Category: Bisnis.com Tekno

  • Komdigi dan Microsoft Luncurkan EleveAIte, Program Kembangkan Teknologi AI di Masyarakat

    Komdigi dan Microsoft Luncurkan EleveAIte, Program Kembangkan Teknologi AI di Masyarakat

    Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama dengan Microsoft meluncurkan program EleveAIte Indonesia. 

    Program ini hadir untuk membekali generasi muda Indonesia dengan keterampilan kecerdasan buatan (AI) yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

    Melalui program ini, Microsoft dan Komdigi berharap dapat memberikan pelatihan dan pendidikan AI yang inklusif, mempersiapkan seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, dengan keterampilan yang dapat diterapkan dalam berbagai sektor.

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan pihaknya meminta Microsoft untuk berfokus kepada sektor pendidikan pada program EleveAIte Indonesia. 

    Tidak hanya pendidikan, Meutya juga menginginkan pemberdayaan perempuan menjadi salah satu fokus utama dari program ini. 

    “Kami meminta agar Microsoft bisa berfokus pada pendidikan AI yang inklusif. Pelatihan ini harus dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, dan meskipun kita akan memberikan perhatian lebih pada perempuan, program ini terbuka untuk siapa saja,” kata Meutya dalam sambutannya di kantor Komdigi, Senin (2/12/2024).

    Meutya menjelaskan, salah satu cara untuk mengenalkan AI ke masyarakat adalah dengan memperbanyak diskusi tentang AI. Diskusi tersebut baik melalui forum-forum resmi maupun dalam kehidupan sehari-hari. 

    Sehingga, dengan memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat lebih jauh tentang AI, teknologi ini tidak lagi terasa asing, tetapi menjadi bagian dari percakapan yang biasa.

    “Jadi untuk literasi digital nanti ada dari BPSDM juga, bagaimana kita membuat AI ini bukan sesuatu yang aneh, tapi sesuatu yang memang dapat diperbincangkan hari-hari,” ucap Meutya.

    Lebih lanjut, menuju Indonesia Emas 2045, Meutya menyebut pentingnya pemahaman yang lebih mendalam tentang AI di kalangan masyarakat. 

    Maka dari itu, politikus Partai Golkar ini mengharapkan dengan adanya kerja sama antar Komdigi dan Microsoft melalui EleveAIte Indonesia ini dapat membuat masyarakat lebih memahami AI.

    “Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, masyarakat akan lebih memahami bagaimana AI bekerja dan merasa lebih aman dan percaya terhadap upaya transformasi digital yang tengah berjalan. Kepercayaan (trust) adalah elemen penting dalam penerimaan AI,” ujarnya.

  • Komdigi dan Microsoft Kerja Sama Bidang AI, Komitmen Investasi Rp27,6 Triliun

    Komdigi dan Microsoft Kerja Sama Bidang AI, Komitmen Investasi Rp27,6 Triliun

    Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Microsoft bekerja sama mencanangkan program ElevAIte untuk pelatihan keterampilan artificial intelligence (AI).

    Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan kerja sama ini menghasilkan komitmen investasi Microsoft sebesar Rp27,6 triliun.

    “Kami mengucapkan terima kasih ada komitmen investasi sebesar USD1,7 milyar atau sekitar Rp27,6 triliun, angka yang merupakan investasi terbesar dalam sejarah 29 tahun Microsoft hadir di Indonesia,” tuturnya dalam Peluncuran ElevAIte di Media Center Kementerian Komdigi, Senin (2/12/2024).

    Meutya Hafid menyatakan komitmen investasi oleh Microsoft telah disampaikan dalam pertemuan sebelumnya.

    Oleh karena itu, Menteri Meutya bersama Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria dan Angga Raka Prabowo akan mengawal kerja sama tersebut terlaksana dengan baik di Indonesia.

    Melalui kerja sama bidang AI, Meutya Hafid berharap dapat meningkatkan efisiensi layanan publik dan membantu mengawasi ruang digital. 

    Menurutnya, Kementerian Komdigi banyak menerima pesan dari masyarakat agar menjaga ruang digital yang sehat dan produktif.

    “Kami meminta agar Microsoft bisa berfokus pada pendidikan AI yang inklusif. Pelatihan ini harus dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, dan meskipun kita akan memberikan perhatian lebih pada perempuan, program ini terbuka untuk siapa saja,” ujarnya.

