Category: Bisnis.com Tekno

  • Cakupan 4G Capai 97,50%, Internet Makin Murah

    Cakupan 4G Capai 97,50%, Internet Makin Murah

    Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan cakupan layanan mobile broadband minimal 4G/LTE mencapai 97,50% dari total wilayah permukiman pada 2026. Target tersebut meningkat dibandingkan target 2025 sebesar 97,30% dan kondisi terkini yang berada di level 97,16%.

    Target itu tercantum dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra) Komdigi 2025–2029. Dalam dokumen tersebut, indikator jangkauan jaringan pita lebar bergerak per populasi ditetapkan meningkat secara bertahap hingga 98% pada 2029.

    Secara rinci, cakupan mobile broadband ditargetkan mencapai 97,50% pada 2026, meningkat menjadi 97,75% pada 2027, kemudian 97,90% pada 2028, dan mencapai 98% pada 2029. Adapun capaian tahun 2024 tercatat sebesar 97,16% dari total wilayah permukiman.

    Meski cakupan mobile broadband relatif tinggi, data Renstra Komdigi menunjukkan jangkauan layanan fixed broadband masih terbatas. Persentase wilayah permukiman yang terlayani fixed broadband tercatat sebesar 70,88% pada 2024. Sementara itu, jangkauan jaringan 5G masih berada di level 4,44% wilayah permukiman.

    Dari sisi pemanfaatan, sebanyak 24,5 juta rumah tangga tercatat belum menggunakan layanan fixed broadband. Akses internet di fasilitas publik juga masih terbatas, dengan tingkat ketersediaan akses internet di sekolah sebesar 42,38%, di puskesmas 40,80%, dan di kantor pemerintahan 44,32%.

    Data Renstra juga mencatat kepemilikan perangkat digital yang belum merata. Kepemilikan smartphone tercatat sebesar 67,88% dari total penduduk, sementara kepemilikan laptop berada di level 18,04% rumah tangga.

    Selain cakupan dan pemanfaatan, kualitas layanan internet nasional masih bervariasi. Rata-rata kecepatan mobile broadband tercatat sebesar 25,83 Mbps, sedangkan rata-rata kecepatan fixed broadband mencapai 28,37 Mbps. Dari sisi latensi, rata-rata latensi mobile broadband tercatat 26 milidetik, sementara latensi fixed broadband berada di level 7 milidetik.

    Dari sisi keterjangkauan, harga layanan mobile broadband tercatat sebesar 0,24% dari GNI per kapita. Sementara itu, harga layanan fixed broadband mencapai 4,86% dari GNI per kapita.

    Dalam Renstra tersebut, Komdigi menetapkan peningkatan cakupan, pemanfaatan, dan kualitas broadband sebagai bagian dari sasaran penguatan infrastruktur digital nasional periode 2025–2029.

  • AI Anthropic Siap Galang Dana Rp168 Triliun, Valuasi Meroket Dua Kali Lipat

    AI Anthropic Siap Galang Dana Rp168 Triliun, Valuasi Meroket Dua Kali Lipat

    Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan startup kecerdasan artifisial (AI) Anthropic dilaporkan tengah bersiap untuk mengumpulkan pendanaan senilai US$10 miliar atau sekitar Rp168 triliun.

    Hal tersebut akan membuat valuasi Anthropic diproyeksikan akan menembus angka US$350 miliar atau Rp5.880 triliun dalam beberapa pekan mendatang.

    Melansir dari Reuters Kamis (08/01/2026), putaran pendanaan raksasa ini akan dipimpin oleh Coatue Management dan dana kekayaan negara Singapura, GIC.

    Kesepakatan ini diperkirakan rampung dalam waktu dekat, meskipun nilai total dan persyaratan akhir masih dapat berubah sebelum penutupan.

    Kenaikkan valuasi ini mencerminkan pertumbuhan eksponensial nilai perusahaan dalam waktu singkat. Tercatat, Anthropic baru saja menutup putaran pendanaan Seri F senilai Rp218,4 triliun pada September lalu dengan valuasi Rp3.074,4 triliun

    Dengan target valuasi baru ini, nilai perusahaan naik hampir dua kali lipat hanya dalam kurun waktu satu kuartal. Tren positif ini melanjutkan momentum pada Maret lalu, di mana perusahaan juga berhasil mengamankan Rp58,8 triliun dengan valuasi saat itu sebesar Rp1.033 triliun

    Sebagai informasi, pendanaan tunai ini terpisah dari komitmen investasi senilai Rp252 triliun yang baru-baru ini dijanjikan oleh Nvidia dan Microsoft.

    Kesepakatan dengan dua raksasa teknologi tersebut bersifat “sirkular”, di mana dana digunakan untuk membeli kapasitas komputasi senilai Rp504 triliun dari Microsoft Azure yang menggunakan cip Nvidia.

    Pemisahan jalur pendanaan ini menegaskan strategi Anthropic dalam mengamankan likuiditas tunai sekaligus infrastruktur teknis. Hal ini dilakukan guna memenangkan persaingan pasar yang makin ketat, terutama melawan OpenAI.

    Di sisi operasional, suntikan modal ini hadir seiring dengan meningkatnya adopsi produk Anthropic di kalangan pengembang perangkat lunak. Perusahaan terus mendorong penetrasi pasar melalui “Claude Code”, alat otomatisasi pengkodean yang ditenagai oleh model terbaru mereka, Claude Opus 4.5.

