Category: Bisnis.com Tekno

  • Bukalapak (BUKA) Ungkap Alasan Tutup Fitur Gratis Ongkir bagi Pelapak

    Bukalapak (BUKA) Ungkap Alasan Tutup Fitur Gratis Ongkir bagi Pelapak

    Bisnis.com, JAKARTA — Emiten perdagangan elektronik (e-commerce), PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) buka suara atas penghapusan fitur gratis ongkos kirim alias ongkir bagi pelapak di marketplace miliknya.

    Head of Media & Communications Bukalapak Dimas Bayu mengatakan penghapusan tersebut berkaitan dengan strategi perusahaan yang mengutamakan keefektifan proses bisnis, termasuk dalam hal merancang strategi promosi.

    “Bukalapak mengutamakan keefektifan proses bisnis termasuk dalam merancang strategi marketing dan promosi serta beragam kegiatan operasional dengan tujuan memberikan dampak, serta nilai tambah maksimal dengan biaya yang efisien,” kata Dimas kepada Bisnis, Minggu (12/1/2025).

    Menurut Dimas, hingga saat ini, upaya BUKA menorehkan hasil yang cukup positif melalui capaian pertumbuhan dengan biaya yang relatif terjaga.

    “Melalui performa bisnis yang sehat, Bukalapak menargetkan bisnis yang berkelanjutan dengan peningkatan EBITDA dan burn rate yang semakin rendah,” tuturnya.

    Sebelumnya, salah satu pelapak asal Kabupaten Bekasi mengungkap bahwa BUKA sudah sejak lama tidak menyediakan fitur gratis ongkir kepada pelapak.

    “Nggak ada free ongkir sudah lama, makanya pembeli lari ke marketplace sebelah karena nyari freeongkirnya itu, meskipun penjual pakal berbayar pun tetap saja hasilnya nggak maksimal,” kata pelapak BUKA kepada Bisnis, Rabu (8/1/2025) malam.

    Pelapak yang bergabung dengan Bukalapak pada 2015 itu juga mengaku pesanan produk yang dijual terus mengalami penurunan, meski sudah menggunakan fitur promosi berbayar Bukalapak.

    Aplikasi BukalapakPerbesar

    Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa pembeli sejatinya menginginkan adanya fitur gratis ongkir dan cashback, sama seperti platform e-commerce lainnya.

    “Pembeli mau dapat free ongkir dan cashback dan itu persaingannya lumayan berat dengan marketplace lain,” kata pelapak BUKA kepada Bisnis, Rabu (8/1/2025) malam.

    Jika menengok blog resmi BUKA, memang benar perusahaan sudah lama menutup fitur gratis ongkir dari pelapak pada 2022 silam. Per 1 September 2022, gratis ongkir tidak bisa diakses melalui Seller Center atau aplikasi Bukalapak terbaru mulai dari Android v5.18 dan iOS v3.13 ke atas.

    Selain itu, per 7 Oktober 2022, gratis ongkir tidak bisa digunakan untuk semua platform termasuk untuk aplikasi Bukalapak. Demikian yang dikutip dari blog resmi BUKA, Kamis (9/1/2025).

    Direktur Ekonomi Digital dan Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda sebelumnya mengatakan bahwa promo berupa gratis ongkir masih menjadi andalan pemain e-commerce untuk bisa bersaing di lingkup ekosistem ini.

    Apalagi, Huda mengungkap bahwa masyarakat Indonesia masih berorientasi pada harga (price oriented market). Ini artinya, harga masih menjadi faktor utama dalam pembelian.

    ”Diskon atau promo masih menjadi andalan bagi startup digital untuk bisa bersaing dengan kompetitor, termasuk dalam bisnis e-commerce,” kata Huda kepada Bisnis, Kamis (9/1/2025).

    Dia menjelaskan bahwa diskon dan promo ini bisa berupa cashback hingga gratis ongkir. Apalagi, ujar dia, ongkos kirim di Indonesia cukup tinggi jika tidak dibantu fitur gratis ongkir dari pihak platform.

    “Pembeli menginginkan adanya diskon ongkir, karena mereka akan lebih memilih belanja via offline store,” ujarnya.

    Menurutnya, toko online (online store) mengandalkan pengiriman paket, sedangkan pembeli ingin pengiriman paket diberikan diskon.

    Dalam hal ini, Huda menjelaskan bahwa bukan hanya ongkos kirim saja yang menjadi perhatian ke depan lantaran promo lainnya juga berpengaruh terhadap faktor pembelian barang.

