Category: Bisnis.com Tekno

  • Oracle Pertimbangkan Bangun Pusat Data di Batam

    Oracle Pertimbangkan Bangun Pusat Data di Batam

    Bisnis.com, JAKARTA — Oracle Corp. sedang mempertimbangkan untuk membangun cloud service center atau pusat data di Batam, Kepulauan Riau.

    Dilansir dari Bloomberg, salah seorang sumber menjelaskan bahwa pihak Oracle sedang berdiskusi dengan pemerintah untuk membangun pusat layanan komputasi awan (cloud) di Batam. Alasannya, raksasa teknologi Amerika Serikat tersebut ingin memperluas portofolio pusat data di Asia Tenggara.

    Oracle yang berkantor pusat di Austin, Texas, mengincar Batam yang berada di lepas pantai selatan Singapura. Nongsa Digital Park di Batam menjadi dipertimbangkan sebagai lokasi mengingat ada beberapa pusat data lain di sana, kata sumber tersebut.

    Status zona perdagangan bebas Batam juga menarik, seperti juga kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia—tempat Oracle telah memiliki rencana untuk bisnis layanan cloud serupa. Sumber tersebut menambahkan bahwa diskusi tersebut belum final dan dapat berubah.

    Oracle tidak menanggapi permintaan komentar dari Bloomberg. Pihak Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia juga tidak menanggapi permintaan komentar.

    Para pemimpin teknologi AS dari Meta Platforms Inc. hingga Google sedang membangun pusat data di seluruh Asia dengan cepat, menyiapkan infrastruktur untuk mendukung ledakan layanan kecerdasan buatan yang dibayangkan di seluruh dunia.

    Sebagian besar investasi itu telah diberikan kepada negara-negara dengan ekosistem dan jaringan teknologi yang lebih mapan seperti Malaysia dan Singapura. Salesforce Inc. baru-baru ini mengumumkan investasi sebesar US$1 miliar di Singapura.

    Oracle telah memiliki dua pusat komputasi awan di Singapura, dan tahun lalu mengumumkan rencana senilai US$6,5 miliar untuk membangun fasilitas serupa di Malaysia.

    Adapun, Bain & Co. memperkirakan bahwa pasar global untuk produk terkait kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat mencapai US$990 miliar pada 2027 karena adopsi teknologi tersebut mengubah cara perusahaan dan negara menjalankan bisnis.

  • Menanti Peluncuran Satelit ‘Mata-Mata’ Dewa Petir Berkuasa

    Menanti Peluncuran Satelit ‘Mata-Mata’ Dewa Petir Berkuasa

    Bisnis.com, JAKARTA – Roket Electron besutan Rocket Lab USA Inc. tengah bersiap di Semenanjung Mahia, di timur Selandia Baru akhir pekan ini. Rencananya, roket dengan tinggi 18 meter dan diameter 1,2 meter itu dijadwalkan lepas landas pada Sabtu (15/3/2025) Pukul 13.00 waktu setempat.

    Pada peluncuran kali ini, Electron akan mengangkut satelit milik Institute for Q-shu Pioneers of Space Inc. (iQPS), sebuah perusahaan fabrikasi satelit dengan spesialis pada satelit radar dan satelit dengan resolusi tinggi untuk observasi Bumi.

    Dalam keterangan resmi Rocket Lab, Electron akan mengangkut satelit QPS-SAR-9 lewat misi The Lightning God Reigns alias Dewa Petir Berkuasa menuju orbit di ketinggian 575 kilometer (km) dari Launch Complex 1-Pad B.

    Adapun, jendela peluncuran telah dibuka sejak Senin (10/3/2025). Awalnya, QPS-SAR-9 memang dijadwalkan meluncur pada Senin (10/3/2025). Akan tetapi, rencana tersebut ditunda hingga paling cepat Sabtu (15/3/2025).

    Dalam keterangan resmi iQPS menunjukkan bahwa selama proses verifikasi pra-peluncuran untuk QPS-SAR-9, uji darat tambahan dilakukan untuk mengevaluasi beberapa area yang perlu diperhatikan, dan integritasnya telah berhasil dikonfirmasi.

    Namun, untuk lebih meningkatkan keandalan satelit dan memastikan peluncuran yang sukses, iQPS telah memutuskan untuk menerapkan langkah-langkah tambahan di lokasi.

    Kini, Rocket Lab telah menjadwalkan kembali peluncuran QPS-SAR-9 pada Sabtu (15/3/2025) pukul 13.00 waktu Selandia Baru.

