Category: Bisnis.com Tekno

  • Industri SKKL Belum Merasakan Kehadiran Pemerintah

    Industri SKKL Belum Merasakan Kehadiran Pemerintah

    Bisnis.com, JAKARTA— Industri sistem komunikasi kabel laut (SKKL) menyoroti sejumlah dinamika kebijakan yang memengaruhi proses perizinan dan tata kelola infrastruktur strategis selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

    Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Kabel Laut Seluruh Indonesia (ASKALSI) Resi Y. Bramani mengatakan selama ini asosiasi memiliki hubungan yang baik dengan kementerian dan lembaga terkait pada pemerintahan sebelumnya, seperti Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marvest), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). 

    Dia menambahkan, Askalsi  selalu mendukung kebijakan yang diambil oleh instansi tersebut dan merasa aspirasinya selama ini cukup didengarkan.

    Namun, menurutnya, pergantian rezim pemerintahan turut membawa dinamika kebijakan baru yang berdampak terhadap industri, terutama setelah pembubaran Kemenko Marvest dan perubahan nomenklatur Kominfo menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

    “Seiring pergantian rezim pemerintahan menjadi Prabowo–Gibran, tak lepas dengan adanya dinamika kebijakan yang menyertai, yang menurut kami berdampak pada proses perizinan dan kebijakan penataan kabel bawah laut seperti pembubaran Kemenko Marvest, yang merupakan motor penggerak dalam Tim Nasional Pengelolaan Penyelenggaraan Alur Pipa dan/atau Kabel Bawah Laut, serta adanya perubahan nomenklatur Kementerian Komunikasi dan Digital menjadi Kementerian Komdigi,” kata Resi saat dihubungi Bisnis pada Senin (20/10/2025).

    Resi menambahkan perubahan kebijakan di masa pemerintahan saat ini cukup berdampak terhadap proses perizinan SKKL. Meski demikian, dia mengakui pelaku industri akhirnya dapat beradaptasi dengan perubahan tersebut. 

    Dia mengatakan, sejauh ini belum ada kebijakan yang dianggap signifikan karena durasi perizinan penggelaran SKKL masih memakan waktu lama, keringanan terhadap regulatory charging belum terealisasi, kebijakan “pemutihan” Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) untuk SKKL eksisting belum berjalan, serta isu perlindungan dan keamanan SKKL masih memerlukan komunikasi yang lebih intensif dengan pemerintah. 

    Askalsi juga menyoroti terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) No.25/2025 yang dinilai membawa persoalan baru bagi pelaku usaha SKKL, khususnya yang beroperasi di wilayah Batam.

    Meski demikian, asosiasi menilai kementerian dan lembaga terkait pada dasarnya mendukung pembangunan SKKL dan mengakui infrastruktur ini sebagai objek vital nasional. Namun, ASKALSI menilai dukungan tersebut perlu diwujudkan dalam bentuk terobosan regulasi untuk memangkas birokrasi perizinan.

    “Kami merasa perlu lebih dari itu, seperti terobosan regulasi dan kebijakan untuk pemangkasan proses perizinan, atau tahapan pada beberapa proses perizinan dapat dilakukan secara paralel, yang pada akhirnya dapat mempercepat proses perizinan pembangunan SKKL ataupun pemeliharaan SKKL,” kata Resi.

    Lebih lanjut, Resi menyoroti adanya perbedaan kewenangan antara regulasi baru dan aturan sebelumnya. Dia menjelaskan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, izin membangun SKKL kini termasuk dalam Perizinan Berusaha untuk Usaha Menengah dan Usaha Kecil (PB UMKU) yang kewenangannya berada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 

    Dengan demikian, PKKPRL dan izin membangun berada di bawah satu kementerian. Namun, menurutnya, belum jelas apakah hal tersebut dapat disebut sebagai terobosan, sebab selama ini penerbitan izin membangun dan perpanjangannya masih menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. 129 Tahun 2016.

    Resi menyampaikan Askalsi berharap dalam satu tahun ke depan pemerintah dapat menghadirkan terobosan regulasi yang mampu mempercepat dan mempermudah proses perizinan, baik untuk pembangunan maupun operasional SKKL. Dia mencontohkan, percepatan tersebut diharapkan mencakup tahapan seperti proses PKKPRL, persetujuan lingkungan, hak labuh, serta izin membangun.

    “Kemudian biaya/regulatory charging untuk SKKL itu dapat menjadi lebih rendah seperti keringanan dalam penghitungan PBB sektor lainnya serta PNBP PKKPRL [bagi SKKL eksisting yang masih belum memiliki PKKPR],” pungkas Resi.

    Pelantikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2024–2029 berlangsung pada 20 Oktober 2024. Dengan demikian, Senin (20/10/2025) menandai satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran.

