Category: Bisnis.com Tekno

  • Komdigi Targetkan Tingkat Kesuksesan Startup 8% pada 2026, Andalkan Garuda Spark

    Komdigi Targetkan Tingkat Kesuksesan Startup 8% pada 2026, Andalkan Garuda Spark

    Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan tingkat kesuksesan startup nasional hingga 8% pada 2026. Target tersebut terncantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. 

    Salah satu indikator kinerja utama yang ditetapkan Komdigi adalah success rate startup, yang diukur dari persentase startup aktif yang berhasil mencapai stabilitas bisnis ditandai dengan pendapatan yang stabil atau meningkat dalam kurun waktu satu tahun.

    Berdasarkan data Komdigi tahun 2024, tingkat kesuksesan startup nasional masih berada pada kisaran 1–5%. Ke depan, pemerintah menargetkan peningkatan bertahap, yakni 7% pada 2025, 8% pada 2026, 10% pada 2027, 12% pada 2028, dan mencapai 15% pada 2029.

    Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan Komdigi menjadikan Garuda Spark sebagai instrumen utama dalam pengembangan ekosistem startup nasional. Melalui platform tersebut, pemerintah menyediakan berbagai program, mulai dari pelatihan hingga penguatan talenta digital.

    Selain itu, Komdigi berharap seluruh proses pembelajaran serta keterhubungan dengan calon investor dapat terintegrasi dalam satu wadah yang sama.

    “Dan juga memang lokal-lokal talentnya yang memang sudah ada itu juga kita harapkan bisa kita rangkul melalui sebuah wadah yang namanya Garuda Spark,” kata Meuty, Senin (5/1/2026)

    Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Komdigi 2025–2029, startup telah menjadi salah satu penggerak ekonomi digital Indonesia dengan kontribusi mencapai 4% terhadap PDB nasional. Selain itu, Indonesia menempati peringkat ke-36 dari 119 negara dalam Global Startup Ecosystem Index 2024. 

    Meski demikian, berbagai tantangan struktural masih menghambat peningkatan kualitas dan keberlanjutan startup. Renstra Komdigi mencatat, lebih dari 57% persebaran startup masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, terutama di Jabodetabek, Malang, dan Bandung. 

    Sekitar 48,1% startup didominasi skala usaha mikro yang menghadapi keterbatasan infrastruktur, sumber daya manusia terampil, serta minimnya koneksi ke inkubator dan industri. Selain itu, 70% pendanaan startup digital masih berpusat di Jabodetabek.

    Akses pendanaan menjadi tantangan utama lainnya. Sebanyak 34,1% startup di Indonesia mengalami kendala modal usaha. Meskipun total investasi ke Indonesia meningkat setiap tahun, pendanaan startup justru mengalami penurunan signifikan pada 2022, dari US$11.352 juta menjadi US$3.698 juta. Kondisi ini diperparah oleh kualitas startup yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi investor, sehingga investor cenderung lebih berhati-hati dalam menyalurkan pendanaan.

    Renstra juga menyoroti potensi besar angel investor di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal akibat rendahnya awareness dan pendekatan yang terbatas. Untuk itu, Komdigi mendorong peningkatan awareness melalui forum networking dan penguatan jejaring investasi.

    Dari sisi inovasi, sekitar 32,7% startup masih bergerak di bidang general, yang cenderung menghasilkan inovasi umum dengan daya saing rendah. Keterbatasan riset dan pengembangan juga menjadi hambatan, mengingat Indonesia baru memiliki 166 creative hub yang mayoritas terpusat di Jakarta, Bandung, dan Bali, serta hanya 14 lembaga inkubator tersertifikasi dari total 389 lembaga yang ada.

    Ketersediaan talenta digital turut menjadi tantangan krusial. Data Renstra menunjukkan 90% perusahaan menilai tenaga kerja digital belum memenuhi kebutuhan industri, sementara 52% perusahaan kesulitan menemukan pekerja dengan keterampilan digital yang tepat. Kapasitas founder dan talenta teknis yang masih terbatas, termasuk mindset global dan kecepatan adaptasi teknologi, turut memengaruhi rendahnya tingkat inovasi startup nasional.

  • China Peringatkan PBB tentang Ancaman Keamanan di Balik Starlink Milik Elon Musk

    China Peringatkan PBB tentang Ancaman Keamanan di Balik Starlink Milik Elon Musk

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah China peringatkan PBB tentang isu risiko keamanan dari satelit orbit rendah Starlink yang dioperasikan oleh SpaceX milik Elon Musk.

    Dalam sebuah acara informal Dewan Keamanan PBB, perwakilan China menyampaikan bahwa pertumbuhan aktivitas ruang angkasa komersial yang sangat cepat, jika dibiarkan tanpa regulasi yang efektif, dapat memunculkan tantangan keamanan yang serius.

    ​Melansir dari South China Morning Post Selasa (06/01/2026), diplomat tersebut menyatakan bahwa proliferasi konstelasi satelit komersial yang tidak terkendali oleh negara telah menciptakan risiko keselamatan yang nyata. 

