Category: Bisnis.com Tekno

  • Bulan Semakin Menjauh dari Bumi, Apa Dampaknya di Masa Depan?

    Bulan Semakin Menjauh dari Bumi, Apa Dampaknya di Masa Depan?

    Bisnis.com, JAKARTA – Bulan semakin menjauh 1½ inci (3,8 sentimeter) dari Bumi setiap tahun.

    Jarak ke bulan sebenarnya berubah selama satu bulan saat ia mengelilingi Bumi. Bulan biasanya berjarak 239.000 mil (385.000 km) dari Bumi, tetapi orbitnya bukanlah lingkaran sempurna dan berubah sekitar 12.400 mil (20.000 km) saat ia mengorbit Bumi. Perubahan inilah yang menyebabkan beberapa bulan purnama sedikit lebih besar daripada yang lain; fenomena ini disebut supermoon.

    Para ilmuwan mengukur jarak ke bulan dengan memantulkan laser dari cermin yang ditempatkan di sana oleh wahana antariksa dan astronot.

    Dilansir dari space.com, dengan mengukur jumlah waktu yang dibutuhkan cahaya untuk menempuh perjalanan ke bulan dan kembali, para ilmuwan dapat mengukur jarak ke bulan dan bagaimana jarak tersebut berubah dengan sangat tepat.

    Jadi, mengapa bulan semakin menjauh? Semua ini karena pasang surut.

    Pasang surut berasal dari perbedaan gravitasi di antara suatu objek. Gaya gravitasi yang diberikan oleh bulan sekitar 4% lebih kuat di sisi Bumi yang menghadap bulan, dibandingkan dengan sisi Bumi yang berlawanan yang menghadap menjauh, karena gravitasi semakin melemah seiring bertambahnya jarak.

    Gaya pasang surut ini menyebabkan lautan terombang-ambing dalam dua tonjolan yang mengarah ke bulan dan menjauh dari bulan. Hal ini terjadi karena gaya gravitasi bulan yang menarik Bumi bukanlah gaya rata-rata yang sama kuatnya di mana pun. Gravitasi bulan paling kuat di sisi Bumi yang lebih dekat, menciptakan tonjolan air yang mengarah ke bulan. Gravitasi bulan lebih lemah di sisi Bumi yang berlawanan, yang meninggalkan tonjolan air lain yang tertinggal di belakang bagian Bumi lainnya.

    Saat Bumi berputar, tonjolan-tonjolan ini bergerak dan terus mengarah ke bulan karena tarikan gravitasinya. Di New York City atau Los Angeles, ketinggian air dapat berubah sekitar 5 kaki karena tonjolan pasang surut ini.

    Tonjolan-tonjolan cair ini tidak sepenuhnya sejajar dengan bulan mereka sedikit “menuntunnya” karena Bumi berputar dan menariknya ke depan. Tonjolan-tonjolan ini juga memberikan tarikan gravitasi ke arah bulan. Tonjolan yang lebih dekat ke bulan tidak hanya menarik bulan ke arah pusat Bumi, tetapi juga sedikit ke depan dalam orbitnya seperti dorongan yang didapat mobil sport saat melewati tikungan.

    Tarik ke depan dari tonjolan pasang surut yang lebih dekat ini menyebabkan bulan bergerak lebih cepat, yang menyebabkan ukuran orbitnya bertambah.

    Ini berarti bulan bergerak sedikit lebih jauh dari Bumi. Efek ini sangat bertahap dan hanya dapat dideteksi rata-rata selama bertahun-tahun.

    Apakah jarak bulan yang semakin jauh memengaruhi Bumi?

    Karena Bumi meningkatkan momentum bulan, rotasi Bumi melambat seiring momentumnya menuju bulan. Dengan kata lain, seiring meningkatnya momentum orbit bulan, momentum rotasi Bumi pun berkurang. Pertukaran ini membuat satu hari menjadi sedikit lebih panjang.

    Tapi jangan khawatir, efek ini sangat kecil: 1,5 inci per tahun dibandingkan dengan jarak 239.000 mil (384.000 km) hanyalah 0,00000001% per tahun. Kita akan terus mengalami gerhana, pasang surut, dan hari-hari yang berlangsung selama 24 jam selama jutaan tahun.

    Bulan kemungkinan terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu, ketika Bumi muda ditabrak oleh protoplanet seukuran Mars, yang menyebabkan banyak material terlempar ke luar angkasa.

    Akhirnya, materi itu membentuk bulan, dan awalnya jauh lebih dekat ke Bumi. Saat itu, Anda akan melihat bulan jauh lebih besar di langit.

    Jadi, akankah bulan pada akhirnya lepas dari tarikan gravitasi Bumi saat ia menjauh?

    Jika kita mempercepat puluhan miliar tahun ke depan, pada akhirnya rotasi Bumi dapat melambat hingga terkunci secara pasang surut dengan bulan. Artinya, Bumi akan membutuhkan waktu yang sama lamanya untuk berotasi dengan bulan untuk mengorbit. Pada titik ini, bulan akan berhenti semakin jauh, dan Anda akan melihat bulan hanya dari satu sisi Bumi.

    Namun, ada dua hal yang akan mencegah hal itu terjadi. Pertama, dalam waktu sekitar satu miliar tahun, Matahari akan semakin terang dan menguapkan lautan. Kemudian, tidak akan ada lagi tonjolan pasang surut air yang besar yang menyebabkan Bulan semakin jauh. Beberapa miliar tahun kemudian, Matahari akan mengembang menjadi raksasa merah, yang kemungkinan akan menghancurkan Bumi dan Bulan.

