Category: Detik.com Kesehatan

  • Serunya Mencoba Inferno Hot Pilates, Latihan di Suhu 35 Derajat Celsius

    Serunya Mencoba Inferno Hot Pilates, Latihan di Suhu 35 Derajat Celsius

    Jakarta

    Inferno hot pilates belakangan semakin populer sebagai alternatif olahraga yang seru sekaligus menantang. Berbeda dengan pilates biasa, latihan ini dilakukan di ruangan bersuhu sekitar 33 hingga 35 derajat celsius.

    Meskipun cukup panas hingga membuat keringat dengan mudah bercucuran, inferno hot pilates tetap membuat para pesertanya nyaman untuk bergerak.

    Salah satu instruktur di Minna Pilates, Mindy yang memiliki sertifikasi STOTT mengatakan meskipun memiliki perbedaan dengan pilates biasa, basic dari inferno hot pilates tetaplah sama, yakni menggunakan mat atau matras.

    “Basic-nya mat pilates dengan gerakan high intensity interval training (HIIT), tapi low impact gitu. Jadi kita nggak ada jump (lompat) dan gerakannya di ruangan yang panas,” kata Mindy kepada detikcom, di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Sabtu (22/11/2025).

    Mindy mengatakan, ruangan panas ini dapat memberikan banyak manfaat bagi para pesertanya, terlebih untuk mereka yang ingin membakar lebih banyak kalori.

    “Terus after workout-nya, kalori yang terbakar dalam tubuh itu katanya bisa sampai 24. Tergantung sama tubuh masing-masing,” kata Mindy.

    Inferno hot pilates ini sedang booming di Tanah Air, setidaknya mulai tahun 2024. Mindy menambahkan bahwa muridnya yang mengikuti kelasnya beragam, mulai dari Gen Z hingga lansia.

    “Hasilnya tuh lebih maksimal daripada kita cuman pilates di ruangan yang biasa,” kata Mindy.

    “(Pilates) biasa kan ber-AC nih, nah ini di ruangan panas. Jadi lebih cepat untuk cewek-cewek itu jadi lebih toned, lebih jadi badannya, lebih lean,” sambungnya.

    Acara ini adalah kolaborasi Minna Pilates dan detikHealth. Berlangsung di Minna Pilates Studio, Pondok Labu, Jakarta Selatan yang diikuti oleh 36 orang dan dibagi pada dua sesi.

    Event ini disupport oleh Boost, Botanical Essentials, Myojin Daily Socks, Nona Woman, Ruhee Diary, Saturuma, Wonderlux, dan NPure.

    Peserta juga tidak pulang dengan tangan kosong, ada goodiebag menarik, di antaranya:

    Minuman boostVoucher, home and linen spray, dan Eau De Parfum Desert Sunset dari Botanical Essentials.Cica acne clear patch, acne power clear micellar water 100 ml, Cica toner 30ml dari NPureFine line liquid brow pen dari Ruhee diaryNet sock dari myojinBring me to life shampoo dari wonderluxHanduk dari saturumaFeminine wipes, on the go sachets, dan intimate wash dari nona woman

    (dpy/up)

  • 5 Anak di Riau Meninggal Akibat ‘Flu Babi’, Ini Kata Epidemiolog soal Gejalanya

    5 Anak di Riau Meninggal Akibat ‘Flu Babi’, Ini Kata Epidemiolog soal Gejalanya

    Jakarta

    Kementerian Kesehatan RI baru-baru ini melaporkan lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Dusun Datai, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

    Hingga 23 November 2025, tercatat 224 warga mengalami gangguan pernapasan. Saat ini seluruh warga tersebut kondisinya sudah membaik. Namun demikian terdapat lima kasus kematian pada anak.

    Hasil laboratorium menunjukan kelima anak tersebut positif terjangkit Influenza A/H1pdm09 dan Haemophilus influenzae. Influenza A/H1pdm09, atau yang sebelumnya dikenal juga dengan sebutan ‘flu babi’, yang pernah menjadi wabah di beberapa negara pada tahun 2009.

    Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman, menjelaskan virus yang dilaporkan dalam kasus di Riau merupakan Influenza A H1N1 PDM09, yaitu subtipe virus influenza A yang pertama kali muncul sebagai pandemi global pada tahun 2009. Sejak saat itu, virus ini tidak hilang, tetapi berubah menjadi bagian dari influenza musiman yang terus bersirkulasi setiap tahun.