    “Tidak melulu harus menggunakan diskon ongkir atau gratis ongkir. Mereka bisa menggunakan dengan cara memberikan cashback atau diskon barang secara langsung,” tandasnya.

  • Pengusaha Data Center Buka Suara soal Rencana AS Batasi Ekspor Cip AI ke RI

    Pengusaha Data Center Buka Suara soal Rencana AS Batasi Ekspor Cip AI ke RI

    Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah dan pelaku usaha data center disarankan untuk berdiplomasi dengan Amerika Serikat (AS)agar tetap mendapat akses ke semikonduktor (cip) kecerdasan buatan (AI) milik perusahaan AS. 

    Diketahui, Presiden Amerika Serikat Joe Biden berencana memberlakukan pembatasan baru pada ekspor chip kecerdasan buatan (AI). Dalam kebijakan ini, Indonesia masuk ke dalam kategori negara-negara yang dibatasi aksesnya ke cip AI untuk data center. 

    Ketua umum Asosiasi Penyelenggara Data Center Indonesia (Idpro) Hendra Suryakusuma melihat bahwa kebijakan ini merupakan tantangan yang dapat menjadi peluang jika dikelola dengan strategi yang tepat oleh Indonesia.

    Lebih lanjut, Hendra pun menjabarkan langkah strategis yang perlu dilakukan untuk memitigasi dampak yang terjadi jika aturan ini benar akan diimplementasikan.

    Pertama, Hendra menyebut Pemerintah Indonesia perlu melakukan diplomasi aktif dengan Amerika Serikat untuk memastikan bahwa Indonesia tidak dimasukkan dalam kategori yang merugikan.

    Salah satunya dengan memenuhi persyaratan keamanan dan hak asasi manusia untuk memperoleh status Verified End User (VEU), sehingga akses terhadap teknologi AS tetap terbuka.

    Selain itu, mendorong pengembangan ekosistem teknologi lokal, termasuk riset semikonduktor dan pengembangan alternatif chip untuk kebutuhan data center.

    “Dengan memberikan insentif kepada perusahaan lokal yang ingin berinovasi di sektor teknologi data center,” ujar Hendra kepada Bisnis, Minggu (12/1/2025). 

    Hendra menambahkan langkah lain yang adalah diversifikasi sumber teknologi. 

    Dia mendorong Indonesia mengidentifikasi dan menjalin kerja sama dengan mitra teknologi dari negara lain yang memiliki kemampuan untuk menyediakan chip AI dengan spesifikasi sesuai kebutuhan pasar Indonesia.

    Kemudian perlunya juga meningkatkan daya saing Indonesia di mata dunia. 

    Hendra melihat efisiensi operasional dan penggunaan energi terbarukan untuk menarik lebih banyak investasi asing ke sektor data center Indonesia perlu dilakukan.

    “Secara geopolitis kita sudah melihat dengan jelas apa yang terjadi dan ini sangat perlu dicermati. Semoga pemerintah kita memasukkan industri DC sebagai bagian dari industri strategis nasional,” pungkasnya.

    Hendra menyampaikan ada tantangan juga dari rencana aturan yang digagas Biden. Salah satunya, jika kebijakan ini tidak ditangani dengan pendekatan strategis, ada risiko Indonesia akan tertinggal dalam persaingan global di sektor data center.

    “IDPRO akan terus mendukung anggotanya dan bekerja sama dengan pemerintah serta mitra internasional untuk memastikan bahwa Indonesia tetap berada di jalur pertumbuhan sebagai pemain utama dalam industri data center global,” ujarnya.

  • Getty Images dan Shutterstock Merger, Craig Peters jadi CEO

    Getty Images dan Shutterstock Merger, Craig Peters jadi CEO

    Bisnis.com, JAKARTA – Getty Images Holdings, Inc dan Shutterstock menandatangani perjanjian merger definitif untuk menggabungkan merger transaksi yang setara, menciptakan perusahaan konten visual terkemuka.

    Perusahaan gabungan tersebut, yang akan memiliki nilai perusahaan sekitar $3,7 miliar[i], akan diberi nama Getty Images Holdings, Inc dan akan terus diperdagangkan di Bursa Efek New York dengan simbol ticker “GETY”.

