Category: Bisnis.com Tekno

  • Status Driver Ojol Sebaiknya Pengusaha Mikro, Bukan Mitra

    Status Driver Ojol Sebaiknya Pengusaha Mikro, Bukan Mitra

    Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong pengemudi ojek online (ojol) dikategorikan sebagai pengusaha mikro ketimbang sebagai mitra maupun pekerja. 

    Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana menilai hubungan antara pengemudi dan aplikator saling menguntungkan.

    “Bapak-bapak [driver ojol] tanpa platform sulit mendapatkan akses pasar yang lebih luas. Platform tanpa bapak-bapak enggak jalan. Mereka cuma sebagai perusahaan teknologi,” kata Temmy dalam diskusi panel bertema “Sinergi Ekosistem Transportasi Digital dan Inovasi untuk Ekonomi Indonesia yang Inklusif” di Kantor Maxim Pusat, Jakarta, Kamis (11/12/2025).

    Temmy menyebut, bila driver ojol diklasifikasikan sebagai pengusaha mikro, jumlah pelaku usaha mikro di Indonesia dapat bertambah dari sekitar 50 juta menjadi sekitar 60 juta. 

    Dia menjelaskan pemerintah saat ini belum mampu membuka lapangan kerja baru secara luas, sehingga perlu menumbuhkan minat kewirausahaan di masyarakat.

    Dia menegaskan pentingnya memasukkan pengemudi ojol didalam kategori usaha mikro karena status tersebut memberi keleluasaan dalam berusaha. 

    Mengacu pada PP Nomor 7 Tahun 2021, usaha mikro merupakan usaha milik perorangan dengan modal maksimal Rp1 miliar dan omzet tahunan maksimal Rp2 miliar, serta memiliki aset sendiri. 

    Temmy menilai driver ojol memenuhi karakteristik tersebut karena memiliki aset usaha sendiri, seperti sepeda motor, helm, dan perlengkapan kerja lainnya. 

    Kemitraan berbasis kondisi juga memungkinkan mitra menentukan jam kerja dan menerima pesanan secara bebas. 

    Menurut Temmy, pelaku usaha mikro tetap harus diperlakukan sebagai pelaku usaha, bukan pegawai, sehingga aturan ketenagakerjaan tidak dapat diterapkan sepenuhnya.

    “Kalau diambil sebagai pekerja juga, itu kan kurang lebih 10% yang bisa diambil, diserap oleh platform sebagai pekerja. Kenapa? Ya gak mampu lah kalau mau gaji sekian juta orang. Dan platform pasti akan mengeluarkan regulasi terkait kriteria pekerjaan,” katanya.

    Dia menjelaskan, bila status pekerja diterapkan, maka akan muncul syarat ketat seperti batas usia, pendidikan minimal, hingga usia kendaraan. Kondisi itu, menurutnya, dapat membuat banyak mitra tersingkir.  

    Tanggapan Maxim

    Sementara itu, Government Relation Manager Maxim Indonesia Muhammad Rafi Assagaf mengatakan Maxim tetap memandang posisi pengemudi sebagai mitra.

    “Memang tadi sudah dipertegas kemitraan yang strategis dengan jaminan minimal untuk keselamatan dan juga perlindungan itu melalui BPJS TK,” katanya.

    Rafi menambahkan, dalam operasionalnya para mitra kerap berhadapan dengan berbagai dokumen administratif. Menurutnya, Maxim berkewajiban memberi kemudahan agar mitra dapat terus bekerja tanpa hambatan.

    “Karena kita harus mempermudah mitra-mitra pengamudi untuk bisa operasi. Nah ini yang menjadi kewajiban kita untuk bisa memberikan kemudahan akses bagi mitra-mitra pengamudi,” ujarnya.

    Rafi menegaskan potongan komisi di Maxim tidak pernah melebihi batas yang telah ditetapkan, yakni maksimal 15%. 

    Dia merinci besaran komisi berbeda untuk tiap layanan, di mana untuk motor berada di kisaran 12% hingga 13%, sementara untuk mobil sekitar 8%. 

    Rafi menyebut komisi yang dikenakan kepada mitra bersifat transparan dan tidak ada potongan tambahan di luar ketentuan tersebut. 

    Dia juga menjelaskan meskipun regulasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka peluang penambahan potongan sebesar 5%, Maxim tidak memberlakukannya.

    Ke depan, Maxim berharap regulasi transportasi daring tidak dibuat terlalu kaku mengingat ekosistem ini terus berkembang.

    “Memang aturan itu tidak bisa dibuat se-rigid. Tetap harus ada fleksibilitas dan juga ideal regulasi antara mitra, aplikator, masyarakat sebagai e-customer, regulasi untuk pemerintah sebagai regulator. Jadi kita harus cari,” ujarnya.

  • Maxim Andalkan Maxim Wallet KasPro, Ganggu Dominasi Gopay dan OVO

    Maxim Andalkan Maxim Wallet KasPro, Ganggu Dominasi Gopay dan OVO

    Bisnis.com, JAKARTA— Director Development Maxim Indonesia Dirhamsyah mengungkapkan memiliki sejumlah inovasi untuk menghadapi dominasi Gojek-Grab. Salah satunya memperkuat layanan pembayaran digital atau e-wallet Maxim Wallet KasPro. Perusahaan ingin menyaingi Gopay dan OVO.