    Namun, peristiwa-peristiwa ini masih sangat jauh di masa depan sehingga Anda tidak perlu mengkhawatirkannya. Anda hanya perlu menikmati pasang surut di pantai, gerhana matahari, dan bulan kita yang indah.

  • XLSMART (EXCL) Catat Pendapatan Rp11,47 Triliun, Naik 38% Kuartal III 2025

    XLSMART (EXCL) Catat Pendapatan Rp11,47 Triliun, Naik 38% Kuartal III 2025

    Bisnis.com, JAKARTA— PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) membukukan total pendapatan sebesar Rp11,47 triliun pada kuartal III/2025, meningkat 38% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

    Kinerja tersebut turut mendorong pertumbuhan normalized EBITDA sebesar 24% YoY menjadi Rp5,40 triliun dengan normalized EBITDA margin 47%. Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi (normalized PAT) melonjak signifikan 288% YoY menjadi Rp1,15 triliun.

    Kontribusi pendapatan dari layanan data dan digital mencapai lebih dari 89,7% terhadap total pendapatan. Secara kumulatif, total pendapatan XLSMART hingga akhir September 2025 mencapai Rp30,57 triliun.

    Presiden Direktur & CEO XLSMART Rajeev Sethi mengatakan capaian tersebut mencerminkan daya tahan dan fundamental bisnis yang semakin kuat.

    “Di tengah dinamika industri yang masih menantang, kami berhasil mencatat pertumbuhan yang solid, didukung oleh momentum pasca merger yang kuat,” kata Rajeev dalam keterangan resmi, Kamis (13/11/2025).

    Rajeev mengatakan proses integrasi jaringan juga berjalan sesuai rencana, dengan implementasi integrasi dan percepatan penggelaran jaringan yang mendorong perluasan cakupan sekaligus peningkatan kualitas layanan.

    Dia menambahkan, XLSMART berada di jalur yang tepat untuk merealisasikan potensi sinergi pascaintegrasi senilai sekitar US$150 juta–US$200 juta pada tahun ini.

    Sejumlah inisiatif strategis juga telah menunjukkan hasil nyata, termasuk penyatuan pusat operasional dan pemantauan layanan terpadu, dukungan kuat dari mitra jaringan dan penyedia menara, serta optimalisasi aset jaringan.

    “Upaya ini semakin memperkuat efisiensi operasional dan daya saing XLSMART di industri,” imbuhnya.

    Hingga kuartal III/2025, XLSMART mencatat total 79,6 juta pelanggan, dengan ARPU campuran (blended) sekitar Rp39.000 meningkat dua digit dibandingkan kuartal sebelumnya yang merupakan fase awal pascamerger.

    “Kenaikan ARPU ini sejalan dengan peningkatan pengalaman pelanggan hasil dari proses integrasi jaringan yang telah berjalan efektif,” kata Rajeev.

    Peningkatan pendapatan juga diikuti oleh naiknya beban operasional akibat proses integrasi dan ekspansi kegiatan usaha pascamerger. Biaya penjualan dan pemasaran meningkat seiring naiknya komisi penjualan, meski beban iklan dan promosi menurun. Beberapa komponen biaya lain turut naik secara tahunan, antara lain biaya infrastruktur, interkoneksi, serta pengeluaran langsung lainnya, termasuk biaya regulasi. 

    Secara keseluruhan, peningkatan beban operasional di kuartal ini selaras dengan biaya tambahan yang timbul akibat proses integrasi menjadi entitas baru XLSMART.

    Rajeev menegaskan kinerja positif perusahaan ditopang oleh tiga pilar utama bisnis yakni Mobile, Enterprise, dan Home. Pada segmen Mobile, XLSMART memperkuat posisinya di seluruh lapisan pasar melalui tiga merek utama  XL, AXIS, dan Smartfren untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang beragam. 

    Momentum pertumbuhan pascaintegrasi terus berlanjut, didorong oleh penyederhanaan paket kartu perdana dan optimalisasi penawaran produk yang mempercepat pemulihan pasar. Interaksi digital pelanggan juga meningkat seiring tumbuhnya loyalitas dan monetisasi, tercermin dari 39,1 juta pengguna aktif bulanan aplikasi myXL, AXISNet, dan mySmartfren, naik 21% YoY.

    Pada segmen Enterprise, XLSMART melalui XLSMART for Business menyediakan solusi terintegrasi yang mencakup konektivitas, TIK, dan layanan digital bagi korporasi serta instansi pemerintah. Peluncuran ESTA (Enterprise Smart Technology & Automation) pada Juli 2025 menjadi tonggak penting dalam penyediaan solusi komprehensif di bidang IoT, cloud, keamanan siber, dan otomasi, sekaligus memperkuat posisi XLSMART sebagai mitra ekosistem strategis di luar layanan konektivitas.

    Sementara di segmen Home, XLSMART melalui XL Satu memperkuat perannya sebagai salah satu penyedia layanan fixed broadband terkemuka di Indonesia, dengan basis pelanggan mendekati satu juta pengguna.

    Per akhir September 2025, posisi keuangan XLSMART tergolong sehat. Utang kotor tercatat Rp22,50 triliun dengan rasio net debt to EBITDA (termasuk finance lease) sebesar 3,27x. Utang bersih mencapai Rp21,14 triliun.