    Pada misi Dewa Petir Berkuasa, Electron akan menempatkan satelit Synthetic Aperture Radar (SAR) tunggal yang dinamakan SUSANOO-I untuk bergabung dengan konstelasi pencitraan Bumi milik iQPS yang tengah berkembang, guna memberikan pemantauan resolusi tinggi dari lokasi tertentu setiap 10 menit.

    Dewa Petir Berkuasa merupakan peluncuran pertama dari total delapan peluncuran untuk iQPS sepanjang 2025 dan 2026 guna membangun konstelasi iQPS. Hal ini sesuai dengan kesepakatan yang diteken kedua perusahaan pada 27 Februari 2025.

    Dalam keterangan resminya saat itu, Rocket Lab mengungkapkan bahwa kesepakatan baru tersebut merupakan tindak lanjut dari kontrak peluncuran ganda sebelumnya yang diteken kedua perusahaan pada 2024 dan menjadikan jumlah total peluncuran khusus Electron yang dipesan untuk iQPS menjadi delapan. Dari kedua pesanan massal tersebut, enam misi dijadwalkan untuk diluncurkan pada 2025 dan dua pada 2026. 

    Misi Dewa Petir Berkuasa diharapkan dapat mengikuti misi sukses Rocket Lab sebelumnya untuk iQPS yang diluncurkan pada Desember 2023 saat perusahaan yang berbasis di Long Beach, California, Amerika Serikat ini meluncurkan satelit QPS-SAR-5 dengan nama TSUKOYOMI-I.

    Adapun, setiap misi mendatang juga akan mencakup Rocket Lab Motorized Lightband, yang digunakan untuk memisahkan dan menyebarkan satelit dari Electron setelah berada di luar angkasa.

    Peluncuran kali ini akan menjadi misi ketiga Rocket Lab pada 2025 sekaligus peluncuran Electron ke-61 secara keseluruhan. Peluncuran tersebut bakal menambah jumlah total satelit yang dikirim ke luar angkasa oleh Rocket Lab menjadi 211.

    Pendiri dan CEO Rocket Lab Peter Beck mengungkapkan bahwa pembuatan konstelasi yang presisi pada garis waktu yang disesuaikan adalah kekuatan Electron. Pihaknya tahu posisi orbit yang presisi sangat penting untuk setiap misi pencitraan Bumi, sehingga sangat dicari oleh operator konstelasi.

    “Permintaan ini tercermin dalam banyaknya kontrak peluncuran ganda yang terus kami tandatangani dengan operator konstelasi seperti iQPS. Kami merasa terhormat dapat bermitra dengan iQPS sekali lagi untuk menghadirkan kemampuan ini,” katanya saat penandatanganan kontrak tersebut.

    Sementara itu, CEO iQPS Shunsuke Onishi mengungkapkan kegembiraannya dan bersyukur dapat mengumumkan kontrak peluncuran tambahan untuk empat satelit lagi di Electron, menyusul pengumuman perusahaan sebelumnya.

    “Frekuensi peluncuran dan keandalan Electron yang tinggi menjadikannya pilihan ideal untuk misi kami, dan mengamankan peluang ini pada tahap awal sungguh mengasyikkan. Kontrak ini membawa kami selangkah lebih dekat untuk membangun konstelasi satelit kami selama dua tahun ke depan, dan kami tetap berkomitmen penuh untuk mewujudkan visi ini,” jelas Onishi.

    iQPS merupakan perusahaan rintisan luar angkasa pionir yang didirikan pada 2005 oleh dua profesor emeritus dari Universitas Kyushu dan seorang pengembang roket dengan misi membangun industri luar angkasa di wilayah Kyushu, Jepang.

    Dengan keahlian lebih dari 20 tahun pada pengembangan satelit kecil di Universitas Kyushu, iQPS kini menyatukan tim dinamis yang terdiri dari para insinyur muda, pemimpin industri, dan profesor emeritus yang visioner. Langkah pertumbuhan IQPS juga makin diperkuat dengan dukungan lebih dari 25 perusahaan mitra di seluruh Jepang, yang sebagian besar berpusat di utara Kyushu.

    Dalam keterangan resminya, IQPS menjelaskan bahwa QPS-SAR adalah satelit SAR kecil canggih. Perusahaan telah merancang antena besar yang dapat disebarluaskan dan dipatenkan, yang ringan dan sangat ringkas, yang memungkinkan satelit tersebut memancarkan gelombang radio yang kuat.

