Category: Detik.com Kesehatan

  • Video Klarifikasi Orang Tua Siswa di Riau soal Menu MBG yang Dirapel 5 Hari

    Video Klarifikasi Orang Tua Siswa di Riau soal Menu MBG yang Dirapel 5 Hari

    Orang tua siswa di Kampar, Riau, Nurul Oriana yang mengaku mendapat ancaman setelah mengunggah soal makan bergizi gratis (MBG) di media sosial akhirnya buka suara. Nurul mengaku terjadi kesalahpahaman atas konten yang diunggahnya.

    Sebelumnya, ia mengunggah soal menu MBG yang didapat anaknya dengan menyebut MBG itu dirapel untuk 5 hari. Tak lama kemudian, unggahan lain muncul soal pengakuan dirinya diancam
    hingga anaknya dikeluarkan dari PAUD.

    “Perkenalkan, nama saya Nurul Oriana. Di sini saya mengklarifikasi perihal MBG yang sudah menyebar di media sosial yang mana kesalahpahaman kedua belah pihak yang saya sendiri mengingat
    mengira snack yang diberi 5 hari, ternyata untuk 3 hari”, jelasnya.

    Klik di sini untuk menonton video lainnya!

  • Cheating ala Dokter Gizi, Ini Cara Makan Mi Instan Tapi Tetep ‘Sehat’

    Cheating ala Dokter Gizi, Ini Cara Makan Mi Instan Tapi Tetep ‘Sehat’

    Jakarta

    Mi instan kerap dijadikan ‘pemadam kelaparan’ bagi banyak orang karena dianggap murah dengan waktu memasak yang tak lama. Namun, di balik rasanya yang gurih, ultra processed food (UPF) ini sering dicap sebagai musuh pola makan sehat karena tinggi kalori, natrium, hingga kurang protein dan serat.

    Spesialis gizi dr Nathania Sutisna, SpGK dari RS Abdi Waluyo mengatakan, meskipun mi instan termasuk UPF yang kurang baik untuk kesehatan jangka panjang, makanan ini masih bisa disulap menjadi lebih sehat.

    “Kalau betul-betul mau sehat, bumbunya setengah aja atau bisa seperti biasa tapi makannya sekali-sekali saja, jangan dirutinkan,” kata dr Nathania, kepada detikcom di Jakarta Pusat Selasa (17/12/2025).

    “Lalu harus ada proteinnya, jadi tambahlah telurnya kalau bisa yang diceplok biasa aja jangan digoreng. Terus sama pakai sayur-sayuran, jadi tinggi protein dan serat juga,” sambungnya.

    Namun, dr Nathania menekankan bahwa mi instan bukanlah pilihan yang tepat jika seseorang ingin mengonsumsinya untuk tujuan mendapatkan rasa kenyang lebih lama.

    “Mi instan itu kan kalorinya tinggi, karena karbohidratnya tinggi. Jadi ketika kita spike nih, karbohidratnya naik ke atas, insulinnya kerja itu nggak lama gula darahnya akan turun. Makannya itu yang menyebabkan cepat lapar,” katanya.

    “Jadi cara mengakalinya gimana? Ya itu dengan menambahkan protein dan serat. Balik ke dua itu lagi,” sambungnya.

    Protein dan serat yang seimbang, lanjut dr Nathania akan membantu seseorang mengalami rasa kenyang lebih lama.

    (up/up)

  • Berkendara Jauh Saat Libur Nataru? Ini Tips Terhindar dari Keluhan Fisik

    Berkendara Jauh Saat Libur Nataru? Ini Tips Terhindar dari Keluhan Fisik

    Jakarta

    Bagi para perantau yang bekerja di kota-kota besar, liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), menjadi momentum untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga. Saat mudik, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum, perjalanan panjang kerap membuat tubuh berada dalam posisi duduk terlalu lama dengan ruang gerak terbatas.