  • Digitalisasi Masih Terbatas di Sektor IT dan Keuangan

    Digitalisasi Masih Terbatas di Sektor IT dan Keuangan

    Bisnis.com, JAKARTA— Center for Policy Studies (Prasasti) menilai pemanfaatan digitalisasi di Indonesia masih terpusat di dua sektor utama, yakni teknologi informasi dan komunikasi (ICT) serta keuangan. Sementara itu, sektor lain seperti pertambangan dan pertanian masih tertinggal jauh dalam penerapan teknologi digital.

    Director of Research Center for Policy Studies, Gundy Cahyadi, menjelaskan digitalisasi perlu dilihat sebagai upaya lintas sektor untuk memperkuat efisiensi nasional. 

    “Apa yang kami nilai sebenarnya bukanlah sektor digitalisasi secara spesifik, melainkan bagaimana seluruh perekonomian memanfaatkan digitalisasi untuk memperkuat efisiensi di setiap sektor,” kata Gundy dalam acara Peluncuran Prasasti Insights: Kajian 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta pada Senin (20/10/2025). 

    Menurutnya, dorongan digitalisasi selaras dengan rekomendasi Prasasti yang menilai transformasi digital dapat memperbaiki efisiensi di berbagai lini, baik di pemerintahan, sektor moneter, maupun dunia usaha.

    Dia menambahkan, hasil riset terbaru Prasasti menunjukkan tingkat digitalisasi nasional masih terkonsentrasi pada dua sektor besar yakni ICT dan keuangan. Sementara itu, sektor lainnya masih menunjukkan tingkat adopsi digital yang sangat rendah sehingga ruang untuk peningkatan masih terbuka lebar.

    “Rendah contoh agrikultur dan mining [pertambangan] itu masih rendah sekali digitalisinya, jadi gapnya tinggi. ICT 70%, Finance 50%, kemudian gapnya terhadap yang paling bawah itu sangat besar,” katanya. 

    Secara keseluruhan, dalam kajian bertajuk “1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran”, Prasasti memberikan penilaian “Cukup Baik” (Acceptable) terhadap kinerja kabinet Merah Putih pada tahun pertama masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

    Kajian tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang mencakup delapan Asta Cita, tujuh belas Program Prioritas (PP), dan delapan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). 

    Prasasti mengelompokkan evaluasi kinerja ke dalam empat pilar utama yakni Ekonomi dan Industrialisasi, Transformasi Sumber Daya Manusia (SDM), Sosial, Kemiskinan, Lingkungan, dan Budaya, serta Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam). 

    “Berdasarkan pilar, kami melihat pilar Sosial, Kemiskinan, Lingkungan dan Budaya, serta pilar Polhukam memiliki peringkat ‘Cukup Baik’ atau ‘Acceptable’. Sementara pilar Ekonomi dan Industrialisasi serta pilar Transformasi SDM masuk dalam kategori ‘Perlu Perbaikan’ atau ‘Developing’,” kata Gundy.

    Kajian ini juga menekankan pentingnya memperkuat implementasi kebijakan di lapangan, terutama dengan mengoptimalkan peran task force lintas kementerian dan lembaga. Prasasti menilai digitalisasi tata kelola dan transparansi data dapat memperkuat akuntabilitas serta efektivitas program.

    Sementara itu, Policy and Program Director Prasasti, Piter Abdullah, menilai pengawasan perlu diperkuat melalui penggunaan database dan dashboard digital yang transparan dan mudah diakses publik. Menurutnya, keterbukaan data dapat meningkatkan akuntabilitas sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil dalam memantau capaian program-program prioritas nasional.

  • iPhone 17 Laris, Penjualan Awal Lampaui iPhone 16 di China dan AS

    iPhone 17 Laris, Penjualan Awal Lampaui iPhone 16 di China dan AS

    Bisnis.com, JAKARTA— Seri terbaru iPhone 17 mencatat penjualan awal yang melampaui pendahulunya di dua pasar utama Apple, yakni China dan Amerika Serikat (AS).

    Lembaga riset Counterpoint melaporkan, dalam 10 hari pertama sejak peluncurannya, penjualan iPhone 17 naik 14% dibanding seri iPhone 16 pada periode yang sama tahun lalu. Counterpoint mencatat, iPhone 17 versi standar menjadi kontributor terbesar terhadap peningkatan ini. Penjualannya di China hampir dua kali lipat dibanding iPhone 16, sementara di gabungan pasar China dan AS, pertumbuhannya mencapai 31%.

    “Model dasar iPhone 17 menawarkan nilai yang sangat menarik bagi konsumen, dengan peningkatan spesifikasi tanpa kenaikan harga,” kata Analis Senior Counterpoint, Mengmeng Zhang dalam laporan tersebut dikutip dari laman Reuters pada Senin (20/10/2025). 

