Category: Bisnis.com Tekno

  • Waspada! Malware Penguras Aset Kripto Tumbuh 135%, Tebar Phising

    Waspada! Malware Penguras Aset Kripto Tumbuh 135%, Tebar Phising

    Bisnis.com, JAKARTA – Para pemain aset kripto diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan dunia maya. Sebab, malware penguras kripto atau crypto drainers berkembang pesat di pasar dark web selama 3 tahun terakhir.

    Mengutip laporan Kaspersky, jumlah utas dark web yang membahas penguras kripto meningkat sebesar 135%, dari hanya 55 pada 2022, menjadi 129 pada 2024.

    Para ahli Kaspersky Digital Footprint Intelligence menjelaskan penguras kripto adalah jenis malware yang muncul sekitar 3 tahun lalu dan dirancang untuk mengelabui korbannya agar mengizinkan transaksi penipuan untuk mencuri dana dari dompet mereka.

    Metode umum yang digunakan mulai dari airdrop palsu, situs phishing, ekstensi browser berbahaya, penipuan melalui iklan, kontrak pintar berbahaya, sampai dengan pasar nonfungible token atau NFT palsu.

    Pakar keamanan Kaspersky Digital Footprint Intelligence Alexander Zabrovsky mengatakan dalam utas tersebut penjahat dunia maya membahas berbagai topik, mulai dari jual beli jenis perangkat lunak berbahaya ini hingga menyusun tim untuk pendistribusian, dan seterusnya.

    “Mengingat tren ini, minat pelaku kejahatan siber terhadap penguras kripto dan serangan terkait kemungkinan akan terus tumbuh pada tahun 2025,” kata Zabrovsky dikutip Bisnis dari keterangan resmi Kaspersky, Senin (13/1/2024).

    Di satu sisi, lanjutnya, para antusias kripto harus lebih waspada dari sebelumnya serta mengadopsi langkah-langkah keamanan kripto yang kuat. Di sisi lain, perusahaan harus fokus pada edukasi pelanggan dan karyawan, sambil secara aktif memantau kehadiran daring penjahat siber untuk mengurangi risiko serangan yang berhasil.

    Lebih lanjut dia menjelaskan para penguras kripto sering kali menggunakan taktik rekayasa sosial untuk mencuri dana. Mereka mungkin mengeksploitasi merek dompet dan bursa yang terkenal untuk memikat korban agar mengungkapkan informasi dompet mereka atau melakukan transaksi.

    Mencari penyebutan merek secara berkala di mesin pencari, media sosial, dan pasar adalah hal yang penting. Apabila ada situs phishing atau penipuan yang teridentifikasi, situs tersebut dapat segera ditutup, sehingga mencegah calon korban jatuh di perangkat penipuan ini.

    Untuk melindungi diri dari malware, individu disarankan untuk menggunakan solusi keamanan komprehensif di semua perangkat. Solusi ini membantu mencegah infeksi dan memperingatkan pengguna akan potensi bahaya.

    Di sisi lain, bisnis harus secara proaktif memantau dark web untuk mencari tanda-tanda aktivitas kejahatan dunia maya yang dapat mengancam aset perusahaan.

  • Mark Zuckerberg Sebut WhatsApp Tak Mungkin Bisa Dibobol, Kecuali…

    Mark Zuckerberg Sebut WhatsApp Tak Mungkin Bisa Dibobol, Kecuali…

    Bisnis.com, JAKARTA – CEO META Mark Zuckerberg mengatakan bahwa WhatsApp (WA) merupakan aplikasi saling kirim pesan yang paling aman digunakan di dunia.

    Pesan dan data yang saling dikirimkan pengguna dalam WhatsApp tak mungkin bisa diakses dan dibobol secara mudah.

    Hal ini dikarenakan adanya enkripsi yang melindungi pesan seseorang bisa terbaca oleh orang lain. Bahkan Meta sendiri tak memiliki akses terhadap semua pesan yang dikirimkan pengguna.

    “Karena ada enkripsi di dalamnya, tidak ada (pesan) di dalamnya. Mereka tidak bisa membobol Meta dan mengakses pesan Anda,” kata Mark Zuckerberg dalam podcast The Joe Rogan Experience yang dikutip dari Youtube PowerfulJRE, Senin (13/1/2025).

