Category: Bisnis.com Tekno

  • Komdigi Ancam Bakal Putus Akses Grok AI Setelah Tren Deepfake Menyebar

    Komdigi Ancam Bakal Putus Akses Grok AI Setelah Tren Deepfake Menyebar

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengancam akan mengambil langkah tegas pemutusan akses terhadap layanan Grok AI dan platform X imbas dari maraknya tren deepfake.

    Komdigi menilai terdapat penyalahgunaan fitur kecerdasan artifisial (AI) yang digunakan untuk memproduksi dan menyebarkan konten asusila, termasuk manipulasi foto pribadi tanpa izin atau deepfake.

    Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar mengatakan hasil penelusuran awal menunjukkan Grok AI milik Elon Musk belum memiliki pengaturan yang tegas.

    Kelemahan sistem ini dinilai gagal mencegah produksi serta distribusi konten pornografi berbasis foto nyata warga Indonesia.

    “Hal ini berisiko menimbulkan pelanggaran serius terhadap privasi dan hak citra diri warga,” ujar Alexander dikutip dari pernyataan resmi Komdigi, Rabu (07/1/2026).

    Lebih lanjut, Alexander menjelaskan bahwa manipulasi foto pribadi secara digital merupakan bentuk perampasan kendali individu atas identitas visualnya. Menurutnya, hal ini bisa berdampak pada kerugian psikologis, sosial, dan reputasi.

    Saat ini, Komdigi tengah berkoordinasi dengan para Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), termasuk X, untuk memastikan ketersediaan mekanisme perlindungan yang efektif.

    Pemerintah menuntut penguatan sistem moderasi konten, pencegahan pembuatan deepfake asusila, serta prosedur penanganan cepat atas laporan pelanggaran.

    Komdigi mengingatkan bahwa kewajiban kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan melekat pada seluruh PSE yang beroperasi di wilayah Indonesia.

    “Apabila ditemukan ketidakpatuhan atau sikap tidak kooperatif, Komdigi dapat menjatuhkan sanksi administratif kepada Grok AI dan platform X,” tulis pernyataan resmi Komdigi.

    Selain menyasar korporasi, ancaman hukum juga berlaku bagi pengguna individu. Penyedia layanan AI maupun pengguna yang terbukti memproduksi atau menyebarkan konten manipulasi foto pribadi tanpa hak dapat dikenakan sanksi pidana.

    Hal ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang berlaku efektif sejak 2 Januari 2026, khususnya Pasal 172 dan Pasal 407.

    Pasal 407 mengatur ancaman pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 10 tahun atau pidana denda bagi pelaku yang melanggar norma kesusilaan melalui media.

    Pemerintah juga mengimbau masyarakat yang menjadi korban manipulasi foto AI untuk menempuh upaya hukum dan melaporkan kepada aparat penegak dan Komdigi

    “Ruang digital bukan ruang tanpa hukum, ada privasi dan hak atas citra diri setiap warga yang harus dihormati dan dilindungi,” tutup Alexander. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Apple Dikabarkan Tunda Peluncuran iPhone 18 Tahun Ini, Rantai Pasok Bermasalah

    Apple Dikabarkan Tunda Peluncuran iPhone 18 Tahun Ini, Rantai Pasok Bermasalah

    Bisnis.com, JAKARTA —  Apple dikabarkan tidak akan merilis iPhone 18 pada 2026. Perusahaan teknologi itu disinyalir mengubah strategi siklus peluncuran produk andalannya mulai tahun ini imbas masalah yang terjadi di rantai pasok dan keterbatasan cip.

    Dilansir dari MacRumor, Rabu (7/1/2025) keputusan ini menandai perubahan besar dalam tradisi peluncuran tahunan perusahaan itu. Apple mengambil langkah ini demi membagi jendela rilis produk ke dalam dua periode berbeda supaya mengatasi tantangan rantai pasokan.

    Meskipun iPhone 17 menuai kesuksesan pada 2025, iPhone 18 diperkirakan hanya akan baru hadir pada Q1 atau Q2 2027. 

    Artinya, iPhone 17 akan menjadi model standar terbaru yang akan bertahan di pasaran selama lebih dari 18 bulan. Ini merupakan pertama kalinya Apple melewatkan satu tahun kalender penuh tanpa merilis generasi baru dari iPhone non-Pro andalannya.

    Apple juga dikabarkan akan memprioritaskan peluncuran model kelas atas pada musim gugur 2026. Jajaran produk yang akan dirilis meliputi iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan inovasi baru berupa iPhone lipat.