    Menurut Zhang, peningkatan tersebut mencakup chip yang lebih cepat, layar dengan kualitas lebih baik, kapasitas penyimpanan dasar lebih besar, serta peningkatan pada kamera depan.Di sisi lain, Apple dikabarkan akan mengurangi produksi iPhone Air hingga satu juta unit setelah permintaannya di pasar tak sesuai harapan.

    Media asal Korea Selatan, The Elec, mengutip analisis Mizuho Securities, menyebut penurunan permintaan membuat Apple menyesuaikan target produksinya untuk model ultra-tipis tersebut.

    Melansir laman Phone Arena, Minggu (19/10/2025), iPhone Air awalnya digadang-gadang menjadi produk unggulan baru Apple tahun ini. Dengan bodi super tipis hanya 5,6 mm, ponsel ini menjadi iPhone tertipis yang pernah dibuat, bahkan 19% lebih tipis dibanding iPhone 6 yang dirilis pada 2014.

    Meski ramping, Apple mengklaim iPhone Air tetap memiliki daya tahan baterai seharian berkat kapasitas 3.149 mAh untuk model eSIM-only dan 3.036 mAh untuk model dengan slot eSIM fisik. Perangkat ini dibekali kamera utama 48 MP Fusion, namun tidak memiliki lensa Ultra Wide dan Telephoto seperti seri Pro, sehingga hanya mendukung zoom optik 2x. iPhone Air dibanderol mulai dari US$999 atau sekitar Rp16,48 juta di pasar global. 

    Namun, meski dari sisi desain dan teknologi dianggap sebagai pencapaian rekayasa yang impresif, penjualannya tertinggal dari seri lainnya. Apple bahkan dilaporkan meningkatkan produksi iPhone 17 sebanyak dua juta unit, serta menambah produksi iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max masing-masing satu juta dan empat juta unit untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi.

    Analis menilai konsumen lebih memilih model yang sudah dikenal, terutama karena iPhone 17 versi dasar kini hadir dengan fitur-fitur premium seperti layar ProMotion ber-refresh rate 1–120Hz dan daya tahan baterai pemutaran video hingga 30 jam, naik dari 22 jam pada iPhone 16.

    Sementara itu, di tengah lesunya penjualan iPhone Air, Apple dikabarkan tengah menyiapkan iPhone Fold, ponsel lipat yang disebut-sebut akan mengadopsi desain mirip dua unit iPhone Air yang disatukan. Meski sempat diperkirakan meluncur pada 2026, laporan terbaru dari Bloomberg menyebut peluncurannya kemungkinan mundur hingga 2027, karena Apple masih meninjau desain engsel dan sejumlah komponen utama lainnya.

    Kendati gagal memenuhi ekspektasi pasar, para analis menilai iPhone Air tetap menjadi proyek penting bagi Apple. Model ini disebut sebagai uji konsep desain ultra-tipis, yang bisa menjadi fondasi bagi generasi iPhone lipat di masa depan.

    Apple resmi meluncurkan iPhone 17 series di Indonesia pada 17 Oktober 2025, menghadirkan empat model terbaru: iPhone 17, iPhone 17 Pro, iPhone 17 Pro Max, dan iPhone 17 Air.

    Harga iPhone 17 Series di Indonesia (iBox)

    iPhone 17

        •    256GB – Rp17.249.000

        •    512GB – Rp21.999.000

    iPhone 17 Air

        •    256GB – Rp21.249.000

        •    512GB – Rp25.999.000

        •    1TB – Rp30.249.000

    iPhone 17 Pro

        •    256GB – Rp23.749.000

        •    512GB – Rp28.249.000

        •    1TB – Rp32.999.000

    iPhone 17 Pro Max

        •    256GB – Rp25.749.000

        •    512GB – Rp30.249.000

        •    1TB – Rp34.999.000

        •    2TB – Rp43.999.000

  • China Tuduh AS Bobol Pusat Waktu Nasional, Sistem Keuangan Berpotensi Lumpuh

    China Tuduh AS Bobol Pusat Waktu Nasional, Sistem Keuangan Berpotensi Lumpuh

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah China menuding Amerika Serikat (AS) melakukan operasi spionase siber terhadap Pusat Layanan Waktu Nasional (National Time Service Center), lembaga yang bertanggung jawab menjaga dan menyiarkan waktu standar China.

    Mengutip Reuters, Beijing memperingatkan pelanggaran serius ini berpotensi mengganggu jaringan komunikasi, sistem keuangan, pasokan listrik, hingga waktu standar internasional.

    Kementerian Keamanan Negara (Ministry of State Security/MSS) China dalam pernyataannya di akun WeChat, Minggu (19/10), menyebut Badan Keamanan Nasional AS (National Security Agency/NSA) telah melakukan serangan siber jangka panjang terhadap pusat tersebut.

    Investigasi disebugt menemukan bukti pencurian data dan kredensial sejak 2022 yang digunakan untuk memata-matai perangkat seluler serta sistem jaringan milik staf lembaga itu.

