Category: Detik.com Kesehatan

  • Risiko Fatal di Balik Tren Viral Duduk Meringkuk di Pesawat

    Risiko Fatal di Balik Tren Viral Duduk Meringkuk di Pesawat

    Jakarta

    Tren duduk meringkuk di pesawat tengah banyak diperbincangkan di media sosial, diklaim memberikan posisi paling nyaman selama penerbangan. Namun pakar kesehatan mengingatkan risiko fatal yang menyertainya.

    Dalam berbagai video yang dibagikan, tren viral ini digambarkan sebagai posisi duduk dengan kaki diangkat ke bangku pesawat hingga lutut merapat ke badan. Sabuk pengaman atau seatbelt dikencangkan, mengikat kaki dan badan sekaligus.

    Posisi yang disebut-sebut paling nyaman untuk tidur ini lantas menuai kontroversi. Beberapa pengguna TikTok menceritakan, dirinya malah dapat teguran dari flight attendant gara-gara mengikuti tren tersebut.

    Di sisi lain, pakar kesehatan mengingatkan ada risiko fatal di balik tren tersebut, khususnya jika dilakukan selama penerbangan jarak jauh. Carole Lieberman, seorang psikiater yang berpengalaman menangani kesehatan mental penumpang pesawat mengaitkannya dengan deep vein thrombosis.

    “Tren ini sangat berbahaya karena membuat kaki berada dalam posisi terkompresi dengan ketat,” jelasnya, dikutip dari NY Times.

    “Deep vein thrombosis bisa memicu embolisme pulmoner yang bisa mematikan,” lanjutnya.

    Duduk di pesawat dengan kaki diangkat merapat ke badan, lalu diikat dengan sabuk pengaman, disebut sebagai posisi paling nyaman dalam sebuah tren viral. Foto: Getty Images/gchutka

    Dikutip dari Cleveland Clinic, Deep Vein Thrombosis (DVT) terjadi ketika thrombus atau gumpalan darah terbentuk di pembuluh darah sehingga menghambat aliran darah. Umumnya terjadi di kaki, tetapi bisa juga terjadi di berbagai bagian tubuh seperti lengan, otak, bahkan usus dan ginjal.

    Meski DVT sendiri tidak mematikan, terbentuknya gumpalan darah punya potensi terbawa aliran darah dan memicu sumbatan di bagian yang fatal. Pulmonary embolism (PE) atau embolisme paru terjadi ketika gumpalan darah terbawa hingga pembuluh darah di paru dan merupakan kondisi yang membahayakan nyawa.

    Halaman 2 dari 2

    (up/up)

  • Tubuh Kekurangan Vitamin D? Ini 8 Dampak yang Bisa Dirasakan

    Tubuh Kekurangan Vitamin D? Ini 8 Dampak yang Bisa Dirasakan

    Jakarta

    Sering merasa mudah lelah, nyeri otot, atau gampang jatuh sakit tanpa alasan yang jelas? Bisa jadi tubuh sedang kekurangan vitamin D.

    Nutrisi ini berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, fungsi otot, hingga sistem kekebalan tubuh. Sayangnya, masih banyak orang yang belum menyadari pentingnya asupan vitamin D bagi kesehatan sehari-hari.

    Tanda Kekurangan Vitamin D

    Ada beberapa tanda yang dapat muncul saat tubuh kekurangan vitamin D. Dikutip dari laman Healthline, berikut penjelasannya.

    1. Sering Sakit atau Infeksi

    Vitamin D berinteraksi langsung dengan sel-sel yang bertanggung jawab untuk mengatasi infeksi. Jika sering sakit, kadar vitamin D yang rendah mungkin menjadi faktor penyebabnya.

    Penelitian menunjukkan ada hubungan antara kekurangan vitamin D dan infeksi saluran pernapasan, seperti flu, bronkitis, dan pneumonia. Ulasan tahun 2020 juga menemukan, kekurangan vitamin D dikaitkan dengan beberapa penyakit virus, seperti:

    2. Kelelahan

    Beberapa penelitian menunjukkan kekurangan vitamin D bisa menyebabkan kelelahan. Studi tahun 2019 pada 480 irang dewasa lanjut usia mengaitkan kekurangan vitamin D dengan gejala kelelahan.

