Category: Bisnis.com Tekno

  • Telkom (TLKM) Bidik Nilai Sinergi Rp4,3 Triliun di Next-Be Fest 2024, Naik 26%

    Telkom (TLKM) Bidik Nilai Sinergi Rp4,3 Triliun di Next-Be Fest 2024, Naik 26%

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Metra Digital Investama (MDI Ventures) menargetkan nilai sinergi Rp4,3 triliun pada Next-Be Fest 2024, atau naik 26% dibandingkan dengan agenda yang sama tahun lalu.

    Pada tahun ini, Next Be-Fest 2024 mengusung tema “Bridging Digital Inclusivity & Sustainable Growth through Synergy Collaboration”. 

    Dalam agenda ini akan mempertemukan lebih dari 50 startup portofolio MDI Ventures dengan lebih dari 50 perusahaan BUMN dan entitas Telkom Group untuk dapat saling mengeksplorasi potensi dan kolaborasi bisnis.

    “Tentunya target kami kira-kira growing dari Rp3,4 triliun yang tahun lalu, menjadi Rp4,3 triliun kira-kira di tahun ini,” kata CEO MDI Ventures Donald Wihardja di Jakarta, Kamis (5/12/2024).

    Sementara itu untuk tahun depan, lanjut Donald, perusahaan menargetkan tumbuh 20% year on year, sehingga menyentuh nilai sinergi Rp5,5 triliun pada Next-Be Fest 2025. 

    Pertumbuhan tersebut didorong oleh potensi eksplorasi bisnis yang masih luas di sektor teknologi.

    Di sisi lain, Direktur Digital Business Telkom Indonesia, Fajrin Rasyid mengatakan bahwa Nex-BE Fest adalah salah satu inisiatif strategis yang dapat membuka berbagai peluang baru untuk mendorong kolaborasi yang lebih luas.

    Selain itu, acara ini juga menjadi penghubung antara inovasi-inovasi yang dihadirkan startup dengan BUMN. 

    “Acara ini juga turut memperkuat posisi Telkom sebagai enabler digitalisasi, memfasilitasi transfer teknologi, memperluas adopsi solusi digital secara nasional,” ujarnya.

    Nex-BE Fest 2024 didukung oleh CloudMile, Google Cloud, BTN, dan Telkomsigma, memiliki agenda utama acara tahunan ini adalah business matchmaking, dimana para startup peserta dapat mempresentasikan solusi digital yang dimiliki guna memenuhi kebutuhan BUMN sekaligus mengeksplorasi potensi kolaborasi yang lebih luas.

    Pada gelaran Nex-BE Fest 2024 juga terdapat 7 MoU antara startup dan BUMN yang ditandatangani untuk menandai berbagai sinergi baru yang tercipta dalam sektor digitalisasi.

    Tidak sampai situ, Next Be-Fest 2024 juga terdapat sesi penghargaan bagi startup dan enterprise yang mampu menghasilkan pertumbuhan dan nilai sinergi tertinggi yang berdampak nyata terhadap ekosistem digital nasional.

  • Premium
                    
                                                
                    7 jam yang lalu
                
                            
            
                                    Bisik-bisik Peminat Data Center Telkom (TLKM) NeutraDC

    Premium 7 jam yang lalu Bisik-bisik Peminat Data Center Telkom (TLKM) NeutraDC

    Premium

    7 jam yang lalu

    Bisik-bisik Peminat Data Center Telkom (TLKM) NeutraDC

  • Tuntut Transparansi Merger EXCL-FREN, Pekerja XL Axiata Cuti Massal

    Tuntut Transparansi Merger EXCL-FREN, Pekerja XL Axiata Cuti Massal

    Bisnis.com, JAKARTA – Serikat pekerja XL Axiata mogok kerja dengan melakukan cuti massal. Mereka menuntut transparansi dalam proses merger antara PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN). 

