Category: Bisnis.com Tekno

  • Transformasi Digital Desa & UMKM jadi Jalan untuk Menangkap Peluang Ekonomi

    Transformasi Digital Desa & UMKM jadi Jalan untuk Menangkap Peluang Ekonomi

    Bisnis.com, CIANJUR —Transformasi digital menjadi salah satu jalan bagi desa dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di perdesaan untuk memperkuat daya saing sehingga mampu bertumbuh dan memperluas pasar.

    Harapan tersebut menjadi salah satu poin penting dari acara Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Digitalisasi yang digelar Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di Cianjur, Minggu, 26 Oktober 2025.

    Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur Firman Edi menjelaskan, Pemkab Cianjur mendukung UMKM untuk menggunakan kesempatan transformasi digital sebagai proses adopsi dan adaptasi teknologi digital dalam membuat model bisnis, mengelola operasional dan menyediakan  layanan bagi konsumen di samping melakukan bisnis secara konvensional melalui toko-toko.

    Menurut Firman, pelaku UMKM dan masyarakat desa diharapkan dapat memanfaatkan teknologi yang salah satunya bisa didapat melalui Dinas UMKM dan Koperasi Pemkab Cianjur.

    Dia memberi contoh transformasi ke arah digitalisasi yang telah berlangsung di Kabupaten Cianjur di antaranya adalah  transformasi birokrasi pemerintah yakni pemerintah mendorong penggunaan tanda tangan elektronik, menerapkan digitalisasi dalam hal pelaporan distribusi dan menciptakan terobosan melalui program Cianjur Satu Data

    Selain itu, transformasi mewujud dalam bentuk pemberdayaan ekonomi lokal, pelatihan digitalisasi pasar melalui Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian dengan cara melakukan pemasaran online.

    Lebih lanjut, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskumdagin) telah berkolaborasi dengan pihak lain untuk menyelenggarakan pelatihan Digitalisasi UMKM.

    Diskumdagin, sebutnya, juga telah berkolaborasi dengan PT Telkom dan Institut Pertanian Bogor untuk melatih UMKM dengan pemberian materi seperti pengelolaan toko digital, pemotretan produk, pengelolaan transaksi melalui e-commerce dan media sosial serta melakukan kegiatan lainnya termasuk melakukan pemantauan sebagai bentuk evaluasi.

    Firman menjelaskan bahwa digitalisasi di UMKM membutuhkan analisis mengenai kebutuhan dan tujuan bisnis serta pengetahuan dalam memilih teknologi yang tepat.

    “Untuk itu kalangan UMKM diharapkan bisa mencari tahu dan bertanya agar dapat  langsung berkolaborasi dengan penyedia aplikasi dengan fasilitas yang telah berskala nasional yang selama ini sudah berjalan.”

    Dengan begitu, UMKM diharapkan bisa menunjukkan potensinya di  salah satu fasilitas yang sudah ada seperti melalui layanan pesan antar online di samping tetap memanfaatkan aplikasi desa.

    Untuk menerapkan digitalisasi, Firman mengimbau UMKM untuk mengikuti pelatihan dan pengembangan keterampilan, memanfaatkan media sosial dan pemasaran digital serta memantau dan mengevaluasi kinerja.

    “Digitalisasi UMKM membantu meningkatkan efisiensi operasional, memanfaatkan akses ke pasar yang lebih luas, meningkatkan kualitas layanan, memperkuat daya saing  serta meningkatkan inovasi produk dan layanan”.

    POTENSI BESAR

    Pada kesempatan yang sama, pemateri  menyajikan materi bertema Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Digitalisasi Desa dan UMKM di Kabupaten Cianjur dengan menampilkan profil Cianjur yang menjanjikan potensi besar di sektor pertanian, perikanan, pariwisata, dan UMKM. Namun, di Cianjur juga masih terdapat banyak pelaku usaha desa yang masih belum optimal dalam memanfaatkan teknologi digital.

    Dia memaparkan beberapa tantangan utama seperti akses internet yang belum merata, literasi digital pelaku UMKM yang masih rendah serta pemasaran yang masih konvensional dan terbatas pada pasar lokal.

    Sementara itu, dari sisi peluang digitalisasi, Imam mengungkapkan bahwa infrastruktur internet melalui program BAKTI dan Komdigi mencatat perkembangan. Dia juga mencermati terjadinya peningkatan jumlah pengguna smartphone di desa serta munculnya platform digital baik dalam bentuk marketplace, media sosial, aplikasi digital keuangan.

    Sementara itu, dari sisi pelaksanaan disiapkan strategi berupa edukasi dan literasi digital, pendampingan UMKM, kemitraan dan kolaborasi serta digitalisasi keuangan.

    Dia mengatakan, dampak ekonomi dari pemanfaatan digitalisasi di antaranya berpeluang meningkatkan omzet dengan kisaran antara 30% hingga 50%, memperluas pasar dengan jangkauan hingga ke tingkat nasional dan menciptakan lapangan kerja baru berbasis digital.

    Lebih lanjut, Imam juga menyampaikan sejumlah rencana lanjutan pemerintah yang antara lain mencakup pembentukan Pusat Layanan Digital Desa (Digital Hub) kemudian program Satu Desa, Satu Produk Digital, penguatan Koperasi Digital Desa sebagai agregator UMKM hingga kolaborasi lintas sektor yaitu pemerintahan, swasta, komunitas dan akademisi.

    “Digitalisasi bukan hanya tentang teknologi tetapi tentang membuka akses memperkuat ekonomi Indonesia, ” ujarnya.

