Category: Bisnis.com Tekno

  • Apple Dikabarkan Kurangi Produksi iPhone Air

    Apple Dikabarkan Kurangi Produksi iPhone Air

    Bisnis.com, JAKARTA— Apple dikabarkan akan mengurangi produksi iPhone Air hingga 1 juta unit setelah permintaannya di pasar tak sesuai harapan. 

    Laporan dari media asal Korea Selatan, The Elec, mengutip analisis Mizuho Securities yang menyebut penurunan permintaan membuat Apple menyesuaikan target produksinya.

    Melansir laman Phone Arena, Minggu (19/10/2025), iPhone Air sebelumnya digadang-gadang menjadi produk unggulan baru Apple tahun ini. Dengan bodi ultra-tipis hanya 5,6 mm, ponsel ini tercatat sebagai iPhone tertipis yang pernah dibuat, bahkan 19% lebih tipis dibanding iPhone 6 yang dirilis pada 2014. 

    Meski ramping, Apple tetap mengklaim daya tahan baterainya mampu bertahan seharian, berkat kapasitas 3.149 mAh untuk model eSIM-only dan 3.036 mAh untuk model dengan eSIM fisik.

    Perangkat ini dibekali kamera utama 48 MP Fusion. Namun, tanpa lensa Ultra Wide dan Telephoto seperti pada seri Pro. Akibatnya, kemampuan pemotretan iPhone Air terbatas pada zoom optik 2x. iPhone Air dibanderol mulai dari US$999 atau sekitar Rp16,48 juta. 

    Meski dari sisi desain dan teknologi iPhone Air dianggap sebagai pencapaian rekayasa yang impresif, penjualannya justru tertinggal dari seri lainnya. Apple dilaporkan meningkatkan produksi iPhone 17 sebanyak dua juta unit, serta menambah produksi iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max masing-masing 1 juta dan 4 juta unit.

    Analis menilai konsumen cenderung memilih model yang sudah dikenal, terutama setelah iPhone 17 versi dasar mendapatkan peningkatan signifikan. Model tersebut kini dibekali layar ProMotion dengan refresh rate variabel 1–120Hz dan daya tahan baterai untuk pemutaran video hingga 30 jam, meningkat dari 22 jam pada iPhone 16.

    Tingginya minat terhadap seri iPhone 17 terlihat dari waktu tunggu pengiriman yang masih mencapai 2 hingga 3 minggu di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, China, Jepang, dan Swiss.

    Sementara itu, di tengah lesunya penjualan iPhone Air, Apple disebut tengah menyiapkan iPhone Fold, ponsel lipat yang kabarnya akan mengadopsi desain mirip dua unit iPhone Air yang disatukan. Meski sempat diperkirakan meluncur tahun depan, laporan terbaru dari Bloomberg menyebut peluncurannya kemungkinan mundur hingga 2027, lantaran Apple masih mempertimbangkan desain engsel dan sejumlah komponen utama lainnya.

    Meski gagal memenuhi ekspektasi pasar, iPhone Air dinilai tetap menjadi proyek penting bagi Apple. Perangkat ini disebut berfungsi sebagai uji konsep desain tipis ekstrem, yang bisa menjadi pondasi menuju kehadiran generasi iPhone lipat di masa mendatang.

    Di Indonesia, Apple resmi meluncurkan jajaran iPhone 17 series pada Jumat, 17 Oktober 2025. Empat model terbaru yang hadir di pasaran adalah iPhone 17, iPhone 17 Pro, iPhone 17 Pro Max, dan iPhone 17 Air. 

    Daftar Harga iPhone 17 Series di Indonesia (iBox)

    iPhone 17

        •    256GB – Rp17.249.000

        •    512GB – Rp21.999.000

    iPhone 17 Air

        •    256GB – Rp21.249.000

        •    512GB – Rp25.999.000

        •    1TB – Rp30.249.000

    iPhone 17 Pro

        •    256GB – Rp23.749.000

        •    512GB – Rp28.249.000

        •    1TB – Rp32.999.000

    iPhone 17 Pro Max

        •    256GB – Rp25.749.000

        •    512GB – Rp30.249.000

        •    1TB – Rp34.999.000

        •    2TB – Rp43.999.000

  • Satu Tahun Prabowo-Gibran, Industri Digital Belum ‘Ngegas’

    Satu Tahun Prabowo-Gibran, Industri Digital Belum ‘Ngegas’

    Bisnis.com, JAKARTA— Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) menilai industri digital nasional belum menggeliat dalam setahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

    Ketua Umum Mastel Sarwoto Atmosutarno mengatakan, selama setahun terakhir pemerintah masih melanjutkan agenda sebelumnya dan tengah berproses menyesuaikan organisasi serta kepemimpinan baru di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

    “Setahun terakhir masih melanjutkan agenda tahun sebelumnya dan sedang proses penyesuaian organisasi dan leadership baru Komdigi,” kata Sarwoto kepada Bisnis, Minggu (19/10/2025).