    Pihak China tersebut secara spesifik merujuk pada konstelasi Starlink milik Elon Musk, dengan menyatakan bahwa kepadatan satelit tersebut memadati sumber daya frekuensi orbit data yang digunakan bersama oleh semua satelit untuk komunikasi dan secara drastis meningkatkan risiko tabrakan di luar angkasa.

    ​Kekhawatiran ini didukung oleh data statistik terkini mengenai populasi satelit di orbit. Saat ini, tercatat ada sebanyak 12.955 satelit aktif yang berada di orbit rendah Bumi. 

    Dari jumlah total tersebut, dominasi SpaceX sangat mencolok, di mana sekitar 8.500 satelit atau lebih dari 66% merupakan bagian dari konstelasi Starlink. Angka ini diproyeksikan akan terus bertambah. 

    CEO SpaceX Elon Musk telah menyatakan bahwa konstelasi Starlink pada akhirnya dapat mencakup lebih dari 42.000 satelit, meskipun saat ini perusahaan tersebut baru memegang izin peluncuran untuk 12.000 unit. 

    ​Perwakilan China menyoroti insiden nyata sebagai bukti dari bahaya yang ditimbulkan oleh kepadatan ini. Diplomat tersebut mengutip beberapa insiden. Salah satu contohnya adalah situasi pada 2021 silam, yang di mana satelit Starlink dan stasiun luar angkasa China hampir bertabrakan.

    Dalam insiden tersebut, satelit Starlink dilaporkan melakukan pendekatan jarak dekat yang berbahaya terhadap stasiun luar angkasa China. 

    ​Selain risiko tabrakan, China juga mengangkat isu kesenjangan teknologi dan risiko bagi negara-negara berkembang. 

    Perwakilan tersebut mengatakan bahwa bagi wahana antariksa yang dioperasikan oleh negara-negara berkembang yang mungkin kurang memiliki kemampuan kendali orbit, kesadaran situasional ruang angkasa, atau waktu reaksi yang memadai kepadatan satelit komersial ini merupakan risiko besar.

    ​Aspek keamanan nasional dan militer juga menjadi sorotan utama dalam peringatan tersebut. Dia memperingatkan bahwa satelit komersial kini makin sering digunakan untuk tujuan pengintaian dan komunikasi di medan perang. 

    ​Merespons situasi orbit rendah Bumi yang makin padat sejak tahun 2018, perwakilan China mendesak negara-negara untuk menegakkan regulasi yang lebih baik terhadap aktivitas ruang angkasa komersial mereka. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • 6 Produk Apple yang Siap Rilis 2026, Ada iPhone 17e hingga iPad Air M4

    6 Produk Apple yang Siap Rilis 2026, Ada iPhone 17e hingga iPad Air M4

    Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan raksasa teknologi Apple dikabarkan akan melakukan peluncuran 6 produk perangkat keras baru di tahun 2026. Produk tersebut meliputi pembaruan di lini MacBook Pro, MacBook Air, dan iPad, serta memperkenalkan model iPhone baru.

    Berikut adalah rincian enam produk Apple yang diprediksi meluncur awal tahun ini, melansir dari 9TO5Mac Selasa (06/01/2026):

    1. MacBook Pro 14 inci dan 16 inci

    Pembaruan yang paling dinantikan oleh para profesional adalah kehadiran MacBook Pro ukuran 14 inci dan 16 inci yang ditenagai oleh chip M5 Pro dan M5 Max. Sebelumnya, pada musim gugur lalu, Apple telah memperkenalkan chip M5 standar pada tiga produk, yaitu MacBook Pro 14 inci, iPad Pro, dan Vision Pro. 

    Namun, versi Pro dan Max dari Apple terbaru tersebut belum tersedia hingga saat ini. Pola peluncuran ini menyerupai strategi Apple pada Januari 2023, ketika perusahaan tersebut merilis versi M2 Pro dan M2 Max untuk MacBook Pro. 

    Peluncuran model baru ini diharapkan akan memberikan kenaikkan performa bagi pengguna profesional yang membutuhkan daya komputasi lebih tinggi.

    2. MacBook 12,9 inci 

    Selain menyasar pasar premium, Apple juga dikabarkan akan merambah segmen laptop yang mprediksi bahwa Apple akan merilis MacBook berukuran 12,9 inci plebih terjangkau. Analis Jeff Pu meada pertengahan kuartal pertama tahun 2026. 

    Perangkat ini disinyalir akan menggunakan chip A18 Pro, sekelas dengan yang digunakan pada iPhone dan akan tersedia dalam berbagai pilihan warna yang menarik. 

    Menurut analisis tersebut, Apple berupaya untuk bersaing melawan Chromebook dan PC Windows yang lebih murah. Harga yang dirumorkan untuk perangkat ini berada di kisaran $599-$699 atau sekitar Rp10-12 juta.

    3. iPad 

    iPad model dasar diperkirakan juga akan mendapatkan pembaruan internal. Setelah model tahun lalu hanya mendapatkan peningkatan spesifikasi ke chip A16 Bionic, iPad generasi berikutnya diharapkan hadir dengan chip A18. Peningkatan spesifikasi ini diperlukan untuk memungkinkan dukungan terhadap fitur Apple Intelligence.