  • BAKTI Komdigi Gelar Edukasi Seputar Strategi Digitalisasi ke Usaha Mikro Kecil Menengah di Cianjur

    BAKTI Komdigi Gelar Edukasi Seputar Strategi Digitalisasi ke Usaha Mikro Kecil Menengah di Cianjur

    Bisnis.com, CIANJUR – Terobosan teknologi yang inovatif dan transformatif seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) makin diandalkan dalam memperkuat daya saing dan mendukung operasional usaha mikro kecil menengah (UMKM). 

    Penguasaan teknologi digital terutama kecerdasan buatan oleh pelaku UMKM menjadi salah satu hal penting yang diangkat dalam Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Digitalisasi yang digelar Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu, 26 Oktober 2025. 

    Direktur PT Nextup/Nextup.id, M. Muhaimin, mengatakan, penguasaan pengetahuan dasar tentang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta pengetahuan tentang bagaimana AI diterapkan pada digital marketing akan memudahkan pelaku UMKM dalam menjalankan bisnisnya.

    Dalam paparan bertema Pemanfaatan AI dalam Digital Marketing , Muhaimin membahas strategi bisnis dengan dukungan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) seperti ChatGPT dan Gemini dapat diandalkan untuk membantu menyusun perencanaan bisnis, mencari inspirasi bisnis, melakukan analisis bisnis dan mengevaluasi kinerja bisnis.

    Dia juga menjelaskan, menjalankan bisnis dengan dukungan AI dapat membantu pelaku usaha dalam menemukan ide konten, membuat konten hingga  sistem penjualan melalui pemanfaatan Chat bot.

    “Bisnis [pada waktu dahulu], apa yang kita pikir pertama-tama? Ide bisnis. Adakah kita ngomong segmen pasar, kemudian customer segment, analisis, business model canvas, kemudian analisis risiko. Nah, sekarang belajar hari ini cuma 1 jam, bisa dengan semuanya materi ini,” paparnya.

    Di sisi lain, dia mengingatkan bahwa  pemanfaatan  AI tetap perlu memperhatikan etika, jika tidak maka akan berisiko pada hasil yang deep fakes, atau mendapatkan hasil yang tidak sesuai jika prompt yaitu pertanyaan,  masukan atau instruksinya tidak jelas.

    Di sela-sela pemaparannya, Muhaimin memberi contoh penggunaan AI untuk bisnis keripik pisang, yang dapat dimanfaatkan untuk mencari nama brand/produk keripik pisang, desain ide logo, analisis harga, rasa, dan varian; menentukan segmentasi atau target audiens, hingga mendapatkan model bisnis yang sesuai.

    Dia juga mengingatkan seputar dilematisnya penjualan online karena adanya potongan admin sebagai hal yang perlu dipertimbangkan. “Biasanya UMKM sering salah dalam memasukkan harga jual, harga pokok penjualan [HPP] produk dihitung minimal di atas 30%.”

    STRATEGI MEDSOS

    Pada forum yang sama,  Influencer dari Daily Life, Eli Jamilah, memberikan paparan dengan mengangkat tema Strategi Media Sosial untuk UMKM yang di antaranya adalah dengan mengandalkan peran influencer.

    Dia mengungkapkan, seorang influencer bisa menerima sekitar Rp7 juta setiap kali menerima tawaran endorse. Eli juga memberikan tip menjadi seorang influencer, antara lain dengan meniru konten-konten yang dinilai baik. Selain itu, konten harus jelas dan memiliki ciri khas.

    Dia juga menyarankan pelaku UMKM untuk belajar memasukkan “keranjang kuning”, memanfaatkan aplikasi yang ada seperti TikTok dan Facebook, dan  berlatih berbicara di depan kamera.

    “Everything is content. Jika sudah for you page/fyp [masuk ke halaman utama suatu platform media sosial] satu kali, maka konsistenlah untuk bikin konten terus,” sarannya seraya menyarankan para pelaku UMKM untuk membuat konten pada jam 12 siang ketika jam makan siang, dan pada pukul 18.00 wib ketika kebanyakan orang tengah bersantai.

    Pada sesi berikutnya, pemateri Yudi  , mempresentasikan paparan yang bertema Peluang Strategis Ekonomi Digital untuk UMKM dan Desa se-Cianjur di Era Transformasi Nasional.

    Yudi menjelaskan, seputar ekonomi digital dan arah besar transformasi digital indonesia dengan visi Indonesia Digital 2045 dan 100 Smart Cities. Dia juga menerangkan digitalisasi produk dengan memilih platform yang tepat.

    Dia memberi contoh penggunaan media sosial seperti Instagram yang cocok untuk tujuan membangun kesadaran konsumen, sedangkan platform e-commerce lebih untuk tujuan penjualan.

    Dia juga membahas tentang pembayaran digital dengan penggunaan invoice dan Qris, identitas digital seperti logo dan tagline, analisis data serta penggunaan insight dari aplikasi pihak ketiga.

  • Cara Lacak HP Samsung yang Hilang dengan Cepat dan Tepat

    Cara Lacak HP Samsung yang Hilang dengan Cepat dan Tepat

    Bisnis.com, JAKARTA – Kehilangan handphone Samsung kini bisa diatasi berkat kemajuan teknologi pelacakan handphone yang dimiliki Samsung.

    Sebagai salah satu bagian yang tak terpisahkan, handphone yang hilang bisa menghambat aktivitas sehari-hari, terlebih jika memiliki pekerjaan yang sangat bergantung dengan telepon genggam tersebut.

