Category: Bisnis.com Tekno

  • Indosat Gandeng Cisco dan Komdigi, Siapkan Talenta Keamanan Siber Berstandar Global

    Indosat Gandeng Cisco dan Komdigi, Siapkan Talenta Keamanan Siber Berstandar Global

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Indosat Tbk. (ISAT) dan Cisco bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk membangun ekosistem talenta keamanan siber berdaya saing global.

    Melalui program IDCamp, Indosat mengintegrasikan modul pembelajaran keamanan siber tingkat lanjut dari Cisco, membuka akses bagi generasi muda Indonesia untuk memperoleh sertifikasi global di bidang ini. 

    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo mengapresiasi inisiatif dari sektor swasta yang sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital yang aman dan tangguh. 

    “Melalui kolaborasi bersama Indosat dan Cisco, teknologi dapat menjadi pendorong inovasi yang memberdayakan masyarakat,” kata Angga dalam keteranganya, Kamis (6/3/2025).

    Di lain sisi, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha menegaskan bahwa pemberdayaan Indonesia tidak hanya bergantung pada infrastruktur digital yang kuat, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia. 

    “Kami berkomitmen untuk membekali talenta Indonesia dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan potensi setiap individu, membuka peluang baru dan menempatkan Indonesia sebagai pemimpin global di bidang teknologi,” ujar Vikram.

    Lebih lanjut, Vikram menyampaikan bahwa keamanan siber merupakan pilar fundamental dalam transformasi Indosat menjadi perusahaan berbasis teknologi. 

    Menyoroti pentingnya membangun ekosistem talenta yang siap menghadapi tantangan siber, seperti dijelaskan dalam Cisco’s Cybersecurity Readiness Index. 

    Laporan tersebut mengungkap bahwa meskipun 97% perusahaan menghadapi kekurangan profesional keamanan siber, 59% di antaranya belum memiliki peran khusus di bidang ini. Hal tersebut menegaskan urgensi atas kebutuhan akan talenta terampil untuk melindungi masa depan digital Indonesia. 

    Senada dengan Vikram, President, Asia Pacific, Japan, and Greater China Cisco, Dave West menuturkan pentingnya kolaborasi dalam membangun ketahanan digital Indonesia di tengah meningkatnya ancaman siber global. 

    “Program ini tidak hanya membekali mereka dengan keterampilan teknis terkini, tetapi juga membuka akses ke peluang global melalui sertifikasi yang diakui secara global,” ucap Dave.

  • EYDS Akuisisi Perusahaan Penyedia Layanan Microsoft (Kreatif Dinamika Integrasi)

    EYDS Akuisisi Perusahaan Penyedia Layanan Microsoft (Kreatif Dinamika Integrasi)

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Ernst and Young Digital Solutions (EYDS) mengakuisisi bisnis dan aset milik PT Kreatif Dinamika Integrasi (Kreatif), penyedia layanan Microsoft  di Indonesia. Akuisisi strategis ini memperkuat kemampuan konsultasi teknologi jaringan EY di Asia Tenggara. 

    Akuisisi ini menandai langkah signifikan dalam perjalanan pertumbuhan EYDS, serta memperluas kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan transformasi klien. 

    EYDS akan memperkuat penawaran layanan Microsoft, dengan fokus khusus pada Microsoft Azure, Microsoft Dynamics 365 Enterprise Resource Planning (ERP) dan Microsoft Dynamics 365 Customer Relationship Management (CRM), yang memberikan nilai lebih besar kepada klien.

    Setelah akuisisi, tiga pendiri Kreatif akan bergabung dengan EYDS, dengan 2 orang bergabung sebagai partner dan 1 sebagai direktur eksekutif, bersama 111 profesional yang akan berintegrasi ke dalam tim EYDS Technology Consulting.

    EY Indonesia Country Managing Partner Peter Surja mengatakan dengan mengintegrasikan keahlian Kreatif dengan sumber daya EY di seluruh dunia dan wawasan industri yang luas, EYDS bakal mendorong inovasi yang lebih besar dalam organisasi klien.

