Category: Bisnis.com Tekno

  • Wamenkomdigi Ungkap Pelaksana Tugas Baru Bakal Dievalusi 3 Bulan Lagi

    Wamenkomdigi Ungkap Pelaksana Tugas Baru Bakal Dievalusi 3 Bulan Lagi

    Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menjelaskan penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) baru di Komdigi merupakan efek dari Struktur Organisasi dan Tata Kerja. Para pelaksana tugas akan kembali dievaluasi 3 bulan lagi. 

    Adapun, dalam pemerintahan saat ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berganti nama menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

    Nezar mengatakan, dengan pergantian nama dan STOK ini membuat adanya perubahan Direktorat di Komdigi. Contohnya, Direktorat Jenderal Aplikasi dan Informatika (Aptika) akan mengalami perembukan menjadi 3 Direktorat baru.

    “Nah karena dia struktur yang baru, kan mesti ada siapa pengelolanya, nah karena itu dibuat Plt-Plt,” kata Nezar saat ditemui pasca Seminar dan Launching Buku Kagama AI di Jakarta, Kamis (28/11/2024).

    Nezar menyebut, Plt tersebut akan ditugaskan selama tiga bulan kedepan atau sebelum adanya Keputusan Presiden (Keppres) terkait pengangkatan pejabat baru di Komdigi.

    Maka dari itu, saat ini Direktorat baru yang berada di Komdigi dikelola oleh pejabat pelaksana tugas atau Plt agar program yang ada tetap berjalan.

    “Nah Plt-Plt nantinya sampai kemudian turun Keppres untuk mengangkat secara definitif, sementara struktur yang ada itu, struktur transisi ini diampu oleh Plt-Plt ini,” ujarnya.

    Adapun dalam PP Nomor 174 Tahun 2024 Tentang Kementerian Komunikasi dan Digital terdapat 5 Direktorat Jenderal yang ada di bawah Komdigi.

    Pertama, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital. Direktorat ini memiliki tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang infrastruktur digital.

    Kedua, Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital yang mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi pemerintah digital.

    Ketiga, Direktorat Jenderal Ekosistem Digital yang mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang ekosistem digital.

    Keempat, Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital yang memiliki tugas perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan ruang digital dan pelindungan data pribadi.

    Terakhir adalah Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media yang mengemban tugas untuk menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang komunikasi publik dan media.

  • Global Berlomba Kembangkan AI, Wamenkomdigi: Seperti Persaingan Bikin Nuklir

    Global Berlomba Kembangkan AI, Wamenkomdigi: Seperti Persaingan Bikin Nuklir

    Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyebut negara-negara global tengah berlomba mengembangkan kecerdasan buatan (AI). Mirip dengan perlombaan pembuatan senjata nuklir saat perang dingin atau Cold War

    Cold War sendiri adalah periode ketegangan politik dan militer yang terjadi antara Dunia Barat dan Dunia Komunis setelah Perang Dunia II. Pada saat itu, negara-negara global membangun nuklir untuk memperkuat posisi.

    “Sekarang AI itu mirip kayak perlombaan menciptakan senjata nuklir pada waktu cold war. Hampir mirip,” kata Nezar dalam Seminar dan Launching Buku Kagama AI di Jakarta, Kamis (28/11/2024).

    Tidak hanya soal perlombaan senjata nuklir, Nezar menjelaskan perkembangan AI juga berkesinambungan dengan regulasi yang ada di sebuah negara.

    Nezar menyebut jika terdapat regulasi tentang AI sudah diadopsi oleh masyarakat global, maka pembuat regulasi tersebut akan menjadi pemain dominan yang besar.

    “Itu yang terjadi pada waktu penyusunan undang-undang soal nuklir misalnya,” ujarnya.

    Nezar menuturkan hal tersebut pernah terjadi dengan undang-undang ruang angkasa. Dimana dalam undang-undang tersebut terdapat beberapa syarat untuk meluncurkan sesuatu ke ruang angkasa.

    Salah satunya adalah soal teknologi yang digunakan dan sejumlah aturan-aturan yang dibuat secara global sebelum meluncurkan sesuatu ke ruang angkasa.