    Dilansir dari laman resmi Getty Images, sebagai perusahaan gabungan, Getty Images dan Shutterstock akan menawarkan perpustakaan konten yang lebih mendalam dan luas demi kepentingan pelanggan, memperluas peluang bagi komunitas kontributor, dan memperkuat komitmen terhadap penerapan konten yang inklusif dan representatif.

    Selain itu, profil keuangan yang lebih kuat dari perusahaan gabungan ini diharapkan dapat menciptakan peningkatan kapasitas investasi produk dan inovasi bagi pelanggan dalam lingkungan yang berkembang pesat dan sangat kompetitif.

    “Pengumuman hari ini sangat menarik dan transformasional bagi perusahaan kami, membuka banyak peluang untuk memperkuat fondasi keuangan kami dan berinvestasi di masa depan—termasuk meningkatkan penawaran konten kami, memperluas cakupan acara, dan menghadirkan teknologi baru untuk melayani pelanggan kami dengan lebih baik,” kata Craig Peters, CEO, Getty Images.

    Dia menambahkan, dengan pesatnya peningkatan permintaan akan konten visual yang menarik di berbagai industri, inilah saat yang tepat bagi kedua bisnis untuk bersatu. Dengan menggabungkan kekuatan yang saling melengkapi, dapat mengatasi peluang pelanggan dengan lebih baik sekaligus memberikan nilai luar biasa kepada mitra, kontributor, dan pemegang saham.

    “Kami sangat gembira dengan peluang yang kami lihat untuk memperluas perpustakaan konten kreatif kami dan meningkatkan penawaran produk kami untuk memenuhi beragam kebutuhan pelanggan,” kata Paul Hennessy, CEO, Shutterstock.

    Dia erharap merger ini dapat menghasilkan nilai bagi pelanggan dan pemegang saham kedua perusahaan dengan memanfaatkan peluang pertumbuhan yang menarik untuk mendorong pendapatan gabungan, mempercepat inovasi produk, mewujudkan sinergi biaya yang signifikan, dan meningkatkan arus kas. 

    Susunan direksi

    CEO Getty Images, Craig Peters, nantinya akan menjabat sebagai CEO perusahaan gabungan tersebut. Perusahaan gabungan ini akan memiliki sebelas anggota Dewan Direksi, yang terdiri dari CEO Getty Images Craig Peters, enam direktur yang ditunjuk oleh Getty Images, dan empat direktur yang ditunjuk oleh Shutterstock, termasuk Paul Hennessy, CEO Shutterstock. Ketua Dewan Direksi perusahaan gabungan tersebut adalah Mark Getty, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Getty Images.

    Pemilihan pemegang saham Shutterstock pada penutupan tunduk pada prorata untuk memastikan bahwa imbalan agregat yang dibayarkan oleh Getty Images terdiri dari US$9,50 tunai per saham Shutterstock segera sebelum penutupan dan 9,17 lembar saham Getty Images per saham Shutterstock segera sebelum penutupan.

    Berdasarkan saham biasa yang beredar pada tanggal penandatanganan, total imbalan yang harus dibayarkan oleh Getty Images akan terdiri dari US$331 juta tunai dan 319,4 juta lembar saham Getty Images.

    Angka-angka ini tidak termasuk dampak dari kepemilikan ekuitas Shutterstock yang belum diinvestasikan pada tanggal penandatanganan dan tidak mengasumsikan adanya vesting kepemilikan ekuitas Shutterstock yang saat ini belum diinvestasikan antara penandatanganan dan penutupan.

    Pemegang saham Shutterstock dengan hibah RSU dan PSU yang belum diinvestasikan hanya akan memenuhi syarat untuk menerima imbalan campuran yang disebutkan di atas pada saat vesting sehubungan dengan hibah tersebut.

    Pemegang opsi Shutterstock akan menyesuaikan harga opsi dan kesepakatannya dengan rasio yang sama dengan jumlah (i) 9,17 dan (ii) $9,50 dibagi dengan harga penutupan rata-rata saham biasa Getty Images selama 10 hari untuk periode yang berakhir dua (2 ) hari kerja sebelum penutupan sebagaimana dikutip di NYSE. 

    Pada akhirnya, pemegang saham Getty Images akan memiliki sekitar 54,7% dan pemegang saham Shutterstock akan memiliki sekitar 45,3% dari perusahaan gabungan tersebut dengan basis terdilusi penuh. Shutterstock akan, berdasarkan kebijaksanaan Dewan Direksinya, terus mengumumkan dan membayar dividen tunai triwulanan, sesuai dengan kebijakan dividennya, sambil menunggu penutupan transaksi.