    Terobosan ini diklaim mampu menghasilkan pengembangan QPS-SAR yang sukses, satelit SAR kecil beresolusi tinggi yang beratnya hanya 1/20 kali lebih ringan dan biayanya 1/100 kali lebih murah daripada satelit SAR tradisional.

    Hingga saat ini, sebanyak delapan satelit QPS-SAR telah diluncurkan dan iQPS bermaksud untuk membangun konstelasi yang terdiri dari 36 satelit. Hal ini akan memungkinkan pengiriman NearReal-Time Data Provisioning Service alias pengiriman data beresolusi tinggi mendekati waktu yang bersamaan.

    Hal ini memungkinkan pengamatan wilayah-wilayah tertentu di seluruh dunia pada interval rata-rata 10 menit. Tak hanya itu, lewat teknologi ini maka akan memungkinkan pengumpulan citra berkelanjutan sebagai data, dan untuk mengumpulkan data tidak hanya pada Objek Tetap (stationery objects) seperti tanah dan bangunan, tetapi juga pada objek bergerak (moving objects) seperti kendaraan, kapal, dan ternak.

    Manajemen iQPS dalam pernyataannya mengungkapkan bahwa data yang dikumpulkan oleh konstelasi QPS-SAR berpotensi untuk merevolusi industri dan membentuk kembali masa depan.

    Dengan memanfaatkan wawasan dari data objek bergerak, iQPS dapat membuka nilai ekonomi baru, meningkatkan keselamatan dan keamanan perkotaan, dan menyediakan analisis prediktif untuk pertanian, ekonomi nasional, dan pasar regional ketika terintegrasi dengan data cuaca, pasar, dan ekonomi.

    Kemungkinannya tidak terbatas. QPS-SAR juga memungkinkan kesadaran situasional yang cepat dalam keadaan darurat. Dengan sejumlah satelit di orbit, yang mampu menembus awan dan gumpalan, ia menyediakan pemantauan 24/7, memastikan penilaian cepat dan perencanaan tindakan penanggulangan yang efektif—terlepas dari kondisi cuaca.

  • Apple dan Google Hambat Persaingan Pasar Peramban Seluler di Inggris

    Apple dan Google Hambat Persaingan Pasar Peramban Seluler di Inggris

    Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Persaingan dan Pasar (CMA) Inggris menyatakan bahwa pasar peramban seluler di Inggris tidak berfungsi dengan baik untuk konsumen dan bisnis. Apple dan Google dianggap bertanggung jawab besar atas masalah ini.

    Melansir dari The Verge, Kamis (13/3/2025) investigasi yang dilakukan oleh kelompok penyelidikan independen ini mengungkapkan bahwa kebijakan Apple terkait iOS, Safari, dan WebKit mempersulit persaingan antara penyedia peramban web pihak ketiga, sehingga, membatasi dinamika pasar.

    Investigasi tersebut menyoroti beberapa praktik yang dianggap menghambat persaingan. Salah satunya adalah kebijakan Apple yang mengharuskan semua peramban di iOS berjalan pada mesin peramban WebKit-nya sendiri.

    Hal ini memberikan Safari akses istimewa ke fitur-fitur tertentu yang tidak diberikan kepada peramban berbasis WebKit pesaing. 

    Apple, menurut penyelidik, tidak hanya mendominasi pasar melalui mekanisme ini tetapi juga mengurangi kemungkinan bagi pengguna untuk beralih ke peramban lain meskipun memungkinkan penggantian aplikasi peramban default. 

    Temuan serupa ditemukan pada Android, di mana Chrome terpasang secara default pada sebagian besar perangkat Android. 

    Meski begitu, laporan CMA mencatat bahwa Apple dan Google telah melakukan beberapa perubahan untuk mempermudah pengguna dalam beralih ke peramban alternatif sejak penyelidikan diumumkan.

    Meskipun Apple dan Google belum memberikan komentar resmi mengenai laporan CMA, regulator telah mengajukan beberapa solusi untuk meningkatkan persaingan di pasar peramban seluler. 

    Saran-saran tersebut termasuk memaksa Apple untuk memungkinkan penggunaan mesin peramban alternatif di iOS, mewajibkan kedua perusahaan menawarkan pilihan peramban saat pengaturan perangkat, serta melarang pembagian pendapatan Chrome antara Apple dan Google.

