Category: Bisnis.com Tekno

  • Perplexity Rilis Perusahaan Modal Ventura Senilai Rp819,2 Miliar, Saingi OpenAI

    Perplexity Rilis Perusahaan Modal Ventura Senilai Rp819,2 Miliar, Saingi OpenAI

    Bisnis.com, JAKARTA – Perplexity, pengembang mesin pencari berbasis kecerdasan buatan (AI), menghadirkan perusahaan modal ventura yang berfokus pada pendanaan tahap awal dan pra-awal. Total nilai yang diinvestasikan untuk menghadirkan preusahaan tersebut sekitar US$50 juta atau Rp819,2 miliar (kurs Rp16.390).

    Melansir dari Techcrunch, Rabu (26/2/2025) sebagian besar modal dana ini berasal dari mitra terbatas, Perplexity juga turut berkontribusi dengan menggunakan sebagian dana yang dikumpulkan untuk mendukung pertumbuhan perusahaan.

    Pada bulan Desember lalu, Perplexity berhasil meraih US$500 juta dalam pendanaan dengan valuasi mencapai US$9 miliar, menunjukkan potensi besar dalam pengembangan teknologi pencarian berbasis AI. 

    Dana baru ini akan digunakan untuk mempercepat pengembangan dan ekspansi perusahaan, yang saat ini berfokus pada pencarian berbasis kecerdasan buatan yang dapat memberikan pengalaman lebih baik bagi pengguna.

    Dana ini dikelola oleh Kelly Graziadei dan Joanna Lee Shevelenko, dua mitra umum yang sebelumnya mendirikan F7 Ventures pada tahun 2018. 

    F7 Ventures dikenal sebagai perusahaan modal ventura tahap awal yang telah berinvestasi pada berbagai perusahaan rintisan, termasuk perusahaan kesehatan wanita Midi. 

    Meskipun demikian, belum jelas apakah Graziadei dan Shevelenko akan tetap menjalankan F7 atau berfokus sepenuhnya pada dana ventura Perplexity.

    Sebagai perbandingan, OpenAI, pengembang teknologi di balik ChatGPT, juga memiliki dana investasi yang dikenal dengan OpenAI Startup Fund. 

    Berbeda dengan Perplexity, OpenAI menyatakan bahwa mereka tidak menggunakan dana internal mereka untuk berinvestasi dalam perusahaan-perusahaan yang didukung oleh startup fund mereka.

  • Biaya Langganan dan Keunggulan ChatGPT Plus, Pro, Team, dan Enterprise

    Biaya Langganan dan Keunggulan ChatGPT Plus, Pro, Team, dan Enterprise

    Bisnis.com, JAKARTA – ChatGPT, platform chatbot bertenaga AI milik OpenAI, terus berkembang dengan fitur-fitur baru. Berikut langganan dan keunggulan fitur baru di ChatGPT plus, pro, hingga enterprise.

    Dari kemampuan memori yang menyimpan preferensi obrolan hingga mode suara yang ditingkatkan, ChatGPT kini menjadi lebih dari sekadar chatbot. 

    Berdasarkan data hasil Survei Sentimen Konsumen Global CCI 2023 yang dilakukan Boston Consulting Group (BCG), negara dengan penduduk muda lebih banyak menggunakan AI, dengan India berada di urutan teratas.

    Indonesia sendiri berada di posisi keenam dengan total jangkauan masyarakat yang menggunakan AI mencapai 32%.

    Namun, dengan banyaknya pemakai model AI di seluruh dunia, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa beberapa model AI, salah satunya ChatGPT memiliki fitur berbayarnya.

    Melansir dari Techcrunch, Rabu (26/2/2025) OpenAI menawarkan berbagai pilihan paket langganan, mulai dari yang gratis hingga yang berbayar, untuk individu, usaha kecil, lembaga pendidikan, dan perusahaan. 

    Berikut adalah rincian berbagai paket harga yang tersedia untuk pengguna ChatGPT:

    ChatGPT Gratis

    Pengguna ChatGPT gratis dapat mengakses model mini GPT-4o, dengan sejumlah fitur terbatas. Fitur-fitur yang bisa digunakan meliputi kemampuan mengunggah file dan gambar, serta mengajukan pertanyaan tentang unggahan tersebut. 