    Ketua Umum Serikat Pekerja XL Mustakim mengatakan aksi cuti massal digelar selama 1 hari pada Jumat (6/12/2024). Aksi ini berisiko sedikit mengganggu layanan yang diberikan XL Axiata kepada lebih dari 58 juta pelanggan perusahaan. Namun, lanjutnya, untuk layanan kritis diharapkan tidak mengalami gangguan.

    Total karyawan yang melakukan cuti massal di kantor pusat dan regional, ujar Mustakim, mencapai hampir 1.000 orang dari total sekitar 1.600 pegawai XL Axiata.

    “Proses yang berkurang dan proyek yang tersendat mungkin bakal terdampak. Sementara kami mengambil aksi cuti massal. Tetapi jika situasinya berbeda, kami akan lebih lagi, entah mogok nasional, jangka waktunya,” kata Mustakim kepada Bisnis, Jumat (6/12/2024). 

    Mustakim mengatakan aksi cuti massal ini merupakan bentuk kekecewaan kepada Axiata Malaysia yang tidak melibatkan karyawan dan kurang transparan dalam menjalankan proses merger dengan Smartfren.

    Mustakim membandingkan saat XL Axiata dan Axis Indonesia merger pada 2014. Saat itu proses merger sangat terbuka dan serikat pekerja dilibatkan. 

    Saat itu manajemen XL dan Axis mengumpulkan para pegawai dan menjabarkan mengenai proses, tahapan, dan hak-hak karyawan bagi yang ingin bergabung maupun yang menolak. Karyawan juga ditawarkan perhitungan paket jika bersedia atau menolak bergabung dengan perusahaan baru. 

    Dalam kasus merger XL Axiata – Smartfren, kata Mustakim, karyawan sama sekali tidak dilibatkan bahkan sekelas jajaran direksi pun, kata Mustakim, tidak mengetahui proses merger. 

    “Informasi tertutup. Belakangan kami tahu tidak ada informasi yang jelas juga ke board of directors (BoD). Kami tidak tahu juga di sana ada dinamika apa,” kata Mustakim. 

    Penampakan ruangan customer service XL Axiata/istimewaPerbesar

    Performa 

    Mustakim juga khawatir merger kedua perusahaan tidak memberikan hak yang optimal kepada karyawan terdampak, mengingat kinerja kedua perusahaan berbeda. 

    Pada kuartal III/2024, XL Axiata mencatatkan laba sebesar Rp1,32 triliun atau naik 31,7% secara tahunan. Sementara itu, Smartfren membukukan rugi Rp1 triliun, membengkak 68% year on year/Yoy. Penggabungan keduanya akan melahirkan sebuah perusahaan yang secara perhitungan kurang baik. 

    “Analoginya kami untung 1.000, sebelah rugi 5.000, kami tidak ingin ketika digabung menjadi perusahaan yang rugi 4.000. Kami kan tidak mau seperti itu. Kalau rugi, ketika ada rasionalisasi hitungannya pensiunnya kan juga berbeda. Jadi merosot banget, kami sangat khawatir,” kata Mustakim.

    Mustakim mengatakan untuk menghilangkan rasa khawatir tersebut, SPXL menuntut transparansi. Para pemangku kepentingan perlu melibatkan serikat pekerja dalam pembahasan merger tersebut. 

    Pengunduran Diri Dian Siswarini

    Mustakim juga bertanya-tanya mengenai pengunduran diri Presiden Direktur dan CEO XL Axiata Dian Siswarini di tengah maraknya isu merger. Dian selama ini memiliki pencapaian yang cukup gemilang dengan menghadirkan kinerja cukup solid bagi perusahaan serta inovasi fixed mobile convergence (FMC) di industri telekomunikasi. 

    Dia menuturkan meski dalam keterangan resminya Dian telah menyampaikan pengunduran dirinya karena ingin fokus pada hal baru, SPXL masih mempertanyakan penyebab mundurnya Dian. 

    “Saya tidak pasti atau tidak tetapi kenapa waktunya pas dengan merger, kami juga bertanya-tanya,” kata Mustakim. 