    Selain itu, CMA juga meluncurkan penyelidikan terpisah untuk mengevaluasi apakah Apple dan Google memenuhi syarat sebagai perusahaan yang memiliki status pasar strategis berdasarkan Undang-Undang Pasar Digital, Persaingan, dan Konsumen (DMCC).

    Jika status tersebut diberikan, kedua perusahaan dapat dikenakan regulasi antimonopoli yang lebih ketat dan potensi denda hingga 10% dari omzet tahunan mereka. 

    Investigasi terhadap status tersebut sedang berlangsung dan diharapkan selesai pada akhir tahun ini.

  • Komdigi Dukung Penegakan Hukum Kasus PDNS Rp958. Miliar, Siap Kasih Data

    Komdigi Dukung Penegakan Hukum Kasus PDNS Rp958. Miliar, Siap Kasih Data

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan dukungan penuh terhadap proses penegakan hukum terkait dugaan korupsi pengadaan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) periode 2020-2024 senilai Rp958 miliar.

    Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komdigi, Ismail mengatakan berkomitmen penuh terhadap prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik dalam setiap proses pengadaan barang dan jasa. 

    Ismail menekankan bahwa sebagai institusi yang taat hukum, kementerian siap bekerja sama sepenuhnya dengan aparat penegak hukum dalam proses penyidikan yang tengah berlangsung.

    “Kami siap memberikan informasi dan data yang dibutuhkan guna memastikan proses hukum berjalan dengan lancar,” kata Ismail dalam keteranganya, Jumat (14/3/2025).

    Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa proyek PDNS dirancang untuk memperkuat infrastruktur data nasional guna mendukung transformasi digital Indonesia, khususnya dalam aspek keamanan data dan efisiensi layanan publik. 

    Dirinya menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah nilai fundamental yang terus dijunjung tinggi dalam setiap kebijakan dan program kementerian. 

    Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat tengah mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan pusat data nasional sementara (PDNS) senilai Rp958 miliar.

    Kepala Seksi Intel Kejari Jakarta Pusat, Bani Immanuel Ginting mengatakan tempus kasus ini terjadi pada periode 2020 sampai dengan 2024.

    “Pada tahun 2020-2024 Kemkominfo melakukan pengadaan barang/jasa dan PDNS dengan total pagu anggaran Rp958 Miliar,” ujar Bani dalam keterangan tertulis, Jumat (14/3/2025)

    Dia menjelaskan, kasus ini bermula terjadi pada 2020. Kala itu, pejabat Kominfo melakukan kerja sama dengan perusahaan swasta untuk memenangkan tender proyek terhadap PT AL dengan nilai Rp 60 miliar.

    Selang setahun, PT AL kembali memenangkan proyek tender terkait PDNS senilai Rp102,6 miliar. Kongkalingkong pejabat Kominfo dengan PT AL juga kembali terjadi pada 2022 dengan nilai Rp188,9 miliar.

    “Di tahun 2023 dan 2024 kembali perusahaan yang sama memenangkan pekerjaan komputasi awan dengan nilai kontrak tahun 2023 senilai Rp350 miliar dan tahun 2024 senilai Rp256,5 miliar,” tambah Bani.

    Akibatnya, pengadaan yang diduga tidak sesuai standar, serta tanpa pertimbangan kelaikan BSSN sebagai penawaran itu telah membuat beberapa serangan ransomware terhadap PDSN pada 2024.

  • Telkom (TLKM) Buka Lowongan Kerja, Ini Link Pendaftarannya

    Telkom (TLKM) Buka Lowongan Kerja, Ini Link Pendaftarannya

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membuka sejumlah lowongan kerja untuk sejumlah posisi. Berikut link pendaftarannya. 

    Adapun, dibukanya lowongan pekerjaan di Telkom, setelah pemerintah dalam hal ini BUMN resmi membuka kembali Rekrutmen Bersama BUMN (RBB) 2025. 

    Direktur Human Capital Management Telkom Afriwandi mengatakan bahwa dalam upaya transformasi menjadi digital telco, Telkom Group berkomitmen untuk terus menyediakan wadah bagi putra putri terbaik Indonesia dalam mengembangkan karier bersama Telkom.

    Salah satunya wadah tersebut adalah Rekrutmen Bersama BUMN 2025 dimana program ini dapat mengakselerasi digitalisasi, memperkuat akses telekomunikasi, dan membangun masyarakat digital di Indonesia.

