Category: Detik.com Kesehatan

  • Warganet Pertanyakan Kandungan ‘Matcha Infus’, Dokter Soroti Hal Ini

    Warganet Pertanyakan Kandungan ‘Matcha Infus’, Dokter Soroti Hal Ini

    Jakarta

    Sebuah kedai teh di Bali viral di media sosial setelah menyajikan sebuah menu matcha latte dengan kemasan infus ‘D5 Dextrose monohydrate’. Banyak netizen mempertanyakan dari mana asal usul kemasan infus tersebut dan apakah aman untuk dikonsumsi.

    Beberapa netizen bahkan menduga matcha tersebut dicampurkan dengan cairan infus D5, karena kandungan di dalamnya seperti air gula.

    “Googling td, dextrose itu air gula, curiga matcha-nya dicampur dalam infusan baru, jadi bukan dr limbah medis. cuman gatau deh kyk gitu boleh apa nggak, apalagi langsung diminum,” kata salah satu netizen media sosial X.

    “Kalo pun baru, ttp ga etis gasi? Nanti rs2 yg bener butuh malah kehabisan gr2 yg kaya gini viral,” timpal netizen lain yang mempertanyakan etis atau tidaknya hal tersebut.

    Terlepas dari kejadian tersebut, apakah benar infus D5 bisa dikonsumsi secara langsung? Spesialis penyakit dalam Prof Dr dr Ketut Suastika, SpPD-KEMD membenarkan infus D5 sangat mirip dengan air gula.

    Ia mengatakan infus D5 secara umum aman dikonsumsi langsung karena sudah melalui proses sterilisasi. Namun, ia menegaskan cairan infus hanya diberikan pada pasien melalui pembuluh darah.

    Meskipun aman, bukan berarti cairan infus bisa dikonsumsi sembarangan. Apalagi dengan oral atau minum secara langsung.

    “Kalau masih dalam kemasan cairan infus D5 adalah steril, karena semua yang dimasukkan melalui pembuluh darah harus steril,” ungkap Prof Ketut.

    Berkaitan dengan kemungkinan matcha yang dicampur secara langsung dengan cairan infus D5, dr Ketut berpendapat secara etika dan nilai ekonomi, ini adalah tindakan yang kurang tepat. Cairan infus memiliki harga yang lebih mahal bila dibandingkan dengan air gula pada umumnya.

    Ia mengingatkan gimmick promosi sebuah produk sebaiknya tetap memperhatikan etika yang ada. Masyarakat juga harus mendapatkan edukasi yang menjelaskan terkait penggunaan cairan infus yang sebenarnya.

    “Saya kurang tahu apakah itu bekas atau tidak. Tapi yang jelas cairan infus pasti menjadi lebih mahal dibandingkan kita membuat dari glukosa 5 persen untuk diminum, karena ada persyaratan steril,” katanya.

    “Kalau langsung dibuka dari kemasan infus dan diminum, cairan tersebut steril,” tandas dr Ketut.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/kna)

  • Dinkes Minta RS hingga Puskesmas di DKI Siaga ‘Super Flu’

    Dinkes Minta RS hingga Puskesmas di DKI Siaga ‘Super Flu’

    Jakarta

    Super Flu, varian influenza tipe A H3N2 subclade K, belakangan memicu kewaspadaan setelah ditemukan di Indonesia. Berdasarkan hasil Whole Genome Sequencing (WGS) Kementerian Kesehatan, virus ini telah beredar di Indonesia sejak Agustus 2025 dan terdeteksi di delapan provinsi dengan total 62 kasus.

    Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kasus Super Flu di Provinsi DKI Jakarta. Seiring dengan perkembangan tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta telah menginformasikan kepada sejumlah fasilitas kesehatan di Ibu Kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Super Flu.

    Langkah ini mencakup pengenalan gejala dan tanda penyakit, serta penguatan upaya promotif dan preventif, terutama untuk kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia.

