Category: Bisnis.com Tekno

  • Cara Mengatasi Ponsel yang Disadap dari Jarak Jauh dan Ciri-cirinya

    Cara Mengatasi Ponsel yang Disadap dari Jarak Jauh dan Ciri-cirinya

    Bisnis.com, JAKARTA – Apakah Anda merasa ponsel Anda disadap dari jarak jauh oleh orang lain?

    Jika iya, sudah waktunya Anda bertindak agar tidak berbahaya pada keamanan ponsel dan aktivitas perbankan Anda.

    Hacker bisa saja menguras isi rekening Anda jika di dalamnya ada akun mobile banking atau ecommerce tempat biasa Anda berbelanja.

    Cara Mengatasi Jika Ponsel Anda Diretas

    Jika Anda mengetahui bahwa ponsel Anda telah diretas, ada sejumlah langkah penting yang perlu segera dilakukan untuk mencegah peretas menyebabkan kerusakan lebih parah dari yang seharusnya.

    1. Hubungi Lembaga Keuangan Anda

    Langkah pertama yang bisa Anda lakukan mungkin adalah bank, kartu kredit, dan lembaga keuangan lainnya untuk memastikan akun Anda tidak diakses.

    2. Ubah Kata Sandi Anda

    Langkah Anda selanjutnya, dan salah satu yang terpenting, adalah segera mengubah semua kata sandi dengan kata sandi baru yang kuat. Ini harus dilakukan untuk semua aplikasi dan situs web yang terhubung ke ponsel yang terinfeksi.

    3. Hapus Aplikasi Mencurigakan

    Lakukan audit semua aplikasi di ponsel Anda, dan hapus aplikasi yang mencurigakan atau tidak dikenal. Nyalakan ulang ponsel dan periksa kembali untuk memastikan penghapusan berhasil.

    4. Jika Semua Cara Lain Gagal, Kembalikan ke Setelan Pabrik Ponsel

    Jika memang terdapat banyak pop-up atau aplikasi berbahaya dan semua cara lain gagal, Anda dapat mengembalikan ponsel ke pengaturan pabrik — meskipun ini berarti kehilangan semua yang tersimpan di perangkat, ini merupakan pilihan yang sangat sulit.

    5. Beri Tahu Teman Anda

    Sebaiknya beri tahu teman dan kontak lain bahwa ponsel Anda telah diretas, dan peringatkan mereka untuk mengabaikan dan menghapus pesan apa pun yang tampaknya berasal dari ponsel Anda.

    Ada sejumlah tanda bahwa ponsel telah diretas tetapi tanda-tanda tersebut tidak selalu muncul di setiap kasus dan, jika muncul, kadang tidak disadari.

    Pada dasarnya, ini adalah masalah mencari perilaku yang tidak biasa dari ponsel Anda.

    Berikut 6 tanda ponsel Anda sedang disadap dilansir dari Forbes

    1. Periksa Baterai Ponsel

    Salah satu gejala umum bahwa ponsel Anda telah diretas adalah baterai yang cepat terkuras. Hal ini juga dapat menyebabkan ponsel menjadi terlalu panas. Jika Anda tiba-tiba melihat perbedaan yang nyata, mungkin ada masalah.

    2. Cek Tagihan Telepon Anda

    Tanda lain peretasan telepon adalah tagihan yang lebih tinggi dari biasanya, karena telepon Anda melakukan aktivitas yang tidak sah. Lonjakan bandwidth yang Anda gunakan bisa menjadi tanda bahwa telepon mengirimkan komunikasi yang tidak diinginkan.

    3. Audit Aplikasi di Ponsel Anda

    Jika ponsel Anda diretas, aplikasi baru mungkin muncul tiba-tiba, aplikasi yang sudah ada mungkin membutuhkan waktu lama untuk dimuat, dan aplikasi dapat terbuka atau tertutup sendiri. Waspadai perilaku yang mencurigakan.

    4. Kenali Notifikasi dan Pengaturan yang Tidak Sah

    Terkadang notifikasi yang tidak terduga, kode autentikasi dua faktor yang tidak diminta, atau pop-up mungkin mulai muncul, dan pengaturan seperti izin kamera atau mikrofon dapat berubah.

    5. Periksa Akun Anda

    Tanda bahaya terbesar adalah mendapati diri Anda tiba-tiba terkunci dari ID Apple atau akun Google Anda, atau dari akun online lainnya.

    6. Jalankan Perangkat Lunak Antivirus

    Menginstal dan menjalankan paket perangkat lunak keamanan yang tepercaya akan memastikan apakah ponsel benar-benar telah diretas. Temukan dan hapus malware atau spyware apa pun yang mungkin telah menginfeksi ponsel menggunakan paket-paket populer yang tersedia seperti:

    Bitdefender
    Norton
    Kaspersky
    AVG
    McAfee

    Hapus semua yang mencurigakan, mulai ulang ponsel, lalu jalankan kembali perangkat lunak tersebut untuk memastikan ponsel benar-benar bersih.