    Sebelumnya, CEO Microsoft Satya Nadella berjanji akan membawa infrastruktur AI terbaru ke Indonesia dengan menggelontorkan US$1,7 miliar atau Rp27,65 triliun (kurs Rp16.267).

    “Kami mengumumkan bahwa pusat data kami akan segera hadir di Indonesia. Itu sangat menggembirakan. Bahkan, hal yang benar-benar membuat saya bersemangat untuk diumumkan hari ini adalah perluasan investasi pusat data. Jadi US$1,7 miliar untuk membawa infrastruktur AI terbaru dan terhebat ke Indonesia,” ungkap Nadella dalam acara Microsoft Build: AI Day di Jakarta Convention Center, Selasa (30/4/2024).

    Nadella menjelaskan bahwa pihaknya akan memiliki infrastruktur pelatihan inferensi kelas dunia, baik itu Nvidia, AMD, atau chip Maya milik Microsoft sendiri akan menjadi bagian dari infrastruktur pusat data.

    “Memungkinkan setiap pengembang dapat melatih model mereka, melakukan inferensi terbaik dari model mereka melalui seluruh infrastruktur,” ujarnya. 

  • Gavriel Novanto Tinjau Program Akses Internet BAKTI Komdigi

    Gavriel Novanto Tinjau Program Akses Internet BAKTI Komdigi

    Bisnis.com, KUPANG – Anggota Komisi I DPR RI, Gavriel Novanto, tinjau program akses internet BAKTI Komdigi di Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, 20-21 November 2024. Selain itu, Gavriel juga mendampingi Plt Direktur Sumber Daya dan Administrasi BAKTI Komdigi, Tri Haryanto, menyerahkan secara simbolis akses internet di beberapa gereja dan sekolah.

    HARI 1

    Dalam kunjungan ke Puskesmas Oelbiteno, Gavriel berdialog dengan dokter dan para pegawai puskesmas yang melaporkan kebutuhan mendesak akses sinyal telekomunikasi dan internet.

    Layanan BAKTI AKSI, nama akses internet yang dibangun BAKTI, menjadi satu-satunya alternatif untuk menyelenggarakan operasional sehari-hari yang membutuhkan jaringan internet.

    “Di puskesmas tadi kami menemukan kebutuhan penting untuk koneksi internet yang selama ini sudah di-support oleh BAKTI dan telah lama dibangun. Hanya saja saya minta agar BAKTI mengatasi kendala-kendala yang terjadi. Dan Direktur BAKTI sudah berkomitmen untuk mengatasi kendalanya, terutama bandwidth, sesegera mungkin karena memang kehadiran koneksi ini sangat penting,” tutur Gavriel Novanto.

    “Sedang di  SMPN 6 Nunbaun tadi kami mendampingi Plt Direktur SDA BAKTI, menyerahkan perangkat dan akses internet karena sama sekali tidak ada sinyal dan internet. Kasihan jika saat belajar dan ujian yang berbasis komputer, para siswa harus mencari aksesnya di tempat lain. Demikian juga untuk Gereja GMIT Imanuel, kami juga melihat serah terima simbolis akses internet yang dapat digunakan untuk kepentingan pewartaan secara digital,” lanjut Gavriel.

    Perbesar

    Kunjungan hari pertama di lingkup Kabupaten Kupang ini diakhiri dengan tinjauan ke stasiun bumi untuk satelit SATRIA-1 di Bolok. Pada kesempatan ini anggota Komisi I DPR RI tersebut mendapatkan penjelasan dari Supra Riyadi, Direktur Operasi PT Satelit Nusantara Tiga, tentang fungsi stasiun bumi dalam konteks layanan internet melalui satelit SATRIA-1.

    “Kami sebagai anggota DPR melakukan fungsi pengawasan. Setelah sukses diluncurkan, kami juga harus terus mengawasi anggaran yang sudah dikucurkan oleh negara, apakah digunakan dengan baik. Dan hari ini kami melihat bahwa pemanfaatan sejauh ini, apa yang sudah dikerjakan oleh BAKTI Komdigi dan penyedia sudah sangat baik,” tutur Gavriel.

