Category: Bisnis.com Tekno

  • WhatsApp Rilis Fitur Member Tags, Permudah Manajemen Identitas di Grup Besar

    WhatsApp Rilis Fitur Member Tags, Permudah Manajemen Identitas di Grup Besar

    Bisnis.com, JAKARTA — WhatsApp resmi mengumumkan peluncuran serangkaian fitur baru yang dirancang untuk tingkatkan manajemen identitas dan efisiensi komunikasi dalam grup. 

    Platform perpesanan tersebut memperkenalkan tiga pembaruan utama, yakni Member Tags, Text Stickers, dan Event Reminders. Pembaruan ini dinilai strategis mengingat kapasitas grup WhatsApp yang kini dapat menampung hingga 1.024 anggota. 

    Dalam ekosistem grup skala besar seperti grup kelas sekolah atau perkuliahan, komunitas warga, atau tim kerja profesional, identifikasi anggota sering kali menjadi tantangan tersendiri.

    Fitur Member Tags hadir sebagai solusi untuk memberikan konteks peran yang spesifik tanpa perlu mengubah nama profil utama pengguna.

    Melansir dari laman resmi Meta Kamis (08/01/2026), Member Tags memungkinkan pengguna menyematkan deskripsi peran singkat di bawah nama tampilan mereka. 

    Fitur ini bersifat fleksibel, di mana pengguna dapat memiliki tag yang berbeda untuk setiap grup, misalnya “Bendahara” di satu grup dan “Ketua Tim” di grup lain. Hal ini bertujuan mengurangi upaya anggota grup dalam memahami konteks pengirim pesan pada utas percakapan yang panjang.

    Caranya cukup mudah. Buka grup WhatsApp, ketuk nama grup di bagian atas layar, lalu gulir ke bawah hingga bagian daftar anggota.

    Di sana, Anda akan menemukan opsi “Tambahkan tag anggota”. Klik opsi tersebut, kemudian masukkan tag singkat yang mendeskripsikan diri Anda. 

    WhatsApp menyarankan untuk mencantumkan peran Anda di perusahaan, organisasi, atau komunitas tempat grup ini berada. Setelah selesai, simpan perubahan. 

    Berbeda dengan aplikasi kerja seperti Slack atau Discord di mana peran sering kali ditetapkan oleh admin, WhatsApp menerapkan filosofi user-managed identity atau identitas yang dikelola pengguna. 

    Administrator grup tidak memiliki wewenang untuk menetapkan tag. Sebaliknya, setiap individu memiliki kontrol penuh untuk menambahkan, mengedit, atau menghapus tag mereka sendiri melalui menu pengaturan anggota.

    Secara teknis, tag dibatasi hingga 30 karakter dan hanya mendukung teks serta tanda baca, tanpa dukungan emoji. Mekanisme ini dirancang untuk menjaga tampilan tetap profesional dan mudah dibaca. 

    Selain pembaruan tag identitas, WhatsApp juga merilis fitur Text Stickers untuk kebutuhan visualisasi pesan. Pengguna kini dapat mengubah kata atau kalimat pendek menjadi stiker terformat otomatis melalui fitur Sticker Search. 

    Stiker ini dapat langsung disimpan ke paket stiker pengguna untuk menonjolkan pesan penting seperti “Rapat Dipindahkan” atau pengumuman penting lainnya.

    Terdapat pula fitur Event Reminders. Saat pengguna membuat undangan acara di dalam grup, mereka kini dapat mengatur pengingat khusus bagi para undangan. Fitur ini ditujukan untuk memastikan tingkat kehadiran yang lebih baik, baik untuk pertemuan daring maupun kegiatan langsung.

    Dari sisi keamanan, WhatsApp menegaskan bahwa penambahan fitur Member Tags tidak memengaruhi protokol enkripsi end-to-end yang telah diterapkan. Pesan dan metadata pengguna tetap terlindungi dengan standar keamanan yang sama. 

    Kendati demikian, perusahaan mengimbau pengguna untuk tidak mencantumkan data pribadi sensitif seperti alamat rumah dalam tag tersebut, mengingat informasi ini dapat dilihat oleh seluruh anggota grup.

    Langkah pembaruan ini diprediksi memiliki dampak luas mengingat basis pengguna WhatsApp yang sangat banyak. Mengutip data Datareportal, audiens global WhatsApp diperkirakan mencapai lebih dari 2,7 miliar pengguna. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • RT/RW Net Lebih Murah dari Internet Rakyat, Pengguna: Terbantu meski Kurang Stabil

    RT/RW Net Lebih Murah dari Internet Rakyat, Pengguna: Terbantu meski Kurang Stabil

    Bisnis.com, JAKARTA — Harga layanan internet yang relatif mahal mendorong masyarakat mencari alternatif internet yang lebih terjangkau, salah satunya dengan menggunakan RT/RW Net. Harga yang ditawarkan bahkan lebih murah dari layanan Internet Rakyat. 