    Sarwoto menuturkan, konsolidasi di industri telekomunikasi telah menghasilkan tiga operator besar, yaitu Indosat Ooredoo Hutchison, XL Smart, dan TelkomGroup. Namun, hubungan antara penyelenggara telekomunikasi dengan ekosistem digital lain seperti over the top (OTT) masih terus mencari pola yang tepat.

    Di sisi lain, industri jasa internet di Indonesia masih mengalami kelebihan pasokan (oversupply) dengan jumlah penyelenggara mencapai lebih dari 1.300 perusahaan. Kondisi tersebut membuat konsolidasi belum berdampak signifikan terhadap kinerja jangka pendek, di mana pangsa pasar memang tumbuh, tetapi pendapatan cenderung stagnan.

    Sarwoto juga menyoroti kinerja Badan Layanan Umum Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BLU BAKTI) yang masih menghadapi kendala anggaran, meskipun sejumlah persoalan masa lalu telah diselesaikan. Dia menilai belum terjadi lonjakan signifikan terhadap ketersediaan dan kecepatan internet di Indonesia.

    “Tugas pelayanan universal BLU BAKTI terkendala masalah anggaran, walaupun kasus masa lalu telah diselesaikan dengan baik. Belum ada loncatan yang signifikan untuk ketersediaan dan kecepatan internet di Indonesia untuk MBB/FBB [mobile broadband/fixed broadband] atau 45 Mbps/39,8 Mbps masih nomor 9 atau 10 dari 12 negara Asean,” tuturnya.

    Meski demikian, Sarwoto mencatat adanya peningkatan pada bisnis berbasis komputasi awan (all cloud), meskipun masih dibayangi tantangan terkait kedaulatan data (data sovereignty). 

    Sementara itu, pada sektor bisnis kecerdasan buatan (all intelligence business) dan keamanan siber (cyber security), Indonesia masih menjadi pasar bagi pemain asing. 

    Lebih lanjut, Sarwoto menilai percepatan transformasi digital nasional memerlukan penguatan di empat aspek utama. Dia menjelaskan, industri infrastruktur digital membutuhkan insentif agar dapat memperbaiki struktur biaya dan mendukung layanan baru seperti jaringan 5G maupun konstelasi satelit. 

    Pemerintah juga perlu membuka pasar teknologi pemerintahan (GovTech) secara lebih luas serta memberikan dukungan terhadap pengembangan internet of things (IoT). Selain itu, lembaga riset dan pengembangan talenta digital perlu diperkuat untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang teknologi. 

    Di sisi regulasi, pemerintah diharapkan segera menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Keamanan Siber dan aturan pelaksanaan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Menurut Sarwoto, percepatan transformasi digital membutuhkan semangat deregulasi (pengurangan aturan berbelit) dan debottlenecking (pembukaan hambatan birokrasi) terhadap regulasi yang selama ini menghambat perkembangan industri.

    “Mastel sangat berharap semangat deregulation dan debottlenecking aturan, regulasi yang menghambat percepatan transformasi digital agar dihilangkan. Kita memerlukan leadership pemerintah yang efektif dan profesional dalam rangka mendukung transformasi digital,” tutur Sarwoto.

    Sementara itu, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) juga menilai belum ada perubahan signifikan dalam industri internet nasional selama 1 tahun pemerintahan Prabowo–Gibran.

    Ketua Umum APJII Muhammad Arif mengatakan, sejauh ini pelaku industri masih menunggu arah kebijakan dan bentuk kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan sektor industri digital, khususnya terkait peta jalan (roadmap) pengembangan internet di Indonesia.

    “Sejauh ini untuk industri internet belum ada perubahan signifikan. Kita masih menunggu juga kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan industri untuk roadmap ke depannya,” kata Arif kepada Bisnis, Minggu (19/10/2025).

    APJII juga mendorong pemerintah untuk melakukan moratorium terhadap penerbitan izin penyelenggara internet service provider (ISP), mengingat jumlah penyelenggara yang sudah sangat banyak. Berdasarkan data APJII, terdapat lebih dari 1.300 perusahaan yang telah mengantongi izin ISP di Indonesia.

    “Persaingan sudah semakin ketat, sehingga kita perlu memikirkan keberlangsungan industri internet ke depannya dan tetap meningkatkan kualitas layanan,” ujarnya.

    Arif menegaskan komitmen APJII untuk mendukung pemerataan akses dan peningkatan kualitas internet di seluruh wilayah Indonesia.