    Pengguna juga dapat menyimpan preferensi obrolan dalam bentuk “kenangan” dan memanfaatkan analisis data pada file seperti spreadsheet atau PDF. Namun, terdapat batasan kapasitas harian, dan akses ke fitur lanjutan seperti mode Advanced Voice dan model GPT-4o lebih terbatas.

    ChatGPT Plus

    Dengan harga US$20 per bulan, ChatGPT Plus memberikan lebih banyak kapasitas dan fitur. Pengguna dapat mengirim hingga 80 pesan ke GPT-4o setiap tiga jam dan pesan tak terbatas ke GPT-4o-mini. 

    Fitur tambahan lainnya termasuk akses ke mode suara lanjutan, analisis data yang ditingkatkan, dan kemampuan untuk mengunggah file dari platform seperti Google Drive dan OneDrive. Selain itu, pelanggan ChatGPT Plus mendapatkan prioritas untuk fitur baru dan pembaruan yang lebih cepat.

    ChatGPT Pro

    Bagi pengguna yang membutuhkan akses hampir tanpa batas, ChatGPT Pro hadir dengan biaya US$200 per bulan. Paket ini menawarkan akses tanpa batas ke model GPT-4o dan alat canggih seperti agen penelitian mendalam dan pembuatan video Sora. 

    Pengguna ChatGPT Pro juga mendapatkan akses prioritas ke fitur baru yang dirilis oleh OpenAI dan kemampuan untuk mengakses model yang lebih canggih.

    ChatGPT Team

    Untuk bisnis kecil atau organisasi yang memerlukan lebih dari satu lisensi, ChatGPT Team mungkin menjadi pilihan yang tepat. 

    Dengan biaya US$30 per pengguna per bulan (atau US$25 per pengguna jika berlangganan tahunan), ChatGPT Team menyediakan alat kolaboratif untuk manajemen tim, memungkinkan anggota tim membangun dan berbagi aplikasi berbasis model OpenAI. 

    Paket ini juga menawarkan analisis data yang lebih mendalam, termasuk kemampuan untuk mengedit dan mengekstrak informasi dari file.

    ChatGPT Enterprise

    ChatGPT Enterprise adalah pilihan terbaik bagi organisasi besar yang membutuhkan lebih dari 149 lisensi. Dengan biaya sekitar US$60 per pengguna per bulan, paket ini menawarkan privasi dan analisis data tingkat perusahaan, serta opsi kinerja dan penyesuaian yang lebih baik. 

    ChatGPT Enterprise juga dilengkapi dengan alat untuk manajemen akses pengguna dan integrasi dengan sistem perusahaan, seperti verifikasi domain dan dasbor statistik penggunaan.

    ChatGPT Edu

    Diperuntukkan bagi universitas, mahasiswa, fakultas, dan staf, ChatGPT Edu menyediakan berbagai fitur yang serupa dengan ChatGPT Enterprise. 

    Meskipun harga untuk ChatGPT Edu belum dipublikasikan, paket ini menawarkan alat analisis data dan kontrol admin yang kuat. ChatGPT Edu juga mendukung SCIM, yang memudahkan pengelolaan identitas cloud.

  • Menilik Peran Distributed Database di Transformasi Digital Perbankan

    Menilik Peran Distributed Database di Transformasi Digital Perbankan

    Bisnis.com, JAKARTA – Upaya transformasi digital perbankan dinilai membutuhkan distributed database untuk mempermudah proses integrasi ekosistem sistem keuangan.

    Country Head of PingCAP Indonesia, Arwinto P. Nugroho, mengatakan transformasi digital perbankan tak hanya fokus menyediakan peningkatan kenyamanan nasabah melainkan juga perbaikan sistem internal. Salah satunya adalah pengintegrasian rekening bank dengan e-wallet untuk membuat aktivitas perbankan menjadi lebih mudah diakses dan inklusif.

    “Connected finance memerlukan ekosistem dan teknologi yang dapat memfasilitasi integrasi ekosistem tersebut. Salah satu teknologi yang mendukung adalah distributed database,” kata Arwinto dalam keterangannya, Rabu (26/2/2025).

    Dia menjelaskan distributed database memiliki fleksibilitas yang tinggi, karena dapat menggerakkan core processing, mendukung sistem periferal, serta connected banking. Selain itu, teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi proses dalam skala besar secara signifikan.