     

  • Polemik Aplikasi Fotoyu Tanpa Izin, Komdigi: Wajah Itu Data Pribadi

    Polemik Aplikasi Fotoyu Tanpa Izin, Komdigi: Wajah Itu Data Pribadi

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengemukakan wajah merupakan data pribadi yang bersifat biometrik dan dilindungi oleh Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).

    Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Mediodecci Lustarini kala menanggapi ramainya diskusi di media sosial berkenaan fotografer mengunggah tanpa izin foto pelari di internet untuk diperjualbelikan. Misalnya di aplikasi marketplace FotoYu.

    Menurut Mediodecci, bila berbicara mengenai penggunaan foto di ruang publik maka ada dua aspek penting yang perlu disoroti yakni aspek regulasi dan aspek etika.

    “Aspek regulasinya itu adalah wajah. Itu adalah termasuk ke dalam data pribadi secara biometrik. Ketika kita bicara data pribadi tentunya affiliate-nya adalah kepada Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi,” tuturnya di Jakarta, Jumat (31/10/2025).

    Dia meneruskan, wajah yang merupakan data biometrik ini sangatlah sensitif karena bisa disalahgunakan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab dengan motif kriminal untuk melakukan penipuan (scam) berbasis teknologi.

    “Kenapa ini bahaya? Perkembangan teknologi sekarang memanfaatkan data biometrik. Wajah bisa dipindahkan dengan AI menjadi sesuatu yang baru. Wajah juga bisa digunakan orang-orang yang memiliki motif kriminal untuk melakukan scam. Ini yang perlu kita waspadai sebenarnya,” jelasnya.

    Poin selanjutnya yang merupakan etika ini dijelaskan Mediodecci bahwa isu utama bukan pada pengambilan foto, tetapi peredaran foto tanpa persetujuan (consent).

    Dia menegaskan bahwa persetujuan ini adalah hal yang paling penting. Jika orang yang difoto menyetujui fotonya akan diedarkan itu tidak masalah, tetapi bila tanpa persetujuan itu tidak bisa.

    “Nah, kasusnya Fotoyu itu adalah persetujuan tidak eksplisit sebelum data diambil. Jadi perlu ada duduk bersama nih, asosiasi fotografi dan lain sebagainya. Karena di dalam Fotoyu itu, persetujuan dimasukkan ke dalam term and condition ketika seseorang melakukan transaksi ataupun memiliki akun di Fotoyu,” bebernya.

    Dengan demikian, lanjutnya, itu tidak sesuai dengan prinsip pelindungan data pribadi yang sebenarnya mewajibkan ada persetujuan eksplisit atau consent terlebih dahulu.

    Lebih jauh, Mediodecci memastikan Komdigi akan melakukan pendalaman, pengawasan, hingga pemanggilan terhadap pihak penyelenggara sistem elektronik (PSE). Meski demikian, dia belum bisa memastikan kapan pemanggilan itu akan dilaksanakan.

    Selain itu, dia turut mengimbau masyarakat bila memang ada kerugian yang ditimbulkan atau ada ketidaksepakatan, langsung dilaporkan saja kepada pihaknya.

    “Jadi kita melakukan both way ya, jadi kepada PSE kita lakukan pengawasan, kepada masyarakat juga kami mengajak untuk bersama-sama kita sadar data pribadi kita,” pungkasnya.

  • Telkomsel Layani 157,6 Juta Pelanggan Kuartal III/2025, Pengguna IndiHome Tumbuh

    Telkomsel Layani 157,6 Juta Pelanggan Kuartal III/2025, Pengguna IndiHome Tumbuh

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) melayani 157,6 juta pelanggan seluler selama periode Januari-September 2025/ Sementara itu, pelanggan internet tetap IndiHome untuk ritel tumbuh 9,4% year on year/YoY menjadi 10,26 juta.

    Dilansir dari info memo Jumat (31/10/2025), jika digabungkan dengan pelanggan korporasi, IndiHome secara total melayani 11,5 juta pelanggan atau tumbuh 7,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

    Seiring dengan bertambahnya pelanggan, pendapatan yang dibukukan IndiHome terdongkrak 0,5% year on year/YoY menjadi Rp19,73 triliun.

    Angka tersebut setara dengan 18% dari total pendapatan yang dibukukan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) pada 9 bulan pertama 2025.

    Telkomsel terus memperluas layanan IndiHome secara agresif sepanjang 9 bulan pertama 2025. Ekspansi ini didukung oleh strategi rollout jaringan baru (greenfield), simplifikasi produk, dan penyesuaian harga yang lebih relevan dengan kebutuhan pelanggan masa kini.

    Beragam paket fleksibel nasional, upgrade kecepatan internet, dan penawaran upsell menjadi andalan Telkomsel untuk meningkatkan relevansi IndiHome di segmen rumah tangga Indonesia.

    Di tengah sentimen konsumen moderat dan tekanan afordabilitas, Telkomsel tetap mengedepankan disiplin komersial dan pertumbuhan yang terarah pada segmen broadband.