    Gavriel juga menjawab pertanyaan media tentang masalah kekurangan akses internet di Kabupaten Kupang dan sekitarnya. “Bukan hanya internet, namun akses sinyal juga masih terkendala. Nanti kami akan koordinasikan agar lebih banyak lagi menara-menara BTS (base transceiver station) didirikan di daerah-daerah terpencil di Nusa Tenggara Timur ini. Untuk akses-askes internet yang sudah diajukan dan disetujui, hanya butuh seminggu untuk dirampungkan pengerjaannya,” papar Gavriel.

    HARI 2

    Kunjungan hari kedua dilakukan di Kawasan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), menempuh jalan darat sepanjang 9 jam perjalanan pulang pergi dari Kupang.

    Lokasi kunjungan pertama di TTU adalah di SMPN Oelneke. Para siswa, guru, dan para pejabat dan tokoh Masyarakat menyambut dengan antusias.

    “Kunjungan ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi kami, pemerintah daerah, Masyarakat, dan khususnya generasi muda di TTU. Menjadi momentum penting untuk dapat meninjau langsung layanan akses internet BAKTI Komdigi yang sudah disediakan bagi peningkatan layanan publik. Internet BAKTI merupakan salah satu wujud komitmen bersama dalam mengurai kesenjangan akses informasi khususnya di daerah terpencil seperti di Kabupaten TTU ini, yang masih menghadapi banyak tantangan dalam hal infrastruktur telekomunikasi dan internet. Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan gambaran nyata tentang potensi dan kebutuhan daerah kami sebagai landasan untuk membuat Keputusan-keputusan strategis ke depan,” sambut Pj Bupati TTU yang disampaikan oleh Kepala Dinas Komdigi, Kristoforus Ukat.

    “Ini merupakan momen yang penting bahwa kitab isa hadir langsung, membersamai Bapak Gavriel, sebagai anggota Komisi I DPR RI dengan fungsi pengawasan Beliau. Bersama-sama kita, sejalan dengan arahan Bapak Presiden, untuk dapat mengurangi kesenjangan digital melalui sektor-sektor Pendidikan, layanan Kesehatan, fasilitas keamanan, pariwisata, dan sebagainya. Kami mohon agar fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh pemerintah ini dirawat dan digunakan sebaik-baiknya untuk kegiatan positif. Mengenai bandwidth yang masih selalu terasa kurang, untuk momen-momen penting seperti ANBK, bisa bersurat agar kami bisa tingkatkan secara temporer. Karena memang yang membutuhkan banyak, namun kapasitas harus dibagi-bagi,” jelas Tri Haryanto, Plt Direktur Sumber Daya dan Administrasi, BAKTI Komdigi.

    Gavriel juga mengunjungi Pos Lintas Batas Negara Nino, Satgas Pengamanan Perbatasan RI- Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) di Desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten TTU.

    Selain mendampingi menyerahkan bantuan dari BAKTI Komdigi, Gavriel juga berdialog dengan para prajurit dan tokoh setempat.

    “Memang masih banyak kekurangan dalam pelayanan akses internet ini, terutama dalam hal bandwidth. Namun layanan pemerintah melalui BAKTI Kominfo ini sudah merupakan langkah yang sangat maju, terutama untuk daerah-daerah blankspot seperti di perbatasan ini. Ke depan, kita akan koordinasikan untuk tingkatkan lagi agar jauh lebih baik,” tutur Gavriel menjawab sebagian curahan hati warga.

    Komandan Pos (Danpos) Nino, Didik Kurniawan yang menerima kunjungan ini menyampaikan apresiasi kepada BAKTI Komdigi yang telah membantu akses internet kepada Pos Nino.

    “Pada saat kami melakukan pembekalan dan latihan kepada anggota yang akan bertugas di pos ini, selalu kami sampaikan tempatnya susah sinyal. Namun begitu kami sampai ke sini, baru kami mau bikin surat permohonan untuk mendapatkan akses sinyal atau internet, ternyata “barang” dari BAKTI sudah ada lebih dulu,” papar Didik Kurniawan.

    “Selain anggota TNI, masyarakat sekitar Pos Nino juga bisa mengkakses internet melalui fasilitas internet yang diberikan BAKTI Komdigi. Semoga bantuan ini terus berkelanjutan melalui pemantauan rutin agar akses jaringan ini bisa terus dipakai secara jangka panjang,” ujarnya.