    Menurutnya, teknologi distributed database menawarkan solusi yang fleksibel dan tangguh serta mampu mengelola volume data yang terus meningkat. Seiring dengan pergerakan industri perbankan menuju ekosistem yang lebih terhubung dan berbasis data, distributed database menjadi elemen penting.

    Berdasarkan data IDC Infobrief, lanjutnya, sebanyak 44% CIO di Asia menyatakan bahwa risiko migrasi merupakan salah satu hambatan utama dalam perjalanan transformasi digital. Dalam hal ini, migrasi dari MySQL ke distributed database dianggap tetap aman dan cepat.

    Dia menuturkan distributed database memainkan peranan penting dalam mempercepat pertumbuhan bisnis. Teknologi ini meningkatkan efisiensi operasional dengan mengurangi waktu batch processing hingga 58% serta mengatasi kendala performa dan kapasitas.

    “Selain itu, distributed database dapat menurunkan total biaya kepemilikan secara signifikan mencapai lebih dari 30% melalui arsitektur backend yang lebih efisien dan mengurangi biaya operasional,” ujarnya.

    Di Indonesia, kata dia, distributed database dapat membantu meningkatkan efisiensi dan demokratisasi data, sehingga memungkinkan bank untuk dapat meningkatkan kapabilitas digital mereka.

    Namun, lanjutnya, untuk mewujudkan hal ini, beberapa tantangan perlu diatasi, seperti kurangnya tenaga kerja terampil (70%), masih adanya infrastruktur lama (63%), risiko operasional selama migrasi (47%), ketahanan operasional (40%), resistensi dari manajemen tingkat atas (23%), dan ketidakcocokan vendor (23%).

    “Dengan mengadopsi solusi data terdistribusi, bank-bank di Indonesia dapat membuka efisiensi baru, meningkatkan pengalaman nasabah, dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dalam sistem yang semakin terhubung,” katanya.

  • Meta Dikabarkan Godok Proyek Infrastruktur AI Senilai Rp3.280 Triliun

    Meta Dikabarkan Godok Proyek Infrastruktur AI Senilai Rp3.280 Triliun

    Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan induk Facebook, Meta Platforms Inc., dilaporkan sedang merencanakan pembangunan pusat data (data center) infrastruktur kecerdasan buatan (AI) senilai US$200 miliar atau Rp3.280 triliun (kurs: Rp16.401) yang akan mencakup jutaan chip khusus AI. 

    Dilansir dari Reuters, Rabu (26/2/2025), proyek raksasa ini bertujuan menciptakan sistem komputasi generasi berikutnya untuk mendukung pengembangan model AI canggih dan metaverse. 

    Sumber rahasia menyebutkan dana tersebut mencangkup pembangunan data center di beberapa lokasi. Meta berambisi untuk menandingi Google dan Microsoft, yang jor-joran dalam mengembangkan AI.   

    Meta tidak memberikan tanggapan atas kabar tersebut. Namun, CEO Meta Mark Zuckerberg sempat menyampaikan rencana besarnya soal pengembangan AI skala besar yang ditargetkan rampung secara bertahap pada 2030. 

    Sementara itu Channel Asia melaporkan  Proyek ini akan menjadi salah satu investasi infrastruktur teknologi terbesar dalam sejarah perusahaan, dengan fokus pada pengembangan kapasitas komputasi AI generatif dan model pembelajaran mesin skala besar.

    Sebelumnya, CEO Google Sundar Pichai menyampaikan bahwa pada 2025 pihaknya akan memiliki fokus utama pada pengembangan dan peluncuran lebih lanjut dari model kecerdasan buatan/artificial intelligence (AI) Gemini. 

    Melansir dari Techcrunch, Minggu (29/12/2024) Pichain melihat bahwa tahun 2025 akan menjadi tahun yang kritis. Maka dari itu, Pichai menilai penting bagi perusahaan untuk mempercepat pengembangan di sektor kecerdasan buatan (AI). 

    Salah satu inisiatif utama yang akan menjadi prioritas bagi Google adalah pengembangan Gemini, sebuah model AI baru yang diharapkan dapat memperkuat posisi Google di pasar teknologi canggih.  

    Pichai mengakui bahwa perusahaan perlu mengejar ketertinggalan dari pesaingnya dalam hal AI, tetapi dirinya juga menilai bahwa Gemini memiliki momentum yang kuat.