    Upaya pencegahan yang ditekankan antara lain:

    Sering mencuci tangan menggunakan sabunMenggunakan masker jika sedang sakitMenerapkan etika batukMenghindari menyentuh wajahMenjaga asupan nutrisi seimbang, minum air minimal 2 liter per hari, istirahat cukup, dan berolahraga teraturSegera mengunjungi fasilitas kesehatan jika keluhan berlanjutMewaspadai tanda pneumonia dan pneumonia berat, seperti napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, serta saturasi oksigen di bawah 92 persen

    “Pemprov DKI aktif berperan menjalankan fungsi sentinel kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di 5 Puskesmas di tiap kota dan 1 RS untuk mendeteksi lebih awal indikasi penyebaran kasus ISPA di DKI Jakarta,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati kepada wartawan, dikutip Senin (5/1/2026).

    Ani menjelaskan, Super Flu merupakan penyakit ISPA yang disebabkan oleh virus influenza tipe A H3N2 subclade K, dengan karakter penularan yang relatif lebih cepat.

    Ia juga mengimbau warga Jakarta untuk tetap waspada terhadap potensi penularan, mengingat tingginya mobilitas penduduk pascalibur Natal dan Tahun Baru serta telah memasuki musim penghujan. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk senantiasa menjaga kesehatan.

    (suc/up)

  • Cuma yang Punya Ketelitian Super Bisa Temukan Kotak yang Pas di Gambar Ini

    Cuma yang Punya Ketelitian Super Bisa Temukan Kotak yang Pas di Gambar Ini

    Asah Otak

    Daffa Ghazan – detikHealth

    Selasa, 06 Jan 2026 12:03 WIB

    Jakarta – Coba perhatikan susunan kotak pada gambar dengan saksama. Dari pilihan yang tersedia, manakah kotak yang paling tepat untuk melengkapi bagian yang kosong?

  • Cuma yang Punya Ketelitian Super Bisa Temukan Kotak yang Pas di Gambar Ini

    Cuma yang Punya Ketelitian Super Bisa Temukan Kotak yang Pas di Gambar Ini

    Asah Otak

    Daffa Ghazan – detikHealth

    Selasa, 06 Jan 2026 12:03 WIB

    Jakarta – Coba perhatikan susunan kotak pada gambar dengan saksama. Dari pilihan yang tersedia, manakah kotak yang paling tepat untuk melengkapi bagian yang kosong?

  • Viral Larangan Bawa Tumbler di Restoran, Etika atau Food Safety?

    Viral Larangan Bawa Tumbler di Restoran, Etika atau Food Safety?

    Jakarta

    Gaduh di media sosial terkait restoran atau rumah makan yang melarang pelanggannya membawa tumbler. Dari sisi konsumen, banyak pelanggan yang setuju, namun tidak sedikit juga yang menentang.

    Lantas, sebenarnya larangan membawa tumbler di restoran lebih soal etika atau justru berkaitan dengan food safety?

    Tumbler dan Food Safety

    Dwi (29) karyawan swasta di Jakarta Timur yang setiap hari tak pernah absen membawa tumbler mengatakan ini bisa menjadi cara dari pihak industri food and baverage (F&B) untuk menjaga keamanan pangan atau food safety mereka.

    “Tumblr kan lebih higienis bagi mereka yang ‘bersih’. Tapi kan nggak semua orang bawa tumblr dicuci bersih. Takutnya ada yang pas kena kontaminasi terus diare misalnya. Nah, kan bisa resto juga yang kena imbas,” kata Dwi saat dihubungi, Selasa (6/1/2026).

    Dwi menambahkan saat ini banyak juga restoran yang menerapkan SOP ketat terkait peralatan makan dan minum yang digunakan pelanggan. Semua gelas, piring, hingga alat makan biasanya sudah melalui proses pencucian dan sanitasi sesuai standar keamanan pangan, sedangkan tumbler berada di luar kontrol tersebut.

    Butuh Win-win Solution

    Dari sisi etika, membawa minuman sendiri ke restoran sering dianggap kurang pantas, apalagi jika restoran menjual minuman sebagai bagian dari layanannya. Dalam dunia hospitality, hal ini mirip dengan membawa makanan dari luar (outside food and beverage) yang memang umumnya dilarang.

    Beberapa pelaku usaha menilai membawa tumbler berisi minuman sendiri dapat merugikan secara bisnis, terutama bagi restoran yang mengandalkan penjualan minuman sebagai sumber pendapatan tambahan.