    “Selain itu juga memberikan kontribusi yang berarti terhadap pertumbuhan digital dan ekonomi Indonesia,” kata Peter dilansir dari laman EYDS, Kamis (6/3/2025). 

    Sementara itu, Partner PT Ernst and Young Digital Solutions (EYDS) Galib Machri mengatakan kolaborasi dengan organisasi EY menandai babak baru, membuka peluang ekspansi dan pengembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

    “Sebagai Center of Excellence untuk layanan teknologi, kami siap memimpin dalam menyediakan solusi terdepan, mendorong inisiatif digital transformatif, dan menetapkan tolok ukur baru di seluruh industri,” kata Galib. 

    Pendirian Center of Excellence untuk mendukung perusahaan memajukan transformasi digital

    Tidak hanya itu, dengan akuisisi ini, EYDS mengumumkan pendirian Center of Excellence (CoE) untuk solusi teknologi.  CoE akan membantu memaksimalkan integrasi sistem baru dengan infrastruktur yang ada, menerapkan solusi terukur yang berkembang seiring dengan kebutuhan organisasi hingga menyesuaikan solusi global agar selaras dengan peraturan regional dan praktik bisnis di Asia Tenggara.

    CoE berfokus pada penyediaan solusi dan layanan tingkat lanjut, seperti migrasi dan optimasi Cloud hingga pengembangan aplikasi kustom seperti membangun aplikasi yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan bisnis yang unik.

  • Telkomsel dan Tencent Cloud Kembangkan Solusi AI untuk Pelanggan

    Telkomsel dan Tencent Cloud Kembangkan Solusi AI untuk Pelanggan

    Bisnis.com, BARCELONA – Telkomsel dan Tencent Cloud mengumumkan kolaborasi strategis dalam pengembangan solusi pelanggan berbasis AI dan cloud di Mobile World Conference (MWC) 2025 Barcelona pada 5 Maret 2025.

    Kolaborasi antara perusahaan penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia dan perusahaan cloud terkemuka dunia ini mencakup pengembangan solusi  AI Generated Content (AIGC), AI Translation, electronic know your customer (e-KYC) berupa Palm Verification, serta kapabilitas AI lainnya untuk pelanggan di segmen B2B dan B2C. Kedua pihak juga sepakat melakukan cloud cost optimization untuk public dan hybrid cloud, serta mengadopsi teknologi digital lainnya untuk mendukung operasional perusahaan dan pelanggan. 

    Direktur Planning and Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, menyampaikan, “Kolaborasi bersama Tencent Cloud ini merupakan bentuk komitmen Telkomsel dalam mengoptimalkan operasional perusahaan serta pengalaman pelanggan melalui adopsi solusi inovatif. Langkah ini sejalan dengan visi Telkomsel dalam mengakselerasi transformasi digital dan meningkatkan daya saing industri teknologi di Indonesia.”

    Senior Vice President Tencent Cloud International, Poshu Yeung, menambahkan, “Kami sangat antusias dapat memperluas kemitraan dengan Telkomsel dalam pengembangan solusi AI, cloud, dan eKYC seperti Palm Verification untuk segmen B2B. Kami berharap kolaborasi ini dapat mempercepat adopsi solusi digital yang lebih efisien dan aman guna mendukung transformasi digital di berbagai use case.”

    Perbesar

    Ruang lingkup kolaborasi Telkomsel dan Tencent Cloud mencakup tiga bidang utama, yaitu:

    1.Pengembangan eKYC berupa Palm Verification untuk segmen B2B

    Telkomsel dan Tencent Cloud memperluas penerapan teknologi Palm Verification untuk segmen B2B sehingga dapat mendukung perusahaan dalam meningkatkan keamanan dan keandalan sistem identifikasi digital mereka

    2.Pengembangan AI Generated Content (AIGC) dan AI Translation

    Telkomsel dan Tencent Cloud bekerja sama dalam pengembangan AI Generated Content (AIGC), AI Translation, dan kapabilitas AI lainnya. Teknologi ini akan mendukung kebutuhan B2B dan B2C dalam menghadirkan otomatisasi konten, penerjemahan berbasis AI, serta pengalaman digital yang lebih interaktif dan personal.