    Berdasarkan informasi yang diperoleh Bisnis, harga langganan RT/RW Net per bulan berkisar Rp70.000-an. Tarif tersebut di bawah harga Internet Rakyat dibanderol Rp100.000. Kendati demikian, secara kecepatan internet jauh tertinggal dibandingkan Internet Rakyat dengan 100 Mbps. 

    Pada dasarnya, jaringan RT/RW Net dibangun di lingkungan perumahan atau kawasan permukiman padat penduduk dengan tujuan agar masyarakat dapat menikmati akses internet secara mudah dan murah. 

    Meski demikian, RT/RW Net kerap dianggap sebagai aktivitas bisnis ilegal karena sering beroperasi tanpa landasan hukum yang jelas dan belum mengantongi izin dari ISP resmi.

    Salah satu pengguna RT/RW Net di Majalengka, Riska, menceritakan pengalamannya selama menggunakan layanan tersebut. Menurutnya, RT/RW Net memang membantu, namun sering menimbulkan kendala saat digunakan.

    “Layanan RT/RW Net hanya bisa digunakan untuk satu perangkat, tidak bisa lebih dari satu. Jaringannya juga kurang bagus, sering error,” ujar Riska kepada Bisnis, Rabu (7/1/2026).

    Selain itu, biaya berlangganan RT/RW Net tergolong sangat murah. Berdasarkan informasi dari pengguna, biaya yang dikeluarkan hanya sekitar Rp75.000 per bulan. Namun, pelanggan harus menerima kecepatan internet yang terbatas sehingga tidak mendukung penggunaan internet yang membutuhkan bandwidth besar.

    Pengalaman serupa juga disampaikan pengguna lainnya yang berasal dari Jawa Barat, Nila. Dia mengaku awalnya merasa terbantu dengan RT/RW Net karena harga yang terjangkau, tetapi setelah digunakan, koneksi internet terasa sangat lambat. Alhasil, dia tetap harus membeli kuota seluler untuk kebutuhan internet yang lebih stabil.

    “Harganya murah sekitar Rp70.000-an, tapi memang lemot sekali. Akhirnya saya lepas karena juga mau merantau,” ujarnya.

    Dari dua narasumber yang telah diwawancarai Bisnis, keduanya mengaku belum mengetahui status legalitas bisnis Wi-Fi murah tersebut. 

    Mereka menggunakan layanan RT/RW Net karena mendapat tawaran dari orang-orang sekitar yang menawarkan biaya internet lebih terjangkau.

    Merujuk pada artikel Bisnis sebelumnya, RT/RW Net pada dasarnya merupakan usaha penyediaan akses internet bagi warga sekitar dengan cara mendistribusikan kembali koneksi dari penyedia layanan internet (ISP). 

    Usaha ini kerap dianggap ilegal karena banyak dijalankan tanpa izin resmi, misalnya hanya menarik koneksi dari ISP lalu dijual kembali kepada warga.

    Padahal, RT/RW Net sebenarnya bisa dijalankan secara legal jika sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yaitu dengan menjadi reseller atau subnet resmi dari ISP serta mengurus perizinan usaha kepada pemerintah melalui sistem OSS.

    Aturan tersebut telah diatur dalam peraturan Kominfo, yang mewajibkan pelaku RT/RW Net memiliki izin jual kembali jasa telekomunikasi, menggunakan merek ISP, menjaga standar kualitas layanan, serta melaporkan pendapatan secara resmi. Jadi RT/RW Net tidak selalu ilegal selama dijalankan dengan izin dan mengikuti ketentuan yang berlaku. (Nur Amalina)

  • Honor Power 2 Mirip iPhone 17 Pro Resmi Meluncur, Usung Baterai 10.080 mAh

    Honor Power 2 Mirip iPhone 17 Pro Resmi Meluncur, Usung Baterai 10.080 mAh

    Bisnis.com, JAKARTA — Honor resmi meluncurkan Honor Power 2 di China pada 5 Januari 2026. Ponsel ini dibekali baterai berkapasitas 10.080 mAh berbasis teknologi silicon-carbon (Si/C), yang dikemas dalam desain ramping dengan ketebalan di bawah 8 mm.

    Melansir laman GSM Arena pada Kamis (8/1/2026) Honor mengklaim baterai tersebut mampu bertahan lebih dari 20 jam penggunaan berkelanjutan. Dalam skenario pemakaian, perangkat ini diklaim dapat digunakan hingga 26 jam pemutaran video, 17 jam navigasi, atau 14 jam bermain gim tanpa henti.

    Meski mengusung baterai jumbo, Honor Power 2 tetap memiliki bodi relatif tipis dengan ketebalan 7,98 mm dan bobot 216 gram. Perangkat ini mendukung pengisian daya cepat 80W melalui kabel. Selain itu, Honor Power 2 juga dapat digunakan sebagai power bank dengan fitur reverse charging hingga 27W untuk mengisi daya perangkat lain.