    Perusahaan telah memiliki layanan Maxim Wallet KasPro sejak tahun lalu. Pada tahun depan, layanan tersebut akan diperkuat dengan menambah sejumlah fitur baru.

    “Kami punya planning dalam jangka waktu dekat,” kata Dirhamsyah dalam diskusi panel dan dialog interaktif lintas pemangku kepentingan bertema “Sinergi Ekosistem Transportasi Digital dan Inovasi untuk Ekonomi Indonesia yang Inklusif” di Kantor Maxim Pusat, Jakarta pada Kamis (11/12/2025).

    Dia menilai pembayaran digital kini sangat dibutuhkan dan menawarkan keamanan yang lebih baik dibandingkan metode konvensional.  Lebih lanjut, dia menjelaskan e-wallet Maxim dikembangkan melalui kerja sama dengan penyedia layanan keuangan KasPro

    “Tapi kayak pinjaman-pinjaman mungkin enggak, e-wallet saja namanya Maxim Wallet KasPro [yang sudah diujicoba],” katanya. 

    Secara luas, Dirhamsyah memaparkan rencana pengembangan Maxim dalam beberapa tahun ke depan mencakup perluasan jangkauan geografis, penguatan kolaborasi strategis dengan pemerintah, komunitas, dan pemangku kepentingan, serta pengembangan layanan pengantaran dan pasar digital yang mendukung UMKM di berbagai provinsi. 

    Dia menambahkan Maxim juga berupaya menyediakan syarat kemitraan yang lebih efektif bagi pengemudi, menciptakan pasar yang lebih kompetitif, meningkatkan adopsi pembayaran digital, serta terus memberi fleksibilitas bagi mitra dalam mencari penghasilan. 

    Adapun, sejak 2018, Maxim memulai bisnis di Indonesia dengan tiga layanan utama: Maxim Bike, Maxim Car, dan Maxim Delivery. Pengembangan layanan tersebut kemudian meluas ke sektor express, penyewaan, delivery, hingga premium. 

    “Dua bulan terakhir, kami juga baru saja menunjukkan satu layanan yaitu Maxim Bajaj, yang di mana bajaj itu ternyata masih menjadi transportasi unggulan untuk di berbagai daerah. Contohnya yang kita baru launching kemarin di Medan dan Makassar,” katanya. 

    Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap moda alternatif seperti bajaj masih tinggi di sejumlah daerah. Namun, perluasan layanan bajaj bergantung pada regulasi daerah. “Kalau Jakarta, kami masih belum tau sih, karena kan secara regulasi enggak memungkinkan ya,” imbuhnya. 

    Maxim juga terus memperluas layanan ke moda transportasi di kawasan transit. Dirhamsyah menjelaskan bahwa perusahaan telah meluncurkan layanan di area pelabuhan, dimulai dari Makassar melalui kolaborasi dengan PT Pelabuhan Indonesia. Dia menyebutkan ekspansi serupa tengah dipersiapkan untuk Surabaya dan Jakarta.

    Terkait keunggulan layanan, Dirhamsyah mengatakan Maxim tetap mengedepankan harga terjangkau serta fitur keamanan yang lengkap. Dia menyebut perusahaan memiliki layanan transportasi yang tersedia di seluruh kantor cabang, dilengkapi sistem rating, fitur SOS, dan berbagi lokasi.

    Sementara itu, untuk mitra pengemudi, Maxim menawarkan skema komisi bertingkat. Dirhamsyah menjelaskan untuk pengemudi mobil, komisi dimulai dari 0% hingga maksimum 15%, sedangkan untuk pengemudi motor berkisar 8%–9% hingga maksimum 15%. 

    Dia menambahkan perusahaan juga menyediakan berbagai program bonus, sistem prioritas, serta proses verifikasi yang diperbarui. Dirhamsyah turut menyoroti respons positif pengguna terhadap aplikasi Maxim. 

    Dia mengatakan 90% pengguna di App Store dan Play Store memberikan rating tertinggi. Dalam dua tahun terakhir, aplikasi juga mencatat pertumbuhan 13% dalam jumlah unduhan dan 12% dalam total perjalanan yang diselesaikan, yang menurutnya menjadi salah satu faktor pesatnya ekspansi Maxim dari satu kota menjadi lebih dari 300 kota dalam tujuh tahun. Dirhamsyah mengklaim pertumbuhan Maxim juga ditopang oleh kolaborasi dengan pelaku usaha daerah. 

    “Kami juga ada program business with Maxim yang di mana kami bekerjasama dengan pemain lokal, bila mereka ingin memiliki satu pusat transportasi online, namun mereka terkendala, kami bisa bantu disitu,” katanya. 