    Meskipun rerata pendapatan yang dibukukan Telkomsel dari pelanggan IndiHome (ARPU) terkoreksi menjadi Rp217.000 seiring dengan perubahan perilaku dan preferensi pelanggan, Telkomsel mampu menyiasati penurunan tersebut lewat streamlining produk dan penyempurnaan paket nasional.

    “Basis pelanggan konvergensi Telkomsel-IndiHome terus berkembang, menandakan strategi bundling dan up-selling berhasil menguatkan keterikatan pelanggan rumah tangga serta meningkatkan nilai jangka panjang pelanggan,” tulis dalam laporan Info Memo.

    Dengan demikian, Telkomsel memantapkan positioning IndiHome sebagai solusi broadband terpercaya melalui ekspansi jaringan, inovasi produk, serta program loyalitas konsumen yang relevan untuk menghadapi dinamika pasar dan kebutuhan digital keluarga Indonesia.

    Sementara itu Telkomsel melayani 157,6 juta pelanggan, dengan 94% dari total tersebut merupakan pelanggan Telkomsel Prabayar. Sementara itu 6% sisanya pelanggan Telkomsel Pascabayar, yang pada periode Januari-September 2025 mengalami peningkatan 6,3% menjadi 8,16 juta pelanggan.

    Di tengah pencapaian tersebut, pelemahan daya beli menjadi tantangan yang masih dihadapi Telkomsel, yang membuat pendapatan perusahaan tertekan 4,5% YoY menjadi Rp81,37 triliun pada kuartal III/2025. Adapun trafik data Telkomsel melonjak tajam 17,2% YoY hingga 17,47 juta TB. 

  • Pendapatan Turun Tipis, Laba Naik 0,6%

    Pendapatan Turun Tipis, Laba Naik 0,6%

    Bisnis.com, JAKARTA —  PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) melaporkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp6,88 triliun pada sembilan bulan pertama 2025. Angka ini mencatat penurunan tipis sebesar 0,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontributor utama pendapatan tetap berasal dari bisnis tower leasing dan fiber optic.

    Penurunan pendapatan tersebut turut berdampak pada laba perusahaan yang naik tipis 0.6% menjadi Rp1,54 triliun pada 9 bulan pertama 2025.

    Pendapatan segmen tower leasing naik tipis 0,4% year on year (YoY) menjadi Rp5,69 triliun, didorong oleh penambahan menara secara organik serta ekspansi operator seluler. Sementara itu, lini fiber menunjukkan pertumbuhan paling pesat, melonjak 23,8% YoY menjadi Rp431 miliar.

    “Peningkatan didorong oleh pembangunan organik dan inorganik serat optik yang terhubung ke menara (Fiber-to-the-Tower/FTTT) seiring dengan permintaan dari operator seluler untuk meningkatkan kualitas konektivitas,” tulis Mitratel dalam Info Memo, Jumat (31/10/2025).

    Namun, di tengah kenaikkan bisnis menara dan fiber, dua segmen bisnis lainnya justru mengalami tekanan. Pendapatan dari tower-related business terkontraksi 13,5% secara tahunan ke Rp391 miliar, seiring strategi Mitratel yang lebih selektif mengejar margin tinggi dari bisnis ini.

    Demikian pula, kontribusi reseller menyusut 13,2% YoY menjadi Rp370 miliar, sejalan dengan upaya perseroan mengurangi porsi bisnis ini dalam portofolio perusahaan.

    Pendapatan dari tower-related business Mitratel adalah pendapatan yang berasal dari layanan dan produk pendukung di luar penyewaan menara utama (tower leasing) dan fiber.

    Segmen ini biasanya mencakup layanan tambahan atau ekosistem pelengkap seperti penyediaan daya listrik (power as a service), sistem monitoring, perangkat pendukung menara, upgrade perangkat, pemeliharaan non-rutin, serta solusi digital untuk tenant menara.

    Pendapatan ini fluktuasi sesuai dengan strategi perusahaan yang lebih selektif dalam memilih kontrak dengan margin lebih besar dan sesuai orientasi profitabilitas Mitratel.

    Sementara itu reseller, adalah layanan penyewaan menara telekomunikasi dengan pola menawarkan menara milik pihak ketiga (bukan milik Mitratel sendiri) kepada operator seluler atau pelanggan lainnya.

    Dalam bisnis ini, Mitratel bertindak sebagai perantara atau penyedia solusi, dimana mereka menawarkan kapasitas atau ruang pada menara yang dimiliki oleh perusahaan lain kepada calon penyewa berikutnya (secondary tenant).

    Di sisi beban, Mitratel berhasil menurunkan total beban menjadi Rp3,78 triliun atau turun 0,6% dibandingkan periode sembilan bulan tahun lalu. Penurunan paling terasa pada beban operasional, yakni 5,5% YoY ke Rp1,11 triliun. Hal ini ditopang oleh efisiensi pada perencanaan, operasional, dan pemeliharaan menara (-8,3% YoY menjadi Rp321 miliar), serta konstruksi dan manajemen proyek (-3,3% YoY menjadi Rp345 miliar).

