Category: Bisnis.com Tekno

  • Pendapatan GHON Turun, Laba Bersih Naik Tipis Kuartal III/2025

    Pendapatan GHON Turun, Laba Bersih Naik Tipis Kuartal III/2025

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk. (GHON) mengalami penurunan pendapatan pada kuartal III/2025 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, laba perusahaan tetap tumbuh.

    GHON merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi yang berfokus pada bisnis menara dan ekosistemnya. Pada Maret 2025, GHON memiliki total menara sekitar 1.700-an menara yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.

    Merujuk laporan keuangan GHON kuartal III/2025, dikutip Selasa (15/11/2025), GHON membukukan pendapatan sebesar Rp159,7 miliar atau turun tipis 1,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

    Penurunan tersebut diiringi dengan penurunan beban pokok pendapatan sebesar 2% year on year/YoY menjadi Rp43 miliar. Alhasil, laba kotor perusahaan yang dibukukan GHON tercatat sebesar Rp116 miliar.

    Sementara itu beban bersih turun menjadi Rp26,24 miliar pada 9 bulan pertama 2025. Dengan kondisi tersebut perusahaan tetap dapat membukukan pertumbuhan laba bersih.

    Laba bersih periode berjalan yang dibukukan perusahaan tercatat sebesar Rp58 miliar atau naik 2% secara tahunan.

    Sekadar informasi, Gihon Telekomunikasi Indonesia didirikan di Jakarta pada  27 April 2001, dengan lini bisnis utama di bidang Menara Telekomunikasi.

    Layanan utama perusahaan meliputi Jasa Rekayasa, Desain, Konstruksi, Instalasi, dan Integrasi Jaringan, yang seluruhnya didedikasikan untuk industri telekomunikasi.

    GHON juga merupakanperusahaan Investasi dengan mengembangkan portofolio di bidang Penyewaan Menara, Utilitas, Mikrocell, Serat Optik, dan Jaringan Aktif.

    Diketahui industri menara menghadapi kondisi yang cukup sulit pada kuartal III/2025. Jumlah rasio penyewa menara cenderung stagnan.

    PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (Mitratel) menjadi satu-satunya perusahaan yang mencatat kenaikan, sementara PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) justru mengalami penurunan.

    Rasio tenancy mencerminkan rata-rata jumlah penyewa (tenant) pada setiap menara yang dimiliki perusahaan. 

    Mitratel mencatat rasio tenancy sebesar 1,55 kali hingga kuartal III/2025, naik dari 1,51 kali pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

    Hingga akhir September 2025, Mitratel mengoperasikan 40.102 menara, naik 2,1% dibandingkan kuartal III/2024 yang sebanyak 39.259 unit. 

    Dari total tersebut, perusahaan memiliki 61.987 tenant dengan tambahan 698 menara baru yang terbangun sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.

    Berbeda dengan Mitratel, TOWR mencatat penurunan rasio tenancy dari 1,64 kali pada 2024 menjadi 1,61 kali per kuartal III/2025. Angka ini merupakan yang terendah sejak 2018, ketika rasio tenancy perusahaan berada di level 1,62 kali.

    TOWR mengoperasikan 36.049 menara dengan total 58.213 tenant. Sebanyak 53% dari menara tersebut berlokasi di Pulau Jawa, sedangkan 47% lainnya tersebar di luar Jawa.

    Sementara itu, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) juga mengalami penurunan rasio kolokasi dari 1,79 kali di akhir 2024 menjadi 1,76 kali pada kuartal III/2025. Tren melemahnya tingkat penyewaa sudah tampak sejak awal tahun lalu, ketika rasio tenancy TBIG masih berada di posisi 1,83 kali pada kuartal I/2024.

    Hingga akhir September 2025, TBIG mengoperasikan 24.318 menara dengan total 42.771 penyewaan.

  • Solusi AI Indosat (ISAT) Layani 130 Kampus per Oktober 2025

    Solusi AI Indosat (ISAT) Layani 130 Kampus per Oktober 2025

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Indosat Tbk. (ISAT) mengklaim layanan enterprise kecerdasan buatan (AI) mereka telah melayani lebih dari 130 kampus di seluruh Indonesia hingga Oktober 2025. Perusahaan terus berfokus pada pengembangan lebih banyak kasus pemanfaatan dan riset.

    Director & Chief Business Officer Indosat Muhammad Danny Buldansyah mengatakan perusahaan saat ini telah melayani lebih dari 130 kampus dengan mayoritas dari perguruan tinggi tersebut memiliki paling sedikit 5.000 mahasiswa.

    Perusahaan saat ini tengah fokus dalam mengembangkan kasus pemanfaatan yang lebih banyak dan bervariasi sesuai kebutuhan pelanggan perguruan tinggi.

    “Kita mau beberapa use case AI itu bisa bisa kita terapkan,” kata Danny di Jakarta, Selasa (18/11/2025).

    Dia mengatakan AI akan akan membawa dampak positif bagi dunia pendidikan. Sebagai contoh, AI dapat membantu memeriksa jurnal atau tugas mahasiswa dengan lebih cepat. Sejumlah pekerjaan teknis saat pendaftaran juga dapat diringankan dengan AI.