    Sementara, penelitian pada 39 anak mengaitkan kadar vitamin D yang rendah dengan kualitas tidur yang buruk, durasi tidur yang lebih pendek, dan waktu tidur yang terlambat. Hal ini bisa menyebabkan peningkatan kelelahan.

    Sebuah riset juga menunjukkan bahwa suplementasi vitamin D bisa mengurangi tingkat keparahan kelelahan pada orang yang mengalami kekurangan vitamin D.

    3. Nyeri Tulang dan Punggung

    Vitamin D menjaga kesehatan tulang dengan meningkatkan penyerapan kalsium oleh tubuh. Nyeri tulang dan nyeri punggung bawah mungkin merupakan gejala kekurangan vitamin D.

    Pada ulasan tahun 2018, dari 81 penelitian ditemukan bahwa orang dengan radang sendi, nyeri otot, dan nyeri kronis yang meluas cenderung mempunyai kadar vitamin D yang lebih rendah daripada orang tanpa kondisi tersebut.

    4. Kecemasan dan Depresi

    Kekurangan vitamin D juga dikaitkan dengan kecemasan dan depresi, khususnya pada lansia. Tapi, beberapa hasil penelitian saling bertentangan dan penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

    Efek dari suplemen vitamin D jua beragam, Namun, beberapa ulasan menemukan bahwa splemen ini bisa membantu meringankan gejala depresi.

    5. Penyembuhan Luka yang Lambat

    Luka yang sembuh lebih lambat, baik setelah operasi maupun akibat cedera, dapat menjadi tanda kadar vitamin D yang rendah. Sebuah ulasan pada tahun 2019 menemukan bahwa kekurangan vitamin D dapat mengganggu sejumlah aspek dalam proses penyembuhan luka, termasuk pada pasien yang menjalani operasi gigi.

    Hal ini diduga karena vitamin D berperan dalam meningkatkan produksi senyawa penting untuk pembentukan jaringan kulit baru selama proses penyembuhan. Selain itu, peran vitamin D dalam mengendalikan peradangan dan membantu melawan infeksi juga dinilai penting agar luka dapat pulih dengan optimal.

    6. Rambut Rontok

    Peneliian menunjukkan, kerontokan rambut mungkin disebabkan oleh kekurangan nutrisi. Dalam sebuah studi, kadar vitamin D yang rendah dikaitkan dengan alopecia areata, penyakit autoimun yang ditandai dengan kerontokan rambut yang parah.

    Studi tahun 2015 yang melibatkan 48 orang dengan kondisi ini menemukan bahwa penggunaan vitamin D sintesis secara topikal selama 12 minggu meningkatkan pertumbuhan rambu secara signifikan.

    7. Nyeri Otot

    Sering kali, sulit mengetahui penyebab nyeri otot. Namun, kekurangan vitamin D mungkin menjadi salah satu penyebabnya. Dalam sebuah studi tahun 2014 ditemukan bahwa 71 persen sebagian pengidap nyeri kronis mengalami kekurangan vitamin D.

    8. Penambahan Berat Badan

    Obesitas merupakan faktor risiko untuk kekurangan vitamin D. Menurut studi pada tahun 2020 pada orang dewasa, ditemukan kemungkinan adanya hubungan antara kadar vitamin D yang rendah dengan lemak perut dan peningkatan berat badan. Meski demikian efek ini lebih terlihat pada pria.

    (elk/suc)

  • Haruskah Jalan Kaki 10 Ribu Langkah Sehari Biar Bugar? Ini Saran Dokter Timnas

    Haruskah Jalan Kaki 10 Ribu Langkah Sehari Biar Bugar? Ini Saran Dokter Timnas

    Jakarta

    Banyak pendapat yang beredar mengenai jumlah langkah kaki yang ideal untuk kesehatan. Ada yang menyebut 5 ribu langkah sudah cukup, ada yang mematok 7 ribu, hingga anggapan umum bahwa minimal harus mencapai 10 ribu langkah. Namun, berapa sebenarnya rekomendasi yang tepat menurut fakta medis?

    Praktisi kebugaran dr Anita Suryani, SpKO dari EMC Healthcare menjelaskan, rekomendasi terkait jumlah langkah dalam sehari memang bervariasi lantaran ilmu pengetahuan terus berkembang. Menurutnya, rujukan utama adalah fakta ilmiah yang sudah terbukti melalui riset.

