Category: Detik.com Kesehatan

  • 8 Obat Tradisional Penurun Asam Urat dan Kolesterol, Ada Buah hingga Rempah

    8 Obat Tradisional Penurun Asam Urat dan Kolesterol, Ada Buah hingga Rempah

    Jakarta

    Asam urat dan kolesterol tinggi menjadi dua masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat. Kedua kondisi ini bisa muncul tanpa gejala awal yang jelas, tetapi membahayakan lantaran berpotensi berujung komplikasi bila dibiarkan.

    Tak heran banyak orang yang mencari obat tradisional atau alternatif yang dinilai lebih aman dan minim efek samping. Ada beberapa rempah hingga buah yang bisa dikonsumsi untuk membantu mengatasi asam urat dan kolesterol.

    Obat Tradisional Penurun Asam Urat

    Dari ceri hingga kembang sepatu, berikut beberapa obat asam urat alami yang bisa dikonsumsi.

    1. Ceri

    Menurut sebuah survei pada 2016, ceri, baik asam, manis, merah, maupun hitam, dalam bentuk ekstrak sebagai jus atau mentah menjadi pengobatan rumahan yang sangat populer dan berpotensi manjur bagi banyak orang.

    Dikutip dari laman Healthline, sebuah studi pada 2012 dan penelitian lain pada tahun yang sama menunjukkan ceri bisa berfungsi mencegah serangan asam urat. Penelitian ini merekomendasikan tiga porsi ceri dalam bentuk apa pun selama dua hari, yang dianggap paling efektif.

    2. Jahe

    Jahe merupakan makanan dan herba kuliner yang diresepkan untuk kondisi peradangan. Kemampuannya dalam membantu mengatasi asam urat telah terdokumentasi dengan baik.

    Sebuah studi menemukan jahe topikal mengurangi rasa sakit akibat asam urat. Selain itu, studi lainnya membuktikan subjek dengan kadar asam urat tinggi (hiperurisemia), berkurang berkat jahe. Subjek penelitian adalah tikus dan jahe yang dikonsumsi, bukan dioleskan.

    3. Air Hangat dengan Cuka Sari Apel, Lemon, dan Kunyit

    Cuka sari apel, air lemon, dan kunyit sering kali direkomendasikan untuk asam urat. Ketiganya bisa menjadi asupan yang nikmat.

    Meski begitu, belum ada penelitian kuat yang mendukung penggunaan cuka sari apel untuk asam urat. Namun, penelitian menunjukkan jus lemon dan kunyit bisa menurunkan asam urat.

    Campur perasan setengah buah lemon ke air hangat. Masukkan 2 sendok teh kunyit dan 1 sendok teh cuka sari apel. Sesuaikan selera. Minum 2-3 kali sehari.

    4. Kembang Sepatu

    Kembang sepatu merupakan obat herbal tradisional. Sebuah studi pada tikus menunjukkan bunga ini bisa menurunkan kadar asam urat.

    Obat Tradisional untuk Turunkan Kolesterol

    Untuk membantu mengatasi kolesterol, beberapa obat alami yang dapat dikonsumsi yaitu:

    1. Teh Hijau

    Teh hijau mengandung banyak katekin, antioksidan yang menurunkan kolesterol low-density lipoprotein LDL atau kolesterol jahat dan kolesterol total. Dikutip dari laman Times of India, sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau secara teratur bisa meningkatkan kadar kolesterol dan menurunkan risiko penyakit jantung.

    Katekin mengontrol penyerapan kolesterol dan membantu hati membuang kolesterol.

    2. Kayu Manis

    Kayu manis merupakan rempah dengan rasa aromatik yang banyak digunakan oleh orang-orang di seluruh dunia. Berbagai penelitian menunjukkan kayu manis bisa menurunkan kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida.

    Polifenol dalam kayu manis merupakan antioksidan yang melawan peradangan dan kerusakan yang menyebabkan penyakit jantung.