    Beban umum dan administrasi ikut menurun 7,2% menjadi Rp200 miliar. Namun, beban kompensasi karyawan naik tipis 3,5% ke Rp225 miliar, sedangkan beban lain-lain menyumbang Rp21 miliar.

    Beban depresiasi tercatat turun 2,8% ke Rp1,37 triliun, sementara beban amortisasi justru naik 3,8% menjadi Rp1,03 triliun.

    Adapun pada sepanjang Januari-September 2025, jumlah menara (tower) yang dimiliki Mitratel mencapai 40.102 unit, naik 2,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (39.259 unit).

    Total tenant atau penyewa naik 4,3%menjadi 61.987 penyewa, sementara jumlah tenant termasuk reseller (Tenant Inc. Reseller) tercatat sebanyak 64.646 penyewa, tumbuh 3,9%secara tahunan.

    Rasio tenancy (tenancy ratio), yaitu rata-rata jumlah tenant per menara, naik tipis dari 1,51 menjadi 1,55. Sementara, panjang jaringan fiber optic Mitratel mencapai 55.593 km, melesat 40 persen dibanding tahun lalu yang tercatat 39.714 km.

  • Trafik Data Indosat (ISAT) Naik, Pendapatan Turun Kuartal III/2025

    Trafik Data Indosat (ISAT) Naik, Pendapatan Turun Kuartal III/2025

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Indosat Tbk. (ISAT) menghadapi tantangan dalam memonetisasi lalu lintas data (trafik) internet pada kuartal III/2025. Umumnya, jika trafik data naik, yang menandakan masyarakat antusias menggunakan layanan internet perusahaan, maka pendapatan yang dibukukan perusahaan juga naik. Kondisi pada kuartal III/2025 berbeda.

    Indosat mencatat total trafik data sepanjang 9 bulan pertama 2025 sebesar 12.781 Petabyte (PB) atau naik 6,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut terjadi seiring dengan aktivitas penggelaran jaringan yang makin luas.

    “Kenaikan seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, dengan Indosat berperan dalam memberdayakan masyarakat,” tulis Indosat dalam laporan info memo dikutip Jumat (31/10/2025).

    Adapun selama periode Juli- September 2025, trafik data Indosat sebesar 4.532 PB naik 4,73% pada Juli-September 2024.

    Namun, pertumbuhan trafik tersebut tidak sejalan dengan pendapatan yang dibukukan. Indosat mencatat pendapatan sebesar Rp41,16 triliun pada kuartal III/2025 atau turun 1,6% dibandingkan dengan kuartal III/2024.

    Penurunan terjadi akibat segmen seluler, yang berkontribusi sekitar 84% dari total pendapatan Indosat, mengalami penurunan 1,9% menjadi Rp34,55 triliun.

    Indosat sendiri meluncurkan sejumlah inisiatif produk untuk prabayar dan pascabayar. Paket Freedom Prabayar Indosat dibanderol dengan harga termurah yaitu RpRp25.000 untuk 3GB (30 hari). Indosat juga memiliki Freedom satu yang menawarkan paket data sebesar 1.024 GB untuk masa pakai 365 hari. Paket ini dibanderol dengan harga Rp1 juta. 

    Untuk pascabayar, Indosat memiliki Prime 100 dengan kuota hingga 100GB, dan harga mulai Rp100.000/bulan

    Sementara itu, di tengah pendapatan yang turun, sejumlah beban perusahaan ada yang meningkat dan ada yang turun.

    Beban Penyelenggaraan Jasa meningkat sebesar Rp855,2 miliar atau 5,1% lebih tinggi dibandingkan kuartal III/2024 disebabkan oleh kenaikan beban kemitraan, pemeliharaan, biaya hak penggunaan radio frekuensi dan instalasi yang diimbangi dengan penurunan sewa dan jasa, paket perdana dan voucher .

    Kemudian, beban Penyusutan dan Amortisasi meningkat sebesar Rp271,7 miliar atau 2,3% lebih tinggi dibandingkan kuartal III/2024 terutama disebabkan oleh penambahan aset tetap yang berasal dari penggelaran jaringan.

    Untuk Beban Karyawan menurun sebesar Rp622,2 miliar atau 21,2% YoY penurunan beban bonus, insentif, imbalan karyawan lainnya dan tunjangan pajak penghasilan yang diimbangi kenaikan gaji.

    Beban Pemasaran juga menurun sebesar Rp251,3 miliar atau 17,2% YoY utamanya dikarenakan penurunan biaya akuisisi pelanggan, agen pemasaran, pameran, promosi, iklan dan biaya pemasaran bersama yang diimbangi dengan kenaikan jaringan pemasaran dan riset pemasaran.