    3.Cloud Cost Optimization

    Tencent akan membantu Telkomsel dalam optimasi biaya cloud, dengan mencakup layanan cloud publik dan hybrid. Langkah ini memungkinkan Telkomsel meningkatkan efisiensi operasional dan skalabilitas infrastruktur digitalnya, sehingga dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, stabil, dan hemat biaya bagi pelanggan.

    Tencent akan membantu Telkomsel dalam optimasi biaya cloud, dengan mencakup layanan cloud publik dan hybrid. Langkah ini memungkinkan Telkomsel meningkatkan efisiensi operasional dan skalabilitas infrastruktur digitalnya, sehingga dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, stabil, dan hemat biaya bagi pelanggan.

    Kolaborasi Telkomsel dan Tencent Cloud ini merupakan kelanjutan dari upaya inovasi digital yang telah berjalan sebelumnya. Setelah sukses melakukan uji coba solusi Palm Verification di GraPARI untuk segmen B2C pada 2024, Telkomsel memperluas kapabilitas teknologi ini ke segmen enterprise B2B sebagai bagian dari strategi pengembangan solusi bisnis.

    Dengan mengoptimalkan kapabilitas kedua pihak, kolaborasi ini diharapkan dapat menghadirkan layanan yang lebih cerdas, efisien, dan bernilai tambah bagi pelanggan Indonesia.

  • Komdigi, Telkomsel, dan Google Umumkan Ekspansi RCS di MWC 2025

    Komdigi, Telkomsel, dan Google Umumkan Ekspansi RCS di MWC 2025

    Bisnis.com, BARCELONA – Kementerian Komunikasi & Digital (Komdigi) Republik Indonesia, bersama Telkomsel dan Google, hari ini mengumumkan kolaborasi strategis untuk memperkuat keamanan komunikasi digital di Indonesia melalui penerapan Rich Communication Services (RCS). Pengumuman bersama ini berlangsung di ajang Mobile World Congress (MWC) Barcelona 2025, menandai kelanjutan inisiatif yang telah dimulai sejak peluncuran RCS perdana oleh Telkomsel dan Google pada Januari 2024.

    RCS menawarkan berbagai fitur keamanan unggul, mulai dari verifikasi bisnis hingga proteksi yang lebih baik terhadap penipuan (scam) dan phishing. Teknologi ini memampukan pengguna untuk berkomunikasi dengan lebih aman dan efektif, serta memastikan pengiriman pesan hanya terjadi antara pengirim yang terverifikasi dan penerima yang dituju.

    Selaras dengan komitmen Komdigi, Telkomsel, dan Google dalam memperkuat keamanan digital, ketiga pihak juga tengah mengkaji pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang terintegrasi di ekosistem instant messaging. Meski AI bukan fitur inti RCS, teknologi ini dapat menjadi pelengkap dalam mendeteksi pola pesan mencurigakan dan mencegah upaya penipuan. Dengan demikian, AI dapat memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi pengguna, sejalan dengan fokus bersama untuk menciptakan ruang komunikasi digital yang lebih aman dan tepercaya.

    Dengan tingkat keamanan yang lebih baik, Komdigi pun berpeluang menggunakan RCS Business Messaging (RBM) sebagai saluran penyampaian informasi resmi dan terverifikasi secara langsung kepada masyarakat. Dengan dukungan akun terverifikasi, pemerintah dapat menekan penyebaran misinformasi dan memperkuat kepercayaan publik melalui distribusi informasi yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Perbesar

    Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital, Ismail, menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat adopsi teknologi mutakhir guna mendukung transformasi digital Indonesia. “Kami mendukung penuh inisiatif Telkomsel dan Google dalam menghadirkan RCS sebagai solusi komunikasi yang lebih aman dan nyaman. Langkah ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 serta misi Asta Cita Pemerintah Indonesia, yang menempatkan digitalisasi sebagai motor penggerak kemandirian bangsa, membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di era teknologi.”

    Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, menyatakan, “Sebagai kelanjutan dari peluncuran RCS Januari 2024 lalu, kami berkomitmen meningkatkan adopsi RCS, tidak hanya oleh kalangan konsumen, tetapi juga pelanggan korporasi dengan RBM. Kolaborasi ini akan semakin meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus mendukung target kami untuk menciptakan ekosistem digital yang sustainable – semakin aman dan inklusif.”

    Dari sisi Google, Country Head of Android Platforms & Ecosystems Indonesia di Google, Denny Galant, menambahkan, “Google bersama Telkomsel ingin memastikan pengguna dan pelaku bisnis di Indonesia mendapatkan manfaat optimal dari RCS. Dengan verifikasi bisnis dan fitur keamanan canggih, RCS dapat menghadirkan pengalaman komunikasi yang lebih aman, memainkan peran krusial dalam membangun ekosistem digital yang lebih tepercaya dan bebas dari ancaman siber.”

    RCS adalah standar komunikasi modern yang tidak hanya menghadirkan kemudahan pesan teks, tetapi juga fitur interaktif dan multimedia yang lebih aman. RCS juga tersedia di perangkat Android dan di Google Messages. Secara khusus, Gemini di Google Messages memungkinkan pengguna meningkatkan efisiensi komunikasi dengan langsung membuat draf pesan, bertukar ide, dan merencanakan acara di dalam aplikasi. Melalui kolaborasi ini, Telkomsel, Google, dan Komdigi berharap dapat mempercepat transformasi digital di Indonesia dan terus mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

  • Bangun Data Center AI Rp4,9 Triliun di Pusat Kota, Sinarmas Incar Sektor Finansial

    Bangun Data Center AI Rp4,9 Triliun di Pusat Kota, Sinarmas Incar Sektor Finansial

    Bisnis.com, JAKARTA — SM+, perusahaan infrastruktur dan layanan digital yang didukung oleh Sinarmas, menyasar sektor finansial dan perbankan dengan hadirnya data center AI SMX01 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

    Adapun, pusat data ini merupakan kerjasama antara SM+ dengan mitra usaha patungannya, Korea Investment Real Asset Management (KIRA).

    Presiden Direktur & CEO SM+ Herson Suindah menjelaskan alasan dipilihnya daerah Kuningan sebagai tempat dibangunnya pusat data ini. Salah satu alasannya adalah Kuningan berada di daerah CBD atau Central Business District dari Jakarta.

    “Jadi kalau dilihat yang pertama itu adalah lokasi. Seperti saya saya bilang tadi, data center ini berada di Central Business District,” kata Herson di Jakarta, Kamis (6/3/2025).

    Herson mengatakan, dengan beradanya pusat data di daerah CBD bakal membuat akses jaringannya akan sangat dekat dengan jantung dari internet di Indonesia.

    Selain masalah internet, pemilihan daerah Kuningan sebagai tempat dibangunnya pusat data karena klien yang ingin ditargetkan berada disekitar pusat bisnis tersebut.

    “Dan kami akan targetkan misalnya pada sektor-sektor seperti perbankan dan financial institutions,” ujarnya.

    Tidak hanya itu, pemilihan Kuningan juga berdasarkan jarak yang sengat dekan dengan Bursa Efek Indonesia. Herson menyebut dari Kuningan ke BEI hanya berjarak kurang lebih tiga kilometer.

    “Itu sangat penting karena makin jauh itu akan ada yang namanya latensi. Latensi itu adalah delay di dalam pen-transferan data,” ucap Herson.