  • Komdigi & KPAI Godok RPP Perlindungan Anak di Dunia Digital

    Komdigi & KPAI Godok RPP Perlindungan Anak di Dunia Digital

    Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sedang menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Tata Kelola Perlindungan Anak dalam Penyelenggaraan Sistem Elektronik.

    Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, pihaknya terus berkomitmen dalam meningkatkan perlindungan anak di dunia digital. Salah satunya dengan menyusun RPP tentang Tata Kelola Perlindungan Anak dalam Penyelenggaraan Sistem Elektronik bersama dengan KPAI.

    “Kemkomdigi dan KPAI memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan anak-anak Indonesia terlindungi dari ancaman kejahatan digital seperti perundungan siber, penguntitan daring, eksploitasi pornografi anak hingga judi online,” kata Meutya dalam keterangannya, Senin (2/12/2024).

    Meutya menyebut, RPP yang sedang dalam proses penyusunan ini akan menjadi dasar regulasi penting untuk menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak. 

    Dia menuturkan bahwa RPP tersebut sedang melalui proses harmonisasi dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk KPAI. 

    “Kami yakin peraturan ini akan menjadi langkah penting untuk meningkatkan perlindungan anak di dunia digital,” ujarnya.

    Meutya menyampaikan bahwa Komdigi juga menerapkan berbagai strategi untuk menjaga ruang digital dari konten negatif. Hingga akhir November 2024, kementerian telah memblokir lebih dari 5,3 juta konten perjudian online melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

    Layanan aduankonten.id terus menjadi andalan masyarakat untuk melaporkan penyebaran konten negatif. Meutya menekankan perlunya pengawasan yang adaptif agar selaras dengan perkembangan teknologi. 

    “Kami terus memperbarui regulasi agar tetap relevan dengan tantangan zaman,” ucap Meutya.

    Di sisi lain, Ketua KPAI Ai Maryati menekankan pentingnya mempercepat penerbitan regulasi dan meningkatkan edukasi masyarakat tentang bahaya di ruang digital.

    Ai Maryati juga memberikan apresiasi kepada Kemkomdigi atas upaya yang terus dilakukan untuk melindungi anak-anak Indonesia.

    “Saya melihat adanya peningkatan terhadap jumlah konten yang berhasil di-take down, hal ini bentuk komitmen nyata Kemkomdigi untuk menjaga keamanan ruang digital bagi anak-anak,” tuturnya.

  • Cerdas Digital jadi Aman Digital Melalui Program “Saatnya GENsi BERAKSI”

    Cerdas Digital jadi Aman Digital Melalui Program “Saatnya GENsi BERAKSI”

    Bisnis.com, SORONG – Era digital telah mengubah cara hidup masyarakat, termasuk Generasi Z (Gen Z), yang lahir di tengah derasnya perkembangan teknologi informasi. 

    Menyadari potensi besar dan tantangan yang dihadapi Gen Z, Indosat Ooredoo Hutchison menginisiasi program literasi digital bertajuk “Saatnya GENsi BERAKSI (BERkarya dengan bijAK dan berprestaSI)” di Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Papua Barat Daya pada Selasa, 3 Desember 2024.

    Indosat Ooredoo Hutchison percaya melalui inisiasi tersebut, kesadaran Gen Z tentang pentingnya keamanan dan privasi digital bakal meningkat. Pasalnya, dalam menghadapi dunia digital yang penuh risiko, seperti penyalahgunaan data pribadi dan kekerasan siber, Gen Z perlu dibekali keterampilan yang lebih dari sekadar kemampuan teknologi.

    Gen Z dikenal merupakan  generasi yang mahir dalam menggunakan internet dan media sosial. Namun, menurut laporan EV-DCI 2024, Papua Barat Daya masih berada di peringkat ke-32 dalam daya saing digital di Indonesia. Temuan menyoroti perlunya peningkatan infrastruktur dan literasi digital di wilayah Indonesia Timur.