    Diketahui, pada 3 Desember 2024, Dia memutuskan untuk mundur dari XL Axiata setelah lebih dari 25 tahun berkiprah di perusahaan telekomunikasi tersebut. Pengunduran diri Dian berlaku efektif 3 bulan setelah RUPS digelar. 

    Pengunduran Dian juga menimbulkan pertanyaan mengenai pucuk pimpinan di perusahaan hasil merger nanti, termasuk transparansi pemilihan di dalamnya.  

    Mustakim berharap pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) hingga Kemenaker dapat terlibat dalam proses merger ini. Pemerintah juga harus mengawal nasib para karyawan XL Axiata. 

    “Jangan hanya fokus pada bisnisnya, tetapi juga pelaku utama di balik itu harus diperhatikan. Hak-haknya harus dilindungi,” kata Mustakim. 

    Sebelumnya, Chairman Sinar Mas Group Franky Oesman Widjaja mengatakan Sinar Mas masih terus melakukan pembicaraan dengan EXCL mengenai aksi korporasi tersebut. “MergeCo itu yang kita sedang bicarakan dengan XL,” jelasnya.

    Sementara itu, pada Juni 2024, Group Chief Financial Officer Axiata Nik Rizal Kamil mengatakan proses merger diharapkan dapat rampung tahun ini atau lebih cepat. 

    Dari sisi spektrum, kata NIK, emiten bersandi saham EXCL itu mengaku sangat sulit bersaing secara mandiri dengan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan PT Indosat Tbk. (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).

    Pasalnya, tambah Nik, Telkomsel dan Indosat Ooredoo Hutchison memiliki spektrum lebih dari 150 MHz. Sedangkan XL Axiata hanya memiliki sekitar 90 MHz. Serta, Smartfren memiliki spektrum sekitar 60 MHz.

    “Jika Anda memiliki spektrum yang lebih sedikit, Anda harus memasang lebih banyak menara dan infrastruktur untuk mencapai tingkat cakupan yang sama,” jelas Nik.

  • Implementasi AI dalam Pengawasan Asuransi

    Implementasi AI dalam Pengawasan Asuransi

    Bisnis.com, JAKARTA – Implementasi ke­­­cer­­­­­­dasan buatan (ar­­­­ti­­­fi­­­cial intelligence/AI) dalam penga­was­­­an industri asuransi me­­nawarkan potensi yang besar, tetapi juga meng­­­­­­­­­­hadirkan berbagai tan­­­tangan nyata yang harus di­­­­­­ha­­­dapi oleh regulator dan pe­­­­­­mang­­­ku kepentingan di in­­­dustri. Beberapa hal yang bisa kita cermati terkait dengan penerapan AI dalam pengawasan asuransi.

    Pertama, masalah privasi data dan keamanan, di mana sistem AI memerlukan jumlah data yang besar untuk pelatihan dan operasional, termasuk informasi sensitif konsumen seperti catatan kesehatan dan data keuangan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait dengan pelanggaran data, kepatuhan terhadap regulasi dan perpindahan data lintas batas.

    Kedua, Algoritma AI dapat secara tidak sengaja memperburuk bias yang ada dalam data historis. Hal ini dapat mengakibatkan diskriminasi dan tantangan transparansi. Ketiga, kesiapan regulasi dan pengawasan dalam perkembangan AI yang sangat cepat sering kali melebihi kemampuan badan pengawas untuk mengawasi implementasinya secara efektif. Tantangan yang dihadapi meliputi ku­­rangnya keahlian dan regulasi yang dinamis.

    Keempat, pertanyaan etika dan moral yang menimbul­kan dilema etis seperti otomatisasi keputusan klaim dan dampaknya terhadap lapangan pekerjaan di sektor ini. Kelima, kualitas data masukan yang dapat menimbulkan masalah karena prediksi kurang akurat dan terbatasnya data historis untuk melatih model AI secara efektif. Keenam, integrasi dan sistem legasi yang digunakan oleh banyak perusahaan asu­­ransi belum kompatibel dengan teknologi AI modern yang dapat menyebabkan penundaan implementasi dan inefisien operasional.