    Perusahaan tidak memiliki utang berdenominasi dolar AS. Dari total pinjaman yang ada, 84% memiliki suku bunga mengambang (floating) dan 16% bersuku bunga tetap.

    Free Cash Flow (FCF) meningkat 23% menjadi Rp9,41 triliun, menunjukkan kondisi arus kas yang solid. Hingga akhir September 2025, pengeluaran belanja modal (capex) mencapai Rp4,26 triliun.

    Proses integrasi jaringan berjalan baik dan menghasilkan peningkatan signifikan pada kualitas layanan. Melalui jaringan terpadu, kecepatan unduh pelanggan meningkat hingga 71%, sementara cakupan populasi pengguna Smartfren tumbuh 38%.

    Ekspansi jaringan juga dipercepat melalui inisiatif National Roaming dan MOCN, yang menghubungkan jaringan legacy XL dan Smartfren. Hingga akhir kuartal III/2025, tambahan jaringan mencakup sekitar 192 kota atau area baru di Indonesia. XLSMART juga mengintegrasikan pengelolaan jaringan melalui Customer Experience & Service Operation Center (CESOC) serta melakukan konsolidasi dengan mitra jaringan utama seperti ZTE dan Huawei.

    Total jumlah BTS XLSMART mencapai lebih dari 209 ribu unit, meningkat 27% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sekitar 15.000 objek jaringan telah diintegrasikan. Sementara itu, trafik layanan tumbuh 53% YoY menjadi 3.903 petabyte.

  • Batasi Game Online, Komdigi Dorong Gim Berlandaskan Pancasila

    Batasi Game Online, Komdigi Dorong Gim Berlandaskan Pancasila

    Bisnis.com, SURABAYA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong para programmer atau pengembang muda di tanah air untuk menelurkan berbagai inovasi dalam bentuk software atau aplikasi gim yang menonjolkan nilai-nilai luhur dasar negara Pancasila.

    Sebagai informasi, Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan wacana untuk membatasi atau mencari solusi atas pengaruh negatif yang ditimbulkan gim online, seperti Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG), setelah peristiwa ledakan yang diduga melibatkan pelajar di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara.

    Staf Ahli Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Komdigi, Raden Wijayakusuma Wardhana menjelaskan bahwa pihaknya selalu mendorong kepada generasi muda yang berkutat dan ahli dalam bidang pemrograman untuk dapat menelurkan banyak inovasi yang bermanfaat dan menonjolkan nilai luhur bangsa.

    Inovasi-inovasi tersebut, lanjut Wardhana, dapat diimplementasikan dalam bentuk aplikasi gim atau permainan daring yang mengandung nilai-nilai serta implementasi penerapan butir-butir dalam Pancasila.

    “Kita akan mendorong inovasi-inovasi dari anak muda. Memang sekarang kita ketahui banyak game online itu asalnya dari luar. Makanya, kita dorong supaya ada game-game di dalam negeri yang lebih bersifat Pancasila,” beber Wardhana usai meresmikan AI-RAN Research Center di Surabaya, Rabu (12/11/2025).

    Alumnus Monash University, Australia ini pun menyadari bahwa saat ini gempuran berbagai aplikasi dan konten digital, seperti gim online, yang berasal dari luar negeri tidak dapat terhindarkan. Oleh sebab itu, pihaknya mendorong kepada para pengembang aplikasi yang merupakan anak bangsa untuk dapat terus berinovasi.

    “Nilai-nilai Pancasila-lah yang mendasari pada akar, nilai luhur kita sendiri,” tambahnya.

    Selain mendorong para pengembang aplikasi dalam negeri, Wardhana juga menegaskan bahwa pihaknya saat ini berkomitmen untuk melakukan klasifikasi dan pemetaan terhadap seluruh konten digital dan aplikasi dari luar negeri agar sesuai dengan nilai luhur bangsa Indonesia. 

    “Nah, sementara [gim online] yang luar pun kita coba klasifikasikan, supaya lebih tepat, sesuai dengan nilai luhur kita juga. Saya kira demikian,” pungkasnya. 

    Diberitakan sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto meminta semua pihak untuk mewaspadai pengaruh gim daring atau game online dan perundungan di kalangan siswa.  

    Pengaruh game online seperti PUBG bisa memberikan dampak yang besar bagi siswa, khususnya saat pelajar belum bisa memilih hal yang bisa diaplikasikan dan yang sebaiknya tidak boleh diaplikasikan.

    Salah satu pengaruh game online yang viral di publik adalah terjadinya ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada akhir pekan silam. 

    “Presiden Prabowo tadi menyampaikan bahwa kita harus berpikir untuk membatasi dan mencari jalan keluar terhadap pengaruh dari game online,” ujar Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi kepada wartawan.

    Menurutnya, pengaruh game online tidak bisa diabaikan karena dapat berdampak pada perilaku siswa dan dalam jangka panjang memengaruhi masa depan mereka. 

    Prasetyo mencontohkan gim bergenre perang seperti PUBG. Dalam permainan tersebut, kata dia, terdapat berbagai bentuk kekerasan dan penggunaan senjata api yang dapat dipelajari dengan mudah. 

    “Jadi perlu ada pembatasan. Di situ jenis-jenis senjata mudah sekali dipelajari, dan ini bisa lebih berbahaya. Secara psikologis, mereka yang terbiasa melakukan kekerasan [di dalam gim] bisa menganggap hal itu sebagai sesuatu yang biasa,” sambungnya.