    Pertumbuhan pendapatan perusahaan juga menunjukkan tren yang bagus. Laporan Reuters pada Oktober lalu menyebutkan bahwa Anthropic menargetkan pelipatgandaan tingkat pendapatan tahunan pada tahun ini, didorong oleh permintaan dari sektor korporasi (enterprise).

    Sementara itu, spekulasi mengenai rencana Initial Public Offering (IPO) Anthropic masih menjadi sorotan pelaku pasar. Laporan Financial Times menyebutkan bahwa perusahaan telah menunjuk firma hukum Wilson Sonsini untuk mempersiapkan IPO yang mungkin terealisasi paling cepat pada 2026.

    Meski demikian, juru bicara Anthropic menyatakan bahwa perusahaan belum mengambil keputusan final terkait waktu pelaksanaan IPO. Hal ini berbeda dengan beberapa spekulasi pasar yang menyebut potensi IPO bisa terjadi tahun ini bersamaan dengan OpenAI.

    OpenAI juga dilaporkan sedang dalam pembicaraan untuk menggalang dana hingga Rp1.680 triliun. Langkah tersebut berpotensi menempatkan valuasi pembuat ChatGPT tersebut pada angka fantastis, yakni hingga Rp13.944 triliun. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Kelemahan Teknologi ‘Wi-Fi’ Pengantar Listrik Tanpa Kabel Milik Finlandia

    Kelemahan Teknologi ‘Wi-Fi’ Pengantar Listrik Tanpa Kabel Milik Finlandia

    Bisnis.com, JAKARTA — Para insinyur di Finlandia menyadari bahwa teknologi pengantar listrik melalui udara atau tanpa kabel yang mereka kembangkan memiliki sejumlah kelemahan yang harus disempurnakan.

    Meskipun uji coba awal menunjukkan bahwa listrik bisa dikirim melalui udara, peneliti menilai teknologi ini belum siap digunakan secara luas di rumah atau di seluruh kota. 

    Masih ada beberapa tantangan penting yang harus diselesaikan terlebih dahulu, seperti meningkatkan efisiensi energi agar tidak banyak terbuang ketika jarak antara pemancar dan penerima jauh. 

    Selain itu tantangan selanjutnya adalah memperluas jarak jangkauan agar bisa mencakup ruang yang lebih besar. Makin luas jangkauan maka makin efisien.

    Tantangan lainnya adalah memastikan keamanan dan aturan penggunaan supaya teknologi ini aman bagi manusia, hewan, dan perangkat lain di kehidupan sehari-hari.

    Diketahui, baru-baru ini penelitian di Finlandia berhasil menunjukkan sebuah teknologi yang cukup mengagumkan, mengirim listrik melalui udara tanpa kabel, colokan, atau kontak fisik apa pun. 

    Hal ini berarti, listrik bisa berpindah dari sumber energi ke perangkat hanya melalui udara, layaknya sinyal Wi-Fi yang kita gunakan sehari-hari,  tetapi bukan mengirim data, melainkan mengirim energi listrik yang bisa dipakai langsung oleh perangkat elektronik. 

    Dilansir dari Tech Times, Kamis (8/1/2026) teknologi ini memanfaatkan medan elektromagnetik atau frekuensi radio yang dikendalikan secara presisi untuk mentransfer energi dari satu titik ke titik lain tanpa kabel. 

    Perangkat yang dilengkapi alat penerima khusus dapat menangkap energi tersebut selama berada dalam jangkauan medan energi itu. 

    Cara kerjanya mirip dengan teknologi wireless power transfer yang sudah ada sekarang seperti pengisian daya tanpa kabel (wireless charging) untuk ponsel  tapi versi terbaru ini bisa bekerja lebih jauh dari hanya beberapa sentimeter. 

    Pada teknologi lama, listrik hanya bisa ditransfer sangat dekat seperti mengisi daya telepon di atas pad charger. 

    Saat ini fokus pengujian teknologi ini adalah pada perangkat-perangkat kecil yang membutuhkan daya rendah, seperti sensor pintar, perangkat Internet of Things (IoT), telepon yang bisa terus menerima listrik tanpa perlu kabel atau baterai besar. 

    Jika berhasil dikembangkan lebih jauh, teknologi ini bisa menghilangkan baterai di banyak perangkat kecil, mengurangi limbah elektronik dan menyederhanakan cara kita mengisi daya gadget di rumah atau kantor karena perangkat akan menerima listrik secara otomatis saat berada di area energinya. 

    Teknologi transfer listrik nirkabel memiliki potensi besar untuk digunakan di tempat-tempat yang selama ini sulit atau tidak mungkin dipasang kabel. Misalnya, di lokasi terpencil di mana jaringan listrik biasa sulit dijangkau, di perangkat medis yang ditanam di dalam tubuh pasien, atau pada jaringan rumah pintar yang tidak mudah mencapai stopkontak biasa. 

    Dengan adanya listrik nirkabel, perangkat-perangkat seperti sensor, alat kesehatan, atau gadget rumah bisa terus mendapat daya tanpa perlu kabel panjang atau sering mengganti baterai, sehingga hidup menjadi lebih praktis dan efisien.  (Nur Amalina)

  • Jadwal Dokter Terlalu Padat, ChatGPT Siapkan Fitur Konsultasi Medis Lewat Chat

    Jadwal Dokter Terlalu Padat, ChatGPT Siapkan Fitur Konsultasi Medis Lewat Chat

    Bisnis.com, JAKARTA — Startup kecerdasan artifisial (AI) OpenAI resmi mengumumkan peluncuran fitur terbarunya ChatGPT Health. 

