Foto Health
Mohammad Farrel – detikHealth
Senin, 05 Jan 2026 19:01 WIB
Jakarta – Dinkes DKI Jakarta mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan superflu dengan disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di awal tahun.

Foto Health
Mohammad Farrel – detikHealth
Senin, 05 Jan 2026 19:01 WIB
Jakarta – Dinkes DKI Jakarta mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan superflu dengan disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di awal tahun.

Jakarta –
Selama ini golongan darah identik dengan kebutuhan transfusi. Tetapi, riset terbaru menunjukkan golongan darah juga bisa berkaitan dengan risiko stroke, terutama pada usia muda.
Sebuah meta-analisis tahun 2022 dari peneliti University of Maryland School of Medicine (UMSOM), menemukan pemilik golongan darah A memiliki risiko sedikit lebih tinggi mengalami stroke iskemik sebelum usia 60 tahun.
Temuan ini berasal dari penggabungan data puluhan studi genetik dan menjadi sorotan karena kaitannya dengan stroke usia muda.
Dalam studi tersebut, peneliti menganalisis data dari 48 penelitian genetik yang melibatkan hampir 17 ribu pasien stroke berusia di bawah 60 tahun, serta hampir 600 ribu yang tidak pernah mengalami stroke.
Hasilnya, orang dengan golongan darah A tercatat memiliki risiko sekitar 16 persen lebih tinggi mengalami stroke iskemik dini dibandingkan golongan darah lain. Sebaiknya, golongan darah O justru memiliki risiko sekitar 12 persen lebih rendah.
Dikutip dari Times of India, hubungan antara golongan darah dan stroke ini juga ditemukan lebih kuat pada kelompok usia di bawah 60 tahun. Meski begitu, peneliti menegaskan peningkatan risiko tersebut bersifat ‘moderat’ dan tidak berarti seseorang pasti dan mengalami stroke.
Penelitian ini belum dapat memastikan penyebab pastinya, tetapi ada beberapa faktor yang diduga berperan. Salah satunya terkait pembekuan darah.
Orang dengan golongan darah non-O, khususnya A, cenderung memiliki kadar protein pembekuan seperti von Willebrand factor (vWF) dan Faktor VIII yang lebih tinggi. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah yang memicu stroke iskemik.
Selain itu, analisis genetik juga menunjukkan bahwa lokasi kromosom yang mengkode golongan darah ABO berkaitan dengan risiko stroke. Meski demikian, temuan ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.
Faktor gaya hidup dan kondisi kesehatan lain tetap berperan lebih besar.
Pakar mengingatkan agar temuan ini tidak disikapi berlebihan. Risiko tambahan akibat golongan darah A tergolong kecil dan tidak menjadi dasar untuk pemeriksaan khusus.
Hingga kini, tidak ada rekomendasi medis untuk skrining tambahan hanya karena seseorang bergolongan darah A.
Kaitan antara golongan darah dan stroke juga cenderung melemah pada usia lanjut, sehingga faktor usia, gaya hidup, dan riwayat penyakit tetap menjadi pertimbangan utama.
Pemilik golongan darah A disarankan lebih sadar risiko bila memiliki faktor lain, seperti tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, kurang aktivitas fisik, atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung dan stroke.
Golongan darah memang tidak bisa diubah, tetapi risiko stroke tetap dapat ditekan dengan mengendalikan faktor lain. Di antaranya dengan rutin memantau tekanan darah, berhenti merokok, menjaga pola makan sehat, berolahraga teratur, serta mengelola penyakit seperti diabetes dan kolesterol tinggi.
Kesimpulannya, golongan darah A memang dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke iskemik dini sekitar 16 persen, sementara golongan darah O memiliki efek perlindungan ringan.
Namun, golongan darah bukan satu-satunya penentu. Gaya hidup sehat dan pengelolaan faktor risiko tetap menjadi kunci utama pencegahan stroke.
Bagi mereka yang berusaha di bawah 60 tahun, bergolongan darah A, dan memiliki faktor lain, konsultasi dengan dokter dapat membantu memahami risiko secara lebih personal.
Halaman 2 dari 3
(sao/suc)

Jakarta –
Tidur cukup belum tentu berarti tidur berkualitas.