    Menurut Dicky, kasus kematian anak di Riau terjadi dalam sebuah klaster lokal dengan bukti kuat adanya koinfeksi antara virus dan bakteri. Pada pemeriksaan ditemukan keberadaan Haemophilus influenzae, serta indikasi infeksi lain seperti pertusis, adenovirus, dan bocavirus.

    “Nah ini adalah penyakit lama artinya sejak 2009 dan bukan penyakit baru tentu untuk Indonesia karena H1N1 ini telah bersirkulasi sebagai salah satu strain influenza musiman sejak 2009,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Rabu (26/11/2025).

    Pergerakan dan aktivitas influenza secara global maupun regional terus berubah tiap musim, sehingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara berkala memantau dan menentukan komposisi strain vaksin flu setiap tahun. H1N1 pun sering masuk komposisi vaksin influenza musiman.

    Di Indonesia, kata Dicky, memang terjadi peningkatan kasus ISPA atau flu pada beberapa minggu di kuartal awal 2025. Klaster seperti yang terjadi di Riau seharusnya bisa terdeteksi dan direspons lebih cepat oleh sistem surveilans.

    “Gejala yang harus diwaspadai pada kasus seperti ini ya gejala klasik Influenza, demam, mendadak, batuk, sakit tenggorok, nyeri otot, lemas. Juga ada mual muntah ya kalau pada anak. Pada bayi atau balita gejala itu bisa kurang khas karena biasanya tapi bisa dilihat dari lebih rewel atau nafsu makan turun atau ada kesulitan napas,” lanjutnya.

    Halaman 2 dari 2

    (suc/suc)

  • Teka-teki Hitung Ini Mudah di Awal, Tapi Soal Terakhir Bikin Banyak Orang Menyerah

    Teka-teki Hitung Ini Mudah di Awal, Tapi Soal Terakhir Bikin Banyak Orang Menyerah

    Teka-teki Hitung Ini Mudah di Awal, Tapi Soal Terakhir Bikin Banyak Orang Menyerah

  • Video Kemenkes: Pasangan ODHIV-Pelanggan PSK Jadi Kelompok HIV Tertinggi 2025

    Video Kemenkes: Pasangan ODHIV-Pelanggan PSK Jadi Kelompok HIV Tertinggi 2025

    Video Kemenkes: Pasangan ODHIV-Pelanggan PSK Jadi Kelompok HIV Tertinggi 2025

  • Video Kemenkes: Pasangan ODHIV-Pelanggan PSK Jadi Kelompok HIV Tertinggi 2025

    Video Kemenkes: Pasangan ODHIV-Pelanggan PSK Jadi Kelompok HIV Tertinggi 2025

    Video Kemenkes: Pasangan ODHIV-Pelanggan PSK Jadi Kelompok HIV Tertinggi 2025

  • Ginjal Pria 21 Tahun Rusak Parah gegara Konsumsi Minuman Energi 8 Gelas Per Hari

    Ginjal Pria 21 Tahun Rusak Parah gegara Konsumsi Minuman Energi 8 Gelas Per Hari

    Jakarta

    Seorang pria berusia 21 tahun di Turki harus dirawat di rumah sakit karena kebiasaannya mengonsumsi minuman berenergi. Ia didiagnosis mengalami penyakit ginjal akut stadium tiga.

    Sebelumnya, pria yang tidak disebutkan identitasnya itu mengonsumsi delapan gelas minuman berenergi tiap hari selama sebulan untuk persiapan lomba lari.

    Ketika sampai di IGD rumah sakit, ia mengeluhkan mual dan muntah sejak sehari sebelumnya. Riwayat kesehatannya dinilai baik, karena ia tidak merokok, tidak obesitas, dan tidak memiliki penyakit kronis.

    Namun, hasil tes darah menunjukkan kondisi yang sebaliknya. Kadar kreatinin atau penanda fungsi ginjalnya melonjak hingga lima kali lipat dari batas normal. Kadar fosfornya juga tiga kali lebih tinggi.

    Kondisi ini mengindikasikan ginjal yang gagal menyaring limbah dengan baik. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu gangguan organ vital, serangan jantung, hingga stroke.