    Fitur ini nantinya akan menyediakan ruang khusus bagi pengguna yang ingin melakukan konsultasi mendalam mengenai topik kesehatan dengan AI. Peluncuran fitur ini didasari oleh tingginya volume interaksi pengguna terkait isu medis di platform tersebut. 

    OpenAI mencatat lebih dari 230 juta orang mengajukan pertanyaan seputar kesehatan dan kebugaran setiap minggunya.

    CEO of Applications OpenAI Fidji Simo mengatakan kehadiran fitur ini merupakan respons terhadap masalah struktural di sektor layanan kesehatan, seperti hambatan biaya dan aksesibilitas.

    “Fitur ini juga merespons isu jadwal dokter yang terlalu padat serta kurangnya kesinambungan dalam perawatan pasien,” tulis Simo. 

    ChatGPT Health menerapkan mekanisme isolasi atau “silo” yang memisahkan percakapan kesehatan dari obrolan umum. Jika pengguna memulai topik kesehatan di luar fitur ini, AI akan secara otomatis mengarahkan pengguna untuk beralih ke ruang Health demi menjaga privasi data.

    OpenAI memastikan bahwa percakapan dalam ruang Health tidak akan digunakan untuk melatih model AI mereka. ChatGPT Healt akan memiliki “kemampuan untuk menghapus percakapan dari sistem OpenAI dalam waktu 30 hari, dan melatih model kami agar tidak menyimpan informasi pribadi dari percakapan pengguna,” dikutip dari laman resmi OpenAI Kamis (08/01/2026).

    Meskipun terpisah, terdapat aliran informasi satu arah untuk meningkatkan personalisasi. Sistem dalam ChatGPT Health dapat mengenali konteks dari percakapan standar seperti hobi lari pengguna. Namun, konteks kesehatan tidak akan muncul dalam percakapan umum.

    Fitur ini juga menawarkan integrasi dengan data medis dari aplikasi pihak ketiga seperti Apple Health, Function, dan MyFitnessPal. 

    Kendati demikian, penggunaan Large Language Models (LLMs) untuk saran medis tetap memiliki tantangan akurasi karena risiko halusinasi AI. Dalam ketentuan layanannya, 

    OpenAI menegaskan bahwa platform ini tidak dimaksudkan untuk diagnosis atau pengobatan kondisi kesehatan apa pun.

    Manajemen OpenAI mengonfirmasi bahwa fitur ChatGPT Health dijadwalkan akan mulai diluncurkan kepada pengguna secara bertahap dalam beberapa minggu mendatang. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Grab Uji Coba Pengiriman Makanan Pakai Drone, Lebih Hemat Waktu

    Grab Uji Coba Pengiriman Makanan Pakai Drone, Lebih Hemat Waktu

    Bisnis.com, JAKARTA — Grab akan melakukan uji coba pengiriman makanan menggunakan drone di kawasan Tanjong Rhu, Singapura. Uji coba ini akan berlangsung selama tiga bulan, dan masih berada dalam tahap pengujian internal.

    Rencananya, uji coba pengiriman makanan dengan drone dilakukan setiap hari selasa sampai minggu, mulai pukul 10 pagi hingga 6 sore. Maksimal ada 28 pengiriman menggunakan drone dalam sehari.

    Mengutip dari CNA pada Kamis (08/01/2026), Grab menjelaskan tujuan dari uji coba ini untuk meningkatkan efisiensi pengiriman makanan, terlebih bagi wilayah yang memiliki kendala geografis. 

    Contoh wilayahnya adalah kawasan Tanjong Rhu yang dipisahkan oleh Sungai Kallang dari pusat restoran. Akibatnya, pengantar harus memutar lebih jauh untuk melewati sungai, sehingga memakan waktu yang lama.

    Dengan adanya drone, Grab ingin mendapatkan solusi teknologi terbaik yang bisa mempercepat pengiriman. Drone akan digunakan khusus untuk menyeberangi Sungai Kallang, sementara pengantar tetap berperan dalam mengantarkan pesanan ke rumah pelanggan.

    Kerja sama grab dengan ST Engineering

    Dalam uji coba ini, Grab bekerja sama dengan ST Engineering, perusahaan yang mengembangkan teknologi drone. Program ini dibatasi, hanya tersedia untuk pelanggan di wilayah Tanjong Rhu dan terbatas pada pesanan dari restoran di wilayah Bugis, Kampong Glam dan Suntec City. Pembatasan ini dilakukan agar uji coba dapat berjalan lebih terkontrol. 

    Grab mengaku waktu yang dibutuhkan drone untuk perjalanan pulang pergi hanya sekitar 8 menit. 

    “Waktu penerbangan rata-rata diperkirakan sekitar 8 menit untuk perjalanan pulang pergi, menjadikannya pilihan yang cepat dan nyaman,” ujar Grab.

    Cara kerja pengiriman drone

    Proses pengiriman dimulai ketika pengantar Grab membawa pesanan ke titik peluncuran drone di Republic Avenue. Pesanan kemudian dimasukkan ke dalam drone dan diterbangkan melewati Sungai Kallang melalui rute yang sudah disetujui.