    “Penelitian juga bisa berubah. Hari ini bisa A, besok bisa Z. Jadi kita ngomong berdasarkan yang sudah terbukti saja,” ujar dr Anita, kepada detikcom, Rabu (24/12/2025).

    Berapa Langkah yang Ideal

    Dokter yang turut mendampingi timnas dayung Indonesia di SEA Games Thailand 2025 ini menyebut, sebelumnya pernah ada rekomendasi yang menyebut angka idealnya adalah 7.500 langkah sehari. Namun dalam perkembangannya, kini ada rekomendasi yang lebih baru.

    “Sekarang itu minimal 8.500 langkah per hari. Kalau 10 ribu juga boleh, sudah cukup untuk membuat seorang jadi fit,” kata dr Anita.

    Lebih Banyak Lebih Baik

    Menurut dr Anita, jumlah langkah jalan kaki bisa terus ditingkatkan selama tubuh sudah terbiasa. Selama tubuh sudah terbiasa, rekomendasi 8.500 langkah tidak menjadi batasan untuk men-challenge rutinitas jalan kaki.

    “Mau sampai 20 ribu kalau biasa juga nggak apa-apa,” sambungnya.

    Membiasakan tubuh dalam olahraga dapat menimbulkan efek kecanduan positif karena memicu produksi endorfin, morfin alami tubuh. Pada fase tertentu, tubuh justru akan terasa tidak enak jika tidak bergerak selama 30 menit hingga satu jam.

    “Olahraga bisa bikin kecanduan. Karena menghasilkan endorfin (morfin alami tubuh). Dan kalau sudah kecanduan olahraga, itu yang enak. Artinya mesti biasain badan kita ini tersiksa sampai merasa kalau belum jalan 1 jam atau 30 menit, nggak enak badannya,” tutupnya.

    Halaman 2 dari 2

    (rfd/up)

  • Risiko Gangguan Pola Makan di Balik Tren Viral ‘Great Lock In’ yang Melanda Gen Z

    Risiko Gangguan Pola Makan di Balik Tren Viral ‘Great Lock In’ yang Melanda Gen Z

    Jakarta

    Tren baru Great Lock-In melanda Gen Z, yakni menarik diri dari kehidupan sosial untuk memberi ruang bagi diri sendiri. Berjam-jam berada di rumah, membatasi aktivitas sosial, dan menjalani ritme hidup yang lebih pelan.

    Perilaku ini kerap dicap sebagai bentuk kemalasan atau isolasi diri. Namun, fenomena yang sedang viral di media sosial ini justru lahir dari niat berbeda: memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk menata ulang arah hidup.

    Tren yang ramai diperbincangkan di TikTok dan media sosial ini kerap disalahpahami sebagai sikap menarik diri dari dunia luar. Padahal, bagi banyak orang, Great Lock-In merupakan fase reflektif yaitu memperlambat langkah untuk memperbaiki kebiasaan hidup, termasuk pola makan.

    Sayangnya, perubahan ritme hidup ini sering diiringi asupan gizi yang tidak seimbang, sehingga tubuh mudah lelah dan kehilangan energi. Di sinilah hubungan antara Great Lock-In dan urusan energi tubuh mulai terlihat lebih jelas.

    Mengapa Pola Makan Jadi Kunci di Fase Great Lock-In?

    Melambatnya aktivitas harian tidak otomatis menurunkan kebutuhan energi tubuh. Otak, metabolisme, dan sistem hormonal tetap bekerja untuk menjaga fungsi dasar tubuh. Namun dalam fase Great Lock-In, pola waktu makan kerap menjadi tidak konsisten, konsumsi karbohidrat sederhana meningkat, sementara asupan protein, serat, dan mikronutrien justru menurun. Kondisi ini membuat tubuh mudah lesu dan sulit fokus meski aktivitas fisik relatif ringan.

    Sejumlah penelitian gizi menunjukkan bahwa ketidakseimbangan asupan nutrisi berhubungan langsung dengan kelelahan dan penurunan fungsi kognitif. Tinjauan dalam jurnal Nutrients (2020) melaporkan bahwa kekurangan protein, serat, serta mikronutrien seperti vitamin B, zat besi, dan magnesium berkaitan dengan rendahnya ketersediaan energi dan performa mental. Sementara itu, Proceedings of the Nutrition Society menyoroti bahwa pola waktu makan yang tidak teratur dan dominasi karbohidrat sederhana dapat memicu rasa lelah harian, bahkan ketika tingkat aktivitas tidak tinggi.

