Category: Bisnis.com Tekno

  • Cara Mengaktifkan Meta AI WhatsApp dan Solusinya Jika Belum Muncul

    Cara Mengaktifkan Meta AI WhatsApp dan Solusinya Jika Belum Muncul

    Bisnis.com, JAKARTA – Fitur terbaru Meta AI di WhatsApp kini sudah dapat diakses di ponsel Anda untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Namun belum semua pengguna langsung mendapatkan akes Meta AI di WhatsApp.

    Dalam artikel ini dibahas bagaimana cara mengaktifkan Meta Ai di WhatsApp praktis, lengkap dengan solusi jika Meta AI WhatsApp belum tersedia di ponsel Anda. Namun pastikan WhatsApp Anda sudah diperbarui ke versi terbaru.

    WhatsApp resmi memperkenalkan chatbot Meta AI yang memiliki tugas dan cara kerja yang mirip dengan chatGPT.

    Meta AI memiliki fitur canggih yang bisa menjawab chat pengguna, mengedit foto dan video, hingga melakukan tugas lain.

    “Kami mengumumkan serangkaian pembaruan terkini yang memungkinkan Anda untuk berbicara dengan Meta AI secara realtime dengan suara Anda atau mengirimkan foto untuk diedit. Pembaruan ini akan memudahkan lebih banyak orang mengeksplorasi ide, meningkatkan kualitas chat, dan mencoba hal-hal baru,” tulis WhatsApp di blog resminya dikutip Jumat (6/12/2024).

    Chatbot ini bisa digunakan pengguna untuk melakukan berbagai aktivitas dengan cepat tanpa memerlukan tambahan aplikasi.

    Cara Mengaktifkan Meta AI di WhatsApp

    Berikut cara menggunakan fitur Meta AI di WhatsApp yang ada di ponsel:

    Klik ikon Meta AI (lingkaran bulat berwarna biru) di atas menu obrolan WhatsApp
    Klik lingkaran tersebut dan akan muncul pop-up Meta Ai
    Pengguna bisa langsung melakukan obrolan secara langsung dengan asisten AI

    Cara Lain untuk Mengaktifkan Meta AI di WhatsApp

    Cara lain yang bisa digunakan untuk memulai obrolan dengan Meta AI yakni:

    Buka aplikasi WhatsApp lalu tekan jendela obrolan grup yang anda inginkan
    Ketikkan “@” dan klik tulisan “Meta AI” yang muncul dari daftar yang ada
    Fitur Meta AI pun bisa langsung anda gunakan dengan cara mengirim permintaan, pesan, atau perintah lain

    Cara Mengatasi Meta AI Tak Muncul di WhatApp

    Berikut cara mengatasi Meta AI tak muncul dalam aplikasi WhatsApp yang ada di ponsel anda.

    Meta AI tak muncul di aplikasi WhatApp anda disebabkan karena beberapa hal. Salah satunya yakni aplikasi yang belum terbarukan (update). Alasan kedua yakni karena fitur Meta AI baru tersedia untuk sejumlah pengguna di beberapa negara saja.

    “Mungkin belum tersedia bagi Anda meskipun pengguna lain di negara Anda sudah memiliki aksesnya,” tulis WhatsApp.

    WhatsApp juga menjelaskan bahwa saat ini Meta AI masih memiliki keterbatasan bahasa yakni Bahasa Arab, Hindi, Indonesia, Inggris, Portugis, Prancis, Spanyol, Tagalog, Thailand, dan Vietnam.

    Fitur Meta AI di WhatsApp

    Berikut sejumlah fitur yang ditawarkan oleh Meta AI:

    1. Chat dengan Meta AI

    Pengguna bisa menggunakan Meta AI untuk mengobrol dengan chatbot. Caranya yakni dengan menekan tombol waveform untuk mengajukan pertanyaan dan Meta AI akan menjelaskan sesuatu yang ingin Anda ketahui.

    Pengguna pun bisa memilih berbagai pilihan jenis suara, yang juga termasuk suara selebriti global.

    2. Mesin Pencari

    Meta AI bisa menjawab foto yang anda kirimkan. Chatbot akan memberikan jawaban tentang gambar tersebut.

    “Misalnya, Anda dapat mengambil gambar menu dalam bahasa asing dan meminta terjemahannya, atau mengambil gambar tanaman dan bertanya bagaimana cara merawatnya,” tulis WhatsApp.

    3. Edit Foto

    Fitur paling keren yang ditawarkan oleh Meta AI yakni edit foto tanpa aplikasi tambahan.

    Meta AI bisa membantu pengguna untuk mengedit foto seperti menambahkan, menghapus, atau mengganti sesuatu.