    Danny menuturkan meski AI memiliki banyak keunggulan, untuk menjual layanan AI ke kampus bukanlah hal yang mudah. Perguruan tinggi masih skeptis dan meragukan solusi AI di dunia pendidikan. Mereka masih melakukan observasi terhadap teknologi ini.

    “Mereka masih wait and see,” kata Danny.

    Dalam memperbanyak pelanggan perguruan tinggi, Indosat menggelar Indonesia AI Day for Higher Education yang mempertemukan para rektor, pimpinan IT kampus, pakar global, serta mitra teknologi untuk membahas transformasi pendidikan tinggi di era kecerdasan buatan.

    Acara ini mendorong pergeseran kampus dari pendekatan tradisional menuju ekosistem pembelajaran cerdas yang mengutamakan teknologi, keamanan digital, dan pengalaman mahasiswa.

    Indonesia AI Day for Higher Education akan melibatkan lebih dari enam puluh universitas dari berbagai wilayah Indonesia dan Partisipasi institusi global termasuk The Education University of Hong Kong dan Google for Education.

  • Prabowo Tebar 1 Juta Panel Interaktif di 3T, Kesiapan Internet jadi Sorotan

    Prabowo Tebar 1 Juta Panel Interaktif di 3T, Kesiapan Internet jadi Sorotan

    Bisnis.com, JAKARTA— Kesiapan infrastruktur internet hingga listrik menjadi tantangan terberat bagi Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan program layar interaktif di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). 

    Pengamat Telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Agung Harsoyo, menilai rencana Prabowo menambah satu juta Interactive Flat Panel (IFP) pada 2026 harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur dasar.

    Dia menegaskan pemasangan IFP tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan listrik dan internet yang memadai.

    “Karenanya Pemerintah Pusat, Provinsi, maupun Kabupaten/Kota harus kolaborasi dalam program ini,” kata Agung kepada Bisnis pada Senin (17/11/2025). 

    Agung juga menekankan perlunya kerja sama lintas institusi untuk percepatan penggelaran infrastruktur. 

    Agung menambahkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) serta para penyelenggara jaringan dan layanan internet perlu didorong bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar proses elektrifikasi dan perluasan layanan internet dapat terwujud lebih cepat.

    Menurutnya, keberadaan perangkat pembelajaran visual akan meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar, terutama di sekolah-sekolah 3T yang selama ini menghadapi keterbatasan akses tenaga pendidik berkualitas.

    “Guru-guru terbaik di bidangnya [IPA, IPS, Bahasa, Matematika dll] dapat meng-coach guru-guru di 3T agar anak2 memperoleh bahan pelajaran berkualitas tinggi,” ungkapnya. 

    Sentuhan AI

    Sementara itu, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), M. Danny Buldansyah mengatakan penerapan layar interaktif pemerintah dalam terus dikembangkan, termasuk dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). 

    AI yang terintegrasi dengan sistem kelistrikan akan membuat tenaga yang dipakai per kelas menjadi lebih efisien sehingga pemerintah dapat berhemat. 

    Danny mencontohkan di Surabaya terdapat smart campus yang telah menggunakan AI dengan layar pintar. Seluruh materi pembelajaran telah masuk di dalamnya dan terhubung dengan kelistrikan. Alhasil, ketika dosen masuk ke kelas layar pintar, lampu, dan lain sebagainya akan menyala secara bersamaan. 

    Ketika jam keluar kelas, seluruh listrik akan mati secara otomatis sehingga lebih menghemat listrik.  

    Dia juga menyarankan pemerintah untuk mendalami aspek keberlanjutan dari perangkat yang disebar nanti. Setelah layar pintar hadir di sekolah perlu ada SDM yang dapat merawat layar pintar tersebut sehingga dapat digunakan dalam waktu yang lama. 

    “Ekosistemnya harus disiapkan,” kata Danny. 

    Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan percepatan besar dalam program digitalisasi pembelajaran pada tahun 2026. Pemerintah berencana memasang tiga panel tambahan untuk setiap sekolah di seluruh Indonesia, atau sekitar satu juta unit IFP secara nasional.

    “Tahun depan kita punya sasaran yang lebih besar lagi, tahun depan sasaran kita adalah menambah tiga panel, berarti tiga kelas lagi untuk semua sekolah di Indonesia berarti tahun depan kita akan pasang insyaallah satu juta panel kira-kira,” kata Prabowo saat peluncuran IFP di SMPN 4 Kota Bekasi, Senin (17/11/2025).

    Prabowo menegaskan daerah 3T menjadi prioritas utama dalam distribusi perangkat tersebut. Dia mengakui masih ada kendala distribusi di 140 sekolah wilayah pegunungan, namun memastikan pendistribusian akan tuntas dengan dukungan aparat keamanan.

    “InsyaAllah kita pun akan sampai ke situ dan kita akan dibantu oleh TNI dan Polri supaya semua sekolah akan mendapat kesempatan yang sama,” tegasnya.

    Presiden Ke-8 RI itu juga mengumumkan rencana pembangunan studio pusat di Jakarta untuk memproduksi materi pembelajaran digital yang dapat diakses seluruh sekolah secara serentak. Dia menambahkan akses gratis modul digital tersebut juga bisa dimanfaatkan siswa dan orang tua di rumah.