    Berdasarkan ketentuan perjanjian, pemegang saham Shutterstock dapat memilih untuk menerima salah satu dari yang berikut:

    US$28,84870 per saham tunai untuk setiap saham biasa Shutterstock yang mereka miliki
    13.67237 lembar saham biasa Getty Images untuk setiap lembar saham biasa Shutterstock yang mereka miliki
    Pertimbangan campuran atas 9,17 lembar saham biasa Getty Images ditambah $9,50 tunai untuk setiap lembar saham biasa Shutterstock yang mereka miliki.

  • Bocoran Spesifikasi dan Harga iPhone 17 Air, Rumor Siap Diproduksi 2025

    Bocoran Spesifikasi dan Harga iPhone 17 Air, Rumor Siap Diproduksi 2025

    Bisnis.com, JAKARTA – Apple dirumorkan akan segera merilis iPhone 17 Air yang didesain memiliki bentuk paling tipis.

    iPhone 17 Air akan memiliki ketebalan 6,25 mm. Pembocor ulung Apple, Ming Kuo, mengatakan bahwa ponsel tersebut juga kemungkinan tidak akan memiliki slot kartu SIM fisik.

    Ponsel ini hanya akan mengandalkan eSIM karena desain yang sangat tipis. Kemudian untuk harganya, iPhone 17 Air akan dibanderol dengan harga tinggi.

    Rumor lain juga menyebutkan bahwa ponsel tersebut akan memiliki satu kamera belakang seperti yang ada pada desain iPhone SE.

    Sebelumnya, rumor juga penyebutkan Apple akan melengkapi ‌iPhone 17‌ Air dengan chip modem 5G rancangannya sendiri, dan chip tersebut lebih kecil dari chip modem 5G dari Qualcomm.

    Apple berfokus untuk membuat chip tersebut lebih terintegrasi dengan komponen rancangan Apple lainnya untuk menghemat ruang di dalam ‌iPhone‌.

    Melansir MacRumors, iPhone 17 yang memiliki model ultra-tipis akan memasuki produksi massal pada paruh kedua tahun 2025.

    Perangkat tersebut diperkirakan akan diluncurkan pada bulan September bersama iPhone 17, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max.

    Tidak ada iPhone 17 Plus yang diharapkan, karena model tersebut akan berganti dengan iPhone 17 Air. Namun karena model yang tipis, ponsel ini diperkirakan memiliki spesifikasi yang lebih rendah dibandingkan model Pro.

    Adapun bocoran lengkap sementara iPhone 17 Air yakni layar tipis 6,6 inci, RAM 8 GB untuk Apple Intelligence, modem 5G rancangan Apple, dan kamera tunggal.

  • Joe Biden Bakal Batasi Ekspor Cip Data Center Kecerdasan Buatan (AI) ke RI

    Joe Biden Bakal Batasi Ekspor Cip Data Center Kecerdasan Buatan (AI) ke RI

    Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Joe Biden berencana memberlakukan pembatasan pada ekspor cip baru kecerdasan buatan (AI) untuk pusat data atau data center ke sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

    Melansir dari Technave, Minggu (12/1/2025) kebijakan ini mengklasifikasikan negara-negara ke dalam tiga kategori berdasarkan hubungan mereka dengan AS dan risiko yang ditimbulkan terhadap keamanan nasional.

    Negara-negara dalam kategori pertama, yang meliputi sekutu utama AS seperti Australia, Jepang, Taiwan, dan Uni Eropa, diberikan akses penuh ke chip pusat data untuk penggunaan komersial dan teknologi tinggi. 

    Sementara itu Bloomberg menyebut, beberapa negara Asia Tenggara dan Timur Tengah, seperti Malaysia dan Indonesia ditempatkan dalam kategori kedua. Kategori ini membuat negara negara tersebut dibatasi oleh jumlah daya dan kapasitas pusat data yang dapat diakses.

    Sementara itu, negara-negara yang dianggap tidak sejalan dengan AS, seperti China, Rusia, Myanmar, dan Iran, termasuk dalam kategori ketiga dan sepenuhnya dilarang mengimpor chip pusat data dari perusahaan yang menggunakan teknologi AS. 

    Kebijakan ini bertujuan untuk membatasi potensi penyalahgunaan chip tersebut dalam pengembangan teknologi militer atau kegiatan yang dapat mengancam keamanan nasional AS.