    “Gen Z di Papua Barat Daya memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai talenta digital yang kompetitif. Namun, mereka juga perlu memahami ancaman digital dan cara melindungi privasi mereka,” ujar Swandi Tjia, EVP Head of Circle Kalimantan Sulawesi Maluku dan Papua (Kalisumapa) Indosat Ooredoo Hutchison..

    Swandi menyebutkan program ini bertujuan untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas digital, tetapi juga aman digital. Dalam acara ini, peserta akan diajarkan tentang etika digital, keamanan siber, dan cara memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.

    Kolaborasi untuk Masa Depan Digital yang Lebih Aman

    Acara ini menghadirkan narasumber dari berbagai sektor, termasuk perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Balai Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPTIK) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), hingga praktisi-praktisi digital muda. 

    Para praktisi ini akan membahas isu-isu seputar pentingnya keamanan data pribadi di era digital, cara mengenali dan menghindari ancaman siber seperti phishing dan penipuan daring, hingga konsep cyber hygiene untuk menjaga keamanan digital sehari-hari.

    Tantangan Infrastruktur Digital di Indonesia Timur

    Adapun, ketimpangan infrastruktur digital antara wilayah Indonesia Barat dan Timur menjadi tantangan utama dalam pengembangan dan peningkatan literasi digital di Tanah Air. Lewat inisiatif ini, Indosat Ooredoo Hutchison berupaya mendukung percepatan pemerataan digital di seluruh wilayah Indonesia.

    “Kami percaya bahwa akses terhadap teknologi harus disertai pemahaman yang mendalam tentang keamanan digital. Ini penting untuk menciptakan generasi muda yang mampu bersaing secara global,” tambah Swandi.

    Dengan membekali talenta muda Papua Barat Daya dengan keterampilan keamanan digital, diharapkan mereka dapat menjadi bagian dari ekosistem digital yang kompetitif. Program ini juga menekankan pentingnya etika digital dalam menjaga reputasi dan privasi di dunia maya.

    Acara literasi digital “Saatnya GENsi BERAKSI” adalah langkah nyata untuk membangun kesadaran dan keterampilan keamanan digital di kalangan Gen Z. Inisiatif ini tidak hanya mendukung transformasi digital di Indonesia Timur, tetapi juga mendorong Gen Z menjadi generasi yang cerdas, aman, dan bertanggung jawab secara digital.

  • Belum Selesai iPhone 16, Apple Siapkan Ponsel Murah pada Maret 2025

    Belum Selesai iPhone 16, Apple Siapkan Ponsel Murah pada Maret 2025

    Bisnis.com, JAKARTA – Apple segera kenalkan ponsel terbaru mereka setelah merilis iPhone 16 series pada akhir 2024.

    Meski penjualan iPhone 16 series belum merata, namun ponsel baru Apple dibocorkan tetap akan dirilis pada Maret 2025.

    Ponsel yang akan dirilis yakni iPhone SE 4, yang akan memiliki spesifikasi setara iPhone 16 namun dengan harga yang lebih murah.

    Sejumlah peningkatan untuk iPhone SE 4 ini diberikan oleh Apple. Beberapa hal baru yang disematkan di ponsel ini yakni penghilangan tombol home yang menjadi khas SE.

    iPhone SE 4 tak akan memilik tombol home karena mengikuti desain iPhone modern. Sehingga fitur Face ID sudah bisa digunakan di ponsel ini.

    Ponsel ini juga akan diberi chip A18 Bionic yang setara iPhone 16. Performa ponsel pun sudah selayaknya tidak dipertanyakan lagi.

    Untuk kameranya, iPhone SE 4 mengusung kamera utama 48MP dengan fitur seperti Optical Image Stabilization (OIS) untuk hasil foto dan video lebih stabil.

    Berbeda dengan ponsel jadul iPhone, iPhone SE 4 sudah berbekal Port USB-C. Kemudian fitur canggih yang terakhir yakni modem 5G,

    Apple menyiapkan modem 5G terbaru yang diberikan khusus untuk iPhone SE 4. Sehingga kecepatan dan stabilitas jaringan pada ponsel ini akan lebih baik dari seri lain.

    Diprediksi iPhone SE 4 akan memiliki harga mulai $499 atau sekitar Rp7,8 juta. Harga ini memang lebih mahal dari iPhone SE sebelumnya, namun Apple menjamin adanya peningkatan fitur yang signifikan.