    Kepada dokter, pria itu mengaku rutin minum sekitar dua liter minuman energi setiap hari. Kebiasaan itu yang diduga kuat menjadi pemicu cedera gagal ginjal akut atau acute kidney injury (AKI).

    Pada dokter menuliskan temuan tersebut dalam sebuah laporan kasus.

    Bahaya Konsumsi Minuman Energi Berlebihan

    Dikutip dari Daily Mail, minuman berenergi umumnya mengandung kafein, vitamin B, gula atau pemanis buatan, serta aditif seperti taurin dan guarana. Dalam satu kaleng kecil minuman energi biasanya mengandung sekitar 80 mg kafein, yang setara dengan segelas kopi.

    Jika pasien tersebut minum delapan kaleng per hari, total kafeinnya mencapai 640 mg. Ini melewati batas aman konsumsi kafein menurut badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat atau Food and Drug Administration (FDA), yaitu 400 mg per hari.

    Penelitian menunjukkan konsumsi kafein di atas 500 mg per hari dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Tekanan darah yang naik akibat stimulasi kafein juga memberi beban ekstra pada ginjal.

    Dokter juga menemukan pasien tersebut setidaknya pernah mengonsumsi minuman energi dengan kadar kafein 150 mg per liter dan taurin 800 mg per liter. Kombinasi dalam jumlah besar ini dianggap menjadi penyebab kuat kerusakan ginjal yang dialaminya.

    Taurin dalam dosis kecil sebenarnya aman. Tetapi, dalam kadar tinggi zat ini dapat memicu muntah, sakit perut, pusing, hingga dehidrasi. Jika dikombinasikan dengan kafein, risikonya terhadap ginjal meningkat, meski penelitian soal ini masih terbatas.

    Pulih Setelah Berhenti Total Konsumsi Minuman Energi

    Pasien langsung menghentikan konsumsi minuman energi dan menjalani pemantauan intensif di klinik ginjal. Dokter menekankan langkah pertama dan paling penting dalam menangani AKI akibat minuman energi adalah berhenti mengonsumsi sepenuhnya.

    Kadar kreatinin di dalam tubuhnya mulai membaik dalam 16 hari. Ia tidak memerlukan dialisis atau cuci darah dan tidak mengalami kerusakan jangka panjang.

    Selama dua tahun pemantauan, fungsi ginjalnya tetap normal.

    Kasus ini kembali menyoroti risiko konsumsi minuman energi berlebihan, terutama pada anak muda. Survei menunjukkan sekitar 30-50 persen remaja berusia 12-17 tahun rutin meminumnya, dan 1 dari 3 orang dewasa di Amerika pernah mengonsumsinya.

    Ahli menegaskan, efek stimulasi mungkin terasa instan. Tetapi, beban yang ditinggalkan pada ginjal jauh lebih besar dari yang disadari banyak orang.

    Halaman 2 dari 3

    Simak Video “Video: Setengah Juta Warga di Singapura Kena Penyakit Ginjal “
    [Gambas:Video 20detik]
    (sao/kna)

  • Senyum Sehat Harga Hemat! Promo First Dental Visit dari Medikids & MHDC Clinic

    Senyum Sehat Harga Hemat! Promo First Dental Visit dari Medikids & MHDC Clinic

    Jakarta

    Di antara rutinitas harian, menjaga kesehatan gigi sering kali jadi hal penting yang terlewat. Padahal, langkah kecil seperti kunjungan pertama ke dokter gigi bisa menentukan kenyamanan kamu dan keluarga dalam merawat kesehatan mulut ke depannya. Saat pengalaman pertama terasa menyenangkan, rutinitas kontrol gigi pun jadi lebih mudah untuk dijalani.

    Medikids dan MHDC Clinic memahami pentingnya pengalaman pertama yang positif, terutama bagi anak-anak maupun orang dewasa yang punya rasa cemas atau trauma. Melalui e-voucher perawatan gigi spesial, kamu bisa memulai perjalanan menuju senyum sehat dengan suasana yang aman, nyaman, dan bebas tekanan.

    Untuk si kecil, tersedia First Dental Visit, layanan kunjungan gigi yang dibuat ramah anak sejak masuk pintu klinik. Kamu akan menemukan edukasi kesehatan gigi yang interaktif, konsultasi dengan dokter gigi, hingga aktivitas seru di area Play Hospital yang bikin anak lebih rileks dan percaya diri. Semua dirancang supaya mereka merasa tenang saat bertemu dokter gigi untuk pertama kalinya.

