Category: Bisnis.com Tekno

  • Inggris Prediksi AI Bakal jadi Asisten Pribadi 5 Tahun Lagi

    Inggris Prediksi AI Bakal jadi Asisten Pribadi 5 Tahun Lagi

    Bisnis.com, JAKARTA — Kantor Komisioner Informasi Inggris (ICO), lembaga yang mengawasi perlindungan data dan privasi, menyampaikan dalam lima tahun ke depan masyarakat berpotensi memiliki asisten belanja pribadi berbasis kecerdasan buatan (AI).

    Asisten belanja berbasis AI ini tidak hanya menunggu perintah dari pengguna, tetapi juga mampu bertindak secara mandiri. Teknologi ini dapat mempelajari kebiasaan pengguna, memahami kebutuhan belanja, mulai dari membeli barang sehari-hari, memesan tiket pesawat, hingga membantu mengelola keuangan rumah tangga.

    Direktur Eksekutif Regulasi dan Inovasi di ICO, William Malcolm, menjelaskan bahwa teknologi tersebut dikenal sebagai Agentic AI, yakni AI yang memiliki kemampuan untuk membuat keputusan dan mengambil tindakan secara otonom.

    “Agen AI pribadi kami dapat membayar barang, memesan tiket penerbangan, serta mengelola keuangan rumah tangga,” kata Malcolm, dikutip dari The Standard, Jumat (9/01/2026).

    Menurut regulator, kemampuan AI agen untuk mengantisipasi kebutuhan belanja tanpa harus diminta memungkinkan konsumen mengandalkan AI dalam merencanakan anggaran bulanan, sekaligus menjadwalkan pembelian pada saat berlangsungnya program diskon.

    Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa AI berbasis agen berpotensi meluas ke ranah pengambilan keputusan keuangan. Dalam hal ini, agen AI dapat mencari berbagai opsi pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna dan menyajikannya untuk disetujui.

    Meski menawarkan berbagai kemudahan, ICO mengingatkan bahwa perlindungan privasi data tetap menjadi prioritas utama. Semakin canggih AI, semakin besar pula data pribadi yang digunakan, sehingga risiko penyalahgunaan data berpotensi meningkat.

    Kekhawatiran tersebut kian mencuat setelah beberapa waktu lalu chatbot Grok milik Elon Musk menuai sorotan publik karena menghasilkan gambar tidak senonoh. Peristiwa itu menegaskan kekhawatiran terkait keselamatan pribadi dan pengawasan seiring semakin kuatnya kemampuan teknologi AI.

    Malcolm menegaskan bahwa sistem perlindungan data yang kuat sangat penting untuk menjaga keamanan informasi pribadi masyarakat sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap teknologi AI.

    “Fondasi perlindungan data yang kuat dapat membantu membangun kepercayaan publik serta mempercepat dan mengamankan adopsi AI,” ujarnya.

    Dalam laporan Tech Feature, ICO menekankan bahwa kepatuhan terhadap standar perlindungan data dapat menjadi faktor pembeda di pasar bagi perusahaan yang meluncurkan agen AI.

    Lembaga pengawas tersebut juga menyatakan akan terus memantau perkembangan AI hingga 2026 serta bekerja sama dengan para pengembang untuk memperjelas kewajiban hukum mereka, sehingga konsumen dapat merasa yakin bahwa data pribadi mereka dilindungi dengan semestinya. (Nur Amalina)

  • Manfaat Tersembunyi Ruter Wi-Fi: Pusat Penyimpanan hingga Powerbank

    Manfaat Tersembunyi Ruter Wi-Fi: Pusat Penyimpanan hingga Powerbank

    Bisnis.com, JAKARTA — Ruter Wi-Fi di rumah ternyata mempunyai banyak fungsi yang bisa memudahkan aktivitas sehari-hari. Ruter tidak hanya berfungsi sebagai penyebar Wi-Fi tetapi bisa juga menjadi pusat penyimpanan hingga sumber daya untuk perangkat lain seperti Powerbank. 

    Selama ini, apa yang Anda ketahui tentang fungsi Ruter? banyak orang yang tidak sadar ternyata Ruter Wi-Fi di rumah mempunyai port USB di bagian belakang. Kebanyakan dari mereka membiarkan port USB tersebut terbengkalai, padahal port USB ini mempunyai banyak fungsi.

    Setelah mengetahui fungsi nya, pasti Anda akan berpikir kembali, kenapa tidak dari dulu untuk memanfaatkan nya? 

    Mengutip dari MUO Kamis (08/01/2025), berikut ini beragam fungsi Ruter Wi-Fi

    1. Ruter bisa anda gunakan sebagai penyimpanan bersama (NAS)

    Dengan ini Anda bisa berbagi file tanpa perlu membeli perangkat tambahan. Caranya, Anda bisa mencolokkan hard drive atau flashdisk ke port USB Ruter. Setelah diatur lewat menu pengaturan Ruter, semua perangkat yang terhubung ke Wi-Fi bisa mengakses file di dalamnya.