  • Premium
                    
                                                
                    4 jam yang lalu
                
                            
            
                                    Keamanan Pusat Data Nasional (PDN) jadi Sorotan Jelang Peluncuran

    Premium 4 jam yang lalu Keamanan Pusat Data Nasional (PDN) jadi Sorotan Jelang Peluncuran

    Premium

    4 jam yang lalu

    Keamanan Pusat Data Nasional (PDN) jadi Sorotan Jelang Peluncuran

  • Starlink Mesin Cuan RT/RW Net Ilegal, Siapa Bertanggung Jawab?

    Starlink Mesin Cuan RT/RW Net Ilegal, Siapa Bertanggung Jawab?

    Bisnis.com, JAKARTA — Penyimpangan penggunaan layanan internet satelit orbit rendah Starlink oleh RT/RW Net ilegal dinilai perlu ditertibkan guna menjaga ekosistem telekomunikasi Indonesia. Keterlibatan sejumlah pihak dibutuhkan. 

    Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan langkah pertama yang perlu diambil dalam penertiban tersebut adalah mendorong reseler internet di lingkungan RT/RW yang tak berizin itu, untuk mendaftar dan mengurus izin di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), sehingga mereka dapat menjual kembali layanan internet secara ilegal. 

    Langkah selanjutnya, reseler RT/RW Net perlu mengantongi izin dari Starlink atau dari ISP untuk menjual kembali layanan Starlink kepada masyarakat. Tanpa izin, maka praktik jual kembali layanan Starlink adalah ilegal.

    “Kalau misalnya, siapapun, termasuk ISP atau RT RW NET, kalau misalnya dia tidak berizin ini ada ketentuan pidana,” kata Heru kepada Bisnis, Rabu (26/2/2025). 

    Dia menambahkan bahwa penertiban RT/RW net ilegal menjadi tugas bersama, mulai dari penyedia jasa internet, hingga pemerintah untuk mendorong mereka agar mereka semua berizin. 

    Sementara itu mengenai penerapan sistem pemakaian batas wajar atau fair usage policy (FUP) untuk menekan pengguna internet ilegal di Starlink, menurut Heru tidak terlalu dibutuhkan. Pasalnya, Starlink merupakan layanan internet berbasis satelit yang memiliki kapasitas terbatas. 

    Jika teknologi tersebut digunakan oleh banyak orang secara bersamaan dalam, maka dengan sendirinya kualitas yang diberikan akan berkurang. 

    “Katakanlah dia berlangganan 100 Mbps, tetapi kemudian digunakan oleh banyak pengguna, 10 pengguna, ternyata cuma 10 Mbps. Jadi bisa dikatakan tidak ada hubungannya juga antara Fair Usage Policy dengan tumbuh suburnya RT/RW Net.

    Starlink Perbesar

    Sementara itu, Ketua Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Ian Yosef M. Edward mengatakan seharusnya Starlink memiliki perangkat untuk membaca trafik yang mencurigakan dan mengambil tindakan atas anomali trafik  tersebut.

    Starlink dapat, kata Ian, juga dapat menerapkan FUP. Namun cara itu akan membuat Starlink kalah dengan ISP lain, yang menawarkan paket unlimited. 

    “Memang harus dilihat apakah terjadi pembiaran karena trafik masih rendah ataupun khawatir pengguna berpindah ke ISP lain. Kalau terjadi pembiaran, tentu dalam hal ini ISP ikut serta bersalah. Maka itu bagian pengendalian harus secara aktif diberikan laporan ataupun berapa laporan tersebut yang ditindaklanjuti,” kata Ian. 

    Sebelumnya, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyesali ketidakmampuan layanan satelit orbit rendah milik Elon Musk, Starlink, yang tidak mampu mengontrol penggunaan secara bersamaan di masyarakat Indonesia berdampak pada lahirnya praktik jual kembali jasa internet secara ilegal atau RT/RW Net Ilegal. 

    Satelit khusus internet milik Elon Musk tersebut lalai dalam mengontrol penggunaan bersama. Di sisi lain, mereka juga tidak menerapkan batas pemakaian wajar (fair usage policy/FUP). 