    Sementara itu, buat kamu yang sudah dewasa, ada First Dental Experience, paket perawatan gigi yang memberikan pengalaman tenang dan positif di kunjungan awal. Layanan ini cocok untuk kamu yang pernah merasa cemas atau kurang nyaman saat ke klinik gigi.

    Mulai dari konsultasi langsung dengan dokter gigi, digital dental report, sampai fasilitas headphone berisi playlist favorit yang menemani selama perawatan, semuanya disiapkan supaya kamu bisa merasa lebih santai dari awal sampai akhir sesi.

    Cara menggunakan e-voucher ini juga mudah. Kamu cukup menunjukkan QR code voucher ke front office Medikids atau MHDC Clinic pilihanmu.

    Voucher ini berlaku di berbagai cabang, termasuk Jabodetabek, Cilegon, Karawang, hingga Bandung. Setiap voucher hanya dapat digunakan satu kali, dan jangan lupa untuk redeem sebelum 31 Desember 2025, ya!

    Mulai kunjungan gigi pertamamu dengan pengalaman yang lebih ramah, lebih nyaman, dan lebih menyenangkan. Dengan e-voucher dari Medikids & MHDC Clinic, senyum sehat bisa jadi kebiasaan yang mudah untuk kamu jalani setiap hari.

    Segera amankan vouchermu sekarang hanya di detikevent!

    (Tim Produk/Tim Produk)

  • Waspada Flu Babi, 5 Anak Dilaporkan Meninggal di Riau

    Waspada Flu Babi, 5 Anak Dilaporkan Meninggal di Riau

    Jakarta

    Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Dusun Datai, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mengungkap persoalan serius terkait sanitasi, gizi, dan akses kesehatan di wilayah pedalaman.

    Hingga 23 November 2025, tercatat 224 warga mengalami gangguan pernapasan. Saat ini seluruh warga tersebut kondisinya sudah membaik. Namun demikian terdapat lima kasus kematian pada anak.

    Hasil laboratorium menunjukkan kelima anak tersebut positif terjangkit Influenza A/H1pdm09 dan Haemophilus influenzae. Influenza A/H1pdm09, atau yang dikenal juga dengan flu babi, yang pernah menjadi wabah di beberapa negara pada tahun 2009.

    Hasil penyelidikan epidemiologi menunjukkan minimnya fasilitas kesehatan dasar di wilayah tersebut. Dusun Datai tidak memiliki MCK, tidak ada tempat pembuangan sampah, ventilasi rumah buruk, dan aktivitas memasak dengan kayu bakar dilakukan di ruangan yang sama dengan tempat tidur. Kondisi ini meningkatkan risiko penularan ISPA, terutama pada anak-anak.

    Selain masalah lingkungan, ditemukan pula banyak warga dengan gizi kurang dan cakupan imunisasi dasar yang rendah. Hasil laboratorium menunjukkan adanya kombinasi infeksi flu babi, pertusis, adenovirus, dan bocavirus. Temuan ini memperkuat analisis bahwa status gizi dan rendahnya kekebalan tubuh membuat warga rentan terhadap penyakit.

    Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan, Sumarjaya, menyampaikan kondisi lingkungan di Dusun Datai menjadi penyebab penyakit mudah menyebar.

    “Kami menemukan rumah padat, ventilasi minim, nyamuk banyak, dan warga hidup dalam paparan asap kayu bakar setiap hari. Situasi seperti ini membuat penyakit pernapasan lebih mudah menular, terutama pada balita,” ujarnya, dikutip dari laman Kemenkes RI.

    Ia menegaskan bahwa krisis ISPA ini bukan sekadar persoalan medis, tetapi terkait erat dengan sanitasi, perilaku hidup, dan akses layanan kesehatan.

    “Jika kondisi sanitasi, gizi, dan kebiasaan sehari-hari tidak diperbaiki, penularan akan terus berulang,” kata Sumarjaya.

    Untuk merespons kondisi tersebut, Kementerian Kesehatan bersama pemerintah daerah melakukan pengobatan massal, memperkuat intervensi gizi, dan memberikan perhatian khusus kepada balita dan ibu hamil melalui pemberian makanan tambahan (PMT), vitamin, dan pemantauan kesehatan. Edukasi terkait etika batuk, penggunaan masker, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga diperluas.