    Menurut MSS, NSA memanfaatkan celah keamanan pada layanan pesan instan milik merek ponsel asing untuk menyusup ke perangkat pegawai pada 2022.

    Lembaga itu juga menuduh AS melancarkan serangan terhadap sistem jaringan internal serta berupaya menyerang sistem penentuan waktu presisi tinggi berbasis darat sepanjang 2023 dan 2024.

    Pusat Waktu Nasional sendiri berada di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences) dan berperan vital dalam menjaga sinkronisasi waktu nasional.

    Menanggapi tuduhan tersebut, Kedutaan Besar AS di Beijing tidak memberikan klarifikasi langsung. Namun dalam pernyataannya kepada Reuters, juru bicara kedutaan menyebut pelaku siber asal China telah meretas jaringan sejumlah penyedia telekomunikasi besar di AS dan global untuk melakukan kampanye spionase siber berskala luas.

    “China adalah ancaman siber paling aktif dan persisten terhadap jaringan pemerintah AS, sektor swasta, dan infrastruktur kritikal,” ujar juru bicara AS, dikutip Bisnis.com pada Senin (20/10/2025).

    Tuduhan terbaru ini muncul di tengah memanasnya hubungan dagang kedua negara, termasuk kebijakan China memperketat ekspor mineral tanah jarang serta ancaman AS untuk menaikkan tarif terhadap produk-produk asal China.

     

  • Telkom Ungkap Rencana Bisnis ke Depan Usai Kalah di Lelang Frekuensi 1,4 GHz

    Telkom Ungkap Rencana Bisnis ke Depan Usai Kalah di Lelang Frekuensi 1,4 GHz

    Bisnis.com, JAKARTA— PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. mengungkapkan rencana bisnis ke depan setelah gagal mendapat pita frekuensi 1,4 GHz.

    Dalam proses tersebut, Telkom tidak berhasil melaju sebagai pemenang setelah kalah dari dua peserta lainnya, yakni PT Telemedia Komunikasi Pratama, anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI), dan PT Eka Mas Republik, anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) atau MyRepublic. 

    VP Corporate Communication Telkom Andri Herawan Sasoko mengatakan perusahaan menerima hasil seleksi. “Kami telah berpartisipasi dalam proses lelang tersebut secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Andri kepada Bisnis pada Senin (20/10/2025).

    Andri menegaskan, Telkom akan terus berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi masyarakat dengan mengoptimalkan spektrum frekuensi yang dimiliki saat ini. 

    Selain itu, perusahaan juga akan melanjutkan perluasan jaringan ke seluruh wilayah Indonesia guna mendorong pemerataan akses komunikasi dan internet.

    “Serta terus mengeksplorasi berbagai peluang strategis untuk mendukung percepatan transformasi digital Indonesia,” ujarnya.

    Sebelumnya, Komdigi telah mengumumkan hasil lelang harga pita frekuensi 1,4 GHz. PT Telemedia Komunikasi Pratama (WIFI) memenangkan Regional I yang mencakup Pulau Jawa, Maluku, dan Papua dengan penawaran tertinggi sebesar Rp403,7 miliar, mengungguli Telkom (Rp399 miliar) dan PT Eka Mas Republik (Rp331 miliar).

    Sementara itu, PT Eka Mas Republik memenangkan Regional II yang meliputi Sumatra, Bali, dan Nusa Tenggara dengan penawaran Rp300,8 miliar, lebih tinggi dibandingkan Telkom (Rp259 miliar) dan Telemedia (Rp136 miliar). Perusahaan yang sama juga keluar sebagai pemenang di Regional III (Kalimantan dan Sulawesi) dengan penawaran Rp100 miliar, mengalahkan Telkom (Rp80 miliar) dan Telemedia (Rp64 miliar).

    Pada tahun pertama, pemenang lelang diwajibkan membayar tiga kali nilai penawaran, kemudian melanjutkan pembayaran sesuai nilai penawaran selama sembilan tahun berikutnya.

    Komdigi menyampaikan peserta seleksi masih dapat mengajukan sanggahan terhadap hasil seleksi paling lambat Jumat, 17 Oktober 2025 pukul 15.00 WIB. Jika tidak ada sanggahan, proses seleksi akan dilanjutkan ke tahap penyampaian laporan hasil seleksi dan penetapan resmi pemenang oleh Menteri Komunikasi dan Digital.

  • Lark Prioritaskan Indonesia di Regional Asia Pasifik, Ungkap Target Bisnis

    Lark Prioritaskan Indonesia di Regional Asia Pasifik, Ungkap Target Bisnis

    Bisnis.com, Jakarta – Lark, platform kolaborasi dan produktivitas dari ByteDance, menjadikan Indonesia sebagai prioritas utama di kawasan Asia Pasifik untuk pertumbuhan bisnis.