    Hal tersebut nantinya dapat memicu berbagai keluhan fisik seperti pegal, otot kaku, hingga nyeri pada sendi. Agar tidak mengalami keluhan fisik saat mudik, dr. Jafri Hasan, Sp.OT, Subsp.CO (K) di Mayapada Hospital Kuningan menyarankan pentingnya menjaga postur tubuh selama perjalanan.

    “Kita perlu menjaga posisi duduk dan postur tubuh tetap ergonomis untuk mengurangi risiko nyeri tulang belakang, serta memberi waktu istirahat dan melakukan peregangan secara berkala selama perjalanan panjang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (29/12/2025).

    dr. Jafri kemudian membagikan lima langkah sederhana selama perjalanan agar tetap nyaman tanpa keluhan. Pertama, atur posisi duduk. Pastikan punggung menempel sepenuhnya pada sandaran jok kemudian beri ganjalan semacam bantal untuk mendukung lekukan punggung bawah. Selain itu, agar punggung bawah tidak mendapat tekanan berlebih, atur sandaran kursi dengan kemiringan 100-110 derajat, dan kursi bawah sekitar 5 derajat.

    Kedua, perhatikan posisi kepala. Atur ketinggian headrest tepat berada di belakang kepala. Selain untuk kenyamanan, tinggi headrest yang tepat dapat melindungi kepala dan leher dari benturan keras saat terjadi kecelakaan.

    Jika berkendara sendiri, atur posisi setir dengan memberi jarak dan ketinggian setir agar siku menekuk lebih kurang 120 derajat. Posisi ini membantu pengemudi mengurangi rasa lelah di bagian punggung atas.

    Kemudian, atur jarak kursi dan pedal agar kaki dapat menginjak pedal secara penuh tanpa harus mengubah posisi duduk. Terakhir, posisikan sabuk pengaman bagian bawah berada di atas tulang panggul, sedangkan sabuk pengaman bagian atas melintasi tulang selangka dan tulang dada.

    Tak hanya menjaga posisi ergonomis, dr. Zeth Boroh, Sp.KO di Mayapada Hospital Kuningan juga menyarankan pentingnya bergerak aktif di sela perjalanan mudik.

    “Setiap beberapa jam, lakukan peregangan ringan dan bergerak sejenak, misalnya berdiri, berjalan, atau memutar badan. Kebiasaan ini membantu melancarkan aliran darah, dan mengurangi rasa kaku pada otot, serta mencegah pegal-pegal selama perjalanan panjang,” jelas dr. Zeth.

    Sudahkah Anda mempersiapkan diri untuk mudik? Jika muncul keluhan atau rasa tidak nyaman saat mudik, segera konsultasi dengan dokter spesialis ortopedi. Mayapada Hospital memiliki layanan Orthopedic Center yang siap memberikan perawatan komprehensif berstandar internasional untuk berbagai masalah tulang, sendi, dan otot, mulai dari deteksi dini hingga perawatan pasca-tindakan.

    Jika Anda ingin menjaga kebugaran tubuh selama atau setelah liburan Natal dan Tahun Baru, Mayapada Hospital melalui layanan Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) menyediakan layanan komprehensif mulai dari skrining, pencegahan dan penanganan cedera, hingga peningkatan performa untuk beraktivitas lebih optimal, yang didukung fasilitas lengkap seperti Gym, VO2 Max dan Body Composition Analysis untuk menunjang program latihan.

    Berbagai informasi kesehatan dari dokter Mayapada Hospital juga dapat ditemukan di aplikasi MyCare dalam fitur Health Articles & Tips. Selain itu, Anda dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI).

    (anl/ega)

  • Benarkah ‘Super Flu’ Lebih Bahaya dari Influenza? IDAI Bilang Gini

    Benarkah ‘Super Flu’ Lebih Bahaya dari Influenza? IDAI Bilang Gini

    Jakarta

    Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) buka suara soal penyakit ‘super flu’ yang kini tengah menjadi perhatian. Sebelumnya, infeksi super flu yang disebabkan oleh virus Influenza A (H3N2) subclade K ini menyebar begitu cepat di Amerika Serikat.