    3. Kunyit

    Kunyit mengandung senyawa kurkumin yang mengurangi peradangan. Kurkumin bisa menurunkan kolesterol dengan membantu hati berfungsi lebih baik dan dengan mengurangi peradangan yang bisa menyumbat arteri. Namun, perlu diketahui, suplemen kunyit hanya boleh dikonsumsi di bawah pengawasan dokter.

    4. Biji Ketumbar

    Biji ketumbar digunakan dalam masakan dan pengobatan. Sebuah studi menunjukkan bahwa air atau ekstrak biji ketumbar bisa membantu menurunkan kolesterol LDL dan meningkatkan high-density lipoprotein HDL atau kolesterol baik. Hal ini karena biji ketumbar mengandung antioksidan dan vitamin yang bisa membantu tubuh memproses lemak dan melindungi jantung.

    (elk/naf)

  • BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem dalam 24 Jam ke Depan di Wilayah Ini

    BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem dalam 24 Jam ke Depan di Wilayah Ini

    Jakarta

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem imbas perkembangan signifikan Bibit Siklon Tropis 95B yang terdeteksi sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh, Selat Malaka. Sistem ini diketahui mengalami peningkatan intensitas dan memicu potensi hujan lebat hingga ekstrem serta angin kencang di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatera Barat, Riau, dan sekitarnya.

    Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyebut masyarakat di wilayah terdampak perlu waspada, mengingat sistem cuaca tersebut berpotensi membawa dampak signifikan dalam waktu dekat. BMKG tengah memantau pergerakan dan perkembangan 95B serta berkoordinasi dengan pemangku kebijakan terkait mitigasi risiko.

    “Pemerintah daerah siaga terhadap potensi dampak dari cuaca ekstrem seperti potensi banjir, banjir pesisir, dan pohon tumbang akibat angin kencang. Khusus bagi nelayan dan pelaku transportasi laut harus benar-benar memperhatikan kondisi gelombang tinggi yang berisiko menganggu keselamatan pelayaran. Keamanan dan keselamatan merupakan prioritas utama kita bersama,” beber Faisal, Rabu (26/11/2025).

    Potensi Meningkat dalam 24 Jam

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan berdasarkan analisis 26 November 2025 pukul 01.00 WIB, sistem masih berada di perairan timur Aceh dan memicu pertumbuhan awan hujan meluas. Kondisi ini meningkatkan potensi hujan lebat hingga ekstrem disertai angin kencang di wilayah pesisir Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau.

    “Peluang bibit ini berkembang menjadi siklon tropis cukup tinggi dalam 24 jam ke depan, mengingat teridentifikasi adanya peningkatan angin kencang hingga lebih dari 35 knot (65 km/jam). Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam waktu dekat,” kata Guswanto.

    Senada, Direktur Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menegaskan dalam 24 jam ke depan, 95B akan memberikan dampak langsung terhadap cuaca dan kondisi gelombang laut, terutama di sekitar Aceh dan Sumatra Utara. Berdasarkan hasil analisis, sistem ini diperkirakan menimbulkan hujan lebat hingga ekstrem di Aceh dan Sumatra Utara serta sebagian wilayah Sumatera Barat dan Riau, serta angin kencang di sebagian besar Sumatra bagian utara.

    Bibit Siklon Tropis 95B juga diperkirakan memicu gelombang tinggi antara 2,5 hingga 4 meter di Selat Malaka bagian tengah, perairan timur Sumatra Utara, dan Samudera Hindia barat Aceh hingga Nias. Sementara gelombang sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Malaka bagian utara, Perairan Rokan Hilir, dan Dumai Bangkalis.

    “BMKG melalui TCWC Jakarta akan terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam penuh terhadap pergerakan sistem ini. BMKG menekankan pentingnya mengakses informasi resmi melalui kanal BMKG dan menghindari penyebaran informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” beber Andri.