    ​Sementara itu, peluncuran iPhone 18 direncanakan akan meluncur bersamaan dengan dua model lainnya, yaitu iPhone 18e dan iPhone Air 2.

    ​Pergeseran jadwal ini menciptakan pemisahan yang jelas antara perangkat flagship level atas dengan perangkat yang ditujukan untuk pasar konsumen yang lebih luas. Hal ini juga berkaitan dengan ekspansi lini produk iPhone yang makin masif dan kompleks.

    ​Diperkirakan setidaknya akan ada 8 model iPhone berbeda yang dijual secara resmi oleh Apple pada akhir 2026. Jadwal rilis bertahap dinilai sebagai solusi strategis untuk memberikan jendela penjualan yang lebih panjang bagi setiap model.

    ​Selain itu, pendekatan ini memungkinkan perusahaan menghindari persaingan internal antar produk Apple sendiri. Analis rantai pasokan juga menyoroti adanya manfaat manufaktur dan logistik yang krusial di balik pergeseran strategi ini.

    ​Dengan menjarakkan waktu peluncuran antara model Pro dan standar, Apple dapat mengurangi hambatan produksi. Perusahaan juga dapat mengelola pasokan komponen teknologi canggih dengan lebih baik untuk memastikan ketersediaan stok.

    Sebagai contoh, dikutip dari beberapa sumber perpindahan prosesor 2 nanometer yang lebih efisien dapat menaikkan harga seri iPhone 18. Menunda peluncuran iPhone hingga nanti mungkin berarti biaya chip bisa turun dalam kurun waktu sekitar enam bulan tersebut.

    iPhone 18 juga dirumorkan memiliki tonjolan kamera yang lebih kecil dibandingkan pendahulunya. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Bahan Baku Makin Langka, SanDisk Berhenti Produksi SSD WD Blue dan WD Black

    Bahan Baku Makin Langka, SanDisk Berhenti Produksi SSD WD Blue dan WD Black

    Bisnis.com, JAKARTA — SanDisk, produsen alat penyimpanan data digital berbasis memori flash, memutuskan untuk menghentikan produksi SSD WD Blue dan WD Black di tengah kelangkaan bahan baku. Perusahaan akan menggantinya dengan SSD baru yang dinamakan SanDisk Optimus.

    Dilansir dari Ars Thecnica Selasa (06/01/2026), pembaruan merk akan diganti menjadi Hard disk WD Blue akan diganti dengan merek SanDisk Optimus, dimulai dengan Optimus 5100 yang merupakan versi rebranding dari WD Blue SN5100. Hard disk WD Black kelas menengah akan menjadi SanDisk Optimus GX, dengan Optimus GX 7100 menggantikan WD Black SN7100. 

    Sedangkan hard disk WD Black kelas atas akan menjadi SSD SanDisk Optimus GX Pro, dengan Optimus GX Pro 850X dan 8100 menggantikan WD Black SN850X dan 8100.

    Perbedaan utama antara SSD baru ini adalah kualitas dan performanya. SSD yang lebih murah seperti Optimus 5100 menggunakan memori yang lebih lambat dan sedikit tahan lama. 

    Sedangkan SSD yang lebih mahal seperti Optimus GX Pro yang tentunya memiliki kinerja yang lebih cepat dan lebih tahan lama. 

    Selain itu, Optimus GX Pro menggunakan teknologi yang lebih canggih seperti PCle 5.0 dan cache DRAM khusus.

    Meskipun merek dan nama produk berubah, fungsinya tetap sama. Pengguna SSD WD dan SanDisk sekarang bisa menggunakan perangkat lunak SanDisk Dashboard untuk memeriksa pembaruan dan merawat SSD mereka, karena perangkat lunak WD Dashboard sudah dihentikan.

    Perubahan ini terjadi di tengah-tengah lonjakan harga SSD yang dipicu oleh permintaan tinggi untuk pusat data AI dan kelangkaan bahan-bahan tertentu, yang membuat harga SSD tetap tinggi untuk beberapa waktu ke depan.

    Meskipun ada perubahan merek dan model, perbedaan utama antara SSD baru dan yang lama adalah dalam performa dan kualitas memori yang digunakan, yang memungkinkan pengguna memilih produk sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka.

    Sekilas Informasi, pada akhir tahun 2023, Western Digital mengumumkan bahwa mereka akan membagi diri menjadi dua perusahaan.