    Misalnya di New York, sebanyak 71 ribu orang terjangkit super flu dalam waktu sepekan.

    Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi IDAI Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA, SubspRespi(K) menjelaskan infeksi subclade K memang disinyalir memiliki transmisi penyebaran yang lebih mudah. Meski demikian, hingga saat ini belum ada penelitian yang mengonfirmasi secara pasti infeksi subclade K menyebar lebih cepat dan parah.

    “Kalau yang yang flu A (influenza A) biasa bisa menularkan 2-3 orang, mungkin ini lebih. Tapi memang penelitiannya belum, karena memang masih dalam tahap penemuan kasusnya kok meningkat, untuk transmisi, dan yang lain-lain seperti keparahannya masih membutuhkan penelitian lebih lanjut,” ujar dr Nastiti dalam konferensi pers IDAI secara daring, Senin (29/12/2025).

    Menurut dr Nastiti, dampak infeksi dari subclade K masih mirip dengan influenza pada umumnya. Namun, kewaspadaan tetap harus diutamakan karena infeksi influenza bisa berbahaya untuk kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, dan orang-orang dengan komorbid atau penyakit penyerta.

    Ia juga menambahkan, imunisasi influenza yang ada saat ini juga masih efektif untuk mencegah keparahan dari infeksi subclade K.

    “Imunisasi influenza masih bisa menurunkan penularan dan keparahan, jadi belum ada bukti bahwa, subclade K ini kebal atau tidak mempan atau tetap menginfeksi pada orang-orang yang sudah diimunisasi,” tandasnya.

    Gejala klinis subclade K tidak berbeda dari Influenza A pada umumnya. Gejalanya meliputi:

    Demam tinggi.Nyeri Tenggorokan.Sakit Kepala.Menggigil.Keluhan Pernapasan.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/up)

    Ancaman Superflu di Musim Libur

    6 Konten

    Belakangan ini, istilah “Super Flu” mendadak ramai di dunia medis. Hal ini dipicu oleh kemunculan varian terbaru dari influenza A (H3N2) atau disebut Subclade K. Varian ini sudah merebak di sejumlah negara.

    Konten Selanjutnya

    Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya

  • Mengenal vNOTES, Teknik Bedah Ginekologi Tanpa Luka di Mayapada Hospital

    Mengenal vNOTES, Teknik Bedah Ginekologi Tanpa Luka di Mayapada Hospital

    Jakarta

    Banyak perempuan cemas menjalani operasi ginekologi seperti sesar berulang atau operasi kanker karena khawatir luka besar, nyeri, dan pemulihan lama. Kini, perkembangan teknologi kedokteran menghadirkan vNOTES (Vaginal Natural Orifice Transluminal Endoscopic Surgery), metode operasi minimal invasif tanpa sayatan, lebih aman dan nyaman bagi pasien.

    vNOTES adalah teknik operasi ginekologi minimal invasif melalui vagina tanpa sayatan perut. Dengan kamera endoskopi, dokter dapat menangani mioma, kista ovarium, endometriosis, pengangkatan rahim, hingga kehamilan ektopik dengan trauma jaringan lebih kecil dibanding metode konvensional.

    Mayapada Hospital Kuningan (MHKN) menjadi rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang menghadirkan teknologi vNOTES. Metode vNOTES menawarkan prosedur operasi lebih aman, nyaman, dan modern sesuai standar internasional, dengan pemulihan cepat, minim nyeri, serta hasil kosmetik lebih baik tanpa luka besar di perut.