    Perusahaan menyasar sektor dengan jumlah pekerja pelayanan yang banyak, dengan memberikan solusi teknologi yang menyederhanakan pekerjaan mereka dan memudahkan manajemen dalam melakukan pemantauan dan koordinasi lewat satu aplikasi.

    General Manager APAC Lark, Mark Dembitz, mengatakan Lark, yang awalnya diluncurkan di China pada 2019 dan ekspansi agresif sejak 2022, kini digunakan oleh lebih dari 2.000 perusahaan di 125 negara. Lark memiliki keunggulan yaitu mengintegrasikan chat, kalender, panggilan, email, hingga SOP perusahaan dalam satu aplikasi. 

    Aplikasi ini dirancang mobile-friendly, mengatasi inefisiensi seperti pindah-pindah app yang menyebabkan burnout karyawan. Di Indonesia, kata Mark, fokus Lark pada bisnis frontline-heavy seperti sektor retail dan sektor  makanan-minuman (FMCG). 

    “Komunikasi di retail seringkali tidak terlacak dan menggunakan app berbeda antara kantor pusat dan dan toko,” jelas Dembitz saat ditemui di Jakarta, Jumat (20/10/2025).

    Mark menuturkan dengan Lark, perusahaan dapat berkomunikasi secara seamless, hemat biaya, dan mendorong budaya inovasi. Lark juga memiliki fitur terjemahan instan juga memudahkan bisnis cross-border.

    Dia mengatakan di Asia Pasifik, Indonesia menjadi pasar prioritas mereka. Indonesia dipilih karena populasinya yang besar, muda, dan cepat dalam mengadopsi digital. Dukungan pemerintah terkait digital juga cukup tinggi, yang membuat penetrasi aplikasi-aplikasi di bisnis menjadi lebih cepat. 

    “Indonesia nomor satu di Asia Tenggara untuk penetrasi mobile phone,” ujar Dembitz. 

    Mark menuturkan saat ini perusahaan telah bekerja sama dengan sejumlah raksasa lokal seperti GoTo, Traveloka, Haus, Tanamera, dan Matahari Putra Prima (operator Hypermart) dari Lippo Group. Mereka mengadopsi layanan Lark, dan mendapat manfaat operasional bisnis yang lebih mudah dan terpantau. 

    Mengenai target Lark di Indonesia, kata Mark, mencakup beberapa kelompok seperti F&B, ritel, hingga teknologi. Perusahaan juga membuka diri untuk masuk ke pasar finansial. 

    Adapun mengenai tantangan di Indonesia, menurut Mark, adalah kesadaran yang rendah terkait aplikasi yang memudahkan kehidupan para pekerja dan manajemen. 

    Lark dan MPPA

    Diketahui, Lark baru saja mengumumkan kemitraan strategis dengan PT Matahari Putra Prima (MPPA) Tbk., perusahaan ritel milik Lippo Group dan operator Hypermart, untuk menghadirkan solusi transformasi ritel inovatif yang digunakan oleh 6.000 karyawan kantor pusat dan garda depan di 130 toko Hypermart di seluruh Indonesia.

    General Manager of APAC Lark Mark Dembitz mengatakan kemitraan dengan MPPA menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung transformasi digital bagi sektor ritel Indonesia.

    Lark bekerja sama dengan MPPA dalam mendigitalisasi 6.000 Karyawan Hypermarket

    Lark membantu tim Hypermart untuk bekerja lebih cerdas dan cepat dengan menyederhanakan kegiatan operasional dan meningkatkan kolaborasi sehingga mereka dapat lebih fokus memberikan layanan terbaik bagi pelanggan.

    “Kami siap mendampingi perjalanan transformasi digital Hypermart dan bisnis retail MPPA lainnya untuk mendorong daya saing dan pertumbuhan jangka panjang Lippo Group,” kata Mark, Senin (20/10/2025).

    Mark mengatakan komunikasi lintas tim yang kurang efektif, manajemen alur kerja yang kurang produktif, serta operasional yang kurang efisien merupakan beberapa tantangan utama yang saat ini dihadapi oleh MPPA. Sebagai mitra kolaborasi platform, Lark akan mendukung perjalanan transformasi digital tim Hypermart.

    Lark akan mengintegrasikan komunikasi antara kantor pusat dan toko untuk meningkatkan koordinasi dan kecepatan eksekusi. Selain itu Lark juga mengoptimalisasi manajemen kerja dan pelaporan dengan Lark Base guna meminimalisasi hambatan dan kesalahan operasional.

    Deputy CEO PT Matahari Putra Prima (MPPA) Tbk. Jerry Goei mengatakan selama 2 bulan terakhir, perusahaan telah menggunakan Lark. Terdapat sejumlah manfaat yang dirasakan.