    Meskipun detail lainnya masih minim, desain fisik iPad ini diperkirakan tidak akan mengalami perubahan besar, dengan fokus utama pembaruan pada komponen internal.

    4. iPad Air M4

    Meskipun ada laporan mengenai pengembangan iPad Air dengan layar OLED, teknologi tersebut kemungkinan baru akan diluncurkan tahun depan. Model M4 iPad Air yang akan datang dalam beberapa bulan ke depan diprediksi akan menawarkan performa yang lebih tinggi dan pilihan warna baru, namun tetap mempertahankan desain yang serupa dengan pendahulunya. 

    5. iPhone 17e

    Apple sedang mengerjakan iPhone 17e yang dijadwalkan rilis awal tahun ini sebagai penerus iPhone 16e. Perangkat ini dikabarkan mengusung chip A19, fitur Dynamic Island, kamera depan Center Stage, dan dukungan MagSafe. Dengan satu kamera belakang dan harga sekitar US$599.

    6. MacBook Air M5

    MacBook Air juga akan menerima pembaruan chip ke versi M5 pada awal tahun ini. Informasi mengenai pembaruan ini masih terbatas, namun diketahui bahwa model ini akan tetap tersedia dalam ukuran 13 inci dan 15 inci seperti model M4 saat ini. Tidak ada perubahan desain eksternal yang diharapkan, dengan fokus utama pada peningkatan efisiensi dan kecepatan yang ditawarkan oleh chip M5, serta beberapa peningkatan kecil lainnya. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Komdigi Targetkan Rerata Kecepatan Seluler 60 Mbps pada 2026, Ini Tantangannya

    Komdigi Targetkan Rerata Kecepatan Seluler 60 Mbps pada 2026, Ini Tantangannya

    Bisnis.com, JAKARTA— Target Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk meningkatkan kecepatan rata-rata layanan internet bergerak (mobile broadband) menjadi 60 Mbps pada 2026 membutuhkan dukungan infrastruktur serat optik. 

    Dalam dokumen tersebut, Komdigi juga mematok kenaikan bertahap kecepatan mobile broadband menjadi 70 Mbps pada 2027, 80 Mbps pada 2028, hingga mencapai 100 Mbps pada 2029. 

    Menanggapi target tersebut, Pengamat Telekomunikasi Kamilov Sagala menilai kecepatan mobile broadband saat ini pada umumnya masih berada di kisaran 20 hingga 50 Mbps. 

    “Kalau hal ini dinaikan jadi 60 Mbps dengan nilai atau harga yang sama, maka masih dipilih konsumen,” kara Kamilov kepada Bisnis pada Selasa (6/1/2026). 

    Namun, Kamilov menilai peningkatan kecepatan mobile broadband sebaiknya dilakukan dengan lompatan yang lebih signifikan, yakni langsung ke kisaran 70 hingga 80 Mbps, agar memberikan nilai tambah yang lebih terasa bagi pengguna. 

    Di sisi lain, dia juga mengingatkan percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pelayanan universal masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama yang berada di bawah tanggung jawab Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) sebagai pelaksana program Kewajiban Pelayanan Universal atau Universal Service Obligation (USO).

    Kamilov menjelaskan pelaksanaan USO oleh BAKTI saat ini masih berjalan sangat hati-hati sebagai dampak dari sejumlah peristiwa hukum yang terjadi sebelumnya. 

    Kondisi tersebut membuat pergerakan pembangunan infrastruktur dinilai berjalan lambat, terutama di wilayah timur Indonesia yang masih dihadapkan pada gangguan keamanan dan cuaca ekstrem.

    “Cukup sulit dan berat mencapai target BTS 4G/LTE, bisa dikecualikan jika operator seluler sudah gelar infrastruktur juga disana,” katanya. 

    Pandangan senada disampaikan Pengamat Telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ian Joseph Matheus Edward. 

    Dia menekankan fiberisasi menjadi faktor kunci dalam menentukan kecepatan dan stabilitas layanan broadband, baik untuk jaringan akses hingga backbone dan backhaul. 

    Dia mengatakan sebagai negara kepulauan, pemerataan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia memang harus dilakukan secara bertahap.

    “Target memang harus bisa dicapai khususnya daerah utama atau kota besar,” kata Ian. 

    Terkait kecepatan layanan saat ini, dia menilai kondisi tersebut dapat dilihat dari paket internet broadband yang masih dipasarkan, di mana sebagian penyelenggara masih menawarkan kecepatan minimum sekitar 30 Mbps. 

    Berdasarkan hasil penelitian Institut Teknologi Bandung (ITB), preferensi masyarakat terhadap layanan internet menempatkan stabilitas sebagai prioritas utama, disusul ketersediaan layanan, kecepatan, dan harga.

    Ian menegaskan fiberisasi menjadi kunci agar layanan universal dapat benar-benar menikmati kualitas jaringan 4G. 

