E-Paper Bisnis Indonesia merupakan replika digital edisi cetak Harian Bisnis
Indonesia. Dan bisa mengakses E-Paper Bisnis Indonesia melalui alat-alat digital
seperti telepon pintar (smartphone), komputer genggam tablet, laptop, atau
komputer
meja (desktop). Untuk memperoleh informasi lebih detail tentang berlanganan
E-Paper
Bisnis Indonesia, kunjungi https://epaper.bisnis.com/. Konten
Premium adalah konten yang dapat diakses dengan sistem berlangganan pada situs
dalam
jaringan (online). Konten Premium disajikan dengan artikel yang lebih mendalam.
Category: Bisnis.com Tekno
-

Komdigi Buka 6 GHz Gratis untuk WiFi, Selangkah Menuju Internet Cepat Merata
-

Strategi Coding untuk Indonesia Emas 2045
Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengusulkan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, untuk memberikan pelajaran coding dari tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama (SD dan SMP).
Hal itu disampaik saat memberikan arahan pada acara Rapat Koordinasi Evaluasi Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, di Hotel Grand Sheraton, Jakarta, Senin (11/11/2024).
Keinginan Wakil Presiden tersebut merupakan kebijakan strategis yang dapat mempercepat visi Indonesia Emas 2045, yaitu menjadikan Indonesia sebagai negara maju dengan ekonomi inklusif dan berdaya saing global.
Menurut ComputerScience.org, coding adalah proses membuat serangkaian perintah guna memberi tahu sebuah mesin untuk bekerja dan menyelesaikan tugasnya. Proses ini dilakukan dengan memakai komputer dan menggunakan bahasa pemrograman.
Lalu, bagaimana kemampuan ini bisa menjadi fondasi untuk meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global pada 2045? Bisakah pelajaran coding ini bisa meng-coding anak-anak Indonesia menjadi insan unggul dan kompetitif di masa depan? Mari kita bahas dari sudut pandang manajemen stratejik.
Laporan Future of Jobs Report 2023 yang dikeluarkan World Economic Forum (WEF) menyebutkan 69 juta pekerjaan baru akan tercipta dalam 5 tahun ke depan. Namun, 83 juta pekerjaan akan hilang dan digantikan oleh automasi.
Sebelumnya, dalam laporan yang berjudul Future of Work, Institute for The Future dan Dell Technologies (2019) juga menyampaikan temuan serupa tentang perubahan dunia karena teknologi, di mana diperkirakan mayoritas dari anak-anak yang saat ini masih di bangku pendidikan akan melakukan pekerjaan yang belum ada sama sekali saat ini.
Diprediksi sekitar 85% dari pekerjaan yang akan ada pada 2030 belum ditemukan sama sekali saat ini.
Martin Reeves dan rekan (2022), dalam buku Dynamic Business Strategy, menyampaikan konsep adaptive advantage dalam berkompetisi di lingkungan yang fast-changing dan uncertain context.
Meningkatnya turbulensi dalam lingkungan bisnis menuntut perubahan mendasar dalam pendekatan strategi. Asumsi klasik bahwa persaingan bersifat stabil dan dapat diprediksi tak lagi relevan.
Strategi tradisional yang bergantung pada perencanaan jangka panjang dan prediksi akurat menjadi tak efektif dalam menghadapi perubahan yang cepat dan sulit diperkirakan.
Sebagai gantinya, kita harus mengadopsi pendekatan yang lebih ready (adaptif), responsive (lincah), dan resilience (tangguh). Pengaplikasian konsep adaptive advantage ini membutuhkan perubahaan cara kerja dan juga cara berpikir tentang strategi.
Dalam manajemen stratejik, pengajaran coding sejak SD dapat dilihat sebagai perubahan cara berpikir dalam merancang strategi proaktif untuk merespons tren global yang dipengaruhi oleh digitalisasi dan automasi.
Kajian dari Gallup dan Google (2020) memaparkan bahwa dunia akan semakin digital dan hampir semua sektor akan membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang teknologi, terutama teknologi informasi. Akibatnya, digital literacy atau literasi digital menjadi keniscayaan bagi pekerja di masa depan.
