Category: Bisnis.com Tekno

  • Pakar Sorot Komitmen Pembangunan Calon Peserta Seleksi 1,4 GHz

    Pakar Sorot Komitmen Pembangunan Calon Peserta Seleksi 1,4 GHz

    Bisnis.com, JAKARTA — Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang mengizinkan operator jaringan tetap lokal berbasis packet switched (jartaplok) ikut lelang frekuensi 1,4 GHz menuai sorotan. Pemenuhan komitmen penggelaran jaringan perusahaan yang terlibat seleksi perlu dipastikan. 

    Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi meminta agar Komdigi mendalami komitmen perusahaan jartaplok terlibat seleksi, dalam pemenuhan kewajiban pemerataan jaringan lewat infrastruktur serat optik selama ini.

    Menurutnya, penetrasi serat optik rendah karena perusahaan jartaplok tidak memenuhi komitmen pembangunan dan penggelaran jaringan yang mereka kantongi saat mendapat izin. Oleh sebab itu, komdigi diminta untuk memastikan pemenuhan komitmen para peserta terlebih dahulu.

    “Jangan sampai penetrasi broadband Indonesia tertunda hanya karena operator tak memenuhi janji fiber mereka,” kata Heru, Sabtu (22/2/2025).

    Heru menegaskan izin jartaplok semestinya fokus pada pengembangan jaringan fiber optik, bukan spektrum frekuensi. Menurutnya, mayoritas pemegang izin jartaplok belum memenuhi komitmen awal membangun infrastruktur fiber. 

    Kekhawatiran lainnya adalah frekuensi 1,4 GHz akan memiliki Biaya Hak Penggunaan (BHP) lebih murah dibanding frekuensi seluler.

    Heru khawatir hal ini memicu persaingan tidak sehat karea operator jartaplok bisa menawarkan layanan lebih murah tanpa beban BHP tinggi. Sementara itu, operator seluler yang sudah membayar BHP mahal terancam merugi. 

    Heru juga mengingatkan Komdigi untuk belajar dari kasus Natrindo Telepon Seluler (NTS) dan Cyber Access Communication (CAC).

    NTS merupakan pengelola frekuensi Axis bangkrut. Perusahaan beroperasi di Indonesia hingga akhirnya pada 2012 dijual ke XL Axiata. Sementara itu CAC sempat memegang frekuensi 2100/1800 MHz, terpaksa menjual saham ke Hutchison Telecom (2006) akibat lemahnya modal. 

    “Frekuensi jangan sampai dikuasai perusahaan yang hanya ingin mempercantik laporan keuangan lalu dijual,” kata Heru. 

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyampaikan seleksi pita frekuensi 1,4 GHz saat ini telah masuk pada tahap finalisasi. Pemerintah dalam jalur menghadirkan layanan internet tetap (fixed broadband) yang terjangkau bagi masyarakat.

    Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Wayan Toni Supriyanto mengatakan dalam merealisasikan internet cepat terjangkau Komdigi membuka ruang sebesar-besarnya kepada para penyelenggara telekomunikasi untuk turut berkontribusi dalam mempercepat penetrasi layanan fixed broadband di Indonesia. 

    Untuk kriteria peserta seleksi pita frekuensi 1,4 GHz akan ditentukan kemudian di dalam Dokumen Seleksi. Namun dipastikan selam mengantongi izin jaringan tetap lokal berbasis packet switched (jartaplok), perusahaan telekomunikasi dapat terlibat.

    “Saat ini proses penyusunan masuk pada tahap finalisasi regulasi setelah menggelar konsultasi publik pada 17 Januari-2 Februari 2025,” kata Wayan kepada Bisnis, dikutip Sabtu (22/2/2025).

  • Surge (WIFI) Ungkap Asal-usul Internet Murah 100 Mbps Seharga Rp100.000

    Surge (WIFI) Ungkap Asal-usul Internet Murah 100 Mbps Seharga Rp100.000

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (Surge) akan menyediakan layanan internet 100 mbps seharga Rp100.000. Jauh lebih murah dibandingkan dengan paket yang ada saat ini. 

    Untuk diketahui, harga paket internet rumah di Indonesia berkisar Rp250.000-Rp350.000 untuk kecepatan 50 Mbps, adapun menawarkan Mbps yang lebih tinggi dengan harga Rp100.000.