    (naf/naf)

  • Video: Gunung Semeru Masih Erupsi, Waspadai Bahaya Abu Vulkanik Terhirup

    Video: Gunung Semeru Masih Erupsi, Waspadai Bahaya Abu Vulkanik Terhirup

    Video: Gunung Semeru Masih Erupsi, Waspadai Bahaya Abu Vulkanik Terhirup

  • Video: Menkes Sentil Fasilitas Kesehatan RI, Soroti Warga Pilih Berobat ke LN

    Video: Menkes Sentil Fasilitas Kesehatan RI, Soroti Warga Pilih Berobat ke LN

    Video: Menkes Sentil Fasilitas Kesehatan RI, Soroti Warga Pilih Berobat ke LN

  • Aktor Eddie Murphy Blak-blakan Idap OCD, Ini Gejala yang Tak Pernah Disadari

    Aktor Eddie Murphy Blak-blakan Idap OCD, Ini Gejala yang Tak Pernah Disadari

    Jakarta

    Aktor sekaligus komedian legendaris Eddie Murphy akhirnya blak-blakan soal kondisi mental yang ia alami sejak kecil. Pria 64 tahun itu mengungkapkan bahwa satu kebiasaan yang dilakukan setiap malam tanpa sadar merupakan gejala dari gangguan obsesif kompulsif atau Obsessive-Compulsive Disorder (OCD).

    OCD merupakan gangguan kesehatan mental yang sering disalahpahami. Kondisi ini membuat orang yang mengidapnya mengalami dorongan kuat untuk melakukan aktivitas tertentu berulang kali, demi meredakan kecemasan akibat pikiran yang mengganggu.

    Tanpa penanganan, gejala ini bisa sangat melelahkan secara mental. Murphy bercerita bahwa gejala itu muncul jauh sebelum mengenal istilah OCD.

    “Dulu saya punya OCD waktu kecil. Saya tidak tahu apa itu,” bebernya yang dikutip dari Unilad.

    “Saya akan pergi memeriksa kompor di dapur, memastikan semua gas sudah mati. Kemudian kembali ke tempat tidur, tapi lima menit kemudian bangun lagi, cek lagi. Begitu terus sekitar satu jam, setiap malam,” lanjutnya.

    Kebiasaan itu dilakukan Murphy sendirian. Tidak ada yang menyadari bahwa perilaku berulang tersebut bisa terkait dengan kondisi kesehatan mentalnya.

    Sang ibu juga tidak mengetahuinya. Menurut Murphy, itu hanya aktivitas aneh yang dilakukannya.

    Titik balik datang saat Murphy menonton berita di TV yang membahas OCD. Untuk pertama kalinya, ia melihat jelas gejalanya digambarkan persis seperti apa yang ia lakukan setiap malam.

    “Rasanya seperti, ‘oh itu yang saya lakukan’. Terus saya dengar itu termasuk penyakit mental,” kata Murphy.

    “Saya langsung bilang ke diri sendiri, ‘saya nggak punya penyakit mental, persetan’. Dan sejak itu saya memaksa diri untuk berhenti,” sambungnya.

    Meski Murphy menghentikan kebiasaan itu, ceritanya menunjukkan betapa seringnya gejala OCD muncul tanpa disadari. Bahkan, hanya dianggap sebagai kebiasaan aneh saja.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Yang Terjadi di Dalam Otak Pasien OCD”
    [Gambas:Video 20detik]
    (sao/kna)

  • RS Islam Bogor Perkuat Layanan Kesehatan Berbasis Wakaf untuk Masyarakat

    RS Islam Bogor Perkuat Layanan Kesehatan Berbasis Wakaf untuk Masyarakat

    Jakarta

    Masyarakat semakin membutuhkan layanan kesehatan yang terjangkau dan bermutu. Sebagai rumah sakit syariah berbasis wakaf, Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) tak hanya hadir memberikan pelayanan medis, namun juga menjalankan amanah sosial.