    Peta negara-negara yang terdampak oleh kebijakan Joe BidenPerbesar

    Namun, negara-negara dalam kategori kedua, seperti Malaysia dan Indonesia dapat memperoleh akses tanpa batas jika mereka memenuhi persyaratan keamanan dan hak asasi manusia yang ditetapkan oleh AS. 

    Negara-negara yang mematuhi persyaratan ini akan diberikan status Pengguna Akhir Terverifikasi (VEU), yang memungkinkan mereka untuk mengakses teknologi dan chip canggih.

    Akan tetapi, ada poin minor yang didapatkan Malaysia dari kebijakan ini. Sebab, Malaysia tengah berusaha memposisikan diri sebagai pusat data global dengan infrastruktur digital yang berkembang pesat.

    Pembatasan ini bisa menjadi hambatan signifikan dalam menarik investasi dan membangun pusat data yang diperlukan untuk memenuhi permintaan pasar global.

  • TikTok Tuntut Keadilan di AS, Seret Nama Jaringan Raksasa Bioskop AMC

    TikTok Tuntut Keadilan di AS, Seret Nama Jaringan Raksasa Bioskop AMC

    Bisnis.com, JAKARTA – Pengacara TikTok dan perusahaan induknya di China, ByteDance, memberi peringatan selama argumen di Mahkamah Agung atas undang-undang yang akan memaksa penjualan aplikasi video pendek tersebut atau melarangnya di Amerika Serikat. 

    Mereka menyebut, jika Kongres AS  dapat melakukan ini terhadap TikTok, hal itu juga dapat dilakukan terhadap perusahaan lain seperti Bioskop AMC. 

    Undang-undang tersebut, yang menjadi pokok argumen di hadapan sembilan hakim pada Jumat (10/1/2025) waktu setempat di AS menetapkan batas waktu 19 Januari bagi ByteDance untuk menjual platform media sosial populer tersebut atau menghadapi larangan atas dasar keamanan nasional. 

    Perusahaan-perusahaan tersebut telah berupaya, paling tidak, untuk menunda penerapan undang-undang tersebut, yang menurut mereka melanggar perlindungan Amandemen Pertama Konstitusi AS terhadap pembatasan kebebasan berbicara oleh pemerintah.

    Mengutip Reuters pada Minggu (12/1/2025), Noel Francisco, yang mewakili TikTok dan ByteDance, berpendapat bahwa pengesahan Mahkamah Agung terhadap undang-undang ini seharusnya juga menargetkan perusahaan lain dengan alasan serupa.

    “Bioskop AMC dulunya dimiliki oleh perusahaan China. Berdasarkan teori ini, Kongres dapat memerintahkan bioskop AMC untuk menyensor film apa pun yang tidak disukai Kongres atau mempromosikan film apa pun yang diinginkan Kongres,” kata Francisco kepada para hakim.

    Diketahui, AMC Theatres merupakan jaringan bioskop multi-negara yang berkantor pusat di Leawood, Kansas. 

    Logo TikTok di SmartphonePerbesar

    Didirikan pada 2 Desember 1920, jaringan ini dikabarkan memiliki pangsa pasar bioskop terbesar di AS, melampaui Cineworld dan Cinemark .

    Para hakim mengisyaratkan melalui pertanyaan mereka selama argumen bahwa mereka cenderung menegakkan hukum tersebut, meskipun beberapa menyatakan kekhawatiran serius tentang implikasi Amandemen Pertama. 

    TikTok adalah platform yang digunakan oleh sekitar 170 juta orang di Amerika Serikat, kira-kira setengah dari populasi negara tersebut. 

    Kongres meloloskan pelarangan tersebut tahun lalu dengan dukungan bipartisan yang luar biasa, karena para anggota parlemen mengutip risiko pemerintah China mengeksploitasi TikTok untuk memata-matai warga Amerika dan melakukan operasi pengaruh rahasia.

    Jeffrey Fisher, pengacara yang mewakili kreator konten TikTok yang juga menentang undang-undang tersebut, mencatat selama argumen Mahkamah Agung bahwa Kongres dengan tindakan ini berfokus pada TikTok dan bukan pengecer daring besar China termasuk Temu.