    Adapun, SMX01 dijadwalkan mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2026, SMX01 bertujuan untuk memenuhi permintaanyang terus meningkat akan infrastruktur digital di Asia Tenggara, yang mana ekonomi digitalnya diproyeksikan akan mencapai US$1 triliun pada tahun 2030.

    Dengan luas data hall white space hampir 15.500 meter persegi, SMX01 adalah pusat data yang dirancang untuk memenuhi beragam kebutuhan pelanggan, mulai dari bisnis enterprise hingga perusahaan hyperscale global. 

    Dengan infrastruktur andal yang mendukung hingga 2.400 rak yang terbagi ke dalam sembilan data hall, SMX01 menawarkan skalabilitas yang tinggi. 

    Setiap data hall mampu menampung hingga 340 rak dan dapat disesuaikan untuk memenuhi berbagai permintaan pusat data, termasuk untuk memenuhi layanan colocation, hyperscale yang memerlukan rak dengan kepadatan daya tinggi, serta pemanfaatan pusat data lainnya yang mulai muncul seperti aplikasi Artificial Intelligence (AI) dan machine learning. 

    SMX01 siap mendorong Indonesia menjadi pusat transformasi dan inovasi teknologi di Asia Tenggara dan akan dilengkapi dengan fitur-fitur yang mendukung kebutuhan daya yang besar untuk komputasi berkinerja tinggi. Dengan kapasitas awal sebesar 18 MW, yang dapat ditingkatkan hingga 60 MW.

    Lebih lanjut, pusat data ini mendukung keberlanjutan melalui desain yang hemat energi dan Power Usage Effectiveness (PUE) yang rendah, serta memastikan keamanan tingkat tinggi melalui beberapa lapisan perlindungan keamanan yang sesuai dengan standar global. 

    SMX01 akan dibangun dengan standar Tier IV dan diharapkan akan meraih sertifikasi green building.

  • Komdigi Blokir DigitalOceanSpaces Buntut Temuan Konten Judi Online

    Komdigi Blokir DigitalOceanSpaces Buntut Temuan Konten Judi Online

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil langkah tegas dengan memblokir sementara akses ke situs digitaloceanspaces.com. 

    Langkah ini dilakukan setelah ditemukannya konten judi online pada beberapa subdomain situs tersebut, yang melanggar ketentuan hukum dan kebijakan penggunaan layanan digital.

    Digitaloceanspaces.com adalah layanan penyimpanan berbasis cloud yang disediakan oleh DigitalOcean, perusahaan infrastruktur cloud global. 

    Layanan ini memungkinkan pengguna untuk menyimpan dan mengelola data, termasuk file website, gambar, video, dan konten lainnya, secara online. 

    Namun, layanan itu juga dapat disalahgunakan untuk menyebarkan konten ilegal dan negatif, seperti dalam kasus subdomain yang mengandung konten perjudian itu.

    “Pemutusan akses sementara ini dilakukan setelah kami memverifikasi laporan dari sistem pengaduan Kemkomdigi terkait adanya sisipan konten perjudian di subdomain digitaloceanspaces.com,” kata Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar dikutip, Kamis (6/3/2025).

    Berdasarkan pemeriksaan menyeluruh, tim pengendalian ruang digital Kemkomdigi menemukan 123 subdomain di digitaloceanspaces.com yang mengandung konten perjudian online. 

    Seluruh subdomain tersebut telah berhasil diblokir untuk mencegah penyebaran konten yang merugikan masyarakat.

    Sabar mengungkapkan bahwa upaya normalisasi akses sempat dilakukan pada Senin (3/3/2025) pukul 14.00 WIB. Namun, pada pukul 20.00 WIB di hari yang sama, kembali ditemukan subdomain baru yang mengandung konten perjudian.

    “Komdigi akan berkoordinasi lebih lanjut dengan penyelenggara situs untuk memastikan akses ke digitaloceanspaces.com dapat dinormalisasi secepatnya,” ujarnya.

    Langkah ini diambil berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 dan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Sistem Elektronik. Kemkomdigi berkomitmen untuk menegakkan regulasi dan melindungi masyarakat dari dampak negatif perjudian online.