    Dari sisi tampilan, Honor Power 2 mengusung layar AMOLED 6,79 inci beresolusi FHD+ dengan refresh rate 120 Hz. Layar tersebut memiliki tingkat kecerahan puncak lokal hingga 1.800 nits, serta dilengkapi kamera depan 16 MP dan pemindai sidik jari di layar. Ponsel ini juga telah mengantongi sertifikasi ketahanan IP68, IP69, dan IP69K terhadap air dan debu.

    Honor Power 2 menjadi ponsel pertama yang menggunakan MediaTek Dimensity 8500 Elite. Chipset ini mengusung CPU delapan inti dengan desain seluruh inti performa (all-big core) berbasis ARM Cortex-A725. Satu inti utama memiliki kecepatan 3,4 GHz, didukung tiga inti 3,2 GHz dan empat inti 2,2 GHz. Untuk grafis, chipset ini menggunakan Mali-G720 MC8 GPU. Berdasarkan hasil pengujian, performanya mencatat skor lebih dari 2,4 juta poin di AnTuTu.

    Perangkat ini dipadukan dengan RAM 12 GB LPDDR5X serta pilihan penyimpanan 256 GB atau 512 GB UFS 4.1. Pada sektor kamera belakang, Honor Power 2 dibekali kamera utama 50 MP dengan aperture f/1.9 dan OIS, serta kamera ultrawide 5 MP. Dari sisi perangkat lunak, ponsel ini menjalankan MagicOS 10 berbasis Android 16.

    Honor Power 2 hadir dalam tiga pilihan warna, yakni Midnight Black, Sunrise Orange yang desainnya disebut menyerupai iPhone 17 Pro, serta Snowfield White.

    Untuk harga, varian 12 GB/256 GB dibanderol 2.699 yuan, setara sekitar Rp5,9 jutaan. Sementara varian 12 GB/512 GB dijual 2.999 yuan atau sekitar Rp6,5 jutaan. Penjualan perdana di China dijadwalkan mulai 9 Januari 2026. Honor belum mengumumkan rencana pemasaran Power 2 ke luar China.

    Spesifikasi Lengkap Honor Power 2

    Layar: AMOLED 6,79 inci, FHD+, 120 Hz, kecerahan puncak 1.800 nits

    Chipset: MediaTek Dimensity 8500 Elite

    CPU: Octa-core ARM Cortex-A725 (hingga 3,4 GHz)

    GPU: Mali-G720 MC8

    RAM: 12 GB LPDDR5X

    Penyimpanan: 256 GB / 512 GB UFS Kamera Belakang: 50 MP (f/1.9, OIS), 5 MP ultrawide

    Kamera Depan: 16 MP

    Baterai: 10.080 mAh (Si/C)

    Pengisian Daya: 80W wired charging, Reverse charging hingga 27W

    Sistem Operasi: MagicOS 10 berbasis Android 16

    Ketahanan: IP68, IP69, IP69K

    Dimensi & Bobot: Tebal 7,98 mm, berat 216 gram

    Warna: Midnight Black, Sunrise Orange, Snowfield White

    Harga: 12/256 GB: sekitar Rp5,9 juta, 12/512 GB: sekitar Rp6,5 juta

  • Cakupan 4G Capai 97,50%, Internet Makin Murah

    Cakupan 4G Capai 97,50%, Internet Makin Murah

    Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan cakupan layanan mobile broadband minimal 4G/LTE mencapai 97,50% dari total wilayah permukiman pada 2026. Target tersebut meningkat dibandingkan target 2025 sebesar 97,30% dan kondisi terkini yang berada di level 97,16%.

    Target itu tercantum dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra) Komdigi 2025–2029. Dalam dokumen tersebut, indikator jangkauan jaringan pita lebar bergerak per populasi ditetapkan meningkat secara bertahap hingga 98% pada 2029.

    Secara rinci, cakupan mobile broadband ditargetkan mencapai 97,50% pada 2026, meningkat menjadi 97,75% pada 2027, kemudian 97,90% pada 2028, dan mencapai 98% pada 2029. Adapun capaian tahun 2024 tercatat sebesar 97,16% dari total wilayah permukiman.

    Meski cakupan mobile broadband relatif tinggi, data Renstra Komdigi menunjukkan jangkauan layanan fixed broadband masih terbatas. Persentase wilayah permukiman yang terlayani fixed broadband tercatat sebesar 70,88% pada 2024. Sementara itu, jangkauan jaringan 5G masih berada di level 4,44% wilayah permukiman.

    Dari sisi pemanfaatan, sebanyak 24,5 juta rumah tangga tercatat belum menggunakan layanan fixed broadband. Akses internet di fasilitas publik juga masih terbatas, dengan tingkat ketersediaan akses internet di sekolah sebesar 42,38%, di puskesmas 40,80%, dan di kantor pemerintahan 44,32%.