    Diketahui FUP merupakan sistem yang mengatur penggunaan internet di pelanggan. Artinya, jika operator menerapkan FUP katakanlah 2.000 GB, setelah pemakaian di atas 2.000 GB maka kecepatan internet yang dirasakan pengguna berkurang. 

    Sekjen Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) Zulfadly Syam mengatakan Starlink turut mendorong penetrasi internet di Indonesia. Sayangnya, Starlink belum berhasil dalam mengontrol penggunaan secara berbagi atau sharing, yang kemudian dikomersialisasi oleh penyelenggara internet ilegal (RT/RW net ilegal).  

    “Jadi mereka masih melakukan sharing terhadap satu koneksinya, satu equipment kemudian dibagi dengan beberapa, tetapi dikomersialisasikan. Kalau tidak dikomersialisasikan sebenarnya tidak menjadi satu hal yang masalah, bahkan itu membantu benar-benar membuka mata masyarakat-masyarakat di daerah-daerah tertinggal,” kata Zulfadly  

  • PDN Cikarang Beroperasi Bulan Depan, IDPRO Singgung Standar Keamanan

    PDN Cikarang Beroperasi Bulan Depan, IDPRO Singgung Standar Keamanan

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah harus memastikan bahwa Pusat Data Nasional (PDN) Cikarang, yang beroperasi pada Maret 2025, memiliki standar keamanan yang kuat. 

    Asosiasi Data Center Indonesia (IDPRO) menyampaikan setidaknya ada empat poin penting yang perlu diperhatikan pemerintah saat operasional PDN. Salah satunya keamanan. 

    Ketua umum IDPRO Hendra Suryakusuma penerapan standar keamanan dan kepatuhan yang lebih baik wajib dilakukan. 

    Pemerintah perlu memastikan bahwa PDN di Cikarang menerapkan standar keamanan tertinggi, termasuk ISO 27001 terkait manajemen keamanan informasi dan penerapan SNI 8799 untuk peningkatan keandalan infrastruktur. 

    “Hal ini sangat penting untuk menjaga integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan data yang dikelola,” kata Hendra kepada Bisnis, Selasa (25/2/2025).

    Kedua, adalah perlunya penguatan regulasi dan pengawasan untuk menjaga kedaulatan data pribadi. Pemerintah harus memperkuat regulasi terkait perlindungan data pribadi sesuai dengan UU PDP dan memastikan kepatuhan ketat terhadap peraturan tersebut oleh seluruh pihak yang beroperasi di PDN. 

    Selain itu, pengawasan berkala dan audit keamanan sangat diperlukan untuk mencegah potensi kebocoran data. Penindakan hukum juga harus diperjelas agar menimbulkan efek jera untuk pelanggaran yang dilakukan

    Kemudian untuk poin ketiga, Hendra melihat perlu adanya kolaborasi dengan pelaku industri, institusi pendidikan dan pemangku kepentingan.

    Maka dari itu, IDPRO berharap Komdigi dapat meningkatkan kolaborasi dengan pelaku industri data center, termasuk anggota IDPRO, untuk berbagi best practices dan memperkuat resiliensi siber melalui pertukaran informasi ancaman secara real-time.

    “Salah satu yang menjadi perhatian IDPRO adalah peningkatan jumlah tenaga ahli di bidang data center,” ujar Hendra.

    Terakhir, Hendra menuturkan pemerintah perlu melalukan peningkayan SDM dan infrastruktur pendukung.

    Pemerintah perlu mendorong peningkatan kapasitas SDM dalam keamanan siber dan manajemen data center melalui pelatihan dan sertifikasi profesional. 

    “Selain itu, penguatan infrastruktur pendukung, seperti konektivitas jaringan yang aman dan andal, sangat diperlukan untuk menunjang operasional PDN,” ucapnya.

    Diberitakan sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menuturkan pembangunan pusat data nasional (PDN) bakal rampung dan siap beroperasi pada akhir Maret 2025.

    Setelah rampung, PDN akan langsung dioperasikan untuk mendukung sejumlah layanan pemerintahan. 

    “PDN kita Salah satunya adalah Insya Allah tolong mohon doa Itu mungkin di akhir Maret sudah bisa running,” kata Meutya di Komdigi, Senin (13/1/2025).

    Diketahui, PDN nantinya akan memiliki peran sebagai tempat menampung data-data dari berbagai instansi pemerintah. PDN juga akan melakukan pengolahan data untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat.