Upaya untuk membangun daya saing bangsa di dunia digital ini juga sejalan dengan teori Market-Based View yang digagas Mason and Bain (1950) yang kemudian dikembangkan oleh Michael Porter (1980) dalam bukunya Competitive Advantage.
Sedangkan dalam konteks Indonesia Emas 2045, pengajaran coding dapat dianggap sebagai medium strategis untuk meningkatkan daya saing global Indonesia, memperkuat ekosistem digital, dan menciptakan tenaga kerja yang mampu berinovasi.
Pekerja (dan pemikir) disiapkan sesuai dengan peluang di industri teknologi dan permintaan pasar global di masa depan. Coding memungkinkan seseorang untuk memahami cara kerja teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), big data, dan Internet of Things (IoT), yang akan menjadi pendorong utama ekonomi masa depan.
Mengembangkan kemampuan coding di kalangan anak-anak sejak dini dapat menciptakan talenta teknologi lokal yang kompetitif, sehingga mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja asing dan juga dapat memosisikan Indonesia sebagai negara dengan populasi muda yang mahir teknologi sehingga dapat menarik investasi asing di sektor teknologi.
Dalam penelitiannya bersama UNESCO, Hugo G. Lapierre (2022) menyampaikan bahwa beberapa negara sudah mengadopsi kegiatan pemrograman seperti coding ke dalam kurikulum sekolah. Pada 2012, Pemerintah Estonia mengeluarkan kebijakan untuk memulai pengajaran bagaimana membuat code pada anak sekolah usia 7—19 tahun.
Pada 2013, Pemerintah Inggris menerapkan kurikulum nasional untuk penggunaan teknologi komputer dan internet. Pemerintah Korea Selatan juga menerapkan program pendidikan ilmu komputer sejak 2017.
Baru-baru ini, Pemerintah Ontario, Kanada pun mengumumkan perubahan kurikulum sekolah dasar dan menengah dengan memasukkan mata ajar wajib terkait coding. Namun, pengajaran coding bukanlah semata-mata tentang kemampuan teknis untuk memakai gawai, perangkat lunak atau aplikasi.
Pemerintah Estonia tidak mewajibkan pengajaran coding untuk sekadar menciptakan para pembuat aplikasi di masa depan, tetapi menyiapkan anak-anak untuk menjadi seseorang yang memiliki hubungan yang sehat dengan teknologi, computer, dan internet.
Pemerintah Inggris memberikan bekal coding bagi para siswa untuk membangun kemampuan berpikir komputasional dan kreativitas untuk mengerti dan mengubah dunia. Sedangkan Pemerintah Korea Selatan merancang pendidikan ilmu komputer untuk membangun kemampuan problem-solving dan berkolaborasi.
Sejalan dengan negara-negara sebelumnya, Pemerintah Ontario juga mengadopsi perubahan kurikulum untuk memastikan siswa memiliki keterampilan hidup dan kerja yang penting.
Dalam buku “Future Skills”, Bernard Marr (2022) mengingatkan bahwa kesuksesan di dunia digital bukanlah semata-mata tentang memiliki pengetahuan teknis seperti coding –melainkan tentang memahami teknologi yang mendasari revolusi industri keempat dan dampak yang akan ditimbulkan oleh teknologi ini terhadap masa depan pekerjaan.
Dari 20 kompetensi yang dibutuhkan di masa depan, hanya tiga yang terkait hal teknis, yaitu literasi digital, literasi data, dan keahlian teknis. Sedangkan, tujuh belas lainnya adalah tentang memahami kekuatan relatif dari manusia dan teknologi, dan bagaimana kita dapat memanfaatkan kekuatan tersebut.
Artinya, penguasaan kompetensi-kompetensi yang terkait teknologi tersebut tak bisa berdiri sendiri. Marr mengatakan justru, “The future of work will be more human, fulfilling, and collaborative.” Aspek kemanusiaan lebih kental di masa depan. Itulah sebabnya kompetensi-kompetensi seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan etik, tak bisa ditinggalkan begitu saja.