    Setelah tiba di Tanjong Rhu, pesanan akan diturunkan di titik pendaratan. Dari sana, kurir Grab akan melanjutkan pengantaran hingga ke depan rumah pelanggan.

    Lebih dari 20 pengantar telah mendapatkan pelatihan khusus agar proses pemindahan pesanan ke drone dapat dilakukan dengan aman dan efisien. Grab menegaskan bahwa peran manusia tetap penting, seperti memeriksa pesanan dan memastikan makanan sampai dengan aman.

    Pengoperasian drone akan dihentikan sementara saat hujan dan tidak beroperasi pada hari libur nasional.

    Cara memesan pengiriman drone di aplikasi Grab

    Untuk menggunakan layanan ini, pelanggan perlu:

    – Memilih opsi Pengiriman Drone (Beta) di aplikasi Grab

    – Memesan satu jenis menu per pengiriman, namun bisa memilih lebih dari satu jumlah item yang sama

    – Memilih waktu pengantaran karena pengiriman drone bersifat terjadwal

    – Menunggu pesan konfirmasi yang berisi detail pesanan dan perkiraan waktu tiba

    Pembayaran hanya bisa dilakukan secara non tunai. Pelanggan juga bisa memantau status pengiriman secara langsung melalui aplikasi. Jika pengiriman drone tidak memungkinkan, pesanan akan dialihkan ke pengiriman biasa. (Nur Amalina)

  • Kamera Lalu Lintas Dipasang AI, Ribuan Pengendara Kena Tilang

    Kamera Lalu Lintas Dipasang AI, Ribuan Pengendara Kena Tilang

    Bisnis.com, Jakarta — Pemerintah Yunani memulai penerapan teknologi kecerdasan artifisial (AI) pada infrastruktur kamera pengawas lalu lintas di wilayah Athena dan Attica. 

    Dalam uji coba yang dilakukan di 8 lokasi berisiko tinggi di Athena, efektivitas sistem ini terlihat dari volume data yang dihasilkan secara instan. Kamera yang dipasang secara mencolok di Syngrou Avenue, mencatat lebih dari 1.000 pelanggaran hanya dalam sepekan setelah diaktifkan.

    Pelanggaran yang mendominasi temuan tersebut antara lain penggunaan ponsel saat berkendara dan pengemudi yang tidak mengenakan sabuk pengaman. Selain itu, sistem juga merekam pelanggaran batas kecepatan dan penerobosan lampu merah di berbagai lokasi lainnya.

    Menteri Tata Kelola Digital Yunani Dimitris Papastergiou mengatakan bahwa sistem percobaan ini merupakan langkah awal sebelum peluncuran platform penegakan elektronik terpadu berskala nasional. 

    Menurutnya, teknologi ini memungkinkan pemrosesan data pelanggaran dilakukan dengan cepat dan terintegrasi.

    “Pengemudi yang tertangkap akan menerima pemberitahuan digital pada hari yang sama disertai bukti foto,” kata Papastergiou dikutip dari SlashGear, Rabu (07/1/2026).

    Papastergiou menjelaskan bahwa para pelanggar memiliki waktu 13 hari untuk mengajukan keberatan atas bukti yang disajikan. Saat ini, kamera percontohan masih terhubung dengan sistem Polisi Lalu Lintas yang sudah ada, namun nantinya akan beralih sepenuhnya ke sistem manajemen pelanggaran elektronik baru.

    Pemerintah Yunani juga berencana melakukan perluasan jaringan kamera secara masif melalui proses tender. Target akhirnya adalah pengoperasian 2.500 unit kamera di seluruh jaringan jalan raya.

    Rencana tersebut mencakup pemasangan 2.000 kamera tetap di lokasi-lokasi rawan kecelakaan, termasuk penambahan 388 unit khusus untuk wilayah Attica. Sementara itu, 500 unit sisanya akan dipasang pada armada bus umum untuk memantau sterilisasi jalur khusus bus.

    Kendati demikian, Papastergiou menegaskan bahwa fokus utama dari investasi teknologi ini bukanlah pada aspek penghukuman semata.

    “Ini merupakan keputusan politik dengan tujuan sosial yang jelas, yaitu untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas dan menyelamatkan nyawa manusia,” ujarnya.

    Di sisi lain, penerapan teknologi ini memicu perdebatan mengenai privasi dan perlindungan data pribadi, mengingat kemampuan sistem untuk melacak pergerakan kendaraan secara terpusat. 

    Kekhawatiran serupa juga muncul di negara lain, seperti kasus di perbatasan Texas-Oklahoma, Amerika Serikat, di mana kamera mencatat data warga yang taat hukum.

    Menanggapi hal tersebut, pemerintah Yunani menjamin bahwa data yang dikumpulkan akan dienkripsi dan proses penanganan pelanggaran dilakukan secara transparan. Warga juga dipastikan memiliki akses penuh terhadap bukti dan mekanisme banding. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Waspada Modus Baru, Malware Bidik Pengguna macOS lewat Iklan Google dan ChatGPT

    Waspada Modus Baru, Malware Bidik Pengguna macOS lewat Iklan Google dan ChatGPT

    Bisnis.com, JAKARTA — Tim Kaspersky Threat Research mengungkap kampanye malware terbaru yang memanfaatkan iklan pencarian Google berbayar serta fitur berbagi percakapan di situs resmi ChatGPT untuk menipu pengguna macOS.