    Bagi anda yang baru kehilangan handphone, atau ingin mengantisipasi kehilangan HP suatu saat nanti, berikut beberapa cara untuk melacak dan menemukan HP Samsung anda: 

    I. Melacak HP Samsung yang Dimatikan

    Untuk melacak HP Samsung Galaxy yang dimatikan, pastikan HP tersebut sudah mengaktifkan fitur “offline finding” di pengaturan HP tersebut. Cara untuk mengaktifkannya adalah:

    1. Pastikan anda sudah mendaftar akun Samsung.

    2. Buka Pengaturan/Setting

    3. Cari “Find My Mobile” atau “Temukan Ponsel Saya” di pencarian pengaturan

    4. Klik tombol sampai berwarna biru untuk fitur “Allow this phone to be found (Izinkan ponsel ini ditemukan)”, “Send Last Location (Kirimkan lokasi terakhir)”, dan “Offline Finding”. Jika sudah berwarna biru, fitur tersebut sudah aktif

    5. Sebagai tambahan untuk proteksi lebih dari kehilangan HP, aktifkan juga “Theft Protection (Perlindungan dari Pencurian)” di pengaturan Find My Mobile.

    Jika yakin sudah menyalakan fitur tersebut, berikut cara untuk melacak ponsel Samsung Galaxy anda meski dalam keadaan mati.

    1. Buka aplikasi internet di ponsel lain.

    2. Kunjungi situs https://smartthingsfind.samsung.com/ 

    3. Login dengan akun Samsung anda yang terdaftar di ponsel yang hilang

    4. Setelah berhasil masuk, klik ponsel anda yang hilang. Website akan menampilkan lokasi terakhir telepon.

    5. Meskipun ponselnya dimatikan internetnya, perangkat samsung terdekat dari ponsel yang hilang tersebut akan “membantu” mengirim data lokasi ponsel tersebut, selama ponsel yang hilang tidak direset.

    II. Melacak HP Samsung dengan IMEI

    International Mobile Equipment Identity (IMEI) adalah kode yang dimiliki setiap ponsel dan tidak akan berubah. Namun, IMEI tidak bisa digunakan secara langsung untuk melacak ponsel yang hilang secara mandiri, tetapi dapat digunakan untuk dilaporkan ke kepolisian atau operator seluler (kartu SIM) yang digunakan dalam ponsel yang hilang.

    Cara untuk mengetahui IMEI anda adalah:

    1. Ketik *#06# di aplikasi telepon tanpa mengetuk tombol panggilan, lalu nomor IMEI akan langsung muncul secara otomatis.

    2. Buka aplikasi “Setting” atau “Pengaturan” di HP, kemudian buka “About Phone” atau “Tentang Ponsel”. Lalu akan muncul informasi mengenai nomor IMEI HP.

    3. Catat IMEI tersebut untuk dikirimkan kepada pihak kepolisian atau operator seluler untuk melacak HP yang hilang tersebut dengan nomor IMEI. Cara ini akan lebih efektif untuk menemukan ponsel, tetapi harus mengupayakan tenaga lebih.

    III. Melacak dengan Google Mail (GMail)

    Sebagai perangkat Android, Samsung turut dibekali dengan pelacakan lokasi yang dibuat oleh Google. Hal ini dapat membantu anda untuk menemukan ponsel yang hilang, dengan syarat ponsel tersebut sudah terdaftar GMail dan tidak dalam keadaan mati/tidak ada internet.

    Cara untuk menemukan HP Samsung Galaxy dengan GMail adalah:

    1. Buka aplikasi internet

    2. Kunjungi situs google. com/android/find.

    3. Login dengan akun Google yang terdaftar di ponsel yang hilang.

    4. Akan ditampilkan posisi ponsel anda terakhir kalinya di website tersebut.

    Agar tidak kehilangan ponsel, selalu berhati-hati dalam membawa ponsel anda. Selain itu, manfaatkan teknologi “Find My Mobile” dan “Theft Protection” yang dimiliki HP Samsung agar mampu segera melacak ponsel Samsung anda yang hilang secepat dan seakurat mungkin. (Stefanus Bintang)

  • Mitratel Ungkap Pendorong Kenaikan Tenancy Ratio Jadi 1,55 Kali pada Kuartal III/2025

    Mitratel Ungkap Pendorong Kenaikan Tenancy Ratio Jadi 1,55 Kali pada Kuartal III/2025

    Bisnis.com, JAKARTA—  PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (Mitratel) mencatat peningkatan tenancy ratio dari 1,51 menjadi 1,55 pada sembilan bulan pertama tahun ini. 

    Direktur Investasi Mitratel, Hendra Purnama, menjelaskan kenaikan tersebut didorong oleh tingginya permintaan kolokasi dari operator seluler (Mobile Network Operator/MNO) yang terus memperluas jangkauan jaringan 4G. 

    “Sekaligus mempersiapkan infrastruktur layanan 5G,” kata Hendra kepada Bisnis pada Rabu (5/11/2025). 

    Hendra mengatakan ekspansi jaringan ke luar Pulau Jawa, termasuk ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) turut menjadi faktor penting yang mendorong peningkatan tenancy ratio. Menurutnya wilayah-wilayah tersebut kini berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dan membutuhkan dukungan infrastruktur konektivitas yang lebih merata.

    Lebih lanjut, Hendra menyebut Mitratel juga melakukan optimalisasi portofolio menara untuk meningkatkan produktivitas aset dan memperluas potensi kolokasi. Langkah tersebut sejalan dengan strategi perusahaan dalam memperkuat efisiensi operasional dan daya saing bisnis menara di tengah peningkatan kebutuhan jaringan digital. 

    Selain menambah jumlah menara, Mitratel juga memperluas jaringan fiber optic sebagai bagian dari penguatan ekosistem digitalnya. Hingga akhir kuartal III/2025, panjang jaringan fiber Mitratel telah mencapai 55.593 kilometer, tumbuh 40 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). 

    Hendra mengatakan kehadiran jaringan fiber ini menjadi nilai tambah bagi aset menara Mitratel, terutama dalam mendukung kualitas layanan dan kesiapan adopsi teknologi digital di masa depan. 