    Khusus untuk wilayah Papua dan Papua Barat, dia menilai pendekatan kombinasi infrastruktur melalui fiberisasi, microwave link, dan satelit diperlukan agar layanan 4G didukung oleh backbone dan backhaul berbasis serat optik, sehingga kualitas jaringan tidak hanya tersedia tetapi juga memiliki kecepatan dan stabilitas yang memadai.

    “Sehingga bukan hanya ketersediaan saja, tetapi kecepatan dan stabilitas juga terjaga dan biaya yang terjangkau masyarakat setempat. Melihat lebih jauh seberapa besar dampak sosial dan ekonomi ke masyarakat dengan masukannya internet, sehingga daya beli meningkat untuk data internet,” katanya.

    Lebih lanjut, Ian menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur yang menyeluruh, mulai dari backbone, backhaul, hingga jaringan akses ke rumah. 

    Dia juga menyoroti perlunya penyesuaian model investasi operator dengan mendorong pergeseran belanja modal (capital expenditure/capex) ke belanja operasional (operational expenditure/opex). Menurutnya, regulasi perlu memperhatikan beban yang ditanggung operator agar tetap berada dalam kondisi keuangan yang sehat, sehingga kebutuhan capex untuk pembangunan infrastruktur dapat ditekan dan dialihkan secara lebih optimal ke opex.

    Tidak hanya target 60 Mbps pada 2026, Ian menilai sasaran kecepatan mobile broadband hingga 100 Mbps pada 2029 dapat tercapai apabila seluruh pemangku kepentingan memiliki fokus yang sama dalam menghadirkan layanan internet yang berkualitas bagi masyarakat.

    “Target 100 Mbps dapat terwujud  apabila semua pihak fokus memberikan internet rakyat yang stabil. Tersedia, cepat dan aman,” pungkasnya.

  • Jadwal dan Panduan Lengkap untuk Membuat Akun SNPMB 2026

    Jadwal dan Panduan Lengkap untuk Membuat Akun SNPMB 2026

    Bisnis.com, JAKARTA — Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 sudah dimulai, dan para siswa kini bisa melakukan registrasi akun Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) mulai 12 hingga 18 Februari 2026.

    Proses ini wajib dilakukan oleh semua siswa, baik yang lulus pada tahun 2026 maupun siswa gap year yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

    Bagi kamu yang masih bingung mengenai cara mendaftar, berikut adalah panduan lengkap dan mudah untuk membuat akun SNPMB.

    Cara Membuat Akun SNPMB

    Berikut adalah langkah-langkah yang perlu kamu ikuti dengan seksama untuk membuat akun SNPMB:

    1. Kunjungi Situs Resmi SNPMB
    Buka laman resmi SNPMB di https://portal.snpmb.id/.

    2. Klik Tombol Masuk
    Setelah itu, klik tombol “Masuk” yang ada di halaman utama.

    3. Pilih Opsi Daftar Akun
    Pada halaman berikutnya, pilih opsi “Daftar Akun” untuk memulai pendaftaran.

    4. Pilih Jenis Akun
    Pilih jenis akun yang akan dibuat, yaitu “Daftar Akun Siswa”.

    5. Masukkan Data Pribadi
    Isi kolom yang muncul dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), dan tanggal lahir kamu.

    6. Klik Tombol Selanjutnya
    Klik tombol “Selanjutnya” untuk melanjutkan proses.

    7. Verifikasi Data Otomatis
    Data kamu akan muncul secara otomatis dari Pusat Data dan Statistik Pendidikan (Pusdatin). Pastikan data yang muncul sudah sesuai.

    8. Masukkan Email Aktif
    Isi alamat email aktif yang akan digunakan untuk registrasi dan komunikasi lebih lanjut.

    9. Konfirmasi Email
    Masukkan kembali alamat email tersebut di kolom Konfirmasi Email.

    10. Centang Pernyataan
    Centang kotak yang menyatakan bahwa data yang kamu masukkan sudah benar.

    11. Klik Tombol Daftar
    Klik tombol “Daftar” untuk melanjutkan proses pendaftaran akun.

    12. Aktivasi Akun Melalui Email
    Cek email yang kamu daftarkan untuk mendapatkan link aktivasi. Jangan lupa cek folder Spam jika tidak ada di Inbox.

    13. Klik Link Aktivasi
    Klik link yang ada di email untuk mengaktivasi akun SNPMB.

    14. Login ke Portal SNPMB
    Kembali ke situs SNPMB dan login menggunakan email dan password yang sudah didaftarkan.

    15. Verifikasi Data
    Periksa data yang muncul di halaman verifikasi. Pastikan semua data yang terisi sudah benar.

    17. Lengkapi Kolom Data yang Kosong
    Isi kolom yang masih kosong, seperti nomor telepon yang bisa dihubungi, penghasilan ayah dan ibu, dan jumlah tanggungan orang tua/wali

    18. Jika ada kesalahan data yang diambil dari database, segera laporkan ke pihak sekolah untuk diperbaiki.

    19. Klik Selanjutnya
    Setelah semua data terisi, klik tombol “Selanjutnya”.

    20. Unggah Pasfoto Terbaru
    Unggah foto terbaru yang sesuai dengan ketentuan yang ditentukan.

    21. Sesuaikan Foto dengan Petunjuk
    Sesuaikan foto sesuai petunjuk di layar dan klik Selanjutnya.

    22. Periksa Data Akhir
    Periksa kembali semua data yang kamu masukkan. Jika sudah benar, klik Simpan.

    23. Pernyataan Data Benar
    Klik kotak pernyataan bahwa data yang dimasukkan sudah benar dan tidak dapat diubah lagi.

    24. Simpan Bukti Pendaftaran
    Klik Simpan Permanen dan unduh bukti permanen pendaftaran akun SNPMB. Simpan bukti ini dengan baik karena ini adalah bukti resmi registrasi akun SNPMB.