    Serangan ini dirancang untuk mengelabui korban agar secara sukarela menjalankan perintah yang berujung pada pemasangan infostealer AMOS (Atomic macOS Stealer) dan backdoor permanen di perangkat mereka.

    Dalam kampanye ini, penjahat siber membeli iklan bersponsor dengan kata kunci seperti “chatgpt atlas”. Iklan tersebut mengarahkan pengguna ke halaman yang tampak seperti panduan instalasi “ChatGPT Atlas untuk macOS” dan dihosting di domain tepercaya, chatgpt.com. 

    Alih-alih dokumentasi resmi, halaman itu merupakan percakapan ChatGPT bersama yang direkayasa melalui teknik prompt engineering dan disunting sehingga hanya menyisakan instruksi instalasi langkah demi langkah.

    Vladimir Gursky, Analis Malware di Kaspersky menerangkan, panduan palsu tersebut meminta pengguna menyalin satu baris perintah, membuka Terminal macOS, menempelkan perintah itu, lalu memberikan seluruh izin yang diminta sistem. Berdasarkan analisis Kaspersky, perintah yang diberikan sebenarnya mengunduh dan menjalankan skrip dari domain eksternal atlas-extension[.]com.

    Skrip itu kemudian berulang kali meminta kata sandi sistem pengguna dan memverifikasinya dengan mencoba menjalankan perintah tingkat sistem. Setelah kata sandi yang benar diperoleh, skrip mengunduh dan memasang infostealer AMOS menggunakan kredensial korban, lalu mengeksekusi malware.

    Alur infeksi ini merupakan variasi dari teknik yang disebut ClickFix, membuat pengguna dibujuk untuk secara manual menjalankan perintah shell yang mengambil dan menjalankan kode dari server jarak jauh. “Tautan bersponsor mengarah ke halaman yang diformat dengan baik di domain tepercaya, dan panduan instalasi hanyalah satu perintah Terminal,” ujar Gursky, dikutip Bisnis, Rabu (7/1/2026).

    Setelah instalasi, AMOS mengumpulkan data yang dapat dimonetisasi atau digunakan kembali dalam intrusi selanjutnya. Malware ini menargetkan kata sandi, cookie, dan informasi lain dari browser populer, data dari dompet aset kripto seperti Electrum, Coinomi, dan Exodus, serta informasi dari aplikasi termasuk Telegram Desktop dan OpenVPN Connect. 

    Perangkat lunak berbahaya itu juga mencari file dengan ekstensi TXT, PDF, dan DOCX di folder Desktop, Documents, dan Download, serta file yang disimpan oleh aplikasi Notes, kemudian mengeksfiltrasi data ini ke infrastruktur yang dikendalikan penyerang. 

    Secara paralel, serangan tersebut menginstal backdoor yang dikonfigurasi untuk berjalan secara otomatis saat reboot, memberikan akses jarak jauh ke sistem yang disusupi, dan menduplikasi sebagian besar logika pengumpulan data AMOS.

    Gursky menyampaikan, kampanye ini mencerminkan tren yang lebih luas di mana infostealer telah menjadi salah satu ancaman yang paling cepat berkembang pada 2025. Para penyerang secara aktif bereksperimen dengan tema-tema terkait AI, alat AI palsu, dan konten yang dihasilkan AI untuk meningkatkan kredibilitas umpan mereka. 

    Gelombang terbaru termasuk sidebar browser AI palsu dan klien palsu untuk model-model populer, seperti aktivitas bertema Atlas yang memperluas pola ini dengan menyalahgunakan fitur berbagi konten bawaan dari platform AI yang sah.

    “Hal yang membuat kasus ini efektif bukanlah eksploitasi canggih, tetapi cara rekayasa sosial yang dibungkus dalam konteks AI yang familiar,” sebut Gursky.

    Di tengah kondisi ini, Kaspersky lantas mengimbau masyarakat terutama pengguna MacOS untuk berhati-hati terhadap “panduan” yang tidak diminta. Panduan yang meminta untuk menjalankan perintah Terminal atau PowerShell, terutama jika melibatkan menyalin dan menempelkan skrip satu baris dari situs web, dokumen, atau obrolan.

    Segera tutup halaman atau hapus pesan yang meminta tindakan tersebut jika instruksinya tidak jelas, dan mintalah nasihat dari sumber yang berpengetahuan sebelum melanjutkan.

    Pertimbangkan untuk menempelkan perintah yang mencurigakan ke platform AI atau alat keamanan terpisah untuk memahami apa yang dilakukan kode tersebut sebelum mengeksekusinya. Disarankan pula agar menginstal dan memelihara perangkat lunak keamanan yang bereputasi baik di semua perangkat, termasuk sistem macOS dan Linux.

  • Bandar Antariksa Nasional Masuk Tahap Persiapan Infrastruktur Tahun Ini

    Bandar Antariksa Nasional Masuk Tahap Persiapan Infrastruktur Tahun Ini

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan persiapan pembangunan bandar antariksa nasional yang berlokasi di Biak, Papua.

    Kepala BRIN Arif Satria mengatakan pada tahun ini BRIN akan membuka lahan seluas 100 hektare yang akan digunakan sebagai lokasi Fasilitas Teknik Bandar Antariksa Biak.