    “Mitratel juga fokus pada efisiensi biaya operasional (COE) untuk menjaga profitabilitas dan memperkuat kinerja keuangan secara berkelanjutan,” ujar Hendra.

    Sebelumnya, laporan keuangan tiga emiten besar menara hingga kuartal III/2025 menunjukkan pergerakan beragam pada tenancy ratio. Mitratel menjadi satu-satunya perusahaan yang mencatat kenaikan, sementara dua pesaing utamanya, PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG), justru mengalami penurunan. 

    Mitratel mencatat tenancy ratio sebesar 1,55 kali hingga kuartal III/2025, naik dari 1,51 kali pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan mengoperasikan 40.102 menara dengan 61.987 tenant, bertambah 698 menara baru dalam sembilan bulan pertama tahun ini.

    Sebaliknya, TOWR mencatat penurunan tenancy ratio dari 1,64 kali pada 2024 menjadi 1,61 kali per kuartal III/2025, level terendah sejak 2018. TOWR kini mengoperasikan 36.049 menara dengan 58.213 tenant.

    Sementara itu, TBIG mencatat rasio kolokasi sebesar 1,76 kali, turun dari 1,79 kali di akhir 2024 dan 1,83 kali pada kuartal I/2024. TBIG mengelola 24.318 menara dengan 42.771 penyewaan hingga September 2025.

  • Bisnis Data Center AREA Tumbuh 19,4% pada Kuartal III/2025, Kapasitas Masih Luas

    Bisnis Data Center AREA Tumbuh 19,4% pada Kuartal III/2025, Kapasitas Masih Luas

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Dunia Virtual Online Tbk (AREA) atau AREA31 mencatatkan kinerja keuangan positif pada kuartal III/2025, di tengah ekspansi layanan data center yang terus berlanjut. 

    AREA merupakan operator sekaligus pemilik data center AREA31 yang terletak di Depok, Jawa Barat. Data Center tier-III tersebut terletak di perkotaan sehingga mampu menghadirkan latensi yang rendah kepada para pelanggan.

    Mengutip data di laporan keuangan, Selasa (4/11/2025) perusahaan membukukan pendapatan Rp46,36 miliar per akhir September 2025, tumbuh 19,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu Rp38,83 miliar. 

    Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh jasa colocation sebagai segmen andalan, yang berkontribusi sebesar 92% terhadap keseluruhan pendapatan perusahaan.

    Tidak hanya pendapatan yang meningkat, laba kotor juga tumbuh dari Rp20,26 miliar menjadi Rp24,96 miliar pada 9 bulan pertama 2025. 

    Beban pokok pendapatan mengalami kenaikan seiring penambahan fasilitas data center dan intensitas operasional, tercatat Rp21,39 miliar di 2025 dibanding Rp18,56 miliar pada 2024.

    Efisiensi operasional tetap terjaga meski beban usaha bertambah dari Rp11,38 miliar menjadi Rp17,60 miliar, sehingga laba neto perusahaan berhasil naik dari Rp5,14 miliar menjadi Rp6,34 miliar pada kuartal III/2025. Laba sebelum pajak juga mengalami peningkatan menjadi Rp7,39 miliar.

    Dari sisi struktur keuangan, total aset perusahaan tetap stabil di angka Rp287,2 miliar, menegaskan kebijakan konservatif dalam pengelolaan aset tetap dan investasi bisnis infrastruktur digital. Sementara itu, total liabilitas menurun dari Rp59,54 miliar menjadi Rp48,41 miliar, menandakan perbaikan posisi utang perusahaan.

    Sebelumnya, PT Dunia Virtual Online Tbk. (AREA) atau AREA31 menargetkan pendapatan berulang tambahan US$20 juta seiring kerja sama dengan Eutelsat OneWeb.

    Direktur AREA31 Edi Sugianto,  menyampaikan kerja sama strategis AREA dan Eutelsat OneWeb berlangsung selama 10 tahun. Eutelsat OneWeb merupakan penyedia layanan internet satelit orbit rendah (LEO) terkemuka di dunia.

    Kolaborasi ini menandai langkah besar dalam menghadirkan konektivitas digital yang merata dan inklusif ke seluruh penjuru Indonesia dan kawasan Asia-Pasifik. Kerja sama tersebut juga berpotensi menambah pendapatan AREA ke depan.

    “Ada potensi pendapatan US$20 juta dalam 10 tahun kontrak dengan Eutelsat OneWeb,” paparnya setelah penandatanganan kerja sama di Gedung AREA31 Cimanggis, Depok, Rabu (20/8/2025).

    Pada 2025, sambung Edi Sugianto, AREA pun menargetkan pendapatan bisa tumbuh sekitar 30% menjadi Rp80 miliar. Mayoritas pendapatan masih dari jasa kolokasi,

    Pada semester I/2025, perusahaan meraih pendapatan Rp29,39 miliar, naik 16,06% year on year (YoY) dari sebelumnya Rp25,32 miliar. Kontribusi bisnis kolokasi mencapai Rp27,68 miliar.

    Laba neto periode berjalan mencapai Rp3,77 miliar per Juni 2025. Laba tersebut melonjak 297,81% YoY dari Rp949,25 juta pada semester I/2024.

    “Untuk 2025 setidaknya pendapatan naik 30% menjadi Rp80 miliar, dengan penopang utama masih dari bisnis jasa kolokasi,” tuturnya.

    Ke depannya, AREA merencanakan diversifikasi pendapatan melalui jasa virtual office. Virtual office adalah kantor yang tidak memiliki ruangan fisik melainkan penyediaan ruang virtual.

    Namun, para penyewa memiliki hak atas legalitas alamat dari penyedia jasa. Kebutuhan virtual office saat ini pun didorong oleh konsep hybrid dan work from anywhere yang banyak diterapkan perusahaan.