    Dengan menggunakan Meta AI, pengguna bisa menghapus objek asing dari latar belakang atau mengubah warna pada suatu objek untuk melihat sesuatu dalam sudut pencahayaan berbeda.

  • Bos Axiata Ungkap Nasib Pekerja XL Axiata

    Bos Axiata Ungkap Nasib Pekerja XL Axiata

    Bisnis.com, JAKARTA – Group CEO & Managing Director Axiata Vivek Sood angkat bicara mengenai nasib pekerja XL Axiata dan Smartfren usai kedua perusahaan melebur.

    Dia mengatakan pascamerger, pihaknya meminta semua orang bergabung dalam satu kesatuan.

    “Kita akan mengajak semua orang untuk bergabung. Tidak akan ada restrukturisasi, tidak akan ada apa-apa,” kata Vivek dalam sesi konferensi pers, Rabu (11/12/2024).

    Lebih lanjut, Vivek menuturkan bahwa pihaknya memang berencana melakukan pembentukan struktur baru untuk beberapa posisi setelah adanya merger hari ini.

    Namun, Vivek menegaskan sampai dengan saat ini rencana restrukturisasi belum dirinya pikirkan dan akan melihat perkembangan nantinya.

    “Jika kami harus melakukan restrukturisasi, kami akan melakukannya dengan karyawan yang ada, itulah yang akan kami lakukan. Namun saya tidak berpikir itu,” ujarnya.

    Di tempat yang sama, Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan pihaknya sudah melakukan town hall bersama karyawan.

    Terkait dengan rencana PHK, Dian menyampaikan bahwa sesuai dengan perkataan Vivek, sampai saat ini perusahaan tidak ada rencana PHK dan membuka pintu bagi seluruh karyawan.

    “Jadi, tidak akan ada rasionalisasi sebelum legal day 1 (sah merger). Jadi, tidak ada rasionalisasi,” ucap Dian.

    Namun, dalam berjalannya waktu jika terdapat rasionalisasi, Dian memastikan kompensasi yang didapat oleh karyawan akan terdampak akan diberikan secara adil.

    “Payment dan kompensasinya itu sudah diperhitungkan sehingga akan fair, bahkan mungkin lebih dari fair ya, untuk para karyawan yang menanya terkena rasionalisasi,” pungkasnya.

    Diberitakan sebelumnya,  PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) dan PT Smart Tel mengumumkan penggabungan usaha (merger) dengan nilai mencapai Rp104 triliun. Penggabungan ini akan membentuk entitas telekomunikasi baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (“XLSmart”). 

    Group Chief Executive Officer Axiata Group Vivek Sood mengatakan merger ini menggabungkan dua entitas yang akan saling melengkapi dalam melayani pangsa pasar telekomunikasi Indonesia. 

    XLSmart akan memiliki skala, kekuatan finansial, dan keahlian yang mampu mendorong investasi infrastruktur digital, memperluas jangkauan layanan, dan mendorong inovasi bagi pelanggan, sekaligus menciptakan pasar yang lebih sehat dan kompetitif.

    “Merger ini merupakan langkah penting dalam membangun fondasi ekonomi digital yang tangguh. Merger ini akan memungkinkan kami untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur yang unik bagi Indonesia sebagai negara kepulauan,” kata Vivek dikutip Rabu (11/12/2024). 

  • Ericsson Dorong Perangkat 5G AI Rendah Daya Tahun Depan, Operator Makin Hemat

    Ericsson Dorong Perangkat 5G AI Rendah Daya Tahun Depan, Operator Makin Hemat

    Bisnis.com, JAKARTA – Ericsson, perusahaan penyedia perangkat telekomunikasi asal Swedia, akan mendorong perangkat 5G rendah daya yang dilengkapi kecerdasan buatan (AI) pada tahun depan. Solusi tersebut diharapkan dapat memberikan beban yang lebih ringan kepada mitra.

    Director of Ericsson Indonesia Ronni Nurmal mengatakan perusahaan akan terus mendorong perangkat 5G yang lebih efisien dari sisi harga dan tenaga pada 2025.

    Ericsson, lanjutnya, akan membawa produk yang mendukung keberlanjutan bisnis para mitra, dengan ukuran yang makin ramping, hemat energi dan sentuhan kecerdasan buatan. 

    Sebagai perbandingan, teknologi 5G generasi ke-4 milik Ericsson saat ini telah 70% lebih irit energi dibandingkan dengan generasi pertama. Pada tahun depan, produk yang ditawarkan dipastikan akan lebih rendah energi. 