    Artinya, Anda bisa berbagi file tanpa perlu kirim lewat email atau menyimpan di cloud. File tetap berada di rumah, sehingga lebih aman dan privasi lebih terjaga. Beberapa Ruter bahkan bisa langsung memutar video ke TV sebagai server media.

    2. Mengubah printer lama menjadi printer nirkabel

    Jangan buru-buru mengganti printer lama Anda, karena satu port USB dapat menyelamatkan perangkat keras yang masih berfungsi dengan baik. Jika Anda punya printer lama yang belum mendukung Wi-Fi, jangan buru-buru dibuang. Cukup hubungkan printer ke port USB Ruter.

    Dengan cara ini, semua perangkat di jaringan Wi-Fi bisa mencetak secara nirkabel, sama seperti menggunakan printer modern. Cara ini cocok untuk memanfaatkan perangkat lama yang masih berfungsi dengan baik.

    3. Membuat sistem cadangan data otomatis

    Ruter juga bisa digunakan untuk mencadangkan data secara otomatis. Hard drive yang terhubung ke Ruter bisa dijadikan tempat backup komputer. 

    Pengguna Windows maupun Mac bisa mengatur agar data penting tersimpan otomatis tanpa perlu repot. Cadangan data ini lebih cepat karena dilakukan di jaringan lokal dan tidak tergantung pada internet atau layanan cloud.

    4. Berbagi file dengan aman di jaringan rumah

    Melalui port USB, Ruter bisa diatur sebagai server file (FTP). Dengan begitu, pengguna di jaringan rumah dapat membuka, mengunduh, atau menyimpan file ke penyimpanan bersama. 

    Fitur ini cocok untuk penggunaan di dalam rumah. Namun, sebaiknya tidak dibuka ke internet tanpa keamanan tambahan karena FTP standar tidak terenkripsi.

    5. Koneksi internet cadangan

    Beberapa Ruter memungkinkan Anda menyambungkan modem USB 4G atau LTE. Jika internet utama dari ISP mati, Ruter bisa otomatis beralih ke jaringan seluler. Fitur ini sangat berguna bagi pekerja dari rumah atau usaha kecil agar tetap terhubung meskipun internet utama bermasalah.

    6. Mengisi daya perangkat kecil

    Port USB pada Ruter juga bisa Anda gunakan disaat terdesak, port USB bisa digunakan mengisi daya untuk perangkat kecil seperti jam pintar, pelacak kebugaran, atau perangkat IoT. Meskipun pengisian berjalan sedikit lamban, cara ini dapat membantu Anda disaat colokan listrik terbatas. Beberapa alat seperti lampu LED kecil atau sensor juga bisa langsung menyala dari port USB Ruter.

    Sekarang Anda mengetahui, sebenarnya Ruter yang ada di rumah memiliki kemampuan lebih dari sekedar membagikan Wi-Fi. Dengan satu port USB saja, Ruter bisa menjadi penyimpanan bersama, alat pencadangan data, server media, printer nirkabel, hingga sumber daya untuk perangkat lain.

    Jika Ruter Anda masih memiliki port USB, sebaiknya manfaatkan fitur ini. Tanpa perlu membeli perangkat mahal, Anda sudah bisa mendapatkan banyak fungsi tambahan dari Ruter yang sudah Anda miliki. (Nur Amalina)

  • XLSMART Nilai Target 60 Mbps Realistis di Perkotaan, Tantangan Masih di Luar Kota

    XLSMART Nilai Target 60 Mbps Realistis di Perkotaan, Tantangan Masih di Luar Kota

    Bisnis.com, JAKARTA— PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) menilai target pemerintah untuk meningkatkan kecepatan rata-rata layanan internet bergerak menjadi 60 Mbps pada 2026 dapat dicapai, terutama di wilayah perkotaan yang telah memiliki kesiapan infrastruktur jaringan.

    Group Head Regulatory & Government Relations XLSMART, Alvin Aslam, mengatakan kecepatan broadband seluler yang dirasakan pelanggan di wilayah perkotaan saat ini pada umumnya sudah berada di kisaran puluhan Mbps dan dalam kondisi tertentu mendekati bahkan melampaui target nasional.

    “Di luar perkotaan, kecepatan masih bervariasi dan relatif lebih rendah,” kata Alvin kepada Bisnis pada Kamis (8/1/2026). 

    Menurutnya, target peningkatan kecepatan tidak hanya berkaitan dengan angka Mbps, tetapi juga menyangkut stabilitas dan konsistensi layanan. 

    Alvin menegaskan, operator pada prinsipnya siap mendukung target kecepatan 60 Mbps, khususnya di wilayah dengan kesiapan infrastruktur yang memadai. Pasca integrasi, XLSMART terus melakukan pengembangan jaringan secara menyeluruh.

    Modernisasi jaringan dilakukan melalui pembaruan perangkat 4G yang ada serta penggelaran teknologi 5G secara bertahap.