    Tria (29) karyawan swasta di Jakarta Timur mengatakan harus ada win-win solution terkait aturan ini, sehingga bisa diterima baik oleh konsumen dan industri mendapatkan apa yang mereka mau.

    “Win-win solution-nya ya resto menyediakan air mineral dengan harga terjangkau atau berlaku sistem refill. Bisa juga diberlakukan charge atau ketentuan khusus yang nominalnya masuk akal jika konsumen membawa air mineral sendiri dari luar,” kata Tria.

    Halaman 2 dari 2

    (dpy/up)

    Tumbler Dilarang Masuk

    3 Konten

    Larangan membawa tumbler diberlakukan di sejumlah restoran. Aturan ini menuai pro dan kontra, baik dari sisi bisnis, etika, kesehatan, dan bahkan food safety.

    Konten Selanjutnya

    Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya

  • Viral Lagi Bullying di PPDS, Junior Disebut ‘Dipalak’ Biaya Sewa Padel-Tiket Konser

    Viral Lagi Bullying di PPDS, Junior Disebut ‘Dipalak’ Biaya Sewa Padel-Tiket Konser

    Jakarta

    Viral broadcast message terkait laporan perundungan di program pendidikan dokter spesialis (PPDS). Informasi tersebut disebut berasal dari Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan Sipil (AMPKS) Sumatera Selatan.

    Perundungan atau bullying dilaporkan terjadi di Universitas Sriwijaya yang berdampak pada salah satu mahasiswa junior PPDS Universitas Sriwijaya. Korban disebut sempat melakukan percobaan bunuh diri dan akhirnya ‘resign’ dari PPDS.

    Bentuk perundungan yang diduga dilakukan senior disebut beragam dengan rincian broadcast message sebagai berikut:

    Para oknum senior PPDS tsb meminta junior untuk membiayai keperluan pribadi, gaya hidup mewah senior, di antaranya:

    – uang semesteran senior
    – clubbing dan party senior
    – alat olahraga, sewa padel, sepeda, club sepakbola senior
    – membeli skincare
    – menanggung makan minum senior
    – tiket konser, tiket pesawat
    – biaya sewa rumah dan kosan senior
    – biaya perpisahan senior
    – biaya penelitian ilmiah dan seminar senior
    – antar jemput anak senior
    – membelikan alkes senior
    – barang mewah lainnya

    Modus kejahatan ini dilakukan dengan meminta uang tunai / cash kepada junior dengan cara yang rapi dan sembunyi-sembunyi.

    Kemenkes Angkat Bicara

    Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI, Aji Muhawarman, menyebut sudah menerima laporan terkait.

    Ia menekankan kasus tersebut saat ini sedang ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas unit di lingkungan Kemenkes.

    “Kasusnya sudah masuk laporannya ke Kemenkes. Kami sedang koordinasi di internal antara pihak RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang, Direktorat Jenderal SDM Kesehatan, dan Inspektorat Jenderal,” kata Aji saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2026).

    Aji menjelaskan, dugaan perundungan yang kembali viral melalui pesan berantai tersebut bukan kasus baru. Menurutnya, peristiwa itu sebelumnya sudah ditangani oleh pihak rumah sakit pendidikan terkait.

    “Sebenarnya ini kasus lama yang sudah diproses oleh pihak rumah sakit dan ada orang-orang yang sudah mendapatkan hukuman disiplin,” ujarnya.

    Meski begitu, Kemenkes tetap menyoroti serius perkembangan laporan terkait, terlebih menyangkut keselamatan dan kesehatan mental peserta didik PPDS.

    Aji menyebut, broadcast message yang beredar juga telah diteruskan ke berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan dan Ketua Program Studi Universitas Sriwijaya, untuk memastikan klarifikasi serta evaluasi lanjutan dilakukan secara menyeluruh.

    Kemenkes, lanjut Aji, menjaga lingkungan pendidikan dokter spesialis yang aman, profesional, dan bebas dari praktik perundungan maupun penyalahgunaan relasi kuasa.

