Category: Bisnis.com Tekno

  • Telkomsel Catat Lonjakan Trafik 12,4% Nataru 2025/2026, Ditopang Video Streaming

    Telkomsel Catat Lonjakan Trafik 12,4% Nataru 2025/2026, Ditopang Video Streaming

    Bisnis.com, JAKARTA— PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mencatat peningkatan trafik layanan telekomunikasi hingga dua digit selama periode libur Natal dan Tahun Baru (NARU) 2025/2026 dibandingkan dengan hari biasa. 

    Dalam data yang dipaparkan Direktur Utama Telkomsel Nugroho, Senin (5/1/2025), diketahui selama periode NARU, Telkomsel mencatat puncak payload trafik data sebesar 69,12 petabyte (PB) per 1 Januari 2026, meningkat 12,42% dibandingkan rata-rata hari biasa.

    Selain itu, layanan SMS mengalami lonjakan, dengan kenaikan 51,02% tertinggi per 31 Desember 2025 dibandingkan hari normal. Sementara itu, trafik suara (voice) mencapai lonjakan 1,37% dibandingkan rata-rata harian per 22 Desember 2025. 

    Peningkatan juga tercatat pada sejumlah layanan digital dengan waktu puncak yang berbeda-beda selama periode NARU. 

    Layanan video streaming mencatat trafik tertinggi sebesar 27,12 PB per 28 Desember 2025, atau meningkat 20,13% dibandingkan hari biasa.  Media sosial mencapai 17,31 PB per 1 Januari 2026, tumbuh 13,87%.

    Layanan komunikasi digital mencatat trafik sebesar 10,33 PB dengan lonjakan 21,31% per 31 Desember 2025.

    Sementara itu, trafik e-commerce mencapai 1,46 PB per 24 Desember 2025, meningkat 13,15%. Adapun online gaming mencatat trafik tertinggi sebesar 2,17 PB per 25 Desember 2025, atau naik 33,8% dibandingkan hari normal.

    Telkomsel telah mengoperasikan lebih dari 5.000 BTS 5G di 59 kota/kabupaten, serta jaringan 4G LTE dengan cakupan lebih dari 97% wilayah populasi Indonesia. Kesiapan jaringan turut didukung melalui Network Drive Test 4G dan 5G sepanjang lebih dari 18.000 kilometer, pengoperasian 38 unit Combat (Compact Mobile BTS), serta pendirian 15 Posko Siaga Network di titik strategis.

    Selama periode NARU, Telkomsel menetapkan 437 titik keramaian (Point of Interest/POI) sebagai fokus penguatan jaringan. Titik tersebut terdiri atas 291 POI area khusus keramaian, 58 POI sektor transportasi, 20 POI jalur mudik, serta 68 POI area residensial dan rumah ibadah. Penentuan POI dilakukan berdasarkan analisis machine learning terhadap pertumbuhan trafik dan potensi ekonomi.

    Dalam menjaga kualitas jaringan selama lonjakan trafik, Telkomsel mengandalkan sistem Autonomous Network berbasis End-to-End Artificial Intelligence (AI). Sistem ini memungkinkan deteksi dini gangguan, analisis dan diagnosis jaringan, hingga penyelesaian gangguan secara otomatis di seluruh titik keramaian.

    Pengelolaan jaringan tersebut didukung oleh SmartCare (SQM/OTT), INAP Fault Management, serta CSO (Self Optimization) guna memastikan layanan tetap optimal selama periode libur panjang.

  • Rerata Kecepatan Internet Nataru 2025/2026 Capai 80,79 Mbps

    Rerata Kecepatan Internet Nataru 2025/2026 Capai 80,79 Mbps

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) menyampaikan berdasarkan pengukuran kecepatan internet di 35 provinsi, rerata kecepatan internet selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mencapai 80,58 Mbps untuk unduh dan 35,36 mbps untuk unggah.

    Dari jumlah tersebut, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) tercatat sebagai operator seluler dengan rata-rata kecepatan internet tertinggi dengan 94,15 mbps. Sementara itu PT Indosat Tbk. (ISAT) dan PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (XLSMART) masing-masing tercatat sebesar 80,79 Mbps dan 63,01 Mbps.

    Meutya mengatakan Komdigi telah menggelar 255 posko untuk memantau lalu lintas data selama Nataru. Ratusan posko tersebut kini ditutup dengan hasil layanan telekomunikasi aman dan terjaga selama momen Nataru.

    “Jadi posko ini mengawasi ketika terjadi peningkatan lalu lintas, kapasitas kami naikkan. Meski ditutup, pengawasan [layanan telekomunikasi] akan terus berlangsung,” kata Meutya, Senin (5/1/2026).

    Meutya mengatakan untuk wilayah dengan kecepatan internet terendah terletak di Kulonprogo, Yogyakarta, dengan kecepatan rata-rata sebesar 32 Mbps. Meski relatif kecil, untuk membuka video streaming dan sosial media masih sangat memungkinkan.

    Sementara itu Aceh dan Sumatra yang sempat mengalami pukulan bencana alam, kondisi internetnya masih relatif baik karena operator seluler bergerak cepat dengan memperbaiki jaringan di wilayah tersebut.

    Per 5 Januari 2026, Telkomsel dan Indosat mencatat pemulihan jaringan telah mencapai 95% dari total jaringan mereka di sana. Sementara itu jaringan XLSMART di Aceh telah pulih 96%.

    “Karena Aceh kan terakhir-terakhir sudah dikebut sama teman-teman operator,” kata Meutya.

    Peningkatan Trafik

    Meutya menambahkan berdasarkan pemantauan Komdigi, trafik internet XLSMART pada momen Nataru 2025/2026 meningkat 40% saat ini dibandingkan dengan hari biasa. Peningkatan tidak terlepas dari posisi perusahaan yang baru saja melebur tahun lalu.