    Dalam keterangan resminya, emiten berkode sama WIFI itu menjelaskan layanan tersebut merupakan pembagian dari kapasitas HUB di Stasiun Cirebon sebesar 200 GB. 

    Dari jumlah tersebut, 100 GB dimanfaatkan untuk penyediaan internet murah untuk masyarakat sekitar.

    Direktur Utama Surge Yune Marketatmo menyebut layanan internet berkecepatan 100 Mbps dengan harga terjangkau senilai Rp100.000 ini diharapkan bisa mempercepat transformasi digital di Indonesia.

    “Kami terus berkomitmen untuk meningkatkan pemerataan akses dan kecepatan internet di Indonesia,” ujar dia dalam siaran pers, Jumat (21/2/2025).

    Sebelumnya, Surge menggandeng Orex Sai, sebuah perusahaan patungan antara NTT DOCOMO dan NEC, bekerja sama mendorong program “Surge-OREX SAI Affordable Internet Disruptive Program”, bertujuan untuk menghadirkan solusi 5G Fixed Wireless Access (“FWA”) berbasis teknologi Open RAN yang transformatif kepada jutaan rumah tangga di Indonesia.

    Surge saat ini memiliki jaringan fiber optic yang membentang di sepanjang rel kereta api di Pulau Jawa. Jaringan tersebut telah dinikmati oleh sekitar 150.000 rumah, dan sedang dalam proses pengembangan.

    Adapun, pengembangan dilakukan untuk menjangkau hingga 5 juta rumah, atau lebih dari 30 kali lipat dari jumlah saat ini, dengan harapan makin banyak masyarakat yang dapat menikmati internet terjangkau berkualitas.

    “Menyediakan internet murah bagi 25 juta masyarakat yang tinggal di sepanjang rel kereta di Pulau Jawa dengan radius 5 km sangatlah realistis,” kata Yune.

    Untuk diketahui, Surge mengoperasikan lebih dari 6.900 km infrastruktur serat optik di sepanjang koridor kereta api, dengan kapasitas 144-core dan hingga 64 Tbps bandwidth.

    Perusahaan juga memiliki jaringan akses FTTH (fiber-to-the-home) yang menjangkau lebih dari 150.000 sambungan broadband dengan tingkat pemanfaatan lebih dari 90%.

    Langkah Surge sejalan dengan komitmen pemerintah yang tengah mendorong internet cepat rumah dengan harga murah. 

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan menggelara seleksi pita frekuensi 1,4 GHz dengan tujuan menghadirkan layanan internet tetap (fixed broadband) yang terjangkau bagi masyarakat.

    Inisiatif ini diharapkan dapat menyediakan akses internet cepat di perumahan dengan biaya yang ramah di kantong, alih-alih mengejar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang lebih tinggi.

    Komdigi memperkirakan harga layanan internet rumah yang hadir dari layanan internet cepat nirkabel atau broadband wireless acces (BWA) pita 1,4 GHz ini sekitar Rp100.000-Rp150.000 per bulan untuk kecepatan 100 Mbps.

    Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Wayan Toni Supriyanto mengatakan dalam merealisasikan harapan tersebut Komdigi membuka ruang sebesar-besarnya kepada para penyelenggara telekomunikasi untuk turut berkontribusi dalam mempercepat penetrasi layanan fixed broadband di Indonesia. 

    Untuk kriteria peserta seleksi pita frekuensi 1,4 GHz akan ditentukan kemudian di dalam Dokumen Seleksi. 

    “Dengan berpegang pada tujuan bahwa layanan internet murah ini yaitu hanya untuk layanan Internet yang sifat penerimaannya adalah tetap, seperti misalnya di rumah-rumah, sekolah, puskesmas, dan lain-lain,” kata Wayan.

  • Seleksi Pita Frekuensi 1,4 GHz Masuk Tahap Finalisasi Regulasi

    Seleksi Pita Frekuensi 1,4 GHz Masuk Tahap Finalisasi Regulasi

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyampaikan seleksi pita frekuensi 1,4 GHz saat ini telah masuk pada tahap finalisasi regulasi. Pemerintah dalam jalur menghadirkan layanan internet tetap (fixed broadband) yang terjangkau bagi masyarakat.

    Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Wayan Toni Supriyanto mengatakan dalam merealisasikan internet cepat terjangkau Komdigi membuka ruang sebesar-besarnya kepada para penyelenggara telekomunikasi untuk turut berkontribusi dalam mempercepat penetrasi layanan fixed broadband di Indonesia. 

    Untuk kriteria peserta seleksi pita frekuensi 1,4 GHz akan ditentukan kemudian di dalam Dokumen Seleksi. Namun dipastikan selam mengantongi izin jaringan tetap lokal berbasis packet switched (jartaplok), perusahaan telekomunikasi dapat terlibat. 

    “Saat ini proses penyusunan masuk pada tahap finalisasi regulasi setelah menggelar konsultasi publik pada 17 Januari-2 Februari 2025,” kata Wayan kepada Bisnis, dikutip Sabtu (22/2/2025).

    Diketahui,  Komdigi berencana mengalokasikan pita frekuensi 1,4 GHz untuk keperluan Broadband Wireless Access (BWA) atau layanan internet cepat tetap nirkabel. Komdigi menunggu masukan publik guna menyusun regulasi pemanfaatan seleksi tersebut. 

    BWA adalah teknologi khusus akses internet berkecepatan tinggi secara nirkabel (tanpa kabel) di area yang luas.

    Beberapa teknologi yang termasuk dalam BWA antara lain Wi-Fi, WiMAX atau teknologi nirkabel jarak jauh yang dapat mencakup area yang lebih luas daripada Wi-Fi, 4G/5G, hingga satelit. 

    Hinet (Berca) dan Bolt adalah beberapa merek Wimax yang terkenal pada masanya. 

    Komdigi menyampaikan terobosan kebijakan tersebut nantinya akan tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio pada Pita Frekuensi Radio 1,4 GHz.

    Wayan juga mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan seleksi pita frekuensi 1,4 GHz, kemudian baru pita frekuensi 700 MHz. Wayan tidak menjelaskan alasan seleksi 1,4 GHz lebih diprioritaskan, tetapi diduga berkaitan dengan rencana mendorong hadirnya internet cepat tetap nirkabel (FWA) yang mumpuni. 

    “Rencana kami saat ini, setelah seleksi/evaluasi pita frekuensi 1,4 GHz akan disusul kemudian dengan proses seleksi pita frekuensi 700 MHz dan pita frekuensi seluler lainnya,” kata Wayan. 

    Dalam draf Rancangan Peraturan Menteri tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio pada Pita Frekuensi 1,4 GHz diketahui bahwa hak penggunaan frekuensi diberikan dalam bentuk IPFR kepada penyelenggara jaringan tetap lokal berbasis packet Switched dengan wilayah layanan regional. 

    Ada 3 regional dengan jumlah zona layanan yang berbeda-beda. Regional 1 terdiri atas zona 4, zona 5, zona 6, zona 7, zona 9, dan zona 10. 

    Sementara itu regional 2 terdiri dari zona 1, zona 2, zona 3, zona 8, dan zona 15. Terakhir, Regional 3 terdiri dari zona 11, zona 12, zona 13, dan zona 14. 

  • Bos Surge (WIFI) Ungkap FWA Bisa Percepat Penetrasi 5G di RI

    Bos Surge (WIFI) Ungkap FWA Bisa Percepat Penetrasi 5G di RI

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge menilai FWA (Fixed Wireless Access) bisa menjadi jawaban untuk mempercepat penetrasi internet di Indonesia, salah satunya penetrasi 5G.

    Direktur Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge Yune Marketatmo menyampaikan bahwa untuk mendorong 5G, pemerintah perlu memperbanyak FWA untuk mempercepat penetrasi tersebut.

    Yune menuturkan, FWA sangat sukses digunakan di negara lainnya seperti Amerika untuk mendorong penetrasi penggunaan internet.

    “Nah kalau kita mau pakai 5G untuk FWA itu akan berhasil sih. Karena itu nanti lebih terkonsentrasi gitu loh. Kalau mobile itu biayanya besar sekali,” kata Yune di Jakarta, Jumat (21/2/2025).