Banyak orang di usia produktif masih sering bangun dengan rasa lelah, sulit fokus, dan mudah stres, padahal durasi tidurnya sudah ideal.
Di special interview ini, kita bahas kenapa kualitas tidur itu krusial, bagaimana konsep sleep alignment bekerja, serta peran teknologi seperti Advanced Sleep Monitoring Garmin dalam membantu kita memahami pola tidur secara lebih ilmiah.
Yuk, simak videonya dan mulai kenali kualitas tidurmu dari sekarang.
#TidurBerkualitas #SleepAlignment #Venu4
(/)

Jakarta –
Hati Susy Sussana (56) mendadak ‘hampir copot’ di tahun 2023 saat dokter mendiagnosis dirinya mengidap Osteoartritis grade 4 atau stadium paling parah dari pengapuran sendi.
Nyeri lutut yang semula dianggap sepele berubah menjadi perjalanan panjang tentang menerima keadaan, melawan rasa sakit, dan akhirnya berdamai dengan takdir.
Susy sehari-hari bekerja di bagian keuangan. Seperti banyak orang lainnya, olahraga bukanlah bagian penting dalam hidupnya sejak muda. Bahkan, pelajaran olahraga semasa sekolah menjadi momen yang paling tidak ia sukai.
“Kalau zaman SD, SMP olahraga, saya pura-pura sakit,” kata Susy bercerita kepada detikcom.
Bagi siapa saja, operasi bukanlah suatu hal yang bisa dijalani dengan mudah. Ada banyak persiapan dan waktu yang dibutuhkan untuk berpikir.
“Saya nggak mau (operasi). Sampai akhirnya saya dikasih tahu sepupu saya untuk ke dr. Henry di Siloam Hospitals Mampang. Dokter Henry juga bilang harus operasi, nggak ada cara lain karena sudah stadium empat,” kata Susy.
Beruntung, pertemuan dengan spesialis ortopedi dan traumatologi konsultas sports injury dari Siloam Hospitals Mampang, dr. Henry Suhendra, SpOT(K) menemukan solusi. Susy tak harus dulu naik ke meja bedah, kala itu ‘gym’ disebut bisa menjadi juru selamatnya.
“Akhirnya saya ke sana, karena saya takut, terpaksa saya nge-gym buat menguatkan otot paha dan otot betis,” katanya.
“Satu bulan saya nge-gym, sakitnya hilang, yang tadinya saya nggak bisa naik sepeda statis, kakinya untuk ditekuk, nggak bisa sama sekali. Satu bulan saya bisa ditekuk begitu,” lanjutnya.
Sayangnya, hilangnya rasa nyeri di lutut Susy hanya sementara. Pada bulan Desember 2023, rasa sakit itu kembali datang. Bahkan, obat-obatan yang biasa ia minum juga tak mampu menolong.
“Karena setelah saya mulai nge-gym itu 27 Juni 2023, sekitar bulan Desember itu, udah mulai sakit lagi lututnya, padahal udah nge-gym sekitar lima bulanan kurang lebih,” katanya.
“Saya nyerah, saya bilang ‘Dok, saya mau operasi’. Karena rasa sakit yang timbul lagi, saya memutuskan datang ke dr. Henry di Siloam Hospitals Mampang untuk melakukan Total Knee Replacement,” sambungnya.
Total Knee Replacement (TKR) dalam bahasa medis disebut juga dengan artroplasti. Ini adalah prosedur medis yang bertujuan untuk mengganti sendi lutut yang rusak akibat artritis berat ataupun kecelakaan yang merusak sendi.
Pada TKR, lapisan utamanya adalah logam (seperti titanium, kobalt-krom) untuk menggantikan tulang yang rusak (femur/paha dan tibia/tulang kering) dan plastik (polyethylene) sebagai bantalan atau sisipan di antara komponen logam untuk melumasi dan mengurangi gesekan, serta komponen untuk tempurung lutut (patella).
Foto: Dok. detikcom
Meskipun hanya dilakukan sekitar lima bulan, ternyata aktivitas angkat beban banyak membantu dalam tindakan TKR. Terlebih, OA yang dialami sudah ada di grade 4 atau dalam bahasa lainnya ‘tulang bertemu tulang’.