    “Selain itu akan dilakukan pembuatan jalan akses, leveling, dan pemagaran pada area terbatas,” kata Arif saat dihubungi Bisnis, Rabu (7/1/2026).

    Arif menjelaskan Biak dipilih sebagai lokasi bandar antariksa nasional pertama Indonesia karena sejumlah keunggulan strategis. Salah satunya adalah letak geografis Biak yang berada dekat dengan garis katulistiwa, sehingga peluncuran satelit dinilai jauh lebih efisien secara teknis.

    Selain itu, Pantai Timur Biak yang menghadap langsung ke laut lepas dinilai dapat meminimalkan risiko keselamatan dalam proses peluncuran roket.

    Keunggulan lainnya adalah ketersediaan sebagian infrastruktur pendukung, seperti bandara berkelas besar, pelabuhan, serta pasokan listrik yang telah tersedia di Pulau Biak.

    Arif menambahkan, bandar antariksa Biak akan dibuka untuk penyedia jasa peluncuran satelit internasional dan dikelola secara komersial. Dalam skema tersebut, BRIN berperan menyiapkan lahan, regulasi, serta pengawasan yang diperlukan, sementara pemilik roket peluncur akan membangun fasilitas teknik pada lahan yang disediakan BRIN.

    Adapun tantangan utama pembangunan bandar antariksa nasional, menurut Arif, terletak pada kesiapan regulasi nasional serta sumber daya manusia (SDM). Namun, dia menyebutkan bahwa kedua aspek tersebut hampir sepenuhnya diselesaikan oleh BRIN.

    “Selanjutnya adalah mencari mitra pemilik teknologi peluncuran satelit yang bersedia melakukan investasi di Indonesia. Hal ini juga sedang kami proses,” katanya.

    Sebelumnya, BRIN telah menyampaikan rencana pembangunan Bandar Antariksa Nasional pertama Indonesia di Biak, Papua. Proyek tersebut diproyeksikan untuk memperkuat kapasitas Indonesia di bidang keantariksaan, baik dari sisi teknologi, industri, maupun kerja sama global.

    Dari aspek infrastruktur pendukung, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan kondisi jaringan jalan nasional di Pulau Biak berada dalam kategori mantap. Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Kementerian PU, Reiza Setiawan, menyampaikan panjang jalan nasional di Pulau Biak mencapai 85,72 kilometer dengan tingkat kemantapan 99,77%.

    “Untuk jaringan jalan nasional di Pulau Biak panjangnya adalah 85,72 km, dengan kondisi kemantapan saat ini adalah 99,77%. Jadi, bisa dikatakan di Pulau Biak kondisi jalan nasional itu sangat mantap, di mana yang baik sedang itu ada 32,29% dan 67,71%, dan hanya 0,23% yang tidak mantap,” kata Reiza dalam laman resmi BRIN pada 20 Desember 2025.

    Kementerian PU menyatakan dukungan terhadap pembangunan kawasan bandar antariksa melalui optimalisasi jaringan jalan nasional yang sudah ada, termasuk kegiatan preservasi jalan. Langkah tersebut ditujukan untuk mendukung distribusi barang, mobilitas masyarakat, serta efisiensi logistik menuju kawasan pembangunan.

    Pengembangan jalan difokuskan pada ruas jalan nasional atau cabang jalan nasional di sekitar kawasan bandar antariksa. Sementara itu, pembangunan jalan di dalam kawasan menjadi tanggung jawab pengelola. Apabila dibutuhkan akses tambahan di luar jaringan jalan nasional, Kementerian PU membuka peluang dukungan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah.

    Reiza juga mengungkapkan bahwa sepanjang 44,97 kilometer ruas jalan nasional berada dekat dengan lokasi rencana bandar antariksa dan telah berstatus kelas II, dengan tingkat kemantapan mencapai 95%. Kondisi tersebut dinilai masih memadai untuk mendukung aktivitas pembangunan.

    Dukungan juga datang dari Kementerian Kehutanan terkait penggunaan kawasan hutan. Direktur Penggunaan Kawasan Hutan Kementerian Kehutanan, Doni Sri Putra, menjelaskan bahwa Bandar Antariksa Nasional termasuk dalam kategori pembangunan strategis nonkehutanan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2021.

    Bandar antariksa diklasifikasikan sebagai stasiun bumi pengamatan keantariksaan dan dapat menggunakan kawasan hutan melalui mekanisme Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 7 Tahun 2021.

    “Intinya, kami Kementerian Kehutanan siap membantu bapak/ibu ketika menggunakan kawasan hutan untuk kegiatan pembangunan ini (Badar Antariksa Nasional). Tentunya dengan mekanisme persetujuan penggunaan kawasan hutan,” kata Doni.

    Doni menambahkan, proses pengajuan PPKH dilakukan sesuai ketentuan dengan estimasi waktu penyelesaian sekitar 34 hari kerja sejak seluruh persyaratan administrasi dan teknis dinyatakan lengkap, termasuk tahapan persetujuan awal serta pemenuhan komitmen dalam jangka waktu satu tahun.

