Category: Detik.com Kesehatan

  • 5 Manfaat Pepaya yang Tak Disangka-sangka, Termasuk Cegah Penyakit Ini

    5 Manfaat Pepaya yang Tak Disangka-sangka, Termasuk Cegah Penyakit Ini

    Jakarta

    Tak hanya lezat, pepaya kaya akan nutrisi dengan berbagai manfaat. Pepaya mengandung vitamin, kalsium, magnesium, fosfor, dan kalium yang baik untuk kesehatan.

    Berkat kandungan tersebut, mengonsumsi pepaya bisa membantu mencegah berbagai penyakit. Apa saja penyakit tersebut?

    5 Penyakit yang Bisa Dicegah dengan Makan Pepaya

    Berikut beberapa penyakit yang bisa bantu dicegah dengan mengonsumsi pepaya:

    1. Jantung

    Ada kandungan 286 mg kalium dari satu buah pepaya kecil yang diiris. Hal tersebut setara dengan 6 persen dari angka kecukupan gizi yang direkomendasikan.

    “Makanan yang kaya kalium membantu merelaksasi pembuluh darah, sehingga meningkatkan aliran darah dan tekanan darah,” kata ahli gizi Julia Zumpano, RD, LD, dikutip dari Cleveland Clinic.

    Vitamin C dalam pepaya juga bisa menurunkan tekanan darah tinggi dengan meminimalkan stres oksidatif dan peradangan. Penelitian juga menunjukkan bahwa likopen dalam pepaya bisa mencegah penyakit jantung dan stroke dengan mengurangi kolesterol jahat.

    Kalium yang terkandung dalam pepaya juga terbukti membantu mengelola tekanan darah tinggi dan antioksidanya bisa mengurangi peradangan dan melindungi jantung.

    2. Kanker

    Satu buah pepaya kecil mengandung 95 mg vitamin C. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan kaya vitamin C bisa menurunkan risiko kanker paru-paru dan kanker payudara. Selain itu, senyawa kimia tumbuhan (fitronutrien) dalam pepaya, seperti likopen bisa membantu melawan kanker. Kendati demikian masih dibutuhkan uji klinis selanjutnya untuk mendapat bukti yang lebih kuat.

    3. Penyakit Mata

    Pepaya mengandung antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin dan vitamin E. Dikutip dari laman Everyday Health, keduanya bisa melindungi mata dan membantu mencegah penyakit mata seperti degenerasi makula terkait usia.

    4. Asma

    Dikutip dari laman Medical News Today, mengonsumsi banyak buah dan sayuran bisa menurunkan risiko terkena asma dan bisa mencegah kondisi tersebut memburuk.

    Hal itu mungkin disebabkan oleh komponen makanan dalam buah dan sayuran, seperti antioksidan, serat, dan vitamin D. Sebuah penelitian juga mengaitkan asupan karoten, likopen, dan zeaxanthin yang lebih tinggi dengan risiko lebih rendah terkena asma pada orang dewasa, Pepaya mengandung ketiga senyawa organik ini.

    5. Sembelit

    Pepaya kaya akan serat dan kandungan air. Karena itu, buah ini bisa membantu mencegah sembelit dan melancarkan bang air besar, serta menjaga kesehatan saluran pencernaan.

    (elk/naf)

  • Pemilik Goldar Ini Disebut Berisiko Lebih Tinggi Kena Kanker Lambung

    Pemilik Goldar Ini Disebut Berisiko Lebih Tinggi Kena Kanker Lambung

    Jakarta

    Golongan darah biasanya tidak terlalu diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, setelah dilakukan penelitian, ada sebuah golongan darah yang dikaitkan dengan risiko penyakit tertentu.

    Sebuah studi besar yang diterbitkan di Nature meneliti hubungan antara golongan darah dengan kanker lambung. Para peneliti menemukan golongan darah A lebih sering didiagnosis dengan penyakit ini, terutama jika dibandingkan dengan golongan darah O.