    “Nah jadi ada undang-undang itu. Nah AI sekarang ini menjadi satu wilayah bagaimana diperdebatkan di tingkat global. Apa itu yang disebut dengan responsibly AI,” ucapnya.

    Adapun, pada hari ini Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) melalui Komunitas Kagama Artificial Intelligence atau Kagam AI meluncurkan buku tentang AI, Kamis (28/11/2024).

    Buku tersebut berjudul Memahami AI Sebuah Panduan Etik yang ditulis langsung oleh Agus Sudibyo yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI.

    Dalam sambutannya, Agus menyebut pentingnya dualitas sikap dalam menghadapi AI. Dua sikap tersebut adalah optimistis sekaligus skeptis dan bersukacita sekaligus waspada.

    “AI suatu teknologi hari ini yang disambut begitu gegap gempita. Euforia terhadap AI seharusnya dibarengi dengan sikap waspada,” ucapnya.

  • Pengiriman Ponsel Lipat Xiaomi-Huawei Naik, Samsung Terkoreksi 21%

    Pengiriman Ponsel Lipat Xiaomi-Huawei Naik, Samsung Terkoreksi 21%

    Bisnis.com, JAKARTA – Pasar ponsel pintar lipat (foldable) global mengalami penurunan 1% dari tahun ke tahun pada kuartal III/2024, dengan Samsung mengalami penyusunan secara signifikan hingga 21% secara tahunan.

    Peluncuran ponsel unggulan Galaxy Z Fold6 dan Galaxy Z Flip6 tidak mampu mendongkrak pasar Samsung menurut laporan Counterpoint. 

    Laporan Counterpoint, Kamis (28/11/2024), menempatkan Xiaomi, Motorola, Honor, dan Huawei sebagai pemenang dalam tiga bulan terakhir. Ketiganya mengalami peningkatan pengiriman ponsel lipat yang cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

    Pengiriman ponsel lipat Xiaomi tumbuh 185%, secara tahunan, diikuti Motorola (164%), Honor (121%) dan Huawei 23% YoY pada kuartal III/2024. 

    GSM Arena menyebut Samsung Flip6 gagal menyamai angka penjualan pendahulunya tahun lalu. Perusahaan tersebut menghadapi persaingan ketat dari Motorola, karena perusahaan tersebut meluncurkan Razr 50 dan Razr 50 Ultra dengan harga di bawah $1000, serta Honor dan Magic V3 yang sangat tipis .

    “Xiaomi mencatat peningkatan pengiriman YoY tertinggi dari semua produsen di segmennya, karena perusahaan akhirnya meluncurkan perangkat lipat di luar China: Mix Flip,” tulis GSM Arena.

    Pasar smartphone lipat Q3/2024 – CounterpointPerbesar

    Huawei telah menyiapkan ponsel pintar terbaru mereka untuk menjadi pesain iPhone 16 yang baru dirilis Apple.

    Bahkan ponsel ini mendapat perhatian tinggi saat Huawei membuka layanan pre-order. Di mana kurang lebih 3 juta orang telah melakukan prapembelian sebelum ponsel diluncurkan.

    Ponsel ini adalah Huawei Mate XT Ultimate, yang menjadi teknologi baru di dunia ponsel lipat. Tak hanya dua, Mate XT memiliki layer lipat tigas.

    Huawei Mate XT Ultimate memiliki layar berukuran 10,2 inci. Apabila layar kiri dilipat sebagian, ukurannya menjadi 7,9 inci.

    Kemudian saat layar bagian kanan dilipat, ukuran perangkat ini memiliki layer berukuran 6,4 inci seperti ponsel biasa.

    Layarnya diusung oleh LTPO OLED fleksibel dengan refresh rate 120Hz. Namun resolusinya tak main-main yakni 3K dan rasio layar-ke-bodi sebesar 92 persen.

    Dengan desain yang kompleks, Mate XT Ultimate hanya memiliki ketebalan 3,6mm dan berat 298 gram.

    Untuk segi kameranya tak boleh diremehkan. Huawei mengusung fitur-fitur dari Seri P Huawei, di mana saat ini kamera utamanya memiliki sensor 50MP dengan PDAF dan OIS.