    Jadwal Penting SNBP 2026

    Selain pembuatan akun, ada beberapa jadwal penting yang perlu kamu ketahui untuk mengikuti SNBP 2026. Berikut adalah tanggal-tanggal yang harus kamu ingat:

    – Pengumuman Kuota Sekolah: 29 Desember 2025
    – Masa Sanggah Kuota Sekolah: 29 Desember 2025 – 15 Januari 2026
    – Registrasi Akun SNPMB untuk Sekolah: 5 – 26 Januari 2026
    – Pengisian PDSS oleh Sekolah: 5 Januari – 2 Februari 2026
    – Registrasi Akun SNPMB untuk Siswa: 12 Januari – 18 Februari 2026
    – Pendaftaran SNBP: 3 – 18 Februari 2026
    – Pengumuman Hasil SNBP: 31 Maret 2026

    Jadwal UTBK-SNBT 2026

    Untuk para peserta UTBK-SNBT 2026, berikut adalah jadwal penting yang juga harus diperhatikan:
    – Registrasi Akun SNPMB Siswa: 12 Januari – 07 April 2026
    – Pendaftaran UTBK-SNBT: 25 Maret – 07 April 2026
    – Pembayaran Biaya UTBK: 25 Maret – 08 April 2026
    – Pelaksanaan UTBK: 21 – 30 April 2026
    – Pengumuman Hasil SNBT: 25 Mei 2026
    – Masa Unduh Sertifikat UTBK: 02 Juni – 31 Juli 2026

    Dengan mengikuti panduan dan memperhatikan jadwal-jadwal penting ini, kamu akan lebih siap untuk menghadapi proses Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 dan UTBK-SNBT 2026. Jangan lupa untuk mendaftar akun SNPMB tepat waktu dan simpan bukti pendaftarannya dengan baik. (Nur Amalina)

  • CEO Microsoft Satya Nadella Tegaskan AI Bukan Sekadar Konten Tak Bermutu Slop

    CEO Microsoft Satya Nadella Tegaskan AI Bukan Sekadar Konten Tak Bermutu Slop

    Bisnis.com, JAKARTA— CEO Microsoft Satya Nadella meminta publik dan industri teknologi untuk berhenti memandang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai “slop”, istilah yang merujuk pada konten AI berkualitas rendah, dan mulai melihatnya sebagai alat pendukung produktivitas manusia.

    Pernyataan tersebut disampaikan Nadella melalui blog pribadinya, tidak lama setelah Merriam-Webster menetapkan kata “slop” sebagai word of the year. 

    Dalam konteks teknologi, AI slop digunakan untuk menggambarkan konten yang dihasilkan AI secara massal, cepat, namun minim kualitas, seperti tulisan dangkal, gambar asal-asalan, atau video repetitif yang banyak beredar di media sosial.

    Nadella menilai cara pandang tersebut perlu diubah. Dia mengajak publik memaknai AI sebagai “bicycles for the mind”, yakni alat yang memperkuat kemampuan berpikir manusia, bukan menggantikannya.

    “Ada konsep baru yang mengembangkan gagasan ‘bicycles for the mind’ sehingga kita selalu memandang AI sebagai penopang potensi manusia, bukan sebagai pengganti,” tulis Nadella dikutip dari laman TechCrunch pada Selasa (6/1/2026).

    Dia juga menekankan pentingnya keluar dari perdebatan soal konten murahan versus kecanggihan teknologi, dan mulai membangun keseimbangan baru dalam memahami hubungan manusia yang kini didukung alat penguat kognitif berbasis AI.

    Pandangan tersebut muncul di tengah kekhawatiran luas bahwa AI akan menggantikan banyak pekerjaan manusia. Sejumlah pelaku industri bahkan memasarkan teknologi AI sebagai pengganti tenaga kerja untuk menegaskan nilai ekonominya.

    CEO Anthropic Dario Amodei, misalnya, memperingatkan AI berpotensi menghilangkan hingga setengah dari pekerjaan kerah putih level pemula dalam lima tahun ke depan, yang dapat mendorong tingkat pengangguran ke kisaran 10% hingga 20%.

    Namun, dampak nyata AI terhadap ketenagakerjaan masih beragam. Riset Project Iceberg dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) memperkirakan AI saat ini mampu menangani sekitar 11,7% dari total pekerjaan berbayar manusia. 