    “Apakah Kongres (yang) benar-benar khawatir tentang risiko yang sangat dramatis ini akan mengabaikan situs e-commerce seperti Temu yang digunakan oleh 70 juta warga Amerika?” tanya Fisher. “Sangat mengherankan mengapa Anda hanya memilih TikTok saja dan bukan perusahaan lain yang datanya diambil dari puluhan juta orang, Anda tahu, dalam proses berinteraksi dengan situs web tersebut dan sama-sama, jika tidak lebih, tersedia untuk dikendalikan oleh China.”

    Presiden Joe Biden menandatangani tindakan tersebut menjadi undang-undang dan pemerintahannya membelanya dalam kasus ini. Batas waktu divestasi hanya satu hari sebelum Donald Trump dari Partai Republik, yang menentang larangan tersebut, menjabat sebagai penerus Biden.

  • Mahkamah Agung Soroti Dugaan Spionase ByteDance, TikTok Bakal Dijual di AS?

    Mahkamah Agung Soroti Dugaan Spionase ByteDance, TikTok Bakal Dijual di AS?

    Bisnis.com, JAKARTA – Mahkamah Agung Amerika Serikat berpeluang besar mendukung penerapan undang-undang yang mengarah pada penutupan atau penjualan aplikasi TikTok, aplikasi video pendek populer yang dimiliki oleh perusahaan China, ByteDance.

    Kemungkinan ini dikarenakan kekhawatiran mengenai potensi ancaman terhadap keamanan nasional, dengan sejumlah hakim mempertanyakan apakah aplikasi tersebut dapat dieksploitasi oleh pemerintah China untuk memata-matai warga Amerika atau melakukan operasi pengaruh.

    Melansir dari Reuters, Minggu (12/1/2025) pada sidang yang berlangsung lebih dari 2 jam sembilan hakim Mahkamah Agung mendalami argumen mengenai undang-undang yang disahkan Kongres AS yang mewajibkan TikTok untuk divestasi atau dilarang beroperasi di AS. 

    Pemerintah AS berpendapat bahwa undang-undang tersebut perlu ditegakkan demi melindungi data pribadi warga negara dari potensi penyalahgunaan oleh pemerintah Tiongkok, yang memiliki kendali atas ByteDance.

    Ketua Mahkamah Agung, John Roberts, mengajukan pertanyaan kritis kepada pengacara TikTok, Noel Francisco, mengenai potensi ancaman yang ditimbulkan oleh hubungan antara ByteDance dan pemerintah China. 

    “Apakah kita seharusnya mengabaikan fakta bahwa induk utama, pada kenyataannya, tunduk pada pekerjaan intelijen untuk pemerintah Tiongkok?” tanyanya. 

    Sejumlah hakim konservatif, termasuk Brett Kavanaugh, menyoroti risiko jangka panjang dari pengumpulan data pengguna TikTok, khususnya terkait dengan generasi muda yang sangat aktif di aplikasi tersebut. 

    Kavanaugh menekankan potensi penggunaan informasi pribadi untuk tujuan spionase atau manipulasi dalam jangka panjang.

    “informasi tersebut dari waktu ke waktu untuk mengembangkan mata-mata, untuk mengubah orang, untuk memeras orang – orang yang satu generasi dari sekarang akan bekerja di FBI atau CIA atau Departemen Luar Negeri,” ucapnya.

    Di sisi lain, pihak TikTok dan penggunanya berargumen bahwa undang-undang tersebut melanggar perlindungan Amandemen Pertama terhadap kebebasan berbicara, dengan menekankan bahwa aplikasi ini adalah salah satu platform komunikasi paling populer di AS. 

    Francisco berpendapat bahwa undang-undang ini mengancam kebebasan berbicara, dengan menyatakan bahwa tujuan sebenarnya adalah untuk membatasi pidato warga Amerika yang berinteraksi di platform tersebut.

    Mengutip sikap Trump terhadap kasus tersebut, Francisco meminta para hakim untuk menunda sementara undang-undang tersebut.

    “yang akan memungkinkan Anda untuk mempertimbangkan dengan saksama masalah penting ini dan, untuk alasan yang dijelaskan oleh presiden terpilih, berpotensi untuk membatalkan kasus tersebut,” ujarnya.

    Namun, para jaksa mengungkapkan kekhawatiran bahwa data yang dikumpulkan oleh TikTok dapat digunakan oleh China untuk tujuan spionase dan operasi pengaruh yang dapat membahayakan keamanan nasional.