    “Kalau anak-anak atau orang tua di rumah punya gadget ingin menatar, ingin memberi les anaknya, dia bisa buka dan memberi pelajaran di rumah,” tandasnya.

  • Pengamat Desak Komdigi Tindak BTS Ilegal untuk Tekan Scam dan Phising

    Pengamat Desak Komdigi Tindak BTS Ilegal untuk Tekan Scam dan Phising

    Bisnis.com, JAKARTA— Pemerintah dinilai perlu memberantas base transceiver station (BTS) atau pemancar ilegal untuk mengurangi angka penipuan digital atau scam yang berasal dari pesan dan panggilan telepon. 

    Pengamat Telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, menilai langkah pemerintah dalam meningkatkan perlindungan terhadap konsumen di industri telekomunikasi perlu dilakukan dengan mengembangkan sistem anti scam. 

    Penerapan teknologi tersebut perlu segera dibicarakan bersama para operator agar solusi yang diambil benar-benar efektif.  

    Heru juga menyoroti maraknya SMS blast yang dikirim melalui BTS palsu. Terkait hal tersebut, dia menilai perlu adanya razia perangkat ilegal yang memungkinkan pengiriman pesan palsu kepada pengguna untuk tujuan phishing atau mengambil alih ponsel korban. 

    Selain aspek teknis, Heru menekankan pentingnya edukasi publik agar masyarakat tidak mudah terjebak penipuan digital. 

    “Masyarakat perlu literasi dan edukasi mengenai dampak mempercayai scam begitu saja, atau mengklik link yang sisipkan dalam pesan, sehingga masyarakat akan berhati-hati jika terima pesan berisi scamming,” ujarnya. 

    Dia menambahkan teknologi kecerdasan artifisial juga dapat dimanfaatkan operator untuk memfilter pesan, meski efektivitasnya perlu diuji. 

    “Teknologi AI sebenarnya bisa juga dipakai operator untuk memfilter message, tapi harus dilihat seberapa efektif filtering dilakukan,” katanya.

    Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan pihaknya tengah menyiapkan kebijakan baru untuk meningkatkan perlindungan konsumen dari maraknya kejahatan scam yang memanfaatkan celah jaringan telekomunikasi. Modus pelaku kini semakin beragam, mulai dari spoofing, masking, hingga penyalahgunaan identitas pelanggan.

    Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menilai kondisi tersebut membutuhkan respons regulasi dan teknis yang lebih kuat. 

    “Saat ini, isu yang paling sering muncul adalah mengenai scam call atau panggilan penipuan. Penipuan ini terjadi melalui telepon, SMS, messenger service, surat elektronik, dan berbagai saluran lain. Pertanyaannya, bagaimana kita dapat mencegah hal ini?” kata Edwin dalam acara Ngopi Bareng di Kantor Komdigi, Jakarta Pusat pada Jumat (14/11/2025).

    Edwin menjelaskan pelaku scam kini mengandalkan teknik penyamaran nomor yang semakin canggih. Atas dasar itu, Komdigi meminta operator membangun sistem anti scam berbasis teknologi, termasuk kecerdasan artifisial, untuk mendeteksi dan mencegah panggilan palsu sebelum menjangkau pengguna. 

    “Operator harus melindungi pelanggan mereka. Mereka diminta membangun infrastruktur dan teknologi anti scam agar panggilan penipuan, termasuk yang menggunakan nomor masking, tidak lagi menjangkau pengguna,” katanya.

    Pemerintah juga akan meninjau ulang proses masking serta memetakan celah teknis yang memungkinkan manipulasi nomor, termasuk pada jalur panggilan internasional dan mekanisme Session Initiation Protocol (SIP) Trunk yang umum dimanfaatkan untuk menampilkan nomor lokal palsu.

    Dalam hal identitas pelanggan, Komdigi menilai sistem registrasi SIM card masih memberi ruang penyalahgunaan NIK dan KK. Untuk itu, pemerintah bersama Ditjen Dukcapil tengah memfinalisasi kebijakan baru berbasis pengenalan wajah (face recognition). 

    “Dalam waktu dekat, registrasi berbasis pengenalan wajah yang bekerja sama dengan Dukcapil akan segera dijalankan,” tutur Edwin.

    Menurutnya, kebijakan ini mendesak mengingat tingginya peredaran nomor telepon di Indonesia. “Setiap hari terdapat sedikitnya 500 ribu hingga satu juta nomor baru yang diaktivasi,” ungkapnya. 

    Kebocoran identitas warga memperbesar peluang aktivasi nomor secara ilegal dan digunakan untuk kejahatan. Edwin menegaskan keamanan pengguna harus menjadi tanggung jawab bersama pemerintah dan industri. Regulasi yang kuat, teknologi jaringan yang aman, dan tata kelola identitas digital menjadi fondasi penting untuk melindungi masyarakat. 

    “Yang sedang kami rapikan adalah bagaimana industri telekomunikasi tidak hanya tumbuh sehat, tetapi juga memiliki tanggung jawab kuat dalam menjaga pelanggannya,” pungkasnya.