    “Jadi pelanggan layanan data center AREA, dapat menempatkan timnya untuk berkantor di virtual office tersebut. Saat ini pelanggan terus bertambah sehingga kami berencana melakukan ekspansi,” ujarnya.

    Menurut Edi Sugianto, fasilitas pusat data AREA31 yang di Cimanggis, Depok, baru mengoperasikan 2 MW dari kapasitas total 25 MW. Oleh karena itu, potensi pengembangan ke depan masih sangat terbuka.

  • Bisnis Data Center AREA Tumbuh 19,4% pada Kuartal III/2025, Kapasitas Masih Luas

    Bisnis Data Center AREA Tumbuh 19,4% pada Kuartal III/2025, Kapasitas Masih Luas

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Dunia Virtual Online Tbk (AREA) atau AREA31 mencatatkan kinerja keuangan positif pada kuartal III/2025, di tengah ekspansi layanan data center yang terus berlanjut. 

    AREA merupakan operator sekaligus pemilik data center AREA31 yang terletak di Depok, Jawa Barat. Data Center tier-III tersebut terletak di perkotaan sehingga mampu menghadirkan latensi yang rendah kepada para pelanggan.

    Mengutip data di laporan keuangan, Selasa (4/11/2025) perusahaan membukukan pendapatan Rp46,36 miliar per akhir September 2025, tumbuh 19,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu Rp38,83 miliar. 

    Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh jasa colocation sebagai segmen andalan, yang berkontribusi sebesar 92% terhadap keseluruhan pendapatan perusahaan.

    Tidak hanya pendapatan yang meningkat, laba kotor juga tumbuh dari Rp20,26 miliar menjadi Rp24,96 miliar pada 9 bulan pertama 2025. 

    Beban pokok pendapatan mengalami kenaikan seiring penambahan fasilitas data center dan intensitas operasional, tercatat Rp21,39 miliar di 2025 dibanding Rp18,56 miliar pada 2024.

    Efisiensi operasional tetap terjaga meski beban usaha bertambah dari Rp11,38 miliar menjadi Rp17,60 miliar, sehingga laba neto perusahaan berhasil naik dari Rp5,14 miliar menjadi Rp6,34 miliar pada kuartal III/2025. Laba sebelum pajak juga mengalami peningkatan menjadi Rp7,39 miliar.

    Dari sisi struktur keuangan, total aset perusahaan tetap stabil di angka Rp287,2 miliar, menegaskan kebijakan konservatif dalam pengelolaan aset tetap dan investasi bisnis infrastruktur digital. Sementara itu, total liabilitas menurun dari Rp59,54 miliar menjadi Rp48,41 miliar, menandakan perbaikan posisi utang perusahaan.

    Sebelumnya, PT Dunia Virtual Online Tbk. (AREA) atau AREA31 menargetkan pendapatan berulang tambahan US$20 juta seiring kerja sama dengan Eutelsat OneWeb.

    Direktur AREA31 Edi Sugianto,  menyampaikan kerja sama strategis AREA dan Eutelsat OneWeb berlangsung selama 10 tahun. Eutelsat OneWeb merupakan penyedia layanan internet satelit orbit rendah (LEO) terkemuka di dunia.

    Kolaborasi ini menandai langkah besar dalam menghadirkan konektivitas digital yang merata dan inklusif ke seluruh penjuru Indonesia dan kawasan Asia-Pasifik. Kerja sama tersebut juga berpotensi menambah pendapatan AREA ke depan.

    “Ada potensi pendapatan US$20 juta dalam 10 tahun kontrak dengan Eutelsat OneWeb,” paparnya setelah penandatanganan kerja sama di Gedung AREA31 Cimanggis, Depok, Rabu (20/8/2025).

    Pada 2025, sambung Edi Sugianto, AREA pun menargetkan pendapatan bisa tumbuh sekitar 30% menjadi Rp80 miliar. Mayoritas pendapatan masih dari jasa kolokasi,

    Pada semester I/2025, perusahaan meraih pendapatan Rp29,39 miliar, naik 16,06% year on year (YoY) dari sebelumnya Rp25,32 miliar. Kontribusi bisnis kolokasi mencapai Rp27,68 miliar.

    Laba neto periode berjalan mencapai Rp3,77 miliar per Juni 2025. Laba tersebut melonjak 297,81% YoY dari Rp949,25 juta pada semester I/2024.

    “Untuk 2025 setidaknya pendapatan naik 30% menjadi Rp80 miliar, dengan penopang utama masih dari bisnis jasa kolokasi,” tuturnya.

    Ke depannya, AREA merencanakan diversifikasi pendapatan melalui jasa virtual office. Virtual office adalah kantor yang tidak memiliki ruangan fisik melainkan penyediaan ruang virtual.

    Namun, para penyewa memiliki hak atas legalitas alamat dari penyedia jasa. Kebutuhan virtual office saat ini pun didorong oleh konsep hybrid dan work from anywhere yang banyak diterapkan perusahaan.

    “Jadi pelanggan layanan data center AREA, dapat menempatkan timnya untuk berkantor di virtual office tersebut. Saat ini pelanggan terus bertambah sehingga kami berencana melakukan ekspansi,” ujarnya.

    Menurut Edi Sugianto, fasilitas pusat data AREA31 yang di Cimanggis, Depok, baru mengoperasikan 2 MW dari kapasitas total 25 MW. Oleh karena itu, potensi pengembangan ke depan masih sangat terbuka.

  • Telkomsel Raih 5 Penghargaan pada Marketing Excellence Awards 2025

    Telkomsel Raih 5 Penghargaan pada Marketing Excellence Awards 2025

    Bisnis.com, JAKARTA – Telkomsel kembali mengukuhkan posisinya sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia dengan meraih lima penghargaan (dua emas dan tiga perak) dalam ajang Marketing Excellence Awards (MEA) 2025 yang digelar oleh Marketing Interactive. Keberhasilan ini merupakan bentuk apresiasi atas kemampuan Telkomsel dalam menghadirkan kampanye pemasaran dan customer engagement yang inovatif, dan relevan dengan masyarakat digital saat ini.