    Rumah sakit ini lahir dari gagasan para tokoh masyarakat, ulama, cendekiawan muslim dan tenaga kesehatan Bogor yang dipelopori oleh KH Sholeh Iskandar melalui Yayasan Rumah Sakit Islam Bogor (YARSIB). RSIB memadukan standar pelayanan medis dengan nilai-nilai Islam yang menekankan amanah dan kepedulian.

    Selama 30 tahun, RSIB menjalani program pembiayaan layanan kesehatan untuk warga yang tidk mampu. Hingga akhir tahun 2025, lebih dari 500 pasien telah menerima layanan pembebasan biaya pelayanan melalui mekanisme dana wakaf dengan nilai bantuan lebih dari Rp 2 miliar.

    Data rumah sakit juga menunjukkan kenaikan kunjungan pasien secara signifikan, dari 57.816 di tahun 2021 menjadi 97.148 di tahun 2024. Ketua Pembina Yayasan RS Islam Bogor, Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MS menilai keberadaan RSIB hari ini tidak terlepas dari kontribusi umat.

    “Perkembangan RS Islam Bogor, baik dari bangunan maupun pelayanan, merupakan karunia Allah dan hasil dukungan melalui wakaf, infak, dan sedekah. Wakaf adalah karunia Allah dan hasil dukungan melalui wakaf, infak, dan sedekah. Wakaf adalah pewakaf telah wafat. Semoga wakaf yang disalurkan menjadi keberkahan dan pewakaf telah wafat. Semoga wakaf yang disalurkan menjadi keberkahan dan menopang keberlanjutan pelayanan bagi umat,” kata Prof Didin, dikutip dari siaran pers, Rabu (26/11/2025).

    Sementara, Ketua Yayasan RS Islam Bogor, Dr Ir H Dwi Sudharto, M.Si mengatakan bahwa wakaf bukan hanya sekedar sumber pendanaan, tapi juga mandat moral.

    “Wakaf yang diberikan kepada RS Islam Bogor bukan sekadar dana operasional, tetapi amanah dari umat. Karena itu, pengelolaan dilakukan dengan penuh tanggung jawab. InsyaAllah, penguatan fasilitas dan pengadaan alat kesehatan akan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Bogor dan sekitarnya,” katanya.

    Direktur RS Islam Bogor, dr Saptono Saharjo, MARS menambahkan, rumah sakit yang didirikan dengan visi besar ini harus dimajukan. RSIB terus melakukan inovasi, menguatkan profesionalisme, dan memastikan bahwa rumah sakit ini menjadi institusi kesehatan yang dapat dipercaya dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

    Kini, rumah sakit berbasis wakaf dengan registrasi resmi ini membuka kesempatan wakaf produktif untuk pengadaan peralatan medis dalam meningkatkan kemampuan diagnostik, seperti CT Scan 64 Slice, X Ray Panoramic, X Ray C Arm, peralatan laboratorium klinik, serta untuk meningkatkan peningkatan layanan insentif dan kedaruratan medis. Kebutuhan yang diajukan diperkirakan mencapai Rp 28 miliar.

    RS Islam Bogor mengajak masyarakat, perusahaan, hingga lembaga filantropi untuk mendukung program Wakaf Kesehatan Umat. Dana wakaf akan dialokasikan untuk peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan, pemeliharaan alat, hingga pembiayaan layanan sosial untuk pasien yang membutuhkan.

    (elk/up)

  • Video Viral! Wanita Wonogiri Kena Stroke di Usia 20 Tahun, Kok Bisa?

    Video Viral! Wanita Wonogiri Kena Stroke di Usia 20 Tahun, Kok Bisa?

    Video Viral! Wanita Wonogiri Kena Stroke di Usia 20 Tahun, Kok Bisa?