  • Travel Alliance Rilis WanderJoy, Inovasi Program Rewards Lintas Negara

    Travel Alliance Rilis WanderJoy, Inovasi Program Rewards Lintas Negara

    Bisnis.com, JAKARTA – Travel Alliance, yang terdiri dari sederet operator seluler terkemuka di Asia Pasifik Singtel, AIS, Taiwan Mobile, GOMO Philippines, KDDI, Telkomsel, Optus, dan HKT resmi meluncurkan WanderJoy, program rewards lintas negara pertama di dunia. Diluncurkan pada ajang KDDI Summit di Tokyo, 28 Oktober 2025, inisiatif ini menghubungkan jutaan pelanggan dengan berbagai manfaat dan penawaran eksklusif yang dapat dinikmati dengan mudah saat bepergian ke berbagai negara.

    Menurut Asia Pacific Loyalty Programs Intelligence Report 2025, pengalaman perjalanan wisata di kawasan Asia Pasifik masih terfragmentasi. Tantangan seperti sistem rewards yang tidak terintegrasi, pergantian SIM yang merepotkan, hambatan bahasa, dan keterbatasan akses manfaat di luar negeri masih sering terjadi.

    Travel Alliance, yang telah menghadirkan layanan 5G dan roaming terbaik untuk lebih dari 350 juta pelanggan, menjawab tantangan tersebut melalui WanderJoy. Platform ini memberikan akses praktis ke berbagai manfaat eksklusif, mulai dari layanan bandara, kuliner, hiburan, hingga aktivitas lifestyle semuanya dalam satu platform yang nyaman dan mudah digunakan.

    CEO International Digital Services Singtel sekaligus Ketua Travel Alliance, Anna Yip, mengatakan, “Para anggota Travel Alliance kini telah bergerak beyond connectivity dan menjadi enabler perjalanan berwisata membuka jendela ke pengalaman baru dan membuat perjalanan pelanggan lebih lancar dan berkesan. Seiring meningkatnya jumlah orang yang mengandalkan ponsel untuk merencanakan, memesan, dan menavigasi perjalanan mereka, kami turut berevolusi, memanfaatkan data dan kemitraan untuk memandu, menginspirasi, dan menghadirkan pengalaman yang menyenangkan. Dengan WanderJoy, pelanggan aliansi dapat menikmati penawaran unik dan eksklusif mulai dari atraksi ramah keluarga, pengalaman kuliner, liburan wellness, hingga tur petualangan. Kami meningkatkan pengalaman perjalanan mereka dengan menghadirkan hal-hal yang paling berarti di setiap titik interaksi.”

    Anna menambahkan bahwa peluncuran ini juga menyoroti kekuatan kolaborasi industri dalam membentuk masa depan perjalanan, mentransformasi peran operator seluler, dan bagaimana mereka berinteraksi dengan pelanggan di luar negeri. Dengan menghubungkan data insight dari telekomunikasi dengan jaringan mitra di bidang perhotelan, ritel, dan transportasi, aliansi ini menciptakan peluang inovasi dan pertumbuhan lintas industri. WanderJoy berencana akan terus menambah mitra ke dalam ekosistem agar lebih banyak wisatawan dari basis pelanggan global dapat merasakan manfaatnya.

    Direktur Marketing Telkomsel, Derrick Heng, menyatakan, “Dengan mengintegrasikan jaringan terpercaya dan kemitraan regional, aliansi ini melangkah lebih jauh beyond connectivity untuk memperkaya ekosistem digital perjalanan melalui WanderJoy. Lebih dari sekadar platform loyalty dan rewards, WanderJoy memberdayakan para wisatawan dengan pengalaman lifestyle yang praktis dan tanpa batas di seluruh Asia Pasifik. Telkomsel akan terus mendukung langkah ini dengan meningkatkan kapabilitas roaming dan loyalty kami untuk menghadirkan pengalaman digital terbaik bagi masyarakat Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri.”

    Pengalaman Perjalanan yang Lebih Mudah dan Berkesan

    WanderJoy menghadirkan penawaran eksklusif dan pengalaman premium yang dapat diakses melalui aplikasi layanan anggota aliansi, seperti myAIS app, The Club, KDDI au Unlimited Data Overseas, GOMO PH app, My Singtel app, Taiwan Mobile app, dan MyTelkomsel.

    Sejak peluncuran awal sebagai platform online pada Juni 2025, WanderJoy terus memperluas ekosistem mitra dan penawarannya, menjadi pendamping terpercaya bagi wisatawan. Mitra terbaru yang bergabung antara lain: DragonPass, Estée Lauder, Grab, KKday, Omio, dan Trip.com menawarkan berbagai manfaat mulai dari akses lounge bandara, pemesanan perjalanan, hingga pengalaman lifestyle yang eksklusif.

    Pelanggan disarankan untuk mengaktifkan notifikasi dan memeriksa aplikasi layanan secara berkala untuk mendapatkan penawaran terbaru dan kampanye seasonal, karena katalog rewards dan mitra WanderJoy akan terus bertambah.