  • Indosat (ISAT) Temukan 290 Juta Panggilan Berisiko dalam 3 Bulan

    Indosat (ISAT) Temukan 290 Juta Panggilan Berisiko dalam 3 Bulan

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Indosat Tbk. (ISAT) telah memblokir lebih dari 290 juta panggilan berisiko, memberikan peringatan pada lebih dari 90 juta pesan mencurigakan, dan melindungi rata-rata 11,5 juta pelanggan per bulan dari potensi penipuan digital.

    Pemblokiran masif tersebut terjadi setelah Indosat menerapkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) di jaringannya dan meluncurkan fitur Anti-Spam dan Anti-Scam.

    Inovasi ini menjadi bagian dari perjalanan AIvolusi5G Indosat, sebuah sinergi antara kecanggihan AI dan jaringan 5G, yang dirancang untuk menciptakan pengalaman digital yang aman, inklusif, dan memberdayakan.

    Bekerja secara otomatis di tingkat jaringan, sistem ini mampu menyaring panggilan dan pesan mencurigakan tanpa memerlukan aplikasi tambahan atau perangkat khusus.

    Director and Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison Bilal Khazmi mengatakan teknologi ini dirancang untuk membantu pelanggan dari berbagai usia agar dapat menjelajahi dunia digital dengan lebih percaya diri.

    “Dengan konektivitas andal, produk terjangkau, dan perlindungan yang kuat, kami berkomitmen menghadirkan pengalaman digital yang memberdayakan masyarakat Indonesia,” kata Bilal dikutip Kamis (13/11/2025).

    Berdasarkan data internal, lebih dari 290 juta panggilan spam telah teridentifikasi pada jaringan VoLTE. Jika diekstrapolasi ke seluruh pelanggan, semenjak 2,5 bulan sejak fitur Anti-Spam dan Anti-Scam diluncurkan, telah terdapat lebih dari 500 juta SMS dan panggilan scam/spam yang diidentifikasi. Selain itu, lebih dari 145 juta pesan spam dan scam telah ditandai, termasuk juga diantaranya 110 juta pesan penipuan (fraudulent).

    Meski sistem ini belum sepenuhnya memblokir panggilan atau pesan berbahaya, perannya sebagai sistem pengingat awal terbukti efektif dalam mengurangi risiko kerugian dan meningkatkan kewaspadaan digital masyarakat.

    Pelanggan menerima peringatan dini sebelum sempat menjadi korban, sehingga dapat mengambil tindakan pencegahan secara tepat.

    Indosat meyakini bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi digital. Berpegang pada prinsip Zero Trust, tidak langsung percaya dan selalu melakukan verifikasi, prinsip ini menjadi fondasi pendekatan Indosat dalam memperkenalkan fitur ini, agar masyarakat lebih waspada terhadap pesan, tautan, dan panggilan mencurigakan.

    Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam, yang dibangun di atas teknologi AIvolusi5G Indosat, memberikan perlindungan menyeluruh tanpa mengharuskan pelanggan memiliki perangkat premium atau menginstal aplikasi tambahan.

    Urgensi akan perlindungan digital juga ditekankan oleh laporan GASA State of Scams in Indonesia 2025 yang dirilis pada akhir Agustus lalu. Laporan tersebut mencatat bahwa 66% orang dewasa di Indonesia mengalami upaya penipuan dalam setahun terakhir, dengan 14% di antaranya kehilangan uang dengan total kerugian mencapai Rp49 triliun (setara USD3,3 miliar).

    Sebagian besar penipuan terjadi melalui platform pesan langsung (direct-message), seperti pesan instan (instant-messaging) dan SMS. Selain dampak finansial, 51% orang yang menjadi korban penipuan menyatakan mengalami stres akibat hal tersebut.

  • Indosat Gandeng NVIDIA dan Nokia Bangun AI-RAN, Babak Baru AI Berdaulat

    Indosat Gandeng NVIDIA dan Nokia Bangun AI-RAN, Babak Baru AI Berdaulat

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Indosat Tbk. (ISAT) bersama Nokia dan NVIDIA, menghadirkan AI-RAN Research Center di Surabaya guna mendukung kedaulatan dan transformasi digital Indonesia. Kehadiran AI-RAN juga diharapkan dapat membuat kualitas layanan kecerdasan buatan (AI) lebih optimal.

    AI-RAN Research Center merupakan sebuah pusat pengembangan jaringan Radio Access Network (RAN) berbasis kecerdasan artifisial (AI). Langkah ini merupakan fase pertama dari kemitraan strategis yang diumumkan pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2025 di Barcelona.

    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan peresmian AI-RAN Research Center ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia. 

    “Inisiatif ini mendukung percepatan visi Indonesia Emas 2045, dengan membangun ekosistem AI yang inklusif, aman, dan berdaya saing global,” kata Nezar dikutip Kamis (13/11/2025).

    Sementara itu President Director and Chief Executive Officer Indosat Vikram Sinha mengatakan seiring dengan percepatan transformasi digital di Indonesia, AI-RAN Research Center merepresentasikan tujuan besar Indosat untuk memberdayakan Indonesia.

    “Di saat konektivitas berpadu dengan komputasi, maka lahirlah kecerdasan yang dihadirkan secara langsung di jaringan, dengan tetap menjaga kedaulatan data,” kata Vikram.