  • Ketika Rugi Tanggung Jawab Siapa?

    Ketika Rugi Tanggung Jawab Siapa?

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah perlu mengeluarkan aturan yang tegas jika ingin melibatkan Danantara dalam merger Gojek-Grab, mengingat terdapat dana publik yang dikelola oleh badan tersebut. Regulasi akan mengatur mengenai hak dan kewajiban Danantara.  

    Pakar kebijakan publik Trubus Rahardiansyah menilai keterlibatan Danantara membutuhkan landasan regulasi yang jelas dan pengawasan ketat. Dia menyoroti dana Danantara berasal dari hasil efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sehingga tetap merupakan dana publik. 

    Karena itu, keterlibatan badan tersebut dalam aksi korporasi seperti merger Grab–GoTo berpotensi mengalihkan manfaat dana publik kepada entitas privat. Dia juga menyoroti risiko keuangan negara apabila investasi tersebut mengalami kerugian.

    “Ketika rugi, loss, itu siapa, dana publik siapa yang bertanggung jawab kan?” kata Trubus kepada Bisnis pada Senin (17/11/2025).

    Trubus menambahkan, negara pada prinsipnya tidak boleh berkompetisi dengan rakyatnya dalam mencari keuntungan, sehingga motif investasi pemerintah harus benar-benar berlandaskan kemanfaatan publik. 

    Ketika ditanya mengenai potensi monopoli pasar karena pangsa kedua perusahaan yang digabung dapat mencapai sekitar 90%, Trubus menyebut pemerintah cenderung melihat isu tersebut dari sudut pandang penyerapan tenaga kerja. 

    Namun dia mengingatkan model intervensi pemerintah dalam bisnis swasta harus dibatasi oleh aturan yang tegas dan transparan. 

    Sebagai perbandingan, Trubus menyinggung persoalan tata kelola proyek Kereta Cepat Whoosh yang sempat disorot KPK terkait transaksi lahan negara. 

    Menurutnya, contoh tersebut menunjukkan perlunya regulasi yang jelas agar pemanfaatan aset negara dalam proyek bisnis tidak menimbulkan kerancuan. 

    “Ini kan juga harus ada kejelasan, untuk bisa optimal menurut saya ini perlu aturan regulasi yang betul-betul rigid, transparan, terbuka, dan partisipatif,” ujarnya.

    Sebelumnya, Menteri Sekretariat Negara Indonesia Prasetyo Hadi mengungkapkan pembahasan rancangan peraturan presiden (perpres) tentang ojek daring kini memasuki tahap penyempurnaan bersama berbagai kementerian dan lembaga.  

    Regulasi itu akan mencakup pengaturan pembagian komisi mitra pengemudi serta skema penggabungan dua perusahaan aplikasi, Grab dan GoTo. Prasetyo menyebut adanya rencana penggabungan antara kedua perusahaan tersebut. “Rencana begitu,” kata Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, akhir pekan lalu (7/11/2025). 

    Saat ditanya tentang kemungkinan keterlibatan Danantara, Prasetyo memberi isyarat adanya peran lembaga tersebut. Menurutnya, rencana penggabungan Grab dan GoTo masih berada pada tahap penjajakan untuk menentukan bentuk yang paling tepat.

    Beberapa opsi yang tengah dikaji mencakup skema merger maupun akuisisi. “Ya ini lagi dicari skemanya,” ujarnya.

    Prasetyo juga menekankan pembahasan penggabungan bukan bertujuan menciptakan monopoli, melainkan menjaga keberlanjutan industri transportasi daring.  Menurut dia, ekosistem ojol memiliki kontribusi besar bagi ekonomi rakyat melalui penciptaan lapangan kerja dan perputaran layanan. 

    “Karena bagaimanapun perusahaan ini adalah pelayanan yang di situ tercipta tenaga kerja, saudara-saudara kita yang menjadi mitra itu jumlahnya cukup besar, dan sekarang kita tersadar bahwa ojol adalah pahlawan ekonomi, menggerakkan ekonomi. Jadi tujuan utamanya arahnya ke situ,” kata Prasetyo.

  • Registrasi Kartu SIM dengan NIK Kerap Disalahgunakan untuk Penipuan-Spam

    Registrasi Kartu SIM dengan NIK Kerap Disalahgunakan untuk Penipuan-Spam

    Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membuka konsultasi publik terkait Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi Melalui Jaringan Bergerak Seluler. Regulasi disusun untuk mengurangi penipuan dan spam imbas lemahnya pendaftaran. 

    Regulasi baru ini disusun sebagai bagian dari program kerja Komdigi tahun anggaran 2025 dan ditujukan untuk memperbarui mekanisme registrasi pelanggan yang selama ini dinilai rawan penyalahgunaan identitas.

    Selama bertahun-tahun, proses registrasi kartu seluler mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2021 yang mewajibkan penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK). 

    “Dalam implementasinya, registrasi pelanggan jasa telekomunikasi yang menggunakan data NIK dan Nomor KK banyak disalahgunakan dengan menggunakan identitas milik orang lain tanpa hak untuk tujuan kejahatan antara lain penyebaran hoaks, judi online, SMS spamming, dan penipuan,” tulis Komdigi dikutip dari laman resminya pada Senin (17/11/2025). 