    Meski kerap diniatkan sebagai fase hidup yang lebih sehat dan reflektif, Great Lock-In sering diiringi pergeseran pola makan yang justru melemahkan energi tubuh.

    Kesalahan Pola Makan yang Sering Terjadi Saat Great Lock-In

    Perubahan pola makan dapat menyertai Great Lock In akibat beberapa kesalahan berikut.

    Mengira kebutuhan energi ikut turun drastis

    Meski aktivitas fisik berkurang, kebutuhan energi untuk fungsi otak dan metabolisme dasar tetap berjalan. Ketidaksesuaian antara asupan dan kebutuhan ini dapat memicu kelelahan dan penurunan performa, meski aktivitas sehari-hari tergolong ringan.

    Jam makan tidak teratur atau sering melewatkan waktu makan

    Pola brunch-late dinner atau makan hanya saat lapar membuat asupan energi tidak stabil dan tubuh lebih mudah lelah. Kajian chrononutrition dalam jurnal Nutrients menunjukkan bahwa pola waktu makan yang tidak konsisten dapat memengaruhi regulasi energi, metabolisme glukosa, dan rasa lelah sepanjang hari.

    Dominasi karbohidrat sederhana dan Ultra Processed Food (UPF)

    Pola makan rendah protein dan serat berkaitan dengan fluktuasi energi dan penurunan fokus, terutama bila disertai aktivitas harian yang minim gerak.

    Asupan mikronutrien terabaikan

    Mikronutrien seperti vitamin B kompleks, zat besi, dan magnesium berperan penting dalam produksi energi sel. Kekurangannya tidak hanya memicu rasa lelah, tetapi juga menurunkan konsentrasi, kestabilan mood, dan performa mental, sebagaimana dilaporkan dalam sejumlah tinjauan ilmiah di jurnal Nutrients dan Proceedings of the Nutrition Society.

    Rasa lelah disalahartikan sebagai kurang motivasi

    Studi observasional menunjukkan pola makan yang buruk dapat memengaruhi mood dan fungsi mental, sehingga rasa lelah kerap dianggap sebagai kemalasan, padahal akar masalahnya adalah tubuh kekurangan energi yang berkualitas.

    Kesimpulannya, studi-studi ini memperkuat bahwa rasa lesu yang muncul dalam fase Great Lock-In bukan semata persoalan kemauan, melainkan sinyal tubuh yang tidak mendapat asupan gizi seimbang. Karena itu, pola makan menjadi kunci agar fase ini benar-benar berfungsi sebagai proses penataan ulang hidup yang sehat.

    Lalu, bagaimana seharusnya pola makan disusun agar fase Great Lock-In ini benar-benar memberikan dampak positif?

    Apa yang Sebaiknya Dimakan Saat Great Lock-In?

    Untuk mengurangi dampak, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan:

    Protein cukup di setiap waktu makan

    Protein membantu menjaga energi lebih stabil dan mendukung fungsi otak. Studi dalam Nutrients menunjukkan asupan protein yang cukup membantu menjaga energi tetap stabil dan mendukung fungsi otak.

    Karbohidrat kompleks, bukan sekadar cepat kenyang

    Pilihan seperti nasi merah, oatmeal, atau umbi-umbian membantu menjaga kestabilan gula darah dibanding karbohidrat sederhana, sehingga energi lebih tahan lama.

    Serat dari sayur dan buah tetap penting

    Serat berperan dalam regulasi metabolisme dan kesehatan pencernaan, sehingga membantu menjaga kestabilan energi dan mencegah tubuh mudah lesu.

    Perhatikan mikronutrien kunci

    Zat besi, vitamin B kompleks, dan magnesium berperan dalam produksi energi sel. Zat besi dibutuhkan untuk membantu pengangkutan oksigen ke seluruh jaringan tubuh melalui hemoglobin, sehingga sel dapat menghasilkan energi secara optimal.

    Sementara itu, vitamin B kompleks berperan sebagai kofaktor dalam proses metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak menjadi energi. Magnesium turut terlibat dalam aktivasi enzim dan pembentukan adenosin trifosfat (ATP), yaitu sumber energi utama bagi sel.