    “Setiap laporan terkait perundungan di lingkungan pendidikan tenaga kesehatan akan kami tindaklanjuti sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku,” tegasnya.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Alasan Seseorang Jadi Pelaku Bullying dari Kacamata Psikolog”
    [Gambas:Video 20detik]
    (naf/naf)

  • Warganet Pertanyakan Kandungan ‘Matcha Infus’, Dokter Soroti Hal Ini

    Ramai Gegara Jadi Kemasan Matcha Viral, Apa Itu Infus D5 Dextrose Monohydrate?

    Jakarta

    Viral di media sosial sebuah kedai teh di Bali yang menyediakan minuman matcha berkemasan infus. Video tersebut menjadi sorotan lantaran banyak netizen yang mempertanyakan soal etika dan juga asal usul kemasan infus tersebut.

    Dari video yang beredar, tampak kemasan tersebut mencantumkan nama ‘D5 Dextrose monohydrate’, salah satu jenis cairan infus. Sebenarnya jenis cairan infus apa itu?

    Spesialis penyakit dalam Prof Dr dr Ketut Suastika, SpPD-KEMD mengungkapkan infus D5 merupakan cairan infus yang mengandung 5 persen dekstrosa, gula dalam air. Cairan infus ini digunakan untuk memberikan energi dan membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

    Infus ini diberikan pada pasien yang membutuhkan kalori tambahan, di samping pemberian makanan atau minuman secara langsung atau oral.

    “Infus D5 adalah cairan infus, makanan yang dimasukkan dalam cairan yang bisa langsung dimasukkan melalui pembuluh darah, mengandung dextrose atau glukosa 5 persen. Artinya 5 gram dextrose atau glukosa dalam 100 ml air,” ungkap Prof Ketut ketika dihubungi detikcom, Selasa (6/1/2025).

    “Biasanya diberikan kepada pasien yang membutuhkan kalori tambahan di samping kalori melalui saluran cerna mulut atau makanan normal,” sambungnya.

    Prof Ketut mengingatkan gimmick sebuah ada baiknya produk tetap memperhatikan etika yang ada. Terlebih, kemasan infus yang digunakan kedai teh tersebut mencantumkan nama perusahaan PT Otsuka Indonesia, salah satu produsen infus untuk keperluan medis.

    Terkait kegaduhan ini, pihak PT Otsuka Indonesia menegaskan infus tersebut bukan milik mereka. Pihaknya menyebut ada indikasi penyalahgunaan merek dan kemasan pada produk cairan infus Otsuka.

    “Sebaiknya gimmick juga ada etikanya, apakah sudah mendapat izin dari Otsuka atau farmasi lain yang memproduksi infus D5,” kata Prof Ketut.

    “Dan harus ada pembelajaran yang baik, kalau cairan infus memang nutrisi yang dimasukkan melalui pembuluh darah, hati-hati dengan minuman biasa, jangan salah persepsi bahwa matcha bisa dipakai infus. Memang harus pintar-pintar mendidik masyarakat,” tandasnya.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/up)

  • Lonjakan Flu Bikin AS Ketar-ketir, Tembus 11 Juta Kasus!

    Lonjakan Flu Bikin AS Ketar-ketir, Tembus 11 Juta Kasus!

    Jakarta

    Aktivitas influenza musiman di Amerika Serikat masih berada pada tingkat tinggi dan kembali meningkat pada pekan terakhir Desember. Data Centers for Disease Control and Prevention AS (CDC) yang dirilis Senin menunjukkan, untuk pertama kalinya lembaga tersebut mengklasifikasikan musim flu 2025-2026 sebagai ‘cukup parah’ (moderately severe).

    CDC memperkirakan hingga saat ini musim flu telah menyebabkan setidaknya 11 juta kasus penyakit, 120 ribu rawat inap, dan 5.000 kematian.

    Sebagai perbandingan, pada musim flu 2024-2025, CDC mencatat sedikitnya 5,3 juta kasus, 63 ribu rawat inap, dan 2.700 kematian hingga pekan yang berakhir pada 28 Desember 2024.

    “Kasus flu kerap tidak sepenuhnya terlaporkan, karena tidak semua orang menjalani tes,” ujar Eric Ascher, dokter kedokteran keluarga di Lenox Hill Hospital, jaringan Northwell, dikutip Reuters.