    Data Renstra juga mencatat kepemilikan perangkat digital yang belum merata. Kepemilikan smartphone tercatat sebesar 67,88% dari total penduduk, sementara kepemilikan laptop berada di level 18,04% rumah tangga.

    Selain cakupan dan pemanfaatan, kualitas layanan internet nasional masih bervariasi. Rata-rata kecepatan mobile broadband tercatat sebesar 25,83 Mbps, sedangkan rata-rata kecepatan fixed broadband mencapai 28,37 Mbps. Dari sisi latensi, rata-rata latensi mobile broadband tercatat 26 milidetik, sementara latensi fixed broadband berada di level 7 milidetik.

    Dari sisi keterjangkauan, harga layanan mobile broadband tercatat sebesar 0,24% dari GNI per kapita. Sementara itu, harga layanan fixed broadband mencapai 4,86% dari GNI per kapita.

    Dalam Renstra tersebut, Komdigi menetapkan peningkatan cakupan, pemanfaatan, dan kualitas broadband sebagai bagian dari sasaran penguatan infrastruktur digital nasional periode 2025–2029.

  • AI Anthropic Siap Galang Dana Rp168 Triliun, Valuasi Meroket Dua Kali Lipat

    AI Anthropic Siap Galang Dana Rp168 Triliun, Valuasi Meroket Dua Kali Lipat

    Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan startup kecerdasan artifisial (AI) Anthropic dilaporkan tengah bersiap untuk mengumpulkan pendanaan senilai US$10 miliar atau sekitar Rp168 triliun.

    Hal tersebut akan membuat valuasi Anthropic diproyeksikan akan menembus angka US$350 miliar atau Rp5.880 triliun dalam beberapa pekan mendatang.

    Melansir dari Reuters Kamis (08/01/2026), putaran pendanaan raksasa ini akan dipimpin oleh Coatue Management dan dana kekayaan negara Singapura, GIC.

    Kesepakatan ini diperkirakan rampung dalam waktu dekat, meskipun nilai total dan persyaratan akhir masih dapat berubah sebelum penutupan.

    Kenaikkan valuasi ini mencerminkan pertumbuhan eksponensial nilai perusahaan dalam waktu singkat. Tercatat, Anthropic baru saja menutup putaran pendanaan Seri F senilai Rp218,4 triliun pada September lalu dengan valuasi Rp3.074,4 triliun

    Dengan target valuasi baru ini, nilai perusahaan naik hampir dua kali lipat hanya dalam kurun waktu satu kuartal. Tren positif ini melanjutkan momentum pada Maret lalu, di mana perusahaan juga berhasil mengamankan Rp58,8 triliun dengan valuasi saat itu sebesar Rp1.033 triliun

    Sebagai informasi, pendanaan tunai ini terpisah dari komitmen investasi senilai Rp252 triliun yang baru-baru ini dijanjikan oleh Nvidia dan Microsoft.

    Kesepakatan dengan dua raksasa teknologi tersebut bersifat “sirkular”, di mana dana digunakan untuk membeli kapasitas komputasi senilai Rp504 triliun dari Microsoft Azure yang menggunakan cip Nvidia.

    Pemisahan jalur pendanaan ini menegaskan strategi Anthropic dalam mengamankan likuiditas tunai sekaligus infrastruktur teknis. Hal ini dilakukan guna memenangkan persaingan pasar yang makin ketat, terutama melawan OpenAI.

    Di sisi operasional, suntikan modal ini hadir seiring dengan meningkatnya adopsi produk Anthropic di kalangan pengembang perangkat lunak. Perusahaan terus mendorong penetrasi pasar melalui “Claude Code”, alat otomatisasi pengkodean yang ditenagai oleh model terbaru mereka, Claude Opus 4.5.

    Pertumbuhan pendapatan perusahaan juga menunjukkan tren yang bagus. Laporan Reuters pada Oktober lalu menyebutkan bahwa Anthropic menargetkan pelipatgandaan tingkat pendapatan tahunan pada tahun ini, didorong oleh permintaan dari sektor korporasi (enterprise).

    Sementara itu, spekulasi mengenai rencana Initial Public Offering (IPO) Anthropic masih menjadi sorotan pelaku pasar. Laporan Financial Times menyebutkan bahwa perusahaan telah menunjuk firma hukum Wilson Sonsini untuk mempersiapkan IPO yang mungkin terealisasi paling cepat pada 2026.

    Meski demikian, juru bicara Anthropic menyatakan bahwa perusahaan belum mengambil keputusan final terkait waktu pelaksanaan IPO. Hal ini berbeda dengan beberapa spekulasi pasar yang menyebut potensi IPO bisa terjadi tahun ini bersamaan dengan OpenAI.