  • Meta Tiba-Tiba Perketat Aturan Iklan di Media Sosial, Ada Apa?

    Meta Tiba-Tiba Perketat Aturan Iklan di Media Sosial, Ada Apa?

    Bisnis.com, JAKARTA – Meta, perusahaan induk Instagram dan Whatsapp, memperkenalkan aturan yang lebih ketat untuk pengiklan produk dan layanan keuangan, khususnya untuk warga Australia. 

    Melansir dari Reuters, Senin (2/12/2024) aturan ini dibuat sebagai upaya untuk menanggulangi penipuan keuangan yang semakin merajalela di platform media sosial mereka.

    Langkah baru ini mengikuti upaya sebelumnya pada bulan Oktober, di mana Meta menghapus 8.000 iklan yang menggunakan gambar selebritas dalam skema penipuan keuangan atau yang dikenal dengan istilah “celeb bait.” 

    Celeb bait sendiri merupakan modus penipuan yang menggunakan wajah publik figur atau artis untuk memancing korban menyimak atau mengeklik iklan

    Untuk mencegah hal serupa, pengiklan yang ingin mempromosikan layanan keuangan di Australia kini diwajibkan untuk memverifikasi informasi penerima manfaat dan pembayar, termasuk nomor Lisensi Layanan Keuangan Australia mereka, sebelum dapat menayangkan iklan.

    Direktur Pelaksana Meta ANZ Will Easton, menyatakan bahwa pengenalan verifikasi pengiklan finansial merupakan langkah tambahan penting untuk melindungi masyarakat di Australia dari para penipu.

    “Selain verifikasi, setiap iklan yang disetujui harus menyertakan informasi terkait pembayar dan penerima manfaat, yang akan ditampilkan pada bagian “Dibayar Oleh” di iklan tersebut,” kata Easton.

    Langkah ini juga datang setelah pemerintah Australia pada bulan lalu membatalkan rencana untuk mendenda platform internet hingga 5% dari pendapatan global mereka, karena dianggap gagal mencegah penyebaran misinformasi.

    Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah Australia untuk memperketat regulasi terhadap platform teknologi besar yang beroperasi di negara tersebut.

    Pada pekan lalu, Australia menyetujui larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Peraturan ini menargetkan perusahaan media sosial besar seperti TikTok, Facebook dan Instagram. 

    Undang-undang tersebut memaksa raksasa teknologi Meta, pemilik Instagram dan Facebook, serta TikTok untuk menghentikan anak di bawah umur masuk atau menghadapi denda hingga U$32 juta atau Rp507 miliar (kurs: Rp15.868).

    Uji coba metode untuk menegakkannya aturan ini dimulai pada Januari dengan larangan tersebut akan berlaku dalam setahun. 

    Australia sebagai menjadi uji coba percontohan bagi makin banyak negara yang telah membuat undang-undang atau mengatakan mereka berencana untuk membuat undang-undang pembatasan usia di media sosial di tengah kekhawatiran tentang dampak kesehatan mentalnya pada kaum muda.

  • Deretan Fenomena Astronomi Sepanjang Desember 2024, Ada Hujan Meteor

    Deretan Fenomena Astronomi Sepanjang Desember 2024, Ada Hujan Meteor

    Bisnis.com, JAKARTA – Setiap bulan selalu ada fenomena astronomi yang terjadi dan menarik untuk diamati, khususnya fenomena-fenomena tertentu.

    Peneliti Pusat Riset Antariksa, Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Farahhati Mumtahana menyampaikan pada Desember 2024 ini, akan ada beberapa fenomena astronomi yang menarik untuk disaksikan.

    Salah satunya adalah peristiwa Elongasi Barat Maksimum Merkurius pada 25 Desember.

    Lanjut Farah menjelaskan juga peristiwa menarik lainnya yang terjadi tahunan adalah hujan meteor. Hujan meteor terjadi ketika objek langit meteoroid terbakar saat memasuki atmosfer Bumi. Objek tersebut dapat berasal dari sisa komet atau asteroid yang yang juga mengorbit Matahari. 

    Pada Desember 2024, akan ada fenomena hujan meteor yakni hujan meteor Geminids pada 13-14 Desember 2024 dengan jumlah 50 meteor perjam.