    Sementara itu Telkomsel mencatat peningkatan trafik sebesar 12,4% dibandingkan dengan hari biasa dan Indosat sebesar 13,6%.

    Sekadar informasi, Komdigi sempat memprediksi trafik internet pada momen Nataru tahun ini mencapai 30%  lebih tinggi dibandingkan dengan hari biasa. Dengan pencatatan ini maka, trafik internet yang saat terjadi bervariasi dari prediksi yang ditentukan.

    Selain itu dalam menjaga keandalan jaringan, Komdigi bersama dengan operator seluler menyiagakan 255 posko bersama selama periode 19 Desember – 4 Januari 2025.

    Komdigi juga melakukan pemantauan frekuensi dengan melibatkan 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Monitoring yang berada di seluruh Indonesia guna mencegah interferensi atau gangguan sinyal akibat hadirnya frekuensi ilegal. 

  • Harga iPhone Terbaru per 1 Januari 2026, iBox Tebar Diskon Tahun Baru

    Harga iPhone Terbaru per 1 Januari 2026, iBox Tebar Diskon Tahun Baru

    Bisnis.com, JAKARTA — Memasuki hari pertama di tahun 2026, pasar smartphone di Indonesia mencatatkan penyesuaian harga besar-besaran pada lini produk Apple.

    Berdasarkan pantauan di distributor resmi iBox pada Kamis (1/1/2026), banyak dari seri iPhone 16 yang mengalami pemangkasan harga dibandingkan harga sebelumnya. Diskon terbesar tercatat pada varian iPhone 16 Pro 128GB yang mengalami penurunan harga hingga 20%.

    Di sisi lain, jajaran iPhone 17 dan varian baru iPhone Air, menempati posisi harga normal tanpa potongan harga. Untuk model iPhone 17 Pro Max varian 512GB, stok terpantau habis di pasaran.

    Bagi yang ingin membeli iPhone baru pada 2026, berikut adalah daftar lengkap harga iPhone per Kamis (1/1/2026):

    Harga iPhone 17 Pro Max
    256GB: Rp 25.749.000
    512GB: Stok habis
    1TB: Rp 34.999.000
    2TB: Rp 43.999.000

    Harga iPhone 17 Pro
    256GB: Rp 23.749.000
    512GB: Rp 28.249.000
    1TB: Rp 32.999.000

    Harga iPhone 17
    256GB: Rp 17.249.000
    512GB: Rp 21.999.000

    Harga iPhone Air
    256GB: Rp 17.999.000, diskon 15% dari Rp 21.249.000
    512GB: Rp 22.749.000, diskon 13% dari Rp 25.999.000
    1TB: Rp 26.999.000, diskon 11% dari Rp 30.249.000

    Harga iPhone 16 Pro Max
    256GB: Rp 21.499.000 diskon 17% dari Rp 25.999.000
    512GB: Rp 25.499.000 diskon 18% dari Rp 30.999.000
    1TB: Rp 29.499.000 diskon 16% dari Rp 34.999.000

    Harga iPhone 16 Pro
    128GB: Rp 17.499.000 diskon 20% dari Rp 25.999.000
    256GB: Rp 19.999.000 diskon 18% dari Rp 24.499.000
    512GB: Rp 23.499.000 diskon 18% dari Rp 28.499.000
    1TB: Rp 27.999.000 diskon 14% dari Rp 32.499.000

    Harga iPhone 16
    128GB: Rp 13.999.000 diskon 18% dari Rp 16.999.000
    256GB: Rp 15.999.000 diskon 18% dari Rp 19.499.000
    512GB: Rp 19.999.000 diskon 15% dari Rp 23.499.000

    Harga iPhone 16 Plus
    128GB: Rp 17.249.000 diskon 8% dari Rp 18.999.000
    256GB: Rp 19.749.000 diskon 8% dari Rp 21.499.000
    512GB: Rp 22.999.000 diskon 8% dari Rp 25.499.000

    Harga iPhone 16e
    128GB: Rp 11.749.000 diskon 8% dari Rp 12.749.000
    256GB: Rp 14.249.000 diskon 7% dari Rp 15.249.000
    512GB: Rp 18.249.000 diskon 5% dari Rp 19.249.000

    Harga iPhone 15 Plus
    128GB: Rp 13.499.000 diskon 18% dari Rp 16.499.000
    256GB: Rp 15.999.000 diskon 18% dari Rp 19.499.000

    Adapun informasi ketersediaan produk dapat diperoleh melalui situs resmi iBox atau dengan mengunjungi gerai iBox terdekat secara langsung. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Indonesia Masih jadi Pasar atau Pencipta Solusi?

    Indonesia Masih jadi Pasar atau Pencipta Solusi?

    Bisnis.com, JAKARTA— Pakar menilai tren kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada 2026 tidak lagi berfokus pada eksperimen teknologi, melainkan pada return on investment (ROI) yang terukur. 

    Presiden Akademi Kecerdasan Buatan Indonesia (AKBI) Bari Arijono mengatakan pergeseran orientasi tersebut terlihat dari tiga arah utama pengembangan AI yang kini menjadi perhatian dunia usaha.

    Menurut Bari, arah pertama adalah enterprise AI yang akan menjadi standar operasional baru, di mana AI terintegrasi langsung ke proses inti bisnis.

    “Mulai dari perencanaan bisnis, manajemen risiko, hingga layanan pelanggan,” kata Bari kepada Bisnispada Kamis (1/1/2026).

    Kedua, agentic AI dan otomatisasi pengambilan keputusan. Menurut Bari, sistem AI tidak hanya berfungsi menganalisis data, tetapi juga mampu mengeksekusi keputusan rutin secara otonom dengan batasan kebijakan yang jelas. 