  • Potensi Monopoli di Merger Grab-Gojek: Maxim Pasrah

    Potensi Monopoli di Merger Grab-Gojek: Maxim Pasrah

    Bisnis.com, JAKARTA— Maxim Indonesia menanggapi isu rencana merger antara Gojek dan Grab yang dinilai berpotensi menimbulkan dominasi pasar.

    Director Development Maxim Indonesia Dirhamsyah mengatakan pihaknya turut mendengar mencuatnya isu tersebut, yang dikhawatirkan dapat mengarah pada praktik monopoli.

    “Tapi kan tetap saya yakin sih dari sisi pemerintah, bakal memberikan solusinya sebaik-baiknya sih terkait itu,” kata Dirhamsyah saat ditemui usai diskusi panel dan dialog interaktif lintas pemangku kepentingan bertema “Sinergi Ekosistem Transportasi Digital dan Inovasi untuk Ekonomi Indonesia yang Inklusif” di Kantor Maxim pada Kamis (11/12/2025).

    Dia menuturkan bahwa hingga kini Maxim belum menerima informasi resmi mengenai perkembangan rencana penggabungan usaha kedua perusahaan layanan on-demand tersebut.

    Terkait mitigasi risiko, dia menambahkan bahwa Maxim siap berkoordinasi dengan pihak terkait apabila isu merger itu benar-benar masuk ke tahap formal.

    “Tapi tetap selagi belum, ya kita belum. Selagi belum ada kepastian yang sudah bisa dibilang seperti 100% ya kita masih belum bakal bertindak,” ujarnya.

    Sebelumnya, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah menanggapi isu merger GoTo dan Grab yang disebut akan melibatkan BPI Danantara.

    Wakil Ketua KPPU Aru Armando menegaskan bahwa proses merger merupakan keputusan korporasi masing-masing perusahaan dan regulator tidak dapat memberikan penilaian atas transaksi yang belum terjadi.

    “KPPU tidak bisa berkomentar atas isu tersebut karena nanti bias, [karena] ini kan sesuatu transaksi yang belum tentu akan terjadi, tapi sudah dimintakan komentar,” ujar Aru dalam jumpa media di Jakarta, Rabu (3/12/2025).

    Aru menekankan bahwa setiap aksi korporasi harus dipastikan tidak menimbulkan monopoli atau persaingan usaha tidak sehat. Dia menjelaskan bahwa sistem pengawasan merger di Indonesia menggunakan skema post-merger notification atau pemberitahuan wajib pascatransaksi sesuai UU No. 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Sepanjang 2025, aksi merger dan akuisisi mencapai rekor baru, yakni 141 notifikasi dengan nilai transaksi Rp1,3 kuadriliun.

    “Dominasi transaksi di sektor pertambangan dan logistik menunjukkan geliat hilirisasi yang nyata, namun sekaligus membawa risiko konsentrasi pasar yang harus diawasi ketat agar tidak melahirkan oligopoli vertikal yang mematikan pemain lokal,” katanya.

    Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan bahwa proses penggabungan GoTo dan Grab masih berlangsung. “Masih berjalan itu,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/11).

    Danantara menegaskan bahwa keterlibatannya mengikuti arahan pemerintah dalam rencana merger tersebut. Pemerintah disebut memberikan masukan terkait keberlanjutan ekosistem digital nasional. Badan investasi itu juga memastikan bahwa fokus utamanya berada pada hubungan business-to-business (B2B) antara GoTo dan Grab, serta terus memantau dinamika proses tersebut.

  • WhatsApp Luncurkan Fitur Baru Jelang 12.12, Salin Informasi Rekening Lebih Mudah

    WhatsApp Luncurkan Fitur Baru Jelang 12.12, Salin Informasi Rekening Lebih Mudah

    Bisnis.com, JAKARTA— Aplikasi perpesanan WhatsApp meluncurkan fitur baru menjelang hari belanja nasional (Harbolnas) 12. 12 pada hari ini, Kamis (11/12/2025).

    Fitur tersebut memudahkan transaksi antara penjual dan pembeli yang menggunakan WhatsApp Business, dengan menyediakan kemudahan menyalin informasi rekening yang diberikan oleh pelaku usaha. 

    Setelah menyalin informasi tersebut, pengguna dapat menyelesaikan transaksi melalui aplikasi perbankan atau metode pembayaran lain yang mereka pilih. 

    Dengan fitur baru ini, pengguna tidak perlu lagi mengetik ulang nomor rekening dan cukup menyalinnya secara langsung.

    Fitur tersebut mulai diluncurkan secara bertahap dan akan tersedia bagi seluruh pelaku usaha di Indonesia yang menggunakan WhatsApp Business dalam beberapa minggu ke depan. 

    Country Director Meta untuk Indonesia, Pieter Lydian, mengatakan WhatsApp telah menjadi sarana bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam menjalankan bisnis mereka di Indonesia.

    Dia menyebut, melanjutkan momentum ini, pihaknya melihat peluang besar dan sangat antusias untuk memperkuat UMKM Indonesia. 

    “Kami percaya kehadiran fitur baru ini akan mempermudah proses transaksi bagi bisnis lokal, sehingga UMKM dapat menutup musim belanja Harbolnas dengan hasil yang optimal,” kata Pieter dalam keterangan resmi, Kamis (11/12/2025).