    Selain itu, ada juga hujan meteor Ursid pada 21-22 Desember 2024 dengan jumlah 10 meteor per jam.

    “Untuk berburu meteor, perlu diperhatikan iluminasi bulan, puncak kejadian, serta rasi bintang di dekat radian,” pungkasnya.

    Berikut fenomena astronomi yang terjadi pada Desember 2024

    1 Desember

    Bulan Purnama

    7 Desember

    Oposisi Jupiter

    13-14 Desember

    Hujan Meteor Geminid

    15 Desember

    Bulan Purnama

    21 Desember

    Titik Balik Matahari Desember

    21-22 Desember

    Hujan Meteor Ursids

    25 Desember

    Elongasi Barat Maksimum Merkurius

    30 Desember

    Bulan Baru

  • Elon Musk Gugat OpenAI, Ada Masalah Apa?

    Elon Musk Gugat OpenAI, Ada Masalah Apa?

    Bisnis.com, JAKARTA – Pemilik Perusahaan kecerdasan buatan xAI dan SpaceX Elon Musk kembali menggugat OpenAI. Gugatan ini menyoroti niat perusahaan untuk beralih menjadi organisasi yang mencari laba.

    Melansir dari The Verge, Senin (2/12/2024) dalam pengajuan mosi yang diajukan Jumat malam, pengacara Musk meminta hakim untuk mengeluarkan putusan pendahuluan yang menghentikan peralihan bentuk perusahaan tersebut.

    Sebab, apa yang nantinya dilakukan OpenAI bakal melanggar undang-undang antimonopoli Amerika Serikat.

    Menurut pengacara Musk, jika OpenAI benar-benar menjadi perusahaan yang mencari laba, pihak Musk khawatir OpenAI akan kekurangan dana untuk membayar ganti rugi jika Musk memenangkan gugatan tersebut. 

    Tidak hanya itu, dalam gugatan ini juga menyoroti dugaan bahwa CEO OpenAI, Sam Altman terlibat dalam transaksi yang diduga untuk kepentingan pribadi, yang dapat merugikan keuangan perusahaan.

    Pengacara Musk juga menuduh bahwa OpenAI dan Microsoft bekerja sama untuk menekan pesaing mereka, termasuk dengan meminta investor untuk tidak mendanai proyek bersama mereka. Hal ini, menurut pengacara Musk, melanggar ketentuan Undang-Undang Sherman yang mengatur persaingan usaha. 

    Mereka mengeklaim bahwa setidaknya satu investor yang berkontribusi pada pendanaan untuk perusahaan Musk, xAI, telah menolak untuk berinvestasi setelah terjadinya kolaborasi antara OpenAI dan Microsoft.

    Selain itu, gugatan ini juga menyoroti dugaan bahwa OpenAI telah memperoleh informasi sensitif melalui hubungan dengan Microsoft, yang diduga melanggar ketentuan Undang-Undang Clayton yang mengatur praktik persaingan usaha dan konflik kepentingan. 

    Lebih lanjut, pengacara Musk mengklaim bahwa alasan Microsoft memperoleh kursi di dewan OpenAI adalah untuk mempengaruhi keputusan bisnis perusahaan dengan cara yang menguntungkan kedua belah pihak.

    Langkah hukum ini merupakan kelanjutan dari upaya Musk untuk menantang perubahan struktural yang sedang dijajaki oleh OpenAI, yang beberapa waktu lalu telah melibatkan regulator untuk merumuskan peraturan baru terkait transisi tersebut.

  • Waktu di Bulan Lebih Cepat daripada di Bumi

    Waktu di Bulan Lebih Cepat daripada di Bumi

    Bisnis.com, JAKARTA – Waktu yang ditunjukkan oleh jam dapat diatur oleh pencatat waktu mana pun, tetapi fisika menentukan seberapa cepat waktu berlalu.

    Pada tahun-tahun awal abad ke-20, Albert Einstein menetapkan bahwa dua pengamat tidak akan sepakat tentang berapa lama satu jam jika mereka tidak bergerak dengan kecepatan yang sama ke arah yang sama.

    Ketidaksepakatan itu juga berlaku antara seseorang di permukaan Bumi dan orang lain di orbit atau di Bulan.