    “APJII siap mendukung program-program pemerataan dan peningkatan kualitas internet di Indonesia, sekaligus berkontribusi dalam penyusunan roadmap infrastruktur digital ke depannya,” kata Arif.

  • Bisnis Data Center Kian Moncer, Okupansi EDGE1 Milik Indonet Penuh

    Bisnis Data Center Kian Moncer, Okupansi EDGE1 Milik Indonet Penuh

    Bisnis.com, JAKARTA— PT Indointernet Tbk (Indonet) melalui unit usahanya, EDGE DC mengungkap, fasilitas EDGE1 yang memiliki total kapasitas 6 megawatt (MW) IT load kini telah mencapai kapasitas penuh. 

    Direktur Indonet Donauly Situmorang mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti kepercayaan pelanggan terhadap kualitas layanan EDGE DC yang berlokasi strategis di pusat kota Jakarta.

    “Saat ini, EDGE1 dengan total kapasitas 6 MW IT load telah mencapai kapasitas penuh, menandakan tingginya kepercayaan pasar terhadap layanan kami,” kata Donauly kepada Bisnis pada Minggu (19/10/2025).

    Donauly menambahkan, fasilitas EDGE2 yang baru mulai beroperasi juga telah menunjukkan tingkat utilisasi di atas rata-rata sektor industri data center nasional, mencerminkan permintaan yang kuat dari pelanggan di berbagai sektor. Adapun, EDGE2 dirancang dengan kapasitas hingga 23 MW IT load untuk mendukung kebutuhan pelanggan dari kalangan hyperscale maupun enterprise.

    Donauly mengatakan, pertumbuhan utilisasi tersebut memperlihatkan pasar semakin membutuhkan fasilitas data center dengan performa tinggi, efisiensi energi, dan lokasi strategis di pusat kota, yang menjadi keunggulan utama EDGE DC. Pencapaian tersebut, lanjut dia, sekaligus memperkuat posisi EDGE DC sebagai market leader data center di kawasan pusat kota Jakarta. 

    “Serta menjadi bukti komitmen kami dalam menyediakan infrastruktur digital yang andal, aman, dan siap mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” kata Donauly.

    Lebih lanjut, Donauly menegaskan Indonet tetap menargetkan pertumbuhan kapasitas dan pangsa pasar di atas rata-rata industri. Menurutnya, ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan data center yang scalable, reliable, dan efisien.

    Selain memperluas kapasitas, perusahaan juga berfokus pada keberlanjutan dan keandalan infrastruktur yang dibangun.

    “Fokus utama kami bukan hanya memperluas kapasitas, tetapi juga memastikan infrastruktur yang dibangun mampu mendukung ekosistem digital Indonesia secara berkelanjutan,” ujarnya.

    Donauly menambahkan, lonjakan permintaan layanan pusat data tidak hanya datang dari sektor hyperscale dan enterprise, tetapi juga dari segmen perusahaan menengah (SME) dan startup yang tengah mempercepat transformasi digital.

    Oleh karena itu, lanjut Donauly, strategi ekspansi perusahaan dirancang agar dapat menjawab kebutuhan lintas segmen, dari perusahaan global dengan kebutuhan besar hingga pelaku usaha lokal yang ingin tumbuh secara digital. Indonet juga memperkuat kolaborasi dengan mitra internasional guna memperluas jangkauan dan ekosistem digital di Indonesia.

    “Dari sisi kolaborasi, kami juga terus memperkuat kemitraan strategis dengan pemain global untuk memperluas ekosistem digital perusahaan,” kata Donauly.

    Sebelumnya, Indonet memperoleh fasilitas kredit senilai Rp5,5 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk. (BCA). Fasilitas kredit tersebut akan difokuskan untuk mendukung perluasan jaringan serat optik bawah tanah (underground fiber) di wilayah Jakarta dan sekitarnya, serta penyelesaian tahap akhir pembangunan data center EDGE2.

    “Fasilitas kredit ini akan digunakan untuk mendukung beberapa agenda strategis Indonet, termasuk perluasan jaringan serat optik bawah tanah [underground fiber] di wilayah Jakarta dan sekitarnya, serta penyelesaian tahap akhir pembangunan data center EDGE2. Fasilitas kredit ini juga dapat digunakan untuk general corporate purpose,” kata Donauly. 

    Menurut Donauly, kedua proyek tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat fondasi infrastruktur digital nasional. Dia mengatakan, melalui perluasan jaringan metro fiber, pihaknya memastikan konektivitas antar data center dan pelanggan korporasi semakin andal dan efisien.