  • XLSMART Catat Lonjakan Trafik Data 12% saat Nataru Dibandingkan Hari Normal

    XLSMART Catat Lonjakan Trafik Data 12% saat Nataru Dibandingkan Hari Normal

    Bisnis.com, JAKARTA — PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mencatat kenaikan trafik layanan data  sepanjang libur Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    Berdasarkan hasil pemantauan jaringan selama periode 24 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, rata-rata trafik layanan XLSMART meningkat 12% dibandingkan hari normal.

    Puncak kenaikan trafik tercatat pada malam Tahun Baru di kawasan Alun-alun Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, yang mencapai 267% dibandingkan kondisi hari biasa.

    Selama periode tersebut, layanan streaming mendominasi lonjakan trafik. Sebaliknya, layanan percakapan (voice) mengalami penurunan sekitar 10%. Adapun layanan SMS justru meningkat sekitar 12% dibandingkan hari normal.

    Direktur & Chief Technology Officer XLSMART Shurish Subbramaniam mengatakan jaringan dan layanan XLSMART tetap beroperasi optimal untuk melayani kebutuhan komunikasi masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru 2026. Menurutnya, persiapan jaringan telah dilakukan sejak jauh hari guna menjaga kenyamanan pelanggan selama periode libur panjang.

    “Ini merupakan komitmen kami dalam memastikan kualitas dan kemudahan layanan tetap terjaga, seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat di berbagai wilayah untuk merayakan dan menikmati liburan Nataru,” kata Shurish dalam keterangan pada Rabu (7/1/2026).

    Shurish menambahkan, kinerja jaringan tetap terjaga tanpa gangguan berarti. Hal tersebut didukung oleh sejumlah langkah antisipatif, antara lain peningkatan kapasitas jaringan hingga dua kali lipat, pengerahan mobile BTS (MBTS) di titik-titik strategis, penyiapan genset beserta cadangan energi, serta rekayasa pengalihan jaringan untuk menjaga kontinuitas layanan jika terjadi gangguan di lapangan.

    Data jaringan XLSMART juga menunjukkan tingginya aktivitas digital pelanggan selama masa liburan. Trafik data di area permukiman, termasuk Jabodetabek dan kota-kota besar lainnya, meningkat sekitar 51% dibandingkan hari normal.

    Secara nasional, kenaikan trafik tertinggi tercatat di sejumlah kabupaten dan kota dengan tingkat mobilitas dan kunjungan wisata yang tinggi, dengan peningkatan trafik lebih dari 12% dibandingkan hari biasa.

    Berdasarkan wilayah provinsi, kenaikan trafik tertinggi terjadi di Kabupaten Dairi, Sumatra Utara, dengan rata-rata peningkatan sekitar 61%. Selanjutnya disusul Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, yang meningkat hingga 59%, serta Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, dengan kenaikan sekitar 40%.

    Di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), trafik data meningkat rata-rata sekitar 13% dibandingkan hari normal. Tiga daerah dengan kenaikan tertinggi di wilayah tersebut meliputi Kota Semarang, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Bantul. Sementara itu, trafik data di Provinsi Jawa Timur meningkat rata-rata sekitar 7%, dengan tiga daerah tertinggi yakni Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Surabaya.

    Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara, trafik meningkat rata-rata sekitar 8%, sedangkan Sulawesi mencatat kenaikan sekitar 11% dibandingkan hari normal. Sejumlah destinasi wisata populer juga mengalami lonjakan trafik yang signifikan.

    Di kawasan Dataran Tinggi Dieng Plateau, Jawa Tengah, trafik data melonjak hingga lebih dari 1.000% dibandingkan hari normal. Sementara itu, di kawasan Pantai Pangandaran, Jawa Barat, trafik data meningkat lebih dari 200%.

    Jumlah pelanggan XLSMART yang melakukan perjalanan ke luar negeri dan menggunakan layanan roaming selama periode Nataru tercatat lebih dari 450.000 pelanggan, meningkat sekitar 4% dibandingkan tahun sebelumnya.

    Negara tujuan utama didominasi oleh Malaysia, Hong Kong, Singapura, dan Australia, serta sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

    Dari total trafik layanan data selama periode Nataru, aktivitas didominasi oleh layanan gim, diikuti oleh akses file dan streaming. Trafik layanan streaming meningkat sekitar 10% dibandingkan hari normal, sementara trafik gim melonjak hingga 88%.

    Untuk platform media sosial, trafik Instagram meningkat sekitar 17%, X naik sekitar 10%, dan Facebook meningkat sekitar 7%. Pada layanan berbagi video, trafik YouTube meningkat sekitar 11%, sementara TikTok naik hingga 10%. Adapun trafik layanan pesan instan seperti WhatsApp meningkat sekitar 19% dibandingkan hari normal.

    Pada layanan streaming musik Spotify, trafik meningkat sekitar 20%. Untuk gim, trafik tertinggi tercatat pada Mobile Legends yang melonjak lebih dari 180%, disusul Free Fire yang meningkat sekitar 164%, serta PUBG yang naik sekitar 28%.

    Sementara itu, pada layanan streaming film, trafik Vidio meningkat lebih dari 288%, Netflix naik sekitar 62%, dan Viu meningkat hampir 45% dibandingkan hari normal. Sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, trafik layanan peta juga mengalami kenaikan, dengan Waze meningkat sekitar 40% dan Google Maps naik sekitar 14%.

    Untuk layanan XLSATU, trafik tercatat meningkat sekitar 13% dibandingkan hari normal, seiring banyaknya masyarakat yang menghabiskan liburan Natal dan Tahun Baru di rumah.

