanganan pasien, ketika dihubungi detikcom, Jumat (9/1/2026).

    Selain orang dengan komorbid, kelompok rentan lain yang harus diperhatikan adalah anak-anak dan lansia. Anak-anak menjadi kelompok rentan karena sistem imun yang belum sempurna.

    Sementara itu, sistem imun lansia juga menurun seiring pertambahan usia, terlebih biasanya juga memiliki komorbid.

    “Langkah pencegahan jangan sampai tertular, seperti gunakan masker, hindari kerumunan bila sakit, tinggal di rumah. Banyak konsumsi buah dan sayur, serta vaksinasi influenza, walaupun ini strain baru, tapi vaksinasi influenza mencegah penyakit tidak sampai berat bila tertular,” tandasnya.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/kna)

  • Kebijakan Baru Trump, Pangkas Rekomendasi Vaksin Anak dari 17 Jadi 11

    Kebijakan Baru Trump, Pangkas Rekomendasi Vaksin Anak dari 17 Jadi 11

    Jakarta

    Pemerintahan Donald Trump secara resmi merombak total kebijakan jadwal vaksinasi anak di Amerika Serikat. Kebijakan ini dipelopori oleh Menteri Kesehatan Robert F Kennedy Jr. (RFK Jr.) sebagai bagian dari gerakan Make America Healthy Again (MAHA).

    Dalam pernyataan resminya, Presiden Trump menyebut langkah ini sebagai bentuk reformasi yang logis.

    “Banyak warga Amerika, terutama para ibu pendukung gerakan MAHA, telah lama menantikan reformasi yang mengedepankan akal sehat ini,” ujar Trump dikutip dari BBC.

    Robert Kennedy yang selama ini dikenal kritis terhadap kebijakan vaksin, menyatakan bahwa perombakan ini bertujuan untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap kesehatan publik.

    “Kami menyelaraskan jadwal vaksinasi anak di AS dengan konsensus internasional, sekaligus memperkuat transparansi,” ucap RFK.

    Pembagian Kategori Vaksin Baru

    Berdasarkan aturan terbaru CDC, jadwal vaksinasi kini dibagi menjadi tiga kategori besar:

    Vaksin Rekomendasi Utama (Wajib/Rutin): Melindungi dari 11 penyakit, termasuk Campak (Measles), Gondongan (Mumps), Rubella, Polio, Pertusis, Tetanus, Difteri, Hib, Pneumokokus, HPV, dan Cacar Air (Varisela).

    Vaksin Berbasis Faktor Risiko: Diberikan tergantung pada kondisi kesehatan anak, mencakup vaksin RSV, Hepatitis A, Hepatitis B, Dengue, dan Meningitis.

    Vaksin Keputusan Orang Tua dan Dokter: Untuk vaksin COVID-19, Influenza, dan Rotavirus, pemerintah kini menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada orang tua dan tenaga medis.

    Departemen Kesehatan AS menyatakan perubahan ini didasarkan pada perbandingan dengan 20 negara maju lainnya. Pemerintah menilai AS selama ini merupakan “anomali global” karena memiliki jumlah dosis dan jenis penyakit yang diwajibkan terlalu banyak.

    Baac juga

    Dikritik Ahli

    AS kini menjadikan Denmark sebagai model, yang hanya merekomendasikan perlindungan terhadap 10 jenis penyakit.

    Namun, langkah ini dikritik keras oleh para ahli medis. Dr. Andrew D Racine, Presiden American Academy of Pediatrics, menyebut perbandingan tersebut tidak relevan. Ia memperingatkan bahwa keputusan ini justru akan menciptakan kekacauan dan mengikis kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi.

    “Amerika Serikat bukanlah Denmark. Populasi, infrastruktur kesehatan, dan risiko penyakit kita sangat berbeda jauh,” tegas Dr Racine.