    “Lark telah mengubah cara kami bekerja menghadirkan disiplin, transparansi, dan kolaborasi dalam satu platform terpadu,” kata Jerry.

  • Frekuensi 1,4 GHz Dirilis, Penetrasi Internet Meningkat

    Frekuensi 1,4 GHz Dirilis, Penetrasi Internet Meningkat

    Bisnis.com, JAKARTA – Memasuki satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatatkan sejumlah capaian dalam mempercepat transformasi digital, termasuk meningkatkan penetrasi internet serta menghadirkan frekuensi baru.

    Salah satu capaian yang dipandang penting adalah keberhasilan membuka akses digital di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

    Sejak 20 Oktober 2024 hingga akhir September 2025, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Komdigi telah merampungkan pembangunan 479 lokasi BTS 4G di 6 provinsi, yaitu Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah.

    Langkah ini disebut memastikan konektivitas digital menjangkau seluruh pelosok Tanah Air, memperkuat integrasi nasional, serta membuka peluang ekonomi dan pendidikan berbasis digital di kawasan timur Indonesia.

    Untuk mendukung pertumbuhan ekosistem digital nasional, Kemkomdigi meluncurkan program WiFi 6E/7 yang menjawab kebutuhan akan jaringan nirkabel berkecepatan tinggi, efisien, dan stabil. Teknologi ini diharapkan mampu memperkuat daya saing industri serta mendukung pertumbuhan startup digital di berbagai sektor.

    Selain itu, pemerintah juga menggulirkan program internet murah dengan menyediakan layanan fixed broadband berkecepatan hingga 100 Mbps melalui pemanfaatan pita frekuensi 1,4 GHz untuk layanan Broadband Wireless Access (BWA).

    “Program ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di daerah terpencil, khususnya dalam sektor pendidikan dan kesehatan,” tulis Kemkomdigi dalam unggahan Instagram resmi Kementerian, dikutip Bisnis, Senin (20/10/2025).

    Kemkomdigi juga mengaku mengambil langkah besar dalam menjaga keamanan ruang digital nasional melalui percepatan migrasi ke teknologi embedded SIM atau e-SIM.

    Integrasi sistem komunikasi ini dinilai menjadi kunci untuk melawan kebocoran data dan penyalahgunaan identitas digital yang semakin marak di era konektivitas tinggi. Pemerintah menilai implementasi e-SIM akan menjadi pondasi penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital.

    Capaian strategis lain yang turut dipamerkan adalah pembangunan Pusat Data Nasional (PDN). Proyek ini merupakan langkah pemerintah dalam melakukan efisiensi pengelolaan data yang selama ini tersebar di berbagai instansi.

    Melalui PDN, pengelolaan data akan lebih terpusat, aman, dan efisien. Salah satu sasaran utama pembangunan PDN adalah memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) lebih transparan dan akuntabel dengan dukungan sistem digital yang terintegrasi.

    Di sisi lain, Indonesia juga menunjukkan keseriusan dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) melalui peluncuran Peta Jalan AI Nasional.

    Dokumen strategis ini menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun ekosistem AI yang inklusif, etis, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat. Terdapat 6 sektor prioritas dalam peta jalan tersebut, yakni kesehatan, pendidikan, pengembangan talenta digital, reformasi birokrasi, pengembangan kota cerdas, dan ketahanan pangan.

    Selain itu, kehadiran Indonesia Central Cloud Region oleh Microsoft dianggap menjadi penguat utama infrastruktur digital nasional. Investasi senilai Rp41 triliun ini menandai langkah besar Indonesia menuju pusat ekonomi digital di kawasan Asia Pasifik.

    Menurut pemerintah, pusat data komersial tersebut tidak hanya memperkuat kapasitas nasional dalam pengelolaan data dan komputasi awan, tetapi juga memperluas kemampuan Indonesia dalam bidang kecerdasan buatan dan transformasi digital lintas sektor.

    “Langkah-langkah konkret ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai kekuatan digital utama di Asia, sejalan dengan arah kebijakan pemerintahan Prabowo–Gibran yang menempatkan digitalisasi sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi dan pelayanan publik,” tulis Komdigi.

  • Pengguna iPhone 17 Pro Keluhkan Warna Ponsel Tiba-tiba Berubah dari Oranye ke Pink

    Pengguna iPhone 17 Pro Keluhkan Warna Ponsel Tiba-tiba Berubah dari Oranye ke Pink

    Bisnis.com, JAKARTA – Baru beberapa pekan dirilis resmi, Apple sudah mendapat protes dari pengguna iPhone 17 Pro.

    Seorang pengguna iPhone 17 Pro mengeluhkan ponsel tiba-tiba berubah warna dari Cosmic Orange menjadi Rose Gold.

    Sebuah postingan di Reddit yang diunggah oleh akun “DakAttack316” menampilkan iPhone 17 Pro Max dalam warna Cosmic Orange telah berubah warna.