    “Jadi ketika produk itu tidak dipakai, mereka akan mute dengan sendirinya, sehingga konsumsi tenaganya rendah. Kami pakai AI di sana,” kata Ronni, Rabu (11/12/2024). 

    Kecerdasan buatan akan mempelajari pola konsumsi energi di suatu BTS. Teknologi AI akan membandingkan pemakaian pada pagi hari dengan malam hari sehingga mendapatkan pola waktu efisiensi BTS. 

    Sebagai contoh pemakaian dengan trafik tinggi terjadi pada pukul 07.00 WIB hingga jam 22.00 WIB, maka ketika jam 23.30 WIB BTS dengan sendirinya akan mengurangi konsumsi daya. 

    Teknologi AI juga dapat memberikan peringatan kepada para operator mengenai pemakaian perangkat sehingga operator dapat melakukan perbaikan 1-2 bulan sebelum terjadi gangguan di perangkat. 

    Dia menuturkan perangkat-perangkat yang dihadirkan Ericsson diharapkan dapat membantu operator menggunakan ongkos operasional yang rendah sehingga harapannya laba operator seluler dapat bertambah. 

    Operator seluler menginginkan adanya suatu solusi yang menawarkan efisiensi ongkos dengan kapasitas yang besar.  Solusi itu menurut Ronni terdapat pada 5G. 

    “Dengan spektrum yang lebih besar maka kapasitas yang diberikan juga akan lebih besar,” kata Ronni. 

    Ronni menuturkan ketika 5G dikembangkan pertumbuhannya akan sangat cepat. Sebagai perbandingan di Korea Selatan saat 5G dikembangkan selama 4 tahun, paket data 5G sudah melewati total traffic data 4G. 

    “Itu terjadi di Korea, di Jepang dan akan terjadi di India. Harapan kami itu juga terjadi di Indonesia ketika spektrumnya dilelang,” kata Ronni. 

    Ronni menyarankan sambil menunggu lelang spektrum sebaiknya industri memulai terlebih dahulu dengan kasus pemanfaatan yang sederhana, sehingga perkembangan AI dapat terus terjadi. 

    Pengalaman Ericsson, dari kasus pemanfaatan 5G yang sederhana tercipta kasus pemanfaatan baru yang lebih mumpuni.

    Freeport Indonesia mulai memanfaatkan 5G untuk otomasi kendaraan di pertambangan untuk menekan angka kecelakaan. Beberapa perusahaan multinasional di luar negeri, kata Ronni, juga telah berminat untuk mengadopsi 5G di perwakilan Indonesia. 

    “Toyota sudah memakai 5G di Jepang. Mereka menunggu agar potensi ini bisa dimanfaatkan di sini. [Kenapa belum] Tergantung spektrumnya, karena sekarang 2,6 GHz dan 3,5 GHz belum dirilis. Itu benar-benar yang dibutuhkan,” kata Ronni. 

    Hackathon 

    Ronni menyampaikan untuk mendorong solusi 5 di sektor industri Ericsson menggelar Hackathon. Kompetisi antar pelajar ini diharapkan dapat memberikan ide segar terkait implementasi AI generatif dan 5g untuk beragam industri. 

    Kompetisi tersebut melahirkan 3 juara dengan solusi-solusi menarik yang mereka bawa dengan Molca Group keluar sebagai juara I. Mereka menyelesaikan proyek-proyek berskala besar dengan menggunakan berbagai solusi di bidang VR/AR dan Industri 4.0. 

  • Merger dengan Smartfren, XL Axiata Ungkap Nasib Layanan 58,6 Juta Pelanggan

    Merger dengan Smartfren, XL Axiata Ungkap Nasib Layanan 58,6 Juta Pelanggan

    Bisnis.com, JAKARTA – PT XL Axiata Tbk. (EXCL) memastikan layanan yang diberikan kepada 58,6 juta pelanggan perusahaan tetap terjaga selama proses merger dengan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN).

    Adapun, pada hari ini PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) dan PT Smart Tel mengumumkan penggabungan usaha (merger) dengan nilai mencapai Rp104 triliun. 

    Penggabungan ini akan membentuk entitas telekomunikasi baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (“XLSmart”). 

    Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini memastikan dalam proses merger ini pihaknya mengusahakan tidak akan terjadi gangguan terhadap pelanggan XL.

    “Kamu ingin pastikan bahwa nantinya setelah merger terjadi, service quality atau experience dari pelanggan itu akan meningkat,” kata Dian saat konferensi pers, Rabu (11/12/2024).

    Dian menuturkan, naiknya kualitas dari layanan bagi pelanggan dikarenakan cakupan yang lebih luas dan kapasitas spektrum yang bertambah banyak pascamerger.