    Kekurangan salah satu dari mikronutrien ini dapat mengganggu proses produksi energi, yang pada akhirnya membuat tubuh mudah lelah dan sulit mempertahankan konsentrasi.

    Jaga jam makan tetap teratur

    Literatur chrononutrition menunjukkan bahwa jadwal makan yang konsisten membantu tubuh mengatur energi dan ritme biologis harian. Sebaliknya, pola makan yang tidak teratur dapat mengganggu kerja jam biologis tubuh (circadian rhythm), termasuk regulasi hormon insulin, kortisol, dan hormon lapar-kenyang.

    Gangguan ini membuat pengelolaan gula darah menjadi kurang stabil, sehingga energi lebih cepat naik lalu turun drastis. Akibatnya, tubuh lebih mudah merasa lelah, mengantuk, dan sulit fokus meski asupan kalori tidak selalu rendah.

    Melambatkan ritme hidup sering disalahartikan sebagai kebutuhan untuk makan lebih sedikit. Padahal, yang lebih penting adalah ketepatan komposisi dan keteraturan makan. Asupan yang seimbang antara karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serat, serta mikronutrien justru membantu tubuh beradaptasi dengan ritme hidup yang lebih pelan tanpa kehilangan energi. Dengan pendekatan ini, Great Lock-In dapat menjadi fase transisi menuju kebiasaan hidup yang lebih berkelanjutan, bukan sumber kelelahan baru.

    Halaman 2 dari 3

    Simak Video “Video: PDSKJI Sebut Daya Kognitif Lemah Buat Perilaku Remaja Makin Agresif”
    [Gambas:Video 20detik]
    (fti/up)

  • Fakta-fakta AS Tarik Lagi Udang Beku Asal RI, Diduga Terpapar Radioaktif Cs-137

    Fakta-fakta AS Tarik Lagi Udang Beku Asal RI, Diduga Terpapar Radioaktif Cs-137

    Jakarta

    Amerika Serikat kembali menarik udang beku asal Indonesia dari peredaran. Food and Drug Administration AS (FDA) mengumumkan penarikan tersebut dilakukan karena produk diduga terkontaminasi zat radioaktif cesium-137 (Cs-137).

    Penarikan ini diumumkan oleh FDA melalui laman resminya. Berikut fakta-faktanya.

    Kronologi Penarikan Udang Beku Asal RI

    Pada 19 Desember 2025, Direct Source Seafood LLC yang berbasis di Bellevue, Washington, mengumumkan penarikan kembali sekitar 83.800 kantong udang mentah beku impor dari Indonesia.

    Produk tersebut dipasarkan dengan merek Market 32 dan Waterfront Bistro. penarikan tersebut dilakukan karena produk diduga diproses, dikemas, atau disimpan dalam kondisi yang tidak higienis, sehingga berpotensi terkontaminasi Cs-137.

    Kedua produk tersebut ditemukan di Connecticut, Massachusetts, New Hampshire, New York, Pennsylvania, dan Vermont. Juga di Colorado, Iowa, Idaho, Illinois, Indiana, Montana, North Dakota, Nevada, Oregon, Utah, dan Wyoming.

    Merek Udang Beku Asal RI yang Diduga Terkontaminasi

    Berdasarkan temuan FDA, berikut ini merek udang beku yang diduga terkontaminasi zat radioaktif:

    Market 32

    Penjual: Price ChopperTanggal kedaluwarsa: 22/04/27, 23/04/27, 24/04/27, 26/04/27 atau 27/04/27.

    Waterfront Bistro

    Penjual: Jewel-Osco, Albertsons, Safeway, Lucky, dan SupermarketTanggal kedaluwarsa: 25 April 2027 atau 26 April 2027.

    Apa Itu Cesium-137 dan Bahayanya?

    US Environmental Protection Agency (EPA) menyebut, Cesium merupakan logam putih keperakan dengan simbol kimia ‘Cs’ yang bersifat lunak dan memiliki titik lebur yang rendah sehingga mencair di suhu ruang. Logam ini mudah berikatan dengan klorida, membentuk serbuk kristal.