    “Kami senantiasa memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh talenta terbaik, sejalan dengan prinsip keberagaman, kesetaraan, dan inklusi yang dijalankan TelkomGroup di lingkungan kerja,” kata Afriwandi dalam keteranganya, Jumat (14/3/2025).

    Afriwandi menambahkan, rekrutmen ini bisa mendukung optimalisasi dan sinergi pengelolaan talenta TelkomGroup karena melibatkan Telkom dan anak perusahaannya.

    Pendaftaran program Rekrutmen Bersama BUMN 2025 dibuka mulai tanggal 7 – 16 Maret 2025. 

    Para talenta muda diharapkan segera mempersiapkan diri dan mendaftar melalui link rekrutmenbersama2025.fhcibumn.id sebelum batas waktu yang ditentukan, mengingat kuota pendaftar yang terbatas.

    “TelkomGroup tidak hanya menjadi tempat bekerja, tapi juga untuk belajar, bertumbuh, dan berkontribusi nyata dalam memajukan Indonesia. Ini menjadi kesempatan baik bagi talenta Indonesia dalam mengembangkan diri dan mewujudkan manfaat bersama TelkomGroup,” tuturnya.

    Rekrutmen Bersama BUMN merupkan agenda tahunan yang diinisiasi Kementerian BUMN dan Forum Human Capital Indonesia (FHCI). Agenda ini membuka peluang kerja bagi talenta muda Indonesia untuk bergabung dan berkontribusi di 107 perusahaan BUMN. 

    Kesempatan ini terbuka untuk kategori Reguler, Disabilitas, serta Putra dan Putri Papua, dengan lebih dari 2.000 lowongan kerja dari 100+ perusahaan BUMN Grup. 

  • SoftBank & OpenAI Dikabarkan Berencana Bangun Pusat Data AI di Jepang

    SoftBank & OpenAI Dikabarkan Berencana Bangun Pusat Data AI di Jepang

    Bisnis.com, JAKARTA — SoftBank dikabarkan berencana mengubah bekas pabrik panel LCD Sharp di Osaka, Jepang, menjadi pusat data.

    Pusat data adalah ruangan fisik, bangunan, atau fasilitas yang menampung infrastruktur TI untuk membangun, menjalankan, dan menyediakan aplikasi dan layanan. Pusat data juga menyimpan dan mengelola data yang terkait dengan aplikasi dan layanan tersebut.

    Melansir dari Reuters, Jumat (14/3/2025), pusat data tersebut nantinya akan mengoperasikan agen kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan bersama OpenAI, kreator ChatGPT yang berbasis di Amerika Serikat (AS).

    SoftBank disebut akan membeli fasilitas serta sebagian tanah di pabrik TV LCD Sharp yang sudah ditutup, dengan harga sekitar 100 miliar yen atau sekitar US$677,05 juta (Rp11,1 triliun)

    Pusat data ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 2026 dan akan menjadi salah satu yang terbesar di Jepang, dengan kapasitas daya sebesar 150 megawatt. 

    Kemitraan ini bertujuan untuk mengomersialkan model agen AI OpenAI di Jepang, termasuk rencana untuk melatih model-model tersebut menggunakan data dari perusahaan klien dan menyediakan agen AI yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.

    Investasi ini diperkirakan akan mencapai sekitar 1 triliun yen atau sekitar US$6,77 miliar, yang menandakan komitmen besar SoftBank dan OpenAI dalam memperluas penerapan teknologi AI di Jepang.

    Akan tetapi, hingga saat ini, SoftBank dan OpenAI belum memberikan komentar terkait laporan tersebut.

  • Kantar Integrasikan Dua Metode Penelitian Secara Bersamaan dengan AI

    Kantar Integrasikan Dua Metode Penelitian Secara Bersamaan dengan AI

    Bisnis.com, JAKARTA — Kantar, perusahaan global terdepan dalam bidang data, insight dan konsultan riset pasar, memperkenalkan solusi Kantar ART.AI di Indonesia. Solusi ini memberikan laporan akurat dengan menggabungkan dua metode penelitian lewat kecerdasan buatan (AI). 

    Solusi terbaru berbasis Artificial Intelligence (AI) dari Divisi Insights Kantar ini memungkinkan perusahaan berinteraksi langsung dengan lebih dari 100 responden secara bersamaan.

    CEO Kantar Insights APAC, Cheong Tai Leung menjelaskan Kantar ART.AI dirancang untuk dapat mengintegrasikan dua metodologi penelitian pada saat yang bersamaan, sehingga menghasilkan insight yang cepat dan komprehensif.