    Selain itu, PDN juga berfungsi untuk memastikan data dapat dipulihkan jika terjadi kerusakan atau kehilangan data.

  • BigBox AI Telkom (TLKM) Sasar Sektor Perbankan

    BigBox AI Telkom (TLKM) Sasar Sektor Perbankan

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mendorong BigBox AI, platform yang dirancang untuk memproses dan menganalisis data secara real-time, termasuk sistem keamanan internal maupun eksternal, di sektor perbankan.

    Salah satu keunggulan BigBox AI adalah kapasitasnya dalam mendeteksi anomali, di mana sistem ini dapat memantau dan mendeteksi aktivitas mencurigakan dalam jaringan, kemudian memberikan alarm kepada pengguna sehingga serangan siber dapat dicegah.

    EVP Digital Business & Technology Telkom Komang Budi Aryasa mengatakan platform anyar ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai institusi untuk mendeteksi potensi ancaman digital sehingga bisa lebih cepat bertindak preventif.

    “Tak hanya itu, kami juga memastikan keamanan data tetap terjaga dengan kepatuhan pada regulasi yang ketat,” kata Komang dalam keterangan resmi yang dikutip Bisnis, Selasa (25/2/2025).

    Dia mencontohkan, pemanfaatan layanan BigVision dari BigBox AI dapat membantu bank-bank besar meningkatkan keamanan transaksi digital sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap data nasabah dari pencurian atau peretasan.

    BigVision dijelaskan mampu menganalisis data visual secara otomatis, mengidentifikasi pola perilaku, memantau kepadatan orang dan kendaraan, serta memberikan data secara real-time kepada pengguna.

    Perlu diketahui, keamanan nasional di era digital tidak hanya mengandalkan upaya fisik, tapi juga bergantung pada kecanggihan teknologi.

    Berdasarkan laporan BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara), sepanjang 2022 Indonesia mengalami lebih dari 370 juta serangan siber yang membuat Ibu Pertiwi berada pada risiko tinggi dalam menghadapi ancaman digital.

    Selain itu, kata Komang, perusahaan memastikan setiap inovasi yang dilakukan, termasuk dalam pengembangan AI, memberikan kontribusi positif bagi lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik.

    Infrastruktur AI Telkom dikatakan menggunakan teknologi efisien energi yang mendukung upaya pengurangan emisi karbon. Dalam hal ini, BigBox AI juga memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan digital yang aman bagi perusahaan maupun institusi, serta masyarakat umum.

  • 88% Perusahaan RI Bingung Hadapi Serangan Siber, Tingkat Kesiapan Rendah

    88% Perusahaan RI Bingung Hadapi Serangan Siber, Tingkat Kesiapan Rendah

    Bisnis.com, JAKARTA – Cisco melaporkan hanya 12% perusahaan di Indonesia yang memiliki kesiapan tinggi untuk menghadapi serangan siber. Artinya, sisa 88% belum siap menghadapi serangan. 

    Cisco’s 2024 Cybersecurity Readiness Index mengungkapkan 12% perusahaan di Indonesia yang memiliki tingkat kesiapan tinggi hanya tersebar di beberapa sektor. Hal ini menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan sistem di seluruh sektor.

    President Cisco untuk Asia Pacific Japan and Greater China Dave West mengatakan untuk meningkatkan kesiapan tersebut Cisco bekerja sama dengan Indosat menyediakan solusi yang tepat. 

    Keduanya bekerja sama dalam membangun infrastruktur keamanan siber yang tangguh bagi perusahaan di berbagai sektor.

    “Kolaborasi ini tidak hanya merevolusi lanskap keamanan siber nasional, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika era digital yang terus berkembang,” kata Dave, Selasa (25/2/2025).

    Diketahui, Indosat, melalui anak usahanya, Lintasarta, bersama dengan Cisco menghadirkan strategi yang menggabungkan keunggulan Cisco dalam jaringan dan keamanan dengan pemahaman mendalam Indosat terhadap kebutuhan digital nasional.

    Kolaborasi ini dirancang untuk menyediakan solusi keamanan siber yang tepat sasaran, adaptif, dan relevan dengan dinamika industri saat ini.