    Yune pun menyebut rencana pemerintah yang sedang membuka seleksi pita frekuensi 1,4 GHz bisa dialokasikan untuk FWA.

    Sebab, dari beberapa referensi yang dirinya lihat dan pelajari, FWA memiliki keberhasilan yang besar untuk memperluas pengguna internet.

    Ketika ditanya apakah Surge akan mengikuti lelang spektrum yang dilakukan Komdigi, Yune mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui akan mengikuti lelang spektrum 1,4 GHz atau tidak.

    Sebab, saat ini pihaknya berfokus ke fiber optik dan belum memiliki jaringan dari frekuensi.

    “Dan kami sudah punya formulanya nih untuk bisa bergerak cepat supaya bisa menaikkan penetrasinya di Indonesia,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Yune pun menuturkan bahwa sampai dengan saat ini pelanggan dari WIFI sudah mencapai 100.000 pengguna. Dirinya pun menargetkan pelanggan bisa mencapai 25 juta rumah.

    “Tapi ke depan ini kita sudah mendapatkan kepercayaan kan dari bank, Bank BNI. Sehingga ini akselerasinya akan lebih cepat lagi sih. Kalau saya sih punya, udah saya juga disclose di media, saya punya [target] 25 juta rumah,” ucap Yune.

  • Intip Rencana Telkomsel Perluas Jaringan 5G di 2025

    Intip Rencana Telkomsel Perluas Jaringan 5G di 2025

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) berkomitmen untuk terus mendorong penetrasi 5G di Indonesia.

    Direktur Network Telkomsel Indra Mardiatna mengatakan Tekomsel bakal terus mengembangkan jaringan 5G di 2025.

    Aplagi, pada tahun 2024 Telkomsel telah mengembangkan jaringan 5G ke perumahan, kluster, dan di kota-kota besar di seluruh Indonesia.

    “Kita akan lanjutkan lagi di beberapa tempat kota-kota yang kita anggap bahwa ini (jaringan 5G) menjadi salah satu yang dibutuhkan,” kata Indra dalam agenda Tech and Telco Summit 2025, Jumat (21/2/2025).

    Indra pun mengatakan bahwa 5G menjadi salah satu pendukung yang besar bagi transformasi digital.

    Dia berharap banyak turunan use cases yang bisa diakselerasi dengan 5G. Baik pada sisi konsumer maupun di enterprise.

    Maka dari itu, dirinya mengharapkan adanya dukungan dan kolaborasi dengan semua pihak, terutama dengan pemerintah untuk mengembangkan jaringan 5G.

    “Misalnya affordable, bukan hanya affordable connectivity, tapi affordable untuk 5G dan sebagainya. Sehingga bisa merata, bisa dinikmati oleh semua kalangan,” ujarnya.

    Adapun, Telkomsel mencatat sebanyak 11,5 juta pelanggan Telkomsel di Indonesia sudah menggunakan HP 5G.

    Kondisi ini membuat Telkomsel semakin gencar untuk menangkap peluang bisnis jaringan 5G di kota-kota besar, seiring meningkatnya penggunaan gawai 5G di Indonesia.

    Direktur Network Telkomsel Indra Mardiatna mengatakan bahwa perseroan sudah memiliki jaringan 5G di beberapa kota-kota besar. Namun, ternyata tren smartphone di Bali sebanyak 22% dari angka 11,5 juta atau sekitar 2,53 juta orang.

    “Bali dikenal oleh wisawatan asing. Ini juga untuk mendukung industri perhotelan dan pelabuhan, serta pelaku UMKM yang ingin melakukan transaksi yang cepat,” ungkapnya Jumat (23/8/2024) malam.

  • Komidigi dan BSSN Akan Perkuat Keamanan PDN

    Komidigi dan BSSN Akan Perkuat Keamanan PDN

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) Nugroho Sulistyo Budi guna membahas keamanan siber Indonesia, termasuk pada infrastruktur Pusat Data Nasional (PDN).

    Pertemuan yang terjadi pada, Jumat (21/2/2025) pagi ini merupakan bentuk sinergi dari Komdigi dan BSSN untuk menjaga keamanan siber tanah air.

    Apalagi, Meutya mengatakan bahwa Komdigi dan BSSN merupakan memimpin desk keamanan siber yang saat ini tengah bekerja dan koordinasi. Sehingga pertemuan hari ini menjadi amat sangat penting.