    Marketing Excellence Awards merupakan ajang penghargaan bergengsi yang didedikasikan untuk mengapresiasi kampanye pemasaran paling strategis, inovatif, dan berdampak di Indonesia.

    Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan “Telkomsel percaya bahwa kekuatan pemasaran tidak hanya terletak pada kreativitas, tetapi juga pada kemampuan untuk lebih memahami pelanggan. Pencapaian di Marketing Excellence Awards 2025 ini menjadi bukti nyata dari komitmen kami untuk terus menghadirkan kampanye dan solusi yang relevan, bermakna, serta berdampak bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran Telkomsel sebagai perusahaan digital yang terus berinovasi beyond telco.”

    Daftar Penghargaan yang Diraih Telkomsel

    Telkomsel berhasil meraih penghargaan di lima kategori strategis:

    Excellence in Social Media Marketing (Gold Award) – The Most Important Unimportant Call.
    Excellence in Consumer Insights / Market Research (Gold Award) – The Most Important Unimportant Call.
    Excellence in B2B Marketing (Silver Award) – Transforming Telkomsel Enterprise’s Engagement and Personalization Model with Cloud-Based Marketing Automation (Telkomsel Enterprise & Merkle Indonesia).
    Excellence in Gaming (Silver Award) – Dunia Games: Unlocking Access, Leveling Up a Nation of Gamers.
    Excellence in Programmatic Marketing (Silver Award) – Ramadan Success Story: Connecting Families, Boosting Revenue (Telkomsel x MD Media x Mediasmart).

    Detail Kampanye dan Use Case Telkomsel

    Kampanye “The Most Important Unimportant Call”

    Kampanye ini berhasil mengubah perspektif publik terhadap makna koneksi manusia di era digital dengan menyoroti kembali pentingnya panggilan suara sebagai bentuk komunikasi yang tulus. Melalui konten emosional di media sosial pada momen Hari Ayah, kampanye ini menghasilkan lebih dari 160.000 interaksi positif dan mendorong peningkatan penggunaan layanan panggilan suara hingga 2,26 juta kali selama periode kampanye.

    Use Case “Transforming Telkomsel Enterprise’s Engagement and Personalization Model with Cloud-Based Marketing Automation”

    Telkomsel Enterprise berhasil mentransformasi strategi komunikasi pelanggan korporat dengan memanfaatkan cloud-based marketing automation. Inisiatif ini meningkatkan lead conversion dari 2,9% menjadi 20,3% dalam satu tahun dan menaikkan performa digital engagement lebih dari 40%, menunjukkan dampak nyata pendekatan berbasis data dalam memperkuat lini bisnis B2B di Indonesia.

    Kampanye “Unlocking Access, Leveling Up a Nation of Gamers”

    Melalui Dunia Games, Telkomsel diapresiasi atas kontribusinya menghadirkan ekosistem gaming yang inklusif. Turnamen seperti Dunia Games Waktu Indonesia Bermain (DGWIB) berhasil menarik 9.500 tim dan 45.000 pemain dengan 40 juta total views. Inisiatif ini mendorong pertumbuhan transaksi gaming sebesar 15% (YoY) dan menjangkau 33 juta akun unik di media sosial dalam 90 hari, menegaskan peran Dunia Games sebagai pusat pertumbuhan komunitas gaming nasional.

    Kampanye “Ramadan Success Story: Connecting Families, Boosting Revenue”

    Telkomsel memanfaatkan momen Ramadan untuk memperkuat koneksi emosional dengan keluarga Indonesia melalui pendekatan media yang inovatif. Bersama MD Media dan Mediasmart, kampanye ini memanfaatkan teknologi Connected TV (CTV) dan OTT platforms untuk menjangkau audiens secara lebih personal dan relevan. Kampanye ini menghasilkan Video Through Rate (VTR) sebesar 91,46%, Click-Through Rate (CTR) 1,02%, peningkatan engagement sebesar 31% dibanding tahun sebelumnya, serta kenaikan aktivitas landing page hingga 112% YoY.

    Capaian di Marketing Excellence Awards 2025 ini menjadi dorongan bagi Telkomsel untuk terus memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pengalaman digital yang bermakna, serta berinovasi mewujudkan transformasi digital Indonesia.

    Tanya Jawab (FAQ) Marketing Excellence Awards 2025:

    T: Berapa banyak penghargaan yang diraih Telkomsel di Marketing Excellence Awards 2025?

    J: Telkomsel meraih total lima penghargaan: dua Emas untuk social media marketing dan consumer insights, serta tiga Perak untuk B2B marketing, gaming, dan programmatic marketing.

    T: Apa faktor kunci bagi Telkomsel sehingga dapat 5 penghargaan sekaligus di ajang Marketing Excellence Awards 2025 ini?

    J: Keberhasilan ini merupakan hasil dari sinergi antara pemanfaatan data yang mendalam, pemahaman perilaku konsumen, serta eksekusi kampanye yang terintegrasi lintas kanal. Telkomsel juga mengedepankan pendekatan berbasis teknologi dan kolaborasi lintas fungsi untuk menciptakan solusi pemasaran yang relevan, personal, dan berdampak nyata bagi pelanggan maupun mitra bisnis.

    T: Apa arti pencapaian di  Marketing Excellence Awards 2025 bagi Telkomsel?

    J: Kemenangan ini menegaskan keberhasilan Telkomsel dalam memanfaatkan data dan teknologi untuk menciptakan kampanye yang relevan dan berdampak. Ini juga memperkuat posisi perusahaan sebagai pemimpin inovasi digital yang fokus pada kebutuhan pelanggan.