    Sementara itu, lanjut Donauly, EDGE2 akan menjawab permintaan kapasitas yang terus meningkat, terutama dari sektor artificial intelligence (AI), hyperscale, dan enterprise yang membutuhkan kapasitas besar dan konektivitas berlatensi rendah. 

    Dia menambahkan, langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Indonet dalam mendukung percepatan transformasi digital dan hilirisasi ekonomi digital di Indonesia.

    “Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Indonet dalam mendukung percepatan transformasi digital dan hilirisasi ekonomi digital di Indonesia,” kata Donauly.

  • Keluh APJII soal Nihilnya Perubahan Industri Internet dalam Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

    Keluh APJII soal Nihilnya Perubahan Industri Internet dalam Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

    Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menilai belum ada perubahan signifikan dalam industri internet nasional dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

    Ketua Umum APJII Muhammad Arif mengatakan, sejauh ini pelaku industri masih menunggu arah kebijakan dan bentuk kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dengan sektor industri digital, khususnya terkait peta jalan (roadmap) pengembangan internet di Indonesia.

    “Sejauh ini untuk industri internet belum ada perubahan signifikan. Kita masih menunggu juga kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan industri untuk roadmap ke depannya,” kata Arif kepada Bisnis pada Minggu (19/10/2025). 

    Arif menambahkan, APJII mendorong pemerintah agar melakukan moratorium terhadap penerbitan izin penyelenggara layanan internet (ISP) secara nasional. 

    Menurutnya, jumlah ISP yang ada saat ini sudah terlalu banyak. Selain itu, Arif juga mengatakan perlunya penyesuaian regulasi ISP agar sesuai dengan dinamika dan perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat. Berdasarkan data APJII, saat ini terdapat lebih dari 1.300 perusahaan yang telah mengantongi izin sebagai ISP di Indonesia.

    Lebih lanjut, dia  menilai persaingan di sektor internet kini semakin ketat, sehingga perlu ada langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan industri sekaligus memastikan peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat.

    “Persaingan sudah semakin ketat, sehingga kita perlu memikirkan keberlangsungan industri internet ke depannya dan tetap meningkatkan kualitas layanan,” tambahnya.

    Lebih lanjut, Arif menegaskan komitmen APJII untuk mendukung program pemerataan akses serta peningkatan kualitas internet di seluruh wilayah Indonesia. Dia menyebut asosiasi juga akan berperan aktif dalam penyusunan roadmap infrastruktur digital ke depan.

    “APJII siap mendukung program-program pemerataan dan peningkatan kualitas internet di Indonesia, sekaligus berkontribusi dalam penyusunan roadmap infrastruktur digital ke depannya,” kata Arif.

    Adapun, pelantikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2024–2029 berlangsung pada 20 Oktober 2024. Dengan demikian, Senin (20/10/2025) menandai satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

  • Daftar Harga iPhone 17 Series Vs iPhone 16 Series di Indonesia

    Daftar Harga iPhone 17 Series Vs iPhone 16 Series di Indonesia

    Bisnis.com, JAKARTA — Apple resmi meluncurkan jajaran iPhone 17 series di Indonesia pada Jumat, 17 Oktober 2025. Empat model terbaru yang hadir di pasaran adalah iPhone 17, iPhone 17 Pro, iPhone 17 Pro Max, dan iPhone 17 Air. 

    Kehadiran seri ini membawa sejumlah peningkatan signifikan, baik dari sisi desain, performa, maupun kemampuan kamera. iPhone 17 tampil dengan cip Apple Silicon generasi terbaru, daya tahan baterai lebih lama, serta kamera depan Center Stage yang memungkinkan hasil selfie lebih dinamis. 

    Layarnya kini lebih besar dan lebih terang berkat teknologi ProMotion dengan refresh rate hingga 120Hz, serta kamera utama Dual Fusion 48 MP. Dari sisi desain, perangkat ini mengusung lapisan Ceramic Shield 2 yang diklaim memiliki ketahanan gores hingga tiga kali lebih baik dibanding generasi sebelumnya. 

    Semua model menjalankan iOS 26, sistem operasi terbaru Apple dengan desain liquid glass dan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menghadirkan pengalaman penggunaan lebih personal dan cerdas.

    Model iPhone Air menjadi sorotan dengan desain unibody ultra tipis dan ringan, namun tetap tangguh. Meski lebih ramping, performanya diklaim tetap setara dengan kelas Pro dan mampu bertahan seharian penuh dalam pemakaian normal.

    Sementara itu, iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max disebut sebagai seri paling bertenaga yang pernah dibuat Apple. Kedua perangkat ini dibekali chip A19 Pro, menghadirkan sistem kamera profesional, efisiensi daya tinggi, dan untuk pertama kalinya, menawarkan penyimpanan hingga 2TB.

