Category: Detik.com Kesehatan

  • dr Tan Geram soal Alasan MBG Masih Jalan di Libur Sekolah, Soroti Banyak Menu UPF

    dr Tan Geram soal Alasan MBG Masih Jalan di Libur Sekolah, Soroti Banyak Menu UPF

    Jakarta

    Pro kontra makan bergizi gratis (MBG) di libur sekolah belakangan ramai menjadi perdebatan. Ada yang beranggapan MBG di libur sekolah hanya bertujuan menghabiskan anggaran. Di sisi lain, Badan Gizi Nasional memastikan pelaksanaan MBG di libur sekolah demi memenuhi gizi anak yang dikhawatirkan menurun lantaran pola makan tak terpantau.

    Ahli gizi dr Tan Shot Yen mempertanyakan studi di balik alasan tersebut. Ia mengaku geram lantaran kebijakan dan keputusan yang diambil BGN kerap kali tidak berbasis bukti ilmiah.

    “Jika ini alasannya, jujur saya marah. Ada data studi yang menyatakan kekurangan gizi meningkat saat libur?” tanyanya, saat dihubungi detikcom Rabu (24/12/2025).

    dr Tan menyebut alih-alih memerhatikan gizi anak, BGN tampaknya gagal memberikan edukasi pola makan bergizi pada keluarga. Terlebih, menu MBG saat libur sekolah hampir seluruhnya merupakan ultra processed food (UPF).

    Dari sejumlah aduan yang diterima dr Tan dalam akun pribadi Instagramnya, tampak banyak ibu-ibu yang menampilkan pemberian menu MBG berupa biskuit, snack, roti, bahkan untuk bayi berusia 15 bulan.

    “MBG semestinya menjadi template, acuan, rujukan makanan sehat Indonesia. Itu sebabnya free school meal di negeri orang bagus-bagus, di dalamnya memuat. edukasi, di balik makanan ada literasi, setiap kunyahan ada rasa syukur yang sesungguhnya,” lanjut dia.

    “Bukan syukur-syukur sudah dikasih makan, yang cuma isi perut, bukan isi otak,” sesalnya.

    Sebelumnya diberitakan, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati menyebut layanan MBG tetap berlanjut di masa libur sekolah anak lantaran kekhawatiran risiko kekurangan gizi yang justru dinilai bisa meningkat, karena pola makan keluarga tak terpantau.

    “Kami ingin memastikan bahwa masa liburan bukan periode berisiko bagi tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu, tapi tetap menjadi fase yang aman karena dukungan gizi tetap berjalan,” kata Hidayati, dikutip dari laman resmi BGN.

    Halaman 2 dari 2

    (naf/kna)

  • Tes Asah Otak Ini Bikin Mikir Dua Kali, Jangan Buru-buru untuk Jawab

    Tes Asah Otak Ini Bikin Mikir Dua Kali, Jangan Buru-buru untuk Jawab

    Asah Otak

    Daffa Ghazan – detikHealth

    Rabu, 24 Des 2025 10:04 WIB

    Jakarta – Sekilas terlihat sederhana, namun tebakan ini sering mengecoh karena banyak orang menjawab terlalu cepat tanpa mengecek jalur dengan teliti.

  • New York Ketar Ketir Hadapi ‘Tripledemic’, Pasien Flu Membludak

    New York Ketar Ketir Hadapi ‘Tripledemic’, Pasien Flu Membludak

    Jakarta

    Lonjakan kasus penyakit pernapasan, yang dijuluki sebagai ‘tripledemic’, tengah terjadi di New York, Amerika Serikat. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya kasus influenza (flu), Respiratory Syncytial Virus (RSV), dan COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir.

    Menurut Northwell Health di Long Island, secara keseluruhan di negara bagian New York, kasus RSV meningkat 35 persen, COVID-19 naik 15 persen, sementara influenza (flu) menjadi yang paling mengkhawatirkan dengan lonjakan rawat inap hingga 75 persen hanya dalam satu minggu.