    “Kantar dapat memperkuat posisinya sebagai yang terdepan dalam bidang data, insight, dan juga konsultan riset pasar,” kata Cheong di kantornya, Kamis (13/3/2025).

    Kantar ART.AI memiliki format pertanyaan yang interaktif seperti teks, suara, dan video, serta fitur voting dan probing berbasis AI secara real-time. 

    Solusi ini juga menawarkan berbagai fitur canggih berbasis AI, termasuk pemberian instruksi kepada responden, dekoding gambar, terjemahan langsung dari berbagai bahasa, hingga perancangan panduan diskusi otomatis.

    Solusi berbasis AI ini memungkinkan pengguna untuk melakukan penyusunan pertanyaan penelitian, termasuk proses pengumpulan data dan analisis, hanya dalam waktu kurang dari 90 menit. 

    Sebagai solusi yang mampu memastikan efisiensi, kecepatan, dan insight yang komprehensif, Kantar ART.AI menjadi pilihan yang tepat dalam mendukung proses pengambilan keputusan secara real-time dan dapat diimplementasikan secara langsung ke dalam operasional bisnis.

    “Kami yakin solusi ini dapat menjadi alternatif untuk menjawab tantangan bisnis yang saat ini semakin dinamis dan mudah berubah. Kantar terus berkomitmen untuk bermitra, baik dengan perusahaan lokal maupun multinasional, untuk terus berkembang dan membangun masa depan merek usaha mereka,” ujar Cheong.

    Adapun, saat ini solusi Kantar ART.AI telah tersedia di 30 negara dimana salah satunya adalah Indonesia, yang juga telah mendukung 15 bahasa termasuk Bahasa Indonesia. 

    Hal ini menjadikan Kantar ART.AI solusi berskala global yang menawarkan efisiensi biaya khususnya dari segi pengeluaran terkait perjalanan pada tahap pengumpulan data. 

  • Tanggal Langka 14 Maret, Gerhana Bulan Total Merah Darah, Pi Day dan Kelahiran Albert Einstein

    Tanggal Langka 14 Maret, Gerhana Bulan Total Merah Darah, Pi Day dan Kelahiran Albert Einstein

    Bisnis.com, JAKARTA – Tanggal 14 Maret 2025 hari ini mungkin saja menjadi tanggal langka dan unik yang pernah terjadi.

    Pasalnya, ada tiga kejadian yang terjadi pada hari ini.

    Pertama, 14 Maret diperingati sebagai Pi day, dan juga kelahiran Albert Einstein dan tanggal ini juga muncul gerhana bulan total merah darah.

    Berikut tiga kejadian yang ada di tanggal langka 14 Maret 2025

    1. Kelahiran Albert Einstein

    Albert Einstein lahir pada tanggal 14 Maret 1879 di Ulm, Württemberg, Jerman. Ia dibesarkan dalam keluarga Yahudi sekuler.

    Ayahnya, Hermann Einstein, adalah seorang penjual dan insinyur yang bersama saudaranya mendirikan Elektrotechnische Fabrik J.

    Einstein & Cie, sebuah perusahaan yang berpusat di Munich yang memproduksi peralatan listrik secara massal.

    Ibu Einstein, yang sebelumnya bernama Pauline Koch, mengurus rumah tangga keluarga. Einstein memiliki seorang saudara perempuan, Maja, yang lahir dua tahun setelahnya.

    2. Pi Day

    Tanggal 14 Maret adalah Hari Pi (π), perayaan tahunan atas angka yang tak pernah berakhi. Bagaimana pi menginspirasi hari libur nasional dan perayaan internasional ribuan tahun setelah penemuannya? Semuanya berawal di Exploratorium bersama mantan fisikawan, tukang reparasi, dan spesialis media Larry Shaw.

    Pada tahun 1988, tiga tahun setelah kematian Pendiri Exploratorium Frank Oppenheimer, staf berkumpul di sebuah retret di Monterey, California, untuk mencari jati diri dan bertukar pikiran.

    Di sanalah Shaw menghubungkan tanggal 14 Maret (3,14) dengan angka pi (3,14159…), melihatnya sebagai kesempatan luar biasa untuk menyatukan staf Exploratorium. Dan lahirlah Hari π.

    Pada Hari π pertama, pada pukul 1:59—angka π setelah 3,14—Larry dan istrinya, Catherine, menyiapkan meja di lantai museum yang di atasnya terdapat pai buah dan teko teh untuk perayaan.