  • Google Uji Coba Mesin Pencarian Berbasis AI

    Google Uji Coba Mesin Pencarian Berbasis AI

    Bisnis.com, JAKARTA — Alphabet, perusahaan induk Google, meluncurkan versi eksperimental terbaru dari mesin pencariannya. Google sepenuhnya menghilangkan 10 tautan biru tradisional yang biasa muncul di hasil pencarian, menggantinya dengan ringkasan dari AI.

    Melansir Reuters, Kamis (6/3/2025) fitur baru ini tersedia untuk pelanggan Google One AI Premium dan dapat diakses melalui halaman hasil pencarian dengan memilih tab berlabel “Mode AI,” yang muncul di samping opsi lainnya seperti Gambar dan Peta.

    “Kami telah mendengar dari pengguna berpengalaman bahwa mereka menginginkan respons AI untuk lebih banyak pencarian mereka,” kata Robby Stein, wakil presiden produk Google.

    Google One AI Premium, yang dipatok dengan harga $19,99 per bulan, menawarkan penyimpanan cloud tambahan dan akses eksklusif ke berbagai fitur AI. 

    Saat ini, Google sudah menampilkan ringkasan AI pada hasil pencarian di lebih dari 100 negara, yang sering kali muncul di atas tautan biru tradisional yang mengarah ke halaman web terkait. Google pertama kali mulai menambahkan iklan pada ringkasan AI tersebut pada bulan Mei tahun lalu.

    Dengan fitur Mode AI, pengguna akan melihat ringkasan AI yang lebih komprehensif, lengkap dengan hyperlink ke halaman web yang dirujuk. Sementara itu, 10 tautan biru tradisional digantikan oleh bilah pencarian untuk memudahkan pengguna mengajukan pertanyaan lanjutan.

    Mode AI ini didukung oleh versi khusus dari model Gemini 2.0 yang memiliki kemampuan penalaran lebih tinggi, sehingga lebih siap dalam menangani pertanyaan yang lebih kompleks. 

    Pendapatan Alphabet yang diperkirakan mencapai US$350 miliar pada tahun 2024 sebagian besar didorong oleh iklan pencarian. Namun, perusahaan ini menghadapi tantangan besar dari para pesaing AI, terutama OpenAI yang didukung Microsoft. 

    Pada bulan Oktober lalu, Microsoft memperkenalkan fungsi pencarian berbasis ChatGPT ke dalam produk mereka.

    Integrasi AI ke dalam sistem pencarian Google menjadi fokus utama perusahaan ini, menurut Ruth Porat, Kepala Investasi Alphabet, yang menyebutkan ini sebagai taruhan terbesar perusahaan pada konferensi Reuters NEXT pada bulan Desember.

  • Sinarmas (SM+) Bangun Data Center AI Rp4,9 Triliun di Jakarta, Rampung 2026

    Sinarmas (SM+) Bangun Data Center AI Rp4,9 Triliun di Jakarta, Rampung 2026

    Bisnis.com, JAKARTA — SM+, perusahaan infrastruktur dan layanan digital yang didukung oleh Sinarmas, bersama dengan mitra usaha patungannya, Korea Investment Real Asset Management (KIRA), meresmikan peletakan batu pertama pembangunan SMX01, data center AI-ready di Jakarta, Kamis (6/3/2025).

    Fasilitas ini menelan investasi senilai lebih dari US$300 juta atau Rp4,9 triliun (kurs: Rp16.296) dan dikembangkan melalui kerja sama dengan LG Sinar Mas sebagai penasihat teknologi dan operator.

    Presiden Direktur & CEO SM+ Herson Suindah mengatakan pusat data baru ini mencerminkan komitmen SM+ untuk menyediakan infrastruktur digital yang aman dan memiliki skalabilitas.

    Dirinya menyebut, pusat data ini dapat menghubungkan pasar Indonesia yang sedang berkembang dengan ekosistem digital global.