    Vikram mengatakan kolaborasi ini menggabungkan teknologi RAN  dari Nokia, platform akselerasi komputasi (state-of-the-art accelerated computing platforms) dari NVIDIA, serta jaringan komersial Indosat untuk menghadirkan integrasi AI dalam jaringan telekomunikasi Indonesia.

    Mengusung tema ‘AI oleh orang Indonesia, untuk Indonesia’, pusat pengembangan ini menjadi lokasi pertama di Asia, hasil kolaborasi bersama Nokia dan NVIDIA di bidang AI-RAN.

    Infrastruktur AI-RAN yang baru ini tidak hanya memfasilitasi software-defined RAN berkinerja tinggi pada infrastruktur yang sama, tapi juga terhubung langsung dengan Sovereign AI Factory milik Indosat yang didukung NVIDIA.

    Keduanya akan berfungsi sebagai platform komputasi terdistribusi yang menghadirkan kemampuan AI lebih dekat ke pelanggan, sehingga memberikan pengalaman digital yang lebih baik serta membuka peluang ekonomi baru dari investasi RAN.

    Wilayah riset ini juga akan berfokus pada pengembangan optimasi jaringan nirkabel berbasis AI, guna meningkatkan performa jaringan, efisiensi energi, dan skalabilitas melalui teknik pemrosesan sinyal radio berbasis AI/ML.

    Platform ini mendukung beban kerja AI dan RAN di atas NVIDIA Aerial RAN Computer 1 (ARC-1), sekaligus mempersiapkan tahap menuju implementasi komersial AI-RAN menggunakan NVIDIA ARC-Pro dan perangkat lunak Nokia CUDA-accelerated anyRAN. Hal ini memungkinkan terbentuknya jaringan seluler yang lebih dinamis, adaptif, dan cerdas bagi pelanggan Indosat.

     Melalui pusat pengembangan ini, Indosat, Nokia, dan NVIDIA memiliki tujuan untuk membangun “AI Grid”, yang akan menjadi fondasi untuk menghadirkan AI kepada jutaan masyarakat Indonesia.

    AI Grid menghubungkan AI Factory pusat Indosat dengan hub baru AI-RAN di penjuru negeri yang mampu menjalankan aplikasi AI mulai dari pusat data hingga jaringan 5G terdistribusi, sehingga aplikasi berbasis AI dapat dijalankan di mana pun serta lebih dekat ke pengguna.

    AI-RAN Research Center juga menegaskan kehadiran AIvolusi5G, untuk konektivitas cerdas guna memberdayakan masyarakat dan pelaku usaha di seluruh Indonesia.

    Dengan menggabungkan kekuatan konektivitas dan komputasi, kolaborasi ini akan membuka peluang baru di berbagai sektor, seperti pendidikan, pertanian, hingga kesehatan, untuk memanfaatkan solusi berbasis AI yang dapat mengubah cara masyarakat Indonesia belajar, bekerja, dan hidup.

    Lebih dari sekadar teknologi, AI-RAN Research Center merupakan investasi strategis dalam pengembangan talenta digital Indonesia. Research center ini akan menjadi ruang pengembangan generasi baru spesialis AI dan telekomunikasi melalui pembelajaran praktis, program pendampingan, serta eksperimen langsung di lapangan.

    Dengan menggabungkan keahlian global dari Nokia, Indosat, dan NVIDIA, serta potensi besar talenta digital Indonesia yang terus tumbuh, inisiatif ini akan mempercepat transfer pengetahuan, inovasi, dan kesiapan tenaga kerja nasional, mendukung ambisi Indonesia untuk menjadi salah satu dari lima negara dengan ekonomi terbesar dunia pada tahun 2045.

  • Raksasa Jepang Trend Micro Investasi Data Center di RI, Incar 135 Perbankan

    Raksasa Jepang Trend Micro Investasi Data Center di RI, Incar 135 Perbankan

    Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan keamanan siber asal Jepang, Trend Micro, tengah membangun data center yang ditargetkan beroperasi paling lambat pada pertengahan 2026.

    Kehadiran data center tersebut wujud dukungan perusahaan terhadap kedaulatan data sekaligus upaya dalam menjangkau sektor keuangan yang memiliki regulasi ketat terkait pengelolaan data. 

    Field CISO – AMEA Trend Micro Sapna Sumbly mengatakan dalam beberapa tahun terakhir lembaga-lembaga di Indonesia sangat peduli terhadap data pengguna.

    Isu mengenai kedaulatan data dan lokalisasi data menjadi perhatian perusahaan dan regulator terlebih di tengah banyak ketegangan geopolitik. Setiap negara ingin menjaga data penggunanya dengan membuat regulasi privasi dan undang-undang data, termasuk regulator di sektor keuangan seperti OJK. 

    Dia mengatakan OJK sangat ketat dalam mengaudit bank dan institusi sektor keuangan lainnya untuk memastikan bahwa mereka telah mendapatkan persetujuan yang tepat sebelum mengirim data apa pun ke penyedia cloud di luar Indonesia.

    Sapna tidak memberitahu total investasi yang mereka gelontorkan untuk mengembangkan data center di Indonesia.

    “Itulah salah satu alasan kami ingin pelanggan kami yang ada tetap percaya diri bahwa kami ingin mendukung mereka dalam perjalanan mereka, baik itu menanggapi regulator, maupun mematuhi regulasi data dan privasi,” kata Sapna kepada Bisnis, Kamis (13/11/2025).