    Enkripsi merupakan layanan keamanan yang membuat pesan dan data di dalamnya tak bisa dilihat oleh siapapun, bahkan perusahaan pembuatnya.

    “Yang dilakukan enkripsi adalah membuat perusahaan yang menjalankan layanan tidak melihatnya. Ketika aku mengirim pesan melalui WhatsApp, tidak mungkin server Meta melihat konten di dalam pesan tersebut. Kecuali kamu memfotonya, atau mengirim kembali pesan tersebut kepada Meta atau sebaliknya,” lanjut Zuckerberg. .

    Namun enkripsi tersebut tidak berlaku, dan tak bisa melindungi WhatsApp pengguna, apabila terhadap pihak yang membobol menggunakan spyware.

    Pihak-pihak seperti CIA dan FBI bisa langsung melihat isi pesan dan data pengguna secara langsung karena enkripsi tidak berfungsi.

    Enkripsi tersebut dibobol menggunakan spyware seperti Pegasus, yang disematkan di dalam ponsel seseorang.

    Pegasus dapat membaca pesan terenkripsi, foto, data penting, hingga mengakses log panggilan tanpa menyadap komunikasi di jalan.

    “Bila FPI menangkap anda dan meminta ponsel anda, mereka mungkin bisa masuk dan melihat (pesan) yang ada di sana (WhatsApp),” jelas Mark.

    WhatsApp sendiri telah menyiapkan fitur yang bisa digunakan pengguna untuk menghindari hal-hal semacam itu.

    Fitur tersebut yakni Disappearing Messages yang memungkinkan seseorang melindungi privasinya dari pembajakan.

    Zuckerberg menilai bahwa fitur ini menjadi langkah keamanan yang efektif bagi pengguna.

    “Memiliki enkripsi dan disappearing messages merupakan standar keamanan dan privasi yang cukup bagus,” pungkasnya.

  • PDN Senilai Rp2,7 Triliun Ditargetkan Beroperasi Maret 2025, Mundur Lagi

    PDN Senilai Rp2,7 Triliun Ditargetkan Beroperasi Maret 2025, Mundur Lagi

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menuturkan pembangunan pusat data nasional (PDN) bakal rampung dan siap beroperasi pada akhir Maret 2025.

    Setelah rampung, PDN akan langsung dioperasikan untuk mendukung sejumlah layanan pemerintahan. 

    “PDN kita Salah satunya adalah Insya Allah tolong mohon doa Itu mungkin di akhir Maret sudah bisa running,” kata Meutya di Komdigi, Senin (13/1/2025).

    Diketahui, PDN nantinya akan memiliki peran sebagai tempat menampung data-data dari berbagai instansi pemerintah. PDN juga akan melakukan pengolahan data untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat.

    Selain itu, PDN juga berfungsi untuk emastikan data dapat dipulihkan jika terjadi kerusakan atau kehilangan data.

    Sebelumnya, menuturkan operasional pusat data nasional(PDN) kemungkinan akan molor dari target awal Januari 2025. Pemerintah membuka opsi untuk memperpanjang sewa PDNS. 

    Diketahui saat ini pemerintah menyewa 3 PDNS yang terletak di Surabaya, Banten, dan Batam. Adapun PDNS 1 Surabaya, beberapa waktu mendapat serangan siber yang membuat ratusan data pemerintah di dalamnya terkunci berbulan-bulan.

    Adapun, PDN pertama di Cikarang yang menelan investasi senilai Rp2,7 triliun akan mulai beroperasi pada awal 2025.

    “Untuk PDN memang kami perlu sampaikan dari sekarang kemungkinan ada keterlambatan dari rencana di bulan Januari operasional,” kata Meutya saat Raker dengan Komisi I DPR, Selasa (5/11/2024).

    Dengan kemungkinan terlambat operasional PDN, Meutya meminta adanya tambahan waktu dan anggaran dari Komisi I DPR RI.

    Sebab, anggaran untuk PDN sebelumnya tidak diperhitungkan untuk perpanjangan, dengan asumsi bahwa PDN akan beroperasi tepat waktu.