    “Jadi mudah-mudahan harapan kami dengan Kepala BSSN yang baru kita akan bisa lebih bersinergi untuk menjaga keamanan siber kita,” kata Meutya di Komdigi, Jumat (21/2/2025).

    Di tempat yang sama, Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menyampaikan kedatangan dirinya pagi ini untuk melakukan silaturahmi karena Komdigi merupakan salah satu mitra dari BSSN.

    Apalagi jika bicara tentang perlindungan keamanan sistem, Nugroho menuturkan banyak regulasi-regulasi yang akan bersinggungan dengan kewenangan dari Komdigi.

    “Sehingga kita berharap ke depan apa yang menjadi peran, tugas, dan fungsi dari Komdigi bersinergi dengan BSSN dapat diselenggarakan dengan maksimum,” ucapnya.

    Lebih lanjut, untuk program jangka pendek yang akan dikerjakan BSSN dan Komdigi, Nugroho menyebutkan kedua belah pihak bakal berfokus terhadap Pusat Data Nasional (PDN) dan perlindungan data.

    “Kita kan ada bersinergi dalam kaitan dengan PDN. Banyak hal yang harus kita lakukan, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan pelindungan data pribadi,” ujar Nugroho.

    Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan pusat data nasional (PDN) di Cikarang bakal beroperasi dalam waktu dekat. Saat ini masuk dalam tahap evaluasi keamanan siber guna mengantisipasi kasus PDNS 2 kembali terulang.

    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan PDN Cikarang bakal beroperasi setelah evaluasi terakhir selesai, terutama untuk cybersecurity.

    “Kita kan tidak mau terulang lagi ya apa yang terjadi dengan PDNS,” kata Nezar di Komdigi, Senin (17/2/2025).

    Diketahui, pada Kamis (20/6/2024) terjadi gangguan atau serangan pada Pusat Data Nasional yang berdampak pada beberapa layanan publik. Serangan siber ransomware telah membuat lumpuh Pusat Data Nasional alias PDN nyaris lumpuh 4 hari. 

    Aksi peretas Locbit 3.0 itu menunjukan sistem keamanan siber pemerintah masih rawan sekaligus membuktikan bahwa tidak ada tempat aman untuk perlindungan data. 

    Adapun soal Lockbit 3.0 yang meretas PDN, adalah salah satu grup peretas yang aktif sejak 2019 yang pada awalnya dikenal dengan nama ABCD. Mereka merupakan grup operator ransomware.

    Akibat serangan LocBit 3.0, sebanyak 210 sistem milik pemerintah pusat maupun daerah diketahui terdampak, yang paling parah tentu adalah Imigrasi. Alhasil pelayanan Imigrasi mengalami gangguan.

    Nezar menyampaikan bahwa PDN Cikarang bakal betul-betul beroperasi setelah standar untuk cybersecurity terpasang dengan baik.

    “Jadi kita pastikan betul bisa beroperasi dengan comply dengan sejumlah aturan dan standar utama untuk cybersecurity,” ujarnya.

  • TikTok PHK Ratusan Karyawan di Asia hingga Eropa Imbas AI, Di AS Nasib Tak Menentu

    TikTok PHK Ratusan Karyawan di Asia hingga Eropa Imbas AI, Di AS Nasib Tak Menentu

    Bisnis.com, JAKARTA — TikTok, sosial media commerce asal China, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan di unit Trust & Safety yang bertanggung jawab atas moderasi konten di Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika mulai 20 Februari 2025.

    PHK ini terjadi di tengah ketidakpastian nasib TikTok di Amerika Serikat dan peralihan perusahaan ke moderasi berbasis AI.  

    Dilansir dari Reuters, Jumat (21/2/2025),  dua sumber anonim mengatakan bahwa Adam Presser, kepala operasi aplikasi yang juga mengawasi unit tersebut, mengirim memo kepada staf pada hari Kamis untuk memberitahu mereka tentang kepindahan tersebut.

    PHK dimulai pada hari yang sama untuk tim di Asia dan Eropa, Timur Tengah dan Afrika, kata dua sumber. yang mengetahui. Dikabarkan jumlah yang terdampak hingga ratusan karyawan.