Pengajaran coding haruslah searah dan mendukung pengembangan soft skills yang memungkinkan individu untuk terus menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi yang cepat.
Dengan strategi yang tepat, coding dapat menjadi katalisator untuk mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menuju visi besar Indonesia Emas 2045, yaitu strategi yang mengedepankan kompetensi teknologi namun tak meninggalkan pengembangan soft skills.
Hal ini selaras dengan Mary Jo Hatch (2013) yang mengatakan dalam buku Organization Theory bahwa teknologi merupakan medium untuk mengembangkan pola pikir kolaboratif dan inovatif. Namun, efektivitas strategi tersebut, selain membutuhkan penguatan literasi dasar dan pengajaran kemampuan teknis coding, juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Dunia usaha memiliki peran penting, baik melalui investasi infrastruktur, pelatihan guru, maupun dukungan terhadap pengembangan ekosistem teknologi.
-

Telkomsel dan Mastercard Hadirkan Perlindungan Digital ‘Proteksi Privasi’
Bisnis.com, JAKARTA – Memperkuat perlindungan terhadap ancaman pencurian identitas digital, Telkomsel, bersama Mastercard, meluncurkan layanan inovatif terbaru, Proteksi Privasi. Layanan ini dirancang untuk mendeteksi, memantau, mencegah, hingga melakukan resolusi atas potensi penyalahgunaan data pribadi pelanggan.
Didukung oleh Mastercard ID Theft Protection™, Proteksi Privasi memungkinkan pemantauan hingga 14 jenis data penting, seperti identitas kependudukan, paspor, nomor telepon, email, akun media sosial, hingga informasi keuangan. Teknologi ini secara aktif menjelajahi seluruh lapisan internet – termasuk dark web – untuk mendeteksi kebocoran data dan potensi penyalahgunaan. Jika terjadi insiden, pelanggan akan menerima notifikasi real-time serta panduan langkah penyelesaian untuk melindungi data pribadi, mencegah kerugian finansial, serta melindungi reputasi mereka.
VP Digital Lifestyle Telkomsel, Lesley Simpson, menyatakan, “Proteksi Privasi adalah bagian dari komitmen Telkomsel untuk terus menghadirkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan pelanggan di era digital. Melalui kolaborasi strategis dengan Mastercard, kami berharap layanan ini dapat memberikan rasa tenang bagi pelanggan, sehingga mereka dapat lebih aman dan nyaman menikmati kemudahan hidup digital tanpa khawatir akan risiko pencurian identitas.”
VP Account Management Mastercard Indonesia, Wibawa Prasetyawan, mengatakan, “Di dunia digital yang semakin terhubung seperti saat ini, melindungi identitas pribadi di ekosistem online kini menjadi salah satu hal terpenting. Mastercard dengan bangga menghadirkan solusi terkini ID Theft Protection™ untuk Telkomsel, yang dirancang untuk melindungi data pribadi dan identitas digital konsumen, memberikan rasa aman pada konsumen. Kolaborasi ini merupakan komitmen bersama kedua pihak untuk membangun kepercayaan digital serta menciptakan masa depan digital yang lebih aman guna memberdayakan setiap individu.”
Paket Proteksi Privasi tersedia bagi pelanggan Telkomsel Prabayar maupun Halo (pascabayar) dalam dua opsi terjangkau:
Proteksi Privasi + Kuota Internet: Rp25.000/bulan, termasuk kuota internet 1 GB.
Proteksi Privasi: Rp12.000/bulan, tersedia di aplikasi MyTelkomsel (sebagai topping atas paket tertentu) dan di website telkomsel.com.Selama layanan Proteksi Privasi aktif, pelanggan juga mendapatkan manfaat asuransi hingga Rp20 juta atas kerugian identitas dan finansial akibat penyalahgunaan data. Khusus pelanggan paket Pascabayar Halo+ Supreme MAX, Proteksi Privasi sudah termasuk tanpa tambahan biaya. Layanan ini pun tersedia secara inklusif untuk semua kalangan, termasuk yang bukan pemegang kartu Mastercard.