    “Jadi memang betul PR banyak sekali. Kalau ada keterlambatan berarti kami mungkin nanti akan memohon kepada Komisi 1 untuk PDNS. Kemarin anggaranya belum kami masukkan untuk perpanjangan PDNS,” ujarnya.

  • Mark Zuckerberg Sebut CIA Bisa Akses WhatsApp Pengguna, Termasuk Indonesia?

    Mark Zuckerberg Sebut CIA Bisa Akses WhatsApp Pengguna, Termasuk Indonesia?

    Bisnis.com, JAKARTA – Pemilik META Mark Zuckerberg mengatakan bahwa aplikasi WhatsApp (WA) bisa diakses oleh Central Intelligence Agency (CIA).

    Hal ini diungkapkannya saat berbincang dalam podcast The Joe Rogan Experience pada Jumat (10/1/2025).

    CIA bisa membaca pesan dalam WhatsApp dengan cara mengakses secara fisik ponsel pengguna. Bila hal ini dilakukan, maka enkripsi end-to-end tak lagi berlaku.

    “Yang dilakukan enkripsi adalah membuat perusahaan yang menjalankan layanan tidak melihatnya,” kata Zuckerberg, dikutip dari Youtube PowerfulJRE, Senin (13/1/2025).

    Lebih lanjut Zuckerberg menjelaskan, seseorang yang membobol Meta tetap tak bisa mengakses pesan dan data seorang pengguna.

    “Ketika aku mengirim pesan melalui WhatsApp, tidak mungkin server Meta melihat konten di dalam pesan tersebut. Kecuali kamu memfotonya, atau mengirim kembali pesan tersebut kepada Meta atau sebaliknya,” lanjut Zuckerberg memberikan penjelasan.

    Dengan enkripsi, Meta sendiri tidak bisa melihat seluruh pesan yang saling dikirimkan oleh pengguna.

    “Karena ada enkripsi di dalamnya, tidak ada (pesan) di dalamnya. Mereka tidak bisa membobol Meta dan mengakses pesan Anda,”

    Namun untuk CIA, petugas bisa langsung melihat isi pesan dan data pengguna secara langsung karena enkripsi tidak berfungsi.

    Enkripsi tersebut bisa dibobol menggunakan spyware seperti Pegasus, yang disematkan di dalam ponsel seseorang.

    Pegasus dapat membaca pesan terenkripsi, foto, data penting, hingga mengakses log panggilan tanpa menyadap komunikasi di jalan.

    “Bila FPI menangkap anda dan meminta ponsel anda, mereka mungkin bisa masuk dan melihat (pesan) yang ada di sana (WhatsApp),” jelas Mark.

    WhatsApp sendiri telah menyiapkan fitur yang bisa digunakan pengguna untuk menghindari hal-hal semacam itu.

    Fitur tersebut yakni Disappearing Messages yang memungkinkan seseorang melindungi privasinya dari pembajakan.

    Zuckerberg menilai bahwa fitur ini menjadi langkah keamanan yang efektif bagi pengguna.

    “Memiliki enkripsi dan disappearing messages merupakan standar keamanan dan privasi yang cukup bagus. Ini adalah fitur yang bagus,” pungkasnya.

    Ia pun menekankan bahwa WhatsApp adalah salah satu aplikasi perpesanan yang sangat terjamin keamanannya. 

  • Ramai Startup RI Tutup, Komdigi Bakal Benahi Tata Kelola Ekosistem Digital

    Ramai Startup RI Tutup, Komdigi Bakal Benahi Tata Kelola Ekosistem Digital

    Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat berkomitmen untuk memperbaiki tata kelola digital di Tanah Air, sehingga memberi banyak manfaat bagi peningkatan ekonomi digital dalam negeri. 

    Edwin menuturkan saat ini ekosistem digital Tanah Air sedang diterpa isu kurang baik. Banyak startup dan unicorn melakukan PHK, hingga berguguran di tengah musim dingin pendanaan. 

    “Ke depan kita mengarah untuk dengan pertumbuhan digital ekonomi, pembenahan di ekosistem digital kan itu harus dijalankan ya supaya semuanya bisa lebih tergerak,” kata Edwin pasca dilantik di Komdigi, Senin (13/1/2025).