    Untuk pelanggan Telkomsel:

    Pada aplikasi MyTelkomsel, ketuk ikon ‘Spesial Pelanggan Roaming’ untuk akses wanderjoy.com, pilih negara tujuan dan rewards yang diminati, salin kode/simpan QR voucher untuk klaim di merchant tujuan. MyTelkomsel akan mengintegrasikan Telkomsel Poin pada pembaruan versi berikutnya, untuk semakin memperkaya pengalaman wisatawan dengan ratusan penawaran dari merchant yang sudah tergabung dalam ekosistem digital loyalty Telkomsel mulai dari kategori kuliner, belanja, donasi, jalan-jalan, lifestyle, hiburan, kesehatan, kecantikan, pendidikan, olahraga, hingga telko.

    Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.wanderjoy.com.

  • Teori Einstein Terbukti Lagi, Ilmuwan Temukan Lubang Hitam Generasi Kedua yang Langka

    Teori Einstein Terbukti Lagi, Ilmuwan Temukan Lubang Hitam Generasi Kedua yang Langka

    Bisnis.com, JAKARTA – Para ilmuwan telah menemukan dua pasang lubang hitam yang bergabung, dan mereka menduga lubang hitam yang lebih besar dalam setiap penggabungan merupakan veteran “generasi kedua” langka dari tabrakan sebelumnya.

    Perilaku tak biasa kedua lubang hitam yang lebih besar ini, yang diamati melalui riak-riak dalam ruang-waktu yang disebut gelombang gravitasi, dijelaskan pada 28 Oktober di The Astrophysical Journal Letters.

    Para ilmuwan mengatakan bahwa kedua penggabungan tersebut memvalidasi hukum fisika yang diprediksi oleh Albert Einstein lebih dari seabad yang lalu dan bahwa peristiwa tersebut membantu para ilmuwan mempelajari lebih lanjut tentang partikel elementer.

    Sebagai contoh, GW241011 menghasilkan sinyal jernih yang memungkinkan para ilmuwan melihat lubang hitam yang lebih besar mengalami deformasi saat berputar, akibat rotasi lubang hitam yang cepat. Tanda yang dihasilkan dalam gelombang gravitasi tersebut sesuai dengan teori Einstein, serta teori matematikawan Roy Kerr, tentang lubang hitam yang berotasi.

    Dilansir dari livescience, lubang hitam yang lebih besar yang baru ditemukan itu berputar cepat dan secara signifikan lebih masif daripada lubang hitam pasangannya yang ditelannya.

    Peristiwa ini diamati dengan Kolaborasi LIGO-Virgo-KAGRA, serangkaian detektor gelombang gravitasi di seluruh dunia yang bertujuan untuk mengamati peristiwa-peristiwa yang mengguncang ruang angkasa seperti penggabungan lubang hitam dan tabrakan bintang neutron.

    Hasilnya “memberikan bukti yang meyakinkan bahwa lubang hitam ini terbentuk dari penggabungan lubang hitam sebelumnya,” ujar rekan penulis studi Stephen Fairhurst, seorang profesor di Universitas Cardiff di Inggris dan juru bicara Kolaborasi Ilmiah LIGO, dalam sebuah pernyataan.

    Penelitian ini didasarkan pada dua penggabungan yang baru terdeteksi yang terjadi hanya berselang satu bulan. Analisis tanda gelombang gravitasi dari peristiwa ini memungkinkan para peneliti untuk menyimpulkan massa, rotasi, dan jarak lubang hitam yang terlibat.

    Pada peristiwa pertama, pada 11 Oktober 2024, para ilmuwan melihat dua lubang hitam, masing-masing berukuran enam dan 20 kali massa matahari — bertabrakan dalam penggabungan yang dikenal sebagai GW241011, sekitar 700 juta tahun cahaya dari Bumi. Lubang hitam yang lebih besar merupakan salah satu lubang hitam dengan rotasi tercepat yang pernah ditemukan.

    Penggabungan kedua, GW241110, ditemukan pada 10 November 2024, dengan lubang hitam yang massanya delapan dan 17 kali massa Matahari. Penggabungan ini lebih jauh, yaitu 2,4 miliar tahun cahaya. Lubang hitam yang lebih besar juga berputar berlawanan arah dengan orbitnya, sesuatu yang belum pernah terlihat sebelumnya.

    “Ini adalah salah satu penemuan kami yang paling menarik sejauh ini,” ujar rekan penulis studi Jess McIver, seorang astrofisikawan di University of British Columbia, dalam pernyataan tersebut.

    “Peristiwa ini memberikan bukti kuat bahwa terdapat kantong-kantong alam semesta yang sangat padat dan sibuk yang mendorong beberapa bintang mati untuk saling mendekat.”

    Peristiwa yang sama juga menghasilkan “dengungan” dalam sinyal gelombang gravitasi, yang tercipta karena lubang hitam yang lebih besar jauh lebih besar daripada yang lebih kecil. (Dengungan tersebut mirip dengan nada instrumen musik, kata para kolaborator.) Pengamatan ini juga membantu mengonfirmasi prediksi Einstein.