    Adapun perangkat ini menjalankan system operasi HarmonyOS 4.2 dan didukung baterai berkapasitas 5.600mAh dengan pengisian kabel 66W dan pengisian nirkabel 50W.

    Untuk harganya, Huawei Mate XT Ultimate ini dibanderol dengan harga 19.999 yuan atau sekitar Rp43,3 juta.

  • xAI Luncurkan Grok Terbaru untuk Rebut Pasar OpenAI, Perang AI Memanas

    xAI Luncurkan Grok Terbaru untuk Rebut Pasar OpenAI, Perang AI Memanas

    Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence(AI) milik Elon Musk, xAI akan segera meluncurkan aplikasi mandiri untuk chatbot Grok. Digadang-gadang bakal ganggun pasar OpenAI milik Sam Altman.

    Melansir dari The Verge, Kamis (28/11/2024) aplikasi ini dirancang untuk bersaing langsung dengan ChatGPT milik OpenAI. 

    Rencananya, aplikasi baru dari xAI ini bakal diluncurkan pada Desember mendatangi dan menandai langkah signifikan Elon Musk untuk mengukir posisi baru di industri AI.

    Adapun, berdasarkan laporan dari The Wall Street Journal, xAI berencana mengembangkan aplikasi terpisah yang memungkinkan pengguna mengakses Grok secara langsung, tanpa melalui platform X.

    Saat ini, Grok hanya tersedia bagi pengguna X yang berlangganan layanan premium, membuatnya berbeda dari chatbot besar lainnya seperti ChatGPT, Gemini dari Google, dan Claude dari Anthropic.

    Sebab, chatbot tersebut diketahui sudah memiliki aplikasi dan produk gratis yang bisa diakses lebih luas oleh masyarakat tanpa perlu berlangganan.

    Selain berfokus pada Grok, xAI juga dilaporkan turut berperan dalam pengembangan fitur dukungan pelanggan untuk Starlink, layanan internet satelit dari SpaceX yang juga dimiliki oleh Musk. Namun, pihak xAI belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut.

    Sebelumnya, memperkenalkan model multimodal generasi pertama perusahaan, yaitu Grok-1.5V atau Grok 1.5 Vision.

    xAI ditujukan untuk pengguna premium aplikasi X (dahulu bernama Twitter), menyaingi ChatGPT milik OpenAI.

    Hal itu terungkap saat xAI membagikan pratinjau Grok-1.5V pada 12 April 2024, dengan memperkenalkan versi model bahasa Grok yang dapat memproses visual. Model chatbot AI pertama milik Elon Musk ini memproses video dan teks.

    Ini artinya, kini Grok dapat memproses informasi visual seperti dokumen, foto, diagram, dan lainnya, serta menjadikan model tersebut kompetitif dengan platform multimoda lainnya.

    “Selain kemampuan teksnya yang kuat, Grok kini dapat memproses berbagai macam informasi visual, termasuk dokumen, diagram, bagan, tangkapan layar, dan foto. Grok-1.5V akan segera tersedia untuk penguji awal kami dan pengguna Grok yang sudah ada,” demikian yang dikutip dari laman resmi xAI, Minggu (14/4/2024).

  • Ekodigi Konsolidasikan Perizinan Telko – Susun Renstra 2025, Target Jangka Pendek

    Ekodigi Konsolidasikan Perizinan Telko – Susun Renstra 2025, Target Jangka Pendek

    Bisnis.com, JAKARTA – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ekosistem Digital (Ekodigi) Komdigi Wayan Toni Supriyanto akan memperkuat koordinasi antara Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) dan dalam Ekodigi sebagai langkah awal kepemimpinannya.

    Terdapat beberapa tugas yang beririsan dari kedua bagian tersebut, termasuk perizinan seputar pos hingga telekomunikasi. 

    Wayan mengatakan dengan adanya perubahan nomenklatur Kominfo menjadi Komdigi sejak keluar Perpres 174/2024 maka perlu transisi berupa penetapan PLT sesuai Perpress sambil menunggu Peraturan Menteri Komdigi tentang Struktur Organisasi dan Tata Kelola Komdigi serta Keputusan Presiden untuk jabatan-jabatan definitifnya.

