Category: Detik.com Kesehatan

  • Jelang Nataru, Pemkot Tangerang Perketat Pengawasan Pangan

    Jelang Nataru, Pemkot Tangerang Perketat Pengawasan Pangan

    Foto Health

    Grandyos Zafna – detikHealth

    Selasa, 23 Des 2025 12:02 WIB

    Jakarta – Pemkot Tangerang menggelar sidak pangan di Pasar Anyar untuk memastikan keamanan produk serta stabilitas harga jelang Natal dan Tahun Baru 2026.

  • Bertemu Seskab Teddy, Kepala BMKG Siapkan Modifikasi Cuaca di Sumatera

    Bertemu Seskab Teddy, Kepala BMKG Siapkan Modifikasi Cuaca di Sumatera

    Jakarta

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Prof Teuku Faisal Fathan bertemu dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Dalam pertemuan tersebut, salah satu bahasannya adalah mengenai prakiraan curah hujan dan kondisi cuaca selama masa libur akhir tahun.

    “BMKG terus melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi, termasuk modifikasi cuaca untuk mencegah sebisa mungkin turun hujan tinggi yang tidak terkontrol di Sumatera, terutama daerah terdampak bencana,” tulis @sekretariat.kabinet di Instagram, dikutip Selasa (23/12/2025).

    Update Korban Bencana

    Korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih terus bertambah. Hari ini tim pencarian menemukan 16 jenazah.

    “Per hari ini, Senin mengalami penambahan baik dari temuan maupun hasil identifikasi yang sudah dilakukan. Per hari ini rekapitulasi jumlah total dari 1.090 di Sabtu dan Minggu bertambah 16 jiwa. Sehingga per hari ini 1.106 jiwa,” kata ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam jumpa pers, Senin (22/12/2025).

    Berikut data jumlah korban tewas 22 Desember 2025:

    Aceh: 477 meninggal duniaSumut: 369 meninggal duniaSumbar: 260 meninggal dunia.

    Abdul Muhari mengatakan jumlah korban hilang berkurang 10 jiwa. Jadi korban yang masih dicari sebanyak 175 orang.

    “Yang mengungsi 502.570 jiwa, sebagian besar di minggu terakhir ini satu minggu kemarin cukup banyak yang berkurang,” tuturnya.

    Abdul Muhari juga mengatakan hari ini merupakan minggu terakhir jelang penutupan perpanjangan fase tanggap darurat di Aceh, Sumut dan Sumbar. Dia mengatakan pemerintah terus melakukan aspek prioritas penanganan pascabencana.

    “Pencarian pertolongan korban, distribusi logistik, pemulihan akses jalan, akses komunikasi dan pemulihan sektor energi listrik maupun BBM,” jelasnya.

    Halaman 2 dari 2

    (dpy/kna)

  • Feeding Difficulty Vs Picky Eating, Apa Beda & Dampaknya bagi BB Anak?

    Feeding Difficulty Vs Picky Eating, Apa Beda & Dampaknya bagi BB Anak?

    Jakarta – Anak susah makan seperti menolak sayur atau pilih-pilih makanan sering bikin orang tua pusing. Kondisi ini bisa jadi Feeding Difficulty atau Picky Eating. Meskipun sama-sama sulit, keduanya punya perbedaan, lho! Yuk, cek perbedaannya di infografis berikut.
    (hnu/ega)

  • Kontroversi Pria China Punya 300 Anak, Punya Ambisi Bikin Dinasti Keluarga

    Kontroversi Pria China Punya 300 Anak, Punya Ambisi Bikin Dinasti Keluarga

    Jakarta

    Seorang pria dan pengusaha gim daring Douyi, bernama Xu Bo tengah menjadi sorotan besar di China lantaran dikabarkan memiliki lebih dari 300 anak di seluruh dunia. Ini berawal dari laporan Wall Street Journal yang menyebut Bo memiliki lebih dari 100 anak melalui lembaga ibu pengganti di Amerika Serikat.