    Beberapa tahun kemudian, putri Larry, Sara, menemukan bahwa Hari π juga merupakan hari ulang tahun Einstein (lahir tahun 1879) sehingga perayaan atas hidupnya ditambahkan ke perayaan Hari π.

    Larry membuat dan memasang “Kuil Pi,” sebuah plakat kuningan bundar, di tengah ruang kelas bundar yang dibangun dari balok beton bundar. Ia memimpin parade keliling museum dengan boombox-nya yang membunyikan angka-angka π dengan alunan musik “Pomp and Circumstance.” Parade berakhir dengan mengelilingi Kuil Pi sebanyak 3,14 kali sambil menyanyikan “Selamat Ulang Tahun” untuk Albert Einstein.

    3. Gerhana Bulan Total

    Pada tanggal 14 Maret 2025 (malam tanggal 13 Maret), Bulan memasuki bayangan Bumi, sehingga terjadi gerhana bulan total, yang pertama sejak November 2022. Animasi ini menunjukkan wilayah Bumi tempat gerhana ini terlihat.

    Wilayah ini bergeser ke barat selama gerhana. Pengamat yang berada di dekat tepi wilayah visibilitas mungkin hanya melihat sebagian gerhana karena bagi mereka, Bulan terbenam (di tepi timur atau kanan) atau terbit (di tepi barat atau kiri) saat gerhana terjadi.

    Garis kontur menandai tepi wilayah visibilitas pada saat kontak. Ini adalah saat-saat ketika Bulan memasuki atau meninggalkan umbra (bagian bayangan Bumi tempat Matahari sepenuhnya tersembunyi) dan penumbra (bagian tempat Matahari hanya terhalang sebagian). Bagi pengamat yang berada di garis kontur, kontak terjadi saat bulan terbit (barat) atau bulan terbenam (timur).

  • Oracle Dilaporkan Jadi Kandidat Utama untuk Jalankan TikTok di AS

    Oracle Dilaporkan Jadi Kandidat Utama untuk Jalankan TikTok di AS

    Bisnis.com, JAKARTA — Oracle dikabarkan kandidat utama sebagai mitra teknologi cloud untuk mengelola TikTok di Amerika Serikat (AS).

    Melansir dari Techcrunch, Jumat (14/3/2025) TikTok, aplikasi video berdurasi pendek yang tengah menghadapi ketidakpastian terkait masa depannya di Amerika Serikat, dilaporkan menjadikan Oracle sebagai pilihan utama untuk menjadi mitra.

    Hal ini terungkap melalui sebuah laporan dari The Information yang mencakup informasi dari sumber-sumber seperti investor, bankir, dan mantan eksekutif yang dekat dengan perusahaan induk TikTok, ByteDance.

    Menurut laporan tersebut, ByteDance lebih menyukai Oracle daripada penyedia cloud lainnya untuk menangani data pengguna TikTok di AS. 

    Sejak 2022, TikTok telah menggunakan server milik Oracle untuk menyimpan data penggunanya, yang menjadikan perusahaan teknologi ini sebagai kandidat kuat dalam kesepakatan ini. 

    Selain itu, laporan juga mencatat bahwa ByteDance masih ingin mempertahankan peran aktif dalam operasi TikTok, dengan Oracle sebagai mitra yang membantu menjalankan layanan di AS. 

    Dukungan terhadap Oracle semakin menguat setelah mantan Presiden Donald Trump menunjukkan keberpihakannya terhadap peran perusahaan ini dalam proses kesepakatan.

    Akan tetapi, hingga saat ini Oracle belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut. 

    Diberitakan sebelumnya, Pemerintahan Presiden AS Donald Trump dikabarkan tengah merencanakan penyelamatan TikTok yang melibatkan perusahaan Oracle dan sekelompok investor luar untuk mengambil alih kendali operasi aplikasi tersebut.

    Melansir dari Reuters, Minggu (25/1/2025), berdasarkan kesepakatan yang dinegosiasikan oleh Gedung Putih, pemilik TikTok yang berbasis di China, ByteDance, akan tetap mempertahankan sebagian saham di perusahaan tersebut. 

    Namun, pengumpulan data dan pembaruan perangkat lunak akan diawasi oleh Oracle, yang telah menyediakan infrastruktur Web TikTok. Demikian sumber yang mengetahui pembicaraan.