    Selain itu, perusahaan juga memperluas fiberisasi pada site-site eksisting guna memperkuat kapasitas dan kualitas jaringan. Upaya tersebut dilengkapi dengan optimalisasi spektrum serta peningkatan kapasitas jaringan inti (core) untuk mendukung kinerja layanan yang lebih andal.

    Meski demikian, Alvin menyebut masih terdapat sejumlah tantangan struktural dalam mendorong peningkatan kualitas jaringan secara merata. Tantangan tersebut antara lain keterbatasan infrastruktur fiber dan backhaul, keterbatasan spektrum untuk peningkatan kapasitas, serta skala permintaan dan keekonomian jaringan di wilayah dengan trafik yang belum tinggi.

    “Karena itu, diperlukan sinergi kebijakan,kolaborasi dan dukungan semua pihak/stakeholders termasuk pemerintah dalam hal  insentif pembangunan, peninjauan regulatory charges, kemudahan perizinan, dan persaingan sehat dalam landscape digital agar peningkatan kecepatan tetap sejalan dengan pemerataan dan kualitas layanan,” katanya.

    Adapun target peningkatan kualitas konektivitas internet tersebut tercantum dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) 2025–2029. Pemerintah menargetkan kecepatan rata-rata layanan mobile broadband mencapai 60 Mbps pada 2026, meningkat dari 50 Mbps pada 2025. Target tersebut selanjutnya ditetapkan naik menjadi 70 Mbps pada 2027, 80 Mbps pada 2028, dan mencapai 100 Mbps pada 2029.

    Selain kecepatan, Komdigi juga menargetkan perluasan cakupan layanan mobile broadband minimal 4G/LTE mencapai 97,50% dari total wilayah permukiman pada 2026. Target tersebut meningkat dari target 2025 sebesar 97,30% dan capaian 2024 yang tercatat sebesar 97,16%.

    Secara bertahap, cakupan mobile broadband ditargetkan mencapai 97,75% pada 2027, meningkat menjadi 97,90% pada 2028, dan mencapai 98% pada 2029.

    Dari sisi keterjangkauan, Komdigi menargetkan rasio harga layanan jaringan pita lebar tetap terhadap pendapatan per kapita berada di level 4% pada 2026, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah juga menargetkan persentase luas permukiman dan jalur transportasi utama yang masih mengalami blank spot sinyal 5G tetap berada di angka 4,44%.

    Selain itu, Komdigi menargetkan terbentuknya satu kota berkonsep gigacity pada 2026, serta penambahan 29 kabupaten/kota berstatus gigacity pada tahun berikutnya.

  • Catalyst Wanti-wanti Kejahatan Siber Berbasis AI Meningkat Tahun Ini

    Catalyst Wanti-wanti Kejahatan Siber Berbasis AI Meningkat Tahun Ini

    Bisnis.com, JAKARTA — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), khususnya generatif AI, pada 2026 membawa tantangan serius terhadap meningkatnya kejahatan siber. Ancaman tersebut terutama berkaitan dengan maraknya penipuan daring dan kejahatan keuangan yang memanfaatkan teknologi AI.

    Executive Director Catalyst Policy Works Wahyudi Djafar mengingatkan teknologi seperti deepfake berpotensi dimanfaatkan secara masif oleh pelaku kejahatan apabila tidak diantisipasi dengan baik.

    Wahyudi menjelaskan generatif AI memungkinkan penciptaan konten yang sangat menyerupai peristiwa asli, sehingga menyulitkan publik untuk membedakan antara konten autentik dan hasil rekayasa teknologi.

    “Itu kan memberikan satu ancaman yang cukup serius dalam konteks hari ini misalnya online scamming gitu ya. Dan terutama di sektor-sektor keuangan ya. Ataupun bahkan critical information infrastructure lainnya,” kata Wahyudi kepqda Bisnis pada Kamis (8/1/2026). 

    Di Indonesia, Wahyudi menilai aparat penegak hukum perlu dibekali instrumen dan kapasitas yang memadai untuk mendeteksi kejahatan berbasis deepfake, seiring bergesernya modus kejahatan dari sekadar disinformasi menjadi penipuan berbasis teknologi canggih.

    Dia menambahkan selama ini upaya penanganan lebih banyak difokuskan pada disinformasi melalui mekanisme cek fakta. Namun, tantangan ke depan menuntut kemampuan teknis yang lebih kompleks, termasuk deteksi deepfake dan mekanisme pelaporan yang mudah diakses oleh masyarakat.

    Wahyudi mencatat telah ada sejumlah inisiatif lintas lembaga untuk mempercepat penanganan kejahatan keuangan digital, termasuk kerja sama antara kepolisian dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam pemblokiran rekening yang diduga digunakan untuk penipuan.

    Namun demikian, dia menilai tantangan akan semakin besar seiring meningkatnya pemanfaatan AI di berbagai sektor, sementara tingkat literasi digital masyarakat masih relatif rendah.