    Data terbaru negara bagian menunjukkan terdapat 1.399 pasien rawat inap akibat flu pada pekan yang berakhir 6 Desember. Angka ini meningkat tajam dibandingkan 798 pasien pada pekan sebelumnya.

    Wakil Presiden Senior Layanan Laboratorium Northwell Health, Dwayne Breining, mengatakan kenaikan flu tahun ini terjadi lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.

    Sementara itu, Kepala Kesehatan Masyarakat dan Epidemiologi Northwell Health, Bruce Farber, menyebut angka tersebut kemungkinan belum mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan. Menurutnya, hanya sebagian kecil masyarakat yang menjalani tes.

    “Flu meningkat jauh lebih cepat dibandingkan tahun lalu,” ujar Dwayne.

    Di fasilitas Northwell Health, jumlah pasien rawat inap harian juga meningkat. Jika biasanya rumah sakit merawat sekitar 2.800 pasien per hari, jumlah tersebut sempat naik menjadi 3.500 pasien dalam satu hari.

    Untuk mendeteksi infeksi, Northwell Health menyediakan tes usap mandiri yang dapat mengidentifikasi flu, RSV, dan COVID secara bersamaan. Dari pemeriksaan PCR hidung yang dilakukan pekan lalu, lebih dari 37 persen sampel dinyatakan positif subtipe influenza A.

    Meski vaksin flu tahun ini tidak sepenuhnya sesuai dengan strain yang beredar, dokter menegaskan vaksinasi tetap berperan penting dalam mencegah rawat inap dan kematian, terutama pada kelompok rentan.

    Para dokter mengingatkan musim flu masih akan berlangsung hingga awal musim semi dan menegaskan vaksinasi tetap dianjurkan. Selain itu, langkah pencegahan seperti mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit, dan menghindari kerumunan dinilai efektif menekan penyebaran virus.

    Halaman 2 dari 2

    (suc/kna)

  • Ambisi Dokter Bedah Ingin Hidup sampai Umur 120, Ini Kebiasaan yang Dilakukan

    Ambisi Dokter Bedah Ingin Hidup sampai Umur 120, Ini Kebiasaan yang Dilakukan

    Jakarta

    Mencapai usia 100 tahun mungkin terasa seperti mimpi yang sulit diraih bagi banyak orang. Namun, dr Ramon Vila-Rovira, seorang ahli bedah di Teknon Medical Centre, Barcelona, memiliki target yang lebih ambisius, ia berencana hidup hingga usia 120 tahun.

    Di usianya yang kini menginjak 76 tahun, dr Ramon masih bugar dan tidak menunjukkan tanda-tanda penuaan dini. Rahasianya ternyata bukan sihir, melainkan kedisiplinan pada gaya hidup sehat yang ketat.

    Ia tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, rutin berolahraga, dan selalu memastikan waktu istirahat yang cukup.

    “Kenapa 120 tahun? Karena sejauh ini saya belum mengenal orang yang hidup lebih lama dari itu,” ujarnya dikutip dari Mirror.

    Ia bahkan percaya bahwa dengan bantuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), manusia di masa depan mungkin bisa hidup lebih lama lagi. Namun, syarat utamanya adalah hidup dalam kondisi sehat, bukan terbaring di rumah sakit dalam rasa sakit.

    Hingga saat ini, manusia tertua yang tercatat secara resmi adalah Jeanne Louise Calment asal Prancis, yang hidup hingga usia 122 tahun. Seperti dr Ramon, Jeanne juga aktif secara fisik, bahkan ia masih rutin bersepeda hingga usia 100 tahun.

    Mengurangi Usia Biologis

    Tren panjang umur ini juga diikuti oleh Kayla Barnes-Lentz (34), seorang pakar kesehatan asal Los Angeles. Ia mengklaim telah berhasil memangkas “usia biologisnya” hingga 10 tahun lebih muda dari usia aslinya melalui metode life extension.