    Ketujuh, hambatan biaya dan sumber daya dalam memenuhi infrastruktur teknologi, personel yang terampil dan pelatihan. Kedelapan, tanggung jawab hukum dan akuntabilitas perlu dipertimbangan apabila sstem AI membuat keputusan yang salah. Kesembilan, ketidaksetaraan pasar di mana perusahaan asuransi besar yang memiliki dana lebih banyak memiliki kemampuan untuk berinvestasi dalam teknologi AI mutakhir, sementara perusahaan kecil mungkin kesulitan untuk mengikuti perkembangan tersebut.

    Hal ini bisa menciptakan pemain besar mendominasi pasar dan perusahan kecil mungkin tidak dapat menawarkan layanan AI yang sebanding.

    TRANSFORMASI

    Kecerdasan Buatan telah membawa transformasi signifikan dalam industri asuransi, khususnya dalam pengawasan dan kepatuhan regulasi. Badan pengawas seperti Oto­­ritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia, serta lembaga lainnya di seluruh dunia, mulai memanfaatkan AI untuk memastikan transparansi, efisiensi, dan keadilan di pasar asuransi. Beberapa cara AI berkontribusi dalam pengawasan industri asuransi.

    Pertama, deteksi penipuan yang lebih canggih untuk validasi klaim dan pemantauan real-time. Kedua, analisis data yang lebih cepat di mana AI mampu memproses data untuk penilaian resiko dan pelaporan regulasi yang sudah ada jadwal tetapnya.

    Ketiga, Pemantauan Kepatuhan Regulasi terhadap deteksi anomali dan adaptasi kebijakan yang dinamis. Keempat, perlindungan konsumen yang lebih baik, AI dapat menganalisa keluhan yang muncul untuk memprediksi resiko yang akan terjadi di masa depan. AI juga dapat mengevaluasi transparansi dalam menggunakan bahasa yang mudah dipahami konsumen

    Kelima, pengawasan insurtech dan transformasi digital dalam hal membantu regulator dalam me profil kan risiko dan audit teknologi guna memastikan platform insurtech mematuhi standar keamanan siber, privasi, dan perlindungan data.

    Keenam, pengawasan risiko iklim dan keberlanjutan eksposur risiko perusahaan asuransi terhadap faktor lingkungan seperti memprediksi dampak keuangan dari bencana alam pada properti yang diasuransikan dan regulator juga dapat menggunakan AI untuk mengevaluasi investasi perusahaan pada aset berkelanjutan.

    Meskipun menawarkan banyak manfaat, penerapan AI dalam pengawasan asuransi menghadapi beberapa tantangan di antaranya terkait privasi data perlu menjamin penggunaan AI mematuhi undang-undang perlindungan data; keadilan dan bias model AI harus transparan dan bebas dari bias agar keputusan yang diambil adil; dan perkait engembangan kapasitas, regulator perlu melatih staf untuk mengoperasikan sistem AI secara efektif.

    Guna mengatasi tantangan ini, ada beberapa strategi yang dapat diterapkan yakni di antaranya, mengembangkan pedoman untuk memastikan penggunaan AI yang bertanggung jawab; mendorong dialog antara regulator, perusahaan asuransi, dan pengembang AI untuk berbagi praktik terbaik; memastikan sistem AI diuji secara ketat dalam lingkungan ter­­kendali sebelum diterapkan; mewajibkan perusahaan asu­­ransi untuk menjelaskan bagaimana alat AI membuat keputusan.

    Integrasi AI dalam pengawasan industri asuransi menjadi langkah besar me­nuju regulasi yang lebih efisien, transparan, dan berorientasi pada konsumen. Dengan kemampuan AI untuk mengolah data, mendeteksi penipuan, dan mengelola risiko, regulator dapat memastikan keberlanjutan dan integritas sektor asuransi di tengah perubahan yang cepat.