Untuk mulai memanfaatkan perlindungan ini, pelanggan cukup membeli paket melalui aplikasi MyTelkomsel, lalu mengikuti tautan aktivasi yang dikirimkan melalui SMS oleh Mastercard untuk login ke website aktivasi akun TIARA – Mastercard. Proses ini dirancang agar mudah dan cepat, memastikan pelanggan dapat segera mengelola serta memantau data pribadi mereka.
Sebagai partner lokal resmi Mastercard di Indonesia, TIARA turut mendukung perlindungan menyeluruh bagi setiap pelanggan melalui layanan Proteksi Privasi. Marketing Director TIARA, Enzo Adhitya, menambahkan, “Komitmen penuh kami dalam menghadirkan keamanan yang maksimal untuk para pengguna dapat terlihat dari proteksi tambahan berupa jaminan pertanggungan ketika adanya kerugian finansial akibat adanya pencurian data pribadi dengan biaya yang mudah dijangkau masyarakat.”
Kerja sama ini menegaskan komitmen Telkomsel sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang semakin berdaya. Melalui Proteksi Privasi, Telkomsel dan Mastercard berharap dapat menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan terpercaya bagi masyarakat Indonesia.
-

Tingkatkan Literasi Digital, Indosat & Komdigi Gandeng SDM dan Teknologi
Bisnis.com, JAKARTA – Kehadiran infrastruktur digital yang makin luas dan merata perlu diimbangi dengan pengetahun dan keterampilan masyarakat, agar tiang-tiang pemancar telekomunikasi yang telah beroperasi dapat dimanfaatkan lebih optimal dan berdampak bagi suatu wilayah.
SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) Steve Saerang mengatakan Indosat berkomitmen untuk berinvestasi di teknologi dan sumber daya manusia secara bersamaan.
Kedua poin tersebut harus berjalan bersamaan agar infrastruktur telekomunikasi memberi manfaat besar ke masyarakat.
“Kalau hanya menghadirkan jaringan, mungkin semua orang bisa datang. Tapi kami datang untuk investasi dalam teknologi dan SDM. Ini dua hal yang ingin kami sampaikan sebagai pembeda kami hadir di daerah-daerah,” kata Steve.
Diketahui, Indosat getol dalam memperluas dan meningkatkan kapasitas jaringan internet. Pada kuartal III/2024, Indosat menambah 21.400 base transceiver station (BTS) 4G secara tahunan sehingga total menjadi 247.100 BTS.
Sejalan dengan BTS yang makin luas, Indosat juga gencar melakukan literasi digital dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Indosat, kata Steve, tidak hanya sekedar menghadirkan teknologi, tetapi juga berupaya memberikan nilai lebih kepada masyarakat.
Hal ini tercermin dalam berbagai inisiatif sosial yang mereka jalankan, yang bertujuan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan memajukan ekonomi digital di Indonesia.
Steve juga berbicara mengenai pentingnya mendukung program GenSi, yang menurutnya lebih dari sekedar program tambahan.
“Program GenSi ini harus kita dukung bersama, karena pada akhirnya ini akan kembali bermanfaat untuk seluruh masyarakat, kami percaya literasi digital yang inklusif adalah kunci bagi Gen Z untuk menghadapi tantangan era digital. Program GenSi sejalan dengan langkah kami dalam mewujudkan tujuan besar Indosat untuk memberdayakan Indonesia.” ujarnya.
Diketahui, Indosat menggelar program GenSi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Program tersebut memberikan pengetahuan tentang potensi dunia digital lebih dari sekadar media sosial hingga keterampilan dalam memanfaatkan teknologi AI.
Melalui inisiatif kampanye “Generasi Terkoneksi”, Indosat menghadirkan para ahli dari berbagai sektor untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang lebih besar soal digital, seperti kompetensi keamanan siber, pemahaman etika digital, cara penggunaan teknologi yang aman dan bertanggung jawab..
“Dunia digital itu adalah beberapa hal lain, yaitu bagaimana menggunakan AI, bagaimana kita bisa buka akun usaha, kemudian kita bisa bikin hal-hal lain, semua yang produktif, dengan memanfaatkan AI secara bijak” kata Steve.