    Langkah yang ia lakukan cukup ekstrem, mulai dari mandi air dingin, olahraga pagi buta, hingga memiliki klinik medis pribadi di rumahnya yang dilengkapi kamar oksigen hiperbarik. Kayla bahkan tidak lagi makan di luar bersama teman-teman demi menjaga protokol nutrisinya.

    “Awalnya keluarga menganggap ini terlalu intens. Saya tidak makan makanan keluarga selama bertahun-tahun dan tidak pergi minum-minum atau keluar hingga larut malam,” ungkap Kayla.

    Namun, hasilnya nyata; tes laboratorium menunjukkan organ dalam dan fungsi tubuhnya jauh lebih muda dan sehat dibandingkan rata-rata orang seusianya.

    Halaman 2 dari 2

    (kna/kna)

  • BPOM AS Setujui Pil Wegovy, Obat Oral Pertama untuk Atasi Obesitas

    BPOM AS Setujui Pil Wegovy, Obat Oral Pertama untuk Atasi Obesitas

    Jakarta

    Regulator kesehatan Amerika Serikat (FDA) resmi memberikan lampu hijau bagi versi pil dari obat penurun berat badan populer, Wegovy.

    Ini merupakan obat minum harian pertama yang disetujui untuk menangani obesitas, memberikan pilihan baru bagi jutaan orang yang selama ini bergantung pada obat suntik.

    Dikutip dari The Guardian, pil Wegovy ini mengandung 25 mg semaglutide, bahan aktif yang sama dengan versi suntiknya. Berdasarkan hasil uji klinis, hasilnya cukup menjanjikan.

    Peserta yang meminum pil Wegovy kehilangan rata-rata 13,6 persen dari total berat badan mereka selama 15 bulan.

    Angka ini hampir setara dengan efektivitas Wegovy versi suntik yang mencatat rata-rata penurunan berat badan sekitar 15 persen.

    Salah satu peserta uji klinis, Chris Mertens (35), seorang dokter anak di Wisconsin, mengaku berhasil menurunkan berat badan hingga 18 kilogram. Menurutnya, obat harian ini sangat efektif mengurangi nafsu makan dan pikiran obsesif terhadap makanan.

    Selama ini, akses terhadap obat obesitas terhambat oleh biaya suntikan yang sangat mahal, bisa mencapai lebih dari 1.000 dolar AS (sekitar Rp15 juta) per bulan. Kehadiran versi pil diharapkan bisa menekan biaya produksi dan distribusi sehingga harga menjadi lebih terjangkau.

    Pihak perusahaan menyebutkan bahwa dosis awal kemungkinan akan tersedia dengan harga sekitar 149 dolar AS (sekitar Rp2,3 juta) per bulan melalui penyedia layanan tertentu. Detail lebih lanjut mengenai harga pasar secara luas baru akan diumumkan pada Januari mendatang.

    Aturan Minum dan Efek Samping

    Meski menawarkan kepraktisan, pil Wegovy memiliki aturan konsumsi yang cukup ketat. Obat harus diminum di pagi hari saat perut kosong dengan sedikit air putih, lalu menunggu selama 30 menit sebelum makan atau minum apa pun. Hal ini diperlukan agar obat tidak hancur oleh asam lambung sebelum terserap ke aliran darah.