    Daftar Harga iPhone 17 Series di Indonesia (iBox)

    iPhone 17

        •    256GB – Rp17.249.000

        •    512GB – Rp21.999.000

    iPhone 17 Air

        •    256GB – Rp21.249.000

        •    512GB – Rp25.999.000

        •    1TB – Rp30.249.000

    iPhone 17 Pro

        •    256GB – Rp23.749.000

        •    512GB – Rp28.249.000

        •    1TB – Rp32.999.000

    iPhone 17 Pro Max

        •    256GB – Rp25.749.000

        •    512GB – Rp30.249.000

        •    1TB – Rp34.999.000

        •    2TB – Rp43.999.000

    Harga iPhone 16 Series

    Bagi pengguna yang ingin mempertimbangkan seri sebelumnya, iPhone 16 tersedia resmi di Indonesia sejak 11 April 2025. Harga seri ini kini relatif lebih terjangkau dibanding generasi terbarunya.

    iPhone 16e

        •    128GB – Rp11.749.000

        •    256GB – Rp14.249.000

        •    512GB – Rp18.249.000

    iPhone 16

        •    128GB – Rp14.999.000

        •    256GB – Rp16.499.000

        •    512GB – Rp20.999.000

    iPhone 16 Pro

        •    128GB – Rp17.999.000

        •    256GB – Rp20.999.000

        •    512GB – Rp25.499.000

        •    1TB – Rp29.999.000

    iPhone 16 Pro Max

        •    256GB – Rp21.999.000

        •    512GB – Rp27.499.000

        •    1TB – Rp32.499.000

  • Layar, Kamera, Performa, dan Baterai

    Layar, Kamera, Performa, dan Baterai

    Bisnis.com, JAKARTA — iBox menaikkan harga smartphone iPhone 16 series hingga Rp1 juta di tengah kehadiran iPhone 17. Kondisi ini cukup unik karena umumnya merek yang lebih lawas akan mengalami penurunan harga ketika smartphone baru muncul. Mari kita melihat salah satu perbandingan variasi smartphone iPhone 16, yaitu iPhone 16 Pro.

    Perbedaan utama antara iPhone 16 Pro dan iPhone 17 Pro terletak pada peningkatan performa, kamera, baterai, dan desain, di mana iPhone 17 Pro hadir sebagai generasi penerus dengan chipset A19 Pro yang lebih kuat serta fitur pendingin baru.

    Secara keseluruhan, iPhone 17 Pro menawarkan upgrade signifikan seperti resolusi kamera yang lebih tinggi dan kapasitas penyimpanan minimum yang lebih besar, meskipun keduanya tetap menggunakan layar 6,3 inci Super Retina XDR OLED.

    Berikut perbedaan iPhone 16 Pro vs iPhone 17 Pro

    Desain dan Bodi

    iPhone 17 Pro memiliki desain kamera belakang berbentuk persegi panjang yang lebih besar, hampir memenuhi sepertiga bodi belakang, berbeda dari bentuk persegi pada iPhone 16 Pro. Material bodi iPhone 17 Pro menggunakan aluminium dengan sistem pendingin vapor chamber untuk mengelola panas lebih baik, sementara iPhone 16 Pro memakai titanium tanpa fitur pendingin khusus tersebut.

    Dimensi iPhone 17 Pro sedikit lebih tebal (8,75 mm) dan berat (204 gram) dibandingkan iPhone 16 Pro (8,25 mm, 199 gram), dengan tambahan fitur anti-reflektif pada layar untuk penggunaan di bawah sinar matahari.

    Layar

    Kedua model menggunakan layar Super Retina XDR OLED berukuran 6,3 inci dengan resolusi 2622 x 1206 piksel, kerapatan 460 ppi, dan refresh rate adaptif hingga 120 Hz. Namun, iPhone 17 Pro memiliki tingkat kecerahan maksimum hingga 3000 nits, lebih tinggi dari 2000 nits pada iPhone 16 Pro, sehingga lebih nyaman untuk penggunaan outdoor.

    Kamera

    Kamera depan iPhone 17 Pro beresolusi 18 MP (f/1.9), lebih tinggi ketimbang 12 MP pada iPhone 16 Pro. Untuk kamera belakang, iPhone 17 Pro memiliki konfigurasi tiga lensa dengan ultrawide dan telefoto masing-masing 48 MP (telefoto mendukung 8x optical zoom), sementara iPhone 16 Pro menggunakan ultrawide 48 MP dan telefoto 12 MP (5x optical zoom). Artinya foto jarak jauh iPhone 17 Pro lebih berkualitas ketimbang iPhone 16 Pro.