    Lebih jauh, Pieter menjelaskan bisnis-bisnis kecil yang menggunakan WhatsApp Business dapat memanfaatkan fitur ini untuk mendorong penjualan. 

    Dengan fitur tersebut, pelaku usaha cukup mengetuk tombol untuk memberikan informasi rekening yang telah disimpan langsung di dalam percakapan, sehingga pelanggan dapat dengan mudah menyalin data tersebut dan menyelesaikan pembayaran melalui aplikasi perbankan atau metode lain.

    Founder dan CEO Mbrebes Mili, Dini Windu Asih, menyebut WhatsApp Business telah menjadi bagian penting dalam komunikasi bisnisnya. Menurutnya, fitur baru ini memungkinkan pelanggan menyalin informasi rekening dengan mudah sehingga mengurangi potensi kesalahan saat melakukan pembayaran melalui aplikasi lain.

    “Hasilnya, proses komunikasi dan transaksi dengan pelanggan menjadi lebih cepat, aman, dan sederhana,” katanya.

    Sementara itu, Direktur Utama Imago Raw Honey, Henry Bin Uyu Hidayat, mengungkap pihaknya masih sering menghadapi tantangan dalam membagikan informasi rekening kepada pelanggan. Dia mengatakan apabila pihaknya mengetik informasi tersebut secara manual, risiko terjadinya kesalahan cukup besar.

    “Sementara itu, penggunaan stiker juga mengharuskan pelanggan untuk mengetik ulang informasi tersebut. Dengan adanya fitur yang memungkinkan kami membagikan informasi rekening yang akurat dan andal langsung di dalam WhatsApp, proses transaksi menjadi lebih mudah dan operasional bisnis kami pun bisa berjalan lebih efisien,” katanya.

  • NVIDIA Uji Coba Fitur Deteksi Lokasi Cip Demi Cegah Jatuh ke Tangan China

    NVIDIA Uji Coba Fitur Deteksi Lokasi Cip Demi Cegah Jatuh ke Tangan China

    Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan teknologi Amerika Serikat NVIDIA dilaporkan tengah menguji coba software pendeteksi lokasi untuk jajaran cip kecerdasan buatan (AI) miliknya. 

    Hal ini disinyalir sebagai respons atas mencuatnya rumor mengenai penyelundupan cip canggih mereka ke China.

    Melansir dari TechCrunch Kamis (11/12/2025), NVIDIA mengembangkan teknologi verifikasi lokasi yang memungkinkan perusahaan mendeteksi di negara mana sebuah cip beroperasi. 

    Fitur ini dirancang untuk memantau pergerakan perangkat keras bernilai tinggi tersebut dan mencegahnya jatuh ke tangan entitas yang tidak memiliki izin resmi.

    Penerapan fitur keamanan ini menjadi penting di tengah badai spekulasi pasar. Dalam beberapa hari terakhir, muncul sejumlah laporan yang menuduh bahwa model AI milik China, DeepSeek, telah dilatih menggunakan cip NVIDIA Blackwell yang diselundupkan secara ilegal.

    Tuduhan ini mengindikasikan adanya kebocoran serius dalam rantai pasokan global yang memungkinkan teknologi tersebut jadi bahan penyelundupan. 

    Menanggapi isu miring itu, NVIDIA dengan tegas membantah adanya bukti penyelundupan yang sistematis. Dikutip dari TechCrunch, juru bicara NVIDIA menyatakan pihaknya belum menemukan substansi atas klaim adanya manipulasi pusat data untuk tujuan penyelundupan.

    “Kami belum melihat adanya bukti atau menerima petunjuk mengenai ‘pusat data hantu’ (phantom data centers) yang dibangun untuk menipu kami dan mitra OEM kami, yang kemudian dibongkar, diselundupkan, dan direkonstruksi di tempat lain,” ujar juru bicara NVIDIA.

    Lebih lanjut, pihak NVIDIA menegaskan bahwa skenario penyelundupan semacam itu terdengar sangat tidak masuk akal. Menurut mereka, perusahaan berkomitmen untuk tetap mengejar dan menindaklanjuti setiap petunjuk atau laporan dugaan pelanggaran yang mereka terima demi menjaga integritas distribusi produknya.

    Kabar mengenai pengembangan fitur pelacakan ini mencuat hanya berselang beberapa hari setelah adanya pembaruan regulasi dari pemerintah Amerika Serikat. 

    Pada awal pekan ini, NVIDIA dilaporkan telah mendapatkan persetujuan untuk mulai menjual cip AI seri H200 kepada pelanggan tertentu yang telah disetujui di China.

    Namun, perlu dicatat bahwa izin tersebut hanya berlaku untuk cip H200 yang merupakan teknologi generasi sebelumnya. Lampu hijau tersebut tidak mencakup penjualan cip seri Blackwell. 

    Kesenjangan akses teknologi antara H200 dan Blackwell inilah yang disinyalir menjadi pemicu utama munculnya pasar gelap dan upaya penyelundupan yang kini coba ditangkal NVIDIA melalui fitur verifikasi lokasi berbasis latensi tersebut.