    Seperti obat golongan GLP-1 lainnya, pil ini juga memiliki efek samping yang perlu diwaspadai, di antaranya adalah mual dan diare. Para pakar menekankan bahwa obat ini akan memberikan hasil maksimal jika dikombinasikan dengan perubahan gaya hidup sehat.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video BPOM: Udang RI yang Ditolak FDA Aman, Kontaminasi Diduga dari Negara Lain”
    [Gambas:Video 20detik]
    (kna/kna)

  • Nggak Ribet, Begini Pola Hidup Sehat yang Bisa Dilakukan Biar Berumur Panjang

    Nggak Ribet, Begini Pola Hidup Sehat yang Bisa Dilakukan Biar Berumur Panjang

    Jakarta

    Mendapatkan umur panjang ternyata bisa dimulai dengan secara konsisten melakukan pola hidup sehat. Menurut spesialis jantung yang berbasis di New York, Amerika Serikat, dr Evan Levine, rahasia hidup lebih panjang justru terletak pada kebiasaan sederhana yang banyak tak disadari.

    Dikutip dari Times of India, dr Levine telah berpraktik puluhan tahun ini mengatakan kebiasaan-kebiasaan sehat tersebut dapat dimulai bahkan pada usia 30 tahun.

    Berikut adalah beberapa kebiasaan sehat yang diklaim dapat memperpanjang umur hingga satu dekade.

    1. Hindari Semua Bentuk Merokok

    Merokok bukan hanya meningkatkan risiko kanker, tetapi juga serangan jantung, stroke, penyakit pembuluh darah, aneurisma aorta, dan tekanan darah tinggi. Bahkan paparan asap rokok pasif pun berbahaya.

    2. Batasi atau Hindari Alkohol

    dr Levine menyarankan tidak minum alkohol sama sekali. Jika sulit, batasi hanya pada beberapa minuman dalam seminggu. Alkohol dapat meningkatkan tekanan darah dan memiliki potensi risiko kanker.

    3. Hindari Fast Food

    Makanan cepat saji mengandung toxic calories yang berdampak buruk pada kesehatan jantung dan metabolisme. Menjauh dari fast food membantu menjaga berat badan tetap sehat dan menurunkan risiko penyakit kronis.

    4. Batasi Penggunaan Obat-obatan

    Selain obat yang diresepkan dokter, dr Levine juga menyarankan untuk membatasi pemakaian obat atau stimulan yang tidak perlu, termasuk beberapa obat ADHD.

    5. Konsisten Berolahraga Setiap Hari

    Aktivitas fisik sangat penting untuk kesehatan jantung. Olahraga tidak harus berat, bahkan berjalan kaki sekitar 7.000 langkah per hari sudah sangat bermanfaat untuk kesehatan.

    6. Kendalikan Tekanan Darah

    Mempertahankan tekanan darah sehat (idealnya di bawah atau sekitar 120/80 mmHg) adalah kunci utama pencegahan penyakit kardiovaskular.

    7. Periksa Kolesterol Secara Rutin

    Kolesterol tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung. dr Levine menyarankan pemeriksaan rutin, serta perubahan gaya hidup atau pengobatan apabila LDL-nya terlalu tinggi.

    8. Hindari Minuman Manis dan Bersoda

    Minuman tinggi gula tidak hanya menyebabkan obesitas, tetapi juga meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. dr Levine merekomendasikan untuk mengurangi konsumsi minuman ini sebanyak mungkin.

    9. Kurangi Stres

    Stres kronis berdampak buruk pada tubuh secara keseluruhan, termasuk kesehatan jantung. dr Levine menyarankan membangun support system yang sehat seperti teman dan keluarga, serta menghindari faktor yang menyebabkan stres berlebihan.

    10. Prioritaskan Kualitas Tidur

    Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk regenerasi tubuh, kesehatan otak, dan kinerja jantung. Kebiasaan tidur yang baik bisa jadi fondasi besar bagi umur panjang seseorang.

    Halaman 2 dari 3

    (dpy/kna)

  • Padahal Bayarnya Ribet, Kenapa Sih ‘Roti Stasiun’ Rasanya Nagih?

    Padahal Bayarnya Ribet, Kenapa Sih ‘Roti Stasiun’ Rasanya Nagih?

    Jakarta

    Sebuah gerai toko roti ada di hampir di stasiun belakangan viral karena menolak pembayaran tunai atau cash. Toko ini hanya melayani transaksi digital, seperti QRIS.