    CCD, seorang pasien perempuan (38) dengan kista ovarium sempat khawatir operasi konvensional. Setelah konsultasi, ia memilih vNOTES di Mayapada Hospital Kuningan bersama dr. Ichnandy Arief Rachman, Sp.OG, FMAS, CCD. Operasi berlangsung lancar tanpa sayatan perut, dengan nyeri ringan dan pemulihan lebih cepat.

    “Awalnya saya takut operasi karena membayangkan luka besar di perut dan pemulihannya lama. Namun melalui vNOTES, saya justru merasakan prosedur yang lebih nyaman, nyeri minimal, dan bisa kembali beraktivitas tanpa rasa cemas,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Senin (29/12/2025).

    Pengalaman ini menunjukkan vNOTES sebagai solusi operasi lebih nyaman, dijalankan tim terlatih dengan teknologi modern di Obstetrics & Gynecology Center Mayapada Hospital Kuningan.

    Layanan yang diberikan mencakup perencanaan kehamilan, pemeriksaan kesehatan ibu dan janin, perawatan hingga persalinan, serta penanganan masalah kandungan seperti gangguan hormonal, fertilitas, menopause, infeksi, hingga tindakan minimal invasif untuk tumor dan kanker.

    Hospital Director Mayapada Hospital Kuningan, dr. Deasy Sugesty, MARS menyampaikan rumah sakit berkomitmen menghadirkan layanan ginekologi berstandar internasional melalui inovasi medis terkini, kolaborasi tim multidisiplin berpengalaman, dan manajemen perawatan komprehensif dari konsultasi hingga pemulihan.

    Lebih lanjut, Dokter Deasy menambahkan dengan dukungan dokter spesialis terlatih dan teknologi vNOTES, setiap prosedur dijalankan sesuai standar global dengan minim rasa sakit (painless), tanpa sayatan, serta pemulihan lebih cepat.

    “Perawatan dengan pendekatan personal (patient-centered care) juga mendukung komitmen kami dalam menghadirkan patient journey yang optimal, dengan kualitas penyembuhan yang maksimal serta peningkatan kualitas hidup pasien,” ujar Dokter Deasy menambahkan.

    Informasi lebih lanjut mengenai layanan dapat diakses melalui call center 150770 atau aplikasi MyCare, yang juga memiliki fitur Health Articles & Tips seputar kesehatan reproduksi perempuan, serta fitur Personal Health, yang terhubung dengan Health Access dan Google Fit, untuk memantau jumlah langkah harian, kalori, detak jantung, hingga BMI.

    (akd/ega)

  • Heboh ‘Super Flu’ Mewabah di AS, IDAI Beberkan Gejala yang Perlu Diwaspadai

    Heboh ‘Super Flu’ Mewabah di AS, IDAI Beberkan Gejala yang Perlu Diwaspadai

    Jakarta

    Kasus flu di Amerika Serikat dilaporkan melonjak tajam. New York menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, dengan 71.123 kasus flu positif tercatat pada pekan yang berakhir 20 Desember.

    Adapun kasus flu melonjak di Amerika Serikat diduga dipicu oleh varian terbaru influenza A (H3N2) yang dikenal sebagai Subclade K atau dijuluki ‘super flu’.

    Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Nastiti Kaswandani, Sp A, Subsp Respi(K), menjelaskan istilah “super flu” yang belakangan ramai dibicarakan merujuk pada Subclade K, yakni salah satu subvarian dari virus influenza A (H3N2).

    Menurutnya, sebutan tersebut muncul karena hasil genome sequencing menunjukkan Subclade K mendominasi kasus influenza yang dianalisis pada musim flu saat ini, terutama di Amerika Serikat dan wilayah belahan bumi utara. Dari sekitar 200 sampel kasus influenza yang dilakukan pemeriksaan genetik, sebagian besar diketahui disebabkan oleh Subclade K.