“Tapi memang hasil latihannya (gym) ada. Yaitu di hari kami operasi, di hari yang sama Ibu Susy sudah bisa berdiri. Biasanya orang tidak mungkin begitu, saya bicara pada umumnya ya,” kata dr. Henry.
“Orang yang operasi ganti lutut, tanpa persiapan latihan biasanya perlu beberapa hari kan berdiri, karena sebelum operasi udah sakit, jalannya udah sakit. Tapi Ibu Susy dalam hari yang sama bisa berdiri dan jalan, itu karena latihan,” sambungnya.
Menurut dr. Henry, penguatan otot kaki memiliki peran yang penting dalam membantu seseorang pulih atau mencegah mereka mengalami OA.
“Orang yang tidak pernah atau jarang olahraga kemungkinan pengapuran lebih besar. Tapi dengan latihan itu, kemungkinan makin tua orang, kemungkinan pengapuran berkurang,” tegasnya.
Foto: Dok. detikcom
Setelah selesai melakukan operasi, pasien TKR membutuhkan pemulihan agar lutut tersebut bisa digunakan kembali secara optimal. Menurut spesialis rehabilitasi medik dari Siloam Hospitals Mampang, dr. Ira Mistivani Sp.KFR.N.M(K) di sinilah peran rehabilitasi medik membantu Susy untuk kembali pulih.
“Program rehabilitasi medik bisa dilakukan pada pasien dengan penggantian lutut. Dan bisa dilakukan setelah operasi. Jadi ada tahap-tahapannya, dari fase awal sampai fase kronik,” kata dr. Ira.
“Rata-rata program latihan itu bisa dilakukan sampai 6 minggu. Sampai dikatakan pasien itu bisa berjalan secara baik,” sambungnya.
Tujuan rehabilitasi medik ini, lanjut dr. Ira, yang pertama adalah mengurangi nyeri, lalu membuat lingkup gerak sendi lututnya menjadi baik, menguatkan otot di atas dan belakang lutut.
“Kebetulan Ibu Susy membutuhkan waktu lebih cepat. Yang penting ketika latihan selain menguatkan otot-otot yang ada di sekitar lutut kita juga harus memperhatikan berat badan. Program untuk Ibu Susy adalah kombinasi antara program rehabilitasi dengan program gizi,” katanya.
Siloam Hospitals Mampang memiliki fasilitas yang lengkap yang dapat mendukung semua kebutuhan yang diperlukan pasien usai menjalani TKR.
“Dimulai dari fase akut, fase awal, sampai fase kronik. Jadi program kami bisa diberikan sedini mungkin. Ada berbagai macam alat yang bisa dipakai untuk mengurangi nyeri. Modalitas nyerinya juga sudah ada,” katanya.
Siloam Hospitals Mampang memberikan kesan yang sangat baik kepada pasien seperti Susy. Ketakutan yang awalnya ia alami berubah menjadi perasaan tenang bahwa dia tidak melewati ini semua sendiri.
“Setelah operasi juga dokter setiap hari datang untuk cek kondisi lukanya. Terus sudah gitu, suster-susternya juga baik-baik semua dan sangat membantu pemulihannya dan nggak ada sakit sama sekali,” kata Susyi.
“Setelah operasi, luka bekas operasinya sangat sedikit banget dan pemulihan cepet banget dan nggak ada sakit sama sekali,” sambungnya.
Pun dengan rehabilitasi medik seperti fisioterapi yang dijalani Susy. Sebagai rumah sakit yang memiliki Sports Medicine & Performance Center (SSMPC), Siloam Hospitals Mampang menyediakan alat-alat terbaik untuk kenyamanan pasien.
“Saya fisioterapi seminggu tiga kali rutin,” kata Susy.
Satu hal yang didapat Susy dari perjalanan panjangnya melewati OA grade 4 adalah pentingnya ‘menabung otot’ demi masa tua, serta menjaga pola makan yang mungkin efeknya tidak terasa saat muda, namun berdampak besar di hari tua.
“Kalau saya bisa memutar waktu saya pas masih muda ya mau olahraga, menabung otot. Harus olahraga ya, makannya jangan ‘jorok’, segala makanan dimasukin mulut, terus banyak makan protein,” katanya.