    “Jika kita berada di Bulan, jam akan berdetak secara berbeda [daripada di Bumi],” kata fisikawan teoretis Bijunath Patla dari National Institute of Standards and Technology (NIST) di Boulder, Colorado dilansir dari livescience.

    Ia mencatat bahwa gerakan Bulan relatif terhadap kita membuat jam berjalan lebih lambat dari standar Bumi, tetapi gravitasinya yang lebih rendah menyebabkan jam berjalan lebih cepat.

    “Jadi ini adalah dua efek yang saling bersaing, dan hasil akhirnya adalah pergeseran 56 mikrodetik per hari.” (Itu sama dengan 0,000056 detik.)

    Patla dan rekannya di NIST, fisikawan Neil Ashby menggunakan teori relativitas umum Einstein untuk menghitung angka ini, sebuah peningkatan dari analisis sebelumnya. Mereka menerbitkan hasil mereka di Astronomical Journal.

    Meskipun perbedaan 56 mikrodetik itu kecil menurut standar manusia, perbedaan itu signifikan dalam hal memandu beberapa misi dengan akurasi yang tepat atau berkomunikasi antara Bumi dan Bulan.

    “Hal mendasar adalah keselamatan navigasi dalam konteks ekosistem bulan saat Anda memiliki lebih banyak aktivitas di Bulan daripada yang Anda miliki saat ini,” kata Cheryl Gramling, seorang insinyur sistem di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA.

    Dalam hal navigasi, pergeseran 56 mikrodetik selama sehari antara jam di Bulan dan [jam] di Bumi merupakan perbedaan besar, jadi Anda harus mengakomodasinya.

    Navigasi presisi modern bergantung pada sinkronisasi jam, yang melibatkan koordinasi menggunakan gelombang radio, yang bergerak dengan kecepatan cahaya.

    Gramling mencatat bahwa cahaya bergerak sejauh 30 sentimeter (11,8 inci) dalam 1 nanodetik (0,001 mikrodetik) waktu yang sangat singkat menurut standar manusia jadi jika tidak memperhitungkan perbedaan 56 mikrodetik tersebut, kemungkinan besar akan mengakibatkan kesalahan navigasi hingga 17 kilometer per hari.

    Bahkan sebagian kecil dari itu tidak dapat diterima dalam misi Artemis, yang mengharuskan mengetahui posisi setiap penjelajah, pendarat, atau astronot dalam jarak 10 meter setiap saat. Hasil utama dari teori relativitas adalah tidak ada yang namanya waktu absolut.

    Jam di permukaan Bumi akan berdetak lebih lambat daripada jam di orbit karena efek gravitasi, itulah sebabnya satelit GPS harus memperhitungkan relativitas. (Waktu universal terkoordinasi dan standar lain di Bumi juga menggunakan jaringan jam yang mengoreksi perbedaan gravitasi kecil di berbagai ketinggian.)

    Menentukan perbedaan ketepatan waktu antara Bumi dan Bulan menambah kerumitan tambahan. Bulan bergerak relatif terhadap titik mana pun di permukaan Bumi karena rotasi dan orbitnya di sekitar kita, yang berarti setiap jam bulan akan tampak berjalan lebih lambat dari sudut pandang kita. Selain itu, setiap jam di Bulan dipengaruhi oleh gravitasi Bulan dan Bumi.

    (Satelit buatan tidak cukup besar atau masif untuk memengaruhi efek gravitasinya sendiri.).

    Penanganan efek relativitas ini dengan tepat memerlukan pemilihan kerangka acuan yang tepat. Ashby dan Patla mengatasi masalah tersebut dengan mengakui bahwa sistem Bumi-Bulan mengalami jatuh bebas bergerak hanya di bawah pengaruh gravitasi Matahari dengan masing-masing mengorbit pusat massanya.

    Hal itu memungkinkan mereka untuk merumuskan kontribusi dari setiap komplikasi: rotasi setiap benda, gaya pasang surut, penyimpangan bentuk dari bola sempurna, dan sebagainya.

    Ashby dan Patla juga melakukan perhitungan untuk posisi yang stabil secara gravitasi di orbit antara Bumi dan Bulan yang dikenal sebagai titik Lagrange, yang dapat digunakan untuk satelit relai komunikasi.