    Oleh sebab itu, perlu dilakukan penyempurnaan terhadap ketentuan registrasi pelanggan jasa telekomunikasi agar mampu memastikan validitas data pelanggan jasa telekomunikasi dilakukan secara aman, efektif, dan efisien. 

    Nantinya RPM baru ini mengatur penggunaan data kependudukan biometrik, khususnya pengenalan wajah (face recognition), sebagai elemen wajib dalam proses registrasi pelanggan baru. 

    Komdigi menilai penerapan prinsip know your customer (KYC) melalui verifikasi biometrik diperlukan agar identitas yang digunakan untuk pendaftaran nomor seluler benar-benar valid. Meski dasar kewajiban KYC sudah tercantum dalam PM 5/2021, aturan teknis soal pemanfaatan biometrik sebelumnya belum diatur sehingga perlu dihadirkan regulasi yang lebih rinci.

    Dalam rancangan aturan tersebut, registrasi pelanggan prabayar maupun pascabayar bagi Warga Negara Indonesia (WNI) diwajibkan mencantumkan nomor MSISDN atau nomor pelanggan, NIK, serta data biometrik pengenalan wajah.

    Bagi calon pelanggan berusia di bawah 17 tahun yang belum memiliki KTP elektronik dan belum merekam biometrik, proses registrasi akan menggunakan NIK calon pelanggan serta data biometrik kepala keluarga sesuai Kartu Keluarga. 

    Aturan baru juga mencakup kewajiban registrasi untuk pengguna eSIM, yang tetap harus melewati verifikasi NIK dan face recognition. RPM ini turut memuat ketentuan mengenai keamanan data pelanggan, perlindungan nomor pelanggan, mekanisme pengawasan dan pengendalian, serta pengaturan masa transisi. 

    Komdigi menyiapkan penerapan bertahap: selama satu tahun sejak peraturan diundangkan, registrasi masih dapat memakai NIK dan KK, sementara penggunaan biometrik bersifat opsional. Setelah masa transisi berakhir, registrasi baru hanya bisa dilakukan dengan NIK dan biometrik wajah. 

    Pelanggan yang sudah terdaftar menggunakan NIK dan KK tidak diwajibkan melakukan registrasi ulang, meski dipersilakan jika ingin memperbarui datanya.

    Dengan ditetapkannya regulasi baru ini nantinya, sejumlah pasal terkait registrasi pelanggan dalam PM 5/2021 akan dicabut. 

    Komdigi menegaskan penyusunan aturan dilakukan sejalan dengan amanat Undang-Undang Administrasi Pemerintahan yang mewajibkan pemerintah melakukan sosialisasi dan membuka ruang masukan sebelum menetapkan keputusan.

    Kementerian kini mengundang pemangku kepentingan dan masyarakat umum untuk memberikan tanggapan terhadap RPM Registrasi Pelanggan mulai 17 hingga 26 November 2025. Masukan dapat disampaikan melalui email resmi Komdigi di kejasatel@mail.komdigi.go.id.

  • Ledakan Investasi Data Center AI Dorong Ketergantungan pada Energi Terbarukan

    Ledakan Investasi Data Center AI Dorong Ketergantungan pada Energi Terbarukan

    Bisnis.com, JAKARTA— Investasi global untuk pembangunan pusat data atau data center diperkirakan mencapai US$580 miliar atau sekitar Rp9,69 kuadriliun tahun ini, menurut laporan terbaru International Energy Agency (IEA). Investasi besar terjadi karena teknologi AI yang juga berdampak pada kebutuhan energi fosil dan terbarukan yang besar.

    Melansir laman TechCrunch pada Senin (17/11/2025) angka tersebut bahkan melampaui belanja untuk eksplorasi minyak baru yang nilainya US$40 miliar atau sekitar Rp668 triliun. 

    Di sisi lain, raksasa teknologi kini memasuki fase pembangunan pusat data dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

    OpenAI telah berkomitmen menggelontorkan US$1,4 triliun, setara sekitar Rp23,38 kuadriliun, untuk membangun infrastruktur pusat data baru. 

    Meta menyiapkan US$600 miliar atau sekitar Rp10,02 kuadriliun, sementara Anthropic merencanakan investasi US$50 miliar atau sekitar Rp835 triliun.

    Namun pertumbuhan yang masif ini tidak dapat dilepaskan dari tantangan ketersediaan energi. 

    Melansir laman FindArticle pada Senin  (17/11/2025) permintaan listrik untuk pusat data AI melonjak sangat cepat, sedangkan kapasitas energi terbarukan di banyak negara masih berjuang mengejar. 

    Secara resmi, perusahaan seperti Google, Microsoft, dan Meta mengklaim telah menyeimbangkan hampir seluruh konsumsi listrik tahunan mereka dengan pembelian energi terbarukan melalui kontrak jangka panjang atau sertifikat energi hijau. 

    Namun kecocokan tahunan tersebut tidak serta-merta berarti pusat data mereka beroperasi sepanjang waktu dengan listrik bebas emisi. Data perusahaan menunjukkan pasokan energi bersih secara real-time baru berkisar antara 30 hingga 70%, tergantung wilayah dan musim.