    Ia menambahkan bahwa puncak kasus kemungkinan baru akan terlihat dalam satu hingga dua pekan ke depan.

    Sejumlah pakar kesehatan masyarakat mengatakan kepada Reuters pekan lalu bahwa mobilitas selama libur akhir tahun, rendahnya cakupan vaksinasi, serta misinformasi turut berkontribusi terhadap lonjakan kasus flu.

    Ascher menyebut menurunnya angka vaksinasi dan ketidaksesuaian sebagian vaksin menjadi faktor utama peningkatan kasus flu tahun ini.

    Namun, Aaron Milstone, profesor pediatri di Johns Hopkins University School of Medicine, menilai masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan pasti terkait penyebab lonjakan tersebut.

    CDC juga melaporkan satu kematian anak akibat flu pada pekan lalu, sehingga total kematian pediatrik akibat flu pada musim 2025-2026 menjadi sembilan kasus. CDC memperkirakan aktivitas flu masih akan berlanjut selama beberapa pekan ke depan.

    Sementara itu, Influenza A(H3N2) masih menjadi strain yang dominan, mencakup lebih dari 91 persen kasus influenza A yang telah ditentukan subtipenya.

    Dari 389 virus influenza A(H3N2) yang dikumpulkan sejak 28 September 2025 dan dianalisis secara genetik oleh CDC, sekitar 90,5 persen termasuk dalam subclade K, varian dari A(H3N2).

    Data CDC juga menunjukkan rumah sakit di AS merawat sekitar 33.301 pasien flu pada pekan yang berakhir 27 Desember, meningkat tajam dibandingkan pekan-pekan sebelumnya.

    Kunjungan rawat jalan akibat penyakit pernapasan turut meningkat menjadi 8,2 persen dari total kunjungan layanan kesehatan, melampaui ambang batas musiman.

    Halaman 2 dari 2

    (suc/suc)

  • Ini yang Terjadi pada Tubuh ketika Puasa Gula Selama 14 Hari

    Ini yang Terjadi pada Tubuh ketika Puasa Gula Selama 14 Hari

    Jakarta

    Gula secara umum bukanlah sesuatu yang berbahaya. Namun, konsumsi gula tambahan secara berlebihan dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit kronis.

    Kandungan gula, utamanya dari minuman manis, meningkatkan asupan kalori tanpa memberikan manfaat gizi. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas pada semua kelompok usia. Peningkatan berat badan tersebut kemudian dapat memperbesar risiko penyakit seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker.

    Konsumsi gula tambahan secara berlebihan juga dikaitkan dengan masalah kesehatan gigi dan memengaruhi suasana hati, serta kejernihan berpikir. Sejumlah studi mengaitkan konsumsi gula berlebihan dengan meningkatnya risiko depresi dan kecemasan.

    “Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa gula tidak sekadar menambah kalori. Gula secara diam-diam membajak nafsu makan, keinginan makan, insulin, dan lemak di hati. Itulah sebabnya saya meminta pasien mencoba 14 hari tanpa gula tambahan,” ujar gastroenterolog dr Saurabh Sethi, dikutip dari NDTV, Senin (5/1/2026).

    Oleh karena itu, puasa makan gula tambahan sangat penting untuk tubuh. Menurut dr Sethi, puasa gula selama 14 hari dapat memberikan beberapa efek seperti perut lebih rata, tidur lebih nyenyak, hingga sinyal lapar yang lebih jelas.

    Puasa gula selama 14 hari juga bermanfaat untuk mengurangi dorongan ngemil dan memperbaki kadar gula darah puasa.

    “Menghindari gula tambahan selama 14 hari adalah reset metabolik, bukan sekadar tren penurunan berat badan,” katanya.

    Beberapa manfaat lain yang bisa didapatkan meliputi:

    Memperbaiki lonjakan insulinMengurangi beban gula di hatiMenurunkan retensi airMengatur ulang sensitivitas rasaMengurangi lemak visceral

    dr Sethi menegaskan tidak seluruh gula harus dihindari. Buah-buahan masih boleh dikonsumsi karena kandungan gizinya dibutuhkan oleh tubuh.

    dr Sethi menjelaskan tubuh akan melakukan penyesuaian ketika melakukan puasa gula tambahan. Bagi sebagian orang, penyesuaian ini akan terasa berat.