  • 5 Kode Redeem ML Baru dan Terupdate yang Berlaku Hari Ini, Jumat 6 Desember 2024

    5 Kode Redeem ML Baru dan Terupdate yang Berlaku Hari Ini, Jumat 6 Desember 2024

    Bisnis.com, JAKARTA – Moonton masih membagi-bagikan kode redeem Mobile Legends (ML) agar para pemain bisa menukarkannya dengan hadiah.

    Berikut ini kumpulan kode redeem ML terbaru hari ini, Jumat (6/12/2024), yang mengandung banyak reward seperti koin, diamond, skin, hingga hero. 

    Mereka yang tercepat menukarkannya bisa mendapat item legendaris secara gratis.

    Bagaimana cara klaim kode redeem untuk mendapat hadiah spesial dari Moonton? Caranya mudah. Anda dapat melakukan klaim kode redeem dengan membuka laman m.mobilelegends.com/en/codexchange.

    Akan tetapi, perlu diingat bahwa setiap kode memiliki limit waktu dan hanya bisa diklaim sekali.

    Sehingga apabila Anda gagal saat melakukan klaim, ada dua kemungkinan penyebabnya.

    Bisa jadi Anda pernah menukarkan kode tersebut atau masa penukarannya sudah melewati tenggat waktu yang ditentukan.

    Cara Klaim Kode Redeem ML

    Berikut cara melakukan klaim kode redeem Mobile Legends:

    Buka situs m.mobilelegends.com/en/codexchange 
    Masukkan salah satu kode redeem ML pada kotak Redemption Code
    Lalu tuliskan ID user gim Mobile
    Legends dan kode verifikasi pada kotak yang ada
    Klik Redeem, bila berhasil hadiah akan otomatis masuk ke dalam inbox game

    Kode Redeem ML Hari Ini

    Berikut daftar kode redeem Mobile Legens yang aktif pada hari ini, Jumat (6/12/2024):

    6h7p7k359mty22ftw
    3r93efok9
    0nc9lhok9
    Dynamo03
    HOLAMLBB (khusus untuk pemain baru)

  • 7 Kode Redeem FF Terbaru dan Valid Hari Ini, Jumat 6 Desember 2024

    7 Kode Redeem FF Terbaru dan Valid Hari Ini, Jumat 6 Desember 2024

    Bisnis.com, JAKARTA – Garena kembali memberikan update kode redeem Free Fire (FF) untuk diberikan kepada para pemain. Kode ini bisa langsung diklaim pada hari ini, Jumat (6/12/2024).

    Pemain Free Fire tercepat yang menukarkannya dan beruntung bisa mendapat item menarik secara cuma-cuma, seperti senjata, skin, dan aneka voucher.

    Namun, perlu diketahui bahwa kode redeem FF terdiri dari 12 karakter berupa huruf kapital dan angka.

    Sehingga apabila kode tidak memenuhi kriteria tersebut, kemungkinan besar kode yang dimasukkan adalah palsu atau ada kesalahan.

    Kode redeem FF ini juga memiliki limit waktu dan kuota penggunaan. Dengan demikian, penukaran tak bisa dilakukan jika kode redeem telah melewati waktu yang ditentukan dan sebelumnya sudah pernah diklaim.

    Cara Klaim Kode Redeem FF

    Cara melakukan klaim kode redeem yakni dengan mengunjungi situs resmi Garena di reward.ff.garena.com/id.

    Setelah itu, lakukan login dengan masuk ke akun Anda. Masukkan kode redeem yang sudah ada dapatkan ke dalam kotak yang tersedia. 

    Klik “Confirm” untuk me-redeem kodenya agar kita mendapat hadiah. Apabila berhasil, hadiah akan masuk melalui bagian Vault pada beranda gim.

    Hadiah pun bisa langsung digunakan oleh para pemain setelah kode berhasil di-redeem. 

    Pemain juga bisa melakukan redeem melalui aplikasi Free Fire secara langsung. Caranya yakni masuk ke aplikasi dan pilih ikon Event di bagian atas paling kiri.