    Performa dan Chipset

    iPhone 17 Pro ditenagai chipset A19 Pro (3 nm) dengan peningkatan performa hingga 40% lebih baik dibandingkan A18 Pro pada iPhone 16 Pro, meskipun keduanya memiliki konfigurasi 6-core CPU dan 6-core GPU. Kapasitas RAM iPhone 17 Pro mencapai 12 GB, lebih tinggi dari 8 GB pada iPhone 16 Pro, yang mendukung multitasking lebih lancar.

    Penyimpanan dan Baterai

    iPhone 17 Pro tidak lagi menyediakan varian 128 GB, dengan opsi mulai dari 256 GB hingga 1 TB (ada varian 2 TB untuk Pro Max), sedangkan iPhone 16 Pro menawarkan 128 GB hingga 1 TB. Baterai iPhone 17 Pro bertahan hingga 31 jam pemutaran video dengan pengisian cepat 40 watt via USB-C, dibandingkan 27 jam dan 20 watt pada iPhone 16 Pro.

  • by.U Layani 10 Juta Pelanggan, Telkomsel hingga Tri Berebut Pasar Gen Z

    by.U Layani 10 Juta Pelanggan, Telkomsel hingga Tri Berebut Pasar Gen Z

    Bisnis.com, JAKARTA — Persaingan operator seluler dalam memperebutkan pasar generasi muda atau Gen Z makin panas. PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) melalui by.U, bertarung dengan PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. dengan brand Axis dan PT Indosat Tbk. dengan brand Tri memperebutkan pasar anak muda. 

    Survei terbaru Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat, jumlah pengguna internet di Indonesia pada 2025 mencapai 229 juta jiwa.

    Dari jumlah itu, mayoritas pengguna berasal dari kalangan Generasi Z (13–28 tahun) dan Milenial (29–44 tahun) yang dikenal sebagai generasi digital-native. Bagi mereka, internet bukan lagi fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan utama dalam aktivitas sehari-hari.

    VP Brand & Marketing Communications Telkomsel, Emir G. Surya mengatakan perusahaan berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan Gen Z.

    Perusahaan berfokus pada 4  pilar yang terdiri dari fleksibilitas penuh dan harga yang terjangkau, simple dan transparan, hiburan tanpa batas, hingga jaringan luas.

    “Jaringan nomor 1 Telkomsel, dimana by.U mengandalkan jaringan terluas dan terdepan untuk memastikan Gen Z selalu terkoneksi kapan saja, di mana saja,” kata Emir G. Surya, dikutip Minggu (19/10/2025). 

    Emir mengatakan sejak diluncurkan pada Oktober 2019, by.U tumbuh pesat sebagai pilihan utama pengguna muda Indonesia. Hingga kuartal ketiga 2025, jumlah pelanggan by.U telah melampaui 10 juta pengguna aktif. Adapun secara keseluruhan pada semester I/2025 total pelanggan Telkomsel mencapai 158,8 juta pelanggan.

    Selain pada sisi teknis, kata Emir, by.U juga menonjol dalam hal komunikasi brand. Mengusung gaya bahasa yang santai, jenaka, dan relevan dengan kultur digital muda, by.U konsisten menghadirkan komunikasi yang terasa personal dan otentik.

    Alih-alih menggandeng duta merek konvensional, by.U justru aktif berkolaborasi dengan komunitas lokal, kreator digital, hingga tim e-sports.

    “by.U memahami karakter Gen Z yang suka hal-hal unik, fun, dan penuh kejutan,” kata Emir. 

    Telkomsel bukanlah satu-satunya operator yang menyasar Gen Z. XLSMART dan Indosat juga melakukan hal yang sama. 

    XLSMART melalui brand Axis juga melakukan berbagai program dan kampanye untuk memperluas pasar mereka di Gen Z. Axis menggelar acara olah raga kompetisi Futsal antar pelajar untuk mendekatkan merk Axis kepada pelajar SMAN.

    Adapun Axis turut berkontribusi terhadap total pelanggan XLSmart yang menyentuh 82,6 juta pelanggan pada semester I/2025. 

    Sementara itu Indosat mengandalkan brand Tri untuk menjangkau anak muda. Tri belum lama menggelar program loyalitas agar pelanggan Gen Z tetap setia dan tidak berpindah ke operator lain. 

    Tri menggelar program Bombas Tri 2025 dengan hadiah utama yaitu mobil listrik BYD Atto 1 Dynamic. Total pelanggan Indosat pada semester I/2025 mencapai 95,4 juta pelanggan, sebagiannya merupakan pelanggan Gen Z pengguna Tri.