    Sementara itu, Malaymail melaporkan bahwa restrukturisasi ini dilakukan setelah pertimbangan matang selama berbulan-bulan, bertujuan meningkatkan efisiensi operasional dan memenuhi kebutuhan bisnis dengan lebih baik.

    Di antara yang terdampak adalah manajer produk trust and safety Eric Tan, yang membagikan di LinkedIn bahwa ia “terbangun oleh kabar mengejutkan” tentang pemutusan hubungan kerjanya.

    Adapun PHK ini terjadi di tengah ketidakpastian nasib mereka di pasar terbesarnya di Amerika Serikat. 

    Bloomberg News pada bulan Januari melaporkan bahwa pejabat China sedang mengevaluasi kemungkinan yang akan memungkinkan orang terkaya di dunia dan pendukung Presiden Donald Trump itu untuk mengakuisisi bisnis TikTok di AS jika perusahaan tersebut gagal menghindar dari larangan pemerintah Paman Sam. 

    Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya mencoba melarang aplikasi besutan Bytedance Ltd asal China dengan alasan keamanan nasional.

    Dalam proses evaluasi tersebut, Elon Musk justru berkomentar mengenai isu pembelian TikTok pada sebuah konferensi di Jerman, yang diselenggarakan oleh konglomerat media Jerman AxelSpringer, Mathias Doepfner, pada bulan lalu.

    “Saya tidak pernah mengajukan penawaran untuk TikTok,” ujarnya yang bergabung melalui video pada konferensi tersebut.

    “Saya tidak punya rencana apapun mengenai apa yang akan dilakukan jika punya TikTok,” tambahnya.

    Dia juga menyebut tidak menggunakan aplikasi populer itu secara personal. “Saya tidak berhasrat untuk mengakuisisi TikTok,” kata Elon Musk, yang membeli Twitter pada 2022 sebelum mengganti nama layanan media sosial tersebut menjadi X.

    Imbas AI

    Pada Oktober 2024, Induk usaha platform media sosial TikTok, ByteDance, telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada lebih dari 700 pekerja dari unitnya di Malaysia. 

    Pemecatan ini seiring dengan upaya perusahaan mengalihkan fokusnya ke arah penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang lebih besar dalam moderasi konten.

    Mengutip Reuters pada Jumat (11/10/2024) berdasarkan informasi dari sumber yang mengetahui masalah tersebut para karyawan yang sebagian besar terlibat dalam operasi moderasi konten perusahaan diberitahu tentang pemecatan mereka melalui email pada Rabu (9/10) malam.

    Satu Kabar tersebut juga telah dikonfirmasi pihak TikTok pada hari Jumat. Namun, TikTok menyebut pihaknya tidak dapat memberikan angka pasti mengenai jumlah karyawan yang terkena dampak di Malaysia.

  • Premium
                    
                                                
                    10 jam yang lalu
                
                            
            
                                    9 Bulan Starlink Beroperasi dan Kegelisahan Pengusaha Internet Lokal

    Premium 10 jam yang lalu 9 Bulan Starlink Beroperasi dan Kegelisahan Pengusaha Internet Lokal

    Premium

    10 jam yang lalu

    9 Bulan Starlink Beroperasi dan Kegelisahan Pengusaha Internet Lokal

  • TikTok PHK Massal Lagi, Pegawai di Seluruh Dunia Terdampak

    TikTok PHK Massal Lagi, Pegawai di Seluruh Dunia Terdampak

    Bisnis.com, JAKARTA – TikTok dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap sejumlah staf di unit kepercayaan dan keamanan yang bertanggung jawab atas moderasi konten.

    Melansir dari Reuters, Jumat (21/2/2025) informasi ini diperoleh dari tiga sumber yang mengetahui situasi tersebut pada Kamis.

    Menurut dua sumber, Adam Presser, kepala operasi TikTok yang juga memimpin unit kepercayaan dan keamanan, mengirim memo kepada staf pada hari yang sama untuk memberitahukan perubahan tersebut.

    Pemutusan hubungan kerja ini dimulai pada hari yang sama di wilayah Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, kata dua sumber tersebut. Hingga saat ini, TikTok belum memberikan komentar terkait isu ini.