  • 5 Anak Meninggal di Riau Kena ‘Flu Babi’, Ini Kata Pakar soal Penularan-Pencegahannya

    5 Anak Meninggal di Riau Kena ‘Flu Babi’, Ini Kata Pakar soal Penularan-Pencegahannya

    Jakarta

    Kementerian Kesehatan RI melaporkan lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Dusun Datai, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Berdasarkan data hingga 23 November 2025, sebanyak 224 warga mengalami gangguan pernapasan. Seluruh pasien kini dilaporkan dalam kondisi membaik.

    Namun, Kemenkes menyebut terdapat lima kasus kematian pada anak. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kelima anak tersebut positif terinfeksi Influenza A/H1pdm09 serta Haemophilus influenzae. Virus H1pdm09 merupakan jenis influenza yang pernah memicu wabah global pada 2009 dan sebelumnya dikenal sebagai flu babi.

    Menanggapi temuan tersebut, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan H1N1pdm09 adalah virus penyebab pandemi 2009 dan menjadi pandemi pertama yang dinyatakan WHO setelah pemberlakuan International Health Regulations (IHR) 2005.

    “Awalnya disebut swine flu atau flu babi, tetapi kemudian diketahui penularannya tidak terbatas, sehingga istilah flu babi sebaiknya tidak digunakan lagi,” beber Prof Tjandra kepada detikcom Selasa (26/11/2025).

    Ia menambahkan, sebagian besar virus H1N1 yang beredar saat ini merupakan H1N1pdm09 dan sudah tergolong influenza musiman. Selain itu, virus H3N2 juga tengah memicu peningkatan kasus flu di berbagai negara.

    Prof Tjandra menjelaskan langkah pengendalian H1N1pdm09 mencakup tiga hal utama. Pertama, pencegahan melalui pola hidup sehat, menjaga daya tahan tubuh, etika batuk, dan penggunaan masker bagi yang sakit.

    Kedua, pencegahan melalui vaksinasi influenza. Ketiga, pemberian obat antivirus pada pasien dengan gejala berat karena sebagian besar kasus bersifat ringan.

    Ia juga menekankan perlunya kewaspadaan bersama.

    “Dunia, termasuk kita, harus terus memantau berbagai strain virus influenza untuk melihat kecenderungan, peningkatan kasus, maupun potensi wabah,” ujarnya.

    Hingga kini, investigasi epidemiologis di wilayah terdampak masih berlangsung, termasuk penelusuran faktor risiko, pola penularan, dan upaya pencegahan lanjutan. Kemenkes mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap gejala gangguan pernapasan, khususnya pada anak.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Pemerintah Akan Bikin Satgas Penanganan Demam Babi Afrika”
    [Gambas:Video 20detik]
    (naf/naf)

  • Video Dokter Kepo Dong: Susu Mentah Lebih Baik untuk Anak?

    Video Dokter Kepo Dong: Susu Mentah Lebih Baik untuk Anak?

    Video Dokter Kepo Dong: Susu Mentah Lebih Baik untuk Anak?

  • Viral Anak Terinfeksi Streptococcus, Bakteri yang Bisa Picu Komplikasi Jantung

    Viral Anak Terinfeksi Streptococcus, Bakteri yang Bisa Picu Komplikasi Jantung

    Jakarta

    Salah seorang pegiat media sosial, Hiu Theresa, membagikan pengalaman anaknya, K, yang harus dirawat di rumah sakit akibat radang tenggorokan. Dari hasil pemeriksaan, diketahui K terinfeksi bakteri Streptococcus, bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada organ lain bila tidak ditangani.

    Theresa mengisahkan, awalnya K hanya mengalami sakit tenggorokan tanpa demam. K sempat kesulitan menelan, namun kondisinya terlihat membaik setelah diberi obat herbal dan essential oil.