    Dikutip dari laman Times of India, para peneliti menduga alasannya mungkin terletak pada bagaimana antigen golongan darah yang terkait golongan darah A berperilaku di lambung dalam jangka waktu yang lama.

    Salah satu alasan mengapa golongan darah penting adalah karena antigen golongan darah juga ditemukan pada sel-sel lambung. Pada golongan darah A, strukturnya bisa sedikit mengubah cara sel lambung bereaksi terhadap iritasi, paparan asam, dan cedera berulang. Seiring waktu, hal ini bisa memengaruhi seberapa baik lapisan lambung memperbaiki dirinya sendiri.

    Kanker lambung jarang muncul tiba-tiba dan berkembang perlahan, seringkali setelah peradangan selama bertahun-tahun. Golongan darah A bisa menyebabkan kondisi peradangan yang berlangsung lebih lama atau sembuh kurang sempurna. Saat sel berulang kali rusak dan dperbaiki, kesalahan menjadi lebih mungkin terjadi. Kemudian, kesalahan tersebut pada akhirnya berubah menjadi pertumbuhan abnormal.

    Helcobacter dan Golongan Darah A

    Infeksi Helicobacter pylori adalah salah satu faktor risiko terkuat yang diketahui untuk kanker lambung. Penelitian menunjukkan bahwa bakteri tersebut mungkin lebih mudah menempl pada lapisan lambung orang dengan golongan darah A. Hal tersebut mempersulit tubuh dalam membersihkan infeksi dan iritasi bisa berlanjut tanpa gejala selama bertahun-tahun.

    Golongan darah O sering kali dikaitkan dengan tingkat kanker lambung yang lebih rendah dalam studi populasi. Tanpa antigen A atau B pada sel-sel lambung perlekatan bakteri dan respons peradangan mungkin berbeda. Kendati demikian ini bukan berarti perlindungan, namun membantu menjelaskan mengapa tingkatnya cenderung lebih rendah dibandingkan dengan golongan darah A.

    Pada intinya, golongan darah tidak menentukan siapa yang akan atau tidak akan terkena kanker lambung. Banyak orang dengan golongan darah A tidak mengalami penyakit ini. Namun mereka mungkin bisa memperhatikan gejala pencernaan yang terus-menerus dialami, daripada mengabaikannya.

    Faktor-faktor seperti konsumsi garam tinggi, alkohol, merokok, infeksi yang tidak diobati, dan riwayat keluarga memainkan peran yang jauh lebih besar.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video Sejumlah Penyakit Hantui Korban Bencana di Sumatera”
    [Gambas:Video 20detik]
    (elk/naf)

  • Klarifikasi SPPG soal Viral MBG Balita dan Bumil Ditaruh di Kantong Plastik

    Klarifikasi SPPG soal Viral MBG Balita dan Bumil Ditaruh di Kantong Plastik

    Jakarta

    Viral video dengan narasi makan bergizi gratis ibu hamil dan balita diterima tidak layak lantaran ditaruh di kantong plastik tanpa kemasan tambahan apapun. Kejadian tersebut disebut terjadi di Kabupaten Pandeglang, Banten.

    “Ini MBG untuk balita kaya gini, isinya ayam, nggak tahu itu bubur atau apa, kayak muntah kucing. Ini baru dibuka,” tutur pemilik akun TikTok yang saat ini sudah menghapus unggahan kontennya tersebut.

    “Maaf bukan nggak bersyukur, masa mau dimakan pakai plastik begini?” tanyanya.

    Sejumlah warganet ikut mempertanyakan pemberian MBG dengan kemasan kantong plastik. “Kenapa nggak pakai wadah bubur?”

    SPPG Klarifikasi

    Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, buka suara terkait viralnya video tersebut. Kejadian dilaporkan pada Kamis (8/1/2026).