Steve juga berharap melalui program GenSi, generasi muda dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapat dalam bentuk usaha yang berdampak pada mereka, keluarga, dan masyarakat sekitar.
Melalui berbagai pelatihan yang akan diberikan, Indosat berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya terkoneksi secara digital. Namun, juga memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang usaha dan memberikan dampak positif bagi perekonomian digital Indonesia.
“Ini (program) adalah peluang, peluang untuk nanti setelah saya belajar, saya dapat ilmu, abis ini saya diskusi, saya bikin. Bikin apa? Sesuatu yang menghasilkan buat saya dan juga keluarga dan juga orang lain,” ujar Steve.
SVP-Head of Region Bali Nusra Indosat Ooredoo Hutchison Julandi George Fransiskus mengatakan teknologi yang dihadirkan Indosat diharapkan dapat membuat generasi muda lebih berdaya.
Generasi muda sebagai pilar transformasi digital, memiliki telah melek teknologi, sehingga perlu dihadirkan keterampilan tambahan untuk meningkatkan keterampilan yang dimiliki.
“Indosat memiliki misi untuk mendekatkan teknologi ke masyarakat, termasuk yang berada di Indonesia Timur,” kata Julandi
Berdasarkan catatan Julandi penetrasi Internet di Nusa Tenggara mencapai 67,758%, jumlah tersebut terus meningkatkan sejalan dengan langkah operator seluler, termasuk Indosat, dalam memperluas jaringan.
Untuk mendukung hal tersebut, program GenSI menekankan AI Sovereignty melalui kolaborasi dengan International Telecommunication Union (ITU) dan Digital Transformation Center (DTC).
Peran Gen Z
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur Ferry Afales mengatakan bahwa Kabupaten Sikka kini menjadi salah satu wilayah dengan tingkat pengguna layanan telekomunikasi tertinggi, mencapai 87,03% dan didominasi oleh Gen Z.
Gen Z yang melekat dengan teknologi, turut berperan dalam mengajak masyarakat NTT untuk menggunakan internet dalam berbagai aktivitas.
“Gen Z sudah memberikan ruang bagi pertumbuhan dan perkembangan digitalisasi di Kabupaten Sikka,” kata Ferry.
Ferry melanjut komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan internet tidak hanya berhenti di level generasi muda. Pemerintah Kabupaten Sikka juga telah merumuskan kebijakan untuk mengembangkan sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Salah satu langkah utama dalam kebijakan tersebut adalah mempercepat konektivitas internet yang lebih cepat, yang diharapkan dapat mendukung transformasi menuju kota pintar atau smart city di masa depan.
“Tujuan kami adalah membuat Kabupaten Sikka menjadi lebih pintar dengan internet. Dengan adanya konektivitas yang semakin baik, kami yakin sistem pemerintahan dan pelayanan publik akan semakin efisien,” ujarnya.
Ferry mencatat, sampai dengan saat ini sudah ada 158 menara tower yang terbangun di Kabupaten Sikka. Namun, tantangan besar yang harus diatasi.
Sebab, terdapat 28 titik yang masih termasuk dalam kategori blank spot, yang berarti area-area tersebut belum terjangkau konektivitas internet yang memadai.
Untuk mengatasi masalah ini, pihak pemerintah daerah berharap dapat bekerja sama dengan Indosat untuk segera membangun menara telekomunikasi di titik-titik blank spot.
“Dengan keberadaan tim manajemen Indosat, kami berharap dapat segera mengatasi masalah blank spot ini,” ucap Ferry.
Sebagai solusi sementara, Ferry menuturkan pihaknya telah dipasang VSAT di 163 titik, termasuk di fasilitas pemerintahan, kesehatan, dan pendidikan yang berada di area blank spot.
Dengan pemasangan VSAT, diharapkan pelayanan publik, seperti kesehatan, pendidikan, dan administrasi pemerintahan, dapat berjalan lebih lancar dan memberikan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat di Kabupaten Sikka.