    “Karena seringkali publik tidak memahami satu konten apakah dia adalah konten yang original ataukah dia memang konten yang di-create oleh AI gitu ya,” ujar Wahyudi.

    Rendahnya literasi tersebut membuat masyarakat rentan memberikan akses data pribadi ketika dihubungi oleh pihak yang mengatasnamakan institusi tertentu.

    Selain aspek teknis dan literasi, Wahyudi juga menyoroti tantangan dari sisi regulasi dan penegakan hukum. Hingga saat ini, peraturan pelaksana Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) serta otoritas perlindungan data pribadi belum terbentuk.

    Padahal, menurut Wahyudi, UU PDP telah memuat ketentuan terkait pemrosesan data otomatis dan sanksi atas penyalahgunaan data pribadi.

    Wahyudi menegaskan penguatan kapasitas deteksi teknologi, percepatan penanganan kasus, peningkatan literasi masyarakat, serta pengembangan instrumen hukum perlu dilakukan secara bersamaan untuk merespons ancaman kejahatan siber berbasis AI.

    Selain itu, Wahyudi juga menekankan pentingnya pengembangan dan pemanfaatan AI yang bertanggung jawab, mengingat Indonesia belum memiliki regulasi khusus terkait AI selain surat edaran pada 2023.

    Menurutnya, regulasi tersebut sebaiknya bersifat mengikat secara hukum namun tetap memberi ruang inovasi, agar potensi AI dapat dioptimalkan sekaligus memitigasi risiko yang menyertainya.

    “Jadi industri ataupun sektor-sektor tertentu termasuk pemerintahan lembaga itu masih tetap bisa berinovasi gitu ya di satu sisi tetapi di sisi yang lain mereka juga punya batas-batas punya bantuan gitu ya yang jelas,” ujarnya.

  • Main Aman, Kantongi Pendapatan Rp27 Juta per Bulan

    Main Aman, Kantongi Pendapatan Rp27 Juta per Bulan

    Bisnis.com, JAKARTA — Meski kerap dibayangi isu legalitas, bisnis internet RT/RW Net tetap menjadi magnet bagi pelaku usaha mikro berkat potensi keuntungannya yang menggiurkan.

    Dengan strategi pengelolaan bandwidth yang cermat dan skema promo harga, pemain skala rumahan mampu meraup ratusan pelanggan dalam waktu singkat.

    Fiki, salah satu pelaku usaha RT/RW Net, membagikan pengalamannya dalam berbisnis RT/RW Net. Fiki bercerita bahwa dia dapat merangkul 40 pengguna rumahan dalam 4 bulan dengan berjualan RT/RW Net. Meski awalnya praktik ini dia lakukan secara diam-diam, Fiki, kemudian bekerja sama dengan provider resmi dan telah memiliki 250 pelanggan dalam 2 tahun. 

    “Sekarang 2 tahun sudah punya 250-an klien, tergantung strategi saja,” ungkapnya dalam sebuah percakapan daring yang diterima Bisnis, dikutip Rabu (7/1/2026).

    Dia mengatakan kunci pertumbuhan cepat bisnis ini terletak pada permainan harga yang disebut Fiki sebagai strategi “main kloter”. 

    Alih-alih mematok harga tetap, dia akan membagi calon pelanggan di satu area ke dalam beberapa gelombang pendaftaran dengan harga yang makin naik.

    “Per area dibuat 3 kloter. Promo pasang 1–20 klien dikasih harga Rp110.000. Lalu pelanggan ke-21 hingga 40 dikasih harga Rp120.000, dan di atas 40 pelanggan harganya Rp125.000,” jelasnya.

    Sebagai informasi, dengan mengantongi 250 pelanggan maka minimal pendapatan yang Fiki kantongi per bulan sekitar Rp27,5 juta, dengan asumsi setiap pelanggan berlangganan Rp110.000 per bulan. Dalam praktiknya, pelanggan Fiki berlangganan lebih dari Rp110.000. Dia tidak menceritakan secara detail pendapatan yang dikantongi per bulannya.

    Strategi ini terbukti ampuh menciptakan antusias bagi calon pelanggan di lingkungan perumahan untuk segera mendaftar demi mendapatkan harga termurah. 

    Mengutip dari Bisnis, sebagai gambaran jika operator resmi biasanya menjual paket internet rumah seharga Rp300.000 untuk kecepatan 50 Mbps, sementara pelaku RT/RW Net bisa menjual eceran dengan harga jauh di bawah itu, bahkan ada yang menyentuh Rp75.000—Rp100.000 per bulan.

    Di sisi lain, tantangan utama bisnis RT/RW Net terletak pada batas pemakaian wajar atau Fair Usage Policy (FUP). 

    Fiki mengakui bahwa dia harus bermain aman agar tidak terkena sanksi penurunan kecepatan dari penyedia layanan internet utama atau Internet Service Provider (ISP) yang menjadi tulang punggung jaringannya.

    “Jangan sampai kena FUP sebelum tanggal 25,” ujarnya.