    Kepala SPPG Karyasari, Dimas Dhika Alpiyan menyebut distribusi MBG saat itu sebetulnya sudah sesuai prosedur menggunakan ompreng. Namun, saat tiba di lokasi penerima, salah satu kader posyandu menurutnya memindahkan makanan dari ompreng ke dalam kantung plastik.

    Tindakan ini dilakukan tanpa berkoordinasi dengan pihak SPPG.

    “Setelah ompreng tiba di tempat oleh ibu kader yang bersangkutan makanan yang di dalam ompreng dipindahkan dan disatukan penyajiannya di dalam kantong plastik karena ibu kader memiliki alasan spontanitas. Setelah itu, oleh ibu kader diberikan kepada penerima manfaat yaitu bumil, busui, dan balita. Ompreng kembali dibawa pulang oleh sopir dengan keadaan kosong,” jelas Dimas, Sabtu (10/1).

    @detikhealth_official

    Viral video dengan narasi makan bergizi gratis ibu hamil dan balita diterima tidak layak lantaran ditaruh di kantong plastik tanpa kemasan tambahan apapun. Kejadian tersebut disebut terjadi di Kabupaten Pandeglang, Banten. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, Dimas Dhika Alpiyan, buka suara terkait viralnya video tersebut. Kejadian dilaporkan pada Kamis (8/1/2026). Dimas menyebut distribusi MBG saat itu sebetulnya sudah sesuai prosedur menggunakan ompreng. Namun, saat tiba di lokasi penerima, salah satu kader posyandu menurutnya memindahkan makanan dari ompreng ke dalam kantung plastik. Tindakan ini dilakukan tanpa berkoordinasi dengan pihak SPPG. “Setelah ompreng tiba di tempat oleh ibu kader yang bersangkutan makanan yang di dalam ompreng dipindahkan dan disatukan penyajiannya di dalam kantong plastik karena ibu kader memiliki alasan spontanitas. Setelah itu, oleh ibu kader diberikan kepada penerima manfaat yaitu bumil, busui, dan balita. Ompreng kembali dibawa pulang oleh sopir dengan keadaan kosong,” jelas Dimas, Sabtu (10/1). Kejadian tersebut kemudian baru diketahui SPPG keesokan harinya, pasca menerima laporan viral di media sosial. “Setelah video tersebut viral kami pihak SPPG Karyasari Sukaresmi mengundang para ibu kader untuk komunikasi lebih dalam. Ibu kader datang pada Jumat, 9 Januari, pukul 09.00. Ibu kader mengklarifikasi bahwasanya mereka memang memasukkan menu tersebut ke dalam plastik karena keadaan spontanitas yang terjadi,” kata Dimas.

    ♬ original sound – detikHealth

    Kejadian tersebut kemudian baru diketahui SPPG keesokan harinya, pasca menerima laporan viral di media sosial.

    “Setelah video tersebut viral kami pihak SPPG Karyasari Sukaresmi mengundang para ibu kader untuk komunikasi lebih dalam. Ibu kader datang pada Jumat, 9 Januari, pukul 09.00. Ibu kader mengklarifikasi bahwasanya mereka memang memasukkan menu tersebut ke dalam plastik karena keadaan spontanitas yang terjadi,” kata Dimas.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video Viral MBG di Pandeglang Berwadah Kantong Plastik, Ini Kata BGN”
    [Gambas:Video 20detik]
    (naf/naf)

  • Jari Tangan Wanita Ini Terpaksa Diamputasi, Berawal dari Keluhan Batu Ginjal

    Jari Tangan Wanita Ini Terpaksa Diamputasi, Berawal dari Keluhan Batu Ginjal

    Jakarta

    Sebuah infeksi batu ginjal nyaris merenggut nyawa Louise Marshallsay (48), perempuan asal South Wales, Inggris. Tak hanya itu, komplikasi berat yang ia alami juga membuat seluruh jari tangan dan jari kakinya, kecuali ibu jari, harus diamputasi.