    Adapun untuk rencana jangka pendek sebagai PLT Dirjen Ekodigi, Wayan mengkoordinasikan sejumlah hal yang selama ini dikerjakan oleh PPI, dialihkan ke Ekodigi. 

    “Misalnya perizinan sektor pos, telekomunikasi dan penyiaran yang selama ini di PPI dan perizinan PSE yang ada di Aptika. Disamping itu juga untuk mengkoordinasikan dan menyiapkan  rencana strategi 2025 agar semua program kerja 2025 dapat segera dilaksanakan,” kata Wayan kepada Bisnis, Kamis (28/11/2024). 

    Adapun untuk mencapai target tersebut, Wayan akan mengkonsolidasikan⁠ pejabat dan pegawai PPI, yang akan mengemban tugas baru sebagai Ditjen Ekosistem Digital untuk menyiapkan diri mengemban tugas pokok dan fungsi (tusi) yang lebih berat akibat dari perkembangan teknologi dan transformasi digital. 

    “Saya kira waktu 1 bulan sudah cukup untuk melakukan konsolidasi dan penyesuaian dimaksud guna menyiapkan SOP-SOP baru dan program kerja baru sesuai Tusi Ditjen Ekodig,” kata Wayan. 

    Selain itu, Wayan juga menjadikan penertiban RT/RW Net ilegal sebagai salah satu prioritas yang akan dikerjakan selama dirinya menjabat sebagai Dirjen Ekodigi sementara.

    RT/RW Net ilegal merupakan praktik jual kembali jasa internet tanpa izin pemerintah dan penyedia jasa internet resmi. Disebut RT/RW Net karena tersebut kerap terjadi di lingkungan RT dan RW dalam skala kecil, tetapi banyak. 

    “RT RW ilegal menjadi prioritas ditertibkan, karena sudah mengganggu industri telekomunikasi,” kata Wayan kepada Bisnis, Kamis (28/11/2024). 

    Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menunjuk Wayan Toni Supriyanto sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ekosistem Digital. 

    Direktorat Jenderal Ekosistem Digital sendiri merupakan pecahan dari Ditjen Aplikasi Informatika (Aptika) sesuai dengan Peraturan Presiden No.174/2024 Tentang Kementerian Komunikasi dan Digital.

  • Penertiban RT/RW Net Ilegal Jadi Salah Satu Prioritas Dirjen Ekodigi

    Penertiban RT/RW Net Ilegal Jadi Salah Satu Prioritas Dirjen Ekodigi

    Bisnis.com, JAKARTA – Wayan Toni Supriyanto menjadikan penertiban RT/RW Net ilegal sebagai salah satu prioritas yang akan dikerjakan selama dirinya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ekosistem Digital (Ekodigi) Komdigi. 

    RT/RW Net ilegal merupakan praktik jual kembali jasa internet tanpa izin pemerintah dan penyedia jasa internet resmi. Disebut RT/RW Net karena tersebut kerap terjadi di lingkungan RT dan RW dalam skala kecil, tetapi banyak. 

    Diketahui, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menunjuk Wayan Toni Supriyanto sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ekosistem Digital. 

    Direktorat Jenderal Ekosistem Digital sendiri merupakan pecahan dari Ditjen Aplikasi Informatika (Aptika) sesuai dengan Peraturan Presiden No.174/2024 Tentang Kementerian Komunikasi dan Digital.

    Wayan mengatakan secara umum dengan adanya perubahan nomenklatur Kominfo menjadi Komdigi sejak keluar Perpres 174/ 2024 dilakukan transisi berupa penetapan PLT sesuai Perpress sambil menunggu Permen Komdigi tentang Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) Komdigi dan Kepress untuk jabatan-jabatan definitifnya.

    Adapun salah satu yang menjadi fokus Wayan untuk sementara waktu ini, selain koordinasi PPI ke Ekodigi, adalah mengawasi praktik jual kembali layanan internet tanpa izin atau RT/RW Net ilegal.

    “RT RW ilegal menjadi prioritas ditertibkan, karena sudah mengganggu industri telekomunikasi,” kata Wayan kepada Bisnis, Kamis (28/11/2024). 

    Untuk diketahui, penertiban RT/RW Net menjadi hal yang terus dilakukan oleh Komdigi. Sebelumnya, Komdigi berencana membentuk satuan tugas untuk memberantas praktik ini. 