    Untuk melayani 250 pelanggannya, dia mengandalkan jaringan salah satu perusahaan ISP besar. 

    Demi menjaga kualitas koneksi, dia bahkan telah meningkatkan paket langganannya ke layanan bisnis berkecepatan 150 Mbps. 

    Dari sana, dia mendistribusikan koneksi dengan kecepatan hingga 5 Mbps per pelanggan, atau bahkan 10 Mbps untuk paket tertentu.

    “Kasih saja 10 Mbps, biar orang-orangnya sendiri yang membandingkan sama kompetitor sebelah,” tambahnya.

    Walaupun menawarkan keuntungan menggiurkan oleh banyak pelakunya, praktik ini berjalan di area abu-abu jika tidak memiliki izin resmi. 

    Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa praktik menjual kembali layanan internet tanpa izin adalah ilegal.

    Melansir dari Bisnis Rabu (07/01/2026), Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto sebelumnya menegaskan bahwa RT/RW Net ilegal merugikan karena memungut biaya seolah-olah penyelenggara resmi, namun tidak membayar pajak.

    Sesuai regulasi, kegiatan reseller internet hanya sah jika pelaku usaha bekerja sama secara resmi dengan ISP berizin. Fiki sendiri ketika ditanya mengenai legalitas usahanya, dia mengakui bahwa yang dia jalani belum resmi. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • 4G Ditargetkan Meluas – Tarif Data Turun, Mastel: Komdigi Perlu Ubah Pendekatan

    4G Ditargetkan Meluas – Tarif Data Turun, Mastel: Komdigi Perlu Ubah Pendekatan

    Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Sarwoto Atmosutarno menilai untuk merealisasikan target cakupan 4G dan penurunan tarif internet butuh perubahan pendekatan kebijakan, dari regulator menjadi fasilitator.

    Sarwoto menyampaikan target-target infrastruktur digital pemerintah pada 2026 disusun dengan asumsi pemerintah hanya berperan sebagai regulator. 

    “Ternyata pelaksanaannya dilakukan melalui mekanisme pasar. Karena itu Mastel berpendapat pola pikir regulator mesti diubah menjadi fasilitator,” kata Sarwoto saat dihubungi Bisnis pada Kamis (8/1/2026).

    Menurut dia, investasi untuk ekspansi kapasitas dan pemanfaatan teknologi baru pada infrastruktur digital saat ini belum mendapatkan respons optimal dari pasar. 

    Hal tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya beban regulasi di tingkat pusat dan daerah, serta mahalnya biaya akuisisi spektrum frekuensi.

    Sarwoto menekankan pendekatan fasilitator perlu diwujudkan secara langsung melalui desain insentif yang tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan serta kearifan lokal.

    “Perlu dipikirkan dan dilaksanakan elaborasi jaringan netral, saling berbagi [sharing], dengan pendekatan model gotong royong Indonesia,” ujarnya.

    Dia juga menambahkan pentingnya perancangan insentif pemerintah yang efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Sementara itu, Komdigi menargetkan cakupan layanan mobile broadband minimal 4G/LTE mencapai 97,50% dari total wilayah permukiman pada 2026. Target tersebut meningkat dibandingkan target 2025 sebesar 97,30% dan capaian terkini yang berada di level 97,16%.

    Target itu tercantum dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra) Komdigi 2025–2029, yang menetapkan peningkatan jangkauan jaringan pita lebar bergerak secara bertahap hingga mencapai 98% pada 2029.

    Secara rinci, cakupan mobile broadband ditargetkan mencapai 97,50% pada 2026, meningkat menjadi 97,75% pada 2027, kemudian 97,90% pada 2028, dan mencapai 98% pada 2029. Adapun capaian pada 2024 tercatat sebesar 97,16% dari total wilayah permukiman.

    Dari sisi keterjangkauan, Komdigi menargetkan rasio harga layanan jaringan pita lebar tetap terhadap pendapatan per kapita berada di level 4% pada 2026.

     Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya dan mencerminkan upaya pemerintah mendorong layanan internet yang semakin terjangkau.

    Selain itu, persentase luas permukiman dan jalur transportasi utama yang masih mengalami blank spot sinyal 5G ditargetkan tetap berada di angka 4,44%. 

    Komdigi juga menargetkan terbentuknya satu kota berkonsep gigacity pada 2026 dan penambahan 29 kabupaten/kota gigacity pada tahun berikutnya.

  • Honor Power 2 yang Mirip iPhone 17 Pro Punya Harga UMR, Apa Kelebihannya?

    Honor Power 2 yang Mirip iPhone 17 Pro Punya Harga UMR, Apa Kelebihannya?

    Bisnis.com, JAKARTA – Honor resmi meluncurkan ponsel terbarunya yakni Honor Power 2 di China pada 5 Januari 2026.

    Mengusung baterai ponsel sangat besar, Honor Power 2 dibekali baterai berkapasitas 10.080 mAh berbasis teknologi silicon-carbon (Si/C), yang dikemas dalam desain ramping dengan ketebalan di bawah 8 mm.