    Peristiwa ini bermula pada Juli 2022, ketika Marshallsay, mantan asisten guru, merasakan nyeri tajam di bagian samping tubuhnya. Rasa sakit itu mengingatkannya pada pengalaman tiga tahun sebelumnya, saat ia harus menjalani operasi pengangkatan batu ginjal.

    Ia pun memutuskan pergi ke rumah sakit. Setelah diperiksa, dokter menyatakan terdapat batu ginjal berukuran kecil dan memulangkannya karena batu tersebut dinilai bisa keluar dengan sendirinya.

    Namun, kondisinya justru memburuk pada malam hari. Marshallsay mulai merasa sangat lemas dan beberapa kali kehilangan kesadaran. Dalam hitungan jam, tangan dan kakinya berubah warna menjadi kehitaman dan keunguan.

    Ia dilarikan kembali ke rumah sakit dan kolaps sesaat setelah tiba. Empat hari kemudian, ia baru sadar dan diberi tahu dirinya mengalami syok septik, yakni tahap paling parah dari sepsis.

    Menurut Mayo Clinic, sepsis adalah kondisi serius ketika tubuh bereaksi secara tidak normal terhadap infeksi. Kondisi ini dapat berkembang menjadi syok septik, ditandai dengan penurunan tekanan darah drastis yang bisa merusak organ vital seperti paru-paru, ginjal, dan hati, bahkan berujung kematian.

    Dalam kasus Marshallsay, infeksi yang bermula dari batu ginjal memicu respons tubuh yang begitu hebat. Untuk menyelamatkan organ-organ vitalnya, dokter terpaksa membatasi aliran darah ke bagian tubuh tertentu. Akibatnya, jaringan di ujung-ujung tubuhnya mati dan amputasi pun tak terhindarkan.

    “Saya hanya berharap tidak kehilangan semua jari tangan dan kaki, karena saya tidak tahu bagaimana hidup tanpa mereka,” ujar Marshallsay kepada media setempat. “Otot-otot saya juga mulai menyusut karena lama tidak digunakan, dan saya kehilangan pendengaran di telinga kanan.”

    Meski demikian, ia bersyukur masih bisa bertahan hidup. “Saya masih hidup, dan itu yang paling penting. Tidak mungkin anak perempuan saya kehilangan ibunya,” katanya.

    Pada Oktober 2022, dokter akhirnya mengamputasi seluruh jari tangan dan jari kaki Marshallsay, kecuali ibu jari tangan.

    “Saya benar-benar syok ketika melihatnya. Saya dalam keadaan sadar saat amputasi dilakukan, jadi saya melihat satu per satu jari saya diambil. Rasanya seperti adegan film horor,” tuturnya.

    Masa pemulihan pun tidak mudah. Ia mengaku menangis saat perban dibuka dan melihat sisa jarinya yang bengkak, memar, dan penuh jahitan.

    Setelah keluar dari rumah sakit, Marshallsay tinggal bersama orang tuanya untuk menjalani masa pemulihan dan belajar menyesuaikan diri dengan kondisi barunya. Ia kemudian dirujuk ke laboratorium prostetik.

    Selama hampir 11 bulan, tim dari Laboratorium Maksilofasial di Rumah Sakit Morriston membuatkan jari-jari prostetik khusus untuknya. Setiap jari awalnya dipahat dari lilin, lengkap dengan detail kuku, sebelum akhirnya dibuat dari silikon yang warnanya disesuaikan dengan warna kulitnya.

    “Saat pertama kali melihatnya, saya tidak percaya. Bentuknya benar-benar seperti jari asli, lengkap dengan detail pembuluh darah dan lipatan di buku jari,” katanya.

    “Saya tidak bisa melupakan bahwa saya pernah berada di ambang kematian. Saya sangat bersyukur masih hidup. Semoga setelah ini, semuanya hanya akan menjadi lebih baik,” ujarnya.