    Dalam foto-foto tersebut, tampak bahwa elemen logam pada casingnya telah berubah warna menjadi pink gelap.

    Melansir Apple Insider, keempat gambar tersebut menunjukkan bagian belakang dan samping iPhone telah berubah warna di sebagian tepi logam.

    Kemudian ada area yang lebih sulit dijangkau seperti tepi cekung tonjolan kamera masih menunjukkan warna oranye, meskipun memudar.

    Panel belakang yang besar tetap mempertahankan warna oranye terangnya, sehingga masalah perubahan warna disinyalir hanya memengaruhi elemen logam pada casing.

    Pengguna iPhone 17 Pro tersebut tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai perubahan warna tersebut. Namun ia bersikeras bahwa gambar-gambar tersebut tidak palsu.

    Meskipun telah viral hingga menjadi pertanyaan publik, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari Apple mengenai masalah ini.

  • Lippo Group Kolaborasi, Sederhanakan Pekerjaan 6.000 Karyawan Hypermart

    Lippo Group Kolaborasi, Sederhanakan Pekerjaan 6.000 Karyawan Hypermart

    Bisnis.com, JAKARTA — Lark, platform produktivitas terpadu, mengumumkan kemitraan strategis dengan PT Matahari Putra Prima (MPPA) Tbk., perusahaan ritel milik Lippo Group dan operator Hypermart, untuk menghadirkan solusi transformasi ritel inovatif yang digunakan oleh 6.000 karyawan kantor pusat dan garda depan di 130 toko Hypermart di seluruh Indonesia.

    General Manager of APAC Lark Mark Dembitz mengatakan kemitraan dengan MPPA menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung transformasi digital bagi sektor ritel Indonesia.

    Lark membantu tim Hypermart untuk bekerja lebih cerdas dan cepat dengan menyederhanakan kegiatan operasional dan meningkatkan kolaborasi sehingga mereka dapat lebih fokus memberikan layanan terbaik bagi pelanggan.

    “Kami siap mendampingi perjalanan transformasi digital Hypermart dan bisnis retail MPPA lainnya untuk mendorong daya saing dan pertumbuhan jangka panjang Lippo Group,” kata Mark, Senin (20/10/2025).

    Mark mengatakan komunikasi lintas tim yang kurang efektif, manajemen alur kerja yang kurang produktif, serta operasional yang kurang efisien merupakan beberapa tantangan utama yang saat ini dihadapi oleh MPPA. Sebagai mitra kolaborasi platform, Lark akan mendukung perjalanan transformasi digital tim Hypermart.

    Lark akan mengintegrasikan komunikasi antara kantor pusat dan toko untuk meningkatkan koordinasi dan kecepatan eksekusi. Selain itu Lark juga mengoptimalisasi manajemen kerja dan pelaporan dengan Lark Base guna meminimalisasi hambatan dan kesalahan operasional.

    Deputy CEO PT Matahari Putra Prima (MPPA) Tbk. Jerry Goei mengatakan selama 2 bulan terakhir, perusahaan telah menggunakan Lark. Terdapat sejumlah manfaat yang dirasakan.

    “Lark telah mengubah cara kami bekerja menghadirkan disiplin, transparansi, dan kolaborasi dalam satu platform terpadu,” kata Jerry.

    Diketahui, pasar ritel yang luas dan pertumbuhan kelas menengah menjadi pendorong utama potensi sektor ini. Namun di balik peluangnya yang besar, sektor ini juga menuntut perusahaan ritel untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi dan perubahan preferensi konsumen.

    Melalui solusi transformasi ritel yang inovatif, Lark berkomitmen mendukung pertumbuhan sektor ritel di Indonesia yang ditargetkan mencapai 5% pada 20252 dengan membantu meningkatkan daya saing dan pertumbuhan jangka panjang bisnis ritel lokal.

  • Penyebab iPhone Cepat Panas dan Cara Mengatasinya

    Penyebab iPhone Cepat Panas dan Cara Mengatasinya

    Bisnis.com, JAKARTA— Banyak pengguna iPhone mungkin pernah merasakan perangkat mereka tiba-tiba menjadi panas. Meski iPhone memang dirancang untuk dapat menyebarkan panas dengan baik, ada sejumlah faktor yang bisa membuat ponsel ini cepat panas. Mulai dari masalah perangkat lunak, baterai, penggunaan berlebihan, hingga faktor lingkungan dan malware.

    Tidak hanya iPhone lama yang bisa mengalami hal ini, bahkan perangkat baru pun bisa cepat panas jika tidak digunakan dengan benar. Apple merekomendasikan agar iPhone digunakan pada suhu antara 0ºC hingga 35ºC (atau 32ºF hingga 95ºF).