    “Melalui SMX01, bersama dengan jaringan kami ke 24 edge data center yang saling terhubung di seluruh Indonesia, kami memungkinkan penerapan teknologi canggih, mengurangi latency jaringan untuk pengguna akhir, mempercepat masuknya perusahaan global, dan mendukung beban kerja AI yang terdistribusi,” kata Herson di Jakarta, Kamis (6/3/2025).

    Di sisi lain, CEO KIRA Yong Sik Kim, menuturkan bahwa pihaknya sangat senang dapat berkolaborasi dengan SM+ dan LG Sinar Mas dalam proyek pusat data unggulan ini. 

    “Investasi kami di SMX01 menegaskan keyakinan kami terhadap pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia,” ujarnya.

    Adapun, SMX01 dijadwalkan mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2026, SMX01 bertujuan untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat akan infrastruktur digital di Asia Tenggara, yang mana ekonomi digitalnya diproyeksikan akan mencapai US$1 triliun pada tahun 2030.

    Dengan luas data hall white space hampir 15.500 meter persegi, SMX01 adalah pusat data yang dirancang untuk memenuhi beragam kebutuhan pelanggan, mulai dari bisnis enterprise hingga perusahaan hyperscale global. 

    Dengan infrastruktur andal yang mendukung hingga 2.400 rak yang terbagi ke dalam sembilan data hall, SMX01 menawarkan skalabilitas yang tinggi. 

    Setiap data hall mampu menampung hingga 340 rak dan dapat disesuaikan untuk memenuhi berbagai permintaan pusat data, termasuk untuk memenuhi layanan colocation, hyperscale yang memerlukan rak dengan kepadatan daya tinggi, serta pemanfaatan pusat data lainnya yang mulai muncul seperti aplikasi Artificial Intelligence (AI) dan machine learning. 

    SMX01 siap mendorong Indonesia menjadi pusat transformasi dan inovasi teknologi di Asia Tenggara dan akan dilengkapi dengan fitur-fitur yang mendukung kebutuhan daya yang besar untuk komputasi berkinerja tinggi. Dengan kapasitas awal sebesar 18 MW, yang dapat ditingkatkan hingga 60 MW.

    Lebih lanjut, pusat data ini mendukung keberlanjutan melalui desain yang hemat energi dan Power Usage Effectiveness (PUE) yang rendah, serta memastikan keamanan tingkat tinggi melalui beberapa lapisan perlindungan keamanan yang sesuai dengan standar global. 

    SMX01 akan dibangun dengan standar Tier IV dan diharapkan akan meraih sertifikasi green building.

  • Premium
                    
                                                
                    5 jam yang lalu
                
                            
            
                                    Aral AI-RAN Indosat (ISAT)

    Premium 5 jam yang lalu Aral AI-RAN Indosat (ISAT)

    Premium

    5 jam yang lalu

    Aral AI-RAN Indosat (ISAT)

  • Mengukur Pentingnya Lelang Frekuensi 1,4 GHz Bagi Telkomsel (TLKM), Indosat (ISAT) dan XL Axiata (EXCL)

    Mengukur Pentingnya Lelang Frekuensi 1,4 GHz Bagi Telkomsel (TLKM), Indosat (ISAT) dan XL Axiata (EXCL)

    Bisnis.com, JAKARTA — Tiga operator telekomunikasi di Tanah Air yakni Telkomsel dari Grup Telkom (TLKM), Indosat (ISAT), XL Axiata (EXCL) telah menyatakan minat mengikuti lelang frekuensi 1,4 GHz. Lelang spektrum frekuensi ini punya posisi penting karena diarahkan untuk internet tetap (fix broadband) dengan harga terjangkau. 

    Dengan masuk ke spektrum ini Telkomsel, Indosat dan XL Axiata berpeluang tambahan pelanggan di tengah ketatnya persaingan. Sebaliknya, kehadiran pemain baru pada spektrum ini juga meningkatkan persaingan setelah sebelumnya ada Starlink.