    Satu perusahaan tetap bernama Western Digital dan fokus pada hard drive tradisional, sedangkan yang satunya lagi, yang akan memakai nama SanDisk, akan mengurus penyimpanan solid-state (SSD), seperti yang biasa dijual dengan merek Blue, Black, Green, dan Red. Perpecahan ini membatalkan langkah Western Digital yang membeli SanDisk seharga US$19 miliar atau Rp285 triliun rupiah sepuluh tahun lalu. (Nur Amalina)

  • xAI Elon Musk Raih Pendanaan Seri E Rp334 Triliun, Kembangkan AI Canggih

    xAI Elon Musk Raih Pendanaan Seri E Rp334 Triliun, Kembangkan AI Canggih

    Bisnis.com, JAKARTA — xAI perusahaan pengembang kecerdasan buatan milik Elon Musk, berhasil menuntaskan pendanaan Seri E sebesar US$20 miliar atau sekitar Rp334 triliun, melampaui target awal yang hanya US$15 miliar atau Rp251 Triliun.

    Pendanaan ini berhasil diraih berkat dukungan dari berbagai investor ternama, seperti Valor Equity Partners, Stepstone Group, Fidelity Management & Research Company, Qatar Investment Authority, MGX, dan Baron Capital Group.

    Tak hanya itu, xAI juga mendapatkan dukungan strategis dari NVIDIA dan Cisco Investments, yang berperan besar dalam mempercepat pembangunan infrastruktur komputasi dan pengembangan klaster GPU terbesar di dunia.

    Tahun 2025 tampaknya menjadi tahun penuh terobosan bagi xAI, yang semakin memperkuat posisi mereka di industri AI melalui beberapa inisiatif besar yang telah dijalankan, antara lain:

    1. Pusat Data yang Mendunia

    xAI terus memperluas kemampuan komputasi mereka dengan menghadirkan superkomputer AI terbesar, Colossus I dan II. Saat ini, mereka telah mencapai lebih dari satu juta setara GPU H100, memperkuat dominasi mereka dalam dunia AI.

    2. Seri Grok 4

    Model bahasa terbaru mereka Grok 4, dibangun di atas infrastruktur pelatihan kelas dunia yang didukung oleh Colossus. xAI telah meningkatkan kemampuan pembelajaran penguatan dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya, menciptakan kecerdasan, penalaran, dan kemampuan tindakan yang lebih canggih.

    3. Grok Voice

    Salah satu pencapaian menarik adalah Grok Voice, agen suara cerdas yang memungkinkan percakapan waktu nyata. Grok Voice kini tersedia melalui API, menyediakan latensi rendah, pemahaman bahasa dalam berbagai bahasa, dan akses data real time, yang digunakan oleh jutaan orang di aplikasi Grok dan kendaraan Tesla.

    4. Metrik Pengguna yang Luar Biasa

    Dengan jangkauan lebih dari 600 juta pengguna aktif bulanan di seluruh platform X dan Grok, xAI menunjukkan dampak luas teknologi mereka di pasar global.

    5. Grok Imagine

    Model pembuatan gambar dan video milik xAI, Grok Imagine, kini memiliki kemampuan pembuatan multimodal yang sangat canggih, memungkinkan pemahaman, pengeditan, dan pembuatan gambar serta video dengan kecepatan luar biasa.

    6. Grok on X

    Menggunakan platform X, xAI mengoptimalkan pemahaman dunia secara real-time, memanfaatkan model AI mereka yang paling canggih hingga saat ini.

    Saat ini, xAI sedang dalam tahap pelatihan untuk Grok 5, yang diharapkan akan memperkenalkan produk-produk inovatif baru baik di sektor konsumen maupun perusahaan. Dengan dukungan teknologi dari Grok, Colossus, dan X, xAI bertujuan untuk merevolusi cara kita hidup, bekerja, dan berinteraksi.

    Pendanaan Seri E ini akan digunakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur terdepan yang mereka miliki, memperluas pengembangan produk AI yang dapat menjangkau miliaran pengguna, serta memajukan riset yang akan membawa xAI lebih dekat pada misi besar mereka Memahami Alam Semesta. (Nur Amalina)

  • Pasar Kerja 2026 Digerakkan AI, Pekerja Diminta Ubah Strategi Karier

    Pasar Kerja 2026 Digerakkan AI, Pekerja Diminta Ubah Strategi Karier

    Bisnis.com, JAKARTA – Memasuki 2026, dunia kerja bergerak semakin cepat seiring pesatnya adopsi teknologi dan kecerdasan buatan.

    Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pekerja dituntut menyesuaikan strategi karier agar tidak tertinggal di pasar kerja yang kian kompetitif.

    Laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum (WEF) mencatat, hingga 2030 diperkirakan akan tercipta sekitar 78 juta pekerjaan baru secara global. Namun, pada saat yang sama, sekitar 92 juta pekerjaan lama berpotensi hilang akibat otomatisasi dan transformasi industri.

    WEF memetakan pekerjaan yang tumbuh paling cepat berasal dari sektor teknologi. Bidang pengembangan perangkat lunak, kecerdasan buatan, data science, hingga keamanan siber diproyeksikan menjadi tulang punggung pasar kerja dalam beberapa tahun ke depan.

    Selain itu, peran di bidang digital commerce dan layanan berbasis teknologi juga diperkirakan terus berkembang. Pergeseran ini menandai perubahan besar dalam pola rekrutmen dan kebutuhan kompetensi tenaga kerja global dalam beberapa tahun ke depan.

    Corporate trainer dan career coach Aditiyo Indrasanto mengatakan, pekerjaan yang berkaitan dengan teknologi memang akan mendominasi. Namun, faktor tersebut bukan satu-satunya penentu arah karier di masa depan.

    Profesi berbasis hubungan manusia tetap memiliki ruang tumbuh, terutama di negara dengan budaya kolektif seperti Indonesia. Aditiyo menilai sektor marketing, konsultan, pengembangan bisnis, hingga layanan kesehatan mental masih akan relevan.

    “Ini yang kadang kita lupakan, terutama di Indonesia dengan budaya timur, di mana interaksi manusia masih memegang peran penting,” ujar Aditiyo kepada Bisnis.

    Menurut dia, teknologi membantu proses kerja, tetapi tidak sepenuhnya menggantikan peran relasi dan kepercayaan.

    Dalam konteks strategi karier, Aditiyo menilai pekerja tidak lagi bisa mengandalkan satu jalur saja. Perubahan teknologi yang cepat membuat stabilitas kerja semakin relatif, sehingga fleksibilitas dan kesiapan beradaptasi menjadi kunci bertahan.

    Dia menyoroti kesalahan umum pekerja yang membaca peluang hanya dalam jangka pendek. Banyak orang tergoda berpindah kerja mengikuti tren sesaat, tanpa mempertimbangkan kesiapan kompetensi dan arah karier jangka panjang.

    “Bahaya buat kita kalau hanya melihat jangka pendek, karena dunia kerja bergerak jauh lebih cepat dari yang kita bayangkan,” imbuhnya.

    Aditiyo menambahkan, perubahan yang terjadi bukan sekadar siklus tahunan, melainkan lintasan panjang dunia kerja.

    Dia juga menyoroti kecenderungan pekerja membatasi diri hanya pada job description. Di tengah pasar kerja yang semakin kompetitif, sikap ini justru mempersempit nilai jual individu ketika perusahaan mencari talenta yang adaptif dan multifungsi.

    Dia menegaskan, kesiapan mental untuk terus belajar dan membangun lebih dari satu opsi karier akan menjadi modal utama agar pekerja tetap relevan pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya.

    “Extra mile itu bukan soal jadi keset perusahaan, tapi soal memperkaya diri dengan pengalaman dan keahlian,” katanya.

  • Elon Musk Tawarkan Layanan Starlink Gratis saat Hubungan AS dan Venezuela Memanas

    Elon Musk Tawarkan Layanan Starlink Gratis saat Hubungan AS dan Venezuela Memanas

    Bisnis.com, JAKARTA — Layanan internet satelit yang dioperasikan oleh SpaceX, Starlink, memberikan layanan internet gratis kepada masyarakat Venezuela setelah insiden penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

    Satelit internet yang dimiliki oleh Elon Musk ini membuat pengumuman bahwa mereka bersedia memfasilitasi layanan internet gratis bagi pelanggan aktif maupun pelanggan tidak aktif di negara Venezuela.

    “Starlink menyediakan layanan broadband gratis bagi masyarakat Venezuela,” dikutip dari pernyataan resmi Starlink Selasa (06/01/2026).

    Perusahaan itu juga membuka peluang bagi pelanggan yang berhenti berlangganan dan sedang terkena jeda untuk mendapatkan kredit secara gratis. Namun, pelanggan wajib masih memiliki perangkat keras dari Starlink.

    Masyarakat Venezuela yang tidak memiliki perangkat keras, tidak akan mendapatkan keuntungan ini. Starlink juga menyebutkan bahwa mereka akan memberikan layanan internet gratis ini hingga tanggal 3 Februari 2026.

    Sebagai informasi, Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap Venezuela dengan menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya pada 3 Januari lalu.

    Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa penangkapan itu merupakan indikasi dari keterlibatan Maduro terhadap perdagangan narkoba dan terorisme narkoba dan juga meledakkan puluhan perahu kecil.

    Di sisi lain, Venezuela bukanlah daerah konflik pertama yang menerima dukungan Starlink. Sebelumnya, Starlink memang sudah gencar memberikan layanan internet gratis pada daerah yang sedang terkena konflik. Pada 2022 lalu, Starlink memberikan layanan internet secara gratis pada Ukraina setelah diserang oleh Rusia.

    Daerah konflik Gaza juga pernah terkena kebijakan ini saat pemadaman telekomunikasi yang terjadi pada 2023. Saat itu, Starlink digratiskan dan Musk mengatakan akan mendukung akses internet bagi organisasi bantuan internasional yang diakui secara internasional di Gaza.

    Starlink juga membantu pengguna dalam menghindari sensor pemerintah negara-negara otoriter. Di negara Iran, banyak warga telah memakai Starlink guna menghindari pembatasan internet walaupun belum mendapatkan persetujuan resmi.

    Pemerintahan Maduro sering memakai taktik pemadaman internet saat terjadi ketidakstabilan politik di negara itu. Ketersediaan Starlink memungkinkan aktor non-pemerintah untuk menyediakan akses internet di daerah-daerah di mana kontrol pemerintah paling ketat.

    Strategis GeoMacro Global di BCA Research Marko Papic menjelaskan bahwa Starlink mewakili model baru di mana perusahaan swasta memastikan akses internet di negara-negara otoriter.

    Untuk saat ini Starlink masih memantau perkembangan kondisi dan persyaratan regulasi. “Meskipun kami belum memiliki jadwal untuk ketersediaan pembelian lokal, jika dan ketika ada pembaruan, informasi tersebut akan dikomunikasikan langsung melalui saluran resmi Starlink dan diperbarui di halaman ini,” dikutip dari laman resmi. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • ASUS Gandeng Kojima Rilis ROG Zephyrus G14 dan G16, Ini Spesifikasinya

    ASUS Gandeng Kojima Rilis ROG Zephyrus G14 dan G16, Ini Spesifikasinya

    Bisnis.com, JAKARTA — Asus resmi memperkenalkan ROG Zephyrus G14 terbaru (GA403) dan ROG Zephyrus G16 (GU606) di CES 2026 dengan teknologi mutakhir. Selain itu, Asus juga berkolaborasi Kojima Production.

    CES 2026 jadi ajang ASUS ROG memperkenalkan berbagai perangkat gaming terbaru, diantaranya laptop, dekstop, dan aksesori gaming. Laptop gaming Zephyrus dirancang untuk para gamers dan kreator yang membutuhkan performa tinggi namun, tetap mengedepankan desain yang compact.

    Laptop Gaming ROG Zephyrus

    ROG Zephyrus G14 dan G16 generasi terbaru membawa performa luar biasa dengan prosesor terbaru dan layar HDR yang lebih cerah untuk pengalaman visual yang imersif.

    ROG Zephyrus G14 dan G16 menggunakan prosesor Intel Core Ultra Series 3 yang cepat dan sudah mendukung fitur AI langsung di laptop. Performa AI nya mencapai 50 TOPS, sehingga dapat membantu gaming, editing, dan berbagai pekerjaan tanpa perlu koneksi cloud.

    Kartu grafis yang digunakan Zephyrus G14 mendukung hingga NVIDIA GeForce RTX 5070 Laptop GPU. Sementara Zephyrus G16 lebih bertenaga dengan GeForce RTX 5090, lengkap dengan teknologi DLSS 4 dan Frame Generation untuk game yang lebih halus.

    Selain itu kedua tipe laptop ini mempunyai daya GPU nya Zephyrus G14 memiliki daya hingga 115W sementara G16 memiliki daya 160W, sehingga peformanya lebih maksimal.

    Untuk pendinginan, ASUS membekali keduanya dengan ROG Intelligent Cooling, membuat laptop tetap dingin dan senyap meski digunakan untuk kerja berat. Sistem ini menggunakan desain ventilasi baru dan liquid metal pada prosesor.

    Di bagian layar, G14 dan G16 memakai layar ROG Nebula HDR dengan tingkat kecerahan hingga 1100 nits. Warna terlihat sangat akurat (100% DCI-P3) dan tajam, cocok untuk gaming maupun editing foto dan video.

    Daya tahan baterainya juga ditingkatkan untuk pemakaian seharian, serta tersedia slot kartu SD ukuran penuh yang memudahkan kreator memindahkan file.