    Sapna mengatakan dengan memiliki data center di Indonesia, Trend Micro ingin meyakinkan kepada seluruh perusahaan, khususnya layanan keuangan dan perbankan, bahwa mereka telah memiliki data center di Indonesia. 

    Dia menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar penting bagi Trend Micro. Dia tidak memberikan angka mengenai pertumbuhan bisnis Trend Micro di Tanah Air, tetapi dipastikan bahwa potensi pasar Indonesia sangat potensial. 

    “Fakta bahwa Indonesia memiliki lebih dari 135 bank dalam berbagai bentuk dan ukuran. Dan kemudian lembaga pemerintah yang sangat agresif dalam transformasi digital. Kami melihat ini sebagai negara dengan potensi pertumbuhan yang besar,” kata Sapna. 

    Sekadar informasi, merujuk pada laporan keuangan Trend Micro membukukan total penjualan 202 miliar yen atau Rp21,86 triliun pada kuartal III/2025. Nilai tersebut stagnan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, khusus regional Asia Pasifik yang mencakup Taiwan, UAE, Singapura, Australia, dan Indonesia, berkontribusi sekitar 77 miliar yen atau Rp8,4 triliun dan regional dengan kontribusi terbesar secara regional. 

    Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, pertumbuhan di regional Asia Pasifik hanya naik tipis 1,1% secara tahunan. 

    “Kami melihat bahwa potensi negara ini besar dan kami bisa menjadi mitra yang signifikan dalam jalur pertumbuhan itu,” kata Sapna. 

    Country Manager Trend Micro Indonesia Fetra Syahbana mengatakan kehadiran data center Trend Micro di Indonesia bertujuan untuk mendukung program pemerintah bahwa data itu mesti punya lokalisasi di Indonesia. Indonesia telah memiliki undang-undang PDP yang berfokus pada kedaulatan data, di mana data-data penting harus berada di Indonesia. 

    “Kalau di dunia perbankan itu kan juga tidak boleh transaksi data nasabah itu keluar dari negara ini gitu kan. Siapapun itu kalau dia beroperasi di Indonesia harus punya data-data Indonesia. Masa dia berapa tahun di Indonesia datanya di luar negeri,” kata Fetra.

    Dia mengatakan dengan kehadiran data center di Indonesia, perusahaan yang bergerak di layanan keuangan yang memiliki regulasi ketat tidak perlu khawatir untuk menempatkan data mereka di Trend Micro. 

    “Jadi ini menunjukkan komitmen jangka panjang kita untuk mendukung customer kita di Indonesia. Dari Indonesia manapun baik itu perbankan, telekomunikasi, sektor publik, pemerintah dan sebagainya,” kata Fetra.

  • IndiHome Fokus Beri Nilai Tambah di Luar Layanan Internet, Pelanggan Tumbuh

    IndiHome Fokus Beri Nilai Tambah di Luar Layanan Internet, Pelanggan Tumbuh

    Bisnis.com, JAKARTA — IndiHome, layanan internet tetap milik PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), menempelkan sejumlah produk over the top (OTT) dalam paket internet untuk memberi nilai tambah kepada pelanggan. Langkah ini terbukti efektif dalam mendongkrak jumlah pengguna.

    IndiHome tercatat melayani sekitar 10,3 juta pelanggan pada kuartal III/2025, tumbuh 9,4% secara tahunan (YoY). Pertumbuhan ini didukung oleh penambahan sekitar 200.000 pelanggan baru sepanjang kuartal tersebut dibandingkan periode sebelumnya. Jika digabungkan dengan pelanggan korporasi, total pelanggan IndiHome tercatat sekitar 11,5 juta hingga akhir September 2025.

    Vice President – Home Broadband and FMC Product Marketing Telkomsel Hardika Nugroho mengatakan perusahaan berupaya menyajikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Saat ini pelanggan tidak hanya butuh layanan internet, juga butuh konten hiburan dan aplikasi yang mendukung produktivitas.

    “Kami mulai menawarkan kombinasi antara internet dengan OTT karena ada segmen pelanggannya yang bukan hanya butuh layanan internet, tapi juga butuh entertainment,” kata Hardika kepada Bisnis di sela-sela acara Anugerah Produk Indonesia (API) 2025, Selasa (11/11/2025).

    Sekadar informasi, IndiHome telah menjalin kerja sama dengan Vidio, Disney+, dan Maxstream, hingga konten kreator dalam negeri untuk memperkuat produknya. Secara total, ada sekitar 17 OTT yang telah berkolaborasi dengan Telkomsel.

    Hardika menambahkan beberapa pelanggan Telkomsel memiliki kebutuhan yang sangat spesifik, sehingga perusahaan menggandeng banyak mitra untuk menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan mereka.

    Strategi menghadirkan nilai tambah kepada pelanggan akan terus didorong perusahaan hingga akhir tahun 2025, dengan harapan jumlah pelanggan terus bertambah.

    Dalam laporan info memo, manajemen Telkomsel memastikan bahwa perusahaan terus memperluas layanan IndiHome secara agresif sepanjang 9 bulan pertama 2025. Ekspansi ini didukung oleh strategi rollout jaringan baru (greenfield), simplifikasi produk, dan penyesuaian harga yang lebih relevan dengan kebutuhan pelanggan masa kini.

    Beragam paket fleksibel nasional, upgrade kecepatan internet, dan penawaran upsell menjadi andalan Telkomsel untuk meningkatkan relevansi IndiHome di segmen rumah tangga Indonesia. Di tengah sentimen konsumen moderat dan tekanan afordabilitas, Telkomsel tetap mengedepankan disiplin komersial dan pertumbuhan yang terarah pada segmen broadband.