    Sekretaris Umum APJII Zulfadly Syam mengatakan keterbatasan sumber daya manusia menjadi persoalan utama dalam pemberantasan RT/RW Net ilegal saat ini. 

    Maka dari itu, Zulfadly berencana membuat Satgas yang didalamnya terdapat pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Aparat Penegak Hukum (APH).

    “Dan kita juga sudah memberikan beberapa hal diskusi gitu dengan penegak hukum dan kita sebenarnya pengen membuat Satgas,” kata Zulfadly.

    Satgas tersebut, kata Zulfadly akan bekerja untuk memberikan edukasi kepada penegak hukum sebelum menindak pelaku RT/RW Net ilegal.

    Nantinya, Satgas ini akan memberitahu ciri-ciri pelaku RT/RW Net ilegal dan bagaimana cara menindak pelaku tersebut.

    “Setelah mereka paham baru oleh melakukan tindakan. Jadi tidak langsung melihat yang RT/RW Net ilegal langsung ditindak, nggak gitu,” ujarnya.

    Lebih lanjut, terkait kapan rencana pembentukan Satgas bakal direalisasikan, Zulfadly mengatakan bahwa saat ini pembahasan lebih lanjut oleh APJII, Kemenkominfo, dan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI).

    Dilansir dari laman Direktorat Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (DJPPI) Kemenkominfo, terdapat sejumlah bahaya yang ditanggung oleh masyarakat saat menggunakan RT/RW Net Ilegal.

    Pertama, ISP ilegal mungkin tidak memiliki infrastruktur yang memadai atau tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Akibatnya, pengguna mungkin mengalami ketidakstabilan jaringan, seringnya gangguan koneksi internet yang merugikan aktivitas pengguna internet.

    Kedua, kecepatan internet yang ditawarkan rendah, karena berbagi jaringan dengan banyak pengguna. Hal ini membuat kesulitan saat streaming video, atau saat mengunduh file.

    Ketiga, ISP ilegal tidak terikat oleh persyaratan keamanan dan privasi data yang berlaku. Hal ini berarti informasi pribadi pengguna mungkin tidak dilindungi dengan baik, sehingga meningkatkan risiko penyalahgunaan data atau kejahatan cyber.

    “Kemudian pemilik jasa ISP yang tidak bertanggung jawab juga bisa saja menyelipkan program berbahaya, alias malware ke komputer atau perangkat yang mengakses Internet ilegal tersebut. Hal ini tentu dapat merugikan keamanan dan kenyamanan pengguna internetnya,” tulis dalam website tersebut

  • Bocoran Spesifikasi Vivo X Fold 4 yang Bawa Perubahan Mumpuni

    Bocoran Spesifikasi Vivo X Fold 4 yang Bawa Perubahan Mumpuni

    Bisnis.com, JAKARTA – Vivo dikabarkan batal meluncurkan ponsel lipat terbaru mereka, Vivo X Fold 4, dalam waktu dekat.

    Ponsel canggih itu diprediksi akan dirilis pada kuartal kedua 2025 dengan membawa sejumlah perubahan yang signifikan.

    Melansir Gizmochina, Vivo X Fold 4 akan memiliki baterai berkapasitas 6.000 mAh yang mendukung pengisian daya nirkabel.

    Kemudian diberikan chipset teranyar dari Qualcomm, yaitu Snapdragon 8 Elite yang diharapkan mampu meningkatkan performa ponsel saat melakukan kegiatan multitasking yang berat.

    Dari segi desain, bentuk ponsel akan hadir lebih tipis dan ringan dibandingkan pendahulunya. Akan disematkan pula dua sensor sidik jari ultrasonik di layar bagian luar dan dalam.

    Ponsel ini juga memiliki rating IPX8 yang membuatnya lebih tahan terhadap percikan air.

    Untuk kameranya memiliki bentuk kamera besar berbentuk lingkaran dengan tiga sensor 50 megapiksel (MP), termasuk sensor utama, lensa telefoto periskop 3x, dan lensa ultra-wide.

    Fitur terbaru yang disematkan di ponsel ini yakni tombol pintar seperti yang ada pada iPhone 16.