    Meski performanya tinggi, desainnya tetap tipis dan premium, dengan bodi aluminium CNC dan efek Slash Lighting terbaru berlapis kaca, membuat laptop ini terlihat elegan sekaligus futuristik.

    Kolaborasi ROG dengan Kojima Production

    ROG juga mengumumkan kolaborasi epik dengan Kojima Production untuk menciptakan perangkat gaming yang tidak hanya powerful, tetapi juga memiliki nilai seni. ROG Flow Z13-KJP adalah perangkat 2 in 1 yang sangat fleksibel, bisa digunakan sebagai tablet kreatif atau konsol gaming portabel.

    Fitur ROG Flow Z13-KJP:

    – AMD Ryzen AI Max+ 395 dan grafis Radeon 8060S untuk performa setara desktop.
    – Layar 13,4 inci 2.5K dengan refresh rate 180Hz dan warna 100% DCI-P3 untuk visual yang luar biasa.
    – Desain eksklusif dengan tema Ludens dari Kojima Productions, menjadikan perangkat ini koleksi unik.

    Periferal ROG x Kojima Productions:

    – Headset ROG Delta II-KJP: Menawarkan suara jernih dan kenyamanan maksimal, dengan masa pakai baterai hingga 100 jam.
    – Mouse ROG Keris II Origin-KJP: Ringan, dengan kontrol presisi dan teknologi nirkabel SpeedNova.
    – Mousepad ROG Scabbard II XXL-KJP: Tahan air, minyak, dan debu, dengan desain ilustrasi Ludens yang unik.

    ROG Zephyrus G14 dan G16 terbaru memberikan performa luar biasa dalam desain yang tipis, sementara ROG Flow Z13-KJP menggabungkan gaming, seni, dan teknologi menjadi perangkat yang sangat fleksibel dan inovatif. (Nur Amalina)

  • Komdigi Targetkan Tingkat Kesuksesan Startup 8% pada 2026, Andalkan Garuda Spark

    Komdigi Targetkan Tingkat Kesuksesan Startup 8% pada 2026, Andalkan Garuda Spark

    Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan tingkat kesuksesan startup nasional hingga 8% pada 2026. Target tersebut terncantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. 

    Salah satu indikator kinerja utama yang ditetapkan Komdigi adalah success rate startup, yang diukur dari persentase startup aktif yang berhasil mencapai stabilitas bisnis ditandai dengan pendapatan yang stabil atau meningkat dalam kurun waktu satu tahun.

    Berdasarkan data Komdigi tahun 2024, tingkat kesuksesan startup nasional masih berada pada kisaran 1–5%. Ke depan, pemerintah menargetkan peningkatan bertahap, yakni 7% pada 2025, 8% pada 2026, 10% pada 2027, 12% pada 2028, dan mencapai 15% pada 2029.

    Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan Komdigi menjadikan Garuda Spark sebagai instrumen utama dalam pengembangan ekosistem startup nasional. Melalui platform tersebut, pemerintah menyediakan berbagai program, mulai dari pelatihan hingga penguatan talenta digital.

    Selain itu, Komdigi berharap seluruh proses pembelajaran serta keterhubungan dengan calon investor dapat terintegrasi dalam satu wadah yang sama.

    “Dan juga memang lokal-lokal talentnya yang memang sudah ada itu juga kita harapkan bisa kita rangkul melalui sebuah wadah yang namanya Garuda Spark,” kata Meuty, Senin (5/1/2026)

    Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Komdigi 2025–2029, startup telah menjadi salah satu penggerak ekonomi digital Indonesia dengan kontribusi mencapai 4% terhadap PDB nasional. Selain itu, Indonesia menempati peringkat ke-36 dari 119 negara dalam Global Startup Ecosystem Index 2024. 

    Meski demikian, berbagai tantangan struktural masih menghambat peningkatan kualitas dan keberlanjutan startup. Renstra Komdigi mencatat, lebih dari 57% persebaran startup masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, terutama di Jabodetabek, Malang, dan Bandung. 

    Sekitar 48,1% startup didominasi skala usaha mikro yang menghadapi keterbatasan infrastruktur, sumber daya manusia terampil, serta minimnya koneksi ke inkubator dan industri. Selain itu, 70% pendanaan startup digital masih berpusat di Jabodetabek.