    Meskipun rerata pendapatan yang dibukukan Telkomsel dari pelanggan IndiHome (ARPU) terkoreksi menjadi Rp217.000 seiring dengan perubahan perilaku dan preferensi pelanggan, Telkomsel mampu menyiasati penurunan tersebut lewat streamlining produk dan penyempurnaan paket nasional.

    “Basis pelanggan konvergensi Telkomsel-IndiHome terus berkembang, menandakan strategi bundling dan up-selling berhasil menguatkan keterikatan pelanggan rumah tangga serta meningkatkan nilai jangka panjang pelanggan,” tulis dalam laporan Info Memo.

  • WIFI Perkuat Tim Pemasaran, Kejar Target Hubungkan Internet ke 20 Juta Rumah

    WIFI Perkuat Tim Pemasaran, Kejar Target Hubungkan Internet ke 20 Juta Rumah

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) memperkuat tim pemasaran untuk mengejar target ambisius menghubungkan internet ke 20 juta rumah dalam kurun waktu 10 tahun.

    Direktur Surge Shannedy Ong mengatakan saat ini perusahaan mempersiapkan pengembangan ekosistem end-to-end untuk mendukung implementasi 5G FWA pada frekuensi baru 1.4 GHz.

    Setelah mendapatkan izin untuk mengoperasikan pita selebar 80 MHz di pita tengah tersebut, perusahaan juga mulai mempersiapkan tim pemasaran yang akan menjualkan produk internet murah kepada puluhan juga pelanggan rumahan.

    “Kami telah mengembangkan rencana pemasaran yang solid, terstruktur dan matang,” kata Shannedy kepada Bisnis, dikutip Rabu (12/11/2025).

    Diketahui, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meminta para pemenang lelang pita frekuensi 1,4 GHz untuk merealisasikan target pembangunan 20 juta koneksi internet rumah (fixed broadband) sebagai bagian dari komitmen pengembangan konektivitas nasional. Komdigi memberi tenggat waktu kepada para pemenang untuk mencapai target tersebut.

    Shannedy mengatakan frekuensi 1,4 GHz membuka peluang besar bagi Indonesia yang masih memiliki tingkat penetrasi fixed broadband rendah, khususnya dalam menjangkau wilayah unserved dan underserved. Namun, terdapat tantangan pada sisi rantai pasok, terutama dalam pengembangan semikonductor chip yang mendukung frekuensi 1.4 GHz agar ekosistem dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

    “Langkah strategis kami lakukan untuk menghadapi tantangan tersebut, kami bekerjasama dengan rekan bisnis rantai pasok ekosistem untuk men-develop semiconductor chip yang mendukung frekuensi 1.4GHz,” kata Shannedy.

    Diketahui, WIFI membukukan pendapatan sebesar Rp513 miliar pada semester I/2025 atau tumbuh 66% year on year/YoY. Di tengah lompatan pendapatan itu, beban pokok pendapatan turun Rp8 miliar menjadi Rp121 miliar. Sementara itu beban umum naik dari Rp30 miliar menjadi Rp72 miliar.

    Adapun dari sisi laba, perusahaan mencatatkan pertumbuhan positif dengan meraup Rp378 miliar pada semester I/2025, tumbuh dari periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp148 miliar.

    Tahun depan, WIFI akan mendapat beban baru. WIFI harus menebus Rp403 miliar untuk menjual layanan internet FWA di regional I  yang meliputi Pulau Jawa, Maluku, dan Papua dengan menggunakan pita frekuensi 1,4 GHz.

    Penggunaan frekuensi radio, yang dikenal sebagai Izin Pita Frekuensi Radio (IPFR), diberikan untuk jangka waktu maksimal 10 tahun dan dapat diperpanjang satu kali untuk maksimal 10 tahun lagi.

  • Apple Luncurkan Kantong Tas Mungil Wadah iPhone, Harganya Setara UMR Solo

    Apple Luncurkan Kantong Tas Mungil Wadah iPhone, Harganya Setara UMR Solo

    Bisnis.com, JAKARTA – Apple menggemparkan sosial media dengan meluncurkan kantong tas mungil yang diberi nama iPhone Pocket.

    Tas kantong tersebut berbentuk sederhana, yang dibuat khusus untuk menyimpan dan membawa iPhone anda dengan cara yang stylish.

    iPhone Pocket ini terlahir dari kolaborasi antara ISSEY MIYAKE dan Apple, dengan menampilkan konstruksi rajutan 3D unik yang dirancang agar pas dengan iPhone apa pun.

    Melansir dari situs resminya, tas kantong ini akan mulai dijual pada Jumat, 14 November 2025. Penggemar Apple dapat membelinya di lokasi Apple Store tertentu dan di apple.com di Prancis, Tiongkok Raya, Italia, Jepang, Singapura, Korea Selatan, Inggris, dan AS.

    “iPhone Pocket menampilkan struktur terbuka bergaris dengan kualitas lipatan asli ISSEY MIYAKE. Terlahir dari ide menciptakan saku tambahan, desainnya yang sederhana membungkus iPhone sepenuhnya, meluas hingga muat lebih banyak barang sehari-hari pengguna,” tulis Apple di kanal resminya, Selasa (11/11/2025).

    Apple pun menjelaskan bahwa iPhone Pocket dapat dikenakan dengan berbagai cara yakni misalnya digenggam, diikatkan ke tas, atau dikenakan langsung di badan.