    Angka tersebut bukan berarti AI menggantikan hampir 12% pekerjaan, melainkan menunjukkan porsi tugas dalam suatu pekerjaan yang bisa dialihkan ke AI, seperti administrasi keperawatan atau penulisan kode komputer.

    Beberapa profesi memang mengalami tekanan signifikan, antara lain desainer grafis korporasi, penulis konten pemasaran, serta lulusan baru programmer tingkat junior. Namun, pekerja dengan keahlian tinggi di bidang seni, penulisan, dan pemrograman justru dinilai mampu menghasilkan kinerja yang lebih baik dengan bantuan AI.

    Laporan proyeksi ekonomi Vanguard 2026 mencatat sekitar 100 jenis pekerjaan yang paling terpapar otomatisasi AI justru menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja dan kenaikan upah riil yang lebih tinggi dibandingkan sektor lain. Vanguard menyimpulkan pekerja yang mampu memanfaatkan AI secara efektif cenderung menjadi lebih bernilai.

    Di sisi lain, Microsoft sendiri mencatat pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih dari 15.000 karyawan sepanjang 2025, meskipun perusahaan membukukan pendapatan dan laba tertinggi. Dalam memo internalnya, Nadella menyebut transformasi AI sebagai salah satu fokus utama perusahaan di era baru.

    Menurut laporan firma Challenger, Gray & Christmas yang dikutip CNBC, AI disebut berkontribusi terhadap hampir 55.000 PHK di Amerika Serikat sepanjang 2025, termasuk di perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Salesforce, dan Microsoft.

    Meski demikian, berbagai laporan menilai gelombang PHK tersebut lebih dipengaruhi oleh pergeseran strategi bisnis dan alokasi investasi, bukan semata-mata efisiensi kerja akibat penggunaan AI.

    Sementara itu, penggunaan AI untuk hiburan tetap berkembang pesat. Konten meme, gambar, dan video pendek berbasis AI yang kerap disebut sebagai “AI slop” masih menjadi salah satu bentuk pemanfaatan AI yang paling banyak dikonsumsi publik.

  • Intel Klaim Telah Produksi Cip Tercanggih di AS, Lampaui AMD

    Intel Klaim Telah Produksi Cip Tercanggih di AS, Lampaui AMD

    Bisnis.com, JAKARTA — Intel memperkenalkan cip Core Ultra Series 3 di Consumer Electronic Show (CES) 2026 yang diadakan di Las Vegas. Intel mengklaim ini sebagai cip paling canggih yang pernah diproduksi di Amerika Serikat. 

    Core Ultra Series 3 diklaim memiliki performa yang sangat bagus, dengan grafis dan daya tahan baterai yang luar biasa. Tidak hanya itu, cip ini juga sudah disertifikasi untuk digunakan dalam teknologi canggih seperti robotika dan kota pintar.

    Intel meluncurkan beberapa tipe chip untuk model ini, yaitu Core 7, 9, X7, dan X9. semua chip ini memiliki 16 inti thread dan juga dilengkapi dengan 12 inti grafis Xe, yang lebih banyak dari chip biasa yang hanya memiliki 4 inti grafis.

    Selain itu, chip ini juga menawarkan kinerja Neural Processing Unit (NPSU) di hampir semua chip dengan total 50 PTOPS.

    Dilansir dari Engadget Selasa (06/01/2026), chip ini terkenal dengan dua alasan utama, pertama, Intel mengklaim ini merupakan chip paling canggih yang pernah diproduksi di Amerika Serikat. Kedua, ini pembuatan pertama kali yang dibuat dengan menggunakan proses 18A intel. 18A adalah singkatan dari 18 Angstrom.

    Sebelumnya 18A merupakan upaya penting rencana penyelamatan CEO Intel sebelumnya, Pat Gelsinger, untuk mengembalikan posisi teratas di dunia chip. Namun, hal tersebut tidak berjalan mulus, rencana ini tidak cukup cepat untuk mencegah CEO tersebut dilengserkan. 

    Proses 18A ini adalah langkah besar bagi Intel, karena ukuran transistor di chip menjadi sangat kecil, ukuran nya hanya sekitar 1,8 nanometer hampir setara dengan proses paling canggih yang ada saat ini. Meski demikian, Intel sempat mengalami beberapa kendala dalam produksi 18A. Banyak chip yang cacat dan hasil produksi yang rendah.

    Namun, CEO baru Intel, Lip Bu-Tan, mengatakan perusahaan saat ini sudah lebih cepat dalam produksi chip imi, yang bisa menjadi perubahan besar di pasar chip global.

    Cip ini nantinya akan digunakan oleh banyak merek laptop terkenal seperti HP, Acer, Lenovo, Dell, dan Samsung, dan akan tersedia di pasar pada tahun ini.

    Intel berharap Core Ultra Series 3 akan menjadi langkah awal untuk kebangkitan mereka dalam persaingan chip global, terutama setelah beberapa tahun terakhir mereka mengalami banyak tantangan. (Nur Amalina)

  • Microsoft Cegah Penggunanya Unduh Google Chrome, Ini yang Dilakukan

    Microsoft Cegah Penggunanya Unduh Google Chrome, Ini yang Dilakukan

    Bisnis.com, JAKARTA— Microsoft memiliki strategi baru untuk menekan pengguna Windows agar tidak mengunduh Google Chrome. 