    Tim kesehatan juga melakukan pengambilan sampel tambahan untuk memastikan tidak ada patogen lain yang beredar, mengingat variasi gejala dan temuan multipatogen sebelumnya.

    Halaman 2 dari 2

    (suc/up)

  • 6 Sayuran yang Tak Baik untuk Pengidap Gangguan Ginjal, Sebaiknya Dibatasi Konsumsinya

    6 Sayuran yang Tak Baik untuk Pengidap Gangguan Ginjal, Sebaiknya Dibatasi Konsumsinya

    Jakarta

    Sayuran umumnya baik untuk kesehatan, termasuk bagi ginjal. Namun, beberapa jenis sayuran mengandung senyawa tertentu yang dapat memicu pembentukan batu ginjal, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.

    Individu dengan faktor risiko seperti obesitas, gangguan pencernaan, atau pola makan tinggi natrium dapat lebih rentan mengalami batu ginjal. Kondisi ini juga perlu menjadi perhatian khusus bagi mereka yang memiliki penyakit ginjal atau riwayat batu ginjal sebelumnya.

    Sayuran yang Tidak Baik untuk Pengidap Gangguan Ginjal

    Beberapa sayuran yang tidak baik untuk ginjal di antaranya bayam, okra, hingga daun bit. Berikut penjelasannya.

    1. Bayam

    Kebanyakan sayuran berdaun hijau, seperti bayam tidak direkomendasikan bagi pengidap penyakit ginjal karena kandungan kaliumnya. Dikutip dari laman Very Well Health, saat disajikan matang, secangkir bayam bisa mengandung sekitar 839 kalium, hampir setengah dari jumlah harian yang direkomendasikan untuk orang dengan penyakit ginjal kronis dan kadar kalium tinggi.

    Bayam juga mengandung oksalat yang tinggi. Pada orang yang sensitif, oksalat bisa meningkatkan risiko batu ginjal.

    Sayuran ini mengandung 600-750 mg oksalat per 100 gram sajian. Jadi, disarankan untuk memilih makanan lain dengan manfaat kesehatan serupa atau membatasi asupannya dalam jumah kecil namun jarang.

    2. Okra

    Okra mengandung sekitar 140 mg oksalat dalam satu porsi (100 g) dan tergolong cukup tinggi. Dikutip dari laman Kidney Stone Clinic, jika dikonsumsi setiap hari dalam porsi besar, sayuran ini bisa menyebabkan pembentukan batu ginjal.

    3. Lobak Swiss atau Swiss chard

    Sayuran berdaun hijau ini juga bisa menyebabkan batu ginjal jika dikonsumsi terlalu banyak. Dikutip dari laman Medicine Net, lobak swiss mengandung oksalat antinutrisi yang bisa meningkatkan ekskresi oksalat urine dan meningkatkan risiko batu kalsium oksalat. Tentunya sayuran ini juga tidak direkomendasikan untuk pengidap penyakit ginjal.

    4. Kentang

    Kentang secara alami kaya akan kalium. Satu kentang berukuran sedang mengandung sekitar 610 mg kalium. Ada beberapa cara untuk mengurangi kandungan kalium dalam kentang. Salah satunya adalah merendamnya dalam air sebelum dimasak.

    Cara paling efektifnya adalah dengan memotong kentang kecil-kecil dan merebusnya dalam air selama 10 menit. Proses pencucian bisa mengurangi kandungan kalium, setidaknya setengah dari jumlah aslinya.

    5. Daun Bit

    Dikutip dari laman People’s Phamacy, bagi orang yang rentan terhadap batu ginjal, daun bit, buah bit, bahkan bubuk akar bit bisa menimbulkan masalah. Kandungan oksalat di dalamnya cukup tinggi dan bisa memicu pembentukan batu ginjal pada individu yang rentan.

    6. Rhubarb

    Dikutip dari laman WebMd, rhubarb mengandung bahan kimia yang bisa diubah tubuh menjadi batu ginjal. Jadi, jika sudah memiliki penyakit ginjal, hindari rhubarb.

    Ditinjau oleh: Mhd. Aldrian, S.Gz, lulusan ilmu gizi Universitas Andalas, saat ini menjadi penulis lepas di detikcom.