    OpenAI juga dilaporkan sedang dalam pembicaraan untuk menggalang dana hingga Rp1.680 triliun. Langkah tersebut berpotensi menempatkan valuasi pembuat ChatGPT tersebut pada angka fantastis, yakni hingga Rp13.944 triliun. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Kelemahan Teknologi ‘Wi-Fi’ Pengantar Listrik Tanpa Kabel Milik Finlandia

    Kelemahan Teknologi ‘Wi-Fi’ Pengantar Listrik Tanpa Kabel Milik Finlandia

    Bisnis.com, JAKARTA — Para insinyur di Finlandia menyadari bahwa teknologi pengantar listrik melalui udara atau tanpa kabel yang mereka kembangkan memiliki sejumlah kelemahan yang harus disempurnakan.

    Meskipun uji coba awal menunjukkan bahwa listrik bisa dikirim melalui udara, peneliti menilai teknologi ini belum siap digunakan secara luas di rumah atau di seluruh kota. 

    Masih ada beberapa tantangan penting yang harus diselesaikan terlebih dahulu, seperti meningkatkan efisiensi energi agar tidak banyak terbuang ketika jarak antara pemancar dan penerima jauh. 

    Selain itu tantangan selanjutnya adalah memperluas jarak jangkauan agar bisa mencakup ruang yang lebih besar. Makin luas jangkauan maka makin efisien.

    Tantangan lainnya adalah memastikan keamanan dan aturan penggunaan supaya teknologi ini aman bagi manusia, hewan, dan perangkat lain di kehidupan sehari-hari.

    Diketahui, baru-baru ini penelitian di Finlandia berhasil menunjukkan sebuah teknologi yang cukup mengagumkan, mengirim listrik melalui udara tanpa kabel, colokan, atau kontak fisik apa pun. 

    Hal ini berarti, listrik bisa berpindah dari sumber energi ke perangkat hanya melalui udara, layaknya sinyal Wi-Fi yang kita gunakan sehari-hari,  tetapi bukan mengirim data, melainkan mengirim energi listrik yang bisa dipakai langsung oleh perangkat elektronik. 

    Dilansir dari Tech Times, Kamis (8/1/2026) teknologi ini memanfaatkan medan elektromagnetik atau frekuensi radio yang dikendalikan secara presisi untuk mentransfer energi dari satu titik ke titik lain tanpa kabel. 

    Perangkat yang dilengkapi alat penerima khusus dapat menangkap energi tersebut selama berada dalam jangkauan medan energi itu. 

    Cara kerjanya mirip dengan teknologi wireless power transfer yang sudah ada sekarang seperti pengisian daya tanpa kabel (wireless charging) untuk ponsel  tapi versi terbaru ini bisa bekerja lebih jauh dari hanya beberapa sentimeter. 

    Pada teknologi lama, listrik hanya bisa ditransfer sangat dekat seperti mengisi daya telepon di atas pad charger. 

    Saat ini fokus pengujian teknologi ini adalah pada perangkat-perangkat kecil yang membutuhkan daya rendah, seperti sensor pintar, perangkat Internet of Things (IoT), telepon yang bisa terus menerima listrik tanpa perlu kabel atau baterai besar. 

    Jika berhasil dikembangkan lebih jauh, teknologi ini bisa menghilangkan baterai di banyak perangkat kecil, mengurangi limbah elektronik dan menyederhanakan cara kita mengisi daya gadget di rumah atau kantor karena perangkat akan menerima listrik secara otomatis saat berada di area energinya. 

    Teknologi transfer listrik nirkabel memiliki potensi besar untuk digunakan di tempat-tempat yang selama ini sulit atau tidak mungkin dipasang kabel. Misalnya, di lokasi terpencil di mana jaringan listrik biasa sulit dijangkau, di perangkat medis yang ditanam di dalam tubuh pasien, atau pada jaringan rumah pintar yang tidak mudah mencapai stopkontak biasa. 

    Dengan adanya listrik nirkabel, perangkat-perangkat seperti sensor, alat kesehatan, atau gadget rumah bisa terus mendapat daya tanpa perlu kabel panjang atau sering mengganti baterai, sehingga hidup menjadi lebih praktis dan efisien.  (Nur Amalina)

  • Jadwal Dokter Terlalu Padat, ChatGPT Siapkan Fitur Konsultasi Medis Lewat Chat

    Jadwal Dokter Terlalu Padat, ChatGPT Siapkan Fitur Konsultasi Medis Lewat Chat

    Bisnis.com, JAKARTA — Startup kecerdasan artifisial (AI) OpenAI resmi mengumumkan peluncuran fitur terbarunya ChatGPT Health. 

    Fitur ini nantinya akan menyediakan ruang khusus bagi pengguna yang ingin melakukan konsultasi mendalam mengenai topik kesehatan dengan AI. Peluncuran fitur ini didasari oleh tingginya volume interaksi pengguna terkait isu medis di platform tersebut. 

    OpenAI mencatat lebih dari 230 juta orang mengajukan pertanyaan seputar kesehatan dan kebugaran setiap minggunya.