    Halaman 2 dari 2

    (naf/naf)

  • Viral Susu UHT Langka, BGN Minta Dapur MBG Pakai Sumber Gizi Lain

    Viral Susu UHT Langka, BGN Minta Dapur MBG Pakai Sumber Gizi Lain

    Jakarta

    Kelangkaan susu UHT di sejumlah ritel modern belakangan ramai dikeluhkan masyarakat. Di media sosial, banyak warganet mengaku kesulitan menemukan susu UHT. Beberapa ritel sengaja membatasi pembelian susu di tengah minimnya stok.

    Kondisi ini diduga berkaitan dengan mulai masifnya pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) seiring masuknya kembali anak sekolah awal pekan ini.

    Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengakui susu memang menjadi salah satu komponen menu yang dapat diberikan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dalam program MBG. “Satu kali SPPG memberikan susu, butuh kurang lebih 3.000 kotak ukuran kecil,” kata Dadan, Kamis (8/1/2025).

    Jika disusun dalam satu dus berisi 24 kotak, satu SPPG membutuhkan sekitar 125 dus susu untuk satu kali jadwal pembagian MBG. Dengan jumlah SPPG yang kini mencapai 19 ribu, kebutuhan susu relatif besar.

    “Kalau sementara ada isu seperti itu, mungkin karena SPPG sedang ingin memberi susu. Tapi saya tidak mewajibkan seluruh SPPG memberi susu,” sebut Dadan.

    Menurut dia, pemberian susu dalam program MBG sebaiknya diprioritaskan untuk daerah-daerah yang memang memiliki sentra sapi perah. Sementara itu, untuk wilayah yang tidak memiliki produksi susu, kebutuhan kalsium dan protein bisa dipenuhi dari sumber gizi lain agar tidak menambah tekanan terhadap pasokan susu di pasar.

    “Bisa diganti dengan sumber gizi lainnya, supaya tekanan kelangkaan susu bisa menurun,” ucapnya.

    Di sisi lain, Dadan menegaskan pemerintah tengah mendorong penguatan produksi susu dalam negeri. Ia menyebut BGN tidak ingin ketergantungan pada impor susu segar. “Kami sedang mendorong agar tidak ada impor susu, tapi impor sapi perah. Supaya kami bisa berkelanjutan menghasilkan susu yang diproduksi dalam negeri,” katanya.

    Hingga 31 Desember 2025 jumlah SPPG yang sudah beroperasi mencapai 19.188 unit dengan lebih dari 4 ribu di antaranya sudah mengantongi sertifikat laik higiene dan sanitasi.

    (naf/kna)

  • Wanita Ini Jalan 20 Ribu Langkah Tiap Hari Selama 30 Hari, Begini Efeknya

    Wanita Ini Jalan 20 Ribu Langkah Tiap Hari Selama 30 Hari, Begini Efeknya

    Jakarta

    Seorang wanita yang menantang dirinya berjalan kaki hingga 20 ribu langkah setiap hari. Ia mengungkap perubahan yang dirasakan pada tubuhnya setelah menjalani tantangan tersebut selama 30 hari.

    Selama ini, sebagian profesional kesehatan kerap merekomendasikan target 10 ribu langkah per hari. Tetapi, ada pula ahli yang menilai manfaat kesehatan bisa diperoleh dalam rentang jumlah langkah yang lebih luas.

    “6.000 hingga 12.000 langkah per hari bagi kebanyakan orang sudah sangat bagus. Tetapi, cara yang lebih baik untuk mengatakannya adalah jika Anda melakukan jauh lebih sedikit dari 5 hingga 6 ribu langkah per hari sepanjang waktu,” jelas spesialis fisiologi olahraga, Dr Mike Israetel.

    “Dan Anda tidak banyak melakukan aktivitas fisik lainnya, Anda bisa hidup lebih lama jika Anda melakukan lebih banyak aktivitas fisik dalam kebanyakan kasus,” tambahnya, dikutip dari Unilad.