    Diketahui, beberapa startup terkenal memutuskan untuk tutup dalam beberapa tahun terakhir. Zenius, startup pendidikan online, terpaksa menghentikan sementara operasionalnya karena tantangan operasional.

    JD.ID, raksasa e-commerce asal China, memutuskan untuk menutup layanannya di Indonesia. Kemudian, rumah.com, salah satu portal properti terbesar di Indonesia ini juga melakukan PHK besar-besaran dan mengurangi layanannya.

    Edwin menambahkan terkait dengan tugas pokok dan fungsi atau tupoksi, pihaknya bakal memantau pemanfaatan kecerdasan artifisial atau AI yang meliputi gen AI dan biotech.

    Selain itu, pihaknya juga akan memantau terkait sektor logistik seperti e-Commerce dan sebagainya.

    “Mungkin kita lebih kepada pengembangan yang sudah baik ya, kita teruskan tapi kita lihat pengembangannya gimana,” ujarnya.

    Adapun, pada hari ini Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid melantik lima Direktur Jenderal (Dirjen) dalam nomenklatur baru di Komdigi.

    Adapun, kelima Dirjen baru tersebut dilantik berdasarkan surat Keputusan Presiden yang ditetapkan pada tanggal 2 Januari 2025 dan ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto.

    Kelima Dirjen baru tersebut yakni, Wayan Toni Supriyanto yang dilantik sebagai Dirjen Infrastruktur Digital. Wayan sendiri sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI).

    Mira Tayyiba dilantik sebagai Dirjen Teknologi Pemerintah Digital, sebelumnya Mira mengampu jabatan sebagai Sekjen Kominfo.

    Lalu, Direktorat baru yaitu Direktorat Jenderal Ekosistem Digital akan dipimpin oleh Erwin Hidayat yang dilantik sebagai Dirjen Ekosistem Digital.

    Kemudian, untuk dua Dirjen lagi yaitu Dirjen Pengawasan Ruang Digital sendiri akan dipegang oleh Brigjen Pol Alexander Sabar dan Dirjen Komunikasi dan Media dipegang Fifi Aleyda Yahya.

  • Menkomdigi Targetkan Aturan Penggunaan AI Rampung April 2025

    Menkomdigi Targetkan Aturan Penggunaan AI Rampung April 2025

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyampaikan masih menggodok aturan mengenai penggunaan dan etika kecerdasan artifisial atau (AI). Regulasi tersebut diharapkan dapat selesia 3 bulan lagi atau pada April 2025.

    Meutya menuturkan, Indonesia sebetulnya sudah memiliki aturan terkait etika kecerdasan artifisial atau AI yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

    Namun, Meutya menuturkan bahwa pihaknya memang berencana mengubah surat edaran tersebut menjadi peraturan yang lebih mengikat, yang ditargetkan rampung 3 bulan ke depan.

    “Ini digodok oleh Pak Wamen Nezar dan kami sudah tugaskan beliau. Dalam waktu 3 bulan kita akan buatkan juga peraturannya,” kata Meutya di Komdigi, Senin (13/1/2025).

    Sebelumnya, Adapun, pada 19 Desember 2023, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengeluarkan Surat Edaran (SE) Menkominfo No. 9/2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial. 

    Langkah ini merupakan awal dari pengembangan model tata kelola kecerdasan artifisial di Indonesia, merespons cepatnya inovasi dan pemanfaatan teknologi ini.

    Menkominfo Budi Arie Setiadi mengharapkan SE ini dapat menjadi pendorongan etika dalam pengembangan dan pemanfaatan AI. Selain itu, SE ini juga dapat menunjukkan ekosistem AI yang adil, akuntabel, aman, dan inovatif.

    “Secara khusus, (SE berpengaruh) dalam membuat dan merumuskan kebijakan internal mengenai data dan etika internal kecerdasan artifisial,” ujar Budi saat konferensi pers, Jumat (22/12/2023).  

    Adapun Budi menjelaskan ada beberapa kebijakan yang tercantum dalam SE tersebut, mulai dari nilai etika AI, manfaatkan pelaksanaan nilai etika AI, tanggung jawab pemanfaatan artificial intelligence, dan manajemen risiko dan manajemen krisis pengembangan AI. 