    Sehingga, dengan banyaknya kapasitas spektrum dan cakupan yang lebih luas bakal meningkatkan kecepatan internet dan bisa mengakselerasi jaringan 5G.

    Selain itu, dari segi komersial, Dian menyampaikan dengan infrastruktur yang jauh lebih kuat para pelanggan akan mendapatkan paket-paket yang lebih inovatif dan pilihan yang lebih banyak dari biasanya.

    “Karena sekarang kita punya brand yang lebih banyak, jadi untuk melayani segmen-segmen di masyarakat itu nanti bisa lebih fokus,” ujarnya.

    Diberitakan sebelumnya,  PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) dan PT Smart Tel mengumumkan penggabungan usaha (merger) dengan nilai mencapai Rp104 triliun. Penggabungan ini akan membentuk entitas telekomunikasi baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (“XLSmart”). 

    Group Chief Executive Officer Axiata Group Vivek Sood mengatakan merger ini menggabungkan dua entitas yang akan saling melengkapi dalam melayani pangsa pasar telekomunikasi Indonesia. 

    XLSmart akan memiliki skala, kekuatan finansial, dan keahlian yang mampu mendorong investasi infrastruktur digital, memperluas jangkauan layanan, dan mendorong inovasi bagi pelanggan, sekaligus menciptakan pasar yang lebih sehat dan kompetitif.

    “Merger ini merupakan langkah penting dalam membangun fondasi ekonomi digital yang tangguh. Merger ini akan memungkinkan kami untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur yang unik bagi Indonesia sebagai negara kepulauan,” kata Vivek dikutip Rabu (11/12/2024). 

  • Pesan Komdigi soal Merger XL Axiata (EXCL)

    Pesan Komdigi soal Merger XL Axiata (EXCL)

    Bisnis.com, JAKARTA – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto meminta kepada PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL) serta seluruh pemangku kepentingan, untuk menjalankan merger sesuai dengan peraturan yang berlaku.

    “Proses merger XL Axiata dan Smartfren harus dilakukan dengan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, baik dari sisi penyelenggaraan telekomunikasi, ketenagakerjaan, persaingan usaha dan ketentuan terkait lainnya,” kata Wayan kepada Bisnis, Rabu (11/12/2024). 

    Wayang melanjutkan Komdigi akan mengawal pemenuhan dari sisi regulasi telekomunikasi, dengan tetap mendorong merger ini memenuhi ketentuan persaingan usaha dan lain sebagainya. 

    Diketahui, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (XLSmart), entitas hasil merger XL Axiata dan Smartfren, diperkirakan mengoperasikan spektrum frekuensi sebesar 152 MHz untuk melayani 94,5 juta pelanggan. 

    Spektrum frekuensi tersebut berasal dari 90 MHz milik XL Axiata (15 MHz/900 MHz, 45 MHz/1800 MHz, dan 30 MHz/2100 MHz) dan 62 MHz milik Smartfren (22 MHz/850 MHz dan 40 MHz/ 2300 MHz). Jumlah tersebut masih berpotensi berubah karena harus melalui perhitungan terlebih dahulu oleh regulator Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). 

    Adapun jika dibandingkan dengan Indosat yang total menggunakan spektrum frekuensi sebesar 135 MHz, maka jumlah spektrum frekuensi tersebut lebih besar 17 MHz, dengan jumlah pelanggan terlayani XLSmart lebih sedikit. Indosat melayani 98,7 juta pelanggan pada kuartal III/2024, sementara itu XLSmart diperkirakan melayani 94,5 juta pelanggan. 

    Angka tersebut diperoleh dari hasil pada laporan keuangan kuartal III/2024, XL Axiata melayani 58,6 juta pelanggan dan Smartfren melayani 34,5 juta pelanggan. 

    Dalam prospektus mergernya, EXCL diketahui akan menjadi perusahaan yang menerima penggabungan. Setelah penggabungan usaha, EXCL akan mengubah namanya menjadi PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. 

    “XL akan menjadi perusahaan yang menerima penggabungan dan Smartfren dan Smart Telecom akan dibubarkan berdasarkan hukum setelah penyelesaian penggabungan,”  tulis manajemen dikutip Rabu (11/12/2024).

    Prosedur merger itu telah disepakati oleh XL, Smartfren, ST, Axiata Investments, Stellar, PT Gerbangmas Tunggal Sejahtera, PT Sinar Mas Tunggal, dan Anchor melalui penandatanganan Perjanjian Penggabungan Bersyarat pada 10 Desember 2024.