    Ketiga, AI di sektor riil atau physical AI. Dia menilai pemanfaatan AI di sektor manufaktur, logistik, energi, dan pertanian presisi terus meningkat sehingga mendorong efisiensi biaya serta ketahanan rantai pasok.

    “Pada 2026, perusahaan yang belum mengintegrasikan AI ke proses inti berisiko kehilangan efisiensi 20–30% dibanding pesaing yang sudah AI-driven,” kata Bari.

    Sektor Potensial

    Bari juga mengungkapkan sejumlah sektor bisnis dengan dampak ekonomi terbesar dari adopsi AI. 

    Pertama, sektor jasa keuangan dan teknologi finansial (financial technology/fintech), yang hingga kini tetap menjadi early adopter AI paling agresif.

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat biaya operasional per transaksi di industri keuangan digital dapat ditekan hingga 30–40% melalui otomatisasi berbasis AI, terutama pada fraud detection, credit scoring, dan customer service.

    Kedua, sektor telekomunikasi dan layanan digital. Bari mengatakan dengan lebih dari 350 juta koneksi seluler, operator telekomunikasi memanfaatkan AI untuk network optimization, churn prediction, dan monetisasi data.

    “AI diperkirakan mampu meningkatkan ARPU [average revenue per user] hingga 5–10%,” katanya.

    Pekerja memperbaiki jaringan telekomunikasi

    Selanjutnya, sektor ritel, e-commerce, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) digital. Bari menilai AI mampu mendorong peningkatan conversion rate penjualan daring hingga 15–25% melalui personalisasi dan rekomendasi produk. Bagi UMKM, AI berperan sebagai “digital employee” yang menekan biaya pemasaran dan operasional.

    Bari melihat 2026 sebagai titik balik pemanfaatan AI di Indonesia. Dia menilai AI tidak lagi diposisikan sebagai proyek inovasi terbatas atau sekadar eksperimen teknologi, melainkan sebagai mesin utama pencipta nilai (value creation engine) bagi dunia usaha sekaligus instrumen strategis kebijakan ekonomi nasional.

    “Bagi pelaku bisnis, AI akan menjadi faktor pembeda daya saing,” kata Bari.

    Sementara itu, bagi pemerintah, lanjut dia, AI berpotensi menjadi akselerator produktivitas, efisiensi fiskal, serta peningkatan kualitas layanan publik, dengan catatan ekosistem dan kebijakan pendukung disiapkan secara konsisten.

    Dari sisi kesiapan sumber daya manusia, Bari mengatakan Indonesia memiliki lebih dari 12 juta talenta digital. Namun, jumlah talenta AI tingkat lanjut seperti AI engineer, data scientist senior, dan machine learning operations (MLOps) masih diperkirakan di bawah 10% dari kebutuhan industri pada 2026.

    Dari sisi infrastruktur komputasi, Bari menyebut investasi pusat data (data center) dan layanan komputasi awan (cloud) terus meningkat. Nilai pasar pusat data Indonesia diproyeksikan melampaui US$3,5 miliar pada 2026. Meski demikian, ketergantungan pada infrastruktur luar negeri untuk komputasi AI skala besar masih tergolong tinggi.

    Dari sisi data, sekitar 70% organisasi besar di Indonesia memiliki data dalam jumlah besar. Namun, kurang dari 40% yang menilai datanya siap digunakan secara optimal untuk AI akibat persoalan kualitas data, integrasi, dan tata kelola.

    Terkait risiko strategis dan tantangan kebijakan, Bari menilai tanpa kerangka kebijakan yang tepat, adopsi AI berisiko menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari risiko etika dan bias algoritmik, ancaman keamanan data dan siber, ketidakpastian hukum atas keputusan otomatis berbasis AI, hingga kesenjangan adopsi antarwilayah dan skala usaha.

    “Saat ini, Indonesia telah memiliki UU PDP [Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi], tetapi belum memiliki regulasi AI yang komprehensif berbasis klasifikasi risiko seperti European Union Artificial Intelligence Act (EU AI Act),” kata Bari.

    Ilustrasi keamanan siber

    Bari menambahkan Indonesia tengah berada pada momen krusial dalam perjalanan AI nasional. Menurutnya, 2026 bukan sekadar tentang adopsi teknologi, melainkan keberanian kebijakan untuk menjadikan AI sebagai infrastruktur ekonomi, bukan hanya proyek inovasi. 

    Dia menilai apabila AI dibiarkan tumbuh secara organik tanpa arah kebijakan yang jelas, manfaat ekonominya berpotensi terkonsentrasi pada segelintir pemain besar dan wilayah tertentu. 

    Sebaliknya, dengan kebijakan yang tepat, AI dapat menjadi alat pemerataan produktivitas mulai dari korporasi besar hingga UMKM. Bari mengatakan negara yang akan menang dalam era AI bukanlah yang paling canggih teknologinya, melainkan yang paling cepat mengintegrasikan AI ke dalam kebijakan industri, pendidikan, dan tata kelola data. Indonesia, menurut dia, masih memiliki waktu untuk melompat, meski jendela peluang tersebut tidak akan lama terbuka.

    “AI 2026 adalah ujian: apakah kita hanya menjadi pasar teknologi, atau benar-benar menjadi bangsa pencipta nilai berbasis kecerdasan buatan,” katanya.

    Untuk memaksimalkan dampak ekonomi AI pada 2026, Bari menilai sejumlah agenda kebijakan menjadi krusial. Pertama, regulasi AI berbasis risiko dan sektor prioritas. Kedua, regulatory sandbox lintas industri. Ketiga, insentif fiskal untuk investasi AI dan pusat data lokal. Keempat, program percepatan pengembangan talenta AI nasional.

    “Kelima, standar tata kelola dan audit algoritma,” ungkap Bari.