    Dalam video yang beredar, seorang pelanggan tampak marah-marah karena petugas di toko tersebut tidak melayani nenek-nenek yang tidak paham cara pembayaran digital. Pro-kontra lantas mencuat terkait kebijakan toko tersebut.

    Di luar kontroversi metode pembayarannya, toko roti tersebut memang cukup populer lantaran ada di hampir semua stasiun. Meski tidak leluasa bertransaksi, pelanggan toh tetap banyak yang membelinya.

    Padahal jika dilihat dari komposisinya, jenis roti yang kerap disebut coffee bun atau sweet bun ini cukup simpel, dominan berbahan dasar tepung dan gula. Sederhana, bahkan bisa dibilang bukan makanan istimewa. Namun di jam-jam tertentu, terutama sore hingga malam hari, antrean pembeli jarang sekali sepi.

    Kok bisa ya, roti yang cuma gula dan tepung begitu saja kok banyak yang beli?

    Tubuh Lelah, Mencari Energi Cepat

    Setelah aktivitas panjang seharian, terutama bagi pekerja yang harus menempuh perjalanan jauh dengan KRL, tubuh sebenarnya berada dalam kondisi defisit energi ringan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kelelahan fisik dan mental berkaitan dengan menurunnya kadar glukosa darah serta berkurangnya simpanan glikogen di otot dan hati. Dalam situasi ini, tubuh akan secara otomatis mendorong keinginan untuk mengonsumsi makanan yang cepat diubah menjadi energi.

    Karbohidrat sederhana, seperti tepung putih dan gula, dicerna jauh lebih cepat dibandingkan karbohidrat kompleks. Ketika dikonsumsi, jenis karbohidrat ini dengan cepat meningkatkan kadar glukosa darah dan menyediakan bahan bakar instan bagi otak. Inilah sebabnya makanan seperti roti manis terasa sangat “pas” saat tubuh sudah lelah.

    Studi British Journal of Nutrition (2018) menunjukkan bahwa saat berada dalam kondisi lelah atau kurang energi, otak cenderung memprioritaskan makanan dengan kandungan energi tinggi dan mudah diserap. Artinya, pilihan makanan tidak lagi sepenuhnya rasional, tetapi dipengaruhi oleh kebutuhan biologis untuk memulihkan tenaga secepat mungkin.

    Ada Efek Psikologis dari Gula-Karbohidrat

    Bukan hanya soal energi, makanan manis juga memiliki efek langsung pada sistem saraf pusat. Jurnal Advances in Nutrition (2025) menunjukkan bahwa konsumsi karbohidrat dapat meningkatkan ketersediaan triptofan di otak, asam amino yang berperan dalam pembentukan serotonin. Serotonin dikenal sebagai neurotransmitter yang berhubungan dengan perasaan tenang, nyaman, dan suasana hati yang lebih stabil.

    Makanan tinggi karbohidrat sering dipilih saat seseorang berada dalam kondisi stres atau kelelahan emosional. Hal ini bukan kebetulan. Asupan gula dan karbohidrat juga memicu pelepasan dopamin, zat kimia otak yang memberikan sensasi senang dan kepuasan. Kombinasi inilah yang membuat makanan manis terasa menenangkan, bahkan bisa memberikan efek “reward” tubuh merasa lelah.

    Karena mekanisme inilah roti manis sering dianggap sebagai comfort food. Saat tubuh dan pikiran lelah, sensasi yang muncul setelah mengonsumsinya kerap dikaitkan dengan rasa nyaman. Tak heran jika keinginan untuk membeli roti muncul justru saat kondisi fisik dan mental sedang drop, seperti di jam pulang kerja.