    “Nah ketika dilakukan genome sequencing atau kita lihat mana varian dari virus itu Ternyata kok banyak ya, yang penyebabnya adalah subclade K, sehingga mereka mengatakan apakah ini merupakan super flu yang nanti akan menjadi mayoritas penyebab flu pada seasonal ini,” ucapnya dalam media briefing, Senin (29/12/2025).

    Ia menegaskan Subclade K termasuk bagian dari influenza A (H3N2) yang dikenal memiliki tingkat evolusi tinggi. Artinya, virus ini relatif mudah menular, mudah bermutasi, dan berpotensi memicu peningkatan kasus influenza secara luas atau bahkan epidemi musiman.

    Kondisi tersebut berisiko menyebabkan lonjakan pasien yang membutuhkan perawatan medis, termasuk rawat inap, serta meningkatkan kebutuhan alat kesehatan dan obat-obatan, terutama di negara-negara dengan musim dingin yang panjang dan berat.

    Dari sisi gejala, dr Nastiti menyebut Subclade K tidak menunjukkan ciri klinis yang berbeda dari influenza A pada umumnya. Gejalanya meliputi:

    demam tinggimenggigilsakit kepalanyeri tenggorokanhingga keluhan pernapasan

    “Dia tidak bisa dideteksi secara klinis, artinya dokter kalau melihat saja bahkan tidak bisa membedakan ini influenza atau bukan influenza,” lanjutnya.

    Influenza dapat dideteksi melalui rapid test atau pemeriksaan swab untuk memastikan jenis influenza A atau B. Namun, untuk mengetahui apakah infeksi tersebut disebabkan oleh subvarian seperti Subclade K, diperlukan pemeriksaan whole genome sequencing di laboratorium dengan fasilitas canggih.

    Ia menambahkan, proses identifikasi ini serupa dengan penentuan varian COVID-19 sebelumnya, seperti Alpha, Delta, hingga Omicron, yang hanya dapat dipastikan melalui analisis genetik.

    Meski gejalanya mirip flu biasa, dr Nastiti mengingatkan bahwa influenza A, termasuk H3N2 dan Subclade K, dapat berbahaya pada kelompok berisiko tinggi, seperti anak kecil, lansia, dan pasien dengan penyakit penyerta.

    Halaman 2 dari 2

    (suc/up)

    Ancaman Superflu di Musim Libur

    6 Konten

    Belakangan ini, istilah “Super Flu” mendadak ramai di dunia medis. Hal ini dipicu oleh kemunculan varian terbaru dari influenza A (H3N2) atau disebut Subclade K. Varian ini sudah merebak di sejumlah negara.

    Konten Selanjutnya

    Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya

  • Terobosan Medis China, Ahli Bedah ‘Pasang’ Kuping Pasien yang Copot ke Kakinya

    Terobosan Medis China, Ahli Bedah ‘Pasang’ Kuping Pasien yang Copot ke Kakinya

    Jakarta

    Ahli bedah di China berhasil melakukan operasi pertama di dunia dengan ‘memasang’ atau mencangkokkan telinga pasien yang terlepas ke bagian kakinya, sebelum akhirnya dikembalikan ke posisi semula.

    Dikutip dari South China Morning Post, telinga perempuan tersebut terlepas akibat kecelakaan kerja pada April lalu, yang juga merobek sebagian besar kulit kepalanya.

    Qiu Shenqiang, wakil direktur unit bedah mikro di Rumah Sakit Provinsi Shandong, Jinan, menjelaskan bahwa cedera yang dialami pasien disebabkan oleh mesin berat dan tergolong mengancam nyawa.

    Kulit kepala, leher, dan wajah korban mengalami robekan parah hingga “terpecah menjadi beberapa bagian”, sementara telinganya “terputus sepenuhnya bersamaan dengan kulit kepala”.

    Saat pasien tiba di rumah sakit, tim bedah mikro tangan, kaki, dan rekonstruksi segera berupaya memperbaiki kulit kepala menggunakan metode standar.