    Beberapa hari kemudian, dan setelah kondisinya sempat membaik, K kembali menunjukkan gejala lain. Sekitar dua minggu setelah keluhan awal, tangan dan kakinya tampak bengkak, meski tanpa rasa sakit. Saat berada di sekolah, K mendadak merasa lemas dan harus beristirahat di klinik sekolah.

    “Malam harinya, dia mengeluh ‘aku kayaknya nggak bisa duduk lama-lama, kalau bangun sakit banget kakinya’. Saat itu saya melihat kedua telapak kakinya sudah bengkak dan kemerahan,” ungkap Theresa dikutip dari unggahannya di Instagram @hiu_theresa dengan izin yang bersangkutan, Rabu (26/11/2025).

    Muncul biduran di pergelangan kaki K, tapi tidak gatal. Tanda bengkak dan kemerahan juga muncul di area tangan. Theresa awalnya mengira itu hanyalah alergi.

    K akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah dilakukan pemeriksaan alergi, virus, bakteri, toraks, dan sebagainya, hasilnya cukup baik. Dokter lantas melakukan tes ASTO untuk mengetahui infeksi bakteri Streptococcus grup A, dan hasilnya positif.

    Hasil ini cukup membuat Theresa khawatir mengingat infeksi ini dapat menyerang jantung.

    “Hasilnya positif, ini menandakan tubuhnya pernah atau sedang melawan infeksi strepto, jujur saat itu mulai tegang karena ini adalah bakteri yang menyerang sendi, jantung, dan ginjal,” ungkapnya.

    “Yang paling dikhawatirkan adalah jangan sampai dia keburu menyerang jantungnya,” sambung Theresa.

    Setelah dilakukan pemeriksaan USG jantung, dokter menyatakan jantung K masih bersih. Dokter bersyukur infeksi yang dialami oleh K bisa cepat ditemukan, sehingga belum memicu komplikasi. Dokter yang memeriksa kondisi K mengatakan, seringkali kondisi ini telat ketahuan sehingga memicu penyakit jantung.

    K harus menjalani proses pengobatan yang panjang. Ia perlu disuntik antibiotik sekali per 4 minggu selama 5 tahun. Ini perlu dilakukan untuk mencegah infeksi muncul kembali.

    “Seseorang yang pernah terinfeksi bakteri Strepto ini bisa terinfeksi kembali. Sistem imunnya bisa ‘salah serang’ tubuh sendiri, terutama jantung dan sendi. Ini menyebabkan seseorang mengalami ‘demam rematik’,” katanya.

    “Suntikan ini bukan untuk mengobati, tapi untuk mencegah agar tidak kambuh kembali,” tandas Theresa.

    Terlepas dari apa yang dialami oleh K, spesialis anak dr Rizky Amrullah Nasution, SpA mengungkapkan bakteri Streptococcus dapat menginfeksi saluran napas atau kulit. Jika telat ditangani, memang akan dapat memicu komplikasi jangka panjang, seperti pada ginjal dan jantung.

    “Kelainan jantung yang dapat muncul berupa penyakit jantung rematik yang timbul melalui reaksi imunologis tipe lambat yang muncul 1-5 minggu setelah terinfeksi bakteri streptococcus,” ungkap dr Rizky ketika dihubungi detikcom terpisah.

    Gejala yang biasanya muncul berupa radang tenggorokan disertai pembesaran kelenjar getah bening pada leher, dagu atau rahang bawah, dan belakang telinga. Pada banyak kasus, infeksinya juga dapat memicu demam, ini kembali pada kondisi anak yang mungkin dapat memicu gejala berbeda.

    ⁠”Segera bawa anak untuk periksa ke dokter bila terdapat gejala seperti tersebut di atas agar dokter dapat memutuskan terapi yang tepat, karena komplikasi dari infeksi streptococcus dapat dicegah dengan pemberian antibiotik yang optimal,” tandasnya dr Rizky.

    Halaman 2 dari 3

    (avk/suc)