    Di sisi lain, mekanisme kerja perangkat lunak ini dinilai cukup canggih karena tidak bergantung pada sistem pemosisian global (GPS) konvensional. Teknologi ini bekerja dengan melacak kinerja komputasi dan menganalisis penundaan (delay) atau latensi dalam komunikasi antar-server.

    Berdasarkan laporan sumber anonim Reuters, variasi waktu respons dalam transmisi data tersebut mampu memberikan indikasi akurat mengenai lokasi fisik geografis di mana cip tersebut sedang dioperasikan.

    Perangkat lunak ini nantinya akan bersifat opsional bagi para pelanggan. NVIDIA berencana memprioritaskan ketersediaan fitur pelacakan ini untuk cip seri Blackwell terlebih dahulu. 

    Seri Blackwell sendiri merupakan lini produk cip AI terbaru dan paling canggih dari NVIDIA yang saat ini menjadi fokus utama pembatasan ekspor teknologi Amerika Serikat. (Muhammad Diva Farel Ramadhan).

  • Angkatan Laut AS Adopsi AI, Teken Kontrak Rp7,4 Triliun dengan Startup Palantir

    Angkatan Laut AS Adopsi AI, Teken Kontrak Rp7,4 Triliun dengan Startup Palantir

    Bisnis.com, JAKARTA —- Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) meneken kontrak US$448 juta atau Rp7,45 triliun dengan perusahaan rintisan Palantir untuk menghadirkan teknologi kecerdasan buatan (AI) pada kapal.

    Dilansir dari The Register Kamis (11/12/2025), Dalam presentasi di Washington DC, Selasa malam, Sekretaris Angkatan Laut AS John Phelan bersama CEO Palantir Alex Karp menjelaskan bahwa investasi besar ini akan menghadirkan teknologi Palantir ke para pembuat kapal, galangan kapal, hingga pemasok penting. Program tersebut diberi nama ShipOS.

    “Setiap pembuat kapal yang bermitra dengan kami akan mendapatkan alat bertenaga AI yang dapat mengoptimalkan pekerjaan mereka secara real time. Seluruh pemasok dalam jaringan pun akan terhubung melalui sistem logistik cerdas,” ujar Phelan.

    Dia menambahkan bahwa kolaborasi ini bukan hanya soal mempercepat produksi, tetapi juga membuka era baru bagi industri maritim AS.

    “Setiap manajer program akan memiliki visibilitas yang belum pernah ada sebelumnya terhadap jadwal, biaya, dan risiko. Kami bukan hanya membangun kapal lebih cepat, tetapi membangun kembali fondasi industri maritim Amerika untuk era AI,” lanjutnya.

    Phelan menegaskan bahwa penguatan sektor pembuatan kapal dan Pangkalan Industri Maritim termasuk prioritas utama dalam permintaan anggaran Angkatan Laut sebesar US$292,2 miliar  atau Rp4.864 triliun untuk 2026. Anggaran tersebut mencakup pembangunan 19 kapal tempur baru dan investasi US$2,5 miliar atau Rp41,6 triliun khusus untuk produsen kapal selam, demi memperbaiki kualitas rantai pasokan mereka.

    Perangkat lunak Palantir akan mulai diterapkan di dua perusahaan pembuat kapal besar, tiga galangan kapal, serta 100 pemasok yang tergabung dalam Pangkalan Industri Maritim (MIB). Program MIB sendiri dibentuk pada 2024 untuk menghidupkan kembali kemampuan produksi dan perbaikan kapal AS.

    Palantir sebelumnya telah bekerja sama dengan MIB melalui penggunaan perangkat lunak manufaktur Warp Speed. Hasil awalnya cukup mencolok. Di General Dynamics Electric Boat perusahaan yang menangani kapal selam nuklir AS proses perencanaan jadwal kapal selam yang sebelumnya memakan 160 jam kini dapat diselesaikan dalam kurang dari 10 menit. 

    Sementara itu, Galangan Kapal Angkatan Laut Portsmouth memangkas waktu peninjauan material dari hitungan minggu menjadi kurang dari satu jam.

    Kepala pertahanan Palantir, Mike Gallagher, mengatakan bahwa kini perusahaannya harus membuktikan manfaat sistem tersebut. “Kita harus membuktikan nilainya. Jika kami berhasil, maka pada akhir program dua tahun ini, perusahaan akan siap menanggung biaya pemeliharaan,” ujarnya.

    Setelah diterapkan sepenuhnya, platform Foundry milik Palantir akan mengumpulkan data dari berbagai sistem mulai dari ERP, database lama, hingga sumber operasional untuk mengidentifikasi hambatan, memperlancar alur kerja teknik, serta membantu mitigasi risiko secara proaktif.