    Akses pendanaan menjadi tantangan utama lainnya. Sebanyak 34,1% startup di Indonesia mengalami kendala modal usaha. Meskipun total investasi ke Indonesia meningkat setiap tahun, pendanaan startup justru mengalami penurunan signifikan pada 2022, dari US$11.352 juta menjadi US$3.698 juta. Kondisi ini diperparah oleh kualitas startup yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi investor, sehingga investor cenderung lebih berhati-hati dalam menyalurkan pendanaan.

    Renstra juga menyoroti potensi besar angel investor di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal akibat rendahnya awareness dan pendekatan yang terbatas. Untuk itu, Komdigi mendorong peningkatan awareness melalui forum networking dan penguatan jejaring investasi.

    Dari sisi inovasi, sekitar 32,7% startup masih bergerak di bidang general, yang cenderung menghasilkan inovasi umum dengan daya saing rendah. Keterbatasan riset dan pengembangan juga menjadi hambatan, mengingat Indonesia baru memiliki 166 creative hub yang mayoritas terpusat di Jakarta, Bandung, dan Bali, serta hanya 14 lembaga inkubator tersertifikasi dari total 389 lembaga yang ada.

    Ketersediaan talenta digital turut menjadi tantangan krusial. Data Renstra menunjukkan 90% perusahaan menilai tenaga kerja digital belum memenuhi kebutuhan industri, sementara 52% perusahaan kesulitan menemukan pekerja dengan keterampilan digital yang tepat. Kapasitas founder dan talenta teknis yang masih terbatas, termasuk mindset global dan kecepatan adaptasi teknologi, turut memengaruhi rendahnya tingkat inovasi startup nasional.

  • China Peringatkan PBB tentang Ancaman Keamanan di Balik Starlink Milik Elon Musk

    China Peringatkan PBB tentang Ancaman Keamanan di Balik Starlink Milik Elon Musk

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah China peringatkan PBB tentang isu risiko keamanan dari satelit orbit rendah Starlink yang dioperasikan oleh SpaceX milik Elon Musk.

    Dalam sebuah acara informal Dewan Keamanan PBB, perwakilan China menyampaikan bahwa pertumbuhan aktivitas ruang angkasa komersial yang sangat cepat, jika dibiarkan tanpa regulasi yang efektif, dapat memunculkan tantangan keamanan yang serius.

    ​Melansir dari South China Morning Post Selasa (06/01/2026), diplomat tersebut menyatakan bahwa proliferasi konstelasi satelit komersial yang tidak terkendali oleh negara telah menciptakan risiko keselamatan yang nyata. 

    Pihak China tersebut secara spesifik merujuk pada konstelasi Starlink milik Elon Musk, dengan menyatakan bahwa kepadatan satelit tersebut memadati sumber daya frekuensi orbit data yang digunakan bersama oleh semua satelit untuk komunikasi dan secara drastis meningkatkan risiko tabrakan di luar angkasa.

    ​Kekhawatiran ini didukung oleh data statistik terkini mengenai populasi satelit di orbit. Saat ini, tercatat ada sebanyak 12.955 satelit aktif yang berada di orbit rendah Bumi. 

    Dari jumlah total tersebut, dominasi SpaceX sangat mencolok, di mana sekitar 8.500 satelit atau lebih dari 66% merupakan bagian dari konstelasi Starlink. Angka ini diproyeksikan akan terus bertambah. 

    CEO SpaceX Elon Musk telah menyatakan bahwa konstelasi Starlink pada akhirnya dapat mencakup lebih dari 42.000 satelit, meskipun saat ini perusahaan tersebut baru memegang izin peluncuran untuk 12.000 unit. 

    ​Perwakilan China menyoroti insiden nyata sebagai bukti dari bahaya yang ditimbulkan oleh kepadatan ini. Diplomat tersebut mengutip beberapa insiden. Salah satu contohnya adalah situasi pada 2021 silam, yang di mana satelit Starlink dan stasiun luar angkasa China hampir bertabrakan.

    Dalam insiden tersebut, satelit Starlink dilaporkan melakukan pendekatan jarak dekat yang berbahaya terhadap stasiun luar angkasa China. 

    ​Selain risiko tabrakan, China juga mengangkat isu kesenjangan teknologi dan risiko bagi negara-negara berkembang. 

    Perwakilan tersebut mengatakan bahwa bagi wahana antariksa yang dioperasikan oleh negara-negara berkembang yang mungkin kurang memiliki kemampuan kendali orbit, kesadaran situasional ruang angkasa, atau waktu reaksi yang memadai kepadatan satelit komersial ini merupakan risiko besar.

    ​Aspek keamanan nasional dan militer juga menjadi sorotan utama dalam peringatan tersebut. Dia memperingatkan bahwa satelit komersial kini makin sering digunakan untuk tujuan pengintaian dan komunikasi di medan perang. 