    Bentuk atau isotop radioaktif yang umum ditemukan adalah Cs-137 atau Cesium-137, yang dihasilkan dari fisi nuklir untuk keperluan medis maupun alat ukur. Cs-137 juga dihasilkan sebagai byproduct atau produk sampingan dari proses fisi di reaktor nuklir maupun uji coba senjata nuklir.

    Paparan eksternal Cs-137 dalam jumlah besar bisa menyebabkan luka bakar, penyakit radiasi akut, dan bahkan kematian. Kondisi yang memungkinkan terjadinya paparan dalam jumlah besar antara lain detonasi atau ledakan nuklir atau kecelakaan nuklir yang besar.

    Dalam kondisi normal, paparan Cs-137 dalam jumlah besar tidak ditemukan di lingkungan.

    Dampak kesehatan dari paparan Cs-137 bisa meningkatkan risiko kanker karena keberadaan radiasi gamma energi tinggi. Paparan internal baik terhirup maupun tertelan menyebabkan material radioaktif terdistribusi ke jaringan lunak, terutama otot sehingga meningkatkan risiko kanker.

    “Cs-137 adalah radioisotop cesium buatan manusia. Jejak Cs-137 tersebar luas dan dapat ditemukan di lingkungan pada tingkat latar belakang, dan pada tingkat yang lebih tinggi di air atau makanan yang ditanam, dipelihara, atau diproduksi di daerah dengan kontaminasi lingkungan,” demikian keterangan FDA, dikutip Jumat (26/12).

    “Efek kesehatan utama yang perlu diperhatikan setelah paparan dosis rendah berulang dalam jangka panjang (misalnya, melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi dari waktu ke waktu) adalah peningkatan risiko kanker, yang diakibatkan oleh kerusakan DNA di dalam sel hidup tubuh,” kata FDA.

    Sebelum kasus terbaru ini, AS juga sempat mendeteksi kontaminasi radioaktif Cesium-137 (Cs-137) pada sejumlah produk ekspor, mulai dari udang, cengkeh, hingga alas kaki seperti sepatu kets.

    Halaman 2 dari 3

    (suc/suc)

  • Video KuTips: Stay Waras dari Berisiknya Berita Buruk di Medsos

    Video KuTips: Stay Waras dari Berisiknya Berita Buruk di Medsos

    Video KuTips: Stay Waras dari Berisiknya Berita Buruk di Medsos

  • Fakta-fakta ‘Super Flu’ Merebak di AS, Disebut Lebih Ganas dan Menular

    Fakta-fakta ‘Super Flu’ Merebak di AS, Disebut Lebih Ganas dan Menular

    Jakarta

    Berdasarkan data terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention AS (CDC), kasus influenza di Amerika Serikat terus meningkat. Salah satu wilayah dengan tingkat aktivitas flu tertinggi adalah New York City.

    Sejauh ini sebagian besar kasus flu dikaitkan dengan varian baru influenza A yang dikenal sebagai subclade K. Menurut analisis lebih dari 900 sampel flu yang dianaliss, sekitar 90 persen merupakan virus influenza tipe A (H3N2). Dari sampel yang menjalani pengujian genetik lanjutan, hampir 90 persen di antaranya tergolong subclade K.

    CDC melaporkan sedikitnya 4,6 juta kasus flu sejauh musim ini dengan sekitar 49 ribu pasien harus menjalani rawat inap. Puncak musim flu masih diperkrakan berlangsung hingga setidaknya bulan Februari, namun, penyebaran varian flu yang dijuluki ‘super flu’ tersebut belum menunjukkan tanda-tanda melambat.

    Subclade K bertanggung jawab lebih dari separuh kasus flu di Amerika Serikat hingga pertengahan November. Jika tidak ditangani, infeksi bisa memicu komplikasi serius, seperti infeksi telinga dan sinus, bronkitis, pneumonia, hingga kematian. Hingga 1.900 kematian akibat flu hingga 13 Desember.

    “Musim flu kali ini benar-benar serius. Kasus yang kami lihat jauh lebih banyak dari biasanya untuk periode ini,” kata Dr Amanda Kravitz, dokter anak di Weill Cornell Medicine, kepada CBS Mornings.

    CDC mencatat, mutasi pada varian itu menyebabkan ketidaksesuaian (mismatch) dengan komposisi vaksin flu musim ini. Namun, para ahli menegaskan vaksin flu tetap efektif dalam menurunkan risiko penyakit berat, termasuk rawat inap dan kematian.