    Cemilan ringan tinggi gula memberikan energi cepat bagi para commuter yang kelelahan. Foto: Grandyos Zafna

    Aroma yang Menggugah Selera

    Daya tarik roti di stasiun tidak lepas dari peran aroma. Penciuman memiliki jalur langsung ke sistem limbik, bagian otak yang mengatur emosi, memori, dan nafsu makan. Jurnal Foods tahun 2016 mengatakan kalau aroma makanan mampu memicu respons makan bahkan sebelum tubuh benar-benar lapar.

    Ketika seseorang mencium bau roti, otak secara otomatis mengaitkannya dengan pengalaman rasa hangat, kenyang, dan menyenangkan. Proses ini terjadi sangat cepat dan sering kali di luar kesadaran, sehingga keputusan membeli terasa spontan.

    Dalam lingkungan seperti stasiun KRL, di mana orang sudah lelah dan cadangan energi menurun, efek aroma ini menjadi jauh lebih kuat. Bau roti bukan hanya menggugah selera, tetapi juga memperkuat sinyal biologis tubuh yang sedang mencari asupan cepat.

    Stasiun, Waktu Pulang, dan Craving yang Bertemu

    Lokasi stasiun KRL memperkuat semua faktor tadi. Banyak orang berada di fase transisi antara aktivitas dan istirahat. Energi sudah terkuras, pikiran ingin cepat pulang, dan waktu makan malam sering kali masih beberapa jam lagi. Dalam kondisi ini, tubuh berada pada fase yang rentan terhadap craving makanan tinggi energi.

    Roti manis menjadi pilihan yang sangat praktis. Mudah dimakan sambil berjalan, harganya relatif terjangkau, dan memberikan kepuasan cepat. Secara ilmiah, kondisi ini berkaitan dengan penurunan kadar gula darah dan meningkatnya hormon lapar, yang membuat otak lebih responsif terhadap makanan tinggi karbohidrat dan gula.

    Efek Setelahnya yang Perlu Diwaspadai

    Di balik sensasi kenyang dan nyaman yang muncul, roti manis juga memicu respons metabolik tertentu di dalam tubuh yaitu glucose spike. Kandungan gula dan tepung olahan dapat menyebabkan peningkatan gula darah yang berlangsung cepat, lalu diikuti penurunan dalam waktu relatif singkat. Ketika kadar gula darah kembali turun, sinyal lapar pun bisa muncul kembali dan keinginan untuk makan atau ngemil pun muncul.

    Jika pola ini terjadi berulang tanpa diimbangi asupan protein, serat, dan lemak sehat, kestabilan energi harian dapat terganggu. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut berpotensi memengaruhi pengaturan nafsu makan, berat badan, serta risiko penyakit metabolik.

    Halaman 2 dari 5

    Simak Video “Video: Gula Berlebihan, Bahaya Mengintai!”
    [Gambas:Video 20detik]
    (mal/up)

  • Kemenkes dan Pemprov DKI Gelar Vaksinasi HPV Gratis di Jakarta

    Kemenkes dan Pemprov DKI Gelar Vaksinasi HPV Gratis di Jakarta

  • Sekilas Terlihat Susah, Tapi Bisa Jawab Semua? Fix, IQ Kamu Tinggi

    Sekilas Terlihat Susah, Tapi Bisa Jawab Semua? Fix, IQ Kamu Tinggi

    Asah Otak

    Daffa Ghazan – detikHealth

    Selasa, 23 Des 2025 20:02 WIB

    Jakarta – Soal hitung-hitungan ini sekilas tampak rumit dan bikin mikir. Namun jika bisa menjawabnya dengan cepat dan tepat, itu tanda IQ kamu tergolong tinggi.

  • Variasi Orgasme Pria Dibongkar Pakar Seks, Ternyata Ada 5 Jenis Berbeda

    Variasi Orgasme Pria Dibongkar Pakar Seks, Ternyata Ada 5 Jenis Berbeda

    Jakarta

    Orgasme pada pria kerap dianggap sebagai proses yang sederhana. Namun, fakta medis menunjukkan hal yang lebih kompleks.