    Analis Wedbush Securities, Dan Ives, menyebut kesepakatan ini sebagai langkah besar untuk Palantir. “Ini adalah tonggak penting bagi platform Foundry. Kami yakin Palantir mampu mengeksekusi proyek ini dalam skala besar,” katanya. (Nur Amalina)

  • Elon Musk Persiapkan IPO SpaceX, Valuasi Rp25 Kuadriliun Terbesar dalam Sejarah

    Elon Musk Persiapkan IPO SpaceX, Valuasi Rp25 Kuadriliun Terbesar dalam Sejarah

    Bisnis.com, JAKARTA — SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, bersiap melantai di bursa (IPO) pada 2026 dengan target valuasi fantastis US$1,5 triliun atau Rp25 kuadriliun. Langkah ini berpotensi menjadi IPO terbesar dalam sejarah.

    Dikutip dari Techcrunch Rabu (10/12/2025), SpaceX, perusahaan eksplorasi luar angkasa yang dipimpin Elon Musk, berencana go public. 

    Perusahaan tersebut disebut-sebut akan melaksanakan penawaran saham perdana (IPO) pada tahun 2026, yang bisa menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah.

    Menurut laporan eksklusif Bloomberg News dan The Information, SpaceX menargetkan untuk melantai di bursa antara pertengahan hingga akhir 2026. 

    Target valuasinya pun tidak main-main, perusahaan membidik nilai pasar sekitar US$1,5 triliun atau Rp25 kuadriliun, dengan rencana menghimpun dana sekitar US$30 miliar atau Rp500 triliun melalui IPO tersebut. 

    Jika tercapai, pencapaian ini akan melampaui rekor IPO terbesar yang saat ini dipegang Saudi Aramco, yang berhasil mengumpulkan US$29 miliar atau Rp484 triliun pada 2019.

    Langkah menuju IPO ini juga menandai perubahan strategi besar bagi perusahaan. Sebelumnya,  perusahaan sempat mempertimbangkan untuk memisahkan divisi internet satelit Starlink untuk IPO, sementara perusahaan induk tetap dijaga privat. Kini, justru keseluruhan SpaceX yang diproyeksikan melantai di bursa, menyoroti potensi pertumbuhan besar dari seluruh ekosistem perusahaan.

    Hanya beberapa hari sebelum kabar rencana IPO mencuat, The Wall Street Journal melaporkan bahwa SpaceX melakukan penjualan saham sekunder untuk karyawan. Penjualan tersebut mematok valuasi perusahaan di kisaran US$800 miliar atau Rp13,4 kuadriliun. 

    Laporan Bloomberg kemudian mengonfirmasi bahwa transaksi saham sekunder itu telah diselesaikan, dengan estimasi valuasi yang bahkan melampaui angka tersebut. Dalam skema itu, karyawan diizinkan menjual saham senilai sekitar US$2 miliar atau Rp33,4 miliar dengan harga US$420 atau Rp 7 juta per saham.

    Informasi dari Reuters Rabu (10/12/2025), mengatakan SpaceX telah memulai diskusi dengan bank-bank mengenai pencatatan saham publik, yang kemungkinan akan terjadi sekitar bulan Juni atau Juli.

    SpaceX berharap dapat menggunakan dana dari penawaran saham perdana untuk mengembangkan pusat data berbasis luar angkasa, termasuk membeli chip yang dibutuhkan untuk menjalankannya, sebuah ide yang diminati Musk selama acara baru-baru ini dengan Baron Capital. (Nur Amalina)

  • Google Luncurkan Fitur Pemeriksaan Scam Real-Time di Android 16

    Google Luncurkan Fitur Pemeriksaan Scam Real-Time di Android 16

    Bisnis.com, JAKARTA — Google mengumumkan sejumlah fitur baru untuk pengguna Android 16, termasuk kemampuan pemeriksaan penipuan secara langsung yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI).

    Fitur tersebut hadir melalui pembaruan aplikasi inti Google seperti Gboard, Phone, Messages, dan Chrome, dengan setidaknya satu fitur masih dalam tahap uji coba beta.

    Sebelumnya, Google telah memperkenalkan beragam fitur keamanan dan produktivitas untuk pengguna Android 16. Salah satu yang paling menonjol adalah integrasi Circle to Search yang kini dapat mendeteksi potensi penipuan secara instan.

    Fitur pemeriksaan penipuan ini memungkinkan pengguna untuk segera memverifikasi keaslian pesan atau konten yang mencurigakan. Saat pengguna menyeleksi konten di layar yang diduga penipuan, sistem akan otomatis menampilkan ringkasan berbasis AI yang diambil dari berbagai sumber web.

    Menurut Google, ringkasan tersebut akan menyoroti apakah konten yang dimaksud tampak mencurigakan dan memberikan saran langkah selanjutnya. Google memposisikan fitur ini sebagai cara untuk mendapatkan panduan kontekstual secara cepat saat pengguna sedang membaca percakapan atau pesan teks.

    Melansir dari Android Police Rabu (10/12/2025), selain fitur pemeriksaan penipuan, Google juga memperkuat keamanan melalui kontrol yang lebih mudah untuk grup chat yang tidak diinginkan di aplikasi Messages.