    Dalam keterangan resminya, Axiata Group Berhad dan Sinar Mas akan menjadi pemegang saham pengendali bersama. Masing-masing perusahaan akan memegang 34,8% saham XLSmart dengan pengaruh yang sama, untuk arah dan keputusan strategis perusahaan.

    Menurut prospektus, sebelum penggabungan usaha, Anchor adalah pemilik manfaat utama dan pengendali EXCL melalui kepemilikan tidak langsung sebesar 100% dari Axiata Investments, pemegang saham mayoritas EXCL.

    Sementara itu, Stellar menjadi pengendali Smartfren an ST, dengan Franky Oesman Widjaja sebagai pemilik manfaat akhir.

    Setelah penyelesaian penggabungan usaha, para pengendali perusahaan yang menerima penggabungan akan menjadi Anchor dan Stellar. Pemilik manfaat mereka, masing-masing adalah Anchor dan Franky Oesman Widjaja.

  • Indosat Ooredoo Hutchison Perkuat Konektivitas Digital di Sorong

    Indosat Ooredoo Hutchison Perkuat Konektivitas Digital di Sorong

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Indosat Tbk. (ISAT) berencana menambah sekitar 8 base transceiver station (BTS) di wilayah Sorong pada 2025 atau bertambah  sekitar 24% dibandingkan dengan 2024 yang berjumlah 33 BTS. 

    EVP Head of Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, Swandi Tjia mengatakan bahwa hingga saat ini Indosat Ooredoo Hutchison telah memiliki 33 site di Sorong. Dengan demikian, Indosat Ooredoo Hutchison akan mempunyai 41 site di Sorong dengan tambahan 8 site baru.

    “Tahun 2025 kita akan bangun lagi lebih kurang 8 [sites]. Jadi lebih kurang ada 41 [site Indosat Ooredoo Hutchison di Sorong]. 1 site itu jangkauannya ada 3 sektor, 1 sektor jarak antara 1 tower dengan tower lain 1 – 3 kilometer. Ini adalah untuk kota Sorong,” ungkap Swandi dalam acara GENsi BERAKSI dari kanal YouTube Bisniscom, Selasa (3/12/2024).

    Swandi menjelaskan bahwa sebelumnya jaringan internet Indosat Ooredoo Hutchison sudah bisa menjangkau wilayah Papua, namun sempat hilang dan kemudian Indosat Ooredoo Hutchison mulai kembali mengoperasikan jaringan untuk pengguna di Papua.

    Kehadiran jaringan baru disertai dengan kapasitas data yang lebih mumpuni, yang membuat masyarakat makin nyaman dalam berselancar di dunia maya. 

    Untuk mendukung aktivitas digital masyarakat di Sorong, Indosat Ooredoo Hutchison mengandalkan produk Tri dan IM3, yang menawarkan layanan fleksibel, terjangkau, dan sederhana serta mudah.

    “Kita masuk memberikan suatu kenyamanan bukan hanya dari sisi kuantitas dan kualitas tetapi juga dari kemudahan biaya yang bisa jauh lebih rendah,” tuturnya.

    Selain membangun jaringan, Swandi menuturkan bahwa emiten telekomunikasi bersandi saham ISAT itu juga ingin memastikan seluruh sumber daya manusia berkelanjutan yang berasal dari kota Sorong, Maluku, dan Papua.

    Indosat Ooredoo Hutchison membuka kesempatan sebesar-besarnya kepada masyarakat sekitar untuk bergabung dengan perusahaan. 

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Infrastruktur Informatika Bidang TIK Diskominfo Provinsi Papua Barat Daya Felix Salmon Wato menyambut baik kehadiran Indosat Ooredoo Hutchison di Papua, terutama di Provinsi Papua Barat Daya.

    “Kalau nanti Indosat Ooredoo Hutchison masuk lagi, itu kami sangat bersyukur karena sudah membantu meringankan beban dan tantangan,” ujar Felix.

    Menurutnya, dengan masuknya Indosat Ooredoo Hutchison ke Provinsi Papua Barat Daya, maka masyarakat akan lebih banyak memiliki pilihan dalam menggunakan jaringan internet.

    Perbesar

    “Kalau hari ini kompetitor satu lagi ditambah di Provinsi Papua Barat Daya dari sisi kebutuhan akan penggunaan internet sangat banyak pilihannya,” terangnya.

    Felix mengakui bahwa Provinsi Papua Barat Daya masih memiliki kekurangan, terutama dari sisi jaringan internet. Apalagi, sektor pendidikan hingga kesehatan sangat membutuhkan jaringan internet.

    “Sehingga ketika adanya dukungan dari Indosat Ooredoo Hutchison ini semakin maju karena dunia digital, pendidikan dan kesehatan itu tergantung pada bagaimana kita menggunakan jaringan internet,” tuturnya.