    Ahli lain juga menyebutkan bahwa berjalan 7 ribu langkah per hari dapat menurunkan risiko kanker hingga 11 persen. Bahkan, sebuah studi tahun 2023 menemukan bahwa peningkatan jumlah langkah harian sebanyak 1.000 langkah, berkorelasi dengan penurunan signifikan angka kematian akibat semua penyebab hingga 15 persen.

    Bagaimana jika jumlah langkah ditingkatkan jauh lebih tinggi hingga 20 ribu langkah per hari?

    Hal inilah yang dicoba oleh influencer kesehatan kebugaran, Ilva Ignatovica. Melalui video yang diunggah di kanal YouTube miliknya, Ilva menceritakan pengalamannya menjelang minggu terakhir tantangan 30 hari tersebut.

    Ia mengaku tidak hanya merasakan manfaat, tetapi juga tantangan fisik.

    “Saya mengalami sakit punggung dan segera menyadari bahwa hanya karena saya banyak berjalan kaki, bukan berarti saya bisa melewatkan peregangan dan latihan kekuatan,” kata Ilva.

    Meski begitu, Ilva tetap merasakan sisi positif dari rutinitas ekstrem tersebut.

    “Di sisi lain, saya merasa bangga dengan tekad saya, bersyukur atas jalan-jalan yang indah, dan senang karena berat badan saya turun 2 kg,” sambungnya.

    Halaman 2 dari 2

    (sao/naf)

  • Kematian Anak karena ‘Super Flu’ di AS Naik Hampir 2 Kali Lipat

    Kematian Anak karena ‘Super Flu’ di AS Naik Hampir 2 Kali Lipat

    Jakarta

    Pasca mencatat rekor aktivitas flu tertinggi sepanjang sejarah, AS kini kembali melaporkan peningkatan jumlah rawat inap dan kematian akibat flu. Puncak kasus influenza dipastikan belum terlewati.

    Dikutip dari CNN, 40 ribu orang dilaporkan dirawat di RS karena flu pada pekan di periode 3 Januari, menurut data yang dirilis Jumat ini, oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

    Angkanya naik sekitar 10 persen dibandingkan 36.600 rawat inap pada pekan sebelumnya.

    Secara keseluruhan, terdapat sekitar 12 pasien rawat inap akibat flu per 100.000 penduduk di AS pada pekan lalu.

    Kelompok lansia masih menjadi yang paling banyak dirawat di rumah sakit akibat flu, tetapi angka rawat inap pada anak-anak juga tergolong tinggi. “Setidaknya 17 anak meninggal dunia akibat flu pada musim ini,” kata CDC.

    Jumlah ini hampir dua kali lipat dibandingkan pekan sebelumnya, setelah dilaporkan delapan kematian baru.

    Empat dari kematian anak akibat flu musim ini terjadi di Massachusetts, termasuk dua anak di Boston yang berusia di bawah dua tahun.

    “Kasus flu sedang melonjak di Boston, dan kami melihat peningkatan kasus serius yang melibatkan anak-anak, termasuk kematian tragis dua anak yang masih sangat kecil,” kata Dr Bisola Ojikutu Kepala Dinas Kesehatan Kota Boston, dalam sebuah pernyataan.

    “Meski flu biasanya bersifat ringan, penyakit ini dapat menyebabkan rawat inap bahkan kematian. Anak-anak di bawah usia dua tahun memiliki risiko lebih tinggi.

    Orang tua diimbau segera memvaksinasi anak mereka yang berusia enam bulan ke atas untuk menurunkan risiko komplikasi berat.

    “Orang tua juga harus segera mencari pertolongan medis jika anak mengalami gejala flu disertai tanda-tanda penyakit yang lebih berat, seperti kesulitan bernapas, berkurangnya buang air kecil, demam tinggi yang terus-menerus, atau menjadi sangat lemas dan sulit dibangunkan,” sebut otoritas kesehatan AS.