    Sosok Bo memang sarat akan kontroversi. Ia pernah buka-bukaan soal rencananya ingin membuat sebuah dinasti keluarga besar. Pada tahun 2023, ia sempat mengaku ingin memiliki setidaknya 50 anak laki-laki untuk mengambil alih bisnisnya.

    Pada tahun yang sama, Bo pernah mengajukan permohonan ke pengadilan keluarga di Los Angeles, Amerika Serikat, agar secara hukum dianggap sebagai ayah sah dari anak-anak yang lahir melalui ibu pengganti. Kasus tersebut tidak pernah diberitakan, sampai akhirnya laporan dari Wall Street Journal muncul.

    Dalam sebuah unggahan oleh salah satu pengguna Weibo, Bo dilaporkan berhasil melakukan banding. Namun, kabar tersebut belum bisa dikonfirmasi kebenarannya.

    “Memiliki banyak anak dapat menyelesaikan semua masalah,” tulis Bo dalam akun Weibo-nya, dikutip dari NDTV, Selasa (23/12/2025).

    Anaknya Diduga Sudah Lebih dari 300 Orang

    Mantan kekasih Bo, Tang Jing menuding pria tersebut sebenarnya sudah memiliki lebih dari 300 anak. Keduanya kini terlibat sengketa hak asuh anak atas dua anak perempuan, serta uang sebesar 300 juta yuan (Rp 714,37 miliar) yang menurut Bo, masih menjadi hutang bagi Tang.

    Bo menyebut dirinya dalam periode 2012-2018 telah mengirimkan uang 819 juta yuan (Rp 1,95 triliun) kepada Tang. Sebanyak 515 juta yuan (1,22 triliun) sudah dikembalikan, tapi sisa 300 juta yuan belum dibayarkan kembali, sehingga ia mengajukan gugatan pada 2024.

    Tang menyebut sebagian besar dana yang diterimanya digunakan untuk menopang anak-anak Bo yang berjumlah 300 orang.

    “Selama lebih dari satu dekade, biaya untuk membesarkan dan merawat keluarga besar dengan 300 anak ini sangatlah besar. Sebagian besar uang yang saya terima digunakan untuk kebutuhan hidup kami sehari-hari selama periode tersebut,” tulis Tang dalam media sosialnya dikutip dari South China Morning Post.

    Tang menyebut 300 anak tersebut juga tidak memiliki hokuo, kartu pendaftaran rumah tangga di China. Tang bahkan memperkirakan jumlah tersebut masih di bawah jumlah yang asli.

    “Tidak (salah ketik menyebut ‘300’). Bahkan bisa jadi jumlahnya masih kurang dilaporkan. Namun, jelas tidak dilebih-lebihkan”, tambah Tang yang saat ini tengah membesarkan 11 anak dari hasil hubungannya dengan Bo.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/kna)

  • Bencana Sumatera Picu Kelangkaan Obat, IDAI Soroti Dampaknya

    Bencana Sumatera Picu Kelangkaan Obat, IDAI Soroti Dampaknya

    Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, mengingatkan dampak serius dari kelangkaan obat, khususnya insulin untuk anak dengan diabetes tipe 1. Jika stok insulin terhambat, anak berisiko mengalami koma ketoasidosis diabetikum, kondisi gawat darurat yang bisa berujung fatal.

    Tak hanya suplai obat, akses transportasi dan jalur rujukan juga harus segera dipulihkan agar pasien bisa cepat ditangani. Dalam kondisi darurat, transportasi khusus seperti helikopter bisa menjadi solusi penyelamat nyawa.

    Kelangkaan obat bukan sekadar soal logistik, tapi soal keselamatan anak-anak.

  • IDAI Dorong Tetap Utamakan ASI untuk Bayi Korban Bencana Sumatera

    IDAI Dorong Tetap Utamakan ASI untuk Bayi Korban Bencana Sumatera

    Ketua Umum IDAI, dr Piprim Basarah, tekankan para orang tua untuk tetap mengutamakan pemberian ASI untuk anaknya di lokasi bencana Sumatera.