  • Manipulasi Wajah hingga RI Sarang DDoS Dunia

    Manipulasi Wajah hingga RI Sarang DDoS Dunia

    Bisnis.com, JAKARTA — Beragam insiden keamanan siber terjadi dalam setahun terakhir, mulai dari manipulasi wajah presiden dengan teknologi kecerdasan buatan, hingga posisi Indonesia sebagai sumber serangan DDoS terbesar di dunia.

    Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC Pratama Persadha mengatakan lanskap keamanan siber nasional diuji secara berlapis sepanjang tahun kemarin. 

    Lantas seperti apa potret keamanan siber di Tanah Air yang dirangkum CISSReC pada 2025? berikut ulasannya.

    1. Januari

    Pratama menyebut, pada awal tahun 2025, jagat maya dipenuhi video Presiden Prabowo Subianto tengah menawarkan bantuan dana yang akan dikirim secara langsung kepada masyarakat. Tawaran itu tidak hanya disampaikan melalui satu video, tetapi ada banyak video yang menampilkan sosok Prabowo dalam berbagai versi. 

    Dalam video itu, kepala negara berada di dalam sebuah ruangan berisi sofa dan televisi, lalu menyampaikan mengenai program pembebasan utang untuk masyarakat. Namun, mereka yang berminat harus beradu cepat karena bantuan itu terbatas.

    2. Februari

    Kesalahan tampilan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di Google Finance yang sempat menunjukkan Rp8.170 per 1 USD pada Sabtu (1/2/2025) mendapat sorotan dari Pratama. Dia menilai kesalahan ini bukan sekadar gangguan teknis, tetapi berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat. 

    “Kesalahan ini menciptakan harapan palsu, seolah-olah ekonomi Indonesia menguat secara drastis,” ujarnya dalam pesan singkat kepada Bisnis, Kamis (1/1/2026).

    Mata uang dollar

    3. Maret 

    Fake BTS atau BTS palsu merupakan modus penipuan yang menggunakan sinyal yang seolah-olah sebagai BTS operator resmi. Penipuan ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu dan kembali lagi yang menyasar nasabah perbankan Indonesia. 

    Pratama menjelaskan, kala itu, masyarakat akan mendapatkan SMS palsu berisi One Time Password (OTP). Para pelaku akan mencegat SMS tersebut dan mengeditnya, kemudian mengirimkannya kembali ke masyarakat seolah berasal dari bank resmi.

    4. April 

    Media sosial diramaikan dengan unggahan yang menyebutkan bahwa koneksi ponsel ke wifi publik dengan IP address 172.16.42.x bisa membuat perangkat terkena “gendam digital” pineapple attack. Pratama membenarkan bahwa pengguna internet berisiko terkena gendam digital apabila terhubung ke jaringan wifi publik dengan IP 172.16.42.x. 

    “Gendam digital merupakan metafora lokal yang merujuk pada upaya manipulatif dan merugikan secara digital dimana pengguna dapat kehilangan kendali atas perangkat atau datanya tanpa menyadarinya,” jelasnya.

    5. Mei 

    Pada bulan ini, Worldcoin dan WorldID belakangan viral karena menawarkan uang hingga Rp 800.000 bagi masyarakat yang mau melakukan pemindaian atau scan iris mata. Worldcoin hadir dengan membawa teknologi verifikasi identitas manusia bernama WorldID. 

    Sistem ini menggunakan perangkat khusus bernama Orb untuk memindai wajah dan mata seseorang, lalu mengubahnya menjadi identitas digital dengan data biometrik. 

    6. Juni 

    Kasus scamming online yang menimpa PT Taspen dengan modus pengiriman file APK kepada para pensiunan mencerminkan satu bentuk kejahatan siber yang semakin terstruktur dan berbahaya, terutama karena melibatkan unsur pemanfaatan data pribadi secara spesifik. Aplikasi APK berbahaya yang dikirimkan kepada para korban didesain menyerupai aplikasi resmi dari PT Taspen, dan digunakan untuk menjebak pengguna agar secara tidak sadar memberikan izin akses ke berbagai elemen sensitif dalam perangkat Android mereka. 

    “Begitu aplikasi diinstal, pelaku bisa mengakses SMS, data kontak, hingga kredensial perbankan, semuanya memungkinkan terjadinya pencurian uang secara langsung dari rekening korban,” tutur Pratama.

    7. Juli 

    Pernyataan resmi dari Gedung Putih yang menyebut bahwa Indonesia akan memberikan kepastian terkait kemampuan mentransfer data pribadi ke luar wilayahnya, khususnya ke Amerika Serikat, memiliki implikasi serius terhadap kedaulatan digital dan posisi geopolitik Indonesia. Dalam lanskap global saat ini, data telah menjadi komoditas strategis yang setara dengan sumber daya alam. 

    Pratama menilai, pernyataan tersebut bukanlah sekadar pernyataan dagang, melainkan sinyal politik yang sangat kuat tentang arah hubungan digital antara Indonesia dan kekuatan global seperti Amerika Serikat. 

    Presiden AS Donald Trump

    8. Agustus 

    Platform gim daring Roblox kembali disorot setelah terungkap kasus kekerasan seksual terhadap anak lintas negara yang melibatkan pelaku asal Balikpapan dan korban remaja asal Swedia. Polda Kalimantan Timur menangkap pria berinisial AMZ di Balikpapan. 

    AMZ diduga melakukan grooming terhadap korban perempuan berusia 15 tahun asal Swedia yang dikenalnya melalui Roblox pada pertengahan 2024. Dengan bujuk rayu, AMZ meminta korban mengirimkan sekitar 30 foto dan video asusila. Dia kemudian memeras korban dengan ancaman menyebarkan konten itu. Korban sempat mengirim uang US$ 50 sebelum orang tuanya melapor ke Kedutaan Besar RI di Stockholm.