    Di samping itu, Felix menyatakan bahwa pemerintah juga memiliki program untuk meningkatkan jaringan internet pada 2025, salah satunya dengan menggelar jaringan fiber optik.

    “Untuk kabupaten Sorong, kami baru upayakan dan sudah masuk ke program untuk peningkatan jaringan di 2025. Jadi 2025 fiber optic akan lewat di kabupaten Sorong,” tandasnya.

  • XL Smartfren Merger, Telkomsel Berharap Pemerataan Digital Terakselerasi

    XL Smartfren Merger, Telkomsel Berharap Pemerataan Digital Terakselerasi

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) menyambut baik merger PT XL Axiata Tbk. dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN). Gabungan kedua perusahaan dapat mendorong pemerataan internet di Tanah Air makin terakselerasi. 

    VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Saki Hamsat Bramono mengatakan perusahaan mengapresiasi dinamika positif ini sebagai upaya memperkuat daya saing industri telekomunikasi dan mendukung pengembangan ekosistem digital yang lebih baik di Indonesia.

    “Kami percaya bahwa konsolidasi ini dapat meningkatkan kualitas layanan, pemerataan akses digital, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, serta menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan bangsa,” kata Saki kepada Bisnis, Rabu (11/12/2024). 

    Dengan terus menjalankan peran sebagai katalis transformasi digital, lanjutnya, Telkomsel siap bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pertumbuhan industri yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung visi Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

    Diketahui, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (XLSmart), entitas hasil merger XL Axiata dan Smartfren, diperkirakan mengoperasikan spektrum frekuensi sebesar 152 MHs untuk melayani 94,5 juta pelanggan. 

    Spektrum frekuensi tersebut berasal dari 90 MHz milik XL Axiata (15 MHz/900 MHz, 45 MHz/1800 MHz, dan 30 MHz/2100 MHz) dan 62 MHz milik Smartfren (22 MHz/850 MHz dan 40 MHz/ 2300 MHz). Jumlah tersebut masih berpotensi berubah karena harus melalui perhitungan terlebih dahulu oleh regulator Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). 

    Adapun jika dibandingkan dengan Indosat yang total menggunakan spektrum frekuensi sebesar 135 MHz, maka jumlah spektrum frekuensi tersebut lebih besar 17 MHz, dengan jumlah pelanggan terlayani XLSmart lebih sedikit. Indosat melayani 98,7 juta pelanggan pada kuartal III/2024, sementara itu XLSmart diperkirakan melayani 94,5 juta pelanggan. 

    Angka tersebut diperoleh dari hasil pada laporan keuangan kuartal III/2024, XL Axiata melayani 58,6 juta pelanggan dan Smartfren melayani 34,5 juta pelanggan. 

    PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) dan PT Smart Tel mengumumkan penggabungan usaha (merger) dengan nilai mencapai Rp104 triliun. 

    Penggabungan ini akan membentuk entitas telekomunikasi baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (“XLSmart”). 

    Group Chief Executive Officer Axiata Group Vivek Sood mengatakan merger ini menggabungkan dua entitas yang akan saling melengkapi dalam melayani pangsa pasar telekomunikasi Indonesia. 

    XLSmart akan memiliki skala, kekuatan finansial, dan keahlian yang mampu mendorong investasi infrastruktur digital, memperluas jangkauan layanan, dan mendorong inovasi bagi pelanggan, sekaligus menciptakan pasar yang lebih sehat dan kompetitif.

    “Merger ini merupakan langkah penting dalam membangun fondasi ekonomi digital yang tangguh. Merger ini akan memungkinkan kami untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur yang unik bagi Indonesia sebagai negara kepulauan,” kata Vivek dikutip Rabu (11/12/2024).

  • XL Smartfren Merger, Spektrum Frekuensi Digabung 152 MHz Layani 94,5 Juta Pelanggan

    XL Smartfren Merger, Spektrum Frekuensi Digabung 152 MHz Layani 94,5 Juta Pelanggan

    Bisnis.com, JAKARTA – PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (XLSmart), entitas hasil merger XL Axiata dan Smartfren, diperkirakan mengoperasikan spektrum frekuensi sebesar 152 MHz untuk melayani 94,5 juta pelanggan. 

    Spektrum frekuensi tersebut berasal dari 90 MHz milik XL Axiata (15 MHz/900 MHz, 45 MHz/1800 MHz, dan 30 MHz/2100 MHz) dan 62 MHz milik Smartfren (22 MHz/850 MHz dan 40 MHz/ 2300 MHz). Jumlah tersebut masih berpotensi berubah karena harus melalui perhitungan terlebih dahulu oleh regulator Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). 