    Masuk ke Info di dashboard dan pilih website kode redeem. Masukkan 12-16 digit kode redeem lalu klik tombol Konfirmasi.Kode redeem pun sudah ditukarkan.

    Kode Redeem FF Hari Ini

    Berikut ini adalah kode redeem Free Fire yang masih berlaku pada hari ini, Jumat (6/12/2024):

    CTLQF6ZHXARJ
    FFWST4NYM6XB
    TFW2Y7NQFV9S
    FV4SF2CQFY9M
    GXFT7YNWTQSZ
    FFXCY2MSF7PY
    FTY7FGN4XKHC

  • Mitratel (MTEL) Tuntaskan Akuisisi Cucu Usaha PP, Jaringan Fiber Bertambah 8.101 Km

    Mitratel (MTEL) Tuntaskan Akuisisi Cucu Usaha PP, Jaringan Fiber Bertambah 8.101 Km

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel menuntaskan proses akuisisi PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT) yang merupakan anak usaha PT PP Infrastruktur. 

    Melalui akuisisi ini, Mitratel berupaya mendorong pemerataan akses telekomunikasi dan peningkatan kualitas jaringan internet di Tanah Air, seiring dengan hadirnya aset jaringan fiber baru di Sumatra hingga Bali. 

    Mitratel mendapat tambahan serat optik baru sepanjang 8.101 kilometer dan billable length (pendapatan dari aset yang dapat ditagih) sepanjang 12.524 kilometer lewat akuisisi ini. Tidak hanya itu, Mitratel juga berpeluang memperoleh tambahan pendapatan, mengingat serat optik UMT telah digunakan oleh operator seluler seperti Indosat dan XL Axiata. 

     Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menjelaskan akuisisi ini juga bernilai strategis dalam memperkuat ekosistem bisnis menara telekomunikasi dan meningkatkan penguasaan pangsa pasar Mitratel dalam bisnis Fiber To The Tower (FTTH). 

    “Aset fiber yang kami akuisisi ini lokasinya tersebar di Sumatera, Jawa dan Bali. Hal ini sejalan dengan arah ekspansi industri telekomunikasi di masa depan dalam rangka menyongsong era implementasi teknologi 5G serta menyasar sejumlah daerah pertumbuhan ekonomi baru,” kata Teddy, dikutip Kamis (5/12/2024). 

    Dengan adanya tambahan 8.101 Km fiber dari aksi korporasi ini, Mitratel kini memiliki jaringan fiber lebih dari 47.800km. Per akhir September 2024, Mitratel memiliki 39.714km fiber optik. Berdasarkan jumlah tersebut, 56% aset fiber optik tercatat berada di luar pulau Jawa dan 44% berada di pulau Jawa. 

    “Mitratel akan terus melakukan ekspansi secara selektif bukan hanya di bisnis menara namun juga di bidang fiber optik dan jasa penunjang lainnya,” tegas Teddy. 

    Dalam laporan keuangan kuartal III/2024, Mitratel membukukan pendapatan dari bisnis fiber sebesar Rp274 miliar atau tumbuh 89,5% dari tahun sebelumnya dan mengkontribusi sebesar 4% dari total pendapatan Mitratel.  Teddy memastikan setelah transaksi ini kontribusi pendapatan dari bisnis fiber akan terus meningkat. 

    “Pendapatan bisnis fiber Mitratel hingga 9 bulan pertama tahun 2024, yang tumbuh hampir 90% YoY, merupakan perkembangan yang sangat menggembirakan. Ke depan kami akan fokus mengembangkan bisnis fiber ini dengan program monetisasi asset,” kata Teddy.

  • Kini Pemerintah Vietnam Tangguhkan Aplikasi Temu, Ada Apa?

    Kini Pemerintah Vietnam Tangguhkan Aplikasi Temu, Ada Apa?

    Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Vietnam melalukan menangguhkan sementara operasi aplikasi Temu di negara mereka. Hal ini dilakukan karena Temu gagal memenuhi tenggat akhir pendaftaran bisnis pada akhir November. 