    ​Merespons situasi orbit rendah Bumi yang makin padat sejak tahun 2018, perwakilan China mendesak negara-negara untuk menegakkan regulasi yang lebih baik terhadap aktivitas ruang angkasa komersial mereka. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • 6 Produk Apple yang Siap Rilis 2026, Ada iPhone 17e hingga iPad Air M4

    6 Produk Apple yang Siap Rilis 2026, Ada iPhone 17e hingga iPad Air M4

    Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan raksasa teknologi Apple dikabarkan akan melakukan peluncuran 6 produk perangkat keras baru di tahun 2026. Produk tersebut meliputi pembaruan di lini MacBook Pro, MacBook Air, dan iPad, serta memperkenalkan model iPhone baru.

    Berikut adalah rincian enam produk Apple yang diprediksi meluncur awal tahun ini, melansir dari 9TO5Mac Selasa (06/01/2026):

    1. MacBook Pro 14 inci dan 16 inci

    Pembaruan yang paling dinantikan oleh para profesional adalah kehadiran MacBook Pro ukuran 14 inci dan 16 inci yang ditenagai oleh chip M5 Pro dan M5 Max. Sebelumnya, pada musim gugur lalu, Apple telah memperkenalkan chip M5 standar pada tiga produk, yaitu MacBook Pro 14 inci, iPad Pro, dan Vision Pro. 

    Namun, versi Pro dan Max dari Apple terbaru tersebut belum tersedia hingga saat ini. Pola peluncuran ini menyerupai strategi Apple pada Januari 2023, ketika perusahaan tersebut merilis versi M2 Pro dan M2 Max untuk MacBook Pro. 

    Peluncuran model baru ini diharapkan akan memberikan kenaikkan performa bagi pengguna profesional yang membutuhkan daya komputasi lebih tinggi.

    2. MacBook 12,9 inci 

    Selain menyasar pasar premium, Apple juga dikabarkan akan merambah segmen laptop yang mprediksi bahwa Apple akan merilis MacBook berukuran 12,9 inci plebih terjangkau. Analis Jeff Pu meada pertengahan kuartal pertama tahun 2026. 

    Perangkat ini disinyalir akan menggunakan chip A18 Pro, sekelas dengan yang digunakan pada iPhone dan akan tersedia dalam berbagai pilihan warna yang menarik. 

    Menurut analisis tersebut, Apple berupaya untuk bersaing melawan Chromebook dan PC Windows yang lebih murah. Harga yang dirumorkan untuk perangkat ini berada di kisaran $599-$699 atau sekitar Rp10-12 juta.

    3. iPad 

    iPad model dasar diperkirakan juga akan mendapatkan pembaruan internal. Setelah model tahun lalu hanya mendapatkan peningkatan spesifikasi ke chip A16 Bionic, iPad generasi berikutnya diharapkan hadir dengan chip A18. Peningkatan spesifikasi ini diperlukan untuk memungkinkan dukungan terhadap fitur Apple Intelligence.

    Meskipun detail lainnya masih minim, desain fisik iPad ini diperkirakan tidak akan mengalami perubahan besar, dengan fokus utama pembaruan pada komponen internal.

    4. iPad Air M4

    Meskipun ada laporan mengenai pengembangan iPad Air dengan layar OLED, teknologi tersebut kemungkinan baru akan diluncurkan tahun depan. Model M4 iPad Air yang akan datang dalam beberapa bulan ke depan diprediksi akan menawarkan performa yang lebih tinggi dan pilihan warna baru, namun tetap mempertahankan desain yang serupa dengan pendahulunya. 

    5. iPhone 17e

    Apple sedang mengerjakan iPhone 17e yang dijadwalkan rilis awal tahun ini sebagai penerus iPhone 16e. Perangkat ini dikabarkan mengusung chip A19, fitur Dynamic Island, kamera depan Center Stage, dan dukungan MagSafe. Dengan satu kamera belakang dan harga sekitar US$599.

    6. MacBook Air M5

    MacBook Air juga akan menerima pembaruan chip ke versi M5 pada awal tahun ini. Informasi mengenai pembaruan ini masih terbatas, namun diketahui bahwa model ini akan tetap tersedia dalam ukuran 13 inci dan 15 inci seperti model M4 saat ini. Tidak ada perubahan desain eksternal yang diharapkan, dengan fokus utama pada peningkatan efisiensi dan kecepatan yang ditawarkan oleh chip M5, serta beberapa peningkatan kecil lainnya. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)