    Secara keseluruhan, CDC memperkirakan pada musim flu ini telah terjadi setidaknya 15 juta orang jatuh sakit, 180.000 rawat inap, dan 7.400 kematian akibat flu.

    Aktivitas flu masih tetap tinggi di seluruh negeri, dan CDC memperkirakan kondisi ini akan berlanjut selama beberapa pekan ke depan. Lebih dari selusin negara bagian berada pada kategori tingkat aktivitas flu tertinggi yang dipantau oleh lembaga tersebut.

    Data pemantauan CDC yang dirilis pekan lalu menunjukkan aktivitas mirip flu di AS telah mencapai level tertinggi sejak pencatatan dimulai sekitar 30 tahun lalu.

    Pada pekan ini, beberapa indikator tersebut memang mulai menurun, tetapi CDC menegaskan bahwa hal itu belum tentu berarti musim flu telah mencapai puncaknya. Penurunan sementara tersebut bisa disebabkan oleh perubahan perilaku masyarakat dalam mencari layanan kesehatan atau pelaporan selama libur akhir tahun, dan peningkatan kasus masih mungkin terjadi dalam beberapa pekan ke depan.

    Virus Influenza A (H3N2) menjadi jenis yang paling banyak dilaporkan. Pengujian genetik lanjutan menunjukkan varian baru yang disebut subclade K, yang sebelumnya menyebabkan musim flu lebih awal dan lebih berat di sejumlah wilayah dunia masih menjadi pendorong utama sebagian besar kasus di AS.

    Halaman 2 dari 2

    (naf/naf)

  • Saat Susu UHT Langka di Ritel, Diduga Diborong untuk MBG

    Saat Susu UHT Langka di Ritel, Diduga Diborong untuk MBG

    Jakarta

    Kelangkaan susu UHT di sejumlah gerai ritel belakangan ini ramai dikeluhkan masyarakat. Di media sosial, banyak warga mengaku kesulitan mendapatkan susu kemasan, diduga habis diborong untuk memenuhi kebutuhan program makan bergizi gratis (MBG).

    Ketua Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI) Agus Warsito mengungkap permintaan pasokan susu sapi segar dari industri pengolahan memang meningkat signifikan di tengah isu kelangkaan susu UHT.

    “Iya, permintaan naik. Hari ini semua pabrikan minta tambah pasokan susu segar. Lumayan signifikan, (kenaikannya) lebih dari 20 persen,” beber Agus, dikutip dari CNN, Jumat (9/1/2026).

    Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu (7/1), stok susu UHT varian full cream di salah satu gerai Indomaret di Bekasi terpantau kosong selama sekitar satu minggu.

    Silvia, salah satu kasir di gerai tersebut, membenarkan kondisi tersebut.

    “Lagi kosong. Susu yang putih (susu UHT full cream) sudah semingguan, belum dikirim lagi,” ujarnya.

    Ia mengungkapkan, kekosongan stok terjadi karena produk tersebut diborong untuk memenuhi kebutuhan program MBG.

    “Kemarin diborong untuk MBG, mas. Setiap masuk barang baru pasti diborong,” katanya.

    Beberapa ritel bahkan disebut menerapkan pembatasan pembelian maksimal empat kemasan per orang untuk mencegah pembelian dalam jumlah besar.

    Namun, kondisi ini tidak terjadi merata. Di gerai ritel lain seperti Superindo dan Alfamart di kawasan yang sama, stok susu UHT masih terpantau tersedia dan belum diberlakukan pembatasan pembelian.

    BGN Akui Permintaan Susu Tinggi

    Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengakui bahwa susu memang menjadi salah satu menu dengan tingkat permintaan tinggi dalam program MBG.

    “(Permintaan) susu memang banyak, kan kebutuhannya banyak,” kata Nanik di SMK Negeri 1 Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (8/1).