    Halaman 2 dari 3

    (elk/elk)

  • Susah Terlelap di Malam Hari? Screentime Dulu Ternyata Aman Kok, Ini Alasannya

    Susah Terlelap di Malam Hari? Screentime Dulu Ternyata Aman Kok, Ini Alasannya

    Jakarta

    Insomnia bukan sekadar sulit memejamkan mata. Bagi banyak orang, malam hari justru menjadi waktu paling melelahkan. Biasanya, setiap orang punya ritual-ritual khusus agar rasa mengantuk cepat datang, seperti baca buku, minum air putih, dan lainnya.

    Namun, ritual-ritual ini terkadang nggak selalu berhasil dilakukan. Alih-alih rasa kantuk datang, malah mata tetap melek sampai pagi menjelang. Lalu, gimana solusinya?

    Certified Sleep & Recovery Coach, Vishal Dasani, memiliki beberapa night routine atau kebiasaan malam menjelang tidur yang bisa dilakukan agar seseorang bisa mendapatkan istirahat yang berkualitas.

    1. Screen Time

    Banyak orang yang beranggapan bahwa screen time sebelum tidur akan membuat seseorang sulit terlelap. Namun, Coach Vishal yang telah menekuni sleep coaching enam tahun terakhir ini justru menjadikan screen time sebagai salah satu ritual tidurnya.

    “Selama kita tidak kebablasan, tidak keterusan. Dan ini sudah di-back up sama studi, kalau nggak salah dirilis tahun 2024. Studi itu menyebutkan sebetulnya saat kita menggunakan screen time sebelum tidur, kita kan nggak mungkin nontonnya begini kan (dekat sekali dengan mata, red),” kata Coach Vishal.

    “Dan pada malam hari umumnya kamar itu gelap, lampunya sudah dimatikan. Kalau misal takut kegelapan, kita pasang lampu tidur,” sambungnya.

    Hal ini membuat cahaya di ruangan tidak terlalu terang. Kalaupun cahaya dari handphone dianggap terlalu terang, maka tinggal diatur saja terkait tingkat kecerahannya.

    “Pada saat rasa ngantuk itu datang, yaudah terima saja nggak usah dilawan,” katanya.

    2. Mendengar Podcast

    Ritual lain yang bisa dilakukan adalah mendengar podcast atau siniar. Menurut Coach Visal, mendengar podcast bisa membantu tubuh menjadi lebih santai dan rasa kantuk cepat datang.

    3. Mengobrol

    Bisa juga dengan pillow talk atau percakapan intim, terbuka, dan santai yang dilakukan pasangan di atas tempat tidur, biasanya sebelum tidur.

    “Bisa ngobrol sama pasangan, kalau punya ya,” kata Coach Vishal.

    4. Journaling

    Journaling sebelum tidur adalah kebiasaan menulis untuk meredakan stres, menjernihkan pikiran, serta meningkatkan kualitas tidur dengan mencatat emosi, kekhawatiran, atau hal-hal yang disyukuri selama hari itu, sehingga membantu tidur lebih nyenyak.

    5. Mandi Air Hangat

    Menurut Coach Vishal, mandi air hangat sebelum tidur juga bisa dilakukan untuk mendapatkan tubuh yang rileks. Hal ini akan membantu seseorang untuk merasa nyaman dan tidur lebih cepat.

    6. Skincare

    Skincare-an sebelum tidur juga bisa dipilih sebagai ritual sebelum tidur atau menutup hari.

    “Hal-hal tersebut akan memberikan sinyal ke otak bahwa I am done for the day, mental cue lah di situ. Dan itu akan menyiapkan tubuh untuk, oke it’s time to relax.

    7. Slow Down

    Menurut Coach Vishal, ini merupakan tindakan paling krusial yang harus diperhatikan sebelum tidur, yakni slow down. Banyak orang yang mencoba tidur dengan keadaan tubuh belum sepenuhnya rileks.

    “Tubuh itu perlu cooling down dulu supaya akhirnya bisa tidur. Bisa dengan berdoa malam, meditasi bagi yang suka, mengatur napas. Banyak sekali tekniknya yang penting buat Anda itu rileks,” tutupnya.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Tidur Lebih Berkualitas, Hidup Lebih Produktif: Solusi Ilmiah untuk Generasi Sibuk”
    [Gambas:Video 20detik]
    (dpy/up)