    9. September 

    Konsep single ID dalam konteks media sosial di Indonesia belakangan memunculkan perdebatan serius, baik dari sisi teknis maupun dari perspektif kebijakan publik. Secara sederhana, single ID dapat dipahami sebagai sistem identitas digital tunggal yang berlaku lintas platform, sehingga seorang individu cukup menggunakan satu bentuk identitas resmi untuk mengakses, mendaftar, atau melakukan verifikasi pada berbagai layanan, termasuk media sosial. 

    10. Oktober 

    Setahun setelah berakhirnya masa transisi Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), implementasinya dinilai masih jauh dari harapan. Meskipun regulasi telah resmi berlaku penuh sejak 2024, Badan PDP belum dibentuk juga sehingga masyarakat belum merasakan perlindungan nyata di tengah meningkatnya ancaman kejahatan digital dan kebocoran data.  

    11. November 

    ChatGPT menjadi sorotan setelah Komdigi memasukkannya ke dalam daftar 25 platform digital yang belum memenuhi kewajiban pendaftaran sebagai PSE. Pratama melihat langkah Komdigi sebagai upaya penegasan aturan, bukan ancaman yang benar-benar hendak memutus akses. Diaa menilai situasi serupa pernah terjadi pada sejumlah platform global, dan ujungnya selalu berhenti pada proses pendaftaran.

    12. Desember 

    Pada Q3/2025 DDoS Thread dari Cloudflare menyebut Indonesia sebagai sumber serangan Distributed Denial of Service (DDoS) tertinggi di dunia. Tujuh dari sepuluh sumber utama serangan DDoS berasal dari wilayah Asia, dengan Indonesia memimpin daftar tersebut. 

    “Indonesia merupakan sumber serangan DDoS terbesar, dan telah menduduki peringkat pertama di dunia selama setahun penuh (sejak kuartal ketiga 2024),” jelas Pratama.

    Ilustrasi peretas

     

  • Utilisasi Data Center NeutraDC (Telkom) 31,8 MW, Terdorong Adopsi AI

    Utilisasi Data Center NeutraDC (Telkom) 31,8 MW, Terdorong Adopsi AI

    Bisnis.com, JAKARTA— Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC) mencatatkan pertumbuhan bisnis data center seiring dengan adopsi Artificial Intelligence (AI) yang bergeliat. 

    Meski demikian, kontribusi beban kerja AI tersebut masih berada pada tahap awal.

    CEO NeutraDC Andreuw Th.A.F. mengatakan total kapasitas data center NeutraDC yang telah terutilisasi hingga saat ini berada di kisaran 31,8 megawatt (MW). Meskipun tidak merinci besaran peningkatan permintaan yang terjadi, dia memastikan pertumbuhan tersebut berjalan sehat dan sejalan dengan strategi ekspansi bertahap perusahaan.

    “Untuk beban kerja AI, pemanfaatannya masih bersifat selektif dan early-stage,” kata Andreuw kepada Bisnis pada Rabu (31/12/2025).

    Andreuw menjelaskan kondisi tersebut mencerminkan situasi pasar Indonesia, di mana adopsi AI masih berkembang secara bertahap. 

    Namun, NeutraDC mulai melihat sinyal permintaan yang semakin jelas, terutama dari pelanggan cloud, hyperscaler, serta segmen enterprise yang tengah mempersiapkan infrastruktur untuk mendukung kebutuhan AI di masa mendatang.

    Memasuki 2026, Andreuw menuturkan fokus perusahaan adalah memastikan setiap pengembangan kapasitas baru NeutraDC telah dirancang AI-ready sejak awal. 

    Hal ini mencakup kesiapan dari sisi kepadatan daya (power density), sistem pendinginan, hingga konektivitas jaringan.

    Perusahaan juga akan melanjutkan pengembangan data center hyperscale secara bertahap dengan pendekatan market-driven, sehingga pertumbuhan kapasitas tetap selaras dengan kebutuhan riil pelanggan.

    Selain itu, NeutraDC juga memperkuat konektivitas regional, termasuk melalui kawasan SIJORI (Singapura–Johor–Riau). Langkah tersebut diambil karena perusahaan melihat kebutuhan AI ke depan akan semakin bersifat lintas negara.

    “Pendekatan ini memungkinkan NeutraDC untuk menangkap potensi AI secara berkelanjutan, sekaligus menjaga efisiensi dan utilisasi jangka panjang,” kata Andreuw.

    Sebelumnya, Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) memperkirakan kebutuhan kapasitas pusat data (data center) di Indonesia pada 2026 akan tumbuh sekitar 35%–45% dibandingkan 2025.

    Proyeksi tersebut sejalan dengan meningkatnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) generatif, otomatisasi industri, serta kebutuhan pengolahan data secara real-time.

    Ketua IDPRO Hendra Suryakusuma mengatakan, secara lebih spesifik, kebutuhan kapasitas listrik (power demand) industri pusat data diprediksi meningkat hingga 300–400 megawatt (MW) dalam 1–2 tahun ke depan.

    “Ini didorong oleh permintaan hyperscale dan edge data center yang mendukung aplikasi AI,” kata Hendra saat dihubungi Bisnis, Rabu (31/12/2025).

    Data resmi PT PLN (Persero) mengindikasikan bahwa pada 2030 kapasitas industri pusat data di Indonesia akan mencapai 2,3 gigawatt (GW). Namun, Hendra menilai proyeksi tersebut belum sepenuhnya memasukkan faktor penggunaan AI, khususnya server berbasis GPU yang membutuhkan daya per rak (power per rack) sangat besar, bahkan dapat mencapai 135 kilowatt (kW) untuk GPU GB200.

    Hendra menyebut IDPRO melihat adopsi dan pemanfaatan AI berlangsung secara masif di berbagai sektor, baik swasta maupun publik, yang pada akhirnya akan mendorong lonjakan kebutuhan kapasitas dan kapabilitas pusat data di Indonesia.