“Kami percaya, dengan langkah-langkah ini, konektivitas yang lebih baik akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan mendukung kemajuan digitalisasi di Kabupaten Sikka,” tuturnya.
Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII) mencatatkan penetrasi internet di Indonesia mencapai 79,5% dari total populasi pada 2024 atau naik 1,31 basis poin dibandingkan pada 2023 yang mencapai 78,19%. Peningkatan penetrasi ini terjadi seiring dengan semakin masifnya pembangunan infrastruktur telekomunikasi.
Kepala BPPTIK Kementerian Komunikasi dan Digital Hamdani Pratama mengatakan pemerataan akses teknologi, baik di wilayah perkotaan maupun daerah terpencil (3T), perlu diimbangi dengan pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi tersebut.
Pembangunan SDM di seluruh wilayah Indonesia menjadi sangat krusial agar masyarakat dapat menguasai teknologi digital dan ikut berpartisipasi dalam kemajuan ekonomi digital.
“Akses terhadap teknologi harus merata. Tidak hanya di perkotaan atau Pulau Jawa saja, tetapi seluruh wilayah Indonesia, dari daerah terpencil hingga pulau-pulau terluar, harus memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan digital,” kata Hamdani dalam acara Literasi
Digital ‘Saatnya GenSi BERAKSI’ di Universitas Nusa Nipa Maumere, Selasa (4/2/2025).
Hamdani menjelaskan bahwa ada tiga pilar utama dalam pembangunan digital Indonesia yang harus dikuatkan, yakni pemerintahan digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital.
Pemerintah diharapkan dapat melakukan transformasi menuju pemerintahan yang modern dan responsif melalui pemanfaatan teknologi.
Sementara itu, ekonomi digital diharapkan dapat melampaui batas geografis, memungkinkan perdagangan digital yang lebih inovatif dan inklusif.
“Masyarakat digital Indonesia tidak hanya akan menjadi konsumen, tetapi juga produsen yang dapat berperan aktif dalam ekonomi digital global. Dengan bonus demografi yang dimiliki, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dalam revolusi digital,” ucap Hamdani
-
Siap-Siap! iPhone SE 4 Dikabarkan Meluncur Pekan Depan
Bisnis.com, JAKARTA — Raksasa teknologi Apple dikabarkan akan meluncurkan iPhone SE generasi terbaru, yakni iPhone SE 4 pada pekan depan.
Melansir dari Tech Radar, Jumat (7/2/2025), menurut laporan Mark Gurman dari Bloomberg, Apple bakal mengumumkan iPhone SE generasi keempat paling cepat minggu depan.
“Perusahaan berharap untuk mengumumkan perangkat tersebut paling cepat minggu depan, sebelum mulai dijual akhir bulan ini,” kata Gurman.
Asal tahu saja, iPhone SE telah lama menjadi bagian dari jajaran iPhone Apple, pertama kali hadir pada 2016 dan terakhir diperbarui sebagai generasi ketiga pada 2022.
Saat ini, iPhone SE paling mirip dengan iPhone 8 dan merupakan satu-satunya ponsel pintar dalam keluarga Apple yang masih memiliki tombol beranda dengan Touch ID. Namun, iPhone SE generasi berikutnya ini akan menjadi lompatan besar dalam hal tampilan dan perangkat keras yang mendukungnya.
Selain itu, iPhone SE generasi keempat dikabarkan akan terlihat mirip dengan iPhone 14, dengan desain layar yang lebih besar, membuang tombol beranda, dan memiliki notch yang berisi Face ID. Jika memang benar, maka pengguna dapat membuka kunci iPhone hanya dengan sekali pandang, dan hal yang sama berlaku untuk mengautentikasi pembelian atau menggunakan Apple Pay.
Laporan terbaru Gurman mencatat bahwa perangkat tersebut diberi nama kode “V59” dan akan menjadi produk Apple pertama yang menampilkan modem yang dirancang sendiri.
Selain menghilangkan tombol beranda, iPhone SE generasi keempat kemungkinan akan beralih ke USB-C. Serta dilengkapi dengan chip A18, yang akan memungkinkannya menjalankan fitur Apple Intelligence. Adapun, harga iPhone SE 4 diprediksi akan mendekati harga model saat ini.