    CEO of Applications OpenAI Fidji Simo mengatakan kehadiran fitur ini merupakan respons terhadap masalah struktural di sektor layanan kesehatan, seperti hambatan biaya dan aksesibilitas.

    “Fitur ini juga merespons isu jadwal dokter yang terlalu padat serta kurangnya kesinambungan dalam perawatan pasien,” tulis Simo. 

    ChatGPT Health menerapkan mekanisme isolasi atau “silo” yang memisahkan percakapan kesehatan dari obrolan umum. Jika pengguna memulai topik kesehatan di luar fitur ini, AI akan secara otomatis mengarahkan pengguna untuk beralih ke ruang Health demi menjaga privasi data.

    OpenAI memastikan bahwa percakapan dalam ruang Health tidak akan digunakan untuk melatih model AI mereka. ChatGPT Healt akan memiliki “kemampuan untuk menghapus percakapan dari sistem OpenAI dalam waktu 30 hari, dan melatih model kami agar tidak menyimpan informasi pribadi dari percakapan pengguna,” dikutip dari laman resmi OpenAI Kamis (08/01/2026).

    Meskipun terpisah, terdapat aliran informasi satu arah untuk meningkatkan personalisasi. Sistem dalam ChatGPT Health dapat mengenali konteks dari percakapan standar seperti hobi lari pengguna. Namun, konteks kesehatan tidak akan muncul dalam percakapan umum.

    Fitur ini juga menawarkan integrasi dengan data medis dari aplikasi pihak ketiga seperti Apple Health, Function, dan MyFitnessPal. 

    Kendati demikian, penggunaan Large Language Models (LLMs) untuk saran medis tetap memiliki tantangan akurasi karena risiko halusinasi AI. Dalam ketentuan layanannya, 

    OpenAI menegaskan bahwa platform ini tidak dimaksudkan untuk diagnosis atau pengobatan kondisi kesehatan apa pun.

    Manajemen OpenAI mengonfirmasi bahwa fitur ChatGPT Health dijadwalkan akan mulai diluncurkan kepada pengguna secara bertahap dalam beberapa minggu mendatang. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Grab Uji Coba Pengiriman Makanan Pakai Drone, Lebih Hemat Waktu

    Grab Uji Coba Pengiriman Makanan Pakai Drone, Lebih Hemat Waktu

    Bisnis.com, JAKARTA — Grab akan melakukan uji coba pengiriman makanan menggunakan drone di kawasan Tanjong Rhu, Singapura. Uji coba ini akan berlangsung selama tiga bulan, dan masih berada dalam tahap pengujian internal.

    Rencananya, uji coba pengiriman makanan dengan drone dilakukan setiap hari selasa sampai minggu, mulai pukul 10 pagi hingga 6 sore. Maksimal ada 28 pengiriman menggunakan drone dalam sehari.

    Mengutip dari CNA pada Kamis (08/01/2026), Grab menjelaskan tujuan dari uji coba ini untuk meningkatkan efisiensi pengiriman makanan, terlebih bagi wilayah yang memiliki kendala geografis. 

    Contoh wilayahnya adalah kawasan Tanjong Rhu yang dipisahkan oleh Sungai Kallang dari pusat restoran. Akibatnya, pengantar harus memutar lebih jauh untuk melewati sungai, sehingga memakan waktu yang lama.

    Dengan adanya drone, Grab ingin mendapatkan solusi teknologi terbaik yang bisa mempercepat pengiriman. Drone akan digunakan khusus untuk menyeberangi Sungai Kallang, sementara pengantar tetap berperan dalam mengantarkan pesanan ke rumah pelanggan.

    Kerja sama grab dengan ST Engineering

    Dalam uji coba ini, Grab bekerja sama dengan ST Engineering, perusahaan yang mengembangkan teknologi drone. Program ini dibatasi, hanya tersedia untuk pelanggan di wilayah Tanjong Rhu dan terbatas pada pesanan dari restoran di wilayah Bugis, Kampong Glam dan Suntec City. Pembatasan ini dilakukan agar uji coba dapat berjalan lebih terkontrol. 

    Grab mengaku waktu yang dibutuhkan drone untuk perjalanan pulang pergi hanya sekitar 8 menit. 

    “Waktu penerbangan rata-rata diperkirakan sekitar 8 menit untuk perjalanan pulang pergi, menjadikannya pilihan yang cepat dan nyaman,” ujar Grab.

    Cara kerja pengiriman drone

    Proses pengiriman dimulai ketika pengantar Grab membawa pesanan ke titik peluncuran drone di Republic Avenue. Pesanan kemudian dimasukkan ke dalam drone dan diterbangkan melewati Sungai Kallang melalui rute yang sudah disetujui.

    Setelah tiba di Tanjong Rhu, pesanan akan diturunkan di titik pendaratan. Dari sana, kurir Grab akan melanjutkan pengantaran hingga ke depan rumah pelanggan.