  • WhatsApp jadi Kanal Terfavorit Penjahat untuk Lakukan Penipuan di Indonesia

    WhatsApp jadi Kanal Terfavorit Penjahat untuk Lakukan Penipuan di Indonesia

    Bisnis.com, JAKARTA— Aplikasi pesan instan WhatsApp menjadi saluran paling sering digunakan pelaku penipuan (scammer) di Indonesia sepanjang tahun terakhir. 

    Berdasarkan laporan terbaru State of Scams in Indonesia 2025 yang dirilis Global Anti-Scam Alliance (GASA) dan Indosat Ooredoo Hutchison, sebanyak 89% responden yang mengalami percobaan penipuan mengaku dihubungi melalui WhatsApp.

    Temuan ini memperlihatkan mayoritas penipuan di Indonesia terjadi lewat platform dengan fitur Direct Message (DM), seperti aplikasi pesan instan dan SMS. Sebanyak 85% upaya scam dalam 12 bulan terakhir terjadi melalui platform yang memungkinkan komunikasi langsung antara korban dan pelaku.

    Selain WhatsApp, Telegram (40%), Facebook (37%), Gmail (32%), dan Instagram (28%) juga termasuk kanal populer bagi scammer. Sementara itu, TikTok (13%), X (9%), WeChat (3%), Tinder (2%), dan Outlook.com (2%) menempati urutan berikutnya.

    Laporan yang melibatkan 1.000 responden dewasa di Indonesia itu juga mengungkapkan Rp49 triliun (setara US$3,3 miliar) telah dicuri oleh para scammer sepanjang tahun terakhir. Sekitar 14% orang dewasa Indonesia mengaku kehilangan uang akibat penipuan, dengan nilai rata-rata kerugian mencapai Rp1,72 juta per korban.

    Millennial menjadi kelompok yang paling banyak kehilangan uang, rata-rata mencapai Rp1,95 juta, lebih tinggi dibandingkan generasi baby boomers yang kehilangan sekitar Rp1 juta. Bahkan, orang yang mengaku bisa mengenali penipuan pun masih kehilangan uang, dengan rata-rata kerugian sekitar Rp576 ribu per tahun.

    Dalam laporan tersebut disebutkan, dua pertiga orang Indonesia mengaku pernah mengalami percobaan penipuan dalam setahun terakhir, dengan rata-rata 2,2 kali kejadian per tahun. 

    Jenis penipuan yang paling sering ditemui adalah investasi bodong (63%), belanja online palsu (55%), dan penipuan donasi atau amal (55%).

    Lebih dari separuh korban (63%) menyatakan mereka sudah melaporkan kasus tersebut, tetapi banyak yang kecewa karena laporan dianggap tidak ditindaklanjuti atau terlalu rumit untuk diproses. Sebanyak 23% korban bahkan mengaku tidak tahu ke mana harus melapor. 

    GASA pun memberikan sepuluh rekomendasi utama untuk menekan kasus penipuan, antara lain:

    Memberdayakan Konsumen (Empowering Consumers)

        1.    Meluncurkan kampanye nasional terpadu dan permanen untuk meningkatkan kesadaran akan penipuan.

        2.    Mendirikan saluran bantuan nasional bagi korban penipuan, yang dapat diakses secara daring maupun melalui telepon.

        3.    Membuat sistem dukungan terpadu bagi korban yang menyediakan bantuan finansial, hukum, dan psikologis.

    Menciptakan Internet yang Lebih Aman (Creating a Safer Internet)

        4.    Membangun perlindungan infrastruktur bersama penyedia telekomunikasi dan teknologi untuk memblokir penipuan sebelum mencapai konsumen.

        5.    Meningkatkan kemampuan pelacakan penipuan lintas negara dengan mewajibkan transparansi dari penjual, platform, dan penyedia layanan pembayaran. 

    Memperkuat Kerja Sama (Strengthening Cooperation)

        6.    Membentuk jaringan internasional pusat-pusat nasional anti-penipuan, yang menggabungkan penegakan hukum, keamanan siber, dan keahlian sektor swasta.

        7.    Mengembangkan pusat data global untuk berbagi informasi penipuan guna mendeteksi penipuan lintas negara secara waktu nyata.

        8.    Menuntut penyedia layanan agar bertanggung jawab dan dapat dimintai pertanggungjawaban atas penipuan yang terjadi melalui platform mereka.

        9.    Memungkinkan tindakan pencegahan: memberi kewenangan bagi penyedia layanan untuk memperingatkan, memblokir, dan menutup aktivitas penipuan tanpa risiko tanggung jawab hukum yang berlebihan.

        10.    Menciptakan jaringan global untuk investigasi dan penuntutan penipuan guna menargetkan kejahatan terorganisir lintas yurisdiksi.

  • Telkom Raup Rp1,4 Triliun dari Bisnis Data Center Kuartal III/2025, Utilisasi 89%

    Telkom Raup Rp1,4 Triliun dari Bisnis Data Center Kuartal III/2025, Utilisasi 89%

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. membukukan pendapatan sebesar Rp1,4 triliun dari bisnis cloud (komputasi awan) dan data center pada kuartal III/2025. Adapun total utilisasi data center mencapai 89%. 

    Sementara itu jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, pendapatan data center Telkom terkoreksi 6,6% dibandingkan dengan kuartal III/2024 yang saat itu mencatat pendapatan sebesar Rp1,5 triliun.

    Dilansir dari info memo Telkom, Selasa (4/11/2025), bisnis data center Telkom saat ini dijalankan melalui anak perusahaannya NeutraDC. Telkom menangani permintaan yang terus meningkat terhadap infrastruktur data center dan layanan cloud di Indonesia. Hampir seluruh kapasitas yang dimiliki Telkom terisi.