    Pakar menyebut pria ternyata bisa mengalami berbagai jenis orgasme dengan sensasi dan mekanisme yang berbeda-beda. Terapis seksual sekaligus perawat spesialis Lorraine Grover menjelaskan bahwa setidaknya ada enam jenis orgasme yang dapat dialami pria.

    Menariknya, variasi orgasme ini bukan hanya berkaitan dengan kenikmatan seksual. Tetapi juga memberikan dampak pada kesehatan, termasuk penurunan risiko kanker prostat.

    “Banyak pria tidak menyadari bahwa orgasme tidak selalu harus disertai ereksi atau ejakulasi,” tutur Grover, dikutip dari Unilad.

    Menurutnya, memahami variasi orgasme dapat membantu mengurangi tekanan psikologis, sekaligus meningkatkan kualitas hubungan intim. Meski begitu, tidak semua pria akan mengalami keenam jenis orgasme tersebut.

    “Setiap tubuh berbeda. Ada yang lebih peka secara fisik atau emosional, sementara yang lain membutuhkan waktu, dukungan, atau kondisi kesehatan yang lebih baik. Kuncinya bukan membandingkan diri, tapi rasa ingin tahu,” jelasnya.

    Hubungan Ejakulasi dan Risiko Kanker Prostat

    Selain soal kenikmatan, orgasme yang disertai ejakulasi juga dikaitkan dengan manfaat kesehatan jangka panjang. Sebuah studi tahun 2016 menunjukkan bahwa rutin berejakulasi dapat membantu menurunkan risiko kanker prostat secara signifikan.

    Penelitian dari Harvard University memperkuat temuan ini. Berdasarkan data mereka, pria yang berejakulasi setidaknya 21 kali dalam sebulan memiliki risiko kanker prostat 20 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang frekuensinya lebih jarang.

    Hal ini dianggap penting karena saat ini kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker paling umum pada pria, dengan perkiraan 1,5 hingga 1,6 juta kasus baru setiap tahunnya di seluruh dunia.

    Jenis-jenis Orgasme Pria

    1. Orgasme dengan ejakulasi

    Ini merupakan jenis orgasme yang paling dikenal. Ejakulasi merupakan pelepasan air mani dari penis yang diserti orgasme, melalui proses kontraksi otot panggul.

    Sensasinya berupa pelepasan ketegangan yang singkat dan berirama. Meski umum, hanya sekitar 60 persen pria yang selalu mencapainya dalam setiap aktivitas seksual.

    2. Orgasme panggul

    Jenis ini bergantung pada kontraksi otot dasar panggul dan dapat terjadi dengan sedikit atau tanpa sentuhan langsung. Sensasinya berupa denyutan internal di area tubuh bagian bawah dan bisa terjadi tanpa ejakulasi.

    3. Orgasme kering

    Pria juga bisa mencapai orgasme tanpa ejakulasi. Menurut Grover, sensasinya tetap terasa, meski intensitasnya lebih rendah dan waktu pemulihan lebih cepat.

    Namun, jika terjadi terus-menerus, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

    4. Orgasme campuran

    Jenis ini merupakan kombinasi stimulasi penis dan prostat, yang menghasilkan sensasi berlapis dan lebih dalam. Latihan kontrol ejakulasi dan otot panggul dapat membantu mencapainya.

    5. Orgasme ganda

    Meski jarang terjadi, sebagian pria mampu mengalami lebih dari satu orgasme dalam satu sesi. Hal ini cukup menantang karena umumnya mengalami fase refrakter, yakni periode saat tubuh kurang responsif pada rangsangan seksual.

    Grover menekankan fokus berlebihan pada hasil justru bisa menghambat pengalaman seksual.

    “Saat perhatian dialihkan ke sensasi, bukan target orgasme, tubuh sering kali memberi kejutan,” pungkasnya.

    Halaman 2 dari 3

    (sao/kna)