    Melansir dari Reuter, Kamis (5/12/2024)  e-commerce yang dimiliki PDD Holdings, mulai beroperasi di Vietnam pada bulan Oktober dan menawarkan berbagai produk dengan harga diskon. 

    Sesuai peraturan, perusahaan tersebut diharuskan untuk mendaftar ke pemerintah Vietnam sebelum 30 November, atau menghadapi pemblokiran akses ke domain dan aplikasi internetnya. Namun, Temu tidak berhasil menyelesaikan prosedur pendaftaran tepat waktu.

    Melihat hal tersebut, Kementerian Perdagangan Vietnam mengungkapkan pihaknya menangguhkan sementara operasi aplikasi Temu di Vietnam.

    Meski begitu, kementerian tidak menjelaskan berapa lama penangguhan ini akan berlangsung atau apa yang perlu dilakukan Temu untuk mengaktifkan kembali layanannya.

    “Operasi Temu akan ditangguhkan sementara hingga mereka menyelesaikan prosedur pendaftaran,” kata Kementerian Perdagangan Vietnam.

    Situs web Temu juga menunjukkan perubahan signifikan, salah satunya opsi bahasa Vietnam telah dihapus ketika diakses dari dalam negara tersebut.

    Pemberitahuan di situs menyatakan bahwa Temu tengah bekerja sama dengan Badan Ekonomi Digital dan E-dagang Vietnam serta Kementerian Perindustrian dan Perdagangan untuk menyelesaikan pendaftaran layanan e-commerce mereka.

    Menanggapi masalah ini, Temu mengonfirmasi bahwa mereka telah mengajukan dokumen yang diperlukan untuk pendaftaran, meskipun tidak memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai waktu yang dibutuhkan untuk memulai kembali operasinya.

    Adapun pada bulan Oktober lalu Budi Arie Setiadi yang saat ini menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) atau sekarang Komdigi memastikan aplikasi asal China bernama Temu tidak akan hadir di Indonesia. 

    Regulator menutup pintu bagi Temu untuk mendaftar di sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).

    Budi menegaskan jika nanti Temu ingin mengajukan PSE, Kemenkominfo tidak akan memberikan jalan untuk Temu melakukan pendaftaran tersebut.

    “PSEnya pasti tidak akan kita kasih untuk Temu karena ini mengganggu ekosistem UMKM kita,” kata Budi saat ditemui di Kemenkominfo, Kamis (10/10/2024).

    Tak hanya soal PSE, Budi menegaskan bahwa Aplikasi Temu tidak bisa masuk ke Indonesia dengan cara apapun, termasuk lewat skema akuisisi. Hal itu dilakukan semata-mata untuk melindungi UMKM di dalam negeri. 

    “Tetap kita tidak akan kasih mereka beroperasi, kita harus melindungi UMKM kita. Karena itu ada jutaan tenaga kerja,” ucap Budi.

  • Komdigi Gotong Royong Bekali Anak Muda Papua Keterampilan Digital

    Komdigi Gotong Royong Bekali Anak Muda Papua Keterampilan Digital

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Indosat Tbk. (ISAT) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) gotong royong meningkatkan literasi digital generasi muda di Sorong, Papua Barat, guna memangkas kesenjangan digital. 

    Melalui program Generasi Terkoneksi (GenSi), Indosat dan Komdigi menggelar GenSi di Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda)..

    SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Steve Saerang mengatakan transformasi digital yang inklusif tidak hanya membutuhkan teknologi yang andal, juga keterlibatan aktif generasi muda dan perempuan sebagai motor penggerak perubahan.

    “Dengan memperluas literasi digital ke seluruh lapisan masyarakat, kami berharap dapat membantu mengurangi kesenjangan digital, membuka peluang ekonomi baru, dan mendukung pertumbuhan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital global,” kata Steve dalam keteranganya, Kamis (5/12/2024).

    Di sisi lain, Sekretaris Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Mediodecci Lustarini menyampaikan bahwa program ini adalah bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam meningkatkan literasi digital di seluruh Indonesia. 