    Di luar operator hyperscale, situasinya lebih beragam. Banyak pusat data colocation dan perusahaan belum memiliki strategi energi terbarukan jangka panjang, terutama di wilayah baru yang berkembang sebagai pusat pertumbuhan AI. 

    Dengan bauran energi global yang rata-rata hanya sepertiga berasal dari sumber rendah karbon, porsi energi terbarukan yang benar-benar digunakan pusat data AI kemungkinan jauh lebih kecil daripada klaim resmi yang disampaikan perusahaan teknologi. Sementara itu, permintaan korporasi terhadap energi bersih terus mencetak rekor baru. 

    Kontrak pembelian listrik kini semakin beralih ke model 24/7 bebas karbon, yang menggabungkan tenaga angin, surya, penyimpanan energi, panas bumi, hingga layanan jaringan. 

    Meski begitu, hambatan infrastruktur energi masih menjadi masalah utama. Antrean interkoneksi yang panjang dan keterbatasan jaringan transmisi membuat penyambungan proyek energi baru dapat memakan waktu bertahun-tahun. 

    Akibatnya, operator pusat data sering kali terpaksa memilih lokasi dengan pasokan listrik besar yang masih berbasis fosil, kecuali jika mereka berinvestasi pada sumber energi bersih di lokasi sejak awal.

    Proyeksi dari IEA menunjukkan pusat data hyperscale di pasar yang sudah matang kemungkinan akan mampu mempertahankan kecocokan tahunan mendekati 100% pada 2030. 

    Di wilayah dengan potensi angin, surya, atau hidro yang besar, tingkat pasokan energi bersih secara real-time dapat meningkat mendekati 50 hingga 80%. 

    Namun secara global, termasuk operator colocation dan pemain AI baru, tingkat kecocokan tahunan diperkirakan berada di kisaran 50 hingga 70%. Tanpa percepatan pembangunan transmisi dan penyimpanan energi, capaian real-time bisa jauh lebih rendah.

    Upaya mencari sumber energi bersih pun terus berkembang. Tenaga surya yang dipasang di area kampus pusat data hanya dapat memenuhi sebagian kecil kebutuhan, sehingga operator mengandalkan proyek angin dan surya skala besar yang dikombinasikan dengan penyimpanan energi jangka panjang. 

    Microsoft mulai menguji sel bahan bakar hidrogen sebagai pengganti generator diesel, sementara sejumlah utilitas menawarkan tarif listrik hijau yang menggabungkan proyek energi terbarukan dengan layanan penyimpanan. 

    Di beberapa wilayah, perpanjangan masa operasi pembangkit nuklir, peningkatan kapasitas, atau ekspansi tenaga panas bumi dapat menyediakan pasokan bersih yang stabil, meski reaktor modular kecil dinilai belum akan berkembang signifikan sebelum 2030.

    Perangkat lunak juga memainkan peran penting dalam mengoptimalkan konsumsi energi bersih. Pendekatan carbon-aware scheduling memungkinkan pelatihan model AI dipindahkan ke waktu-waktu ketika energi terbarukan sedang melimpah. Namun beban komputasi untuk inference yang berjalan 24 jam sehari tetap membutuhkan pasokan listrik bersih yang stabil.

    Secara keseluruhan, meski operator terbaik mampu menyeimbangkan hampir seluruh konsumsi tahunan mereka dengan pembelian energi terbarukan, porsi energi bebas karbon yang mengalir secara real-time masih berkisar 30 hingga 70%. Pada 2030, pusat data AI di lokasi yang paling ideal diperkirakan dapat mencapai pasokan energi bersih real-time mendekati 60 hingga 90%. 

    Namun rata-rata global kemungkinan hanya mencapai 50 hingga 70% secara tahunan dan jauh lebih rendah secara real-time jika dekarbonisasi jaringan listrik tidak berlangsung lebih cepat.  Selisih antara klaim tahunan dan realitas per jam hanya akan menyusut jika pengadaan, penyimpanan, transmisi, dan energi bersih perusahaan semuanya berkembang bersamaan.

  • Jaguar Land Rover Rugi Rp3,67 Triliun Imbas Serangan Siber, Operasional Terganggu

    Jaguar Land Rover Rugi Rp3,67 Triliun Imbas Serangan Siber, Operasional Terganggu

    Bisnis.com, JAKARTA — Jaguar Land Rover (JLR) melaporkan hasil keuangan untuk periode 1 Juli–30 September, dengan peringatan serangan siber yang menimpa perusahaan telah menelan biaya hingga US$220 juta setara dengan Rp3,67 triliun.

    Mengutip laporan BleepingComputer, Senin (17/11/2025), insiden siber itu pertama kali diumumkan pada 2 September 2025. Serangan tersebut memaksa produsen mobil asal Inggris itu menghentikan operasi di beberapa pabrik utama dan memulangkan para karyawannya.

    Dalam pernyataan susulan, JLR mengonfirmasi data perusahaan telah dicuri. Kelompok peretas Scattered Lapsus$ Hunters mengaku sebagai pelaku melalui kanal Telegram.