    “Tingkat pemanfaatan kapasitas pusat data NeutraDC saat ini mencapai sekitar 89%, sementara total pemanfaatan pusat data termasuk Telin dan neuCentrIX mencapai 77%,” tulis manajemen Telkom.

    Telkom memiliki 35 data center per September 2025, dengan total kapasitas mencapai 44 Megawatt dan 2.451 rak. Dengan kapasitas yang besar tersebut, Telkom melayani pelanggan yang beragam mencakup penyedia layanan cloud global, penyedia layanan AI, pemerintah, perbankan, dan perusahaan besar.

    “Pusat data dan layanan cloud Telkom mencatat pendapatan Rp1,4 triliun untuk periode September 2025,” tulis manajemen.

    Adapun jika dibandingkan dengan kuartal III/2025, pendapatan tersebut mengalami koreksi dari Rp1,5 triliun pada kuartal III/2024. Nilai tersebut turun 6,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Tidak ada penjelasan lebih data mengenai koreksi pendapatan ini.

    Diketahui, pada NeutraDC Summit 2025, NeutraDC mengumumkan peluncuran dua layanan baru, Neutra Connect dan Neutra Compute, yang memperluas produk menjadi 3C (Colo, Connect, Compute), menekankan fokus strategisnya pada pengembangan AI Fabric dan memperkuat posisinya sebagai pemain ekosistem data center.

    Secara paralel, NeutraDC mendekati penyelesaian konstruksi sipil untuk proyek Hyperscale Data Center di Batam. Telkom juga sedang menyiapkan ekspansi fasilitas Cikarang Campus 2, memastikan pertumbuhan berkelanjutan kapasitas domestik.

    “Ekspansi strategis ini dilaksanakan dengan pandangan jelas ke masa depan dan secara inheren berkomitmen terhadap keberlanjutan dan inovasi,” tulis manajemen.

    Di bidang energi terbarukan, NeutraDC mengintegrasikan energi bertenaga surya dan teknologi pendingin berbasis air untuk meningkatkan efisiensi, sambil merancang pusat data yang dibangun untuk mendukung permintaan densitas daya tinggi yang didorong AI di masa depan.

  • Industri Menara Hadapi Stagnasi Rasio Penyewa Imbas Merger Indosat hingga XLSmart

    Industri Menara Hadapi Stagnasi Rasio Penyewa Imbas Merger Indosat hingga XLSmart

    Bisnis.com, JAKARTA— Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) menilai bisnis menara telekomunikasi  di Indonesia tengah menghadapi fase stagnasi bahkan potensi penurunan, jika hanya diukur dari rasio tenancy atau tingkat penyewaan menara.

    Ketua Umum Mastel, Sarwoto Atmosutarno, mengatakan tren ini dipicu oleh sejumlah faktor struktural dan perubahan teknologi di industri telekomunikasi. 

    Dia menjelaskan, penyebab pertama adalah efisiensi akibat konsolidasi operator seluler menjadi hanya tiga entitas besar. Sementara perusahaan yang merger, akan melakukan efisiensi. 

    Adapun dalam 5 tahun terakhir ada dua merger besar di industri telekomunikasi. Pertama, merger Indosat dan Tri Indonesia. Kedua, merger XL dan Smartfren.

    “Tower adalah salah satu sasaran bisnis efisiensi,” kata Sarwoto kepada Bisnis pada Selasa (4/11/2025).

    Selain itu, lanjut Sarwoto, disrupsi dari perkembangan teknologi Base Transceiver Station (BTS) satelit atau yang dikenal dengan Sat Direct to Device (D2D) juga turut memengaruhi.

    Sarwoto menilai perlu adanya peninjauan ulang terhadap strategi bisnis penyedia menara ke depan.

    Dia menekankan operator menara tidak bisa lagi hanya bergantung pada kekuatan utama berupa tower power, tetapi harus memperluas layanan ke fasilitas lain seperti jaringan fiber optik, backhauling IP core, serta BTS indoor.

    Meski begitu, Sarwoto melihat masih ada peluang di sektor infrastruktur 5G, yang membutuhkan lebih banyak menara dan backhaul untuk mendukung implementasi Internet of Things (IoT), data center, dan cloud. Menurutnya, momentum ini juga menjadi waktu yang tepat bagi para penyedia menara untuk melakukan konsolidasi agar dapat mendukung terbentuknya jaringan netral di masa mendatang.

    “Saatnya tower provider berkonsolidasi untuk mendukung terjadinya teknologi jaringan netral di waktu dekat ini,” tutur Sarwoto.

    Sebelumnya, laporan keuangan tiga emiten besar menara hingga kuartal III/2025 menunjukkan pergerakan beragam pada rasio tenancy. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (Mitratel) menjadi satu-satunya yang mencatat kenaikan, sementara PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) justru mengalami penurunan.

    Mitratel mencatat rasio tenancy sebesar 1,55 kali hingga kuartal III/2025, naik tipis dari 1,51 kali pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan mengoperasikan 40.102 menara dengan 61.987 tenant, bertambah 698 menara baru dalam sembilan bulan pertama tahun ini.

    Sebaliknya, TOWR mencatat penurunan rasio tenancy dari 1,64 kali pada 2024 menjadi 1,61 kali per kuartal III/2025, level terendah sejak 2018. TOWR kini mengoperasikan 36.049 menara dengan 58.213 tenant.

    Sementara itu, TBIG mencatat rasio kolokasi sebesar 1,76 kali, turun dari 1,79 kali di akhir 2024 dan 1,83 kali pada kuartal I/2024. TBIG mengelola 24.318 menara dengan 42.771 penyewaan hingga September 2025.