  • Cara Lacak Ponsel Seseorang Menggunakan Nomor WhatsApp 2025

    Cara Lacak Ponsel Seseorang Menggunakan Nomor WhatsApp 2025

    Bisnis.com, JAKARTA – Nomor WhatsApp ternyata bisa digunakan untuk melacak lokasi seseorang secara real-time.

    Melacak lokasi dengan nomor WhatsApp dapat dilakukan dengan berbagai metode, baik menggunakan aplikasi pihak ketiga maupun tanpa bantuan aplikasi. Di bawah ini langkah-langkah melacak nomor WhatsApp dengan aplikasi dan tanpa aplikasi.

    Sebagaimana diketahui, lokasi seseorang dapat dilacak melalui WhatsApp. Namun, penting untuk dicatat bahwa ini bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan secara langsung melalui aplikasi itu sendiri.

    Sebab pada dasarnya, WhatsApp tidak memiliki fitur yang memungkinkan pengguna melacak lokasi seseorang melalui nomor WA mereka. WhatsApp menggunakan enkripsi end-to-end, yang berarti pesan dan panggilan hanya dapat dilihat oleh pengirim dan penerima.

    Enkripsi end-to-end membuat aktivitas WhatsApp seseorang tidak dapat dilacak oleh siapa pun. Namun hal tersebut berbeda jika seseorang tersebut mengizinkan Anda melacak posisinya karena satu dan lain hal. Sebab WhatsApp memiliki fitur live location yang memungkinkan Anda mengetahui lokasi seseorang secara real time.

    Cara Melacak Lokasi Menggunakan Nomor WhatsApp

    Berikut ini cara melakukan pelacakan lokasi kepada seseorang menggunakan nomor WhatsApp:

    Buka aplikasi WhatsApp pada ponsel seseorang yang hendak anda lacak
    Klik tombol berlambang klip kertas di samping tombol kamera
    Pilih ‘Location’
    Klik ‘ Share live location’
    Pilih berapa lama anda ingin membagikan live location, apakah 15 menit, 1 jam, atau 8 jam
    Kirim dan anda akan mendapat informasi mengenai lokasi seseorang secara real-time

    Disclaimer: Melacak lokasi seseorang tanpa persetujuan pihak yang terlibat merupakan pelanggaran privasi dan melanggar hukum. Artikel ini tidak bertujuan mengajak untuk melakukan pelacakan lokasi seseorang tanpa persetujuan pihak terkait. Keputusan tindakan sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala konsekuensi yang timbul dari tindakan pembaca.

  • iPhone 17 Rilis, iPhone 16 Series Justru Naik Harga per Oktober 2025

    iPhone 17 Rilis, iPhone 16 Series Justru Naik Harga per Oktober 2025

    Bisnis.com, JAKARTA – Jajaran iPhone 16 series yang dijual di iBox terpantau mengalami kenaikan harga pada Oktober 2025.

    Kenaikan harga ini membuat kaget, lantaran seri terbaru dari Apple yakni iPhone 17 series sudah resmi rilis di Indonesia.

    Padahal biasanya, seri lawas iPhone akan mengalami penurunan harga saat seri baru telah diperkenalkan ke publik. Namun terpantau iPhone 16 series justru naik harga hingga Rp1 juta.

    Pada awal Oktober, iPhone 16 128GB memiliki harga Rp13,9 juta, kini ponsel tersebut dibanderol dengan harga Rp14,9 juta.

    Kemudian kenaikan harga juga dialami oleh iPhone 16e 512 GB yang kini menjadi Rp18 jutaan dari yang semula Rp17 jutaan.

    iBox pun kini sudah tak lagi mengeluarkan iPhone 16 seri Plus dan Pro Max setelah iPhone 17 resmi dirilis.

    Berikut ini daftar harga iPhone 16 series di iBox per Oktober 2025:

    iPhone 16

    iPhone 16 128 GB: Rp 14.999.000
    iPhone 16 256 GB: Rp 16.499.000
    iPhone 16 512 GB: Rp 20.499.000

    iPhone 16 Pro

    iPhone 16 Pro 128 GB: Rp 17.999.000
    iPhone 16 Pro 256 GB: Rp 20.999.000
    iPhone 16 Pro 512 GB: Rp 25.499.000
    iPhone 16 Pro 1TB: Rp 29.999.000

    Harga iPhone 16e

    iPhone 16e 128 GB: Rp 11.749.000
    iPhone 16e 512 GB: Rp 14.249.000
    iPhone 16e 512 GB: Rp 18.249.000

  • Ambisi Perusahaan AS Dukung Program Prabowo, Fokus ke Talenta Digital-Pertanian

    Ambisi Perusahaan AS Dukung Program Prabowo, Fokus ke Talenta Digital-Pertanian

    Bisnis.com, JAKARTA — Laporan bertajuk “Bisnis AS untuk Indonesia (BISA)” yang dirilis US—ASEAN Business Council (USABC) mencatat, 35 perusahaan Amerika Serikat (AS) mendukung agenda ekonomi Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang pengembangan talenta digital, investasi, hingga transformasi sektor pertanian.