    Gangguan operasional terjadi selama beberapa pekan dan memperburuk kondisi keuangan JLR serta sejumlah pemasoknya, yang bahkan menghadapi tekanan likuiditas serius. 

    Untuk mencegah kondisi makin memburuk, pemerintah Inggris turun tangan pada 29 September 2025 dengan menyetujui jaminan pinjaman senilai  £1,5 miliar atau sekitar US$1,89 miliar, setara dengan Rp31,56 triliun guna memulihkan rantai pasok dan mempercepat dimulainya kembali produksi. 

    Operasional produksi akhirnya kembali berjalan secara bertahap mulai 8 Oktober 2025. Dampak dari serangan siber tersebut terlihat jelas pada laporan keuangan terbaru JLR. Gangguan produksi dan terhentinya penjualan membuat keuntungan perusahaan merosot tajam.

    “Kerugian sebelum pajak dan pos luar biasa mencapai £485 juta [US$611,1 juta / Rp10,21 triliun] pada kuartal II dan £134 juta [US$168,84 juta / Rp2,82 triliun] pada paruh pertama, turun dari laba £398 juta [US$501,48 juta / Rp8,37 triliun] dan £1,1 miliar [US$1,386 miliar / Rp23,15 triliun] pada periode yang sama tahun sebelumnya,” tulis perusahaan.

    Margin EBIT JLR juga anjlok menjadi -8,6% di kuartal II, dari sebelumnya 5,1%, dan -1,4% pada paruh pertama dari sebelumnya 7,1%. Perusahaan menyebut penurunan profitabilitas terutama disebabkan oleh serangan siber, dampak tarif AS, penurunan volume produksi dan penjualan, serta peningkatan biaya pemasaran.

    Bank of England dalam Monetary Policy Report yang dirilis pekan ini menyatakan bahwa pertumbuhan PDB Inggris pada kuartal III 2025 lebih lemah dari perkiraan, dengan serangan siber terhadap JLR menjadi salah satu faktor utamanya.

    Meski begitu, JLR menegaskan operasi perusahaan kini telah stabil. Proses distribusi grosir, logistik suku cadang, dan pembiayaan pemasok telah kembali normal sepenuhnya. JLR juga memastikan anggaran investasinya tidak akan dikurangi meskipun perusahaan baru saja menghadapi krisis besar. 

    Total investasi tetap diproyeksikan mencapai £18 miliar atau sekitar US$22,68 miliar, setara dengan Rp378,76 triliun dalam lima tahun mulai tahun fiskal 2024. 

  • Amazon Ganti Nama Project Kuiper jadi Leo, Harga Murah Bukan Prioritas

    Amazon Ganti Nama Project Kuiper jadi Leo, Harga Murah Bukan Prioritas

    Bisnis.com, JAKARTA— Amazon resmi mengganti nama program internet satelitnya. Proyek yang sebelumnya dikenal sebagai Project Kuiper kini diberi nama baru: Leo. Selain berubah nama, perusahaan juga tidak lagi berfokus menawarkan harga internet murah kepada pelanggannya.

    Melansir laman TechCrunch pada  Senin (17/11/2025) pergantian ini datang seiring  dengan perusahaan yang tampak menggeser fokusnya dari misi menyediakan internet terjangkau bagi wilayah “tidak terlayani” menjadi membidik kontrak-komersial berskala besar.

    Program satelit ini telah dikembangkan sejak 2019. Menurut Amazon, nama Project Kuiper sejak awal hanya bersifat sementara. Nama baru Leo merujuk pada lokasi jaringan satelit tersebut di low-Earth orbit, atau orbit rendah Bumi. 

    Sebelumnya, saat bersiap meluncurkan satelit perdana Kuiper pada awal tahun ini, Amazon menekankan proyek tersebut merupakan upaya memperluas akses broadband global. 

    Perusahaan bahkan menyebut misinya adalah menyediakan koneksi cepat dan terjangkau bagi komunitas yang belum mendapatkan layanan internet memadai.

    Namun, Amazon tampaknya mulai mengubah cara mereka menggambarkan layanan ini dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah menjalin kerja sama dengan Airbus dan JetBlue, sebuah langkah yang menempatkan Leo berhadapan langsung dengan Starlink milik SpaceX.

    Jejak perubahan ini terlihat jelas pada halaman FAQ. Versi arsip FAQ Project Kuiper yang dipublikasikan pada akhir 2024 menempatkan misi membantu komunitas yang tidak terlayani tepat di bagian atas. Kata affordability atau keterjangkauan muncul tiga kali, dan Amazon menyebut harga murah sebagai prinsip utama Project Kuiper.

    Dalam FAQ lama itu, Amazon bahkan membandingkan komitmennya menjaga harga rendah dengan produk-produk populer seperti Echo Dot dan Fire TV Stick: “Kami menerapkan pendekatan yang sama pada Project Kuiper.”

    Kini, seluruh bagian yang menyinggung biaya tersebut hilang dari FAQ Leo. Tidak ada lagi penyebutan mengenai keterjangkauan harga.