“Takdir itu bisa diubah kalau menurut saya. Apa pun yang dikasih Tuhan, sakit apa pun kita jangan mengeluh, tapi kita harus bersyukur. Harus bisa cari solusi sendiri, ‘itu kenapa ya saya dikasih sakit begini?’”.
Melewati operasi TKR, bagi Susy bukanlah perjalanan yang mudah. Itu panjang dan melelahkan. Namun, lingkungan dan orang-orang yang dirinya temui di Siloam Hospitals Mampang, membuat perjalanan tersebut menjadi mungkin untuk dilewati.
Halaman 2 dari 3
(dpy/up)

Jakarta –
Gelombang flu mutasi yang dijuluki ‘super flu’ memicu penetapan status ‘insiden kritis’ di sejumlah rumah sakit di Inggris. Lonjakan kasus juga memaksa beberapa sekolah kembali menerapkan pembatasan aktivitas menyerupai masa pandemi COVID-19.
Para ahli memperingatkan wabah ini berpotensi menjadi ‘yang terburuk dalam satu dekade’. Peningkatan angka kesakitan dipicu kombinasi flu mutasi H3N2, virus RSV, dan norovirus, yang membuat kapasitas rumah sakit semakin tertekan.
Data pekan lalu menunjukkan rata-rata 1.700 pasien dirawat akibat flu, naik lebih dari 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Strain flu tahun ini, yang dikenal sebagai ‘subklade K’ atau ‘super flu’, telah bermutasi sehingga diduga lebih mampu menghindari perlindungan vaksin.
Selain itu, tidak adanya wabah H3 sejak 2022 membuat tingkat kekebalan masyarakat relatif rendah.
Situasi ini terjadi saat NHS bersiap menghadapi aksi mogok dokter junior mulai 15 Desember, memaksa rumah sakit bekerja ekstra di tengah puncak wabah. NHS pun kembali mengeluarkan imbauan mendesak agar masyarakat segera melakukan vaksinasi.
Setidaknya dua lembaga NHS menetapkan status ‘insiden kritis’, yakni kondisi ketika rumah sakit tidak lagi dapat menjamin pelayanan pasien berlangsung aman, biasanya akibat lonjakan pasien atau gangguan infrastruktur.
University Hospital Birmingham NHS Foundation Trust, yang mengelola sejumlah rumah sakit besar, mengeluarkan peringatan akibat ‘tekanan ekstrem’. Melalui media sosial, pihak rumah sakit menyebut unit IGD menghadapi lonjakan pasien sangat tinggi.
“Jika Anda tidak mengalami kondisi darurat atau mengancam nyawa, Anda mungkin diarahkan ke layanan kesehatan lain,” kata juru bicara rumah sakit, dikutip dari The Sun.
Sementara itu, University Hospitals of North Midlands (UHNM) mengimbau masyarakat hanya mendatangi IGD untuk kondisi serius atau mengancam nyawa. Imbauan ini berlaku di Royal Stoke University Hospital and County Hospital Stafford.
Chief Operating Officer UHNM Katy Thorp mengatakan penetapan insiden kritis memungkinkan rumah sakit mengambil langkah tambahan demi menjaga keselamatan pasien.
“Seperti yang diperkirakan, tekanan terbesar terjadi di unit gawat darurat, yang terus menghadapi tantangan karena pasien tidak bisa segera mendapatkan tempat tidur,” terangnya.
Chief Medical Officer Dr Diane Adamson menambahkan IGD akan tetap memprioritaskan pasien paling parah. Tetapi, sebagian pasien bisa mengalami waktu tunggu jauh lebih lama dari biasanya.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada staf kami atas upaya berkelanjutan mereka di masa yang sangat menantang ini, serta kepada masyarakat atas pengertian dan kerja samanya,” tutur dia.
Tingkat penularan flu yang sangat cepat memicu kekhawatiran wabah ini menjadi salah satu yang terburuk dalam ingatan modern. Lonjakan kasus yang disebut 10 kali lipat dibandingkan 2023 membuat rumah sakit berisiko kewalahan.
Sejumlah bangsal pun kembali mewajibkan penggunaan masker.
Royal Surrey County Hospital di Guildford meminta semua orang memakai masker di IGD. Salisbury District Hospital dan Great Western Hospital di Wiltshire juga mewajibkan masker bagi pasien, pengunjung, dan staf di IGD serta beberapa unit lainnya.