    Lebih dari 20 pengantar telah mendapatkan pelatihan khusus agar proses pemindahan pesanan ke drone dapat dilakukan dengan aman dan efisien. Grab menegaskan bahwa peran manusia tetap penting, seperti memeriksa pesanan dan memastikan makanan sampai dengan aman.

    Pengoperasian drone akan dihentikan sementara saat hujan dan tidak beroperasi pada hari libur nasional.

    Cara memesan pengiriman drone di aplikasi Grab

    Untuk menggunakan layanan ini, pelanggan perlu:

    – Memilih opsi Pengiriman Drone (Beta) di aplikasi Grab

    – Memesan satu jenis menu per pengiriman, namun bisa memilih lebih dari satu jumlah item yang sama

    – Memilih waktu pengantaran karena pengiriman drone bersifat terjadwal

    – Menunggu pesan konfirmasi yang berisi detail pesanan dan perkiraan waktu tiba

    Pembayaran hanya bisa dilakukan secara non tunai. Pelanggan juga bisa memantau status pengiriman secara langsung melalui aplikasi. Jika pengiriman drone tidak memungkinkan, pesanan akan dialihkan ke pengiriman biasa. (Nur Amalina)

  • Kamera Lalu Lintas Dipasang AI, Ribuan Pengendara Kena Tilang

    Kamera Lalu Lintas Dipasang AI, Ribuan Pengendara Kena Tilang

    Bisnis.com, Jakarta — Pemerintah Yunani memulai penerapan teknologi kecerdasan artifisial (AI) pada infrastruktur kamera pengawas lalu lintas di wilayah Athena dan Attica. 

    Dalam uji coba yang dilakukan di 8 lokasi berisiko tinggi di Athena, efektivitas sistem ini terlihat dari volume data yang dihasilkan secara instan. Kamera yang dipasang secara mencolok di Syngrou Avenue, mencatat lebih dari 1.000 pelanggaran hanya dalam sepekan setelah diaktifkan.

    Pelanggaran yang mendominasi temuan tersebut antara lain penggunaan ponsel saat berkendara dan pengemudi yang tidak mengenakan sabuk pengaman. Selain itu, sistem juga merekam pelanggaran batas kecepatan dan penerobosan lampu merah di berbagai lokasi lainnya.

    Menteri Tata Kelola Digital Yunani Dimitris Papastergiou mengatakan bahwa sistem percobaan ini merupakan langkah awal sebelum peluncuran platform penegakan elektronik terpadu berskala nasional. 

    Menurutnya, teknologi ini memungkinkan pemrosesan data pelanggaran dilakukan dengan cepat dan terintegrasi.

    “Pengemudi yang tertangkap akan menerima pemberitahuan digital pada hari yang sama disertai bukti foto,” kata Papastergiou dikutip dari SlashGear, Rabu (07/1/2026).

    Papastergiou menjelaskan bahwa para pelanggar memiliki waktu 13 hari untuk mengajukan keberatan atas bukti yang disajikan. Saat ini, kamera percontohan masih terhubung dengan sistem Polisi Lalu Lintas yang sudah ada, namun nantinya akan beralih sepenuhnya ke sistem manajemen pelanggaran elektronik baru.

    Pemerintah Yunani juga berencana melakukan perluasan jaringan kamera secara masif melalui proses tender. Target akhirnya adalah pengoperasian 2.500 unit kamera di seluruh jaringan jalan raya.

    Rencana tersebut mencakup pemasangan 2.000 kamera tetap di lokasi-lokasi rawan kecelakaan, termasuk penambahan 388 unit khusus untuk wilayah Attica. Sementara itu, 500 unit sisanya akan dipasang pada armada bus umum untuk memantau sterilisasi jalur khusus bus.

    Kendati demikian, Papastergiou menegaskan bahwa fokus utama dari investasi teknologi ini bukanlah pada aspek penghukuman semata.

    “Ini merupakan keputusan politik dengan tujuan sosial yang jelas, yaitu untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas dan menyelamatkan nyawa manusia,” ujarnya.

    Di sisi lain, penerapan teknologi ini memicu perdebatan mengenai privasi dan perlindungan data pribadi, mengingat kemampuan sistem untuk melacak pergerakan kendaraan secara terpusat. 

    Kekhawatiran serupa juga muncul di negara lain, seperti kasus di perbatasan Texas-Oklahoma, Amerika Serikat, di mana kamera mencatat data warga yang taat hukum.

    Menanggapi hal tersebut, pemerintah Yunani menjamin bahwa data yang dikumpulkan akan dienkripsi dan proses penanganan pelanggaran dilakukan secara transparan. Warga juga dipastikan memiliki akses penuh terhadap bukti dan mekanisme banding. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Waspada Modus Baru, Malware Bidik Pengguna macOS lewat Iklan Google dan ChatGPT

    Waspada Modus Baru, Malware Bidik Pengguna macOS lewat Iklan Google dan ChatGPT

    Bisnis.com, JAKARTA — Tim Kaspersky Threat Research mengungkap kampanye malware terbaru yang memanfaatkan iklan pencarian Google berbayar serta fitur berbagi percakapan di situs resmi ChatGPT untuk menipu pengguna macOS.