  • Daftar Harga Terbaru HP Samsung 31 Desember 2025, A Series Diobral

    Daftar Harga Terbaru HP Samsung 31 Desember 2025, A Series Diobral

    Bisnis.com, JAKARTA — Harga smartphone Samsung pada 31 Desember 2025 mengalami penurunan dibanding awal tahun untuk beberapa seri. Penurunan tercatat mencapai 14%.

    Merek asal negri ginseng ini memiliki penggemar yang cukup banyak di Indonesia. Kualitas handphone yang ditawarkan dinilai baik, sehingga banyak masyarakat yang ingin memilikinya.

    Dari pantauan Bisnis, dibandingkan harga pada awal tahun, penurunan harga saat ini mencapai jutaan rupiah. 

    Handphone Samsung apa saja yang mengalami penurunan harga? Berikut informasi yang kami sajikan.

    Samsung Galaxy S Series

    Galaxy S24 8GB/256GB: Rp10.999.000 turun dari Rp12.399.000 (Januari 2025)

    Galaxy S24 Ultra 12GB/256GB: Rp16.999.000 turun dari Rp18.199.000 (Januari 2025)

    Samsung Galaxy A Series

    Galaxy A16 8GB/128GB: Rp2.599.000 turun dari Rp2.999.000 (Januari 2025)

    Galaxy A16 8GB/256GB: Rp2.899.000 turun dari Rp3.399.000 (Januari 2025)

    Galaxy A16 5G 8GB/256GB: Rp3.999.000 turun dari Rp4.099.000 (Januari 2025)

    Galaxy A25 8GB/256GB: Rp3.999.000 turun dari Rp4.099.000 (Januari 2025)

    Penurunan harga paling besar sepanjang 2025 dicatat oleh Galaxy A16 8GB/256GB, yang turun hingga Rp500.000 atau sekitar 14,7% dibandingkan Januari 2025.

    Selain itu, bagi kamu yang menyukai Samsung flagship, berikut harga terbaru per 31 Desember 2025 yang dirangkum dari website resmi Samsung.

    Galaxy S25 12GB/256GB: Rp13.999.000

    Galaxy S25 FE

    8GB/128GB: Rp8.999.000

    8GB/256GB: Rp9.999.000

    8GB/512GB: Rp10.999.000

    Galaxy S25 Ultra

    12GB/256GB: Rp20.999.000

    12GB/512GB: Rp22.999.000

    Galaxy S25 Edge 12GB/256GB: Rp12.999.000

    Galaxy Z Fold7

    12GB/256GB: Rp28.499.000

    12GB/512GB: Rp30.499.000

    16GB/1TB: Rp34.999.000

    Galaxy Z Flip7

    12GB/256GB: Rp17.999.000

    12GB/512GB: Rp19.999.000

    Itulah harga HP Samsung terbaru per 31 Desember 2025. Harga barang dapat berbeda di setiap daerah. Jadi, seri apa yang kamu inginkan?(Nur Amalina)

  • 25 Link Twibbon dan Caption Ciamik untuk Menyambut Tahun Baru 2026, Gratis!

    25 Link Twibbon dan Caption Ciamik untuk Menyambut Tahun Baru 2026, Gratis!

    Bisnis.com, JAKARTA — Tahun baru tinggal menghitung jam. Untuk merayakan tahun baru di era serba teknologi, kamu bisa menggunakan Twibbon untuk berbagai kebutuhan media sosial.

    Dengan Twibbon, postingan foto kamu di media sosial akan terlihat lebih kece, dan berbagai desain Twibbon akan memeriahkan foto kamu.

    Namun, tak lengkap rasanya bila postingan tanpa adanya caption. Maka dari itu, selain Twibbon, intip juga caption menarik yang bisa menambah keren postinganmu. Dengan ini, kamu gak perlu bingung lagi untuk meng-upload postingan di media sosial.

    Berikut link Twibbon dengan berbagai desain:

    – https://twb.nz/tahunbaru2026dansahabatbulan

    – https://twb.nz/reviewsteknologiku-tech-yr4

    – https://twb.nz/happynewyear2026foryou

    – https://twb.nz/newyear2026frompelangikasih

    – https://twb.nz/reviewsteknologiku-tech-yr1

    – https://twb.nz/reviewsteknologiku-tech-hny9

    – https://twb.nz/reviewsteknologiku-tech-hny5

    – https://twb.nz/klgtahunbaru2026

    – https://twb.nz/reviewsteknologiku-tech-yr5

    – https://twb.nz/reviewsteknologiku-tech-yr3

    – https://twb.nz/reviewsteknologikutech-year05

    – https://twb.nz/depopelita2026

    – https://twb.nz/aka2026

    – https://twb.nz/quesny26

    – https://twb.nz/dst26

    – https://twb.nz/lyon-new-year-celebration-2025

    – https://twb.nz/reviewsteknologikutech-years4

    – https://twb.nz/tahunbaru2026nikonawa

    – https://twb.nz/natarugardira

    – https://twb.nz/natarugardira-s

    – https://twb.nz/reviewsteknologikutech-year08

    – https://twb.nz/reviewsteknologiku-tech-thn2

    – https://twb.nz/reviewsteknologiku-tech-hny1

    – https://twb.nz/2025natal2026tahunbaru

    – https://twb.nz/radhit-link

    Cara Menggunakan Twibbon:

    1. Klik salah satu link Twibbon yang tersedia di atas sesuai dengan desain yang kamu inginkan.

    2. Unggah foto yang ingin kamu gunakan sebagai latar belakang Twibbon. Kamu bisa menggunakan foto sendiri, teman, atau keluarga.