    Namun, kerusakan yang sangat parah pada jaringan kulit kepala serta jaringan pembuluh darah membuat prosedur tersebut tidak berhasil.

    Karena jaringan tengkorak membutuhkan waktu untuk sembuh, para ahli bedah tidak dapat langsung menyambungkan kembali telinga tersebut. Hal ini memaksa tim untuk menemukan cara inovatif agar telinga yang terputus tetap hidup sampai rekonstruksi memungkinkan.

    Tim Qiu akhirnya memutuskan untuk mencangkokkan telinga ke bagian atas kaki pasien. Dia menjelaskan arteri dan vena di kaki memiliki ukuran yang sesuai serta tingkat kecocokan yang tinggi dengan pembuluh darah di telinga. Selain itu, ketebalan kulit dan jaringan lunak di area kaki dinilai mirip dengan kulit kepala, sehingga hanya memerlukan penyesuaian minimal setelah proses pencangkokan.

    Prosedur ini belum pernah dilakukan sebelumnya dan tidak memiliki rujukan kasus sukses yang terdokumentasi. Operasi pencangkokan awal berlangsung selama sekitar 10 jam.

    (suc/kna)

  • Klarifikasi Viral Ortu soal Anak Dikeluarkan dari Sekolah usai Ngeluh Menu MBG ‘Rapel’: Ada Miskom

    Klarifikasi Viral Ortu soal Anak Dikeluarkan dari Sekolah usai Ngeluh Menu MBG ‘Rapel’: Ada Miskom

    Jakarta

    Viral curhatan orangtua siswa yang sempat mengaku mendapatkan intimidasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) pasca mengunggah menu ‘rapelan’ makan bergizi gratis di periode libur Natal dan Tahun Baru. Anaknya juga disebut-sebut dikeluarkan dari sekolah buntut postingan viral tersebut.

    Orangtua siswa yang bernama Nurul Oriana itu akhirnya menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi. Ia menekankan informasi yang semula ia terima merupakan miskomunikasi dengan pihak sekolah.

    Pernyataan ini disampaikan pasca seluruh pihak termasuk pihak sekolah, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan orang tua murid, bertemu.

    “Mengakui ada kesalahpahaman kedua belah pihak yang mana saya sendiri mengira snack yang diberi untuk 5 hari ternyata untuk 3 hari,” kata Nurul kepada wartawan, Senin (29/10/2025).

    Pihak sekolah PAUD kemudian menekankan tidak pernah mengeluarkan anaknya, Aira, dari sekolah. Miskomunikasi disebut terjadi melalui percakapan internal di grup WhatsApp. Dipastikan tidak ada keputusan administratif dikeluarkannya Aira dari sekolah tersebut sebagai peserta didik.

    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut hal ini menjadi tanda program MBG tidak terhalang dengan masukan dan kritikan. Program MBG juga disebutnya tidak boleh memicu dampak negatif, khususnya terkait pendidikan pada anak.

    “Program MBG tidak boleh menimbulkan dampak negatif terhadap hak anak, khususnya hak memperoleh pendidikan. Setelah dilakukan klarifikasi, dapat dipastikan tidak ada anak yang dikeluarkan dari sekolah,” beber Dadan di Jakarta, Senin (29/12).

    “Setiap masukan dari masyarakat adalah bagian penting dari perbaikan layanan. Program ini hadir untuk melindungi anak-anak, bukan untuk membatasi ruang aspirasi orang tua,” tegasnya.

    Halaman 2 dari 2

    (naf/naf)

  • AS Ketar-ketir Dihantui ‘Super Flu’, Sudah Masuk RI? Ini Catatan IDAI

    AS Ketar-ketir Dihantui ‘Super Flu’, Sudah Masuk RI? Ini Catatan IDAI

    Jakarta

    Merebaknya varian baru influenza A (H3N2) Subclade K atau yang kerap disebut ‘super flu’ di Amerika Serikat memicu kekhawatiran global. Lantas, apakah kemungkinan sudah masuk Indonesia?