Saat ini, iPhone SE generasi ketiga mulai dari US$429 sekitar Rp7 juta dan merupakan harga yang kompetitif untuk jajaran iPhone, mengingat iPhone 16 dibanderol mulai dari US$899 atau sekitar Rp14,68 juta. Namun, beberapa laporan lain menunjukkan bahwa harganya bisa sedikit lebih tinggi.
-

8 Kode Redeem ML Terbaru dan Valid Hari Ini, Jumat 7 Februari 2025, Tukar Hadiah di Sini!
Bisnis.com, JAKARTA – Moonton masih membagi-bagikan kode redeem Mobile Legends (ML) agar para pemain bisa menukarkannya dengan hadiah.
Berikut ini kumpulan kode redeem ML terbaru hari ini, Jumat (7/2/2025), yang mengandung banyak reward seperti koin, diamond, skin, hingga hero.
Mereka yang tercepat menukarkannya bisa mendapat item legendaris secara gratis.
Bagaimana cara klaim kode redeem untuk mendapat hadiah spesial dari Moonton? Caranya mudah. Anda dapat melakukan klaim kode redeem dengan membuka laman m.mobilelegends.com/en/codexchange.
Akan tetapi, perlu diingat bahwa setiap kode memiliki limit waktu dan hanya bisa diklaim sekali.
Sehingga apabila Anda gagal saat melakukan klaim, ada dua kemungkinan penyebabnya.
Bisa jadi Anda pernah menukarkan kode tersebut atau masa penukarannya sudah melewati tenggat waktu yang ditentukan.
Cara Klaim Kode Redeem ML
Berikut cara melakukan klaim kode redeem Mobile Legends:
Buka situs m.mobilelegends.com/en/codexchange
Masukkan salah satu kode redeem ML pada kotak Redemption Code
Lalu tuliskan ID user gim Mobile
Legends dan kode verifikasi pada kotak yang ada
Klik Redeem, bila berhasil hadiah akan otomatis masuk ke dalam inbox gameDaftar Kode Redeem ML Hari Ini
Berikut daftar kode redeem Mobile Legends yang masih aktif hari ini, Jumat (7/2/2025)
sxa993smfnkj
flfo5838adms
h4vbc3okb
ghjqs4okb
89d2q9okbwget29onw
c26pvj2ejdhp22e72
oojms4okc
ma3n8hokb -

Kumpulan Kode Redeem FF yang Berlaku Hari Ini, Jumat 7 Februari 2025
Bisnis.com, JAKARTA – Garena kembali memberikan update kode redeem Free Fire (FF) untuk diberikan kepada para pemain. Kode ini bisa langsung diklaim pada hari ini, Jumat (7/2/2025).
Pemain Free Fire tercepat yang menukarkannya dan beruntung bisa mendapat item menarik secara cuma-cuma, seperti senjata, skin, dan aneka voucher.
Namun, perlu diketahui bahwa kode redeem FF terdiri dari 12 karakter berupa huruf kapital dan angka.
Sehingga apabila kode tidak memenuhi kriteria tersebut, kemungkinan besar kode yang dimasukkan adalah palsu atau ada kesalahan.
Kode redeem FF ini juga memiliki limit waktu dan kuota penggunaan. Dengan demikian, penukaran tak bisa dilakukan jika kode redeem telah melewati waktu yang ditentukan dan sebelumnya sudah pernah diklaim.
Cara Klaim Kode Redeem FF
Cara melakukan klaim kode redeem yakni dengan mengunjungi situs resmi Garena di reward.ff.garena.com/id.
Setelah itu, lakukan login dengan masuk ke akun Anda. Masukkan kode redeem yang sudah ada dapatkan ke dalam kotak yang tersedia.
Klik “Confirm” untuk me-redeem kodenya agar kita mendapat hadiah. Apabila berhasil, hadiah akan masuk melalui bagian Vault pada beranda gim.
Hadiah pun bisa langsung digunakan oleh para pemain setelah kode berhasil di-redeem.