    FAQ terbaru hanya menyatakan Leo adalah jaringan satelit orbit rendah Bumi milik Amazon, dirancang untuk menyediakan internet cepat dan andal bagi pelanggan maupun komunitas yang berada di luar jangkauan jaringan yang ada. Meski masih menyinggung kesenjangan akses internet di wilayah terpencil, Amazon tak lagi secara eksplisit menempatkan komunitas tersebut sebagai fokus utama pengguna.

    Website baru Amazon Leo juga semakin menegaskan arah barunya. Alih-alih mencontohkan manfaat bagi wilayah terpencil, laman itu menonjolkan penggunaan untuk internet rumah dan keperluan komersial yakni mulai dari video call tanpa hambatan, streaming 4K, hingga kebutuhan internet keluarga. 

    Leo juga digambarkan sebagai layanan yang fleksibel, skalabel, dan siap untuk kebutuhan enterprise. Penyebutan soal penggunaan di wilayah rural kini hanya menjadi pelengkap, tanpa informasi mengenai harga.

    Meski demikian, pada Kamis lalu Amazon merilis video promosi nama baru Leo di X. Video itu menampilkan berbagai situasi di antaranya seorang anak mengerjakan PR, balap drifting profesional, petugas ambulans di jalanan terpencil, petani yang menggunakan tablet, hingga pasangan yang menari di laundromat. Di caption, Amazon menulis: “Nama baru, misi tetap sama.”

  • Cetak Sejarah! Voyager 1 Bakal Berjarak Satu Hari Cahaya dari Bumi, Usai Terbang 49 Tahun

    Cetak Sejarah! Voyager 1 Bakal Berjarak Satu Hari Cahaya dari Bumi, Usai Terbang 49 Tahun

    Bisnis.com, JAKARTA – Sejarah baru ditorehkan oleh NASA melalui wahananya Voyager 1 yang akan mencapai jarak satu hari cahaya dari bumi pada 15 November 2026. 

    Satu hari cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya melalui ruang hampa dalam 24 jam, yang dihitung sebagai 1,609×10^10 mil, atau sekitar 16,09 miliar mil.

    Misi Voyager 1 pada akhirnya akan berakhir ketika melampaui jangkauan komunikasi pada tahun 2036. Selain itu, sumber energinya hanya akan bertahan sementara, sehingga semua fungsinya akan berhenti sekitar waktu yang sama.

    Setelah ini terjadi, wahana antariksa akan terus melanjutkan lintasannya hingga dipengaruhi oleh kekuatan eksternal. Saat masih dalam jangkauan komunikasi, NASA memperbaiki sistem Voyager 1 pada jarak lebih dari 15 miliar mil.

    Saat ini, Voyager 1 milik NASA berada sekitar 15,67 miliar mil dari Bumi, sekitar 2,61 miliar mil lebih jauh daripada Voyager 2. Misi Voyager 1 telah mencapai beberapa tonggak sejarah, termasuk melintasi heliopause dan memasuki ruang antarbintang pada 25 Agustus 2012.

    Wahana antariksa akan berada satu hari cahaya dari Bumi, dibutuhkan satu hari penuh bagi sinyal untuk mencapainya gelombang radio bergerak dengan kecepatan cahaya dalam ruang hampa dan satu hari lagi bagi responsnya untuk kembali ke Bumi. Karena lintasan dan kecepatannya saat ini, kita dapat menentukan apa yang akhirnya akan terjadi pada Voyager 1, tetapi kita akan lama berlalu ketika sesuatu yang menarik terjadi.

    Meskipun Voyager 1 telah melewati heliopause menuju ruang antarbintang, ia masih perlu melewati Awan Oort. Voyager 1 diperkirakan akan mencapai titik terdekat Awan Oort dalam waktu sekitar tiga abad, tetapi mungkin membutuhkan waktu 30.000 tahun lagi untuk melewatinya sepenuhnya. Wahana ini kemudian akan menuju konstelasi Ophiuchus, dan pada tahun 40.272 M, ia akan menempuh jarak 1,7 tahun cahaya dari sebuah bintang di dalam konstelasi Ursa Minor.

    Voyager 1 sendiri diluncurkan pada tanggal 5 September 1977 untuk tujuan mempelajari planet-planet luar. Voyager 1 diluncurkan beberapa minggu setelah Voyager 2, dan kedua wahana tersebut telah terbang ke wilayah terluar Tata Surya, memecahkan rekor sebagai objek buatan manusia terjauh yang pernah dibuat.

    Misi ini telah berlangsung selama hampir setengah abad, dan selama kurun waktu tersebut, Voyager 1 telah mengirimkan segudang data kembali ke Bumi, mengungkap banyak hal tentang planet-planet luar dan sifat tata surya kita.

    Wahana Voyager diluncurkan bersamaan dengan posisi planet yang tepat, memungkinkan bantuan gravitasi (yang dikenal sebagai manuver ketapel) untuk memindahkannya lebih jauh di luar angkasa. Hasilnya, Voyager 1 melaju dengan kecepatan sekitar 38.000 mil per jam. Meskipun kecepatan tersebut tak terbantahkan dan merupakan prestasi rekayasa manusia yang mengesankan, kecepatannya lebih lambat daripada kecepatan siput jika dibandingkan dengan kecepatan cahaya.