    Presiden Amerika Serikat Joe Biden berencana memberlakukan pembatasan pada ekspor cip baru kecerdasan buatan (AI) untuk pusat data atau data center ke sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

    Melansir dari Technave, Minggu (12/1/2025) kebijakan ini mengklasifikasikan negara-negara ke dalam tiga kategori berdasarkan hubungan mereka dengan AS dan risiko yang ditimbulkan terhadap keamanan nasional.

    Negara-negara dalam kategori pertama, yang meliputi sekutu utama AS seperti Australia, Jepang, Taiwan, dan Uni Eropa, diberikan akses penuh ke chip pusat data untuk penggunaan komersial dan teknologi tinggi. 

    Sementara itu Bloomberg menyebut, beberapa negara Asia Tenggara dan Timur Tengah, seperti Malaysia dan Indonesia ditempatkan dalam kategori kedua. Kategori ini membuat negara negara tersebut dibatasi oleh jumlah daya dan kapasitas pusat data yang dapat diakses.

    Sementara itu, negara-negara yang dianggap tidak sejalan dengan AS, seperti China, Rusia, Myanmar, dan Iran, termasuk dalam kategori ketiga dan sepenuhnya dilarang mengimpor chip pusat data dari perusahaan yang menggunakan teknologi AS. 

    Kebijakan ini bertujuan untuk membatasi potensi penyalahgunaan chip tersebut dalam pengembangan teknologi militer atau kegiatan yang dapat mengancam keamanan nasional AS.

  • Komdigi Angkat Dirjen Infrastruktur Digital Baru, Lelang Frekuensi Bakal Mundur?

    Komdigi Angkat Dirjen Infrastruktur Digital Baru, Lelang Frekuensi Bakal Mundur?

    Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Infrastruktur Digital Wayan Toni Supriyanto menyampaikan penataan spektrum frekuensi menjadi salah satu yang dikejar dalam jangka pendek. Namun, belum dapat memastikan apakah lelang digelar tahun ini.

    Adapun, Wayan Toni baru saja dilantik menjadi Dirjen Infrastruktur Digital oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid. Wayan juga akan terus mengkaji lelang spektrum frekuensi yang diharapkan dapat terlaksana tahun ini. 

    “Mungkin kita lihat dahulu, habis itu baru kita siapkan untuk pengadaan pelelangannya,” kata Wayan di Komdigi, Senin (13/1/2025). 

    Selain sisi frekuensi, Wayan mengatakan bahwa pihaknya juga akan melihat perkembangan-perkembangan teknologi yang ada di Indonesia.

    Apalagi, saar ini sudah masuk beberapa satelit-satelit dari luar seperti Kuipers milik Amazon dan satelit dari China yang mulai mengorbit.

    “Tujuan kami adalah bagaimana mempercepat penetrasi penyelenggaraan komunikasi di Indonesia,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Wayan menjabarkan tentang tugas pokok dan fungsi atau tupoksi dari Direktorat yang dirinya pegang.

    Salah satu fokus utama dari Direktorat tersebut, kata Wayan adalah terkait infrastruktur komunikasi seperti kabel, radio, frekuensi, dan satelit. 

    “Pertama dari sisi konektivitas pemerataan. Itu ya Bakti di bawah kita untuk daerah 3T. Kemudian untuk daerah-daerah komersial tentu dengan penyelenggara komunikasi,” ucap Wayan.

    Adapun, pada hari ini Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid melantik lima Direktur Jenderal (Dirjen) dalam nomenklatur baru di Komdigi.

    Adapun, kelima Dirjen baru tersebut dilantik berdasarkan surat Keputusan Presiden yang ditetapkan pada tanggal 2 Januari 2025 dan ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto.

    Kelima Dirjen baru tersebut yakni, Wayan Toni Supriyanto yang dilantik sebagai Dirjen Infrastruktur Digital. Wayan sendiri sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI).

    Mira Tayyiba dilantik sebagai Dirjen Teknologi Pemerintah Digital, sebelumnya Mira mengampu jabatan sebagai Sekjen Kominfo.

    Lalu, Direktorat baru yaitu Direktorat Jenderal Ekosistem Digital akan dipimpin oleh Erwin Hidayat yang dilantik sebagai Dirjen Ekosistem Digital.