    Melansir laman GSMArena, Honor mengklaim baterai tersebut mampu bertahan lebih dari 20 jam penggunaan berkelanjutan. Dalam skenario pemakaian, perangkat ini diklaim dapat digunakan hingga 26 jam pemutaran video, 17 jam navigasi, atau 14 jam bermain gim tanpa henti.

    Meski mengusung baterai jumbo, Honor Power 2 tetap memiliki bodi relatif tipis dengan ketebalan 7,98 mm dan bobot 216 gram. Perangkat ini mendukung pengisian daya cepat 80W melalui kabel.

    Selain itu, Honor Power 2 juga dapat digunakan sebagai power bank dengan fitur reverse charging hingga 27W untuk mengisi daya perangkat lain.

    Dari sisi tampilan, Honor Power 2 mengusung layar AMOLED 6,79 inci beresolusi FHD+ dengan refresh rate 120 Hz. Layar tersebut memiliki tingkat kecerahan puncak lokal hingga 1.800 nits, serta dilengkapi kamera depan 16 MP dan pemindai sidik jari di layar. Ponsel ini juga telah mengantongi sertifikasi ketahanan IP68, IP69, dan IP69K terhadap air dan debu.

    Honor Power 2 menjadi ponsel pertama yang menggunakan MediaTek Dimensity 8500 Elite. Chipset ini mengusung CPU delapan inti dengan desain seluruh inti performa (all-big core) berbasis ARM Cortex-A725. Satu inti utama memiliki kecepatan 3,4 GHz, didukung tiga inti 3,2 GHz dan empat inti 2,2 GHz. Untuk grafis, chipset ini menggunakan Mali-G720 MC8 GPU. Berdasarkan hasil pengujian, performanya mencatat skor lebih dari 2,4 juta poin di AnTuTu.

    Perangkat ini dipadukan dengan RAM 12 GB LPDDR5X serta pilihan penyimpanan 256 GB atau 512 GB UFS 4.1.

    Pada sektor kamera belakang, Honor Power 2 dibekali kamera utama 50 MP dengan aperture f/1.9 dan OIS, serta kamera ultrawide 5 MP. Dari sisi perangkat lunak, ponsel ini menjalankan MagicOS 10 berbasis Android 16.

    Harga Honor Power 2

    Honor Power 2 hadir dalam tiga pilihan warna, yakni Midnight Black, Sunrise Orange yang desainnya disebut menyerupai iPhone 17 Pro.

    Sedangkan untuk harganya, ponsel baru Honor ini membanderol harga 2.699 yuan atau setara sekitar Rp5,9 jutaan untuk varian 12 GB/256 GB.

    Kemudian varian 12 GB/512 GB dijual dengan Harga 2.999 yuan atau sekitar Rp6,5 jutaan.

    Ponsel ini mulai dijual perdana di China pada 9 Januari 2026. Namun untuk penjualan di luar China, Honor belum mengumumkan rencana pemasaran Power 2 ke sejumlah negara lain.

  • Motorola Pamer Perangkat AI Project Maxwell, Seukuran Kunci Mobil

    Motorola Pamer Perangkat AI Project Maxwell, Seukuran Kunci Mobil

    Bisnis.com, JAKARTA — Motorola melalui unit risetnya, 312 Labs, memperkenalkan Project Maxwell, perangkat wearable seperti kunci mobil, dengan kamera kecil pada bagian atas. Pengembangan Project Maxwell berangkat dari kebutuhan untuk membuat AI lebih menyatu dalam aktivitas sehari-hari. 

    “AI akan meningkatkan kreativitas, mempertajam intuisi, dan menginspirasi imajinasi kita, karena kini AI memanfaatkan bahasa, kebiasaan, pengalaman, dan ingatan kita yang unik,” ujar CEO Lenovo Yuanqing Yang, dalam gelaran CES 2026, dikutip Bisnis, Kamis (8/1/2026).

    Motorola katanya menilai penggunaan ponsel untuk berinteraksi dengan AI kerap terasa mengganggu, terutama dalam situasi sosial atau profesional. Oleh karena itu, Project Maxwell dirancang sebagai perangkat AI-native yang selalu terhubung, mampu memahami konteks, serta terintegrasi penuh dengan ekosistem Motorola Qira.

    Adapun Motorola Qira merupakan ekosistem AI terpadu yang menyatukan moto ai, Lenovo AI Now, Creator Zone, dan Learning Zone dalam satu sistem. Dengan satu nama, satu antarmuka, dan satu kata kunci aktivasi, sistem ini dirancang sebagai kecerdasan tunggal lintas perangkat.

    Motorola Qira didukung kemitraan dengan pemain global seperti Microsoft, Qualcomm, Intel, Google, dan Perplexity. Dengan demikian, memungkinkan sinkronisasi lintas perangkat, sehingga pengguna dapat melanjutkan aktivitas dari satu perangkat ke perangkat lain tanpa harus mengulang perintah atau konteks.