  • Cara Membuka Blokir WhatsApp yang Kena Hacker dan Spam

    Cara Membuka Blokir WhatsApp yang Kena Hacker dan Spam

    Bisnis.com, JAKARTA – Berikut cara membuka whatsapp yang diblokir dan kena hacker. Caranya sangat mudah dan cuma dalam tempo kurang dari sejam.

    Aplikasi WhatsApp biasanya sebagai sarana komunikasi, sebab bisa saling berbalas pesan dan menerima telepon. Namun, berhati-hatilah saat Anda menekan link, sebab bisa membuat WA Anda terblokir.

    Berikut cara membuka blokir WhatsApp karena spam dan hacker:

    1. Buka WhatsApp anda.

    2. Segera screenshot tampilan “Akun ini tidak diizinkan untuk menggunakan WhatsApp karena spam” karena akan digunakan sebagai bukti laporan.

    3. Klik “Minta Tinjauan”

    4. Jelaskan permasalahannya, dan lampirkan screenshot bukti terblokirnya akun anda.

    5. Tekan “Lanjut” untuk mengirim permohonan tinjauan anda.

    Proses ini akan memakan waktu sekitar 1 jam hingga 1 hari layanan WhatsApp. Jika hal tersebut belum berhasil, berikut cara alternatifnya:

    1. Buka WhatsApp anda.

    2. Screenshot tampilan “Akun ini tidak diizinkan untuk menggunakan WhatsApp karena spam” karena akan digunakan sebagai bukti laporan.

    3. Keluar dari WhatsApp. Kemudian masuk kembali hingga muncul tampilan “Verifikasi Nomor Telepon Anda”.

    4. Klik titik tiga di kanan atas, kemudian pilih menu “Bantuan”.

    5. Di bagian “Masalah Terdeteksi”, pilih “Ini tidak menjawab pertanyaan saya”.

    6. Anda akan masuk bagian “Hubungi Dukungan”. Jelaskan permasalahan anda dengan lengkap dan cantumkan nomor teleponnya. Lampirkan juga screenshot terblokirnya akun anda.

    7. Pilih menu “Lanjut”

    8. Anda akan diarahkan ke G-Mail. Di sana, anda cukup kirimkan G-Mail tersebut ke alamat G-Mail yang sudah tercantum secara otomatis.

    9. Permohonan tinjauan anda sedang diproses. Biasanya balasan membutuhkan waktu 1 jam.

    Itulah cara mudah untuk membuka blokir WhatsApp anda karena spam. Gunakan aplikasi WhatsApp dan nomor telepon yang resmi, dan hindari tindakan spam maupun mengirim link yang tidak resmi agar anda terhindar dari penyalahgunaan layanan WhatsApp. Agar akun anda lebih aman, gunakan verifikasi dua langkah untuk mencegah akun Anda disadap orang asing. (Stefanus Bintang)

  • Telkomsel Harap Frekuensi 1,4 GHz jadi Akselerator Pemerataan 5G di Indonesia

    Telkomsel Harap Frekuensi 1,4 GHz jadi Akselerator Pemerataan 5G di Indonesia

    Bisnis.com, JAKARTA— PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) berharap pemanfaatan pita frekuensi 1,4 GHz dapat menjadi akselerator bagi perluasan dan pemerataan adopsi teknologi 5G di Indonesia.

    VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan melalui implementasi teknologi wireless, kehadiran Broadband Wireless Access (BWA) 1,4 GHz berpotensi memperkuat infrastruktur telekomunikasi nasional serta mendorong peningkatan penetrasi layanan fixed broadband.

    “Serta mendukung tersedianya layanan digital yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Fahmi kepada Bisnis pada Kamis (30/10/2025).

    Dia menambahkan, sinergi antara operator telekomunikasi, pemerintah, dan para pemangku kepentingan menjadi kunci agar pemanfaatan pita frekuensi tersebut berjalan optimal dan memberikan nilai tambah bagi ekosistem digital nasional.

    “Hal ini sejalan dengan arah kebijakan transformasi digital yang dicanangkan Komdigi, yaitu mewujudkan konektivitas yang merata, efisien, dan berdampak nyata bagi masyarakat serta perekonomian digital Indonesia,” ujar Fahmi.

    Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meminta para pemenang lelang pita frekuensi 1,4 GHz untuk merealisasikan target pembangunan 20 juta koneksi internet rumah (fixed broadband) sebagai bagian dari komitmen pengembangan konektivitas nasional.

    “Jadi memang kepada pemenangnya [lelang 1,4 GHz] kita berikan target ataupun komitmen untuk membangun 20 juta koneksi internet rumah,” kata Meutya di Jakarta pada 23 Oktober 2025.

    Menurut Meutya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) baru saja menuntaskan proses lelang pita frekuensi 1,4 GHz yang diperuntukkan bagi pengembangan teknologi Fixed Wireless Access (FWA). Teknologi ini diharapkan dapat menghadirkan konektivitas yang lebih baik, khususnya di kawasan perumahan.