    Pengguna bisa menggunakan tombol kapasitif yang bisa digunakan untuk memotret, merekam layer, dan melakukan tindakan canggih lain.

  • Telkomsel Genjot Bisnis Pascabayar, Bidik Pasar Anak Muda Tahun Depan

    Telkomsel Genjot Bisnis Pascabayar, Bidik Pasar Anak Muda Tahun Depan

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) bakal menggenjot bisnis pascabayar dengan mengincar pasar anak muda pada 2025. Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. itu akan menghadirkan produk yang relevan dan sesuai kebutuhan masyarakat. 

    Telkomsel saat ini masih menjadi pemimpin pasar pascabayar di Tanah Air. Jumlah pelanggan Telkomsel pascabayar mencapai 7,6 juta pada kuartal III/2024 atau bertambah 200.000 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu Indosat melayani 1,4 juta pelanggan dan XL Axiata melayani 1,7 juta pelanggan pascabayar. 

    VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel – Saki H. Bramono mengatakan untuk meningkatkan jumlah pelanggan pascabayar pada 2025, Telkomsel fokus pada pendekatan yang senantiasa berorientasi pelanggan (customer centric). 

    Produk-produk pascabayar Telkomsel, lanjutnya, telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang menginginkan layanan premium dengan nilai tambah lebih.

    “Strategi ini memungkinkan kami untuk menawarkan produk dan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan segmen pelanggan, baik di segmen umum maupun anak muda,” kata Saki kepada Bisnis, Kamis (28/11/2024). 

    Saki melanjutkan perusahaan akan mendorong Halo+ Bold dan Halo+ Supreme yang menawarkan kuota besar dan berbagai layanan hiburan premium seperti Netflix dan Prime Video. Halo+ Bold dibanderol mulai dari Rp100.000 dengan kuota hingga 120 GB. 

    Telkomsel juga mendorong Halo+ Supreme Max untuk segmen premium dan traveler, di mana pelangan mendapatkan kuota melimpah termasuk kuota untuk mengakses internet di dalam pesawat dan di luar negeri. 

    “Telkomsel juga mengadakan berbagai program menarik untuk pelanggan setia, termasuk program loyalitas Telkomsel Prestige yang dapat menjadi daya tarik utama yang membedakan produk pascabayar Telkomsel dari kompetitor,” kata Saki. 

    Saki juga berpendapat pertumbuhan pada tahun depan akan terdongkrak oleh dukungan jaringan broadband perusahaan dan berbagai inisiatif seperti peluncuran Kartu Kredit UOB Telkomsel, serta pengalaman layanan pascabayar yang lebih eksklusif, seamless, dan relevan bagi pelanggan.

    Telkomsel meyakini kolaborasi dengan mitra strategis serta penguatan produk-produk premium akan makin mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan, tidak hanya dari sisi pelanggan, tetapi juga dari kontribusi terhadap pertumbuhan ekosistem digital nasional.

    Adapun untuk 2024, kata Saki, layanan pascabayar Telkomsel menunjukkan tren positif. Telkomsel berhasil meningkatkan jumlah pelanggan layanan Telkomsel Halo sebesar 3% YoY pada akhir kuartal ketiga 2024, dengan total lebih dari 7,6 juta pelanggan berkualitas.

    “Kami berharap tren positif ini dapat terus berlanjut hingga 2025, didorong oleh perkembangan kebutuhan pelanggan yang makin dinamis dan inovasi berkelanjutan pada produk pascabayar kami, seperti Halo+ Bold dan Halo+ Supreme sejak Juni 2024 yang menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan pelanggan pascabayar,” kata Saki. 

  • Dirjen PPI Komdigi Wayan Toni Supriyanto Ditunjuk jadi Plt Dirjen Ekosistem Digital

    Dirjen PPI Komdigi Wayan Toni Supriyanto Ditunjuk jadi Plt Dirjen Ekosistem Digital

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menunjuk Wayan Toni Supriyanto sebagai Pelaksana Tugas  (Plt) Direktur Jenderal Ekosistem Digital.

    Direktorat Jenderal Ekosistem Digital sendiri merupakan pecahan dari Ditjen Aplikasi Informatika (Aptika) sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 174 Tahun 2024 Tentang Kementerian Komunikasi dan Digital.