    3. Sesuaikan posisi foto jika perlu, agar Twibbon terlihat pas di foto kamu.

    4. Download foto yang sudah terpasang Twibbon dan siap diposting ke media sosial.

    5. Bagikan foto dengan caption dan hashtag Tahun Baru di akun sosial media.

    Lengkapi postinganmu dengan caption yang ciamik. Berikut beberapa pilihan caption untuk menyambut Tahun Baru 2026:

    – “2026, siap-siap jadi lebih baik, lebih keren, dan lebih sering ketawa! #Bye2025 #Hello2026”

    – “Tahun baru, target baru… tapi tetap nyantai dan bawa tawa!”

    – “2026: New year, new me… tapi mungkin tetap ada yang lama juga! #NewYearVibes”

    – “Semoga tahun baru ini lebih banyak senyum daripada ketawa kegelian!”

    – “Selamat tinggal 2025, semoga kamu tidak terlalu kecewa sama aku. #2026HereWeCome”

    – “2026, harapan baru, kesempatan baru! Semoga segalanya lebih baik tahun ini!”

    – “Harapan untuk 2026: Lebih banyak kesempatan, lebih sedikit drama, dan lebih banyak kebahagiaan!”

    – “Tahun baru, semangat baru! Semoga segala hal yang kita inginkan bisa tercapai!”

    – “2026, ayo beri kami lebih banyak alasan untuk bersyukur dan tersenyum!”

    – “Selamat datang 2026! Semoga lebih banyak senyum, tawa, dan kesempatan baik datang ke hidup kita.”

    – “Cheers to 2026! Let’s make this year our happiest yet! #HappyNewYear”

    – “Bersyukur bisa sampai di 2026, dan siap menghadapi semua kebahagiaan yang menanti! #Grateful”

    – “Tahun baru, semangat baru, hidup yang lebih cerah! Siap meraih semua impian di 2026!”

    – “Semoga 2026 membawa lebih banyak gelak tawa, cinta, dan keceriaan untuk kita semua!”

    – “Tahun baru, kebahagiaan baru, dan tentunya kenangan indah yang tak terlupakan!”

    – “Tahun baru bukan hanya tentang resolusi, tapi tentang perjalanan kita menuju versi terbaik diri kita. #2026Goals”

    – “Biarkan setiap detik di 2026 menjadi kenangan berharga! #NewYearNewChances”

    – “2025, terima kasih atas semua pelajaran. 2026, aku siap untuk lebih baik lagi!”

    – “Setiap tahun adalah bab baru, dan 2026 siap dimulai dengan semangat baru!”

    – “2026, semoga membawa lebih banyak kebahagiaan, petualangan, dan sedikit lebih sedikit drama!”

    – “Tahun baru, resolusi baru, tapi jangan tanya aku soal diet ya. #2026NoDiet”

    – “Selamat Tahun Baru! Semoga 2026 ini lebih banyak memberi kita alasan untuk tawa daripada stres!”

    – “2025 sudah selesai, saatnya menjalani 2026 dengan segelas air dan 100% energi! #NewYearHype”

    – “Tahun baru, sama aja… tetap harus ngopi buat tetap bertahan! #2026Vibes”

    – “Resolusi tahun baru: Lebih sering ketawa, lebih banyak tidur, dan lebih sedikit drama!”

    Selamat memeriahkan Tahun Baru 2026 dengan Twibbon dan caption yang seru. (Nur Amalina)

  • Sektor Kesehatan Diprediksi Makin Getol Serap Kapasitas Data Center pada 2026

    Sektor Kesehatan Diprediksi Makin Getol Serap Kapasitas Data Center pada 2026

    Bisnis.com, JAKARTA—Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) memprediksi sektor kesehatan dan manufaktur menjadi sektor yang akan paling banyak menggunakan data center berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada 2026.

    Ketua IDPRO Hendra Suryakusuma mengatakan penggunaan data center di sektor kesehatan akan mendukung healthtech dan bioinformatika. 

    Selanjutnya, sektor keuangan dan perbankan melalui fintech, diikuti e-commerce dan ritel digital.

    “Selain itu, pemerintahan dan pelayanan publik khususnya Smart City & e-Government, hingga industri manufaktur dan logistik melalui otomatisasi dan predictive analytics,” kata Hendra kepada Bisnis, Rabu (31/12/2025).

    Menurut Hendra, adopsi dan pemanfaatan AI yang berlangsung secara masif di berbagai sektor, baik swasta maupun publik, pada akhirnya akan mendorong lonjakan kebutuhan kapasitas dan kapabilitas pusat data di Indonesia.

    IDPRO memperkirakan kebutuhan kapasitas pusat data di Indonesia pada 2026 akan tumbuh sekitar 35%–45% dibandingkan 2025. 

    Proyeksi tersebut sejalan dengan meningkatnya pemanfaatan AI generatif, otomatisasi industri, serta kebutuhan pengolahan data secara real-time.

    Secara lebih spesifik, Hendra menyebut kebutuhan kapasitas listrik (power demand) industri pusat data diprediksi meningkat hingga 300–400 megawatt (MW) dalam satu hingga dua tahun ke depan. 

    Peningkatan ini didorong oleh permintaan hyperscale dan edge data center yang mendukung aplikasi AI.

    Berdasarkan data resmi PT PLN (Persero), kapasitas industri pusat data di Indonesia pada 2030 diperkirakan mencapai 2,3 gigawatt (GW). Namun, Hendra menilai proyeksi tersebut belum sepenuhnya memasukkan faktor penggunaan AI, khususnya server berbasis GPU yang membutuhkan daya per rak (power per rack) sangat besar, bahkan dapat mencapai 135 kilowatt (kW) untuk GPU GB200.

    AI membutuhkan infrastruktur dengan kinerja komputasi tinggi (high performance computing/HPC), latensi rendah, serta kapasitas penyimpanan data berskala besar, terutama untuk keperluan pelatihan (training) model. 