    Sementara itu, Project Maxwell: AI Perceptive Companion Proof of Concept bekerja dengan mengumpulkan berbagai data secara berkelanjutan, mulai dari apa yang dilihat, didengar, hingga diucapkan pengguna.

    Informasi tersebut kemudian dianalisis secara real-time untuk memberikan rekomendasi yang relevan sesuai kebutuhan. 

    Sebagai contoh, Project Maxwell dapat diminta mendengarkan paparan dalam sebuah konferensi dan secara otomatis menyusun ringkasan atau konten, seperti unggahan LinkedIn, tanpa mengharuskan pengguna mengeluarkan ponsel atau mengalihkan perhatian.

    Dalam pengembangannya, tim 312 Labs memusatkan perhatian pada dua fungsi utama. Pertama, Multimodal Perception Fusion, yang menggabungkan data visual dan audio dari lingkungan sekitar melalui kamera, mikrofon, dan sensor untuk menghasilkan wawasan yang kontekstual dan personal. 

    Kedua, Natural Language Interaction and Intention Capture, yang memanfaatkan Large Action Model sehingga asisten tidak hanya merespons perintah, tetapi juga mampu mengeksekusi tindakan yang diinisiasi pengguna.

    Dengan kata lain, perangkat AI bebas genggaman ini dirancang untuk memberikan saran kontekstual yang membantu mengotomatisasi dan menyederhanakan tugas sehari-hari. Meskipun saat ini baru berupa pembuktian sebuah konsep, Project Maxwell: AI Perceptive Companion akan menjadi masukan bagi eksplorasi Motorola AI di masa depan. 

  • Cakupan 4G Digenjot hingga 97,5%, Pengamat Soroti Investasi dan Insentif

    Cakupan 4G Digenjot hingga 97,5%, Pengamat Soroti Investasi dan Insentif

    Bisnis.com, JAKARTA — Biaya penggelaran 4G yang mahal dinilai menjadi penghambat rencana Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam memperluas cakupan 4G/LTE hingga mencapai 97,50% dari total wilayah permukiman pada 2026. 

    Target tersebut dinilai menuntut kesiapan investasi yang lebih besar serta dukungan kebijakan, terutama untuk memperluas layanan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). 

    Pengamat Telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Joseph Matheus Edward menyebut capaian cakupan jaringan saat ini masih menghadapi tantangan dari sisi pembiayaan dan pemerataan. 

    Menurutnya, upaya mengejar target 97,5% memerlukan belanja modal operator yang lebih besar serta insentif khusus untuk wilayah 3T.

    “Untuk mengejar 97,5% tentu perlu capex operator seluler yang lebih besar dan insentif untuk daerah 3T,” kata Ian saat dihubungi Bisnis pada Kamis (8/1/2026) 

    Ian menilai pembangunan infrastruktur di wilayah 3T yang berdampak pada perluasan cakupan jaringan perlu disertai skema pengembalian yang jelas melalui kewajiban pelayanan universal (USO) non tunai.

    Selain itu, pembangunan jaringan yang mendukung agenda Asta Cita dan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menurut Ian, juga perlu dikompensasi dalam bentuk penyertaan negara agar beban regulasi tetap proporsional.

    Ian juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur dasar jaringan, khususnya fiberisasi dan pengembangan backbone secara menyeluruh dan terencana, serta kemudahan proses pembangunan di lapangan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

    Sementara itu, Pengamat Telekomunikasi Kamilov Sagala menilai target Komdigi untuk mendekati pemerataan cakupan 4G secara nasional secara teknis relatif mudah dicapai. Namun, dia mengingatkan agar regulator tidak hanya berfokus pada angka sebaran wilayah semata.

    Menurut Kamilov, tantangan utama justru terletak pada kualitas layanan yang dirasakan oleh konsumen. Dia menekankan pentingnya penetapan standar layanan minimum agar perluasan cakupan tidak berhenti pada pencapaian statistik semata.

    “Penting disadari oleh regulator apabila sekedar untuk menunjukan sebaran wilayah, tanpa ada standar layanan yang minimal ini pastinya target sia-sia saja,” kata Kamilov.

    Dia menekankan pentingnya regulator melakukan survei layanan konsumen yang presisi agar target yang ditetapkan benar-benar memenuhi harapan seluruh pemangku kepentingan, mengingat keterjangkauan layanan tidak selalu sejalan dengan kualitas minimum yang berkelanjutan.

    Adapun target cakupan mobile broadband 4G/LTE tersebut tercantum dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra) Komdigi 2025–2029. 

    Dalam dokumen tersebut, indikator jangkauan jaringan pita lebar bergerak per populasi ditetapkan meningkat secara bertahap hingga mencapai 98% pada 2029.

    Secara rinci, cakupan mobile broadband ditargetkan mencapai 97,50% pada 2026, meningkat menjadi 97,75% pada 2027, kemudian 97,90% pada 2028, dan mencapai 98% pada 2029. Sementara itu, capaian pada 2024 tercatat sebesar 97,16% dari total wilayah permukiman, meningkat dibandingkan target 2025 yang ditetapkan sebesar 97,30%.