    Meski begitu, ia menegaskan pasokan nasional secara keseluruhan masih tersedia dan pemerintah tengah menyiapkan langkah-langkah penguatan produksi untuk jangka menengah dan panjang.

    Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan, pemerintah saat ini tengah membangun pabrik-pabrik baru serta memperluas basis produksi susu nasional melalui pengembangan peternakan sapi perah.

    “Ini lagi dibangun pabrik-pabrik baru. Pemerintah sekarang juga lagi bangun 500 peternakan,” lanjut Nanik.

    Menurut dia, meningkatnya serapan susu untuk program MBG justru akan mendorong pertumbuhan industri persusuan nasional.

    “Kalau permintaan naik, produksi pabrik juga ikut naik. Itu artinya bisa membuka lapangan kerja dan menggerakkan industri,” jelasnya.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video Risiko Jika Anak Minum Susu 2 Liter per Hari”
    [Gambas:Video 20detik]
    (naf/naf)

  • Menyoal Pemaknaan Kata ‘Gratis’ dalam Program MBG

    Menyoal Pemaknaan Kata ‘Gratis’ dalam Program MBG

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai kritik, kali ini terkait penggunaan kata ‘gratis’ dalam penamaannya. Manajer Kebijakan dan Advokasi Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Fachrial Kautsar, menilai embel-embel tersebut sejak awal bermasalah dan sarat pesan simbolik, meski kualitas makanan di lapangan dinilai belum tentu bergizi.

    CISDI menilai narasi ‘gratis’ berpotensi menciptakan relasi kuasa yang timpang, di mana masyarakat terutama anak-anak, didorong untuk menerima tanpa kritik. Bahkan, temuan CISDI menunjukkan anak-anak bisa merasa bersalah saat menerima makanan bermasalah, karena diajarkan untuk tetap bersyukur atas apa pun yang diberikan negara.

    Klik di sini untuk menonton video lainnya!

  • Ada Banyak Data Tidur di Smartwatch, Mana Sih yang Paling Penting Dipantau?

    Ada Banyak Data Tidur di Smartwatch, Mana Sih yang Paling Penting Dipantau?

    Jakarta

    Teknologi wearables, termasuk smartwatch, makin mendukung pola hidup sehat. Bahkan untuk memantau kualitas tidur, ada banyak data yang bisa diamati dengan perangkat tersebut.

    Namun terkadang, terlalu banyak data yang tersedia juga bikin bingung mana saja yang harus dibaca. Belum lagi jika dihadapkan pada keraguan, seberapa akurat sih pembacaan kualitas tidur dengan wearables?

    Vishal Dasani, seorang certified sleep and recovery coach, mengatakan teknologi saat ini makin canggih sehingga akurasinya makin bisa diandalkan. Kalaupun tidak 100 persen yakin dengan dengan angka-angkanya, setidaknya user bisa memanfaatkan pola yang teramati.

    “Salah satu hal yang menjadi prioritas dalam sleep coaching itu adalah konsistensi jadwal tidur,” terang Coach Vishal dalam perbincangan dengan detikcom.

    “Nah kalau saya bisa tahu klien ini pola tidurnya saat ini bagaimana? Apakah sinkron sama jam biologisnya? Dan itu dibantu oleh wearables,” jelasnya.

    Menurut Coach Vishal, data-data tidur yang terekam dalam wearables dapat memberi gambaran perilaku tidur dan misalignment yang terjadi. Di antaranya, kesesuaian antara jam tidur dengan pola yang terbentuk oleh jam biologis seseorang.

    Gambaran tersebut diolah dari data-data yang dirangkum sebagai nilai tertentu seperti sleep score atau energy score. Nilai yang tidak kalah penting dalam kaitannya dengan tidur dan recovery, menurut Coach Vishal adalah Heart Rate Variability (HRV) atau variabilitas denyut jantung.

    “Data HRV ini memberikan gambaran tubuh kita itu sedang stres atau tidak,” pungkasnya.

    (up/up)