    Restrukturisasi ini terjadi di tengah ketidakpastian mengenai masa depan TikTok. Aplikasi video pendek yang sangat populer, yang digunakan oleh hampir setengah dari populasi Amerika Serikat, sempat menghadapi ancaman berhenti beroperasi pada bulan lalu.

    Ancaman tersebut muncul setelah undang-undang yang diberlakukan pada 19 Januari mengharuskan pemilik TikTok, ByteDance dari China, untuk menjual aplikasi tersebut atau menghadapi larangan dengan alasan masalah keamanan nasional.

    Pada Januari tahun lalu, CEO TikTok, Shou Chew, bersaksi di hadapan Kongres bersama kepala perusahaan besar lainnya, seperti Mark Zuckerberg dari Meta, di mana anggota parlemen menuduh mereka gagal melindungi anak-anak dari ancaman pelecehan seksual yang meningkat di platform mereka.

    Dalam sidang tersebut, Chew berjanji bahwa TikTok akan menginvestasikan lebih dari US$2 miliar untuk meningkatkan upaya menjaga kepercayaan dan keamanan platform.

    Pada bulan Oktober lalu, TikTok juga melakukan pemutusan hubungan kerja besar-besaran terhadap ratusan karyawan di seluruh dunia, termasuk sejumlah besar staf di Malaysia, sebagai bagian dari strategi untuk mengalihkan fokus ke penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam moderasi konten.

    Meskipun TikTok menyatakan memiliki lebih dari 40.000 profesional yang bekerja di bidang kepercayaan dan keamanan di seluruh dunia, Reuters belum dapat memastikan sejauh mana pemotongan ini berdampak pada jumlah staf yang terkena dampaknya.

  • Amazon Tutup Appstore untuk Android, 600.000 Pengembang Aplikasi Terdampak

    Amazon Tutup Appstore untuk Android, 600.000 Pengembang Aplikasi Terdampak

    Bisnis.com, JAKARTA — Amazon, perusahaan e-commerce asal Amerika Serikat, menutup toko aplikasi (app store) untuk Android setelah 14 tahun bersaing dengan Google Play. Appstore Amazone berhenti per 20 Agustus 2025. 

    Dilansir dari GSMArena, Jumat (21/2/2025), langkah ini disertai penutupan program Amazon Coins dan pembatasan akses aplikasi bagi 500.000+ pengguna global.  

    Sementara itu analis GSMArena menilai langkah yang diambil Amazon merupakan langkah yang rasional untuk tetap bertahan di tengah persaingan yang makin ketat. Perusahaan harus bergerak lebih efisien terlebih Amazone Appstore tidak memiliki nilai jual keunikan. 

    “90% aplikasi di Appstore sudah tersedia di Google Play. Ini langkah logis untuk efisiensi” tulis Analis Pasar GSMArena. 

    Persaingan ketat diduga turut berpengaruh pada keputusan Amazon menutup toko aplikasinya. Amazon hanya hanya memiliki 500.000+ aplikasi vs 3,5 juta aplikasi di Google Play.

    Dari sisi instalasi, Amazon Appstore juga rumit. Pengguna harus sideload APK secara manual dengan mengaktifkan “Install from unknown sources”, karena risiko keamanan. 

    Sementara itu Phone Arena melaporkan lini masa penutupan diawali pada penghentian pembelian Amazon Coins pada 21 Februari 2025. Penghentian ini membuat pengembang aplikasi tidak dapat lagi menyetor aplikasi baru. 

    Kemudian pada 20 Agustus, Appstore tidak bisa diakses di Android, aplikasi mungkin ‘crash’ saat dicoba diakses. 

    Adapun mengenai nasib saldo tersisa, Amazon akan melakukan refund  tetapi mekanismenya belum diumumkan.  Pengguna disarankan menghabiskan saldo koin sebelum Agustus.  

    Tidak hanya itu, penghentian ini juga bakal berdampak pada berhentinya aplikasi Lords Mobile. Kemudian, sebanyak 600.000 developer kehilangan saluran distribusi alternatif.  

    Amazon akan pertahankan Appstore untuk Fire Tablet/Fire TV sambil fokus pada integrasi layanan seperti Alexa dan Prime Video di ekosistem pihak ketiga