    Kemudian, untuk dua Dirjen lagi yaitu Dirjen Pengawasan Ruang Digital sendiri akan dipegang oleh Brigjen Pol Alexander Sabar dan Dirjen Komunikasi dan Media dipegang Fifi Aleyda Yahya.

  • Profil Dirjen Baru Komdigi, dari Raline Syah hingga Fifi Aleyda Yahya

    Profil Dirjen Baru Komdigi, dari Raline Syah hingga Fifi Aleyda Yahya

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid melantik lima Direktur Jenderal (Dirjen) dalam nomenklatur baru di Komdigi. Selain itu, Meutya juga menunjuk Raline Rahmat Shah sebagai Staf Khusus Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital Komdigi.

    Adapun penunjukan Raline Shah sebagai Stafsus Komdigi berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) Komdigi terkait pengangkatan stafsus Menkomdigi.

    Berikut Profil Lima Dirjen Baru Komdigi.

    1.Wayan Toni Supriyanto 

    Wayan yang dilantik sebagai Dirjen Infrastruktur Digital. Wayan sendiri merupakan salah seorang pejabat yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI) Kominfo.

    Wayan sendiri telah menjabat sebagai CPNS Direktorat Telekomunikasi di Kominfo sejak 1997. Wayan sendiri diketahui pernah Kasi Operasi Akses Protokol Internet, Direktorat Telekomunikasi dan Kasi Jasa Multimedia Direktorat Telekomunikasi.

    Wayan tercatat pernah menjadi Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika.

    2.Mira Tayyiba 

    Mira sendiri dilantik sebagai Dirjen Teknologi Pemerintah Digital. Sebelumnya, Mira mengampu jabatan sebagai Sekjen Kominfo.

    Mira sendiri pernah menjabat Staf Ahli Bidang Transformasi Digital, Kreativitas, dan SDM Kemenko Bidang Perekonomian pada tahun 2020.

    Perempuan kelahiran 1 November 1972 ini juga pernah bertugas di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) sebagai Kepala Subdirektorat Pos, Telekomunikasi, dan Informatika.

    3.Edwin Hidayat

    Edwin akan memimpin Direktorat baru yaitu Direktorat Jenderal Ekosistem Digital dalam nomenklatur baru di Komdigi.

    Edwin adalah seorang teknokrat Indonesia yang ahli bidang keuangan, manajemen strategi, dan manajemen publik. 

    Sejak 4 Oktober 2021 sampai 11 September 2023, ia menjabat Wakil Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia, induk holding BUMN yang bergerak di bidang aviasi dan pariwisata. 

    Sebelumnya, ia merupakan mantan Deputi Menteri BUMN (2015-2019) dan Wakil Direktur Utama PT Angkasa Pura II (2019-2021)

    4. Brigjen Pol Alexander Sabar

    Brigjen Pol Alexander Sabar mendapat amanat menjadi Dirjen Pengawasan Ruang Digital. Alexander merupakan Perwira tinggi di Bareskrim Polri. 

    Sebelumnya menjabat sebagai Direktur Intelijen Deputi Bidang Pemberantasan di Badan Narkotika Nasional (BNN). 

    Dalam berbagai penugasannya, Alexander Sabar dikenal memiliki keahlian mendalam di bidang investigasi dan forensik digital, menjadikannya salah satu sosok andal dalam menghadapi tantangan kejahatan dunia maya.

    5. Fifi Aleyda Yahya

    Fifi mendapuk amanah sebagai Dirjen Komunikasi dan Media yang sebelumnya dipegang oleh Molly Prabawaty sebagau Pelaksana tugas (Plt).

    Fifi Aleyda Yahya pertama kali dikenal saat menjadi news anchor di program Metro Hari Ini, Metro TV. 

    Sebelumnya, jebolan ajang Abang None Jakarta tahun 1995 yang juga alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti angkatan 1990 sempat menjadi pembaca berita di TVRI dalam acara English News Service

  • Mengenal Koin Jagat, Aplikasi Viral Berburu Uang Mirip Pokémon Go

    Mengenal Koin Jagat, Aplikasi Viral Berburu Uang Mirip Pokémon Go

    Bisnis.com, JAKARTA – Media sosial sedang dihebohkan dengan demam berburu koin yang bisa ditukarkan dengan uang.