    “Bahkan dengan adanya varian ini dan ketidaksesuaian vaksin, mendapatkan vaksin flu tetap sangat penting,” ujar John Brownstein, epidemiolog, dikutip dari ABC News.

    Gejala Dilaporkan Lebih Berat

    Virus H3N2 dikenal menyebabkan gejala yang lebih berat dibandinkan infeksi pernapasan umum. Adapun gejala yan dirasakan yaitu demam tinggi, kelelahan berat, nyeri otot hebat, pilek atau hidung tersumbat, muntah atau diare, menggigil, dan sakit tenggorokan.

    Sekilas, gejala ini mirip flu pada umumnya. tapi para ahli menyoroti satu perbedaan penting.

    “Gejalanya sangat intens dan muncul dengan sangat cepat,” tambah Kravitz.

    Tak hanya di Amerika Serikat, varian terbaru ini juga menyebar secara internasional dengan peningkatan kasus di Inggris dan Kanada. Bahkan, Jepang lebih awal menyatakan wabah inflenza internasional dengan lebih dari 6.000 kasus.

    Subclade K Pertama Kali Terdeteksi di Eropa

    Virus influenza memiliki empat tipe, yaitu A, B, C, dan D. Menurut CDC, influenza tipe A dan B adalah penyebab wabah flu musiman setiap musim dingin.

    Strain flu yang paling sering beredar di Amerika Serikat adalah H1N1 dan H3N2 (keduanya termasuk influenza A), serta influenza B. Ketiga strain ini yang dimasukkan ke dalam vaksin flu tahun ini, ujar Andrew Pekosz, Ph.D., seorang ahli virologi dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, kepada TODAY.com.

    Namun, virus flu dapat bermutasi dengan cepat. Menurut Pekosz, mutasi ini bisa memberikan keuntungan bagi virus, misalnya dengan membantu virus menghindari sistem kekebalan tubuh.

    Hal inilah yang terjadi pada H3N2 awal tahun ini. “Muncul satu jenis H3N2 yang kuat dan tampaknya memiliki mutasi yang memungkinkan virus ini menghindari kekebalan yang diberikan oleh vaksin,” kata Pekosz.

    Strain H3N2 subclade K memiliki tujuh mutasi baru. Strain ini pertama kali terdeteksi di Eropa pada bulan Juni, setelah para ilmuwan menentukan strain apa saja yang akan dimasukkan ke dalam vaksin flu tahun ini, jelas Pekosz.

    “Kami menduga bahwa kekebalan dari vaksin tidak akan mengenali virus H3N2 subclade K ini dengan optimal,” tambahnya.

    CDC menyatakan bahwa perubahan genetik tersebut menyebabkan subclade K mengalami antigenic drift (pergeseran genetik) dari strain H3N2 yang terdapat dalam vaksin flu musim 2025-2026.

    Halaman 2 dari 2

    (elk/suc)

  • Tak Cuma Bantu Turunkan BB, Ini Manfaat Intermittent Fasting untuk Kesehatan Otak

    Tak Cuma Bantu Turunkan BB, Ini Manfaat Intermittent Fasting untuk Kesehatan Otak

    Jakarta

    Intermittent fasting atau puasa intermiten lebih dari sekadar membantu mengurangi lingkar pinggang. Pola makan ini juga dikaitkan dengan peningkatan fungsi otak, daya ingat yang lebih tajam, serta ketahanan mental yang lebih baik.

    Menurut studi tahun 2017 yang diterbitkan di Nature Reviews Neuroscience, intermittent fasting dapat meningkatkan plastisitas sinaptik, memperkuat ketahanan terhadap stres, dan menurunkan peradangan, sehingga berdampak positif pada fungsi kognitif. Ulasan tersebut menjelaskan bahwa intermittent fasting merangsang produksi BDNF (brain-derived neurotrophic factor), molekul penting yang berperan dalam pembelajaran, memori, dan ketahanan neuron.

    Tingkat BDNF yang tinggi membantu neuron membentuk koneksi yang lebih kuat, membuat otak lebih mudah beradaptasi dan lebih tajam seiring waktu.