    “Dan FWA ini juga mendorong internet lebih murah dan juga lebih merata,” imbuhnya.

    Meutya menambahkan, dampak pembangunan jaringan hasil lelang frekuensi tersebut kemungkinan belum akan terasa signifikan dalam waktu dekat, namun diperkirakan mulai terlihat pada 2026.

    Selain itu, pemerintah juga menyiapkan lelang pita frekuensi 2,6 GHz untuk mendukung pengembangan jaringan 5G di Indonesia.

    “Lelang berikutnya akan kita lakukan terhadap frekuensi 2,6 GHz untuk 5G. Jadi ada untuk FWA, ada untuk 5G agar juga ada percepatan dan juga koneksi yang lebih baik daripada 4G yang saat ini kita gunakan,” jelas Meutya.

  • Kapasitas Data Center Meningkat 52% dalam 8 Bulan

    Kapasitas Data Center Meningkat 52% dalam 8 Bulan

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat jumlah kapasitas data center di Indonesia meningkat 52% dalam kurun waktu kurang dari setahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan total kapasitas pusat data nasional pada awal pemerintahan Presiden Prabowo, yakni bulan Oktober 2024, sebesar 190 megawatt (MW). Angka tersebut meningkat menjadi 290 MW pada  Juni 2025.

    “Dalam waktu kurang dari setahun kapasitas (pusat data) meningkat lebih dari 52%, jadi dalam satu tahun pemerintahan pak Presiden Prabowo peningkatannya sampai 52 persen dari 190 MW ke 290 MW,” kata Meutya dilansir dari Antara, Kamis (30/10/2025).

    Dia menilai peningkatan ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari perusahaan teknologi global untuk berinvestasi pada pembangunan pusat data di Indonesia.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, ujar Meutya, telah mengumumkan ada 12 perusahaan asal Amerika Serikat yang membangun ekosistem pusat data di Indonesia.

    Lebih lanjut, Meutya memaparkan hingga April 2025, sudah ada 180 pusat data yang telah beroperasi di Indonesia dari berbagai skala. Delapan di antaranya dikategorikan sebagai “Tier 4” atau memiliki kemampuan operasional terbaik, sementara tiga pusat data lainnya berfokus pada teknologi kecerdasan buatan (AI).

    “Jadi (pusat data) sudah (beroperasi) dengan teknologi terbaru yaitu artificial intelligence,” ucapnya.

    Persaingan pusat data (data center) khusus AI makin panas setelah perusahaan asal Dubai, EDGNEX Data Centers by DAMAC, di Jakarta dengan total investasi mencapai US$2,3 miliar atau sekitar Rp37,54 triliun (asumsi kurs Rp16.323 per dolar AS).

    Dalam 2 bulan terakhir, jumlah data center jumbo di Indonesia bertambah cukup banyak. Damac menyusul PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) dan Kongsi Equinix-Astra yang sebelumnya juga telah merilis data center baru di Indonesia.

    Proyek milik perusahaan yang berkantor pusat di Dubai, Uni Emirat Arab itu menjadi salah satu pengembangan khusus AI terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan kapasitas tambahan di masa mendatang sebesar 144 Megawatt (MW).

    Untuk diketahui, EDGNEX beroperasi di 11 negara, yakni Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Arab Saudi, Turki, Thailand, Malaysia, Yunani, Spanyol, Finlandia, Italia, termasuk Indonesia.

    Pendiri DAMAC Group Hussain Sajwani mengatakan setelah proses akuisisi lahan yang diselesaikan pada Maret lalu oleh DAMAC, lokasi ini telah memasuki tahap awal konstruksi dengan fase pertama yang diperkirakan siap beroperasi pada Desember 2026.

    Nantinya, pusat data ini akan mengadopsi rak AI berdensitas tinggi, sehingga menetapkan standar baru untuk infrastruktur generasi berikutnya di kawasan Asia Tenggara.

    “Ini adalah pembangunan kedua kami di Indonesia, yang semakin menegaskan komitmen kami untuk menjembatani kesenjangan digital di pasar yang sedang berkembang pesat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia,” kata Sajwani dalam keterangan tertulis, Rabu (18/6/2025).

    Sajwani mengatakan dengan pesatnya adopsi AI di berbagai sektor, proyek ini hadir untuk memenuhi kebutuhan akan infrastruktur yang skalabel dan hemat energi.

    Lebih lanjut, dia mengungkap bahwa proyek pusat data yang mengadopsi AI ini dirancang untuk mendukung gelombang inovasi dan pertumbuhan digital berikutnya.

    “Dengan meningkatnya skala beban kerja AI, kebutuhan akan infrastruktur generasi baru yang lebih kuat dan efisien pun tumbuh dan proyek ini merupakan bagian dari komitmen besar kami di Asia Tenggara, di mana kami telah menginvestasikan lebih dari US$3 miliar untuk pengembangan infrastruktur digital,” ungkapnya.