    Pemburuan tersebut dilakukan di sejumlah titik, yang mana pengguna harus mencari koin yang telah disembunyikan.

    Aksi berburu koin ini dikenal dengan sebutan “Koin Jagat” yang cara mainnya mirip dengan Pokémon Go.

    Permainan ini dapat dilakukan oleh semua orang yang telah menginstall aplikasi Jagat di Google Play.

    Jagat merupakan aplikasi yang bisa menunjukkan lokasi real-time pengguna satu dengan yang lainnya. Pengguna juga bisa menandai tempat favorit mereka.

    Dalam aplikasi Jagat, pengguna juga bisa menggunakan permainan Jagat Coin Hunt atau Koin Jagat untuk berburu koin.

    Koin tersebut bisa ditukar dengan uang tunai yang bernilai ratusan hingga jutaan rupiah.

    Dalam melakukan permainan, pengguna harus mencari koin yang dibagi menjadi tiga yakni emas, perak, dan perunggu.

    Koin tersebut bisa ditukar dengan uang tunai mulai dari Rp300.000 hingga Rp100 juta, tergantung pada jenis koin yang ditemukan.

    Cara Berburu Koin Jagat

    Berikut cara berburu Koin Jagat yang sedang viral di media sosial:

    Install aplikasi Jagat di ponsel Anda
    Buka aplikasi dan aktifkan treasure map di pojok kanan atas
    Setelah itu pengguna bisa melihat koin-koin yang muncul di peta
    Pilih koin target dan carilah koin sesuai lokasi yang ada
    Anda bisa mulai berburu koin. Bila sudah mendapatkannya, masukkan nomor seri eksklusif dan kode unik di bagian belakang koin yang ditemukan untuk ditukar dengan hadiah

  • Menkomdigi Meutya Hafid Lantik 5 Dirjen Baru, Berikut Daftarnya

    Menkomdigi Meutya Hafid Lantik 5 Dirjen Baru, Berikut Daftarnya

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid melantik lima Direktur Jenderal (Dirjen) dalam nomenklatur baru di Komdigi.

    Adapun, kelima Dirjen baru tersebut dilantik berdasarkan surat Keputusan Presiden yang ditetapkan pada tanggal 2 Januari 2025 dan ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto.

    Kelima Dirjen baru tersebut yakni, Wayan Toni Supriyanto yang dilantik sebagai Dirjen Infrastruktur Digital. Wayan sendiri sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI).

    Mira Tayyiba dilantik sebagai Dirjen Teknologi Pemerintah Digital, sebelumnya Mira mengampu jabatan sebagai Sekjen Kominfo.

    Lalu, Direktorat baru yaitu Direktorat Jenderal Ekosistem Digital akan dipimpin oleh Erwin Hidayat yang dilantik sebagai Dirjen Ekosistem Digital.

    Kemudian, untuk dua Dirjen lagi yaitu Dirjen Pengawasan Ruang Digital sendiri akan dipegang oleh Brigjen Pol Alexander Sabar dan Dirjen Komunikasi dan Media dipegang Fifi Aleyda Yahya.

    Adapun, Ismail yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kominfo mendapat jabatan baru sebagai Sekjen Komdigi.

    Dalam pelantikan tersebut, Meutya percaya bahwa para pejabat baru di lingkungan Komdigi dapat bekerja dengan baik sesuai dengan tanggung jawabnya.

    “Saya percaya bahwa saudara saudari akan melaksanakan tugas dengan sebaik baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan,” ucap Meutya.

    Adapun, dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 174 Tahun 2024 Tentang Kementerian Komunikasi dan Digital terdapat 5 Direktorat Jenderal yang ada di bawah Komdigi.

    Pertama, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital. Direktorat ini memiliki tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang infrastruktur digital.

    Kedua, Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital yang mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi pemerintah digital.

    Ketiga, Direktorat Jenderal Ekosistem Digital yang mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang ekosistem digital.

    Keempat, Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital yang memiliki tugas perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan barang digital dan pelindungan data pribadi.

    Terakhir adalah Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media yang memgemban tugas untuk menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang komunikasi publik dan media