    Peramban web tersebut dikenal sebagai salah satu browser paling populer di dunia dengan basis pengguna global mencapai lebih dari 3 miliar orang sejak diluncurkan pada 2008.

    Di sisi lain, Microsoft juga memiliki peramban sendiri yakni Microsoft Edge, yang menjadi browser bawaan Windows dan telah digunakan oleh ratusan juta pengguna aktif secara global.

    Melansir laman Slashgear pada Selasa (6/1/2026) upaya tersebut dilakukan dengan menonjolkan berbagai keunggulan Microsoft Edge ketika pengguna mencoba mengunduh Google Chrome melalui browser bawaan Windows 11 tersebut. 

    Kini, pengguna akan dihadapkan pada serangkaian pop-up yang mengajak mereka mempertimbangkan kembali keputusan berpindah ke browser milik Google.

    Alih-alih meminta pengguna tetap setia, pop-up tersebut menekankan fitur keamanan Microsoft Edge, seperti mode penjelajahan privat, pemantauan kata sandi, serta perlindungan tambahan terhadap ancaman daring. 

    Tautan yang disertakan akan mengarahkan pengguna ke halaman khusus berisi penjelasan lebih lanjut mengenai sistem keamanan Edge.

    Selain aspek keamanan, Microsoft juga menyoroti fitur lain yang dimiliki Microsoft Edge, termasuk dukungan alat berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), fitur perbandingan harga saat berbelanja daring, sinkronisasi tab lintas perangkat, serta efisiensi penggunaan baterai. Strategi ini menjadi bagian dari upaya Microsoft untuk meningkatkan pangsa pasar Microsoft Edge di tengah dominasi Google Chrome.

    Di luar persaingan antara Microsoft Edge dan Google Chrome, pengguna Windows juga memiliki berbagai alternatif browser lain. 

    Microsoft Edge sendiri diklaim memiliki tingkat keamanan lebih tinggi dibanding Google Chrome, dengan konsumsi RAM dan CPU yang lebih rendah. Browser ini juga mendukung ekstensi miliknya sendiri maupun ekstensi dari Chrome Web Store, serta terintegrasi dengan berbagai layanan Microsoft dan Windows.

    Microsoft Edge turut menawarkan fitur eksklusif seperti Collections, yang memungkinkan pengguna mengumpulkan halaman web dan catatan untuk kemudian dikirim ke Microsoft Excel, Word, atau PowerPoint.

    Sementara itu, browser lain seperti Brave juga menjadi pilihan dengan fokus pada keamanan dan privasi, menawarkan pemblokiran iklan yang lebih agresif, waktu muat halaman yang lebih cepat, serta penggunaan sumber daya sistem yang lebih efisien. 

    Ada pula Orion, browser besutan Kagi yang menitikberatkan pada privasi dan performa, meski hingga Desember 2025 masih terbatas pada perangkat macOS dan iOS.

    Dengan berbagai pendekatan tersebut, Microsoft berupaya mempertahankan Microsoft Edge sebagai pilihan utama pengguna Windows, di tengah pasar browser yang kian kompetitif dan tidak lagi didominasi oleh dua pemain besar saja.

  • AMD Rilis Prosesor AI PC dan Gaming Ryzen AI 400, Klaim Lebih Ngebut dari Intel

    AMD Rilis Prosesor AI PC dan Gaming Ryzen AI 400, Klaim Lebih Ngebut dari Intel

    Bisnis.com, JAKARTA— Advanced Micro Devices (AMD) memperkenalkan lini prosesor terbaru berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk komputer pribadi (PC), AMD Ryzen AI 400 Series dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026. 

    Melansir laman TechCrunch pada Salasa (6/1/2026) AMD menyebutkan Ryzen AI 400 Series menawarkan kinerja multitasking hingga 1,3 kali lebih cepat dibandingkan kompetitor, serta performa pembuatan konten hingga 1,7 kali lebih tinggi. 

    Prosesor ini dibekali 12 inti CPU (central processing unit) dan 24 thread, yang memungkinkan pemrosesan instruksi secara paralel untuk meningkatkan kinerja sistem secara keseluruhan.

    Ryzen AI 400 Series merupakan peningkatan dari Ryzen AI 300 Series yang diperkenalkan pada 2024. AMD sendiri mulai memproduksi lini prosesor Ryzen sejak 2017.

    Senior Vice President dan General Manager Client Business AMD, Rahul Tikoo mengatakan perusahaan telah memperluas dukungan hingga lebih dari 250 platform AI PC. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Tikoo menyatakan ke depan AI akan menjadi bagian yang terintegrasi di setiap lapisan komputasi, khususnya pada perangkat personal.

    “PC dan perangkat AI kita akan mengubah cara kita bekerja, cara kita bermain, cara kita berkreasi, dan cara kita terhubung satu sama lain,” katanya. 