    Secara umum, lanjut Hendra, infrastruktur pusat data nasional terus berkembang dan menunjukkan kesiapan untuk menopang beban kerja AI, terutama dengan masuknya investor dan operator global serta ekspansi pemain lokal.

    “Beberapa anggota IDPRO juga sedang membangun AI ready data center,” ujar Hendra.

    Di sisi lain, di tengah proses penyusunan peta jalan nasional AI, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mendorong pelaku industri dan pemerhati AI untuk memusatkan pengembangan teknologi tersebut pada 10 sektor prioritas yang telah dirumuskan dalam rancangan peta jalan AI nasional.

    Adapun 10 sektor prioritas tersebut meliputi ketahanan pangan; kesehatan; pendidikan; ekonomi dan keuangan; reformasi birokrasi; politik, hukum, dan keamanan; energi, sumber daya, dan lingkungan; perumahan; transportasi, logistik, dan infrastruktur; serta ekonomi kreatif. Menurut Meutya, pemilihan sektor tersebut bertujuan agar pengembangan AI di Indonesia memiliki arah yang jelas dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

    “Kami sarankan untuk fokus kepada 10 bidang ini dalam pembangunan-pembangunan awal AI di Indonesia,” kata Meutya dalam acara Kumparan AI for Indonesia di Jakarta, Kamis (23/10/2025).

    Sebelumnya, Meutya menyampaikan peta jalan kecerdasan buatan nasional ditargetkan meluncur pada awal 2026 dan akan berbentuk Peraturan Presiden (Perpres). “Insya Allah tahun 2026 Perpres peta jalan ini sudah bisa keluar dan juga bisa menjadi guidance bagi kita semua,” ujarnya.

  • IDPRO Proyeksikan Kebutuhan Data Center RI Tumbuh 45% pada 2026, Dipacu Adopsi AI

    IDPRO Proyeksikan Kebutuhan Data Center RI Tumbuh 45% pada 2026, Dipacu Adopsi AI

    Bisnis.com, JAKARTA— Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) memperkirakan kebutuhan kapasitas pusat data (data center) di Indonesia pada 2026 akan tumbuh sekitar 35%–45% dibandingkan 2025.

    Proyeksi tersebut sejalan dengan meningkatnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) generatif, otomatisasi industri, serta kebutuhan pengolahan data secara real-time.

    Ketua IDPRO Hendra Suryakusuma mengatakan, secara lebih spesifik, kebutuhan kapasitas listrik (power demand) industri pusat data diprediksi meningkat hingga 300–400 megawatt (MW) dalam 1–2 tahun ke depan.

    “Ini didorong oleh permintaan hyperscale dan edge data center yang mendukung aplikasi AI,” kata Hendra saat dihubungi Bisnis, Rabu (31/12/2025).

    Data resmi PT PLN (Persero) mengindikasikan bahwa pada 2030 kapasitas industri pusat data di Indonesia akan mencapai 2,3 gigawatt (GW). Namun, Hendra menilai proyeksi tersebut belum sepenuhnya memasukkan faktor penggunaan AI, khususnya server berbasis GPU yang membutuhkan daya per rak (power per rack) sangat besar, bahkan dapat mencapai 135 kilowatt (kW) untuk GPU GB200.

    Hendra menyebut IDPRO melihat adopsi dan pemanfaatan AI berlangsung secara masif di berbagai sektor, baik swasta maupun publik, yang pada akhirnya akan mendorong lonjakan kebutuhan kapasitas dan kapabilitas pusat data di Indonesia.

    AI membutuhkan infrastruktur dengan kinerja komputasi tinggi (high performance computing/HPC), latensi rendah, serta kapasitas penyimpanan data berskala besar, terutama untuk keperluan pelatihan (training) model.

    Secara umum, lanjut Hendra, infrastruktur pusat data nasional terus berkembang dan menunjukkan kesiapan untuk menopang beban kerja AI, terutama dengan masuknya investor dan operator global, serta ekspansi pemain lokal.

    “Beberapa anggota IDPRO juga sedang membangun AI ready data center,” kata Hendra.

    Meski demikian, Hendra menilai tantangan masih cukup besar, terutama terkait peningkatan kapasitas daya, sistem pendinginan, dan konektivitas berlatensi rendah yang dibutuhkan oleh beban kerja AI.

    Menurutnya, sejumlah penyedia layanan pusat data sudah mulai mengadopsi server GPU dan arsitektur khusus untuk AI workload, meskipun implementasinya masih dilakukan secara bertahap.

    Hendra mengatakan kapasitas dan keandalan pusat data di Indonesia saat ini relatif memadai untuk mendukung tahap awal adopsi AI, tetapi belum sepenuhnya ideal untuk skala masif. Sebagai perbandingan, proyek pusat data AI berskala besar seperti Stargate di selatan Houston membutuhkan daya dan sistem pendinginan yang jauh lebih tinggi dibandingkan beban kerja konvensional.

    Di sisi lain, sejumlah pusat data di Indonesia telah mengantongi sertifikasi Tier III dan Tier IV dengan tingkat uptime tinggi serta redundansi daya yang memadai. Namun, ketersediaan energi bersih dan berkelanjutan (renewable energy) masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

    Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025, porsi energi terbarukan ditargetkan meningkat hingga 76%, yang dinilai menjadi angin segar bagi industri pusat data di Indonesia. Hendra mengatakan pemerintah melalui berbagai inisiatif energi hijau, bersama penyedia pusat data, juga mulai menjajaki skema Power Purchase Agreement (PPA) untuk energi terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga surya (solar farm) dan hidro.

    “Namun implementasinya butuh dukungan regulasi yang lebih progresif. Pertamina Geothermal juga sudah commit untuk menyuplai green energy ke industri DC di tanah air,” katanya.