    Melalui pemberdayaan komunitas lokal, program ini akan membuka akses digital bagi talenta muda, perempuan, dan UMKM di wilayah wilayah yang berada di seluruh Indonesia. 

    “Bersama dengan Indosat, kami optimis bahwa inisiatif seperti ini akan menciptakan dampak berkelanjutan bagi pembangunan Indonesia di era transformasi digital,” ujarnya.

    Adapun, Program GenSi di Sorong mengusung tema “Saatnya GenSi Beraksi” dengan melibatkan 600 talenta digital dari wilayah Sorong dan sekitarnya. 

    Selain berfokus pada AI Sovereignty, program ini juga memperkenalkan model pelatihan literasi digital kepada anggota International Telecommunication Union (ITU). 

    Bekerja sama dengan Digital Transformation Center (DTC), program ini menghadirkan para ahli dari berbagai sektor, termasuk pemerintah, industri, dan inovator, serta melibatkan mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan dasar dan keterampilan praktis dalam keamanan siber, dengan perhatian khusus pada generasi muda dan perempuan.

    Dengan menjangkau literasi digital di daerah terluar Indonesia, Indosat berkomitmen mengurangi kesenjangan digital dan mendorong kontribusi mereka terhadap perekonomian Indonesia. Dimana, talenta digital menjadi pilar masa depan Indonesia, dengan 25,87% dari populasi atau sekitar 69,74 juta orang pada 2023. 

     

  • PPN dan UMP Naik, Bos MDI Ventures Sebut Ujian Startup RI Bertambah

    PPN dan UMP Naik, Bos MDI Ventures Sebut Ujian Startup RI Bertambah

    Bisnis.com, JAKARTA – CEO MDI Ventures Donald Wihardja menilai kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) dan upah minimum provinsi (UMP) menjadi tantangan baru bagi perusahaan rintisan atau startup.

    Kebijakan baru tersebut  bakal mempengaruhi kinerja startup di tengah musim dingin berkepanjangan dan upaya menuju perusahaan yang menguntungkan. 

    Diketahui, pembiayaan modal ventura ke startup pada Agustus 2024 mendekati angka pembiayaan modal ventura pada periode pasca pandemi COVID-19, yakni pada Desember 2021 sebesar Rp16,08 triliun. Meski sempat naik di Desember 2022 menjadi Rp18,02 triliun, trennya kembali turun hingga Agustus 2024.

    Startup menghadapi ujian baru di tengah pendanaan yang makin sepi.

    “Ya tentunya itu mereka juga harus menghadapi challenge itu. Jadi yang dahulu sudah profitable, tiba-tiba dengan naikkan itu jadi not profitable lagi. Tapi ya itulah landscape bisnis Indonesia,” kata Donald, Kamis (5/12/2024). 

    Donald menuturkan bahwa setiap startup yang ada di Indonesia harus bisa mengikuti setiap kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah.

    Hal ini perlu dilakukan, agar bisnis yang mereka jalankan bisa terus berjalan dan tidak tergerus oleh kebijakan-kebijakan baru yang ditetapkan oleh pemerintah.

    “Jadi ya harus bisa melakukan bisnis di landscape Indonesia. Karena mereka landscape-nya Indonesia gitu ya. Jadi mereka mesti bisa menghandle bisnis partnership di Indonesia,” kata Donald.

    Sebelumnya, pemerintah dalam rencana menaikkan tarif PPN menjadi 12% dan upah minimum 6,5% pada 2025.

    Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyebut kenaikan PPN dan UMR merupakan hal yang biasa terjadi setiap tahunnya.

    Namun, adanya kenaikan tersebut dapat dimanfaatkan oleh para startup untuk bertumbuh. Salah satunya dengan kolaborasi yang dilakukan oleh berbagai pihak.

    “Jadi kenaikan itu, itu kan lebih kepada kebijakan ekonomi lah untuk kenaikan pendapatan negara. Tapi untuk startup, kita bisa bertumbuh bersama dengan kolaborasi yang dilakukan oleh berbagai pihak,” kata Nezar.