    Kendati demikian, sumber menyebut bahwa syarat-syarat kesepakatan ini masih dapat berubah dan kemungkinan besar akan mengalami perubahan.

    Adapun salah satu sumber mengatakan bahwa cakupan pembicaraan secara keseluruhan belum ditetapkan dan bisa mencakup operasi di AS serta wilayah lain.

  • Belanja Konten Digital RI Capai Rp43,3 Triliun, Gim & OTT Paling Jumbo

    Belanja Konten Digital RI Capai Rp43,3 Triliun, Gim & OTT Paling Jumbo

    Bisnis.com, JAKARTA – Laporan Digital 2025 Indonesia dari We Are Social menggambarkan bahwa belanja masyarakat Tanah Air berkaitan konten digital mengalami peningkatan dobel digit, ditopang gim dan platform siaran over the top (OTT). 

    Riset yang diolah tim We Are Social bersama bersama berbagai data partner dan mencakup 4,8 miliar responden di seluruh dunia itu turut mengukur persentase warganet berusia 16+ dari berbagai negara yang rutin belanja konten digital setiap bulan, di mana rata-ratanya 68,3% dari total populasi pengguna internet dunia.

    Indonesia termasuk di jajaran menengah, di mana 67% dari total warganet ternyata loyal berlangganan konten digital setiap bulan. Persentase ini bahkan lebih besar dari beberapa negara maju, seperti Spanyol (65,9%), Singapura (63,9%), Kanada (63%), bahkan Inggris (61,6%). 

    Sementara itu, lima besar negara dengan persentase tertinggi perihal rutinitas belanja konten digital adalah Norwegia (83,1%), Meksiko (80,1%), Swedia (77,5%), Kenya (76,5%), dan Uni Emirat Arab (75,7%). 

    Terkhusus Indonesia, We Are Social mengungkap bahwa total belanja konten digital masyarakat Tanah Air sepanjang 2024 mencapai US$2,64 miliar alias Rp43,3 triliun, dan tercatat tumbuh 10,9% secara tahunan (yoy). 

    Porsi terbesar belanja konten digital itu ditopang komoditas terkait gim, yaitu US$1,23 miliar. Menyusul kemudian platform video-on-demand (VOD) US$760 juta, pemutar musik US$360 juta, dan terakhir penerbitan elektronik (media atau buku-el) dengan US$290 juta. 

    Nominal keempatnya tercatat masih tumbuh, namun hanya platform VOD dan pemutar musik menjadi yang pertumbuhannya di atas rata-rata, yaitu masing-masing 13,4% yoy dan 12,5% yoy. 

    Daftar Aplikasi Berlangganan yang Mendominasi 

    Berdasarkan nama aplikasi dan gim paling banyak menyedot duit warganet, We Are Social pada laporan ini hanya mencatatkan pemeringkatan berdasarkan kinerja mereka pada 1 September 2024 sampai 30 November 2024. 

    Lantas, terkhusus aplikasi ponsel, secara umum platform OTT yang beroperasi di Indonesia mendominasi jajaran 10 besar teratas penyedot warganet untuk berlangganan. 

    Contohnya, kendati peringkat teratas diambil oleh TikTok besutan Bytedance, platform Vidio besutan Surya Citra Media menduduki peringkat ke-2. Menyusul kemudian, ada langganan Google One milik Goggle yang melengkapi jajaran 3 besar. 

    Selain itu, berturut-turut ada platform Dramabox (Story Matrix), Facebook (Meta), GetContact (Getverify), ShortTV (ShortTV), WeTV (Tencent), Capcut (Bytedance), dan Disney+ Hotstar (Disney). 

    Sementara dari jajaran gim ponsel, Mobile Legends besutan Bytedance masih menjadi jawara, disusul E-Football 2024 (Konami), dan Free Fire (SEA). Selain itu, ada Roblox, Last War: Survival Game, Higgs Domino Island, Whiteout Survival, Candy Crush Saga, EA Sports FC Mobile 24, dan Clash of Clans.

    Dari sisi pendapatan rata-rata per pelanggan (ARPU) atas berbagai penyedia konten tersebut, platform gim yang beroperasi di Tanah Air masih menjadi yang paling cuan, yakni dengan ARPU US$25,88 per pelanggan/tahun. 

    Menyusul kemudian, platform VOD di Indonesia memiliki ARPU US$9,03 per pelanggan/tahun, pemutar musik dengan US$8,6 per pelanggan/tahun, dan penerbitan digital dengan US$6,46 per pelanggan/tahun.