    Selain prosesor untuk PC umum, AMD juga mengumumkan AMD Ryzen 7 9850X3D, prosesor terbaru yang dirancang khusus untuk kebutuhan gim. Tikoo menegaskan AI kini membentuk ulang komputasi sehari-hari, dengan ribuan interaksi pengguna dengan PC setiap harinya. 

    AI memungkinkan perangkat memahami konteks, menghadirkan otomatisasi, melakukan penalaran yang lebih mendalam, serta memberikan personalisasi bagi setiap pengguna. PC yang menggunakan prosesor Ryzen AI 300 Series maupun Ryzen 7 9850X3D dijadwalkan tersedia di pasar pada kuartal pertama 2026. 

    Dalam kesempatan yang sama, AMD juga memperkenalkan versi terbaru teknologi Redstone ray tracing, yakni teknologi simulasi perilaku cahaya secara fisik untuk meningkatkan kualitas grafis gim. Teknologi ini diklaim mampu menghadirkan visual yang lebih realistis tanpa mengorbankan performa atau kecepatan.

  • Trafik Internet Naik 15% saat Nataru 2025, Tanda Layanan Makin Luas

    Trafik Internet Naik 15% saat Nataru 2025, Tanda Layanan Makin Luas

    Bisnis.com, JAKARTA— PT Indosat Tbk. (ISAT) peningkatan trafik data double digit selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada 21 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. 

    Selama periode tersebut, trafik data nasional tumbuh sekitar 15% dibandingkan hari biasa dan meningkat lebih dari 20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison Desmond Cheung mengatakan pertumbuhan trafik data tidak sekadar menjadi indikator teknis, melainkan mencerminkan perkembangan ekonomi digital di Indonesia. 

    Menurutnya, lonjakan penggunaan data kini tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga di kawasan wisata, pusat-pusat ekonomi baru, hingga wilayah yang sebelumnya memiliki aktivitas digital terbatas.

    “Hal ini memperlihatkan dampak layanan Indosat semakin luas dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat,” kata Desmond dalam keterangannya pada Selasa (6/1/2026).

    Desmond menjelaskan, optimalisasi jaringan dilakukan melalui pemanfaatan Digital Intelligence Operations Center (DIOC), yakni pusat operasi berbasis kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) yang memungkinkan pemantauan performa jaringan secara aktual. 

    Dengan dukungan teknologi AI di DIOC, tim teknis dapat mendeteksi dan menangani potensi gangguan secara lebih cepat, sehingga pelanggan IM3, Tri, dan HiFi tetap dapat menikmati koneksi yang andal.

    Selain itu, Indosat juga memperkuat kapasitas jaringan di titik-titik strategis, khususnya di wilayah dengan lonjakan trafik tertinggi. Wilayah tersebut meliputi Bogor, Sukabumi, dan Tangerang di kawasan Jabodetabek; Garut, Bandung, dan Klaten di Pulau Jawa; Bandung, Kota Denpasar, dan Tabanan di Bali Nusra; serta Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Banyuasin di Sumatra. Penguatan jaringan juga dilakukan di Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, dan Sanggau di Kalimantan, serta Gowa, Maros, dan Bulukumba di Sulawesi.

    Perusahaan mencatat lima aplikasi dengan lonjakan penggunaan tertinggi selama periode libur Nataru, yakni TikTok, WhatsApp, Instagram, Facebook, dan YouTube.

    “Langkah ini didukung oleh lebih dari 208.000 BTS 4G dan BTS 5G yang kini telah mencapai 1.404 titik yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan pertumbuhan BTS 4G sebesar 7,7% dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga makin memperluas jangkauan layanan bagi pelanggan,” kata Desmond.

    Di tengah pemulihan pascabencana, khususnya di Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatra, Indosat terus mempercepat pemulihan layanan jaringan telekomunikasi. 

    Hingga saat ini, tingkat pemulihan jaringan Indosat di Provinsi Aceh telah mencapai 97,5%.

    Desmond menyebutkan, pemulihan tersebut merupakan bagian dari komitmen Indosat untuk terus hadir mendampingi masyarakat sejak masa tanggap darurat hingga fase pemulihan, dengan memastikan konektivitas tetap terjaga sebagai elemen penting dalam mendukung koordinasi, akses informasi, serta aktivitas masyarakat sehari-hari.

    Selain penguatan infrastruktur, Indosat juga menambah jumlah personel teknis di seluruh lokasi terdampak, baik dari internal perusahaan maupun mitra dalam ekosistem Indosat.

    Perusahaan turut berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta pemerintah daerah setempat untuk memperoleh prioritas pasokan bahan bakar dan dukungan pembukaan akses ke wilayah-wilayah yang sempat terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.

    Sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas layanan, Indosat menempatkan tim siaga di lokasi-lokasi strategis seperti bandara, terminal, stasiun, rumah sakit, serta area pengungsian.

    “Indosat juga terus mengoperasikan Posko Pemantauan [Command Center] secara terpusat di Jakarta, Medan, dan Aceh untuk memberikan dukungan maksimal bagi seluruh tim yang bekerja di lapangan,” ungkap Desmond.