    Intermittent Fasting Dapat Meningkatkan Efisiensi Penggunaan Energi pada Otak

    Studi lainnya di tahun 2019 menemukan intermittent fasting bisa meningkatkan fungsi otak dengan meningkatkan metabolisme energi dan respon stres. Keduanya merupakan kunci untuk kinerja kognitif.

    Analisis komprehensif ini menyoroti bahwa intermittent fasting meningkatkan efisiensi mitokondria. Artinya, sel-sel otak bisa menghasilkan lebih banyak energi meski dengan sumber bahan bakar lebih sedikit.

    Saat otak bekerja lebih efisien, fokus dan daya ingat bisa meningkat, bahkan tanpa tidur tambahan atau suplemen.

    Intermittent Fasting Mengurangi Peradangan dan Melindungi Sel-sel Otak

    Studi tahun 2018 dalam Journal of Neurochemistry mengungkapkan, pembatasan kalori dan intermittent fasting mengurangi stres oksidatif dan neuroinflamasi. Hal ini menunjukkan efek perlindungan pada integritas neuron.

    Penelitian tersebut menunjukkan bahwa puasa ini bisa mengurangi peradangan berbahaya di otak. Caranya adalah dengan menurunkan produksi radikal bebas dan meningkatkan jalur perbaikan sel.

    Peradangan kronis yang tinggi dikaitkan dengan perubahan suasana hati, kebingungan, dan penurunan kognitif. Karena itu, manfaat dari intermittent fasting ini sangat berharga untuk kesehatan otak jangka panjang.

    Cara Melakukan Intermittent Fasting

    Tak perlu diet ekstrem, intermittent fasting hanya membutuhkan pengaturan waktu makan. Jadwal intermittent fasting yang populer di antaranya:

    -16/8= Makan dalam waktu 8 jam, misalnya pukul 12-8 malam. Puasa dilakukan selama 16 jam.
    -14/10=Makan selama 10 jam, puasa selama 14 jam

    Penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Mulai perlahan, jangan langsung berpuasa selama 16 jam atau lebih jika masih pemula. Kombinasikan puasa ringan dengan tidur dan olahraga teratur.

    Halaman 2 dari 2

    (elk/suc)

  • Happy Man, Happy Sperm! Obgyn Jelaskan Kaitan Sering Berlibur dengan Kesuburan

    Happy Man, Happy Sperm! Obgyn Jelaskan Kaitan Sering Berlibur dengan Kesuburan

    Jakarta

    Memang bukan faktor satu-satunya, tapi sering-sering liburan disebut bisa meningkatkan peluang hamil pada pasangan yang tengah berusaha punya momongan. Dokter menyebut, pendapat ini ada benarnya.

    “Dalam kondisi rileks, biasanya kan kortisol kita juga tidak terlalu tinggi,” kata dr Niken Pudji Pangastuti, SpOG-KFER, konsultan fertilitas dari Brawijaya Hospital Antasari, ditemui detikcom baru-baru ini di Jakarta Selatan.

    “Terus hormon-hormon juga lebih lancar, lebih balance sehingga mungkin ovulasi lebih mudah terjadi,” jelasnya.

    Menurut dr Niken, faktor hormon yang lebih balanced membuat fungsi reproduksi juga berjalan lebih optimal. Pada pria, faktor ini bisa berdampak pada kualitas dan pergerakan sperma.

    “Happy man, happy sperm. Gitu kan?” sebutnya.

    Meski demikian, dr Niken menegaskan ada banyak faktor yang menentukan peluang hamil pasangan suami istri. Karenanya, perlu juga mengidentifikasi faktor lain jika memang menghendaki cepat hamil.

    “Sebenarnya kalau misalkan nggak ada masalah pada dua-duanya, mau liburan atau nggak liburan, mau hamil ya hamil saja,” tandasnya.

    (up/up)

  • Uji Kejelian Mata, Bisa Hitung dengan Tepat Berapa Objek di Gambar Ini?

    Uji Kejelian Mata, Bisa Hitung dengan Tepat Berapa Objek di Gambar Ini?

    Asah Otak

    Aida Adha Siregar – detikHealth

    Jumat, 26 Des 2025 20:01 WIB

    Jakarta – Yakin punya mata super tajam? Temukan objek tersembunyi di gambar ini, sebanyak-banyaknya. Kelihatannya simpel, ternyata banyak yang gagal lho!