Pemain juga bisa melakukan redeem melalui aplikasi Free Fire secara langsung. Caranya yakni masuk ke aplikasi dan pilih ikon Event di bagian atas paling kiri.
Masuk ke Info di dashboard dan pilih website kode redeem. Masukkan 12-16 digit kode redeem lalu klik tombol Konfirmasi.Kode redeem pun sudah ditukarkan.
Kode Redeem FF Hari Ini
Berikut ini adalah kode redeem Free Fire yang masih berlaku pada hari ini, Jumat (7/2/2025):
FFM4X2HQWCVK
FFXT7SW9KG2M
FFKSY7PQNWHG
FFNFSXTPVQZ9
FVTCQK2MFNSK
FFCBRAXQTS9S
FPSTQ7MXNPY5
FFSKTXVQF2NR
FFNFSXTPVQZ9
FCSP9XQ2TNZK
FFMGY7TPWNV2
FF4MTXQPFDZ9
FFNGY7PP2NWC -
Gara-Gara DeepSeek, Bank Asal Rusia Mau Kolaborasi dengan China
Bisnis.com, JAKARTA — Bank terbesar di Rusia, Sberbank berencana untuk berkolaborasi dengan para peneliti China dalam proyek kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Hal ini lantaran DeepSeek telah mengubah lanskap teknologi dengan menciptakan model AI yang jauh lebih murah dibandingkan Amerika Serikat (AS).
Belum lama ini, DeepSeek, perusahaan rintisan yang berbasis di Hangzhou, telah mengejutkan pasar global bulan lalu lantaran para investor bertaruh bahwa model berbiaya rendahnya akan mengancam dominasi para pemimpin AS seperti Nvidia.
Melansir Reuters, Kamis (6/2/2025), Rusia dan China telah lama membicarakan tentang kerja sama AI, termasuk dalam aplikasi militer.
Wakil CEO Sberbank Alexander Vedyakhin mengatakan bahwa perusahaan memiliki banyak ilmuwan. “Melalui mereka, kami berencana untuk melakukan proyek penelitian bersama dengan para peneliti dari China,” kata Vedyakhin kepada Reuters.
Sayangnya, Vedyakhin tidak menyebutkan dengan Sberbank berencana untuk bekerja sama di China. Meski begitu, dia mengatakan bahwa China adalah mitra Rusia dalam banyak isu agenda internasional.
“Dan tingkat kerja sama ilmiah antara negara-negara kita dapat diperkuat melalui kolaborasi antara para ilmuwan kita,” ujarnya.
Adapun, lanjutnya, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menginstruksikan Sberbank, yang sedang dikenai sanksi Barat, untuk membangun kerja sama dengan China dan negara-negara BRICS lainnya dalam bidang AI untuk menantang dominasi AS.
Seperti China, Rusia juga tengah berjuang untuk mengembangkan kapasitas komputasi dalam negeri karena sanksi yang membatasi impor perangkat keras Barat terbaru, dan tengah mencari solusi alternatif agar tetap kompetitif dalam perlombaan AI.
Lebih lanjut, Vedyakhin menyebut, sejak peluncuran model-model DeepSeek, Sberbank telah membandingkannya dengan GigaChat MAX.
Menurutnya, keberhasilan DeepSeek sejalan dengan strategi Sberbank untuk menemukan solusi berbiaya rendah alih-alih menginvestasikan miliaran dolar dalam megaproyek infrastruktur komputasi seperti proyek Stargate yang merupakan usaha patungan yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.
“DeepSeek telah membuktikan bahwa bahkan dengan kemampuan yang terbatas, kualitas yang setara dengan model Amerika dapat dicapai. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang perlunya investasi ekstrem ketika ada inovasi rekayasa,” ujarnya.
Di samping itu, dia juga memandang Deepseek lebih transparan dibandingkan dengan OpenAI milik AS.
“Keberhasilan DeepSeek sebagian besar disebabkan oleh transparansinya, yang kontras dengan kerahasiaan OpenAI. Hal ini telah menarik komunitas yang besar,” pungkasnya.