    Sebagai bagian dari strategi, Indosat dan Cisco menawarkan rangkaian layanan komprehensif yang mencakup konsultasi, manajemen servis, termasuk Firewall, Secure Service Edge (SSE), Extended Detection and Response (XDR), Multi-Factor Authentication (MFA), serta Splunk untuk analisis data dan pemantauan ancaman.

    Solusi ini menjadikan pelanggan dapat mengantisipasi ancaman siber lebih dini, merespon cepat, dan memperoleh akses penuh untuk mengoptimalkan strategi keamanan sesuai kebutuhan bisnis.

    Dengan XDR, pelanggan dapat memantau perangkat secara real-time untuk mendeteksi dan merespons ancaman siber, termasuk serangan tersembunyi. Sistem ini membantu pelaku bisnis dalam mengatasi ancaman dengan lebih cepat seraya menjaga kelancaran operasional di era digital.

    Selain itu, Lintasarta akan mendirikan experience center sebagai ruang interaktif bagi pelanggan untuk mengeksplorasi berbagai use case dan memungkinkan pelanggan merasakan langsung penerapan solusi digital guna meningkatkan efisiensi dan ketahanan bisnis.

    Indosat bersama Cisco juga menghadirkan Cisco Networking Academy, pelatihan keamanan siber nasional dengan lebih dari 520.000 pelajar di Indonesia telah memperoleh peningkatan keterampilan sejak program ini diluncurkan.

    Dengan dukungan fasilitas, sumber daya, dan instruktur berpengalaman, pelatihan ini disebut membuka peluang bagi talenta muda untuk siap menghadapi tantangan di dunia digital yang terus berkembang

    President Director and CEO of Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan kolaborasi ini bakal menghadirkan solusi keamanan cerdas yang melindungi berbagai sektor bisnis dari ancaman siber di tengah kompleksitas risiko siber.

     “Indosat berkolaborasi dengan Cisco untuk menghadirkan solusi keamanan cerdas yang melindungi berbagai sektor bisnis dari ancaman siber yang semakin kompleks, sekaligus memberikan rasa aman bagi pelaku usaha untuk berinovasi dan berkembang di dunia digital,” kata Sinha.

  • Luhut Ingin Buat DeepSeek Versi Indonesia, Komdigi Bilang Begini

    Luhut Ingin Buat DeepSeek Versi Indonesia, Komdigi Bilang Begini

    Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menanggapi rencana Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan yang sedang mengembangkan model kecerdasan buatan seperti DeepSeek atau ChatGPT versi Indonesia.

    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan rencana pengembangan DeepSeek versi Indonesia merupakan ide bagus demi perkembangan AI di dalam negeri.

    “Dan potensi itu besar sekali dan saya kira ide Pak Luhut juga sangat bagus sekali agar kita bisa menjadi pemain penting setidaknya champion di Asia Tenggara,” kata Nezar di Jakarta, Selasa (25/2/2025). 

    Nezar menyebut berkaca dari China, AI DeepSeek bisa mendunia karena dikembangkan oleh talenta digital yang tumbuh dan besar di negara tersebut.

    Maka dari itu, produk tandingan ChatGPT dan DeepSeek buatan Indonesia ini bisa berkembang tergantung kepada talenta digital yang ada di Indonesia. 

    “Kita lihat lah itu sangat tergantung kepada digital talent yang kita punya gitu, karena intinya ada pada digital talent itu. Kalau kita lihat DeepSeek itu kan dikembangkan oleh homegrown talent,” ucapnya.

    Diberitakan sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan rencana pengembangan model kecerdasan buatan seperti DeepSeek atau ChatGPT versi Indonesia.

    Luhut menjelaskan Indonesia tidak ingin hanya menjadi penonton di tengah era disrupsi digital sekarang terutama dalam perkembangan artificial intelligence atau kecerdasan buatan.

    “Sekarang kami juga menyiapkan tim untuk membuat, mengembangkan DeepSeek kami sendiri,” ujar Luhut dalam acara Indonesia Economic Summit di Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2025).

    Mantan perwira TNI itu pun mengaku sudah melaporkan rencana tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Prabowo sempat mempertanyakan apakah Indonesia bisa sukses mengembangkan DeepSeek versi sendiri.

    Luhut pun mencoba meyakinkan Prabowo. Bagaimanapun, sambungnya, jika tidak dicoba terlebih dahulu maka tidak akan ada jawaban dari pertanyaan presiden tersebut.