    Selain cakupan jaringan, Komdigi juga menargetkan persentase luas permukiman dan jalur transportasi utama yang masih mengalami blank spot sinyal 5G tetap berada di angka 4,44%.

    Dari sisi keterjangkauan, rasio harga layanan jaringan pita lebar tetap terhadap pendapatan per kapita ditetapkan sebesar 4% pada 2026, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebagai bagian dari upaya mendorong layanan internet yang semakin terjangkau bagi masyarakat.

  • WhatsApp Rilis Fitur Member Tags, Permudah Manajemen Identitas di Grup Besar

    WhatsApp Rilis Fitur Member Tags, Permudah Manajemen Identitas di Grup Besar

    Bisnis.com, JAKARTA — WhatsApp resmi mengumumkan peluncuran serangkaian fitur baru yang dirancang untuk tingkatkan manajemen identitas dan efisiensi komunikasi dalam grup. 

    Platform perpesanan tersebut memperkenalkan tiga pembaruan utama, yakni Member Tags, Text Stickers, dan Event Reminders. Pembaruan ini dinilai strategis mengingat kapasitas grup WhatsApp yang kini dapat menampung hingga 1.024 anggota. 

    Dalam ekosistem grup skala besar seperti grup kelas sekolah atau perkuliahan, komunitas warga, atau tim kerja profesional, identifikasi anggota sering kali menjadi tantangan tersendiri.

    Fitur Member Tags hadir sebagai solusi untuk memberikan konteks peran yang spesifik tanpa perlu mengubah nama profil utama pengguna.

    Melansir dari laman resmi Meta Kamis (08/01/2026), Member Tags memungkinkan pengguna menyematkan deskripsi peran singkat di bawah nama tampilan mereka. 

    Fitur ini bersifat fleksibel, di mana pengguna dapat memiliki tag yang berbeda untuk setiap grup, misalnya “Bendahara” di satu grup dan “Ketua Tim” di grup lain. Hal ini bertujuan mengurangi upaya anggota grup dalam memahami konteks pengirim pesan pada utas percakapan yang panjang.

    Caranya cukup mudah. Buka grup WhatsApp, ketuk nama grup di bagian atas layar, lalu gulir ke bawah hingga bagian daftar anggota.

    Di sana, Anda akan menemukan opsi “Tambahkan tag anggota”. Klik opsi tersebut, kemudian masukkan tag singkat yang mendeskripsikan diri Anda. 

    WhatsApp menyarankan untuk mencantumkan peran Anda di perusahaan, organisasi, atau komunitas tempat grup ini berada. Setelah selesai, simpan perubahan. 

    Berbeda dengan aplikasi kerja seperti Slack atau Discord di mana peran sering kali ditetapkan oleh admin, WhatsApp menerapkan filosofi user-managed identity atau identitas yang dikelola pengguna. 

    Administrator grup tidak memiliki wewenang untuk menetapkan tag. Sebaliknya, setiap individu memiliki kontrol penuh untuk menambahkan, mengedit, atau menghapus tag mereka sendiri melalui menu pengaturan anggota.

    Secara teknis, tag dibatasi hingga 30 karakter dan hanya mendukung teks serta tanda baca, tanpa dukungan emoji. Mekanisme ini dirancang untuk menjaga tampilan tetap profesional dan mudah dibaca. 

    Selain pembaruan tag identitas, WhatsApp juga merilis fitur Text Stickers untuk kebutuhan visualisasi pesan. Pengguna kini dapat mengubah kata atau kalimat pendek menjadi stiker terformat otomatis melalui fitur Sticker Search. 

    Stiker ini dapat langsung disimpan ke paket stiker pengguna untuk menonjolkan pesan penting seperti “Rapat Dipindahkan” atau pengumuman penting lainnya.

    Terdapat pula fitur Event Reminders. Saat pengguna membuat undangan acara di dalam grup, mereka kini dapat mengatur pengingat khusus bagi para undangan. Fitur ini ditujukan untuk memastikan tingkat kehadiran yang lebih baik, baik untuk pertemuan daring maupun kegiatan langsung.

    Dari sisi keamanan, WhatsApp menegaskan bahwa penambahan fitur Member Tags tidak memengaruhi protokol enkripsi end-to-end yang telah diterapkan. Pesan dan metadata pengguna tetap terlindungi dengan standar keamanan yang sama. 

    Kendati demikian, perusahaan mengimbau pengguna untuk tidak mencantumkan data pribadi sensitif seperti alamat rumah dalam tag tersebut, mengingat informasi ini dapat dilihat oleh seluruh anggota grup.

    Langkah pembaruan ini diprediksi memiliki dampak luas mengingat basis pengguna WhatsApp yang sangat banyak. Mengutip data Datareportal, audiens global WhatsApp diperkirakan mencapai lebih dari 2,7 miliar pengguna. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)