    Wayan yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI) Kemenkominfo mengatakan bahwa jabatan dirinya sebagai Plt Dirjen Ekosistem Digital akan berlangsung selama tiga bulan kedepan.

    “Iya betul Pak, saya disamping sebagai Dirjen PPI ditunjuk sebagai PLT Dirjen Ekosistem Digital sampai 3 bulan kedepan,” kata Wayan kepada Bisnis, Rabu (27/11/2024).

    Sebelum Wayan, Menkomdigi Meutya Hafid juga menunjuk Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Komdigi yaitu Molly Prabawaty sebagai Plt Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM).

    Tak hanya Molly, Meutya juga menunjuk perwira tinggi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Brigjen Pol Alexander Sabar, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital di Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).

    Adapun dalam PP Nomor 174 Tahun 2024 Tentang Kementerian Komunikasi dan Digital terdapat 5 Direktorat Jenderal yang ada dibawah Komdigi.

    Pertama, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital. Direktorat ini memiliki tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang infrastruktur digital.

    Kedua, Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital yang mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi pemerintah digital.

    Ketiga, Direktorat Jenderal Ekosistem Digital yang mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang ekosistem digital.

    Keempat, Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital yang memiliki tugas perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan ruang digital dan pelindungan data pribadi.

    Terakhir adalah Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media yang memgemban tugas untuk menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang komunikasi publik dan media.

  • Menkomdigi Tunjuk Staf Ahli Molly Prabawaty Jadi Plt Dirjen KPM

    Menkomdigi Tunjuk Staf Ahli Molly Prabawaty Jadi Plt Dirjen KPM

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid menunjuk Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Komdigi yaitu Molly Prabawaty sebagai Plt Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM).

    Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 174 Tahun 2024 Tentang Kementerian Komunikasi dan Digital, Dirjen KPM sendiri adalah nama lain dari Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Komdigi.

    Penunjukan Molly sebagai Plt Dirjen KPM dibenarkan langsung oleh dirinya. Molly menyebut penunjukan tersebut berdasarkan Surat Perintah Pelaksana Tugas No: 2186/M.KOMDIGI/KP.01.06/11/2024 yang ditandatangani oleh Menkomdigi pada tanggal 25 November 2024.

    “Saya telah ditunjuk sebagai Plt Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media [Dirjen KPM], disamping sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Komdigi,” kata Molly kepada Bisnis, Rabu (27/11/2024).

    Molly menjelaskan, tugas dari Direktorat yang dipegangnya saat ini terkait dengan penyelenggarakan, perumusan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang komunikasi publik dan media.

    Dirinya menjelaskan, kedudukannya sebagai Plt Dirjen KPM hanya akan berjalan selama 3 bulan kedepan saja.

    “Saya Staf Ahli yang ditunjuk sebagai Plt Dirjen KPM untuk 3 bulan ke depan,” ujarnya.

    Melihat tidak jauhnya tugas Ditjen KPM dengan Ditjen IKP, ada kemungkinan jabatan Dirjen IKP yang sebelumnya diduduki oleh Prabunindya Revta Revolusi akan digantikan oleh Molly sebagai Plt Dirjen KPM. Bisnis telah mencoba mengonfirmasi hal tersebut ke Prabu tetapi belum mendapatkan respons.

    Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menunjuk perwira tinggi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Brigjen Pol Alexander Sabar, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital di Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).

    Penunjukan Alexander, yang memiliki latar belakang penegakan hukum, pengawasan dunia maya, dan penanganan kasus kejahatan digital, adalah bagian dari upaya menghadapi tantangan era digital saat ini.

    Tantangan ini mencakup pencurian data, penyebaran konten ilegal, hingga judi online, yang membutuhkan kolaborasi erat antarlembaga, khususnya dengan aparat penegak hukum.

    “Kolaborasi antara Komdigi dan lembaga penegak hukum sangat diperlukan, terutama dalam situasi genting seperti sekarang untuk merespons ancaman digital yang makin kompleks, terutama pada isu judi online yang sangat merugikan masyarakat,” kata Meutya dalam keteranganya, Senin (25/11/2024).