    Aplikasi Google Messages akan menambahkan peringatan yang lebih jelas dan opsi tindakan cepat untuk undangan grup chat dari nomor yang tidak dikenal. Ketika ditambahkan ke grup oleh pengirim yang tidak dikenal, pengguna akan melihat peringatan yang berisi detail utama grup dan tips keamanan.

    Fitur ini juga dilengkapi dengan opsi satu ketukan untuk keluar dari chat, memblokir pengundang, atau melaporkan percakapan sebagai spam. Perubahan ini ditujukan untuk mengurangi hambatan saat pengguna harus memutuskan cara menangani undangan grup yang tidak diminta.

    Pembaruan Android 16 juga menghadirkan fitur “Expressive Captions” yang menghasilkan teks real-time dengan penanda konteks untuk nada bicara dan suara sekitar. Teks dapat menampilkan penanda intensitas dan tag seperti sorakan dan tepuk tangan, serta kini juga menunjukkan label emosional seperti gembira atau sedih.

    Google menyatakan tujuannya adalah memberikan konteks lebih kepada penonton saat audio dimatikan, misalnya pada video pendek, livestream, atau story media sosial, dengan menampilkan isyarat non-verbal di samping teks transkripsi.

    Aplikasi Phone by Google juga akan memperkenalkan fitur Call Reason yang saat ini masih dalam tahap pengujian beta. Fitur tersebut memungkinkan penelepon menandai panggilan keluar ke kontak tersimpan sebagai “mendesak” (urgent), yang kemudian akan ditampilkan pada layar panggilan masuk penerima.

    Jika penerima melewatkan panggilan, tanda “urgent” tetap terlihat di riwayat panggilan untuk memberi sinyal permintaan penelepon agar segera direspons. Google memposisikan ini sebagai cara untuk memberi sinyal situasi sensitif waktu seperti masalah akses atau peluang dengan jendela waktu terbatas.

    Sebagian besar penambahan fitur ini hadir melalui aplikasi inti Google, dengan setidaknya satu fitur masih dalam tahap beta testing sebelum diluncurkan secara penuh kepada seluruh pengguna Android 16 di seluruh dunia. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Panduan Lengkap Cara Menggunakan Fitur Shared Feed TikTok

    Panduan Lengkap Cara Menggunakan Fitur Shared Feed TikTok

    Bisnis.com, JAKARTA — TikTok kini menghadirkan Shared Feed. Fitur ini bukan sekadar mengirim video ke DM, melainkan menciptakan ruang tontonan pribadi, layaknya bioskop mini yang dibuat khusus untuk kamu dan teman terdekat.

    Fitur ini memungkinkan kalian berdua untuk menonton, menyukai, dan berkomentar pada kumpulan video di dalam obrolan Pesan Langsung (DM) yang sama. Setiap hari, TikTok akan menyajikan 15 video yang dipilih berdasarkan gabungan minat kamu dan teman terdekat.

    Shared Feed berbeda total dengan Repost (Posting Ulang). Repost hanya menempatkan video di tab profil kamu, sementara Shared Feed menciptakan interaksi tontonan dan diskusi pribadi. Berikut panduan lengkap yang kami sajikan untuk mu!

    Untuk memulai pengalaman nonton bareng ini, ikuti langkah-langkah sederhana berikut:

    1. Buka Obrolan DM Teman

    Masuk ke aplikasi TikTok, lalu buka Pesan Langsung (DM) dengan teman yang ingin kamu ajak menggunakan Shared Feed.

    2. Kirim Undangan Shared Feed

    Di dalam obrolan, cari Prompt atau Undangan untuk membuat “Shared Feed” yang biasanya muncul di bagian bawah atau di area chat. Ketuk prompt tersebut untuk mengirimkan undangan.

    3. Teman Menerima Undangan

    Temanmu harus menerima undangan tersebut. Ingat, syarat utama untuk menggunakan fitur ini adalah kamu dan temanmu harus saling mengikuti (follow) di TikTok.

    4. Nonton dan Berinteraksi

    Setelah undangan diterima, Shared Feed akan otomatis dibuat dan langsung menghasilkan 15 video baru setiap hari. kamu bisa Menonton video tersebut, mengirim pesan, berkomentar, dan menyukai video, semua langsung di dalam chat yang sama.

    5. Lacak Riwayat Tontonan

    Setelah kamu berdua selesai menonton ke 15 video, kamu bisa melihat metrik termasuk video mana yang sama-sama kamu sukai dalam riwayat “Suka Bersama” (Shared Likes).

    Undangan tidak harus diterima, dan salah satu pihak dapat dengan mudah keluar dari Umpan Bersama kapan saja, sehingga kamu tetap memegang kendali penuh.

    Selain Shared Feed, TikTok juga menghadirkan cara baru untuk berbagi keceriaan, terutama saat musim liburan tiba Kartu Ucapan di dalam DM.

    Fitur ini memungkinkan kamu memilih opsi kartu ucapan, menulis pesan pribadi, dan mengirimkannya. Pesan tersebut akan dibuka oleh temanmu dengan animasi meriah yang menyenangkan. Ini adalah cara yang unik dan menarik untuk mengirimkan salam dan pesan hangat selama momen spesial, dan siap diluncurkan secara global pada akhir bulan ini.