    Terdapat berbagai warna menarik yang disajikan untuk tas kantong ini. Desain tali pendek tersedia dalam delapan warna, dan desain tali panjang ada tiga warna.

    Peluncuran iPhone Pocket ini juga menunjukkan makna adanya keterikatan pada pemilik dan iPhone kesayangan mereka.

    “Desain iPhone Pocket mencerminkan ikatan antara iPhone dan penggunanya, sekaligus tetap memperhatikan bahwa produk Apple dirancang agar universal dalam hal estetika dan serbaguna,” ujar Yoshiyuki Miyamae, direktur desain MIYAKE DESIGN STUDIO.

    iPhone Pocket

    Di mana Bisa Beli iPhone Pocket?

    iPhone Pocket merupakan barang edisi khusus Apple. Di mana desain tali pendek tersedia dalam warna lemon, mandarin, ungu, merah muda, merak, safir, kayu manis, dan hitam.

    Kemudian desain tali panjang tersedia dalam warna safir, kayu manis, dan hitam.

    iPhone Pocket dengan desain tali pendek dijual seharga US$149,95 atau setara dengan Rp2,4 juta. Sedangkan desain tali panjang seharga US$229,95 atau Rp3,8 jutaan.

    Pelanggan dapat membeli iPhone Pocket mulai Jumat, 14 November 2025 di lokasi Apple Store tertentu dan apple.com di Prancis, Tiongkok Raya, Italia, Jepang, Singapura, Korea Selatan, Inggris, dan AS.

  • Ini Alasan AI Hybrid Jadi Andalan Industri Jasa Keuangan

    Ini Alasan AI Hybrid Jadi Andalan Industri Jasa Keuangan

    Bisnis.com, JAKARTA- Penerapan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) hybrid menjadi strategi penting dalam industri jasa keuangan. Pendekatan AI hybrid dinilai tinggi oleh mayoritas pelaku industri jasa keuangan. 

    Hal itu terungkap dalam laporan terbaru Cloudera bersama Finextra Research yang melakukan survei kepada 155 eksekutif dan pemimpin di seluruh dunia. 

    Adrien Chenallier, Global Director, AI Solutions for Financial Services Cloudera mengatakan laporan ini mengonfirmasi bahwa strategi hybrid yang memungkinkan data bisa diakses di mana pun, tidak bisa ditawar lagi.

    “Untuk benar-benar menjembatani kesenjangan implementasi, perusahaan keuangan membutuhkan platform data dan AI yang terpadu untuk memastikan tata kelola dan keamanan yang konsisten di semua lingkungan. Ini adalah satu-satunya cara untuk membangun kepercayaan, mengelola risiko, dan mempercepat pengadopsian AI dalam skala besar,” jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (12/11/2025).

    Adapun, laporan terbaru itu disusun berdasarkan survei global yang dilakukan oleh Finextra Research pada Agustus 2025 terhadap 155 responden dari organisasi jasa keuangan dan teknologi. 

    Para peserta adalah pemegang jabatan senior di Amerika Utara, Eropa, Asia Pasifik, Amerika Latin, serta Timur Tengah dan Afrika.

    Laporan itu mengungkapkan penerapan AI hybrid telah menjadi strategi yang sangat penting dalam industri jasa keuangan, dengan jumlah besar perusahaan (91%) menilai pendekatan hybrid memiliki nilai yang tinggi. 

    Selain itu, meskipun pengadopsian AI tersebar luas, studi ini mengonfirmasi bahwa hambatan data dan keamanan yang signifikan telah menghambat perusahaan untuk mencapai integrasi penuh di perusahaan. 

    Survei ini menunjukkan bahwa 62% organisasi jasa keuangan kini menggunakan pendekatan AI hybrid yang mencakup lingkungan cloud publik, pusat data, dan edge untuk menerapkan AI di manapun data berada. 

    Model ini dianggap sangat penting untuk mengelola sistem lama (legacy), meningkatkan skala secara efisien, dan menangani tugas-tugas yang membutuhkan sumber daya besar, seperti pelatihan dan penerapan model AI.

    Laporan yang sama mengemukakan aspek keamanan data telah menjadi hambatan utama untuk menjembatani kesenjangan dalam implementasi AI. Terlebih lagi, 97% organisasi jasa keuangan melaporkan bahwa data silos menghambat kemampuan mereka untuk membangun dan menerapkan model AI yang efektif. 

    Tantangan ini menegaskan bahwa inovasi AI hanya dapat berhasil jika dibangun di atas fondasi tata kelola data dan keamanan yang terpercaya dan terpadu. 

    Meskipun memiliki ambisi AI yang besar, banyak perusahaan masih mengalami kesulitan untuk membuka potensi nilai transformasi yang sesungguhnya. 

    Hampir separuh organisasi (48%) telah bergerak melampaui eksperimen AI tahap awal, tetapi belum sepenuhnya mengintegrasikan teknologi ini ke dalam operasi inti mereka. 

    Hal ini menempatkan mereka pada posisi yang kurang menguntungkan dibandingkan dengan 26% perusahaan yang telah mengadopsi AI sepenuhnya di perusahaan mereka. 

    “Bagi anggota kami, kenyataannya jelas, AI hanya bisa memberikan potensi penuhnya ketika kedaulatan data, privasi, dan kepercayaan bisa dijamin,” kata Gary Wright, managing director, Finextra Research.