CEO NHS England Sir Jim Mackey memperingatkan adanya ‘peningkatan yang sangat, sangat besar’ dalam kasus yang mungkin membutuhkan ‘respons nasional’.
Dampak wabah juga terasa di sekolah. Sejumlah kepala sekolah menyebut kondisinya seperti ‘kembali ke masa COVID-19’, bahkan ada sekolah yang menghentikan kegiatan menyanyi di apel untuk mencegah penularan. St Martin’s Secondary School di Caerphilly, Wales Selatan, ditutup sementara setelah 242 siswa dan 12 staf jatuh sakit.
Kepala sekolah Lee Jarvis menyebut terjadi ‘wabah penyakit mirip flu yang signifikan’ dan akan diberlakukan periode ‘firebreak’.
Di Cheshire, Congleton High School ditutup selama tiga hari akibat banyak siswa bergejala flu. Kepala sekolah Heidi Thurland menyatakan penutupan dilakukan untuk pembersihan menyeluruh, sementara pembelajaran tetap berlangsung daring.
Kepala Hartford Manor Primary School and Nursery Simon Kidwell mengakui situasi ini menjadi ‘tantangan besar’.
“Penyakit musim dingin menyebar dengan sangat mudah di sekolah. Kami tahu ada hal-hal yang bisa dilakukan agar sekolah lebih aman,” beber Kidwell.
“Tapi kami melihat sekolah-sekolah di sekitar kami di Cheshire tutup selama tiga hari, jadi ini benar-benar menantang tahun ini,” sambungnya.
NHS kembali mengeluarkan imbauan darurat vaksinasi setelah rawat inap akibat flu di London meningkat tiga kali lipat akibat ‘gelombang flu yang belum pernah terjadi sebelumnya’.
“NHS telah mempersiapkan musim dingin lebih awal dari sebelumnya, namun lonjakan kasus flu yang berbarengan dengan aksi mogok dokter akan memberi tekanan besar dalam beberapa minggu ke depan,” kata Direktur Medis NHS London Dr Chris Streather.
“Meski kami telah memvaksinasi lebih dari 1,8 juta orang musim ini, masih ada kelompok rentan yang belum datang. Jika Anda termasuk kelompok yang berhak dan belum divaksin, saya sangat mendorong Anda untuk segera melakukannya-tidak pernah terlambat,” tambahnya.
Chief Medical Officer London Ambulance Service Dr Fenella Wrigley juga mengingatkan agar bisa mendapatkan vaksin flu. Ia mengaku tim medis sangar sibuk dan pusat panggilan 999 menerima banyak panggilan dari orang dengan flu atau penyakit virus serupa.’
“Flu memang bisa membuat Anda merasa sangat tidak enak, tetapi kebanyakan orang sehat akan pulih dengan istirahat, cairan, dan obat dari apotek,” ujar Dr Wrigley.
“Kami membutuhkan tenaga medis kami untuk membantu pasien yang benar-benar sakit parah akibat flu atau kondisi lain.”
Halaman 2 dari 3
(sao/kna)

Jakarta –
Belakangan sebuah kedai teh boba di Bali menjadi sorotan karena menyediakan produk matcha yang dikemas menggunakan kemasan infus bertuliskan ‘D5 Dextrose monohydrate’. Tak sedikit netizen yang mempertanyakan dari mana sumber kemasan infus itu bisa didapatkan.
Sebagian dari netizen juga mempertanyakan keamanan dari kemasan yang infus yang digunakan untuk produk minuman tersebut.
“Lebih penasaran dapet packaging nya darimana sampe bisa ada merk infusnya plus label obat keras nya,” ucap salah satu netizen di media sosial X.
“hai ka, mnrt aku sih kamu klarifikasi dapet bungkusan minumannya dari mana, untuk memastikan bukan dari limbah medis. thank you kaa,” ucap netizen lain meminta pihak kedai teh boba tersebut.
Pihak PT Otsuka Indonesia memberikan tanggapan terkait nama ‘Otsuka’ yang tercantum pada kemasan infus produk Matcha tersebut. Pihaknya menegaskan produk tersebut bukan milik PT Otsuka Indonesia.
Mereka menyebut ada indikasi penyalahgunaan merek dan kemasan pada produk cairan infus milik Otsuka.