    Penyesuaian ini akan ditandai dengan keinginan makan (cravings), sakit kepala atau kelelahan, mudah marah, dan kabut otak (brain fog). Gejala tersebut akan secara perlahan menurun, energi lebih stabil, sehingga rasa lemas juga berkurang.

    “Ini bukan gejala putus zat. Ini adalah proses otak Anda menyesuaikan ulang sinyal rasa senang,” tandasnya.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/naf)

  • Kontroversi Dokter Spesialis Bunuh Diri Medis, Bikin ‘Kalung Euthanasia’

    Kontroversi Dokter Spesialis Bunuh Diri Medis, Bikin ‘Kalung Euthanasia’

    Jakarta

    CATATAN: Depresi dan munculnya keinginan bunuh diri bukanlah hal sepele. Kesehatan jiwa merupakan hal yang sama pentingnya dengan kesehatan tubuh atau fisik. Jika gejala depresi semakin parah, segeralah menghubungi dan berdiskusi dengan profesional seperti psikolog, psikiater, maupun langsung mendatangi klinik kesehatan jiwa. Konsultasi online secara gratis juga bisa diakses melalui laman Healing119.id.

    Dokter ‘spesialis bunuh diri medis’ Dr Philip Nitschke di Australia menjadi sorotan setelah belum lama ini menciptakan perangkat baru berupa kalung untuk membantu bunuh diri medis. Dr Philip yang sebelumnya juga membuat ‘kapsul bunuh diri’ dikritik karena temuannya ini.

    Seperti yang diketahui, beberapa negara di dunia seperti Swiss dan Austria memperbolehkan bunuh diri medis, tapi melalui persyaratannya yang banyak dan rumit. Orang-orang yang biasanya diperbolehkan mendapatkan bunuh diri medis adalah orang-orang yang memiliki penyakit parah dan sulit sembuh.

    Pada tahun 2024, ‘kapsul bunuh diri’ yang dibuat Dr Philip sempat menggegerkan karena digunakan secara ilegal oleh seorang perempuan asal Amerika Serikat di sebuah hutan di Swiss. Pemerintah setempat menegaskan alat tersebut ilegal untuk digunakan.

    Alat baru berupa kalung yang dibuat oleh Dr Philip diklaim sebagai perkembangan penting dalam bidang bunuh diri medis. Perangkat ini diberi nama Kairos Kollar.

    “Cepat, andal, tanpa obat, dan yang terpenting, tidak bisa dibatasi,” tulis Dr Philip di media sosialnya dikutip dari Unilad, Senin (5/1/2025).

    Ada banyak kritikan yang ditujukan pada Dr Philip. Pengguna media sosial berpendapat perangkat yang dibuat olehnya begitu mengerikan dan tidak bermoral.

    Dalam sebuah workshop di Belanda, Dr Philip mengungkapkan alat ini bekerja seperti airbag mobil dan bekerja dengan sangat cepat.

    “Alat ini bekerja dengan cara cerdas dengan memberi tekanan pada dua titik penting di leher, yang menghasilkan dua efek, yaitu tekanan itu menghentikan aliran darah ke dua arteri penting,” ujar pendiri organisasi kampanye hak bunuh diri medis Exit International tersebut.

    “Alat dipasang di leher, dan ketika tombol ditekan, alat itu langsung memberi tekanan pada arteri karotis dan vertebralis, sehingga menghentikan aliran darah ke otak,” tambahnya.

    Perangkat euthanasia ini masih dalam tahap pengujian. Organisasi hak untuk mati sesuai pilihan bernama Coöperatie Laatste Wil (CLW), memperkirakan alat tersebut akan disetujui dan siap digunakan pada tahun ini.

    “Ini mengerikan, dan hal inilah yang setiap hari mendorong saya untuk memperjuangkan dunia yang lebih baik bagi para lansia,” tulis seseorang warganet

    “Bagaimana ini bisa dianggap bermoral? Mencekik diri sampai mati? Orang ini mengerikan,” timpal warganet lain.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/kna)