    Adapun jika dibandingkan dengan Indosat yang total menggunakan spektrum frekuensi sebesar 135 MHz, maka jumlah spektrum frekuensi tersebut lebih besar 17 MHz, dengan jumlah pelanggan terlayani XLSmart lebih sedikit. Indosat melayani 98,7 juta pelanggan pada kuartal III/2024, sementara itu XLSmart diperkirakan melayani 94,5 juta pelanggan. 

    Angka tersebut diperoleh dari hasil pada laporan keuangan kuartal III/2024, XL Axiata melayani 58,6 juta pelanggan dan Smartfren melayani 34,5 juta pelanggan. 

    PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) dan PT Smart Tel mengumumkan penggabungan usaha (merger) dengan nilai mencapai Rp104 triliun. 

    Penggabungan ini akan membentuk entitas telekomunikasi baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (“XLSmart”). 

    Group Chief Executive Officer Axiata Group Vivek Sood mengatakan merger ini menggabungkan dua entitas yang akan saling melengkapi dalam melayani pangsa pasar telekomunikasi Indonesia. 

    XLSmart akan memiliki skala, kekuatan finansial, dan keahlian yang mampu mendorong investasi infrastruktur digital, memperluas jangkauan layanan, dan mendorong inovasi bagi pelanggan, sekaligus menciptakan pasar yang lebih sehat dan kompetitif.

    “Merger ini merupakan langkah penting dalam membangun fondasi ekonomi digital yang tangguh. Merger ini akan memungkinkan kami untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur yang unik bagi Indonesia sebagai negara kepulauan,” kata Vivek dikutip Rabu (11/12/2024). 

    Dia mengatakan sinergi yang dihasilkan oleh merger ini akan meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan sebagian akan digunakan untuk menangkap peluang pertumbuhan masa depan.

    XL Axiata akan menjadi entitas yang bertahan, sedangkan Smartfren dan SmartTel akan menggabungkan diri menjadi bagian dari XLSmart. 

    Axiata Group Berhad dan Sinar Mas akan menjadi pemegang saham pengendali bersama, masing-masing memegang 34,8% saham XLSmart dengan pengaruh yang sama untuk arah dan keputusan strategis perusahaan. 

    Pada saat selesainya transaksi, pemerataan kepemilikan saham akan menghasilkan Axiata menerima hingga senilai US$475 juta. Setelah transaksi ditutup, Axiata akan menerima US$400 juta, beserta tambahan US$75 juta di akhir tahun pertama, tergantung pada pemenuhan syarat- syarat tertentu. 

  • Ada 467.000 File Berbahaya per Hari, Mayoritas Sasar Windows

    Ada 467.000 File Berbahaya per Hari, Mayoritas Sasar Windows

    Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan keamanan siber global, Kaspersky menemukan sekitar 467.000 file berbahaya per hari pada tahun 2024. Nilai ini mengalami peningkatan sebesar 14% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 411.000 file.

    Dalam laporan Kaspersky Security Bulletin (KSB), pada periode Januari hingga Oktober 2024, Windows menjadi target utama serangan siber, mencakup 93% dari semua data berisi malware yang terdeteksi setiap harinya.

    Kelompok berbahaya yang disebarkan melalui berbagai skrip dan format dokumen MS Office yang berbeda berada di antara tiga ancaman teratas, mencakup 6% dari semua file berbahaya yang terdeteksi setiap hari.

    Kaspersky juga menemukan adanya peningkatan signifikan dalam malware Windows sebesar 19% dari tahun 2023 hingga 2024. Jenis malware yang paling tersebar luas adalah Trojan dengan lonjakan sebesar 33% dari tahun 2023 hingga 2024.

    Kemudian, terdapat peningkatan 2,5 kali lipat atau sekitar 150% dalam penggunaan Trojan-dropper. Adapun jenis program ini dirancang untuk mengirimkan malware lain ke komputer atau ponsel korban tanpa disadari korban.

    Kepala Riset Anti-Malware di Kaspersky Vladimir Kuskov menyebutkan bertambahnya ancaman baru setiap tahun dikarenakan para pelaku terus mengembangkan malware, teknik, dan metode baru untuk menyerang pengguna dan organisasi. 

    Salah satunya, Kuskov melihat pada tahun ini terdapat tren berbahaya yang diamati, seperti serangan terhadap hubungan tepercaya dan rantai pasokan, termasuk yang ada pada open-source.

    Selain itu, terdapat juga phishing besar-besaran dan kampanye berbahaya yang menargetkan pengguna media sosial dan peningkatan malware perbankan.