    Serangan ini dirancang untuk mengelabui korban agar secara sukarela menjalankan perintah yang berujung pada pemasangan infostealer AMOS (Atomic macOS Stealer) dan backdoor permanen di perangkat mereka.

    Dalam kampanye ini, penjahat siber membeli iklan bersponsor dengan kata kunci seperti “chatgpt atlas”. Iklan tersebut mengarahkan pengguna ke halaman yang tampak seperti panduan instalasi “ChatGPT Atlas untuk macOS” dan dihosting di domain tepercaya, chatgpt.com. 

    Alih-alih dokumentasi resmi, halaman itu merupakan percakapan ChatGPT bersama yang direkayasa melalui teknik prompt engineering dan disunting sehingga hanya menyisakan instruksi instalasi langkah demi langkah.

    Vladimir Gursky, Analis Malware di Kaspersky menerangkan, panduan palsu tersebut meminta pengguna menyalin satu baris perintah, membuka Terminal macOS, menempelkan perintah itu, lalu memberikan seluruh izin yang diminta sistem. Berdasarkan analisis Kaspersky, perintah yang diberikan sebenarnya mengunduh dan menjalankan skrip dari domain eksternal atlas-extension[.]com.

    Skrip itu kemudian berulang kali meminta kata sandi sistem pengguna dan memverifikasinya dengan mencoba menjalankan perintah tingkat sistem. Setelah kata sandi yang benar diperoleh, skrip mengunduh dan memasang infostealer AMOS menggunakan kredensial korban, lalu mengeksekusi malware.

    Alur infeksi ini merupakan variasi dari teknik yang disebut ClickFix, membuat pengguna dibujuk untuk secara manual menjalankan perintah shell yang mengambil dan menjalankan kode dari server jarak jauh. “Tautan bersponsor mengarah ke halaman yang diformat dengan baik di domain tepercaya, dan panduan instalasi hanyalah satu perintah Terminal,” ujar Gursky, dikutip Bisnis, Rabu (7/1/2026).

    Setelah instalasi, AMOS mengumpulkan data yang dapat dimonetisasi atau digunakan kembali dalam intrusi selanjutnya. Malware ini menargetkan kata sandi, cookie, dan informasi lain dari browser populer, data dari dompet aset kripto seperti Electrum, Coinomi, dan Exodus, serta informasi dari aplikasi termasuk Telegram Desktop dan OpenVPN Connect. 

    Perangkat lunak berbahaya itu juga mencari file dengan ekstensi TXT, PDF, dan DOCX di folder Desktop, Documents, dan Download, serta file yang disimpan oleh aplikasi Notes, kemudian mengeksfiltrasi data ini ke infrastruktur yang dikendalikan penyerang. 

    Secara paralel, serangan tersebut menginstal backdoor yang dikonfigurasi untuk berjalan secara otomatis saat reboot, memberikan akses jarak jauh ke sistem yang disusupi, dan menduplikasi sebagian besar logika pengumpulan data AMOS.

    Gursky menyampaikan, kampanye ini mencerminkan tren yang lebih luas di mana infostealer telah menjadi salah satu ancaman yang paling cepat berkembang pada 2025. Para penyerang secara aktif bereksperimen dengan tema-tema terkait AI, alat AI palsu, dan konten yang dihasilkan AI untuk meningkatkan kredibilitas umpan mereka. 

    Gelombang terbaru termasuk sidebar browser AI palsu dan klien palsu untuk model-model populer, seperti aktivitas bertema Atlas yang memperluas pola ini dengan menyalahgunakan fitur berbagi konten bawaan dari platform AI yang sah.

    “Hal yang membuat kasus ini efektif bukanlah eksploitasi canggih, tetapi cara rekayasa sosial yang dibungkus dalam konteks AI yang familiar,” sebut Gursky.

    Di tengah kondisi ini, Kaspersky lantas mengimbau masyarakat terutama pengguna MacOS untuk berhati-hati terhadap “panduan” yang tidak diminta. Panduan yang meminta untuk menjalankan perintah Terminal atau PowerShell, terutama jika melibatkan menyalin dan menempelkan skrip satu baris dari situs web, dokumen, atau obrolan.

    Segera tutup halaman atau hapus pesan yang meminta tindakan tersebut jika instruksinya tidak jelas, dan mintalah nasihat dari sumber yang berpengetahuan sebelum melanjutkan.

    Pertimbangkan untuk menempelkan perintah yang mencurigakan ke platform AI atau alat keamanan terpisah untuk memahami apa yang dilakukan kode tersebut sebelum mengeksekusinya. Disarankan pula agar menginstal dan memelihara perangkat lunak keamanan yang bereputasi baik di semua perangkat, termasuk sistem macOS dan Linux.