“Sehubungan dengan beredarnya Produk minuman Buba Tea yang menggunakan kemasan Infus di media sosial, bersama ini kami sampaikan bahwa Produk tersebut BUKAN Produk Otsuka. Oleh karena itu, segala resiko yang timbul, sepenuhnya bukan merupakan tanggung jawab PT Otsuka Indonesia,” ungkap PT Otsuka Indonesia dalam edaran yang diterima detikcom, Senin (5/1/2026).
“Hal tersebut terindikasi sebagai penyalahgunaan merek dan kemasan dari salah satu produk cairan Infus Otsuka,” sambungnya.
Pihaknya menegaskan seluruh produk Otsuka diproduksi dengan menerapkan Good Manufacturing Practice (GMP) dan Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi produk apapun, dengan memperhatikan higienitas.
“Kami akan menempuh langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi dan menjaga merek serta reputasi perusahaan,” tandasnya.
(avk/kna)

Masih ada waktu buat liburan akhir dan awal tahun, nih. detikers sudah punya wishlist mau pergi ke daerah mana?
Nah, ketika bikin jadwal liburan atau itinerary, sesuaikan sama kondisi dan waktu anak ya, kayak jam tidur dan makannya. Dokter anak mengingatkan jangan sampai jadwal liburan yang ambisius mengorbankan anak-anak karena stamina dan moodnya nggak sama seperti orang dewasa, apalagi kalau kondisi cuaca lagi nggak okay dan lagi musim sakit.

Jakarta –
Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) kerap identik dengan aneka hidangan berbahan daging. Mulai dari daging sapi, kambing, hingga olahan bakar dan asap, menu-menu ini hampir selalu hadir saat momen kumpul keluarga dan sahabat. Rasanya lezat dan menggugah selera, membuat banyak orang tak sadar mengonsumsinya dalam jumlah cukup banyak.
Spesialis gizi klinik dr Yohannessa Wulandari, MGizi, SpGK dari RS St Carolus Salemba, menjelaskan bahwa daging merah memang kerap dikaitkan dengan risiko kesehatan karena kandungan lemak jenuhnya. Meski demikian, bukan berarti daging harus dihindari sepenuhnya, termasuk saat momen spesial seperti Nataru.
Menurutnya, kuncinya terletak pada pemilihan bagian daging dan cara pengolahannya. Dari daging sapi, misalnya, terdapat bagian yang relatif lebih rendah lemak seperti has dalam. Bagian ini masih bisa dinikmati tanpa harus terlalu khawatir, selama diolah dengan cara yang tepat.
“Kalau namanya daging merah itu kan sebenarnya yang jahatnya salah satunya karena lemak jenuh gitu,” kata dr Yohannessa kepada detikcom, Kamis (18/12/2025).
Cara memasak juga berperan penting. Daging yang sudah dipilih dari bagian yang lebih rendah lemak sebaiknya tidak diolah dengan metode deep fried. Proses menggoreng dengan minyak banyak justru dapat menambah asupan lemak dan kalori secara signifikan, sehingga manfaat memilih bagian daging yang lebih baik menjadi berkurang.
Tak hanya itu, cara pengolahan dengan suhu sangat tinggi, seperti dibakar langsung di atas arang, juga perlu diperhatikan. Pada proses pembakaran, terutama saat daging terkena api secara langsung hingga muncul bagian yang menghitam atau gosong, dapat terbentuk zat karsinogen yang menempel pada permukaan daging.
Hal serupa juga bisa terjadi pada daging yang diasap hingga berwarna hitam.
“Bakar kan memang dagingnya itu langsung kena api kan di arang kan kemudian ada timbul misalnya warna hitam arangnya yang nempel nah itu memang zat yang terbentuk zat karsinogen yang terbentuk gitu,” kata dr Yohannessa.
Meski terlihat menggoda, bagian daging yang gosong sebaiknya dihindari. dr Yohannessa mengatakan salah satu cara sederhana untuk mengurangi risikonya adalah dengan membuang bagian yang menghitam sebelum dikonsumsi.
Metode memasak lain yang menggunakan media perantara, seperti menumis atau memasak di wajan, dinilai lebih aman dibandingkan pembakaran langsung.