    “Dalam lanskap ancaman siber yang terus berkembang ini, penggunaan solusi keamanan yang andal sangat penting. Pakar Kaspersky selalu berdedikasi untuk melawan ancaman siber baru dan menantang, memastikan pengalaman daring yang aman bagi pengguna serta keamanan siber yang kuat dan intelijen ancaman terbaru bagi organisasi,” ujar Kuskov dalam keteranganya, Rabu (11/12/2024).

  • 5 Perubahan Besar yang Diberikan Apple untuk iPhone 17, Apa Saja?

    5 Perubahan Besar yang Diberikan Apple untuk iPhone 17, Apa Saja?

    Bisnis.com, JAKARTA – iPhone 17 dikabarkan akan menjadi ponsel tertipis Apple yang memiliki desain berbeda dari pendahulunya.

    Apple dirumorkan merubah desain iPhone 17 secara total dari segi bodi, layer, hingga kamera.

    Melansir MacRumors, iPhone 17 juga akan meninggalkan bodi titanium untuk bisa menjadi ponsel paling tipis.

    Berikut 5 perubahan yang akan diberikan Apple untuk iPhone 17:

    1. iPhone 17 Air

    Apple berencana meluncurkan model iPhone 17 baru dengan desain yang jauh lebih tipis.

    Laporan mengatakan bahwa model paling tipis ini akan diberi nama “Air” seperti yang ada pada seri MacBook.

    iPhone 17 Air juga akan memiliki kamera belakang tunggal yang terletak di bagian tengah atas perangkat, bersama dengan Pulau Dinamis yang lebih sempit, menurut analis Apple Ming Chi Kuo.

    Ada juga rumor yang mengklaim bahwa baterai iPhone 17 Air akan memiliki ketebalan sekitar 6 mm, yang menunjukkan bahwa perangkat itu sendiri akan lebih tebal.

    Meskipun ponsel masa depan Apple ini diprediksi akan hadir dengan layar lebih kecil iPhone 6 yakni sekitar 6,5 inci.

    Spesifikasi lain yang diberikan untuk iPhone 17 Air yakni sasis aluminium, chip A19, modem 5G rancangan Apple, dan kamera depan yang lebih ditingkatkan.

    2. Desain Alumunium Baru

    Tak lagi menggunakan Titanium, iPhone 17 rencananya akan memiliki desain aluminium. Dua model andalan iPhone 17 Pro akan menandai kembalinya bingkai aluminium ke iPhone kelas atas untuk pertama kalinya sejak Apple mulai membedakan model Pro dan non-Pro.

    3. Bentuk Kamera Tak Lagi Bulat

    Rumor menyebutkan, iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max akan meninggalkan desain ikonik kamera bulat.

    Apple disebutkan akan mempertimbangkan menggunakan kamera persegi panjang yang menampilkan desain dengan memadukan aluminium dan kaca.

    Bagian atas belakang akan terbuat dari aluminium, dilengkapi dengan “benjolan kamera persegi panjang” yang terbuat dari aluminium, bukan kaca 3D tradisional.

    4. Apple Wi-Fi 7 Chip

    Model premium Apple yang dirilis pada 2025 diharapkan dilengkapi dengan chip Wi-Fi 7 yang merupakan rancangan khusus.

    Dukungan Wi-Fi 7 akan memungkinkan model “Pro” mengirim dan menerima data melalui pita 2,4GHz, 5GHz, dan 6GHz secara bersamaan dengan router yang didukung, sehingga menghasilkan kecepatan Wi-Fi yang lebih cepat, latensi lebih rendah, dan konektivitas yang lebih andal.

    Dengan Chip ini, diharapkan juga ketergantungan Apple untuk memasok eksternal seperti Broadcom, yang saat ini memasok Apple dengan gabungan chip Wi-Fi dan Bluetooth untuk iPhone.

    5. 48MP Telephoto dan 24MP Kamera Depan

    iPhone 17 diprediksi akan memiliki peningkatan resolusi pada kamera belakang dan depan. Apple akan melakukan upgrade terhadap kamera belakang yang memiliki lensa 48MP.

    Lensa tersebut akan lebih ditingkatkan agar bisa setara dengan headset Vision Pro.

    Sedangkan kamera depannya, akan memiliki lensa 24 MP dengan enam elemen, menurut salah satu rumor.

    Resolusi yang ditingkatkan menjadi 24 MP pada iPhone 17 akan memungkinkan foto tetap mempertahankan kualitasnya meskipun dipotong atau diperbesar, sementara jumlah piksel yang lebih besar akan menangkap detail yang lebih halus.