    Perlu diingat bahwa baik fitur Shared Feed maupun Kartu Ucapan berada di dalam Pesan Langsung (DM). Oleh karena itu fitur DM tidak tersedia untuk akun remaja di bawah usia 16 tahun. (Nur Amalina)

  • Cara Mudah Update Windows 11, Penampilan Baru hingga Integrasi Copilot AI

    Cara Mudah Update Windows 11, Penampilan Baru hingga Integrasi Copilot AI

    Bisnis.com, JAKARTA — Microsoft mulai meluncurkan update Patch Tuesday terakhir untuk tahun 2025 bagi pengguna Windows 11 pada Selasa (9/12/2025). Pembaruan penutup tahun ini menghadirkan sejumlah fitur signifikan, perbaikan bug, serta penyelarasan desain antarmuka yang lebih konsisten.

    Pembaruan edisi Desember 2025 akan berfokus pada penyelesaian inkonsistensi desain antara menu Start dan Windows Search, serta menghadirkan versi File Explorer yang lebih matang dengan peningkatan pada mode gelap. Microsoft juga terus memindahkan fungsionalitas dari Control Panel lama ke dalam aplikasi Settings modern, termasuk pengaturan perangkat input.

    Desain Visual Lebih Konsisten

    Salah satu perbaikan yang paling menonjol dalam pembaruan terakhir tahun 2025 ini adalah pada panel Windows Search. Microsoft akhirnya menyelaraskan ketinggian panel pencarian agar sesuai dengan desain menu Start yang baru. 

    Pengguna yang menyukai tampilan antarmuka gelap akan mendapatkan pengalaman yang lebih konsisten di File Explorer. Sebagai bagian dari Pembaruan Keamanan Desember 2025, Microsoft memperluas penerapan tema gelap ke berbagai kotak dialog, termasuk jendela proses penyalinan, pemindahan, dan penghapusan file. Peningkatan visual ini juga menjangkau bilah kemajuan, tampilan grafik, serta dialog konfirmasi seperti skip, override, pesan kesalahan, dan pemilihan file.

    Aplikasi Settings Makin Lengkap

    Aplikasi Settings mendapatkan serangkaian pembaruan yang besar, terutama pada halaman Beranda. Pengguna kini akan menemukan kartu “Device info” baru setelah menginstal pembaruan ini. Panel tersebut menampilkan spesifikasi teknis utama komputer secara ringkas, mencakup informasi prosesor, penyimpanan, memori, dan kartu grafis.

    Halaman “About” juga mengalami desain ulang. Dalam tampilan baru ini, Microsoft menghilangkan panel spesifikasi di bagian atas dan menggantinya dengan thumbnail latar belakang desktop yang dilengkapi opsi untuk mengubah nama komputer secara langsung.

    Microsoft terus mengintegrasikan pengaturan perangkat seluler langsung ke dalam aplikasi Settings. Meskipun fitur pengelolaan perangkat seluler sudah ada sebelumnya, pembaruan ini memungkinkan konfigurasi dilakukan tanpa perlu membuka jendela terpisah, sehingga pengalaman pengguna menjadi lebih terpadu.

    Control Panel Makin Ditinggalkan

    Dalam upaya memodernisasi sistem, pembaruan Patch Tuesday Desember 2025 juga memindahkan pengaturan keyboard dan kursor teks dari Control Panel lama ke aplikasi Settings.

    Pengguna kini dapat menemukan opsi untuk mengontrol penundaan pengulangan dan laju pengulangan karakter keyboard melalui menu Settings, Bluetooth & devices, Keyboard. Fitur Virtual Workspaces kini hadir untuk mempermudah pengelolaan fitur virtualisasi di Windows 11.

    Copilot AI Makin Terintegrasi

    Sektor kecerdasan buatan tetap menjadi prioritas Microsoft. Dalam rilis ini, terdapat penambahan fitur baru pada Taskbar, yakni opsi “Share with Copilot”. Fitur ini muncul pada thumbnail aplikasi di Taskbar dan memungkinkan pengguna untuk memulai percakapan dengan chatbot menggunakan Copilot Vision secara cepat.

    Bagi pengguna PC kategori Copilot+, Microsoft memperkenalkan menu konteks baru untuk fitur “Click to Do”. Desain baru ini menyelaraskan tindakan seperti Copy, Save, Share, dan Open dalam satu baris di bagian atas, menyerupai tata letak menu konteks pada File Explorer.

    Cara Update Windows 11 di PC

    Berikut adalah panduan lengkap cara mengupdate Windows 11.

    -Pertama klik tombol Start (logo Windows di taskbar),

    -lalu pilih ikon Settings (Pengaturan),

    -Di menu sebelah kiri paling bawah, klik Windows Update. Kemudian klik tombol biru bertuliskan Check for updates (Periksa pembaruan).

    Jika update tersedia, Windows akan mengunduh dan menginstalnya secara otomatis. Jika diminta, klik Restart now untuk menyelesaikan instalasi. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)