    Menanggapi hal tersebut, Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Nastiti Kaswandani, Sp A, Subsp Respi(K), menyebut kemungkinan virus tersebut masuk ke Tanah Air sangat besar, mengingat Indonesia bukan negara yang terisolasi dari lalu lintas global.

    Berkaca dari berbagai pengalaman penyakit pernapasan sebelumnya, penyebaran virus lintas negara hampir selalu terjadi.

    “Cepat atau lambat penyakit itu akan sampai di Indonesia. Jadi, semakin dekat ya semakin besar kemungkinannya,” ucapnya dalam media briefing, Senin (29/12/2025).

    Ia bahkan menilai besar kemungkinan virus tersebut sudah ada di Tanah Air, mengingat tingginya jumlah penumpang internasional yang datang setiap hari, baik dari Amerika Serikat, Eropa, Kanada, maupun negara-negara Asia seperti Singapura, Malaysia, hingga China.

    dr Nastiti menjelaskan, saat ini pemeriksaan di pintu masuk negara masih terbatas pada skrining gejala, seperti demam atau gangguan pernapasan. Tidak semua bandara menerapkan pemindaian suhu tubuh (thermal scanning), sehingga bila penumpang tidak melaporkan kondisi kesehatannya secara jujur, potensi lolos dari pemantauan tetap ada.

    “Ketika itu sudah sampai Singapura atau Malaysia, itu akan cepat sampai di Indonesia. Pasti akan, kalau ditanya sekarang sudah ada atau belum kemungkinan, sudah ada,” lanjutnya.

    Ia menambahkan, sejumlah rumah sakit sebenarnya sudah melakukan pemeriksaan influenza untuk membedakan influenza A dan B. Namun, pemeriksaan tersebut tidak sampai mendeteksi subvarian, seperti Subclade K, karena membutuhkan fasilitas laboratorium canggih dengan genomic sequencing.

    Dari sisi penanganan klinis, dr Nastiti menekankan jenis varian influenza tidak mengubah terapi pengobatan. Pasien tetap diberikan obat yang sama seperti influenza pada umumnya.

    Sementara itu, menurut Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman mengatakan hingga November 2025 belum ditemukan kasus flu akibat infeksi subclade K.

    “Di Indonesia bersirkulasi Influenza A seasonal, dominasi subtipe H3N2 dan H1N1pdm09. Periode Mei 2025 sampai dengan November 2025 didominasi sirkulasi H3N2,” kata Aji saat dihubungi detikcom, Sabtu (27/12).

    “Berdasarkan hasil genomik/WGS virus influenza oleh NIC: didominasi H3N2 clade 3C.2a. Hasil WGS tersebut menunjukkan bahwa tidak ditemukan clade baru atau varian yg berbeda dari varian yang bersirkulasi di global dan masih dalam strain vaksin influenza rekomendasi WHO,” sambungnya.

    Halaman 2 dari 2

    (suc/up)

    Ancaman Superflu di Musim Libur

    6 Konten

    Belakangan ini, istilah “Super Flu” mendadak ramai di dunia medis. Hal ini dipicu oleh kemunculan varian terbaru dari influenza A (H3N2) atau disebut Subclade K. Varian ini sudah merebak di sejumlah negara.

    Konten Selanjutnya

    Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya

  • Pembagian Makan Bergizi Gratis Berlanjut Meski Sekolah Libur

    Pembagian Makan Bergizi Gratis Berlanjut Meski Sekolah Libur

    Foto Health

    Tripa Ramadhan – detikHealth

    Senin, 29 Des 2025 18:45 WIB

    Tasikmalaya – Siswa di Tasikmalaya tetap menerima Makan Bergizi Gratis meski libur sekolah. Program ini memastikan asupan gizi anak tetap terpenuhi selama masa liburan.