    Higienitas dan sanitasi yang buruk akibat bencana dinilai riskan untuk anak mengalami masalah pencernaan. Namun, bila sang anak tak bisa memperoleh ASI, maka pemberian susu formula boleh dilakukan dengan menjaga higienitas sebaik mungkin.

  • Suplai Insulin Terhambat, Anak-anak Diabetes di Pengungsian Terancam Koma

    Suplai Insulin Terhambat, Anak-anak Diabetes di Pengungsian Terancam Koma

    Jakarta

    Keterbatasan pasokan obat-obatan di daerah pengungsian pasca bencana mulai berdampak serius terhadap anak-anak dengan penyakit kronik. Salah satu obat yang dilaporkan sulit diperoleh adalah insulin, yang sangat dibutuhkan oleh anak dengan diabetes melitus tipe 1.

    Kasus penyakit kronik seperti diabetes melitus tipe 1 merupakan kondisi yang telah ada sebelum bencana terjadi. Namun, bencana memperberat penanganan karena keterbatasan akses pelayanan kesehatan dan obat-obatan.

    Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA, Subsp.Kardio(K), menjelaskan anak dengan diabetes tipe 1 harus mendapatkan insulin secara rutin. Jika pasokan terhenti, kondisi pasien dapat memburuk dengan cepat.

    “Kalau stok insulin terbatas, anak bisa mengalami koma. Koma ketoasidosis diabetik ini sangat berbahaya,” kata dr Piprim dalam wawancara di gedung IDAI pada Senin (22/12/2025).

    Anak dengan Penyakit Kronik Butuh Rujukan Cepat

    Kondisi kegawatan akibat kekurangan insulin tidak dapat ditangani dalam waktu lama di fasilitas kesehatan darurat. Pasien harus segera dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas memadai untuk mencegah risiko kematian.

    Ia menekankan pentingnya pemulihan akses transportasi di wilayah terdampak bencana agar rujukan medis dapat dilakukan secepat mungkin.

    “Untuk kasus seperti ini, memang harus segera dirujuk. Akses transportasi sangat dibutuhkan, bisa memanfaatkan helikopter dan sarana lainnya,” jelasnya.

    Distribusi Obat dan Akses Transportasi Jadi Tantangan

    Selain keterbatasan insulin, IDAI menilai distribusi obat-obatan rutin bagi anak dengan penyakit kronik masih menjadi tantangan besar di daerah bencana. Terhambatnya suplai obat dapat memicu kondisi darurat pada pasien yang sebelumnya stabil.

    “Anak-anak dengan penyakit kronik yang membutuhkan obat khusus, ketika support obatnya terhambat, itu bisa berujung kegawatan bahkan kematian,” sambungnya.

    @detikhealth_official Krisis pangan dan keterbatasan logistik membuat anak-anak terpaksa mengonsumsi mie instan untuk harian, padahal mie instan tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi sehingga memiliki dampak kesehatan pada anak😟 Simak, panduan penanganan bencana dari @Ikatan Dokter Anak Indonesia ♬ original sound – detikHealth

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Bencana Sumatera Picu Kelangkaan Obat, IDAI Soroti Dampaknya”
    [Gambas:Video 20detik]
    (rfd/up)

  • Video: Temuan IDAI soal Trauma Anak-anak Korban Bencana Sumatera

    Video: Temuan IDAI soal Trauma Anak-anak Korban Bencana Sumatera

    Video: Temuan IDAI soal Trauma Anak-anak Korban Bencana Sumatera

  • Video: Sorotan IDAI soal Anak Korban Bencana Aceh Makan Mi Instan Tiap Hari

    Video: Sorotan IDAI soal Anak Korban Bencana Aceh Makan Mi Instan Tiap Hari

    Video: Sorotan IDAI soal Anak Korban Bencana Aceh Makan Mi Instan Tiap Hari

  • Video: Sorotan IDAI soal Anak Korban Bencana Aceh Makan Mi Instan Tiap Hari

    Video: Sorotan IDAI soal Anak Korban Bencana Aceh Makan Mi Instan Tiap Hari

    Video: Sorotan IDAI soal Anak Korban Bencana Aceh Makan Mi Instan Tiap Hari