  • Fenomena Badai Matahari Cetak Rekor Terbanyak pada 2024

    Fenomena Badai Matahari Cetak Rekor Terbanyak pada 2024

    Bisnis.com, JAKARTA – Jumlah badai matahari terkuat dan berpotensi berbahaya mencapai rekor tertinggi pada 2024. 

    Lonjakan tersebut menandai puncak matahari yang sangat aktif, yang dapat terus meningkat pada tahun ini.

    Namun aktivitas matahari mungkin bukan satu-satunya alasan jumlah ledakan matahari supercharged meroket tahun lalu, kata para ahli kepada Live Science.

    Ada total 54 jilatan api kelas X pada tahun 2024, menurut SpaceWeatherLive.com, yang menyimpan kumpulan data jilatan api matahari tertua dan paling akurat yang tersedia untuk umum. Jumlah tersebut merupakan jumlah tertinggi setidaknya sejak tahun 1996, ketika kumpulan data ini dimulai.

    NASA telah melacak aktivitas jilatan api matahari sejak pertengahan tahun 1970an, namun data sebelumnya belum tersedia untuk umum dan kurang dapat diandalkan dibandingkan catatan modern, kata perwakilan SpaceWeatherLive.com dilansir dari Live Science.

    Rekor jumlah suar kelas X sebelumnya dalam kumpulan data adalah 34, tercatat pada tahun 2001, dan hanya pada empat kesempatan lainnya pada tahun 2000, 2003, 2005 dan 2014 yang total tahunannya meningkat di atas 20. Jadi total tahun lalu merupakan hal yang mengejutkan. lonjakan tajam frekuensi suar kelas X.

    Dampak dari flare kelas X yang lebih sering dirasakan secara luas di Bumi pada tahun 2024. Misalnya, pada bulan Mei, rangkaian ledakan cepat dari setidaknya empat flare kelas X meluncurkan awan plasma, yang dikenal sebagai coronal mass ejections (CMEs), yang menghantam Bumi dan memicu badai geomagnetik terkuat dalam 21 tahun, yang pada gilirannya memicu beberapa penampakan aurora paling terang dan tersebar luas di langit kita selama 500 tahun terakhir.

    Lalu mengapa terjadi lonjakan besar pada flare kelas X tahun lalu?

    Alasan yang jelas untuk peningkatan frekuensi ini adalah datangnya solar maksimum. Puncak siklus aktivitas matahari selama kurang lebih 11 tahun ini, yang dipicu oleh melemahnya dan akhirnya membalik medan magnet matahari, secara mengejutkan masih aktif sejauh ini dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga tahun 2025 dan mungkin setelahnya.

    Pada bulan Oktober 2024, para ilmuwan dari NASA dan Panel Prediksi Siklus Matahari internasional (SCPP) mengumumkan bahwa kita telah memasuki titik maksimum matahari dan puncak ledakan kemungkinan besar dimulai pada awal tahun lalu, lebih cepat dari perkiraan awal mereka.

    Jumlah maksimum yang sedang berlangsung juga terbukti lebih aktif daripada perkiraan awal sebagian besar ilmuwan. Misalnya, pada bulan Agustus, jumlah bintik matahari yang terlihat di bintang asal kita, yang merupakan metrik utama untuk memantau aktivitas matahari, mencapai angka tertinggi dalam 23 tahun.

    Namun banyaknya ledakan kelas X telah menjadi kejutan terbesar bagi sebagian besar fisikawan surya. “Saya pikir kita semua terkejut [tentang jumlah suar],” Hugh Hudson, fisikawan surya di Universitas Glasgow di Inggris, mengatakan kepada Live Science.

    Beberapa peneliti seperti Hudson percaya bahwa peningkatan semburan api kelas X semata-mata disebabkan oleh peningkatan aktivitas selama matahari maksimum. Namun, para ahli lain berpendapat bahwa meskipun puncak matahari tidak diragukan lagi memainkan peran penting dalam lonjakan ini, hal itu bukanlah satu-satunya alasan. Para peneliti ini berpendapat bahwa rekor jumlah suar kelas X yang teramati juga disebabkan oleh fakta bahwa kita telah jauh lebih baik dalam mendeteksinya, sehingga sedikit menyimpang dari kurva penilaian.

  • Daftar Kode Redeem ML Terbaru Hari Ini, Minggu 12 Januari 2025 yang Dijamin Valid

    Daftar Kode Redeem ML Terbaru Hari Ini, Minggu 12 Januari 2025 yang Dijamin Valid

    Bisnis.com, JAKARTA – Moonton masih membagi-bagikan kode redeem Mobile Legends (ML) agar para pemain bisa menukarkannya dengan hadiah.