    Selain itu, XLSMART melaporkan perkembangan pemulihan jaringan di wilayah Sumatra pascabanjir dan tanah longsor. Selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026, sejumlah wilayah di Sumatra terdampak banjir akibat curah hujan yang tinggi.

    Menghadapi kondisi tersebut, Shurish mengatakan XLSMART segera mengaktifkan prosedur kesiapsiagaan bencana dan melakukan pemantauan jaringan secara intensif di wilayah terdampak. Secara umum, lebih dari 95% jaringan XLSMART di wilayah Sumatra tetap beroperasi selama periode Nataru.

    “Pada beberapa lokasi yang terdampak banjir, XLSMART melakukan pengamanan perangkat jaringan, pengalihan trafik ke BTS terdekat, serta pengerahan genset dan sumber daya cadangan untuk menjaga layanan tetap berjalan,” kata Shurish.

    Menurutnya, proses pemulihan jaringan dilakukan secara bertahap, dengan sebagian besar lokasi berhasil dipulihkan dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kondisi memungkinkan.

    Saat ini, XLSMART melayani sekitar 79,6 juta pelanggan di seluruh Indonesia, didukung oleh 209.000 BTS yang mayoritas merupakan BTS 4G serta sejumlah BTS 5G. Layanan tersebut juga ditopang oleh jaringan tulang punggung serat optik sepanjang ratusan ribu kilometer di berbagai wilayah Indonesia.

  • Bandar Antariksa Pangkas Rantai Pasok Satelit dari Produksi hingga ke Orbit

    Bandar Antariksa Pangkas Rantai Pasok Satelit dari Produksi hingga ke Orbit

    Bisnis.com, JAKARTA— Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) turut menilai rencana pemerintah melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk membangun pelabuhan antariksa di Biak, Papua, dapat memangkas rantai pasok satelit. 

    Kepala Bidang Media ASSI, Firdaus Adinugroho, menilai pelabuhan antariksa merupakan katalis yang sangat strategis bagi pengembangan industri satelit nasional. Menurutnya, keberadaan pelabuhan antariksa dapat menciptakan permintaan inti bagi satelit lokal, memperpendek rantai pasok dari proses produksi hingga ke orbit, serta mendorong hilirisasi inovasi.

    “Dan yang paling penting adalah percepatan pembentukan ekosistem industri dari hulu ke hilir,” kata pria yang akrab disapa Daus saat dihubungi Bisnis, Rabu (7/1/2026).

    Dari sisi investasi, Daus menyebut pengembangan industri satelit membutuhkan pendanaan yang relatif besar, namun dapat dilakukan secara bertahap. Untuk lini produksi satelit kecil, investasi awal diperkirakan berkisar USD20–50 juta atau setara sekitar Rp335,6 miliar hingga Rp839 miliar.

    Selain itu, Daus menambahkan investasi juga diperlukan untuk pembangunan fasilitas pengujian, stasiun bumi (ground station), serta pengembangan sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu, skema Kemitraan Pemerintah-Swasta atau Public Private Partnership/Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (PPP/KPBU) dinilai sangat dibutuhkan.

    Di luar keberadaan pelabuhan antariksa, Daus menegaskan industri satelit nasional masih memerlukan berbagai infrastruktur pendukung agar dapat berkembang secara optimal. Infrastruktur tersebut mencakup fasilitas perakitan, integrasi, dan pengujian (assembly, integration, and testing/AIT), jaringan stasiun bumi, serta regulasi yang jelas dan konsisten.

    “Tantangan utama adalah birokrasi/perizinan, akses pendanaan jangka panjang, kompetisi global, dan ketersediaan SDM yang siap memasuki industri ini,” katanya.

    Berdasarkan pengamatan ASSI, Firdaus menyebut pemerintah melalui BRIN, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), bersama para pemangku kepentingan industri satelit, telah melakukan koordinasi dan saat ini tengah mempersiapkan serta mengantisipasi berbagai aspek tersebut secara komprehensif.

    Menurutnya, langkah ini merupakan upaya berani menuju kemandirian teknologi dan kedaulatan ruang angkasa Indonesia yang patut diapresiasi.

    Sebelumnya, BRIN berencana membangun Bandar Antariksa Nasional pertama Indonesia yang berlokasi di Biak, Papua. Bandar antariksa tersebut diproyeksikan untuk memperkuat kapasitas Indonesia di bidang keantariksaan.

    Biak dinilai memiliki keunggulan geografis karena letaknya yang dekat dengan garis ekuator, sehingga memberikan efisiensi teknis dan ekonomi dalam kegiatan peluncuran wahana antariksa.

    Dari sisi infrastruktur pendukung, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan kondisi jaringan jalan nasional di Pulau Biak berada dalam kategori mantap. Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Kementerian PU, Reiza Setiawan, menyampaikan panjang jalan nasional di Pulau Biak mencapai 85,72 kilometer dengan tingkat kemantapan 99,77%.

    “Untuk jaringan jalan nasional di Pulau Biak panjangnya adalah 85,72 km, dengan kondisi kemantapan saat ini adalah 99,77%. Jadi, bisa dikatakan di Pulau Biak kondisi jalan nasional itu sangat mantap, di mana yang baik sedang itu ada 32,29% dan 67,71%, dan hanya 0,23% yang tidak mantap,” kata Reiza.