Halaman 2 dari 2
Simak Video “Video: Steak Nabati Dilarang? Aturan Baru Uni Eropa Bikin Heboh”
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

Jakarta –
Varian influenza yang belakangan dikenal sebagai ‘super flu’ atau influenza varian subclade K telah terdeteksi di Indonesia. Meski sejauh ini belum memicu lonjakan kasus maupun kematian, Kementerian Kesehatan RI mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama di tengah musim hujan yang berpotensi meningkatkan penularan penyakit pernapasan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Prima Yosephine, menanggapi keluhan masyarakat terkait flu yang berlangsung berminggu-minggu, sulit sembuh, atau terasa lebih berat meski sudah menjalani pengobatan seperti biasa.
Menurut dr Prima, kondisi tersebut perlu disikapi dengan kewaspadaan dini, mengingat influenza sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan daya tahan tubuh individu.
“Sebagai bentuk kewaspadaan dini, seperti yang kita ketahui bahwa penyakit influenza biasanya dipengaruhi oleh faktor cuaca, di mana peningkatan kasus influenza berpotensi terjadi pada musim penghujan,” jelas dr Prima kepada detikcom Rabu (31/12/2025).
Cara Mencegah Subclade K
Kemenkes menekankan menjaga daya tahan tubuh merupakan langkah paling dasar dan penting untuk mencegah influenza, termasuk varian yang tengah menjadi perhatian.
“Pesan-pesan kunci seperti menjaga pola makan yang bergizi dan perilaku hidup bersih dan sehat adalah jalan utama dalam menjaga imunitas individu,” lanjut dr Prima.
“Termasuk juga penerapan etika batuk dan bersin, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, serta menggunakan masker bagi masyarakat yang bergejala,” tambahnya.
Pentingnya Vaksinasi
Vaksinasi juga disebutnya bisa menekan risiko gejala berat bila terpapar.
Vaksinasi disebutnya menjadi cara terbaik untuk mencegah influenza. WHO merekomendasikan vaksinasi tahunan untuk kelompok berisiko tinggi, termasuk petugas kesehatan dan perawatan. Idealnya, orang harus divaksinasi tepat sebelum musim influenza dimulai untuk cakupan yang paling efektif, meskipun vaksinasi kapan saja selama musim influenza masih dapat membantu mencegah infeksi flu.
Meskipun efektivitas vaksin dapat bervariasi antar musim dan kelompok risiko, vaksin mengurangi keparahan penyakit dan menurunkan kemungkinan komplikasi dan kematian.
Hingga kini, masih belum jelas bagaimana vaksin bisa memberikan ‘kekebalan’ pada tubuh untuk tidak bergejala berat saat terpapar subclade K. Namun, perkiraan awal efektivitas vaksin menunjukkan vaksin saat ini efektif 70 hingga 75 persen dalam mencegah kunjungan ke rumah sakit pada anak-anak berusia 2 hingga 17 tahun dan 30 hingga 40 persen efektif pada orang dewasa.
Segera Periksa Jika Gejala Memburuk
dr Prima mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan gejala flu yang semakin berat atau tidak kunjung membaik dalam hitungan minggu bahkan bulan. Batuk, pilek berkepanjangan, demam tinggi, hingga gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian medis.
“Kami menghimbau untuk segera berkunjung ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami gejala flu berat, batuk, pilek, serta gejala infeksi saluran pernapasan lainnya,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemanfaatan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas, yang dapat menjadi pintu awal deteksi dan penanganan dini.
Tak hanya dari sisi masyarakat, Kemenkes juga menyiapkan langkah strategis di tingkat layanan kesehatan. Penguatan sistem pemantauan menjadi fokus utama untuk mengantisipasi potensi perubahan situasi ke depan.
“Pada sisi provider, penguatan monitoring surveilans genomik dengan tetap mengupayakan cakupan tinggi imunisasi, ketepatan pelayanan, dan tata laksana kasus menjadi langkah strategis dalam menghadapi ancaman influenza ke depan,” beber dr Prima.
Menjawab kekhawatiran publik terkait angka kematian akibat flu, Kemenkes memastikan situasi nasional masih terkendali.
“Sampai saat ini kematian akibat flu ataupun kasus pneumonia yang dirawat di rumah sakit tidak menunjukkan adanya peningkatan,” pungkas dr Prima.