    Dalam laporan tersebut, USABC mencatat bahwa sejak 2003–2025, perusahaan-perusahaan AS secara kolektif telah menciptakan lebih dari satu juta lapangan kerja di berbagai sektor di Indonesia, mulai dari energi dan pertanian hingga manufaktur dan teknologi digital.

    Selain itu, lebih dari lima juta individu di Indonesia telah menerima pelatihan keterampilan digital, seperti komputasi awan (cloud computing), keamanan siber, dan kecerdasan buatan (AI).

    Di bidang pendidikan, lebih dari 60.000 siswa dan pendidik telah dijangkau melalui berbagai inisiatif yang berfokus pada sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM). Kemudian, lebih dari 300.000 penerima manfaat telah dibantu melalui beragam program kesehatan, sosial, dan lingkungan.

    Presiden & CEO Interim USABC, Duta Besar Brian McFeeters, menuturkan bahwa perusahaan-perusahaan AS tidak hanya berinvestasi secara finansial, melainkan juga berperan dalam membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang.

    “Laporan ini menggambarkan bagaimana bisnis AS berkontribusi pada setiap area prioritas ekonomi ambisius Presiden Prabowo melalui investasi langsung, pengembangan tenaga kerja, dan transfer teknologi,” kata Brian dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/10/2025).

    Strategic Communications Lead USABC Prelia Moenandar menyampaikan bahwa laporan BISA merupakan refleksi nyata dari kemitraan yang berorientasi pada dampak jangka panjang.

    “Laporan ini menunjukkan bagaimana kontribusi dunia usaha AS menciptakan dampak nyata bagi masyarakat dan ekonomi Indonesia. Kami berharap semangat ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menuju visi Indonesia Emas 2045,” ujar Prelia.

    Sementara itu, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Nurul Ichwan menyatakan bahwa kemitraan ekonomi antara Indonesia dan AS harus terus diperkuat untuk mendukung agenda pembangunan nasional.

    “Amerika Serikat selalu berada di 10 besar investor asing di Indonesia. Namun yang lebih penting dari sekadar nilai investasi adalah bagaimana investasi tersebut membawa transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM Indonesia,” ujar Nurul.

    Menurut Nurul, jika Indonesia ingin menuju Indonesia Emas 2045, maka hal-hal mendasar seperti penguasaan teknologi dan kualitas tenaga kerja harus menjadi prioritas.

    Jika ditinjau dari sektor energi, VP Communications & External Affairs bp Indonesia Desy “Becky” Unidjaja memaparkan bagaimana proyek Tangguh LNG di Teluk Bintuni, Papua Barat, menjadi contoh pengembangan SDM lokal dan transfer teknologi industri.

    “bp tidak mungkin bertahan tanpa turut membangun daerah tempat kami beroperasi. Sejak awal, kami berkomitmen bahwa 85% pekerja kami di Tangguh LNG harus berasal dari Papua,” imbuhnya.

    Dia menjelaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (human capital) menjadi bagian penting dari keberlanjutan operasi perusahaan.

    Dari sektor teknologi, Government Affairs & Public Policy Manager Google Indonesia Agung Pamungkas mengatakan bahwa perusahaan merancang program Bangkit Bersama AI untuk mendukung transformasi digital Indonesia melalui peningkatan keterampilan generasi muda.

    “Program Bangkit Bersama AI menyiapkan talenta digital Indonesia yang siap menghadapi masa depan. Kami memastikan seluruh ekosistem, mahasiswa, pendidik, pengembang, dan industri dapat tumbuh bersama,” ungkapnya.

    Sementara itu, Corporate Social Responsibility Leader IBM Indonesia Rina Suryani menyebut bahwa peningkatan literasi digital menjadi pondasi penting dalam memperkuat daya saing nasional.

    “Kami menargetkan untuk upskill dua juta orang di bidang AI dan membantu lembaga pendidikan mengintegrasikan keterampilan digital dalam kurikulum nasional,” terangnya.

    Adapun dari sektor pertanian, APAC Agricultural Policy Program Manager Corteva Agriscience Suandi Tanuwijanto menegaskan bahwa teknologi dan inovasi berkelanjutan adalah kunci peningkatan produktivitas sekaligus ketahanan pangan nasional.

    “Kami percaya dampak sektor swasta tidak hanya datang dari teknologi, tetapi juga dari trickle-down effect yang memperkuat ekonomi masyarakat,” pungkasnya.