    Penggunaan di luar rentang suhu tersebut dalam waktu lama dapat menimbulkan gangguan, bahkan kerusakan permanen. Berikut penjelasan penyebab iPhone cepat panas dan cara mencegahnya dikutip dari laman Avast pada Minggu (19/10/2025):

    Penyebab iPhone Cepat Panas

    Masalah Perangkat Lunak (Software)

    Salah satu penyebab umum iPhone cepat panas adalah sistem operasi (iOS) yang belum diperbarui. Versi iOS yang usang dapat memengaruhi kinerja ponsel dan membuat prosesor bekerja lebih keras. Pembaruan iOS dan aplikasi tidak hanya meningkatkan performa, tetapi juga melindungi perangkat dari ancaman keamanan. 

    Tanpa pembaruan, iPhone menjadi lebih rentan terhadap malware yang dapat menguras daya dan memicu panas berlebih.

    Masalah Baterai

    Seiring waktu, kapasitas baterai iPhone akan menurun. Baterai yang sudah menua harus bekerja lebih keras untuk menyalurkan daya sehingga menghasilkan lebih banyak panas. Pengguna dapat memeriksa kondisi baterai melalui menu Settings. 

    Jika kondisi baterai sudah menurun drastis, sebaiknya segera diganti. Selain itu, penggunaan charger yang tidak kompatibel atau rusak juga dapat menyebabkan baterai cepat panas.

    Penggunaan Berlebihan

    Semakin banyak aplikasi yang berjalan, semakin besar pula beban kerja prosesor. Aplikasi yang membutuhkan daya besar seperti Netflix, YouTube, atau game berat seperti Call of Duty: Mobile dapat meningkatkan suhu perangkat dengan cepat.

    Faktor Lingkungan

    Paparan sinar matahari langsung bisa menjadi salah satu penyebab utama iPhone cepat panas. Menggunakan iPhone di bawah terik matahari, atau meletakkannya di tempat tertutup seperti saku celana, tas padat, atau casing yang tebal, dapat membuat suhu ponsel naik drastis.

    Infeksi Malware

    Meski relatif jarang, malware juga bisa menjadi penyebab iPhone cepat panas. Perangkat yang terinfeksi akan menggunakan banyak sumber daya sistem untuk menjalankan proses berbahaya di latar belakang.

    Cara Mengatasi iPhone yang Panas

    Jika iPhone Anda terasa panas, berikut langkah cepat yang bisa dilakukan untuk menurunkannya:

        1.    Matikan iPhone sementara

    Ini cara paling efektif untuk menormalkan suhu karena menghentikan seluruh aktivitas prosesor.

        2.    Lepas casing

    Melepaskan pelindung ponsel membantu sirkulasi udara lebih baik.

        3.    Jauhkan dari sumber panas

    Hindari meletakkannya di tempat yang terkena sinar matahari langsung.

        4.    Aktifkan Airplane Mode

    Mode ini menonaktifkan data dan Wi-Fi sehingga mengurangi aktivitas di latar belakang.

        5.    Cabut kabel pengisi daya

    Jangan mengisi daya ketika iPhone sedang panas, karena dapat memperparah suhu.

        6.    Kipas perlahan

    Boleh dilakukan secara manual, tapi jangan letakkan iPhone di depan AC atau di dalam kulkas karena perubahan suhu ekstrem dapat merusak komponen.

    Cara Mencegah iPhone Cepat Panas

    Beberapa langkah sederhana berikut bisa membantu menjaga suhu iPhone tetap stabil:

        •    Tutup aplikasi yang tidak digunakan.

    Geser ke atas dari bawah layar dan tutup aplikasi yang tidak diperlukan.

        •    Hapus aplikasi yang tidak terpakai.

    Selain menghemat ruang penyimpanan, langkah ini juga mengurangi proses latar belakang yang membebani sistem.

        •    Jaga ruang penyimpanan tetap bersih.

    Hapus cache dan file sampah secara rutin agar kinerja ponsel tetap optimal.

        •    Perbarui iOS dan aplikasi secara berkala.

    Pembaruan biasanya berisi perbaikan bug yang dapat mencegah overheating.

        •    Gunakan aplikasi keamanan.

    Antivirus seperti Avast Mobile Security dapat mendeteksi dan mencegah malware yang menyebabkan iPhone bekerja berlebihan.

        •    Simpan di tempat yang sejuk dan berventilasi baik.

    Hindari meletakkan iPhone di bawah bantal, di dalam saku ketat, atau dekat sumber panas seperti pemanas ruangan.

    Risiko Jika iPhone Terlalu Panas

    Biasanya, iPhone akan otomatis mati jika suhu internalnya terlalu tinggi. Namun, jika dibiarkan sering panas tanpa penanganan, komponen internal seperti baterai dan prosesor bisa rusak permanen. Overheating yang berulang juga dapat memperpendek umur baterai dan menurunkan performa keseluruhan perangkat.