    Berikut ini kumpulan kode redeem ML terbaru hari ini, Minggu (12/1/2025), yang mengandung banyak reward seperti koin, diamond, skin, hingga hero. 

    Mereka yang tercepat menukarkannya bisa mendapat item legendaris secara gratis.

    Bagaimana cara klaim kode redeem untuk mendapat hadiah spesial dari Moonton? Caranya mudah. Anda dapat melakukan klaim kode redeem dengan membuka laman m.mobilelegends.com/en/codexchange.

    Akan tetapi, perlu diingat bahwa setiap kode memiliki limit waktu dan hanya bisa diklaim sekali.

    Sehingga apabila Anda gagal saat melakukan klaim, ada dua kemungkinan penyebabnya.

    Bisa jadi Anda pernah menukarkan kode tersebut atau masa penukarannya sudah melewati tenggat waktu yang ditentukan.

    Daftar Kode Redeem ML Hari Ini

    Berikut daftar kode redeem Mobile Legens yang aktif pada hari ini, Minggu (12/1/2025):

    HOLAMLBB (khusus untuk pemain baru)
    ny2pzck6bsdx233zt
    0nc9lhok9
    3r93efok9
    yjsbx7273fkbi

    Cara Klaim Kode Redeem ML

    Berikut cara melakukan klaim kode redeem Mobile Legends:

    Buka situs m.mobilelegends.com/en/codexchange 
    Masukkan salah satu kode redeem ML pada kotak Redemption Code
    Lalu tuliskan ID user gim Mobile
    Legends dan kode verifikasi pada kotak yang ada
    Klik Redeem, bila berhasil hadiah akan otomatis masuk ke dalam inbox game

  • Daftar Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini, Minggu 12 Januari 2025, Bonus Skin MP40 Auto Booyah!

    Daftar Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini, Minggu 12 Januari 2025, Bonus Skin MP40 Auto Booyah!

    Bisnis.com, JAKARTA – Garena kembali memberikan update kode redeem Free Fire (FF) untuk diberikan kepada para pemain. Kode ini bisa langsung diklaim pada hari ini, Minggu (12/1/2025).

    Pemain Free Fire tercepat yang menukarkannya dan beruntung bisa mendapat item menarik secara cuma-cuma, seperti senjata, skin, dan aneka voucher.

    Namun, perlu diketahui bahwa kode redeem FF terdiri dari 12 karakter berupa huruf kapital dan angka.

    Sehingga apabila kode tidak memenuhi kriteria tersebut, kemungkinan besar kode yang dimasukkan adalah palsu atau ada kesalahan.

    Kode redeem FF ini juga memiliki limit waktu dan kuota penggunaan. Dengan demikian, penukaran tak bisa dilakukan jika kode redeem telah melewati waktu yang ditentukan dan sebelumnya sudah pernah diklaim.

    Cara Klaim Kode Redeem FF

    Cara melakukan klaim kode redeem yakni dengan mengunjungi situs resmi Garena di reward.ff.garena.com/id.

    Setelah itu, lakukan login dengan masuk ke akun Anda. Masukkan kode redeem yang sudah ada dapatkan ke dalam kotak yang tersedia.

    Klik “Confirm” untuk me-redeem kodenya agar kita mendapat hadiah. Apabila berhasil, hadiah akan masuk melalui bagian Vault pada beranda gim.

    Hadiah pun bisa langsung digunakan oleh para pemain setelah kode berhasil di-redeem.

    Pemain juga bisa melakukan redeem melalui aplikasi Free Fire secara langsung. Caranya yakni masuk ke aplikasi dan pilih ikon Event di bagian atas paling kiri.

    Masuk ke Info di dashboard dan pilih website kode redeem. Masukkan 12-16 digit kode redeem lalu klik tombol Konfirmasi.Kode redeem pun sudah ditukarkan.

    Kode Redeem FF Hari Ini

    Berikut ini adalah kode redeem Free Fire yang masih berlaku pada hari ini, Minggu (12/1/2025):

    4AZYG8SZ1FJ6
    HHNAT6VKQ9R7
    FW2KQX9MFFPS
    YFW2Y7NQFV9S
    FFW4FST9FQY2
    FTY7FGN4XKHC
    XF4SWKCH6KY4
    XZJZE25WEFJJ
    XFW4Z6Q882WY