    (elk/suc)

  • Makan Buah Bikin Diabetes? Salah, Nggak Semua yang Manis Itu Jahat

    Makan Buah Bikin Diabetes? Salah, Nggak Semua yang Manis Itu Jahat

    Jakarta

    Belakangan, marak ajakan untuk mengurangi konsumsi buah karena dianggap bisa memicu diabetes. Anggapan seperti ini membuat banyak orang mendadak ragu makan buah padahal buah adalah salah satu sumber vitamin dan serat yang justru mendukung pengendalian gula darah.

    Di tengah kondisi Indonesia yang konsumsi buahnya masih rendah, munculnya pesan menakutkan seperti ini akhirnya membuat masyarakat semakin jauh dari makanan sehat.

    Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan bahwa sekitar 96,7 persen penduduk belum memenuhi anjuran konsumsi sayur dan buah setiap hari. Angka ini masih sangat jauh dari rekomendasi dua hingga tiga porsi buah sehari.

    Ketika konsumsi buah masih serendah ini, kecenderungan takut makan buah jelas bisa memperburuk situasi. Padahal memperbanyak buah dalam keseharian adalah langkah sederhana yang dapat meningkatkan kualitas gizi Indonesia untuk mendapatkan vitamin, serat, serta antioksidan.

    Beberapa manfaat makan buah adalah sebagai berikut:

    1. Membantu Kontrol Gula Darah

    Salah satu alasan mengapa buah penting bagi kesehatan adalah karena kandungan serat larutnya. Serat jenis ini membantu memperlambat penyerapan glukosa sehingga kenaikan gula darah terjadi lebih stabil. Serat juga membantu menjaga rasa kenyang sehingga membantu pola makan lebih teratur sepanjang hari.

    2. Mencegah Resistensi Insulin

    Buah memiliki berbagai antioksidan alami yang mendukung fungsi metabolik tubuh. Publikasi di jurnal Antioxidants tahun 2021 menjelaskan bahwa antioksidan dari makanan mampu menekan stres oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas sehingga berkontribusi pada penurunan risiko resistensi insulin. Ketika tubuh memiliki perlindungan yang lebih baik terhadap radikal bebas, fungsi insulin dapat bekerja lebih optimal dan risiko diabetes dapat ditekan.

    3. Membantu Metabolisme

    Kandungan serat dan air dalam buah membuat metabolisme tubuh bekerja lebih efisien. Rutin makan dua hingga tiga porsi buah sesuai anjuran “Tumpeng Gizi Seimbang” memberi efek positif pada pencernaan, hidrasi dan pengaturan nafsu makan. Dalam banyak penelitian, konsumsi buah berkaitan dengan risiko lebih rendah terhadap sindrom metabolik yang merupakan salah satu pintu awal terjadinya diabetes. Semua manfaat ini akan hilang jika orang terus menghindari buah.

    Manisnya Buah Beda dengan Gula Tambahan

    Gula alami yang ada dalam buah berada dalam matriks yang terdiri dari air, serat, vitamin dan mineral. Semua komponen ini membuat proses penyerapan glukosa berlangsung lebih lambat dibandingkan gula tambahan dari minuman manis atau kue. Kandungan gula pada mayoritas buah pun tergolong rendah. Selama buah dimakan dalam porsi wajar, gula alami yang ada di dalamnya tidak menimbulkan masalah bagi orang sehat.

    Banyak orang yang hidup dengan diabetes merasa harus menghindari buah sepenuhnya. Pengidap diabetes harus tetap mengonsumsi buah tiap hari dengan catatan porsinya terukur dan jenisnya dipilih sesuai indeks glikemik yang rendah. Hal ini agar tetap mendapat vitamin dan mineral tanpa mengganggu kestabilan gula darah. Memilih buah dengan indeks glikemik rendah membuat pengidap diabetes tetap bisa menikmati manfaat buah sekaligus menjaga gula darah tetap stabil.

    Masalah kesehatan seringkali dipandang dari satu sisi sehingga buah ikut disalahpahami sebagai pemicu diabetes. Padahal kondisi ini dipengaruhi banyak faktor mulai dari berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik, kebiasaan makan tinggi kalori, kualitas tidur yang buruk hingga faktor genetik. Ketika fokus salah arah, justru melewatkan hal hal yang sebenarnya jauh lebih berperan dalam memicu diabetes.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Gula Berlebihan, Bahaya Mengintai!”
    [Gambas:Video 20detik]
    (mal/up)